Claim Missing Document
Check
Articles

QUARTER LIFE CRISIS YANG TERJADI PADA MAHASISWA EKONOMI ANGKATAN 2019 DI UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Linduajie, Binzar; Manurung, Nazwa; Cahyono, Tri
Jurnal Inspirasi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jibk.v1i1.4826

Abstract

Ditemukan terdapat kecenderungan bahwa quarter life crisis sedang terjadi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi angkatan 2019 yang berada pada fase tengah menyelesaikan pendidikannya terlihat gejala yang paling umum dirasakan adalah kekhwatiran, kecemasan dan ketakutan, yang terjadi secara berlebihan, krisis yang dialami oleh mahasiswa angkatan 2019 ini merupakan berbagai kesulitan seperti mencari judul skripsi, keterbatasan dana, komunikasi dengan dosen pembimbing, revisi yang terus-menerus, tuntutan waktu dalam Pendidikan, dan kekhawatiran akan karir setelah menyelesaikan pendidikannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran proses terjadinya quarter life crisis yang terjadi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Angkatan 2019. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dan informan penelitian ini terdiri dari 4 orang mahasiswa ekonomi angkatan 2019. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kuesioner, observasi tidak terstruktur dan wawancara. Adapun teknik analisis data menggunakan metode Miles and Huberman: Reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian dengan demikian bisa dikatakan bahwa mahasiswa angkatan 2019 Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan mengalami fenomena quarter life crisis dengan diketahui adanya tekanan yang berasal dari dalam dan luar individu, namun dari keempat subjek memiliki perbedaan masing-masing gambaran quarter lifer crisis.
Pelaksanaan Layanan Konseling Individual Ditinjau Dari Model Context Input Process Product (CIPP) Di SMA Negeri 3 Malinau Meldiana, Reva; Cahyono, Tri; Ismuniar, Cici
Jurnal Inspirasi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jibk.v1i1.4741

Abstract

Layanan Konseling Individual bertujuan untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan dalam tahap-tahap perkembangan, membantu untuk dapat mengarahkan peserta didik agar mampu membuat keputusan secara tepat. Penelitian ini akan membahas bagaimana pelaksanaan layanan konseling individual disekolah yang diinjau dari model CIPP. Penelitian ini juga menggunakan metode kualitatif deskriptif, serta teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan meliputi context tujun dari pelaksanaan layanan konseling individual untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan dalam tahp-tahap perkembangannya, membantu penyelesaian masalah, serta dapat mengarahkan peserta didik dalam membuat keputusan. input persiapan yang dilakukan sebelum melaksanakan layanan guru BK terlebih dahulu mengumpulkan informasi mengenai mengenai peserta didik, informasi dari wali kelas, temannya, atau dari orang tuanya. Selain itu guru BK menyediakan fasilitas seperti ruang konseling, laporan konseling individual, RPL Konseling dan menentukan waktu pelaksanaannya. process pelaksanaan layanan konseling individual guru BK menggunakan beberapa teknik dan tahap-tahapan yaitu tahapawal, inti dan penutup. Product atau hasil dari pelaksanaan layanan konseling individual terdapat perubahan perilaku sisws kearah yang lebih positif. Namun evaluasi yang dilakukan ketika belum ada perubahan pada siswa tersebut guru BK akan menindak lanjuti dan mendiskusikan untuk mengatur kembali pertemuan berikutnya dengan peserta didik.
Peran Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Meningkatkan Karakter Percaya Diri Siswa Di Kelas XI SMA Negeri 1 Nunukan Merlin, Merlin; Cahyono, Tri; Sovayunanto, Riski
Jurnal Inspirasi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jibk.v1i1.4735

Abstract

Percaya diri dapat diartikan sebagai sikap yakin akan kemampuan diri sendiri terhadap tercapainya setiap keinginan dan harapan yang diinginkan. Berdasarkan permasalahan yang ditemukan di SMA Negeri 1 Nunukan adalah masih banyak siswa yang kurang percaya diri seperti malu, takut salah, dan tidak berani berpendapat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan karakter percaya diri siswa di kelas XI SMA Negeri 1 Nunukan. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, subjek penelitian terdiri dari dua guru bimbingan dan konseling yang ada di SMA Negeri 1 Nunukan, teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi serta pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Dari hasil penelitian mengungkap bahwa percaya diri siswa di SMA Negeri 1 Nunukan masih kurang atau minim, dalam hal ini peran guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan percaya diri siswa dengan cara memberikan layanan bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, konseling kelompok dan konseling individual. Layanan yang paling sering digunakan guru bimbingan dan konseling dalam memberikan layanan adalah layanan bimbingan klasikal. Dengan layanan ini guru bimbingan dan konseling akan melakukan pembiasaan kepada peserta didik yaitu dengan cara meminta setiap peserta didik untuk maju ke depan untuk memberikan pendapat dari hasil pembelajaran yang telah diberikan oleh guru bimbingan dan konseling.
Environmental Health Risk Assesment (EHRA) Permukiman Desa Kutasari dan Rempoah Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas Tri Cahyono; Budi Utomo; Sugeng Abdullah
Buletin Keslingmas Vol 43, No 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v43i3.11968

