Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Enhancing Early Childhood Mathematical Skills through Contextual Digital Game-Based Learning: Evidence from the BEKANTAN Intervention in Indonesia Maghfirah, Febry; Kartika, Wilda Isna; Hasnur, Reyzia Anggriani; Azzahra, Vira; Pertiwi, Adharina
Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jga.2025.102-07

Abstract

Early mathematical skills are crucial predictors of children's future success, yet they are often insufficiently stimulated during early childhood. This study investigates the effect of the digital game ``BEKANTAN''—an acronym for Bermain Matematika di Hutan Kalimantan (Playing Math in the Kalimantan Forest)—on the early math abilities of children aged 5–6 years in early childhood education. The study focuses on number knowledge, operations, geometry, algebra, measurement, and data analysis. This quantitative study used a pre-experimental One Group Pretest–Posttest Design. A total of 17 children were purposively selected from a population of 65, based on underdeveloped mathematical skills. Data were collected using a validated observation instrument and analyzed with SPSS 22, employing t-tests after normality and homogeneity tests. The results showed a significant increase in children's early math skills after using the ``BEKANTAN'' game, with a p-value of 0.001. This indicates the effectiveness of digital games in supporting foundational mathematical development in early learners. The study highlights the potential of integrating context-based digital learning tools into early childhood education to make abstract mathematical concepts more concrete and engaging. The findings are significant for educators and curriculum developers seeking innovative approaches to early childhood instruction. However, the study's limitations include its small sample size and lack of a control group, which may affect the generalizability of results. Future research should involve larger, randomized samples and explore the game's impact on other developmental domains. Additionally, expanding the content of digital games to include environmental and cultural elements—such as Kalimantan’s biodiversity—may enrich children's learning experiences while promoting local knowledge.
Early Reading Difficulties among Young Twins: A Survey Study on Phonological Challenges and Cryptophasia in East Kalimantan Pertiwi, Adharina Dian; Kartika, Wilda Isna; Maghfirah, Febry; Kamila, Karina Cahya; Fortuna, Safira Bunga Cinta; Setianingsih, Hesti Putri; Ferdiyanti, Tiara
Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jga.2025.102-09

Abstract

One of the receptive language abilities that must be developed in early childhood before progressing to more advanced stages is the capacity for early reading. Language development in twins tends to be slower compared to that of children in general. Difficulties commonly observed include challenges in word pronunciation and verbal reading. Cryptophasia is a unique phenomenon in the language development of twins; crypto'' means secret, and phasia'' refers to a speech disorder. The purpose of this research is to collect data from a representative sample to draw broader conclusions about early reading abilities in twins. This survey-based study employs a quantitative methodology, focusing on 66 twins in Samarinda. Data were collected using a research instrument checklist comprising nine basic items. Each item is scored on a scale from zero to five. Survey results, with a maximum score of one, reveal the following average abilities: recognizing vowel letters (3.64); recognizing consonant letters (2.71); spelling consonant-vowel patterns (1.68); spelling open syllables V-C-V (1.70); spelling identical open syllables C-V-C-V (1.68); spelling varied open syllables C-V-C-V (1.67); spelling closed syllables C-V-C-V-C (1.59); spelling syllables with diphthongs (1.59); and spelling syllables with double consonants (1.47). The overall average early reading ability score among young twins is 1.85. The findings indicate that the reading ability of twins is lower than that of children in general. Strong vowel recognition and moderate consonant recognition serve as the foundation for reading development. However, the low ability to spell syllables highlights the need for targeted intervention, particularly due to the influence of cryptophasia. Although this study was conducted in Kalimantan Timur, it offers valuable insights into early reading abilities in twins. Future research is recommended to further explore twin language development in diverse contexts.
Hubungan Busy Book terhadap Kemampuan Bahasa Ekspresif Anak Usia1-2 Tahun Di Posyandu Loa Pari Handayani, Septia Nur; Satriana, Malpaleni; Kartika, Wilda Isna; Andika, Windi Dwi
Jurnal Pelita PAUD Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v9i1.4269

