This Author published in this journals
All Journal Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Jurnal Ushuluddin Religio : Jurnal Studi Agama-agama Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam AJIS : Academic Journal of Islamic Studies Publik (Jurnal Ilmu Administrasi) Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia JWP (Jurnal Wacana Politik) Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian al-Afkar, Journal For Islamic Studies Al-Muzara'ah Journal of Islamic Economic Laws Jurnal ICMES: The Journal of Middle East Studies Jurnal Tabarru': Islamic Banking and Finance Syarikat : Jurnal Rumpun Ekonomi Syariah Jurnal Masyarakat dan Budaya Al-Qalam Padjadjaran Journal of International Relations jurnal syntax admiration Dinasti International Journal of Economics, Finance & Accounting (DIJEFA) AL IQTISHOD: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ekonomi Islam Journal La Sociale Journal of Terrorism Studies TASAMUH: Jurnal Studi Islam International Journal of Social Service and Research Jurnal Pemikiran Islam (JPI) Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Social Research COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat JDEP (Jurnal Dinamika Ekonomi Pembangunan) Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) Rausyan Fikr: Jurnal Ilmu Studi Ushuluddin dan Filsafat Jurnal Islam Nusantara Intermestic: Journal of International Studies ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Journal of Social Science Journal of Islamic Management Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Jurnal Sosial dan Sains Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia International Journal of Integrative Sciences Eduvest - Journal of Universal Studies Journal Middle East and Islamic Studies Iklila: Jurnal Studi Islam dan Sosial Jurnal Hubungan Internasional MONDIAL Jurnal Cendekia Ilmiah Jurnal Sosiologi Pendidikan Kolaboratif Journal of Islamic Economic Laws Politea : Jurnal Pemikiran Politik Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Uni Emirat Arab dalam Mendukung Harmonisasi Umat Beragama: Studi Kasus Pembangunan Kuil Hindu Pertama di Timur Tengah Tobroni Muhammad; Mulawarman Hannase
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 10 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i10.2855

Abstract

Pembangunan BAPS Hindu Mandir di Uni Emirat Arab (UEA) sebagai kuil Hindu Tradisional pertama di Timur Tengah menjadi simbol diplomasi agama yang mencerminkan kebijakan toleransi UEA dan penguatan hubungan bilateral dengan India. Penelitian ini menganalisis bagaimana UEA memanfaatkan soft power melalui diplomasi agama untuk menegaskan citra sebagai negara yang inklusif dan toleran. Hubungan sejarah antara UEA dan India telah berlangsung sejak era peradaban Lembah Indus dan semakin diperkuat dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya, terutama dengan meningkatnya jumlah ekspatriat India di UEA. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, penelitian ini menemukan bahwa pembangunan Mandir tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas ibadah komunitas Hindu di UEA, tetapi juga sebagai bagian dari strategi UEA dalam menghadapi radikalisme dan ekstremisme global. Meskipun demikian, proyek ini juga membawa dinamika politik domestik India, terutama terkait kebijakan Hindutva yang kontroversial. Dengan demikian, pembangunan Mandir tidak hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi secara tidak langsung juga menjadi inspirasi terkait  harmonisasi antar umat bergama, khususnya umat Hindu-Islam di India.
Strategi Khalifah Al Ma'mun dalam Mengembangkan House of Wisdom Melalui Toleransi dan Objektivitas dalam Mencari Kebenaran Thoriq Sahala; Amany Lubis; Nur wahidin; Mulawarman hannase
Jurnal Sosiologi Pendidikan Kolaboratif Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Sosiologi Pendidikan Kolaboratif
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jspk.v1i1.720

Abstract

Pada periode Zaman Kegelapan di Eropa (abad ke-5 hingga ke-15 M), terjadi kemunduran signifikan dalam berbagai aspek, termasuk ilmu pengetahuan. Sementara itu, dunia Islam mengalami Zaman Keemasan, dengan perkembangan pesat dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Kontras ini memunculkan pertanyaan mengenai faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Khalifah Al-Ma'mun dalam mengembangkan Bayt al-Hikmah melalui kebijakan toleransi dan semangat mencari kebenaran, serta bagaimana kebijakan ini berkontribusi pada keberhasilan dan kemajuan ilmu pengetahuan di Bayt al-Hikmah. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis-kualitatif dengan menelusuri literatur dan sumber-sumber sejarah yang mendokumentasikan kebijakan Al-Ma'mun, kontribusi para ilmuwan non-Muslim, serta dampak kebijakan tersebut terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di Bayt al-Hikmah. Strategi Al-Ma'mun melibatkan penerapan kebijakan toleransi yang tidak membedakan ras, suku, bahasa, atau agama, serta semangat mencari kebenaran dari berbagai sumber. Kebijakan ini menarik ilmuwan dari berbagai latar belakang untuk berkumpul di Bayt al-Hikmah, menciptakan lingkungan intelektual yang inklusif dan dinamis. Kontribusi signifikan dari ilmuwan non-Muslim seperti Hunain ibn Ishaq dan Thabit ibn Qurra menunjukkan keberhasilan kebijakan ini. Kebijakan toleransi dan semangat mencari kebenaran yang diterapkan oleh Al-Ma'mun memainkan peran kunci dalam menjadikan Bayt al-Hikmah sebagai pusat intelektual terkemuka. Hal ini menunjukkan bahwa inklusivitas dan kebebasan intelektual dapat mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban.
Dynamics of the Development of the Middle Eastern Education System and Its Implementation in Indonesia Facing the Era of Society 5.0 Afifi Marzuki Muslim; Nurwahidin; Mulawarman Hannase; Amany Burhanuddin Umar Lubis
Jurnal Sosiologi Pendidikan Kolaboratif Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Sosiologi Pendidikan Kolaboratif
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jspk.v1i1.727