Abstract

Environmental Health Risk Assesment (EHRA) merupakan survey untuk mengetahui risiko fasilitas sanitasi dan perilaku masyarakat skala rumah tangga terhadap kesehatan. Risiko kesehatan lingkungan permukiman Desa Kutasari berada di perbatasan dan Rempoah ibukota kecamatan tentunya berbeda. Tujuan penelitian mengetahui risiko kesehatan lingkungan permukiman Desa Kutasari dan Rempoah. Metode, jenis penelitian observasional, populasi seluruh rumah desa, sampling incidental didapatkan di Desa Kutasari 672 rumah dan Desa Rempoah 830 rumah, pengumpulan data dengan wawancara dan observasional, analisis menggunakan Kruskal Wallis dan U Mann Whitney. Hasil, K.IRKL komponen fisik rumah Desa Kutasari 14,64 dan Desa Rempoah 19,01, perberbedaan tidak signifikan (p=0,462). K.IRKL sarana sanitasi Desa Kutasari 49,59 dan Desa Rempoah 47,35, perberbedaan tidak signifikan (p=1,000). K.IRKL perilaku penghuni rumah Desa Kutasari 11,86 dan Desa Rempoah 16,65, perberbedaan tidak signifikan (p=0,347). Perbedaan K.IRKL komponen fisik rumah dan sarana sanitasi di Desa Kutasari signifikan (p=0,007), di Desa Rempoah signifikan (0,007). Perbedaan K.IRKL komponen fisik rumah dan perilaku penghuni rumah di Desa Kutasari tidak signifikan (p=0,464), di Desa Rempoah tidak signifikan (0,462). Perbedaan K.IRKL sarana sanitasi dan perilaku penghuni rumah di Desa Kutasari signifikan (p=0,464), di Desa Rempoah signifikan (0,014).  Simpulan rata-rata K.IRKL secara keseluruhan komponen fisik rumah, sarana sanitasi dan perilaku penghuni rumah di Desa Kutasari 25,36, di Desa Rempoah 27,67, perbedaan tidak signifikan (p=0,520). Saran, masyarakat hendaknya melakukan pemenuhan lubang asap dapur, ventilasi, sarana pembuangan air limbah dan membuka jendela agar tidak menjadi factor risiko bagi kesehatan.
Utilization of Village Funds Based on Planning in Development in Improving Village Autonomy and Welfare of Village Communities in Malang Regency Maryunani, Maryunani; Cahyono, Tri; Jamal, Badrul
Asia Pacific Journal of Management and Education (APJME) Vol 7, No 1 (2024): March 2024
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/apjme.v7i1.2934

Abstract

This study aims to analyze how the impact of using Village Funds for village independence and community welfare in Sumberpasir and Pucangsongo Villages, Pakis District, Malang Regency based on community perceptions using the Sustainable Livelihood Approach (SLA) approach. The selection of the two villages was based on consideration of the uniqueness of different characters, where Sumberpasir is tourism-based because it is on the route of Bromo Tengger Semeru National Park (TNBTS) while Pucangsongo is agriculture-based. The results of the analysis show that in Sumberpasir Village, the impact of village utilization is more prominent on social capital, namely in the form of collaboration with other communities and human capital in the form of training for technology. In Pucangsongo Village, the use of village funds for the independence and welfare of rural communities is influenced by financial capital, in the form of business capital assistance for farmer groups. In addition, natural capital factors are also prominent as the use of village funds also to support the agricultural sector. This research contributes to an empirical study that provides an understanding that the utilization of village funds can be heterogeneous based on the characteristics of each village.
Determinants Of Pulmonary Vital Capacity Female Confectionery Workers Cahyono, Tri
Buletin Keslingmas Vol 44, No 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v44i3.13396

