Claim Missing Document
Check
Articles

Tingkat Pencemaran Logam Berat Timbal (Pb) pada Tutut (Filopaludina javanica) di Waduk Cirata Jawa Barat Nisha Nurfadhilla; Isni Nurruhwati; Sunardi Sudianto; Zahidah Hasan
Akuatika Indonesia Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v5i2.27268

Abstract

Waduk Cirata mengalami penurunan kualitas perairan, penyebab menurunnya kualitas perairan tersebut adalah masuknya limbah yang berasal dari limbah pertanian, domestik, industri, transportasi, peternakan dan perikanan. Terdapat jenis limbah yang masuk ke perairan mengandung logam berat timbal (Pb) seperti limbah industri, limbah transportasi dan limbah pertanian. Timbal berbahaya bagi lingkungan perairan dan organisme, yang banyak tersebar di Waduk Cirata seperti makrozoobenthos jenis tutut (Filopaludina javanica). Tutut dimanfaatkan sebagai sumber bahan pangan bagi warga di sekitar Waduk Cirata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pencemaran logam berat timbal (Pb) pada tutut di Waduk Cirata Jawa Barat. Penelitian dilakukan pada 18 September – 30 November 2018. Metode yang dilakukan adalah metode survey dan penentuan lokasi pengambilan sampel dengan purpose sampling. Pengambilan sampel air, substrat dan biota tutut dilakukan di tiga stasiun pengamatan. Analisis timbal (Pb) dilakukan pada sampel air, substrat, dan biota tutut dengan menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Hasil analisis menunjukkan bahwa Konsentrasi timbal (Pb) pada air yaitu 0,0307 mg/L, substrat berkisar antara 3,26 – 7,32 mg/kg dan tutut sebesar 0,05 mg/kg sedangkan nilai IFK0-s sebesar 0,0106 dan nilai IFK0-a sebesar 1,6286. Nilai konsentrasi yang dihasilkan pada air sudah melebihi ambang batas baku mutu sehingga perairan dapat dikategorikan sudah tercemar sedangkan nilai konsentrasi yang dihasilkan pada substrat dan tutut belum melebihi ambang batas baku mutu sehingga dikategorikan belum tercemar.
Growth of different strains of three fishes and water spinach ( Ipomoea reptans Poir) based aquaponic Zahidah Hasan; Y. Andriani; Y. Dhahiyat; A. Sahidin; M. R. Rubiansyah
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 17 No 2 (2017): June 2017
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v17i2.357

Abstract

This study aims to determine the growth of fish (Nile tilapia, North African catfish, and goldfish) which cultured along with water spinach in aquaponics system. The study was conducted at the Laboratory of Aquaculture, Ciparanje, Facul-ty of Fisheries and Marine Sciences, Padjadjaran University from February to April 2016. The experiment was designed using a completely randomized design with 5 treatments and 3 replicates. Treatment A: positive control, water spinach grown on soil and compost fertilizer, Treatment B: negative control, water spinach grown on soil without compost fertilizer, treatment C: aquaponics Nile tilapia and water spinach, Treatment D: aquaponics North African catfish and water spinach, and treatment E: aquaponics goldfish and water spinach. The measured parameters in this study were fish growth and water spinach growth include stem height, number of leaves, biomass as well as water quality included nitrates, ammonia and phosphates. The results showed that the highest fish growth, obtained in combination of catfish and water spinach with growth of 7.8±1.18 grams and the highest water spinach growth obtain in koi cultured with water spinach with average biomass 30.40±5.59 grams. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pertumbuhan tiga jenis ikan (lele, nila, dan koi) yang dipelihara bersama de-ngan kangkung darat dalam sistem akuaponik. Penelitian dilakukan di Laboratorium Budi daya Perikanan, Ciparanje, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran dari bulan Februari hingga April 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perla-kuan dan diulang empat kali. Perlakuan A: kontrol positif, tanaman kangkung darat ditanam menggunakan tanah dan pupuk kompos; perlakuan B: kontrol negatif, tanaman kangkung darat ditanam menggunakan tanah tanpa menggunakan pupuk kompos; perlakuan C: akuaponik dengan ikan nila dan tanaman kangkung darat; perlakuan D: akuaponik dengan ikan lele dan tanaman kangkung darat, dan perlakuan E: ikan koi dan tanaman kangkung darat. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah pertumbuhan bobot ikan, dan pertumbuhan kangkung yang meliputi tinggi batang, jumlah daun, dan biomassa panen serta kualitas air yang mencakup nitrat, ammonia, dan fosfat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan bobot ikan tertinggi diperoleh pada kombinasi lele dan kangkung darat dengan pertumbuhan sebe-sar 7,8±1,18 g dan pertumbuhan tanaman kangkung tertinggi diperoleh pada pemeliharaan bersama koi yang mengha-silkan biomassa sebesar 30,40±5,59 g.
The affection of fine bubbles (FBs) aplication on growth, feed efficiency of striped catfish, Pangasianodon hypophthalmus (Sauvage, 1878) and water quality in aquaponic system Yuli Andriani; Zahidah Zahidah; Rosidah Rosidah; Iskandar Iskandar
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 21 No 3 (2021): October 2021
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v21i3.592

