Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS JAMUR Marasmius sp UNTUK MENDEGRADASI LIMBAH PENGOLAHAN AGAR (Gracilaria sp) SEBAGAI BAHAN BAKU BIOETANOL Rudy Kurniadi; Zahidah Hasan; Yeni Mulyani
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas dosis inokulum dan lama waktu fermentasi jamur Marasmius sp untuk mendegradasi limbah industri pengolahan agar Gracillaria sp sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3x3 faktor pertama adalah dosis inokulum yaitu D1=5%, D2=7,5%, D3=10%, sedangkan faktor yang kedua adalah lamanya fermentasi yaitu W1= 2 minggu, W2= 3 minggu, W3= 4 minggu. Data hasil penelitian berupa kadar lignoselulosa limbah agar, jumlah glukosa (mg/mL) yang dihasilkan dalam proses hidrolisis, dan jumlah bioetanol (%). Hasil pengujian memperlihatkan bahwa dosis 10 % dengan lama waktu fermentasi 3 minggu merupakan kombinasi yang terbaik untuk menghasilkan kadar glukosa tertinggi yaitu sebesar 0,072 mg/mL
PENGARUH PENGGUNAAN ENZIM PAPAIN DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA KECAP TUTUT Eviyanti Simanjorang; Nia Kurniawati; Zahidah Hasan
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli  2012 di laboratorium Teknologi Hasil Industri Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan,  Laboratorium Mikrobiologi Pangan  Fakultas Teknik Industri Pertanian dan dianalisis di Laboratorium  Nutrisi Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan enzim papain terhadap karakteristik kimiawi kecap tutut yang dihasilkan. Perlakuan yang gunakan adalah pemberian enzim papain dengan  persentase yaitu : A=0%, B=5%, C=7%, D=9% dan E=11% dengan lama waktu inkubasi 6 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rataan kadar protein dari berbagai perlakuan masing-masing yaitu A=2,35%, B=2,70%, C=2,45%, D=2,51%, E=2,39%. Rataan Derajat Keasaman (pH) yaitu A=6,7, B=6,5 C= 6,2 D=6,3 E= 6,5. Rataan kadar garam  yaitu A=18,07%, B=17,45%, C=2,16,62%, D=16,48%, E=16,53%. Kesimpulan penelitian adalah pemberian enzim papain dengan konsentrasi 5%, 7%, 9%, dan 11%,  kecap tutut dengan penambahan enzim papain 5% menghasilkan kecap dengan jumlah protein tertinggi yaitu 2,698% yang termasuk kecap ikan kualitas nomor 3 dalam ketetapan SII, dengan kadar garam sebesar 17,45%  dan pH sebesar 6,5 
PENGARUH PERBEDAAN SIPHONISASI DAN AERASI TERHADAP KUALITAS AIR, PERTUMBUHAN, DAN KELANGSUNGAN HIDUP PADA BUDIDAYA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) STADIA BENIH. Aghnia Nur Islami; Zahidah Hasan; Zuzy Anna
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan Unpad
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kendala dalam budidaya ikan nila selain ketersediaan akan benih yang mencukupi adalah kualitas air. Faktor penting yang perlu diperhatikan dalam menunjang keberhasilan usaha akuakultur adalah penyediaan lingkungan yang sesuai dengan benih, sehingga diperoleh kelangsungan hidup yang tinggi. