Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Potensi Kunyit (Curcuma longa) sebagai Antidiare pada Pediatri: Tinjauan Pustaka. Mutiara Nauli Br. Sitinjak; Asep Sukohar; Andi Nafisah Tendri Adjeng; Zulpakor Oktoba; Afna Nur Afni Palogan
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 7, No 1 (2023): JURNAL KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila71%p

Abstract

Diare merupakan salah satu penyebab utama kematian pada balita di Indonesia. Diare dapat disebabkan oleh infeksi virusparasit, atau bakteri. Salah satu bakteri yang menjadi penyebab utama diare pada pediatri di negara berkembang adalahDiarrheagenic Escherichia coli (DEC). Pengobatan diare dapat dilakukan dengan pengobatan modern dan tradisionalPengobatan modern dengan pemberian antibiotik oral relatif mahal dan dapat menyebabkan efek samping pada tubuhSementara itu, pengobatan tradisional dengan memanfaatkan tanaman herbal mudah didapat dan relatif murah. Salah satutanaman yang digunakan dalam mengobati diare adalah kunyit (Curcuma longa). Senyawa aktif dalam kunyit yaitukurkumin berperan sebagai antibakteri, sehingga ekstrak rimpang kunyit (Curcuma longa) dapat digunakan sebagaalternatif pengobatan diare. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk memberi penjelasan tentang potensi ekstrak rimpangkunyit sebagai antidiare dilihat dari aktivitas antibakteri senyawa kurkumin berdasarkan studi literatur yang diperolehpeneliti dalam kurun waktu tertentu. Metode yang digunakan dengan melakukan pencarian literatur yang relevan dengantopik penelitian ini baik nasional maupun internasional dengan menggunakan database Pubmed, Research Gate, danGoogle Scholar. Pada tahap pencarian artikel jurnal dipilih 16 artikel dengan pembatasan waktu yaitu sejak 2011 hingga2023.Kata Kunci: Curcumin domestica, diare, Escherichia coli, pediatri
Diabetes mellitus tipe 1: Literature Review Ringgi Tantra Setiawan; Ratna Dewi Puspita Sari; Andi Nafisah Tendri Adjeng; Ety Apriliana
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 7, No 1 (2023): JURNAL KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila71%p

Abstract

Diabetes mellitus tipe 1 adalah penyakit kronis kedua yang paling umum dan gangguan endokrin-metabolik pada masa kanak-kanak yang ditandai dengan defisiensi insulin dan hiperglikemia yang dihasilkan. Ini semakin banyak didiagnosis pada anak-anak, karena spektrum skrining yang luas. Diperkirakan prevalensi antara 1,1 sampai 1,4/1000 anak di bawah usia 15 tahun. Diabetes mellitus tipe 1. membutuhkan penanganan yang hati-hati untuk menghindari komplikasi jangka panjang yang serius, termasuk penyakit jantung dan ginjal, stroke, dan kehilangan penglihatan. Saat ini, pengobatan “one-size-fts-all” untuk diabetes tipe 1 adalah terapi substitusi insulin eksogenik, namun pendekatan ini gagal mencapai kontrol glukosa darah yang optimal pada banyak individu. Situasi seperti itu dapat mempengaruhi kualitas hidup anak dan anggota keluarga. Faktor lingkungan dapat mempengaruhi faktor ini. Usia, jenis kelamin, jenis asuransi kesehatan memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan kualitas hidup yang lebih baik. Pendidikan ibu, status perkawinan ibu, rejimen insulin dan kontrol glikemik mengubah kualitas hidup ibu-bayi. Usia rata-rata timbulnya penyakit adalah 8,8 tahun, memulai debutnya dengan ketoasidosis diabetik. Hemoglobin glikosilasi (HbA1c) adalah titik perubahan lainnya. Tingkat tinggi diperoleh dalam kepatuhan dan kualitas hidup. Kualitas hidup dikaitkan dengan penggunaan sistem pemantauan glukosa terus menerus untuk menghindari hipoglikemia yang tidak terlalu parah dan komplikasi ginjal. Menghadapi situasi seperti itu, tujuannya adalah untuk melakukan tinjauan literatur tentang subjek untuk menilai dampak diabetes tipe 1 dan akibatnya pada kehidupan anak.Kata Kunci: DM Tipe 1, Kompikasi, Tatalaksana
Review: Potensi Tanaman Herbal Terhadap Formulasi Sunscreen Pada Sediaan Krim Dan Nanopartikel Sebagai Upaya Pencegahan Anti Kanker Kulit Widodo, Alya Rahmah; Oktoba, Zulpakor; Afriyani, Afriyani; Rahmasari, Sekar; Athallah, Muhammad Muzhaffar; Adjeng, Andi Nafisah Tendri
Sains Medisina Vol 2 No 4 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v2i4.385