Abstract

This research aims to determine the effect of fine bubble technology with different pressures on Siamese catfish seed's growth and feed efficiency in an aquaponic system. This research used a completely randomized design with four treatments and three replications. Treatment A (Control), Treatment B (FBs with a pressure of 4.5 atm), Treatment C (FBs with a pressure of 5 atm and treatment D (FBs with a pressure of 5.5 atm). The parameters observed were Specific Growth Rate, Feed Conversion Ratio, water quality (temperature, pH, DO, and ammonia), and plant productivity. The seeds used were catfish seeds aged 16-36 days, 1-2 inches long, and weighed 0.26-0.29 grams. The container used is a fiber tub of 16 units with a size of 70 cm x 70cm x 70 cm. The feed used is commercial feed PF 1000 content crude protein 35%. The data were analyzed using variance with the F test at the 95% confidence level. The best treatment for catfish growth was treatment D (pressure 5.5 atm), which gave the highest SGR value of 7.24 ± 0.5 and FCR value of 1.19 ± 0.09. The value of water quality parameters is in suitable condition for the growth of catfish seed. The best plant productivity was found in treatment D with an average weight of 60.75 g. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh teknologi fine bubble dengan tekanan yang berbeda terhadap pertumbuhan dan efisiensi pakan benih ikan patin siam dalam sistem akuaponik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan A (Kontrol), Perlakuan B (FBs dengan tekanan 4,5 atm), Perlakuan C (FBs dengan tekanan 5 atm) dan perlakuan D (FBs dengan tekanan 5,5 atm). Parameter yang diamati berupa laju pertumbuhan spesifik (LPS), nisbah konversi pakan (NKP), kualitas air (suhu, pH, oksigen terlarut, dan ammonia) dan bobot rata-rata tanaman. Benih yang digunakan adalah benih ikan patin dengan umur 16-36 hari, panjang 1-2 inci dan bobot 0,26-0,29 gram. Wadah yang digunakan adalah bak fiber sebanyak 16 buah unit dengan ukuran 70 cm x 70cm x 70 cm. Pakan yang digunakan adalah pakan komersial PF 1000 dengan kandungan protein kasar 35%. Data dianalisis menggunakan sidik ragam dengan uji F pada taraf kepercayaan 95%. Perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan ikan patin adalah perlakuan D (tekanan 5,5 atm), yang memberikan nilai LPS tertinggi sebesar 7,24 ± 0,5% dan NKP sebesar 1,19 ±0,09. Nilai parameter kualitas air berada dalam kisaran yang layak untuk mendukung pertumbuhan benih ikan patin. Produktivitas tanaman terbaik terdapat pada perlakuan D dengan bobot rata-rata tanaman kangkung sebesar 60,75 gram.
DAERAH PENANGKAPAN POTENSIAL IKAN TENGGIRI (Scomberomorus sp) BERDASARKAN PARAMETER SUHU PERMUKAAN LAUT DI KABUPATEN PANGANDARAN Mia Kusmiati; Zahidah Zahidah; Ibnu Dwi Buwono; Izza Mahdiana Apriliani
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 3 No. 2 (2019): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1065.279 KB) | DOI: 10.29244/core.3.2.193-203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daerah penangkapan potensial ikan tenggiri (Scomberomorus sp) berdasarkan parameter suhu permukaan laut (SPL) di perairan Kabupaten Pangandaran. Metode yang digunakan dalam riset ini adalah metode survei. Data penelitian meliputi SPL yang diperoleh dari citra satelit serta hasil tangkapan dan koordinat penangkapan yang didapat dari trip langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran temporal suhu permukaan laut tertinggi cenderung terjadi pada musim peralihan 1 (Maret-Mei). Sebaran suhu permukaan laut cenderung memiliki pola semakin dingin menuju perairan lepas pantai dan semakin hangat menuju perairan pesisir pantai. Daerah potensial penangkapan ikan tenggiri di perairan Pangandaran berada pada koordinat pada koordinat 108°21'18" BT, 7 °50'58" LS dan 108°44'30" BT, 7 °48'31" LS. Kata kunci: daerah potensial penangkapan, hasil tangkapan ikan tenggiri, perairan Pangandaran, suhu permukaan laut
Water quality and water spinach productivity in aquaponic systems using fine bubbles (FBS) zahidah hasan; Yuli Andriani; Drian Alif Anando; Sofiya Hasani; Rusky I Pratama
Jurnal Agro Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/21491