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas air dalam kegiatan akuakultur antara lain: suhu air, oksigen terlarut (DO), derajat keasaman (pH), alkalinitas, ammonia, nitrit, nitrat, karbondioksida, dan bahan organik terlarut lainnya. Pakan dalam akuakultur juga mempengaruhi kualitas air. Sisa metabolisme dan sisa pakan yang tidak termakan ada yang terlarut dan mengendap di kolam akuakultur dapat mempengaruhi parameter kimiawi dan fisik kualitas air yang ada di dalam air pada kolam akuakultur. Agar kualitas air tetap terjaga perlu dilakukan sistem pengeluaran air (siphon). Selain pengeluaran air yang perlu diperhatikan dalam menjaga kualitas air di dalam kolam akuakultur adalah aerasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perlakuan terbaik untuk menjaga atau mempertahankan kualitas air di dalam budidaya ikan nila stadia benih dan mengetahui dampak perlakuan siphon dan aerasi dalam menjaga kualitas air. Penelitian dilakukan selama bulan Juli sampai dengan akhir September 2016 di Laboratorium Kualitas Air PPSDAL DRPMI UNPAD. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental, yaitu dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan dua faktor dan  masing-masing dua taraf. Perlakuan berupa disiphon setiap tiga hari sekali dan aerasi diberikan setiap tiga hari sekali selama 5-6 jam, siphon dilakukan setiap hari dan diberi aerasi sepanjang waktu, siphon dilakukan setiap tiga hari sekali dan diberi aerasi sepanjang waktu, dan siphon dilakukan setiap hari dan diberi aerasi setiap tiga hari sekali selama 5-6 jam. Parameter yang diamati meliputi DO, pH, BOD5, kelangsungan hidup, pertumbuhan dan ammonia unionized. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan dengan pemberian aerasi sepanjang waktu dan siphonisasi setiap hari merupakan perlakuan yang baik menjaga kualitas air untuk pertumbuhan pada budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) stadia benih dengan tingkat laju pertumbuhan spesifik terbaik sebesar 0,0112 dan tingkat kelangsungan hidup terbaik sebesar 100%. 
Kemampuan Penyerapan Logam Berat Tembaga (Cu) pada Akar Avicennia marina di Perairan Karangsong, Kabupaten Indramayu Geugeuh Geureuha Natadisastra; Zahidah - Hasan; Sriati - -; Walim - Lili
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. IX No. 2 /Desember 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.904 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan Mengkaji konsentrasi logam berat tembaga (Cu) di air laut dan sedimen, di perairan Karangsong, Kabupaten Indramayu serta menganalisis kemampuan akar Avicennia marina dalam mengabsorbsi logam berat tembaga (Cu) di perairan Karangsong, Indramayu. Penelitian ini dilaksanakan di kawasan hutan mangrove perairan Karangsong pada bulan April sampai dengan Mei 2017. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan teknik purposive sampling. Analisis konsentrasi logam berat dilakukan di Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PPSDAL) Universitas Padjadjaran. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan konsentrasi logam berat tembaga (Cu) di badan perairan sangat rendah yaitu <0,005 ppm. Konsentrasi Logam berat tembaga (Cu) pada sedimen dan akar Avicennia marina secara berturut-turut berkisar 0,387-0,837 ppm; 0,007-0,015 ppm. Avicennia marina kurang mampu mengakumulasi logam berat tembaga (Cu) berdasarkan perhitungan nilai BCF yaitu <1.
Efektivitas Berbagai Media Tanam Untuk Mengurangi Karbon Organik Total Pada Sistem Akuaponik dengan Tanaman Selada Muhamad Rakhman Firdaus; Zahidah Hasan; Iwang Gumilar; Ujang Subhan
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Perikanan Dan Kelautan Vol. IX No. 1 /Juni 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.839 KB)

