Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengembangan Modul Ajar PTK Sumarni, Sri; Andika, Windi Dwi; Kartika, Wilda Isna; Rukiyah, Rukiyah; Septiani, Yin Yin; Carisa, Aulia; Angraini, Melisa Nabima; Oktarina, Rizki
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 6 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i6.6411

Abstract

Pentingnya modul Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) terletak pada kemampuannya mendukung pengembangan kompetensi profesional calon guru. Namun, hingga saat ini, belum tersedia modul ajar yang terintegrasi antara teori dan praktik untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul PTK yang valid bagi mahasiswa PPG di FKIP UNSRI. Menggunakan metode Research and Development (R&D) hingga tahap expert review, validitas modul ini dinilai oleh ahli materi (89,28%), ahli media (88,33%), dan ahli bahasa (97,91%). Modul yang dikembangkan tidak hanya memadukan teori dan studi kasus, tetapi juga dirancang untuk praktis digunakan dalam pembelajaran nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ini dapat membantu mahasiswa PPG merancang dan melaksanakan PTK secara efektif, sekaligus mendukung peningkatan kompetensi profesionalisme mereka sebagai calon guru. Implikasi praktisnya, modul ini memberikan panduan aplikatif dalam pelaksanaan PTK, sehingga berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
Peran Guru Dalam Memfasilitasi Interaksi Sosial Anak Autis di Kelas Yolandha, Mayang Rehza; Ivarianti, Krisna; Kamilla, Khairunnisa Nazwa; Alifia, Nayla Aura; Christina, Nova; Kartika, Wilda Isna; Pertiwi, Adharina Dian
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 14 No 4 Periode September - November 2025
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v14i4.1381

Abstract

Disability includes a range of conditions that affect an individual’s ability to interact within society. In autistic children, difficulties in communication and social interaction are the primary challenges that affect classroom participation. This study explores the role of teachers in facilitating social interaction among autistic children in an early childhood education setting. Using a descriptive qualitative case study, data were collected through observations, interviews, and documentation. The analysis involved data reduction, data presentation, and verification. Findings show that the two autistic children observed still relied heavily on teacher support, with limited reciprocal interaction. Teachers acted as facilitators, motivators, mentors, and evaluators by providing structured guidance and emotional support. The novelty of this study lies in its focus on real classroom interactions in PAUD settings and the adaptive strategies teachers use based on the child’s autism severity. Practically, the study highlights the need for professional development for early childhood teachers in inclusive communication strategies and play-based social facilitation. Future research is recommended to explore alternative pedagogical approaches and collaborative models involving teachers, therapists, and parents.
The Application of Bead-Stringing Play in Stimulasting Fine Motor Skills of Children Aged 4-5 Years at TK Al-Kautsat Bontang Zain, Syarifah Zafira; Anjarwati, Fitri; Kartika, Wilda Isna
Al Hikmah Indonesian Journal of Early Childhood Islamic Education Vol 9 No 2 (2025): IJECIE
Publisher : Universitas Al-Hikmah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35896/ijecie.v9i2.1192