Abstract

Fine bubbles (FBs) merupakan teknologi baru dalam sistem akuaponik yang diharapkan mampu meningkatkan produksi ikan dan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pemberian tekanan fine bubbles (FBs) yang dapat meningkatkan kualitas air dan produktivitas kangkung dalam sistem akuaponik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari – Maret 2022 di Green House Ciparanje Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah pemberian tekanan FBs masing-masing 0 atm (A), 5,25 atm (B), 5,5 atm (C), 5,75 atm (D). Parameter kualitas air yang diukur terdiri atas parameter fisika (suhu) dan kimia (oksigen terlarut, pH, amonia, dan nitrat). Hasil penelitian menunjukkan pemberian tekanan FBs 5,75 atm menghasilkan suhu berkisar 24,4℃ - 26,5℃, kandungan oksigen terlarut sebesar 7,83 mg, pH 6,98 – 8,07, konsentrasi amonia 0,002 mg L-1, yang berpengaruh pada pertumbuhan ikan yang baik serta konsentrasi nitrat 0,316 mg L-1 yang berpengaruh pada produktivitas tanaman yang lebih tinggi, menghasilkan pertumbuhan tinggi tanaman 128,83 cm, bobot tanaman 140,60 g, dan jumlah daun 284 helai.ABSTRACTThe fine bubbles (FBs) is a new technology in aquaponic system that is expected to improve the fish and plant productivity. This study aimed to determine the application of fine bubbles pressure in improving water quality and water spinach in an aquaponic system. The research was conducted from January to March 2022 at Ciparanje Green House, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. This study used an experimental method of Completely Randomized Design (CRD) with four treatments and three replications. The treatments used were FBs pressure of 0 atm (A), 5.25 atm (B), 5.5 atm (C), 5.75 atm (D). The water quality parameters measured consisted of physical (temperature) and chemical (dissolved oxygen, pH, ammonia, and nitrate) parameters. The results showed that the pressure of FBs 5.75 atm generated temperatures ranging from 24.4oC - 26.5 oC, dissolved oxygen content of 7.83 mg L-1, pH 6.98 – 8.07, ammonia concentration 0.002 mg L-1 which affected on good fish growth and nitrate concentration 0.316 mg L-1 which affected higher plant productivity, resulting plant height of 128.83 cm, a plant weight of 140.60 g, and the number of leaves of 284 leaves.
APLIKASI AKUAPONIK SISTEM PASANG SURUT DENGAN SUPLAI OKSIGEN POMPA SUBMERSIBEL DI DESA TANJUNGSARI, KABUPATEN SUMEDANG Ibnu Bangkit Bioshina Suryadi; Zahidah Zahidah; Lantun Paradhita Dewanti; Herman Hamdani; Rioaldi Sugandhy
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 12, No 1 (2023): Maret, 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i1.35365