Abstract

Media busy book menjadi suatu media inovatif dan efektif untuk menstimulasi perkembangan anak yang bisa menyesuaikan dengan kebutuhan anak. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan antara busy book dengan kemampuan bahasa ekspresif anak usia 1-2 tahun. Metode yang dipakai adalah kuantitatif dengan jenis korelasional. Data dikumpuulkan dengan skala likert dan observasi, serta analisis data dengan korelasi pearson. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta di Posyandu Loa Pari yang berusia 1-2 tahun dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Nilai signifikansi yang diperoleh dari hasil uji korelasi pearson adalah sebesar 0,003 > 0,05 yang menunjukkan bahwa ditemukan hubungan antara kedua variabel. Kemudian tingkat hubungan antara kedua variabel ada di tingkat hubungan yang kuat, yaitu dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,773. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara media busy book dengan kemampuan bahasa ekspresif pada anak usia 1-2 tahun di Posyandu Loa Pari dengan tingkat hubungan antara kedua variabel ada di tingkat yang kuat. Diharapkan para pendidik dapat menjadikan busy book sebagai salah satu alat untuk mendorong perkembangan bahasa anak.
Analisis Kompetensi Kepribadian Guru PAUD di TK Negeri 03 Tenggarong Mutmainnah; Kartika, Wilda Isna; Rozie, Fachrul
Early Childhood Journal Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ecj.v5i2.4763

Abstract

Kompetensi kepribadian merupakan aspek penting yang harud imiliki guru PAUD untuk menjadi teladan bagi peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengetahui kompetensi kepribadian guru TK Negeri 03 Tenggarong serta upaya pengembangannya di TK Negeri 03 Tenggarong. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan kompetensi guru PAUD TK Negeri 03 Tenggarong  telah memenuhi indikator seperti bertindak sesuai dengan norma, agama, hukum, sosial dan budaya Indonesia, dengan menunjukkan perilaku ramah dan santun terhadap anak. Guru juga telah membimbing anak sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. Upaya pengembangan guru dilakukan melalui pendekatan pembelajaran keterampilan, sinergi kecerdasan IQ, EQ, dan SQ, pelatihan komunikasi, serta keikutsertaan dalam seminar dan program home visit. Maka dapatdisimpulkan bahwa guru di TK Negeri 03 Tenggarong telah memiliki kualitas kepribadian yang baik dalam mendukung proses pendidikan anak usia dini.
Peran Guru dalam Menstimulasi Perkembangan Bahasa Anak Tunagrahita Usia 7-8 Tahun Wulandari, Dini; Kartika, Wilda Isna
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 2 (2025): May-Agustus 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.898

Abstract

Penelitian ini membahas pentingnya peran guru dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak tunagrahita usia 7-8 tahun, mengingat keterbatasan kognitif yang mempengaruhi kemampuan berbahasa mereka. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana peran guru dalam mengembangkan kemampuan bahasa reseptif dan ekspresif anak tunagrahita. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap empat anak tunagrahita. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap pengumpulan, reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan yang terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru sebagai motivator, fasilitator, evaluator, dan orang tua kedua berperan penting dalam peningkatan kemampuan bahasa anak. Implikasi dari hasil ini menunjukkan bahwa perlu adanya strategi pengajaran yang konsisten dan dukungan emosional, serta kolaborasi dengan orangtua untuk mengoptimalkan perkembangan bahasa anak tunagrahita.  
Analisis Kemampuan Kognitif Pada Anak Tuna Daksa Azzahra, Ime Nur; Zain, Syarifah Zafira; Az-Zahra, Aulia; Zahra, Diya Fatihah; Pertiwi, Adharina Dian; Kartika, Wilda Isna
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 2 (2025): May-Agustus 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.922