Abstract

Kanker kulit adalah jenis kanker yang tumbuh pada jaringan kulit dan termasuk jenis kanker yang paling umum terjadi sehingga menjadi permasalahan kesehatan masyarakat diseluruh dunia. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan risiko kanker adalah radiasi cahaya matahari. Sunscreen atau tabir surya merupakan formulasi kosmetik sediaan farmasi yang bertujuan untuk melindungi kulit dari sinar UV dengan memblokir sinar UV baik secara kimia maupun secara fisika. Pada artikel ini membahas mengenai potensi tanaman herbal yang dapat diformulasikan sunscreen pada sediaan nanopartikel dan sediaan krim. Studi ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan sediaan sunscreen dengan bahan aktif tanaman herbal. Metode yang dilakukan yaitu studi literatur pada Science Direct dan Google Scholar dengan rentang tahun 2017-2024. Hasil pada artikel ini yaitu didapatkan 15 jenis tanaman yang berpotensi diformulasikan sunscreen, dengan potensi proteksi tinggi pada sediaan krim yaitu tanaman daun kemangi (Ocimum sanctum L) dan buah pare (Momordica Charantia L.) serta Rimpang Lengkuas (Alpinia galanga) dan Ketapang (Terminalia catappa) pada sediaan nanopartikel.
Review Article : Potensi Senyawa Antioksidan Pada Tanaman Herbal Terhadap Formulasi Sediaan Kosmetik Dan Nanokosmetik Sebagai Upaya Anti-Aging Kulit Ciptaningrum, Sekar Rahmasari Ratna; Adjeng, Andi Nafisah Tendri; Oktoba, Zulpakor; Nurmasuri, Nurmasuri; Widodo, Alya Rahmah; Athallah, Muhammad Muzhafar
Sains Medisina Vol 2 No 5 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v2i5.405

Abstract

ABSTRAK. Kulit merupakan bagian terluar dalam tubuh dan bersifat memproteksi bagian tubuh bagian dalam. Apabila tidak dilakukan perawatan dengan baik, maka akan memicu terjadinya penuaan atau aging dan menyebabkan perubahan struktur kulit. Untuk mencegah hal tersebut, maka diperlukan sediaan yang mengandung antioksidan sebagai penangkal radikal bebas. Sediaan kosmetik maupun nanokosmetik dengan bahan aktif dari tanaman herbal telah banyak diformulasikan karena selain ramah lingkungan juga lebih aman karena minim timbulnya efek samping. Namun, pada sediaan kosmetik berbahan alam dengan teknologi nanopartikel masih sedikit yang mengembangkannya, sehingga diperlukannya studi literatur lebih lanjut agar dapat menjadi sumber acuan untuk pengembangan sediaan kosmetik maupun nanopartikel berbahan tanaman herbal. Metode dalam memperoleh sumber data studi literatur ini bersumber pada Google Scholar dan Science Direct dengan rentang tahun 2016-2024. Didapatkan hasil yaitu sebanyak total 27 jurnal mengenai formulasi sediaan kosmetik juga nanokosmetik sebagai antioksidan, dengan total tanaman sebanyak 22 tanaman ekstrak dan diperoleh dari berbagai bagian tanaman (kulit, kayu, buah, bunga, biji, rimpang, minyak atsiri, dan daun) serta dijadikan sediaan kosmetik yang juga bervariasi (gel, krim, spray, serum, lotion, dan masker peel of).
Nanoemulgel: Inovasi Terbaru dalam Penghantaran Obat secara Topikal dengan Teknologi Nano Athallah, Muhammad Muzhaffar; Adjeng, Andi Nafisah Tendri; Andrifianie, Femmy; Sayoeti, Muhammad Fitra Wardana; Ciptaningrum, Sekar Rahmasari Ratna; Widodo, Alya Rahmah
Sains Medisina Vol 2 No 6 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v2i6.439