Abstract

Kondisi pandemi Covid-19 memberikan efek ekonomi yang cukup signifikan terhadap masyarakat Indonesia. Daya beli yang menurun, membuat masyarakat harus mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan pangan yang bergizi dengan harga terjangkau. Sistem akuaponik merupakan salah satu jalan keluar untuk pemenuhan kebutuhan gizi tersebut. Dengan diadakannya pengabdian pada masyarakat ini, diharapkan dapat menjadi model untuk kegiatan urban farming dengan memanfaatkan lahan yang terbatas. Model yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendidikan masyarakat dan pelatihan. Sistem akuaponik yang memadukan budidaya ikan dengan tanaman sayur memberikan alternatif bagi masyarakat Desa Tanjungsari untuk mendapatkan sumber pangan berprotein tinggi yang organik serta dengan harga yang terjangkau.
Assessment of water quality based on biological indices of macrobenthos: a river under pressure from tourism activities Asep Sahidin; Zahidah Zahidah; Herman Hamdani; Heti Herawati; Mochamad Candra Wirawan Arief; M. Suhaemi Syawal; Aiman Ibrahim; Roni Sewiko; Chitra Octavina
Depik Vol 10, No 3 (2021): December 2021
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1095.273 KB) | DOI: 10.13170/depik.10.3.22838

Abstract

Cijulang River is one of the leading ecotourism objects in Pangandaran, West Java Province, Indonesia. However, the river has a variety of activities that can increase the water pollution in the river such as Green Canyon cliffs tourism, ecotourism of mangrove conservation, housing, and industrial siting. Macrobenthos is one of the bio-indicators that can assess the rate of water pollution in rivers, especially their organic pollutants. Therefore, this research aims to determine water pollution status in Cijulang River Tourism by comparing various biotic indices. The study was conducted at four site sampling locations from upstream to downstream in the rainy season period and dry season period using different methods namely, line transect model, water quality assessment by biological indexing (diversity, species dominant, and family biotic), species deficit, and organic measurement. The research showed 5873 macrobenthos and divided into 27 species with an average abundance of 167 ind.m-2 and are mainly dominated by gastropod species Faunus ater (40%). They are extreme species that can live in high organic pollution and water salinity. This divided the research of quality water assessment of Cijulang River into three categories as follows: slightly polluted (score 36-46) at Green Canyon site, moderately polluted (score 50-60) at Boat Shelter and Muara Cijulang location, and highly polluted (score 66) at Nusawiru site.Keywords:RiverBio-indicatorOrganicAquatic pollution
Bioremediation of shrimp pond wastewater using effective microorganism-4 (EM4) Annisa Maysabila; Rika Heryanti; Rega Permana; Zahidah Hasan
Aceh Journal of Animal Science Vol 8, No 3 (2023): In Progress
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/ajas.8.3.28971

Abstract

The problems of shrimp farming with semi-intensive systems are leftover feed, organic matter, and toxic compounds that can reduce water quality. Shrimp pond wastewater treatment can be done through several technologies, such as bioremediation. Bioremediation is a biological process that utilizes microorganisms to decompose waste in aquaculture ponds into compounds that are not harmful to aquatic biota. This research aims to determine the effect of effective microorganism-4 (EM4) in reducing ammonia compounds and BOD levels in shrimp pond wastewater. The research method used is a laboratory-scale experimental method. A total of 9 aquariums were used for 3 different treatments with two replications, control, adding EM4 2.5% and EM4 3% to 5 liters of wastewater. The water quality parameters observed were dissolved oxygen, temperature, pH, ammonia, and BOD. Data analysis used is one way ANOVA test. The results showed that there was a decrease in ammonia and BOD levels. The highest reduction of ammonia was found in the treatment with the addition of EM4 2.5%, while the decrease in BOD with the highest effectiveness was found in the control treatment (37.73%) with the initial BOD value 5.3 to 3.3. mg/l . In conclusion, the small dosage addition of EM4 did not have a significant effect on decreasing levels of ammonia and BOD.
MANAJEMEN KUALITAS AIR DALAM BUDIDAYA AKUAPONIK SISTEM PASANG SURUT Herman Hamdani; Ibnu Bangkit Bioshina Suryadi; Zahidah Zahidah; Yuli Andriani; Lantun Paradhita Dewanti; Rioaldi Sugandhy
Jurnal Berdaya Vol 2, No 1 (2022): Juni-Jurnal of Berdaya
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/job.v2i1.35554