Abstract

Akuaponik adalah konsep pengembangan bio-integrated farming system, yaitu suatu rangkaian teknologi yang memadukan antara teknik budidaya perikanan dan teknik pertanian hidroponik. Air dari proses budidaya ikan yang masuk ke dalam wadah pemeliharaan tanaman akan digunakan kembali sebagai sumber air pada proses budidaya ikan. Air tersebut mengandung banyak bahan organik sehingga perlu diperhatikan dalam pengelolaan kualitas air budidaya. Karbon merupakan penyusun utama bahan organik. Bahan organik tersebut dapat diukur menggunakan pendekatan uji karbon organik total. Penelitian ini dilakukan di Greenhouse, Komplek Kolam Percobaan Ciparanje, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, Jatinangor selama empat minggu. Percobaan dilakukan untuk menetapkan efisiensi media tanam terbaik dalam menurunkan konsentrasi karbon organik total di media air budidaya dan membuat pertumbuhan tanaman selada lebih baik. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari empat perlakuan dan empat kelompok. Media tanam yang diuji adalah batu apung dan arang sekam dengan perbandingan 3:1, batu apung dan arang sekam dengan perbandingan 1:3, seluruhnya batu apung, serta seluruhnya arang sekam. Pengamatan dilakukan pada minggu ke-0, 1, 2, 3 dan 4 selama empat minggu. Parameter yang diamati meliputi konsentrasi karbon organik total, amonia total, oksigen terlarut, pH, suhu, tinggi tanaman dan bobotnya, serta panjang ikan dan bobotnya. Hasil penelitian disimpulkan bahwa media tanam seluruhnya arang sekam memberikan hasil penurunan karbon organik total yang lebih baik dibandingkan seluruhnya batu apung hingga minggu kedua penelitian dan media tanam ini perlu diganti setiap dua atau tiga minggu sekali sejak penyemaian untuk mendapatkan produktivitas tanaman yang tinggi. Media tanam seluruhnya arang sekam memberikan pertambahan tinggi dan bobot selada terbaik yaitu masing-masing sebesar 18,6 cm dan 115,2 gram.  
Distribusi Spasial Komunitas Plankton sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Situ Bagendit Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat Chitra Devi Amelia; Zahidah Hasan; Yuniar Mulyani
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Situ Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat telah dilaksanakan pada bulan 27 Mei – 17 Juni 2012. Penelitian ini dilakukan di Situ Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui distribusi spasial komunitas plankton sebagai bioindikator kualitas air Situ Bagendit untuk pengelolaan lebih lanjut dalam bidang kegiatan budidaya ikan hias. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan penetapan 11 stasiun, dan empat kali waktu sampling dengan periode penelitian setiap 7 hari sekali. Komunitas plankton yang ditemukan terdiri dari 44 spesies fitoplankton dan 23 spesies zooplankton. Nilai kelimpahan fitoplankton tertinggi adalah kelas Desmidiaceae dengan nilai kelimpahan rata-rata 34 ind/L, sedangkan nilai kelimpahan tertinggi zooplankton adalah kelas Rotatoria dengan kelimpahan rata-rata 3 individu/L. Secara spasial plankton berdasarkan kelimpahan dapat dibedakan menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok pertama (stasiun 1 dan 4) dengan kisaran kelimpahan plankton 100-240 ind/L, kelompok kedua (2, 3, 5, 8 dan 9) dengan nilai 66-85 ind/L, sedangkan kelompok ketiga (stasiun 6, 7, 10 dan 11) dengan nilai 35-65 ind/L.  Berdasarkan beberapa parameter fisik, kimiawi dan komunitas plankton di perairan Situ Bagendit sesuai sebagai areal budidaya ikan hias.
PEMANFAATAN PEKARANGAN RUMAH SEBAGAI PENYEDIA PROTEIN HEWANI MELALUI BUDIDAYA LELE KOLAM TERPAL DI DESA CIPACING, JATINANGOR, SUMEDANG, JAWA BARAT Irfan Zidni; Yuli Andriani; Zahidah Hasan; Setiawan BSN
Dharmakarya Vol 7, No 4 (2018): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.214 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i4.20010