Abstract

Penghantaran obat topikal merupakan tantangan besar, terutama untuk obat-obatan lipofilik yang sering menghadapi masalah kelarutan dan penetrasi kulit. Nanoemulgel muncul sebagai inovasi terbaru yang menggabungkan keunggulan nanoemulsi dan gel, memberikan solusi potensial untuk meningkatkan bioavailabilitas obat. Literatur review ini merangkum potensi nanoemulgel sebagai sistem penghantaran obat melalui pencarian database Google Scholar untuk artikel yang diterbitkan antara tahun 2014 hingga 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanoemulgel menawarkan penetrasi yang lebih baik dibandingkan formulasi konvensional, berkat ukuran partikel yang lebih kecil dan stabilitas yang tinggi. Selain itu, nanoemulgel mampu meningkatkan efektivitas pengiriman obat dengan mengurangi iritasi pada kulit dan memperpanjang waktu tinggal obat di area aplikasi. Temuan ini memberikan dasar yang kuat untuk pengembangan lebih lanjut dalam aplikasi klinis nanoemulgel sebagai alternatif yang lebih efektif dalam pengobatan topikal berbagai kondisi kulit dan penyakit sistemik. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi keamanan dan efektivitas jangka panjang nanoemulgel dalam konteks klinis.
REVIEW ARTIKEL : UJI EFEK ANTI AGING DARI BERBAGAI EKSTRAK TUMBUHAN SECARA IN VIVO DAN IN VITRO Febriyanti, Triana; Sukohar, Asep; Pardilawati, Citra Yuliyanda; Adjeng, Andi Nafisah Tendri
Medula Vol 14 No 3 (2024): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v14i3.1041

Abstract

The outermost and largest organ in our body is the skin. Skin can experience aging when exposed to sunlight. Sunlight contains ultraviolet. Exposure to ultraviolet (UV) radiation causes damage to the skin and can lead to photoaging. Photoaging can be prevented with antioxidant compounds. Many plant extracts or synthetic compounds act as anti-aging agents. These plant extracts become active ingredients that can be formulated into pharmaceutical preparations. Plant extracts that have anti-aging potential include red cabbage, kepok banana peel, red pomegranate, moringa leaves, butterfly pea flower, black cumin seeds and libo fruit. To prove this, a test was carried out. The testing carried out can be in the form of in vivo and in vitro testing methods. This research was carried out using the article review method and obtained several journals from online literature, local journals and international journals, namely electronic searches with the keywords anti-aging, in vitro, in vivo on the website, namely Google Scholar. The number of journals used in this review was 11 journals spanning the last eight years. The results of the article review study showed that several methods used were UV-VIS spectrophotometer, DPPH method, anti-elastase, as well as tests on rats, mice and guinea pigs. From the results of the review of articles on plant extracts, most of them use in vivo tests on experimental animals.
Branding dan Desain Kemasan Produk Teh Kulit Labu Kuning Kaya Antioksidan pada Kelompok Desa Ali, Nur Fitriana Muhammad; Fitriani, Rezky Dwi; Taalami, La Ode; Muslimin, Yuliana; Adjeng, Andi Nafisah Tendri; Rifal, Aofan
ADMA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): ADMA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/adma.v5i1.3607

Abstract

Kemasan yang baik dapat melindungi produk dari berbagai gangguan fisik, kimia, dan biologi selama proses pendistribusian hingga proses penyimpanan dan sebagai media promosi untuk meningkatkan minat pembelian konsumen. Salah satu produk yang membutuhkan kemasan adalah produk teh. Tujuan pengembangan desain kemasan produk Teh Kulit Labu Kuning ini adalah untuk menghasilkan konsep desain kemasan yang mampu menjaga kualitas produk dan menarik sebagai media promosi untuk membantu mengatasi permasalahan kesehatan masyarakat memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Metode pengemasan menggunakan bahan carton sachet sealer didukung dengan warna dan ilustrasi untuk menarik perhatian masyarakat sasaran. Desainnya memuat informasi keunggulan produk yaitu berasal bahan alami dari sumber daya alam Desa Lalowua Kecamatan Pallangga Selatan yang baik bagi kesehatan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini, didapatkan bahwa kualitas produk dengan kemasan carton sachet sealer dapat dipertahankan produk dengan baik hingga ke tangan konsumen dan diterima baik oleh masyarakat. Implikasi dari kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat disimpulkan mampu membantu mengatasi permasalahan kesehatan dan disisi lain juga memberikan dampak ketahanan produk yang lebih baik untuk para konsumen.
PEMANFAATAN KUNYIT SEBAGAI MINUMAN TRADISIONAL BERKHASIAT DI DESA KARANG ANYAR LAMPUNG SELATAN Oktarlina, Rasmi Zakiah; Adjeng, Andi Nafisah Tendri; Andrifianie, Femmy
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2: Mei-Agustus 2024
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v4i2.3402