Abstract

Background, small industries are mostly low surveillance, have potential occupational risks to the vital capacity of the lungs derived from the characteristics of the worker and the quality of the environment. A preliminary survey on confectionery found young workers, low education, no personal protective equipment and poor environmental sanitation. The purpose of the study was to determine the determinant factors of the lung capacity of women garment confectioners. Methods, types of observational research, analytics. Independent variables of worker characteristics and air quality, dependent variables of lung vital capacity. The sample population of 18 women confectioners, methods of data collection interviews, observation and measurement. Simple and multiple regression correlation analysis. Results,  average pulmonary vital capacity was 1,449.56 ml,  age 30.78 years (r = 0.346), education 72.2% elementary school (r = 0.217), BMI 24.41 (r = 0.044), history of Ispa disease 88.9% never (r = -0.269), mask use 88.9% not used (r = -0.134), working period (2.56 years (r = -0.221), working time 10.50 hours (r = 0.018), occupational history of 50% dusty (r = -0.188), average temperature 33.170C (r = 0.378), average humidity 44.97% (r = -0.389), indoor dust 0.09 mg/m3 (r = -0.391),  home dust 0.03 mg/m3 (r = -0.436). All independent variables of bivariate correlation analysis were insignificant. Multivariate analysis of double regression correlation r = 0.875, p = 0.002, Y = (-671.14) + 27.29Xage + 401.18Xeducation + (-198.30)Xworking time + (-265.22)Xwork history + 49.49Xtemperature. Conclusions, determinants of lung capacity; age, education, working age, employment history and temperature. It is necessary to install an exhauster for the vacuum cleaner and the air temperature outside the room.
Faktor Determinan Kapasitas Vital Paru Wanita Pekerja Konfeksi Baju Cahyono, Tri; Hari Rudijanto Indro Wardono; Yulianto; Dwi Candra Ningsih
Buletin Keslingmas Vol. 44 No. 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v44i3.13396

Abstract

industri kecil sebagian besar rendah pengawasan, memiliki potensi risiko kerja terhadap kapasitas vital paru berasal dari karakteristik pekerja dan kualitas lingkungan. Survei pendahuluan pada konfeksi menemukan pekerja muda, pendidikan rendah, tanpa alat pelindung diri dan sanitasi lingkungan jelek. Tujuan penelitian mengetahui faktor determinan kapasitas paru wanita pekerja konfeksi baju. Jenis penelitian observasional, analitik. Variabel independent karakteristik pekerja dan kualitas udara, variabel dependen kapasitas vital paru. Populasi sampel 18 wanita pekerja konfeksi, metode pengumpulan data wawancara, observasi dan pengukuran. Analisis korelasi regresi sederhana dan ganda. Hasil rata-rata kapasitas vital paru 1.449,56 ml, umur 30,78 tahun (r = 0,346), pendidikan 72,2% SD (r = 0,217), IMT 24,41 (r = 0,044), riwayat penyakit Ispa 88,9% tidak pernah (r = -0,269), pemakaian masker 88,9% tidak pakai (r = -0,134), masa kerja (2,56 tahun (r = -0,221), lama kerja 10,50 jam (r = 0,018), riwayat pekerjaan 50% berdebu (r = -0,188), rata-rata suhu 33,170C (r = 0,378), rata-rata kelembapan 44,97% (r = -0,389), debu di dalam ruang 0,09 mg/m3 (r = -0,391), debu di rumah 0,03 mg/m3 (r = -0,436). Semua variabel independent analisis bivariat korelasi tidak signifikan. Analisis multivariat korelasi regresi ganda r = 0,875, p = 0,002, Y = (-671,14) + 27,29Xumur + 401,18Xpendidikan + (-198,30)Xmasa kerja + (-265,22)Xriwayat pekerjaan + 49,49Xsuhu. Simpulan determinan kapasitas paru; umur, pendidikan, masa kerja, riwayat pekerjaan dan suhu. Perlu pemasangan exhauster guna penyedot debu dan suhu udara keluar ruangan.
Risiko Pajanan Gas Buang SO2, NO2 dan CO pada Pedagang di Terminal Cahyono, Tri; Widiyanto, Teguh Widiyanto; Lagiono, Lagiono
Buletin Keslingmas Vol. 43 No. 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v43i1.10946