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat dengan mengaplikasikan kegiatan perikanan bertujuan untuk memberikan pengetahuan serta keterampilan dalam memanfaatkan lahan pekarangan rumah warga sebagai upaya penyediaan protein hewani melalui budidaya ikan pada kolam terpal. Program ini dilaksanakan selama 3 bulan sejak September hingga November 2018 bertempat di Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang. Metode yang dilakukan pada program ini meliputi : survei dan observasi lapangan, sosialisasi, penyuluhan, pembuatan instalasi kolam terpal, dan pedampingan. Jenis ikan air tawar yang dibudidayakan pada kolam terpal yaitu benih ikan lele ukuran 5-7 cm sebanyak 100 ekor/kolam terpal dengan jumlah total kolam terpal di Desa Cipacing sebanyak 15 buaH. Hasil survei dan observasi lapangan menunjukkan bahwa Desa Cipacing memiliki potensi lahan pekarangan yang luas yang dapat dioptimalisasikan untuk kegiatan perikanan serta memiliki sumber daya manusia yang baik untuk melakukan kegiatan perikanan. Kelompok masyarakat yang menjadi sasaran adalah para pengurus karang taruna dan pengurus RW di Desa Cipacing. Tahap pertama masyarakat diberikan penyuluhan mengenai teknik budidaya ikan lele dan pemasangan kolam terpal. Selanjutnya dilakukan pendampingan proses pemeliharaan ikan termasuk kegiatan pemberikan pakan, serta pengelolaan kualitas air secara baik dan berkelanjutan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah masyarakat Desa Cipacing dapat memproduksi ikan lele skala berkelanjutan dalam rangka pemenuhan kebutuhan protein hewani untuk skala rumah tangga.
INTRODUKSI TEKNOLOGI AERASI TERBARUKAN PADA KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN PATIN DI KJA WADUK SAGULING, KECAMATAN CILILIN Zahidah Hasan; Iskandar Iskandar; Ujang Subhan; Yuli Andriani
Dharmakarya Vol 9, No 2 (2020): Juni, 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v9i2.25131

Abstract

Program Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan belajar sambil bekerja atau mempraktekkannya (learning by doing). Pengabdian diselangarakan di kelompok pembudidaya ikan patin dalam karamba jaring apung (KJA) yang merupakan kelompok binaan PKBM Alkaromah, Kecamatan Cililin Bandung Barat.  Program yang ditawarkan berjudul Introduksi Teknologi Aerasi Terbarukan pada Kelompok Pembudidaya Ikan  Patin di KJA Waduk Saguling, Kecamatan Cililin.  Kegiatan dilaksanakan dengan diawali Identifikasi potensi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia, hambatan yang dihadapi pembudidaya, sosialisasi teknologi aerasi kepada kelompok sasaran, penyuluhan dan pendampingan. Adapun hasil yang di dapatkan adalah telah terpasangnya sebuah instalasi aerasi terbarukan dengan teknologi fine bubbles pada KJA ikan patin di Waduk Saguling.
Analisis functional feeding group pada makrozoobentos di Situ Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Aiman Ibrahim; M. Faisal Rapsanjani; Isni Nurruhwati; Zahidah Zahidah
Prosiding Seminar Biologi Vol 7 No 1 (2021): PROSIDING BIOLOGI ACHIEVING THE SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS WITH BIODIVERSITY I
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v7i1.24706

Abstract

Makrozoobentos merupakan biota yang berperan dalam fungsi ekosistem perairan dan umumnya digunakan dalam bioasesmen. Peranan dari makrozoobentos dalam fungsi ekosistem perairan dapat diketahui dengan menggunakan analisis Functional Feeding Group (FFG). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Functional Feeding Group pada makrozoobentos di Situ Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-April 2019 di lima stasiun meliputi inlet dari kawasan industri dan pemukiman, midlet, kawasan pertanian, dan outlet. Pengambilan sampel makrozoobentos dilakukan dengan menggunakan Ekman grab sebanyak tiga kali dikompositkan. Selain itu, dilakukan pula pengukuran parameter fisik kimiawi perairan dan substrat dasar. Berdasarkan hasil penelitian, secara keseluruhan ditemukan 22 spesies makrozoobentos yang tergolong ke dalam tiga kelompok FFG meliputi scrapers, collector gatherer, dan collector filterers. Kelompok scrapers memiliki kelimpahan tertinggi di semua stasiun pengamatan, diikuti kelompok collector gatherers dan collector filterers. Hasil analisis korelasi Spearman menunjukkan bahwa kelompok collector gatherers memiliki korelasi yang sangat kuat dengan parameter kedalaman perairan, turbiditas, dan oksigen terlarut (r > 0,7).
Pelatihan Kader Posyandu dalam Pembuatan Biskuit Kaya Protein Ikan di Desa Cileles, Jatinangor, Sumedang Junianto Junianto; Zahidah Zahidah; Kiki Haetami
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2021): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.7.3.279-284