Abstract

Tanaman biofarmaka, atau tanaman obat, adalah jenis-jenis tanaman yang memiliki fungsi dan khasiat sebagai obat untuk menyembuhkan atau mencegah berbagai penyakit. Kunyit (Curcuma longa) adalah salah satu tanaman biofarmaka yang mengandung senyawa kurkumin dengan sifat antiinflamasi, antiimunodefisiensi, antivirus, antibakteri, antijamur, antioksidan, antikarsinogenik, dan antiinfeksi. Namun, masyarakat Desa Karang Anyar di Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, belum optimal dalam memanfaatkan kunyit karena kurangnya pemahaman tentang kandungan dan manfaatnya. Untuk mengatasi hal ini, Pengabdian Kepada Masyarakat Unggulan Agromedicine (PKMUA) yang diselnggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Lampung membimbing masyarakat setempat dalam meningkatkan pemanfaatan rimpang kunyit melalui pelatihan teknik penyiapan bahan baku, proses pembuatan minuman, dan pengemasan sesuai dengan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). Diharapkan, melalui PKMUA ini, masyarakat akan memperoleh pengetahuan tentang manfaat, pemanfaatan, dan teknologi pembuatan minuman dari rimpang kunyit, sehingga mereka dapat mengembangkan usaha secara efektif dan efisien untuk meningkatkan pendapatan. Kegiatan ini meliputi penyuluhan (ceramah dan tanya jawab), pelatihan, dan pendampingan produksi
Review: Efektivitas Daun Nangka Sebagai Antibakteri Purba, Gemi Sabrina; Oktoba, Zulpakor; Soleha, Tri Umiana; Adjeng, Andi Nafisah Tendri
Sains Medisina Vol 3 No 1 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i1.489

Abstract

Infeksi merupakan masalah kesehatan yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Biasanya, penyakit infeksi diobati dengan antibiotik, tetapi penyalahgunaan antibiotik yang umum terjadi dapat menyebabkan resistensi, membuat bakteri menjadi tidak peka terhadap pengobatan tersebut. Nangka (Artocarpus heterophyllus Lam.) ialah salah satu tanaman yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional untuk mengobati beragam penyakit akibat infeksi bakteri. Dalam review artikel ini dibahas mengenai komposisi metabolit sekunder yang terkandung dalam daun nangka guna memahami kemajuan riset terkait potensi daun nangka yang berfokus pada eksplorasi senyawa-senyawa bioaktif yang berperan dalam aktivitas antimikroba. Metode yang digunakan yaitu studi literatur dengan data yang didapat berasal dari artikel dengan alat pencarian informasi literature Google Scholar dan PubMed dengan rentang tahun 2017 sampai 2023. Hasil didapat dan disimpulkan bahwa ekstrak daun nangka mengandung senyawa-senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin. Escherichia coli, Salmonella typhi, Staphylococcus aureus, dan Propionibacterium acnes merupakan contoh bakteri yang perkembangbiakannya terhambat secara signifikan oleh ketiga senyawa yang diteliti.
Ethnopharmacy Study of Medicinal Plants Lampung Tribe in Pekon Tabuan Island, District Cukuh Balak, Tanggamus Regency, Lampung Province Oktoba, Zulpakor; Adjeng, Andi Nafisah Tendri; Romulya, Ari Irawan
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jji.v9i1.286