Abstract

Terminal termasuk salah satu tempat yang berpotensi menghasilkan emisi dalam konsentrasi tinggi karena terdapat banyak kendaraan keluar masuk. Tingginya kegiatan transportasi umum di terminal menimbulkan cemaran gas buang yang dapat berisiko bagi manusia. Tujuan penelitian mengetahui karakterisasi risiko pajanan gas buang SO2, NO2 dan CO pada pedagang di Terminal Bulupitu. Metode termasuk penelitian observasional crossectional analitik, menggunakan data primer dan sekunder. Analisis karakterisasi risiko perhitungan RQ dan katagorisasi risiko. Hasil penelitian, pada durasi pajanan rata-rata 14,63 tahun. Konsentrasi Gas Buang SO2 rata-rata total 22,48 µg/m3, rata-rata weekday 16,10 µg/m3, dan rata-rata weekend 28,95 µg/m3.  NO2 rata-rata total 27,91 µg/m3, rata-rata weekday 20,51 µg/m3, dan rata-rata weekend 35,31 µg/m3. CO rata-rata total 2.580,20 µg/m3, rata-rata weekday 1.997,05 µg/m3, dan rata-rata weekend 3.163,35 µg/m3. Intake / Asupan Gas Buang SO2 rata-rata weekday 0,00080 mg/kg/hari dan rata-rata weekend 0,00062 mg/kg/hari. NO2 rata-rata weekday 0,00102 mg/kg/hari dan rata-rata weekend 0,00075 mg/kg/hari. CO rata-rata weekday 0,09567 mg/kg/hari dan rata-rata weekend 0,07038 mg/kg/hari. Karakterisasi Risiko Gas Buang SO2 tingkat risiko rata-rata 0,05453 katagori aman tidak berisiko. NO2 tingkat risiko rata-rata 0,08811 katagori aman tidak berisiko. CO tingkat risiko rata-rata 0,13757 katagori aman tidak berisiko. Simpulan gas buang SO2, NO2 dan CO di Terminal Bulupitu Purwokerto masih dalam katagorisasi aman tidak berisiko terhadap pedagang. Disarankan pedagang maksimum 10 jam di terminal, menggunakan masker dan rutin memeriksakan kesehatan.
Modifikasi Tongkat Kruk Kursi Ergonomis Terhadap Kenyamanan Beraktivitas Penderita Patah Tulang Kaki Ramlan, Djamaluddin; Yulianto, Yulianto; Cahyono, Tri; Ma'ruf, Fauzan
Buletin Keslingmas Vol. 43 No. 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v43i2.11295

Abstract

Kesulitan berjalan yang dialami pasien patah tulang kaki akibat aktivitas fisik, olahraga dan kecelakaan lainnya yang mengakibatkan: memar, nyeri dan bengkak pada bagian kaki membutuhkan alat bantu agar dapat kembali berjalan. Kebutuhan alat bantu seperti kruk sangat dibutuhkan oleh orang atau penderita cacat kaki untuk membantu aktifitas maupun mobilisasi. Penggunaan kruk yang berulang akan menimbulkan penyempitan pada arteriaksilaris, sebab adanya pembebanan oleh berat badan untuk mengatasinya pengguna harus beristirahat. Pencarian tempat istirahat akan membutuhkan waktu dan jarak yang tidak mudah. Penelitian ini dikembangkan jenis Kruk sebagai alat bantu jalan saat ini berbentuk tongkat dengan kemampuan disesuaikan kebutuhan penggunanya, diantaranya adalah pegangan ditengah yang digunakan dengan cara dijepit di ketiak, tiang penyesuai jangkauan, jarak pegangan tangan dan pada bagian bawah diberi lapisan karet agar tidak licin, tahan tekanan serta sebagai inovasinya alat ini dapat dijadikan tempat duduk. Sebagai tahap evaluasi pengembangan tongkat kruk kursi ergonomi dapat lebih di uji pada berbagai aktifitas dan lokasi pasien dalam kegiatan rutinitas pada umumnya. Melalui pemodelan kruk kursi lipat ergonomi ini diharapkan menjadi Solusi bagi pata pasien cidera kaki untuk dapat merasakan kenyamanan beraktifitas dan meminimalisir kecelakaan yang terjadi pada penggunaan kruk yang lama.
Environmental Health Risk Assesment (EHRA) Permukiman Desa Kutasari dan Rempoah Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas Cahyono, Tri; Utomo, Budi; Abdullah, Sugeng
Buletin Keslingmas Vol. 43 No. 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v43i3.11968

