Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Potensi Minyak Atsiri Jeruk Kalamansi (Citrus microcarpa Bunge) Sebagai Antibakteri Alami: Tinjauan Pustaka. Afna Nur Afni Palogan; Mutiara Nauli Br. Sitinjak; Andi Nafisah Tendri Adjeng; Citra Yuliyanda Pardilawati; Rasmi Zakiah Oktarlina
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit infeksi merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh mikroorganisme yang bersifat patogen sehingga menjadi penyebab penurunan kualitas kesehatan secara global. Pada tahun 2019, terdapat lima bakteri patogen yang menjadi penyebab kematian yaitu S. aureus, E.coli, S. pneumonia, K. pneumonia, dan P. aeruginosa. Penggunaan antibiotik yang tepat dapat digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Selain dengan pengobatan medis, pengobatan infeksi bakteri dapat dilakukan melalui pengobatan herbal. Minyak atsiri jeruk kalamansi merupakan senyawa bioaktif alami yang memiliki senyawa limonene,carvacrol, timol, terpenoid, dan senyawa lainnya. Senyawa tersebut bersifat antiseptik dan antibakteri alami yang dapat berikatan dengan protein transmembran pada dinding sel bakteri seperti S. typhimurium, L. Monocytogenes, S. aureus, P. aeruginosa, E. coli, MRSA dan S. mutans, sehingga menyebabkan sel membran bakteri akanmengembang hingga rusak. Akhirnya bakteri tersebut kekurangan nutrisi dan lisis (mati).Kata Kunci: Infeksi bakteri, Minyak atsiri, Jeruk kalamansi, Antibakteri alami
Perbandingan Ekstrak Biji Pinang Terdelipidasi dan Non-Terdelipidasi: Karakterisasi, Fitokimia, dan Aktivitas Antibakteri terhadap Cutibacterium acnes Andrifianie, Femmy; Daffa, Meysha Nur; Anggraeni, Ranesya Eka; Wardhani, Oktiva Risma; Graharti, Risti; Ali, Nur Fitriana Muhammad; Adjeng, Andi Nafisah Tendri
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.899

Abstract

Jerawat merupakan masalah kulit umum, terutama pada remaja, dan salah satu bakteri penyebabnya adalah Cutibacterium acnes. Biji pinang (Areca catechu L.) memiliki aktivitas antibakteri karena memiliki kandungan metabolit sekunder meliputi  alkaloid, tanin, flavonoid, dan fenolik. Namun, penelitian aktivitas antibakteri ekstrak etanol biji pinang setelah didelipidasi masih belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan membandingkan karakterisasi, kandungan fitokimia, dan aktivitas antibakteri ekstrak etanol biji pinang sebelum dan sesudah delipidasi terhadap bakteri Cutibacterium acnes. Serbuk simplisia biji pinang diperoleh melalui proses pengeringan dan penghalusan biji pinang. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, sedangkan proses delipidasi dilakukan melalui ekstraksi cair-cair menggunakan n-heksan. Standarisasi ekstrak mengikuti prosedur Farmakope Herbal Indonesia. Skrining fitokimia meliputi pengujian alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid, dan terpenoid. Uji aktivitas antibakteri terhadap Cutibacterium acnes dilakukan dengan metode difusi sumuran pada berbagai konsentrasi ekstrak (5–40%). Rendemen ekstrak etanol kental sebesar 26,8%, sedangkan ekstrak terdelipidasi memiliki rendemen 78,73% dari ekstrak awal. Kedua ekstrak memenuhi parameter spesifik dan nonspesifik farmakope. Skrining fitokimia menunjukkan peningkatan intensitas alkaloid, flavonoid, tannin, dan saponin setelah delipidasi. Aktivitas antibakteri meningkat seiring konsentrasi, dengan zona hambat rata-rata ekstrak terdelipidasi lebih besar daripada ekstrak etanol, khususnya pada 20% (12,19?mm) dan 40% (12,84?mm) dibandingkan EE 20% (9,18?mm) dan EE 40% (8,52?mm). Delipidasi meningkatkan kandungan senyawa aktif polar/semi-polar sehingga aktivitas antibakteri ekstrak biji pinang terhadap Cutibacterium acnes lebih tinggi. Ekstrak terdelipidasi berpotensi dikembangkan sebagai bahan alami perawatan kulit berjerawat.
Co-Authors Adrifianie, Femmy Afna Nur Afni Palogan Ali, Nur Fitriana Muhammad Andi Eka Purnama Putri Andrifianie, Femmy Anggraeni, Ranesya Eka Arba, Muhammad Ari Sartinah, Ari Armadany, Fery Indradewi Armadany, Fery Indradewi Asep Sukohar Asep Sukohar Asniar Pascayantri Athallah, Muhammad Muzhafar Athallah, Muhammad Muzhaffar Ciptaningrum, Sekar Rahmasari Ratna Citra Yuliyanda Pardilawati Daffa, Meysha Nur Dzulhijjah Dzulhijjah Ety Apriliana Febriyanti, Triana Femmy Andrifianie Fifi Nirmala Fitrawan, La Ode Muhammad Fitrawan, La Ode Muhammad Fitriani, Rezky Dwi Fiyana, Ayu Sasta Hairah, Sania Herman, Syahlan Humaira, Nayarani Husnaeni, Husnaeni Indradewi Armadhani Juswita, Endeng Kasmawati, Henny Kurniawaty, Evi Lakasa, Rahiswari Pramudita Linda Septiani Lyansaputri Salsabila Madjid, Waode Istiqamah Mardikasari, Sandra Aulia Mutiara Nauli Br. Sitinjak Nabila Saraswati Hendra Novi Novi NUR AFRIYANI Nur Illiyin Akib, Nur Illiyin Nur Illiyyin Akib Nur Illiyyin Akib Nurhasana, N Nurmasuri Nurmasuri Nurul Islamy Oktafany, Oktafany Oktoba, Zulpakor Pardilawati, Citra Yuliyanda Pascayantri, Asniar Purba, Gemi Sabrina Rahmasari, Sekar Ramadhani, Untia Kartika Sari Ramdini, Dwi Aulia Rani Himayani Rasmi Zakiah Oktarlina Ratna Dewi Puspita Sari Rifal, Aofan Rifa’atul Mahmudah Ringgi Tantra Setiawan Rini Hamsidi Risti Graharti Ritonga, Halimahtussaddiyah Romulya, Ari Irawan Ruslin Ruslin Ruslin, R Sabarudin Sabarudin Sabarudin Sabarudin Sabarudin, S Salsabila, Lyansaputri Sayoeti, Muhammad Fitra Wardana Silalahi, Pius Ave Rafael Situmorang, Ephraim Matthew Sebastian Sulthan Alam Yasyfa Sunandar Ihsan Suri, Nurma Suryani Agustina Daulay Suryani Suryani Susianti Susianti Sutarto Sutarto Syafiz, Kamadie Sumanda Syazili Mustofa Taalami, La Ode Terza Aflika Happy Tri Umiana Soleha Triyandi, Ramadhan Wardhani, Oktiva Risma Widodo, Alya Rahmah Yamin, Y Yuliana Muslimin Zubaydah, Wa Ode Sitti Zunando, Mirza