Abstract

The role of mothers is very important in increasing the consumption of fish protein for toddlers and children. Consumption of fish protein is very useful for maintaining health, accelerating growth and development of children, and increasing intelligence. The aim of this program is to provide knowledge and train skills in making biscuits rich in fish protein fortified with nilem fish meat flour to Posyandu women as the target audience in Cileles Village, Jatinangor Subdistrict, Sumedang District. This activity lasts for seven months, from May to December 2020. The methods used training in making fish potein – rich biscuit. Based on the results of the activities that have been carried out, it can be concluded that posyandu caders have been knowledge and skills in making fish protein-rich biscuits fortified with nilem fish meat flour. Organoleptically produced products are preferred by panelis.
Co-Authors A. Sahidin Adie Wijaya Putra Adinda Kurnia Putri Afisha, Fauziyah Nur Aghnia Nur Islami Aiman Ibrahim Aiman Ibrahim Aisyah Aisyah Alfiansyah, Robby Alfina Andani Annisa Maysabila Apriliani, Izza M Arief, Mochamad Candra W. Asep Sahidin Asep Sahidin Asep Sahidin Asep Sahidin Awalludin, Nur Ayi Yustiati Chitra Devi Amelia Chitra Octavina Della Rena Alvetta Derin Farhatu Shiyam Drian Alif Anando Eddy Afrianto Emma Rochima Eni Sumiarsih Eviyanti Simanjorang Faddilah, Thallita Nasywa Fadhilah Silviana Putri Fahriansyah, Rifan Faqih Baihaqi Febrry A. Putra Fittrie Mellyanawatie Pratiwy Fittrie Meyllianawaty Fittrie Meyllianawaty Pratiwy Geugeuh Geureuha Natadisastra Herman Hamdani Herman Hamdani Herman Hamdani Herman Hamdani Herman Hamdani Herman Hamdani Heryanti, Rika Heti Herawati Heti Herawati Heti Herawati Heti Herawati Heti Herawati Hilman - Heriyanto Ibnu Bangkit Bioshina Suryadi Ibnu Bangkit Bioshina Suryadi Ibnu Dwi Buwono Idzhar S Rofiqo Indah Riyantini Irfan Zidni Iskandar Iskandar Iskandar Iskandar Iskandar Iskandar Isni Nurruhwati Iwang Gumilar Izza Mahdiana Apriliani Izza Mahdiana Apriliani Junianto Junianto Kiki Haetami Kusumoputra, Rahmadi Lantun Paradhita Dewanti M. Faisal Rapsanjani M. R. Rubiansyah M. Suhaemi Syawal Manuel, David Reivaldo Marchelin, Shefia Masjamir - Maysabila, Annisa Mega Laksmini Syamsuddin Melati Taufanputri Mia Kusmiati Mochamad Candra Wirawan Arief Muhamad Pauwwaz Muhamad Rakhman Firdaus Muhammad Surya Fajar Pradana Nabila, Tiara Nurul Nendra Suhendra Nia Kurniawati Nia Kurniawati Nisha Nurfadhilla Noir Primadona Purba Otong Suhara Djunaedi Prameswari, Rhiana Pratiwy, Fittrie Meyllianawaty Rega Permana Rega Permana Rika Heryanti Rioaldi Sugandhy Rioaldi Sugandhy Roffi Grandiosa Rosidah Rosidah Rudy Kurniadi Rusky I Pratama Rusky Intan Pratama Satrio Hadisnugroho Septi Audiyanti Setiawan BSN Sewiko, Roni Shefia Marchelin Sofiya Hasani Sriati - - Sunardi Sudianto sunarto sunarto Syawaludin Alisyahbana Harahap Taufanputri, Melati Teguh Firmansyah Titin Herawati Try Setiani Budi Utami Ujang Subhan W. Gunawan Wahyudi, Rifki Walim Lili Widi Restu Gumelar Y. Andriani Y. Dhahiyat Yayat Dhahiyat Yeni Mulyani Yuli Andriani Yuli Andriani Yuli Andriani Yuniar Mulyani Zidni, Irfan Zuzy Anna