Abstract

Environmental Health Risk Assesment (EHRA) merupakan survey untuk mengetahui risiko fasilitas sanitasi dan perilaku masyarakat skala rumah tangga terhadap kesehatan. Risiko kesehatan lingkungan permukiman Desa Kutasari berada di perbatasan dan Rempoah ibukota kecamatan tentunya berbeda. Tujuan penelitian mengetahui risiko kesehatan lingkungan permukiman Desa Kutasari dan Rempoah. Metode, jenis penelitian observasional, populasi seluruh rumah desa, sampling incidental didapatkan di Desa Kutasari 672 rumah dan Desa Rempoah 830 rumah, pengumpulan data dengan wawancara dan observasional, analisis menggunakan Kruskal Wallis dan U Mann Whitney. Hasil, K.IRKL komponen fisik rumah Desa Kutasari 14,64 dan Desa Rempoah 19,01, perberbedaan tidak signifikan (p=0,462). K.IRKL sarana sanitasi Desa Kutasari 49,59 dan Desa Rempoah 47,35, perberbedaan tidak signifikan (p=1,000). K.IRKL perilaku penghuni rumah Desa Kutasari 11,86 dan Desa Rempoah 16,65, perberbedaan tidak signifikan (p=0,347). Perbedaan K.IRKL komponen fisik rumah dan sarana sanitasi di Desa Kutasari signifikan (p=0,007), di Desa Rempoah signifikan (0,007). Perbedaan K.IRKL komponen fisik rumah dan perilaku penghuni rumah di Desa Kutasari tidak signifikan (p=0,464), di Desa Rempoah tidak signifikan (0,462). Perbedaan K.IRKL sarana sanitasi dan perilaku penghuni rumah di Desa Kutasari signifikan (p=0,464), di Desa Rempoah signifikan (0,014).  Simpulan rata-rata K.IRKL secara keseluruhan komponen fisik rumah, sarana sanitasi dan perilaku penghuni rumah di Desa Kutasari 25,36, di Desa Rempoah 27,67, perbedaan tidak signifikan (p=0,520). Saran, masyarakat hendaknya melakukan pemenuhan lubang asap dapur, ventilasi, sarana pembuangan air limbah dan membuka jendela agar tidak menjadi factor risiko bagi kesehatan.
Co-Authors , SST., M.Si, Sugeng Abdullah Agus Subagiyo Agustin Cicaningsih Amaliah, Nurul Anugrah Putradana Aprina Titis Mustika Arif Widiyanto Arif Widyanto Aris Santjaka Asep Tata Gunawan Asep Tata Gunawan Asep Tata Gunawan, Asep Tata Ashilla Nurmala Afifa Aulia, Salma Fitri Badrul Jamal Budi Utomo Budi Utomo Chatarina Umbul Wahyuni Christian Herdinata Citra Kusumawardhani U.P Dian Nita Utami Djamaluddin Ramlan Djamaluddin Ramlan, Djamaluddin Dwi Budi Santoso Dwi Candra Ningsih Dwi Setyorini Epa Paujiah, Epa Eric Harianto Ersa Maya Asanti Fara Destiara Fauzan Ma’aruf Febri Apwanti Fidiyawati, Eni Fitri Setyaningsih Graha Putri, Sukma Cantika Hadiansah, Hadiansah Halfa Sausan Mardlia Hari Rudijanto Indro Wardono Hari Rudijanto IW Hari Rudijanto IW Hari Rudijanto IW Herni Pusparini Hidayah, Nurul Izzah Husnul Yusmianti, Siti Nur I Ketut Suada Ibnu Misbahul Munir Irfan Septia Kurniawan Ismuniar, Cici Iswan Noor Izza, Sofia Nurul Jidi, Jidi Kodrat Widodo Kurniawan, Irfan Septia Lagiono Lagiono, Lagiono Linda Restu Pamuji Linduajie, Binzar Lumba, Desika M. Choiroel Anwar Ma'ruf, Fauzan Magdalena Sirait, Emma Juwita Mamay Maryani Maratus Solikha Marsum Marsum Maryunani Maryunani, Maryunani Mela Firdaust Meldiana, Reva Merlin Merlin, Merlin Mohamad Ilham Maulana Latif Nazwa Manurung Nur Hikmawati Nur Hilal Nur Hilal, Nur Nur Latifah Prajawanti Olasode, Tikristini Olivia Anggraeni Yuliarti Pamuji, Linda Restu Prantasi Harmi Tjahjanti Prasetyo Udi Utomo Restutusi Ayu Waluyo Retno Wuryatmi Rina Febriani Rina Yuliana Salma Salma Sirait, Emma Juwita M Siti Masitoh Siti Rahmi, Siti Sovayunanto, Riski Sugeng Abdullah, Sugeng Sukma Cantika Graha Putri Sunaryo Sunaryo Suriata, Suriata Taraegi Evani Kanigia Taraegi Evani Kanigia Tauleka, Abdul Rohim Teguh Widiyanto Teguh Widiyanto Tri Marthy Mulyasari Utomo, Nur Wardhani, Alfiana Kusuma Wati, Verra Septiana Widiyanto, Teguh Widiyanto Yudastuti, Ririh Yulianto Yulianto Yulianto Yulianto Yulianto Yulianto Yulianto Zaeni Budiono Zaeni Budiono