Abstract

Middle Eastern and Islamic civilizations are very complex civilizations, from the classical to the modern period. The dynamics of education in the portrait of Middle Eastern and Islamic civilizations are also very diverse. Its influence has had a tremendous impact on regional and even global civilizations. In the midst of the rapid and massive development of the world. Even though society has not finished adjusting to the Industrial Revolution 4.0, Japan introduced the idea of ​​society 5.0. This is in accordance with the objectives of the SDGs which are being achieved in a global context including the field of education. However, Indonesia still has a lot of work to be done in the education system in Indonesia. So it is hoped that through this article researchers can see the relevance of the development of the world of education with the idea of ​​society 5.0 in Indonesia along with its implementation.
NAHDLATUL ULAMAS CONCEPT OF PROMOTING GLOBAL HARMONY THROUGH RELIGION TWENTY Mulawarman Hannase; Idil Hamzah; Akbar Akbar; Mostafa Zahran
Al-Qalam Vol. 30 No. 1 (2024)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v30i1.1460

Abstract

This article explores the concept of Nahdatul Ulama in promoting global harmony through the R 20 activities. The research employs a qualitative method with data sourced from library research. The article concludes that R 20 has taken concrete steps, facilitated by Nahdatul Ulama, to foster global harmony. These efforts culminated in a collective agreement termed the Communique focusing on four key aspects elucidating religion as a conflict resolution: firstly, tolerance (Tasamuh), in the dynamics of social diversity, emphasizing the development of tolerant attitudes among religious communities as an expression of the ability to bear the burden of differing perspectives. Secondly, ecotheology, a theological concept exploring the interconnectedness of religion and nature, encourages integrating spiritual dimensions with environmental responsibilities. Thirdly, Interfaith Dialogue underscores the necessity for in-depth dialogues to achieve peace among nations and religions. With openness, communication, and compassion, conflicts are viewed as opportunities to enhance understanding, fostering harmonious relationships among religious practitioners. Lastly, the article highlights the active roles of government and religious leaders in addressing extremism and intolerance, contributing to the realization of harmony. The concept used by NU as a basis for compiling the 'Communique' is special because it specifies universal religious values and strengthens the national program, namely Religious Moderation. This is based on NU's commitment as a religious organization that maintains traditionalist theological values as well as being a guardian of national policy.
Co-Authors Abd. muid N Afifi Marzuki Muslim Ahmad Budiman Ahmad Fahrur Rozi Ahmad Thib Raya Akbar Akbar Alfarisi, Mochammad Salman Alfian Alfian, Annisa Maulidia Aliyah Rafika Amaliya, Laila Rizky Amany Burhanuddin Umar Lubis Amany Lubis Andrean Mohammad Irham Rasyid Anggara, Jefry Ariani Barroroh Baried Arwani, Salsabila Aviciena Zanjabil Ayu Andini Ayu Citra, Ken BAHTIAR, YUSUF Cahaya Mulyani Sakti Cahyani Cahyani Cucu Nurhayati Dwi Wahyu Khairunnisa Elfando, Mario Excel Farah Farouk Alwyni Farid F. Saenong Fathiyah Muslimah Qayyimah Fatwa Arifah Fauzyyah, Adhitia Wardani Febrina, Lis Fikri Luqoni, Ahmad Ghafur, Hanief Saha Gutomo Bayu Aji Haekal, Mohammad Rifki Hamdi, Zainal Hamka Hasan, Hamka Hamzah, Idil Idil Hamzah Imam Munandar, Adis Irwan CH Islamy, Robithoh Alam Jihaddin, Muhammad Hazikri Khoirunnisa Khoirunnisa Laila Rizky Amaliya Lubis, Amany Burhanuddin Umar Lusiana Putri Ahmadi Lydia Freyani Hawadi M. Hamdan Basyar Makarim, Dina Fornia Mohamad Indra Israqi Mohammad Izdiyan Muttaqin Mostafa Zahran Mufti, Ridho Muhamad Haris Muhamad Syahrus Sobirin Muhammad Aras Prabowo MUHAMMAD FAHMI Muhammad Hamdan Basyar Muhammad Irwin Muslimin Muhammad Naufan Rizqullah Muhammad, Tobroni Mulawarman Umer Dar Nafis, M. Cholil Nafis, Muhammad Cholil Naif Naif Nasaruddin Umar Nasir Tajul Aripin Nur Fatwa Nur Fatwa Nur Fatwa, Nur Nur wahidin Nurhidaya Nurhidaya Nurul Huda Nurwahidin Nurwahidin Nurwahidin Nurwahidin Nurwahidin Nurwahidin Nurwahidin Nurwahidin Nurwahidin Nurwahidin Nurwahidin Oktavia, Nursyam Oktoviana Banda Saputri Oktoviana Saputri Purba, Safna Putri Putro, Dimas Handoyo Rahmat Fitriansyah Rahmat Hidayat Rifki Haekal, Mohammad Rosfiyanti, Nina Rozi, Ahmad Fahrur Rozi Saadiya Tahreem Saifuddin Zuhri Salma Salsabila setiawandari, setiawandari Shobicatul Aminah Syahrullah Iskandar Syaiful Rohman, Syaiful Syifa Mutiara Putri Heriandita Thoriq Sahala Tobroni Muhammad Ulfianti Ulya, Nashiha Umar Lubis, Amany Burhanuddin Veithzal Rivai Zainal Wahidin, Nur Warto’i, Warto’i Yus, Agung Qosym Yusi Gumansari