Abstract

People in the Indonesian archipelago have long used medicinal plants as an alternative disease treatment. Tabuan Island is an area in Cukuh Balak District, Tanggamus Regency, Lampung Province, where most people are Lampung Peminggir /Pesisir tribe who still practice empirical medicine with local wisdom. Ethnopharmacy studies on Tabuan Island in the Lampung tribe have never been conducted and published. The study aimed to explore the knowledge of local communities regarding the types of medicinal plants for the search and development of new medicines. This research method includes area studies and descriptive studies in the form of ethnopharmacognosy-ethnopharmacology approaches in the Tabuan island community in 4 (four) villages or Pekon namely Pekon Sawang Balang, Pekon Suka Banjar, Pekon Kuta Kakhang, and Pekon Karang Buah used participatory observation methods and open interviews. The results showed that the Lampung Peminggir ethnic group on Tabuan Island still maintains ethnopharmaceutical traditions by utilizing plants used as medicine in 36 families of 76 species to treat diseases used singly or as a concoction accompanied by jampi. The most widely used plant families are Fabaceae, Zingiberaceae, Malvaceae, Meliaceae, and Poaceae. These medicinal plants in the Fabaceae family are most widely used to remedy mouth ulcers and skin problems such as tinea versicolor, ringworm, itching, acne, dandruff, diarrhea, and diabetes. Leaves are the most widely used plant parts, as much as 49.52%, and the least used plant parts are herbs, thallus, and fungi, while most of these plants are obtained in the garden. The most common way of processing medicinal plants is by stewing.
Co-Authors Adrifianie, Femmy Afna Nur Afni Palogan Ali, Nur Fitriana Muhammad Andi Eka Purnama Putri Andrifianie, Femmy Arba, Muhammad Ari Sartinah, Ari Armadany, Fery Indradewi Armadany, Fery Indradewi Asep Sukohar Asep Sukohar Asniar Pascayantri Athallah, Muhammad Muzhafar Athallah, Muhammad Muzhaffar Ciptaningrum, Sekar Rahmasari Ratna Citra Yuliyanda Pardilawati Dzulhijjah Dzulhijjah Ety Apriliana Febriyanti, Triana Femmy Andrifianie Fifi Nirmala Fitrawan, La Ode Muhammad Fitrawan, La Ode Muhammad Fitriani, Rezky Dwi Fiyana, Ayu Sasta Hairah, Sania Herman, Syahlan Humaira, Nayarani Husnaeni, Husnaeni Indradewi Armadhani Juswita, Endeng Kasmawati, Henny Kurniawaty, Evi Lakasa, Rahiswari Pramudita Linda Septiani Lyansaputri Salsabila Madjid, Waode Istiqamah Mardikasari, Sandra Aulia Mutiara Nauli Br. Sitinjak Nabila Saraswati Hendra Novi Novi NUR AFRIYANI Nur Illiyin Akib, Nur Illiyin Nur Illiyyin Akib Nur Illiyyin Akib Nurhasana, N Nurmasuri Nurmasuri Nurul Islamy Oktafany, Oktafany Oktoba, Zulpakor Pardilawati, Citra Yuliyanda Pascayantri, Asniar Purba, Gemi Sabrina Rahmasari, Sekar Ramadhani, Untia Kartika Sari Ramdini, Dwi Aulia Rani Himayani Rasmi Zakiah Oktarlina Ratna Dewi Puspita Sari Rifal, Aofan Rifa’atul Mahmudah Ringgi Tantra Setiawan Rini Hamsidi Risti Graharti Ritonga, Halimahtussaddiyah Romulya, Ari Irawan Ruslin Ruslin Ruslin, R Sabarudin Sabarudin Sabarudin Sabarudin Sabarudin, S Salsabila, Lyansaputri Sayoeti, Muhammad Fitra Wardana Silalahi, Pius Ave Rafael Situmorang, Ephraim Matthew Sebastian Sulthan Alam Yasyfa Sunandar Ihsan Suri, Nurma Suryani Agustina Daulay Suryani Suryani Susianti Susianti Sutarto Sutarto Syafiz, Kamadie Sumanda Syazili Mustofa Taalami, La Ode Terza Aflika Happy Tri Umiana Soleha Triyandi, Ramadhan Widodo, Alya Rahmah Yamin, Y Yuliana Muslimin Zubaydah, Wa Ode Sitti Zunando, Mirza