Abstract

Kemampuan kognitif mencakup pemahaman, pemikiran, dan pemecahan masalah, sedangkan tuna daksa adalah kondisi disabilitas fisik yang mempengaruhi proses belajar anak. Studi berikut tujuannya guna menganalisis kemampuan kognitif anak tuna daksa berdasarkan tingkatannya, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Studi dijalankan melalui metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui pengamatan, dokumentasi, dan wawancara pada anak tuna daksa. Penelitian menunjukkan bahwa anak dengan tuna daksa tingkat sedang dan tinggi dapat mengikuti pembelajaran eksplorasi dan pemecahan masalah dengan baik, serta memahami konsep logis dan bilangan dasar. Namun, anak tuna daksa dengan tingkat rendah kurang aktif karena dipengaruhi down syndrome, hanya mampu memahami konsep logis sederhana dan belum menguasai operasi bilangan dasar. Kesimpulannya adalah tuna daksa tidak sepenuhnya mempengaruhi kemampuan kognitif anak melainkan anak yang memiliki disabilitas ganda. Maka dengan ini, diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai anak penyandang tuna ganda.
Peran Guru Terhadap Kemandirian Anak Tunanetra Simanjuntak, Oktanila Palensky; Ayuningtyas, Istighna; Andrayana, Putri Febiane; Juventy, Anastasya Ameliya; Mita, Angelina Risa Sonia; Pertiwi, Adharina Dian; Kartika, Wilda Isna
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 2 (2025): May-Agustus 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1153

Abstract

Kemandirian anak tunanetra merujuk pada kemampuan mereka untuk mengelola diri, mengambil keputusan, dan menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa ketergantungan berlebihan pada orang lain. Aspek ini sangat penting dalam pendidikan inklusif karena menunjang adaptasi sosial, perkembangan pribadi, serta kesiapan menghadapi tantangan hidup secara mandiri. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru dalam membentuk kemandirian anak tunanetra di SLB Tunas Harapan, Kota Samarinda. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus instrumental. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi, serta divalidasi melalui triangulasi sumber. Instrumen berupa panduan wawancara dan observasi dengan indikator strategi, respons, dan tantangan guru. Data dianalisis secara tematik melalui proses reduksi dan display data. Hasil menunjukkan bahwa guru berperan sebagai fasilitator pembelajaran adaptif, pelatih keterampilan hidup, serta pembimbing dalam literasi dan penggunaan huruf Braille. Kolaborasi guru dan orang tua serta lingkungan yang konsisten turut memperkuat proses kemandirian anak. Implikasi penelitian ini adalah peran guru terbukti efektif dalam membentuk kemandirian anak tunanetra.
Kemampuan Matematika Permulaan Anak Usia 5-6 Tahun di TK Kecamatan Samarinda Ulu Hasnur, Reyzia Anggriani; Maghfirah, Febry; Kartika, Wilda Isna
Jurnal Ilmiah POTENSIA Vol 10 No 1 (2025): JANUARI
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jip.10.1.89-97.

Abstract

This study aims to describe the mathematical abilities of 5-6-year-old children in kindergartens across Samarinda Ulu Subdistrict. The 2018 and 2022 PISA results indicate that Indonesia's mathematical abilities are still below the global average (around 500) (L. Sulistyo & Dwidayati, 2021). This problem is also found in several kindergartens in Samarinda Ulu Subdistrict, with some teachers reporting difficulties in students' ability to sequence numbers 1 through 20. This study uses a quantitative approach with a survey research design. Data were collected through questionnaires given to kindergarten teachers who teach 5-6-year-old children (Group B) in Samarinda Ulu Subdistrict. The number of participants in this study was 100 children. Data analysis was performed using SPSS version 22.0. The results showed that the early mathematical abilities of 5-6-year-old children in Samarinda Ulu Subdistrict still need to be improved. The average score of children's abilities on the 22 items observed was 2.01, which indicates that children's abilities are still in the "Beginning to Develop" stage. Specifically, children's abilities in mentioning numbers 1-20 (average score: 2.03), counting the number of objects in the picture (average score: 1.85), and showing numbers (average score: 2.1) are also still in the "Beginning to Develop" stage. This questionnaire includes questions about number recognition, simple addition, and other basic math concepts. This study has limitations, including a relatively small sample size and reliance on teacher reports. The implication of this research is the need for early intervention to improve the mathematical abilities of children in Samarinda Ulu Subdistrict, especially in arithmetic and number recognition skills.
The JENAKA Game: Stimulating Gross and Fine Motor Development in Early Childhood Kartika, Wilda Isna; Maghfirah, Febry; Azzahra, Vira; Hasnur, Reyzia Anggriani; Pertiwi, Adharina Dian
Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jga.2025.103-07