Abstract

This study aims to describe the implementation of bead-stringing play activities as a solution to stimulate the fine motor skills of children aged 4–5 years at TK Al-Kautsar Bontang and to identify the teacher’s role in providing stimulation that enables children to gradually develop their fine motor abilities according to their individual capacities. The research employed a descriptive qualitative method with 10 Class A children and 1 teacher as the subjects. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The bead-stringing activities were carried out through five stages: introduction to the activity, texture introduction, free bead-stringing, structured ABAB patterns, and structured AABB patterns. The results of the study show that providing different stimuli at each process effectively encouraged the development of eye–hand coordination, finger control, accuracy, concentration, and children’s independence. The activities, conducted regularly two to three times a week with teacher assistance, proved effective in stimulating the fine motor skills of children aged 4–5 years. Bead-stringing can be used by teachers as a gradual strategy to stimulate children’s fine motor development, especially for children who still need practice with focus and hand flexibility. The teacher plays an important role by providing demonstrations, guidance, and variations of materials, making the activity more engaging and enjoyable. The teacher’s sensitivity in observing each child’s abilities also enables the gradual adjustment of stimuli.
Pengaruh DOMIS (Ludo Misteri) terhadap Kecerdasan Emosional Anak Usia 5 - 6 Tahun Ghina Rahmawati; Rahmawati, Ghina; Satriana, Malpaleni; Kartika, Wilda Isna
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 15 No 1 Periode Desember - Februari 2026
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v15i1.3120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh media DOMIS (Ludo Misteri) terhadap kecerdasan emosi anak usia 5–6 tahun. Kecerdasan emosional merupakan aspek perkembangan yang esensial pada masa kanak-kanak awal, karena kemampuan regulasi emosi secara langsung memengaruhi perilaku dan interaksi sosial anak. Hasil observasi awal di TK Ittihad Samarinda menunjukkan bahwa sebagian anak masih belum mampu mengelola emosinya secara optimal, dan permainan ludo belum pernah digunakan sebagai media pembelajaran di lembaga tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest–Posttest. Sampel penelitian terdiri atas 17 anak berusia 5–6 tahun yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, uji normalitas, uji homogenitas, uji nonparametrik Wilcoxon, serta analisis deskriptif menggunakan perangkat lunak SPSS 29. Hasil analisis deskriptif mengungkapkan adanya peningkatan skor dari 32,35 pada saat pretest menjadi 61,00 pada posttest. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media DOMIS memberikan pengaruh positif terhadap kecerdasan emosional anak. Penelitian terdahulu turut mendukung efektivitas permainan ludo dalam meningkatkan kemampuan pengenalan geometri dan pemecahan masalah. Secara pedagogis, media DOMIS berpotensi mendukung guru dalam menyelenggarakan pembelajaran yang lebih aktif sekaligus menstimulasi berbagai aspek perkembangan anak. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemanfaatan permainan ludo yang dimodifikasi untuk meningkatkan kecerdasan emosional anak usia 5–6 tahun.
Perilaku Disruptif dan Kesulitan Regulasi Emosi pada Anak Usia Dini di Samarinda Imah, Manzilatunna; Kartika, Wilda Isna; Maghfirah, Febry; Pertiwi, Adharina Dian
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8278

Abstract

Perilaku disruptif pada anak usia dini seperti tantrum, penolakan terhadap instruksi, dan tindakan agresif sering muncul sebagai akibat dari kesulitan anak dalam meregulasi emosi di lingkungan prasekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku disruptif yang berkaitan dengan kesulitan regulasi emosi pada anak usia dini di lingkungan prasekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus terhadap seorang anak berusia 5 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku disruptif muncul secara berulang dan berkaitan dengan kesulitan dalam mengendalikan emosi serta menunda keinginan. Strategi guru bersifat reaktif dan hanya efektif dalam jangka pendek. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa guru perlu menreapkan strategi pembelajaran yang mendukung perkembangan regulasi emosi anak serta menjalin kerja sama yang konsisten dengan orang tua dalam menangani perilaku disruptif.
Strategi Penanganan Guru Kepada Anak dengan Gangguan Emosi: Studi Kasus Lembaga PAUD Kota Samarinda Azizah, Nur; Febriyani, Henda; Nadillah, Gita Fannia; Hasniah , Hasniah; Maulidhya, Ulfah; Kartika, Wilda Isna
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.7982

Abstract

Gangguan emosi pada anak berdampak langsung pada keberlangsungan proses pembelajaran, sehingga memerlukan strategi penanganan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  strategi penanganan guru kepada anak yang mengalami gangguan emosi di Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada tiga Taman Kanak-Kanak dan satu Sekolah Luar Biasa. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan guru kelas atau kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan pendekatan humanis dan empatik melalui komunikasi, penguatan positif, konsisten, dan pengelolaan lingkungan belajar yang responsif. Namun, penanganan belum optimal karena keterbatasan tenaga pendamping, fasilitas pendukung, dan rasio siswa yang tinggi. Penelitian ini menegaskan pentingnya kerja sama yang berkelanjutan antara guru, orang tua, sekolah, dan dukungan kebijakan untuk penanganan gangguan emosi anak secara berkelanjutan.