Abstract

Problems of motor development delays in early childhood remain prevalent, often linked to decreasing levels of physical activity and the rising use of digital gadgets. This study aimed to investigate the effect of the interactive game JENAKA (Jelajah Fauna Kalimantan/Exploring Kalimantan’s Fauna) in stimulating motor development in children aged 5–6 years. A quantitative approach was employed using a pre-experimental design with a One Group Pretest–Posttest structure. The participants consisted of 18 children selected through saturated sampling, and the intervention was conducted over ten sessions between July and October 2024. Data were collected through structured observation using a motor skills instrument adapted from established measures, comprising 17 items across two domains: gross motor skills and fine motor skills. Expert validation confirmed content appropriateness, and the instrument demonstrated acceptable reliability. Data analysis involved tests of normality and homogeneity, followed by paired samples t-test using SPSS. Results revealed a significant improvement in motor skills after the intervention, with a significance value of .001, well below the .05 threshold. These findings indicate that JENAKA effectively enhanced both gross and fine motor skills, demonstrating its potential as an innovative learning medium in early childhood education. The novelty of this study lies in integrating local cultural and ecological elements, particularly Kalimantan’s fauna, into interactive play, thereby fostering not only physical development but also environmental awareness. The research highlights the importance of culturally grounded, play-based interventions and provides practical implications for curriculum design, suggesting that interactive cultural games can serve as engaging and holistic tools for stimulating early childhood development.
Pelatihan Pengembangan Media Pembelajaran Literasi dan Numerasi Berbasis ICT Pada Guru PAUD Maghfirah, Febry; Satriana, Malpaleni; Kartika, Wilda Isna; Hasnur, Reyzia Anggriani
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 8 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v8i01.2517

Abstract

Kesuksesan akademik selama pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada perolehan awal keterampilan literasi dan numerasi. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keterampilan literasi dan numerasi adalah media pembelaran, salah satunya media pembelajaran berbasis Information and Communication Technologies (ICT). Siswa abad ke-21 membutuhkan kompetensi yang memungkinkan mereka untuk menyesuaikan diri dengan jenis baru dari informasi. Namun, beberapa penelitian melaporkan pengetahuan guru PAUD terkait ICT sebagai hal yang langka sehingga perlunya pelatihan pengembangan media pembelajaran berbasis ICT untuk dilakukan. Tim pengabdi melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat kepada guru PAUD di TK Negeri 03 Tenggarong dan KB Alam Al-Fatah Samarinda dengan tujuan agar guru mendapat pemahaman dan dapat mengembangkan media pembelajaran berbasis ICT. Metode kegiatan pengabdian ini diantaranya survei lokasi pengabdian, pelaksanaan kegiatan pelatihan, dan evaluasi kegiatan pelatihan. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama delapan kali pertemuan. Hasil dari kegiatan ini adalah guru mendapatkan pemahaman dan keterampilan baru dalam membuat media pembelajaran berbasis ICT, dan media pembelajaran diterapkan kepada anak usia dini untuk menstimulasi kemampuan literasi dan numerasi.