Abstract

Akuaponik merupakan salah satu sistem budidaya ikan yang ramah lingkungan. Akuaponik menggabungkan sistem akuakultur dengan hidroponik. Sistem akuaponik pasang surut memanfaatkan tinggi rendahnya air pada media penanaman berupa gravel untuk kemudian dialirkan kembali pada kolam ikan sebagai sumber oksigen. Masyarakat Desa Tanjungsari, Kabupaten Sumedang merupakan salah satu contoh masyarakat urban fringe yang telah menerapkan sistem budidaya akuaponik. Akuaponik dipilih karena memiliki keunggulan dapat dilakukan pada lahan terbatas, hemat penggunaan air, tidak membutuhkan pupuk, dan apabila ditata dengan baik dapat menambah nilai estetika pada lahan marjinal. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini diharapkan menjadi contoh urban farming yang ramah lingkungan (hemat air) mengingat terbatasnya jumlah air bersih pada daerah yang padat penduduk. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah demonstrasi cara, temu teknis, dan temu lapang. Tujuan dari kegiatan ini adalah pemenuhan kebutuhan protein skala rumah tangga dengan sumberdaya yang terbatas.
Assessment of water quality based on biological indices of macrobenthos: a river under pressure from tourism activities Asep Sahidin; Zahidah Zahidah; Herman Hamdani; Heti Herawati; Mochamad Candra Wirawan Arief; M. Suhaemi Syawal; Aiman Ibrahim; Roni Sewiko; Chitra Octavina
Depik Vol 10, No 3 (2021): December 2021
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.10.3.22838

Abstract

Cijulang River is one of the leading ecotourism objects in Pangandaran, West Java Province, Indonesia. However, the river has a variety of activities that can increase the water pollution in the river such as Green Canyon cliffs tourism, ecotourism of mangrove conservation, housing, and industrial siting. Macrobenthos is one of the bio-indicators that can assess the rate of water pollution in rivers, especially their organic pollutants. Therefore, this research aims to determine water pollution status in Cijulang River Tourism by comparing various biotic indices. The study was conducted at four site sampling locations from upstream to downstream in the rainy season period and dry season period using different methods namely, line transect model, water quality assessment by biological indexing (diversity, species dominant, and family biotic), species deficit, and organic measurement. The research showed 5873 macrobenthos and divided into 27 species with an average abundance of 167 ind.m-2 and are mainly dominated by gastropod species Faunus ater (40%). They are extreme species that can live in high organic pollution and water salinity. This divided the research of quality water assessment of Cijulang River into three categories as follows: slightly polluted (score 36-46) at Green Canyon site, moderately polluted (score 50-60) at Boat Shelter and Muara Cijulang location, and highly polluted (score 66) at Nusawiru site.Keywords:RiverBio-indicatorOrganicAquatic pollution
Co-Authors A. Sahidin Adie Wijaya Putra Adinda Kurnia Putri Afisha, Fauziyah Nur Aghnia Nur Islami Aiman Ibrahim Aiman Ibrahim Aisyah Aisyah Alfiansyah, Robby Alfina Andani Annisa Maysabila Apriliani, Izza M Arief, Mochamad Candra W. Asep Sahidin Asep Sahidin Asep Sahidin Asep Sahidin Awalludin, Nur Ayi Yustiati Chitra Devi Amelia Chitra Octavina Della Rena Alvetta Derin Farhatu Shiyam Drian Alif Anando Eddy Afrianto Emma Rochima Eni Sumiarsih Eviyanti Simanjorang Faddilah, Thallita Nasywa Fadhilah Silviana Putri Fahriansyah, Rifan Faqih Baihaqi Febrry A. Putra Fittrie Mellyanawatie Pratiwy Fittrie Meyllianawaty Fittrie Meyllianawaty Pratiwy Geugeuh Geureuha Natadisastra Herman Hamdani Herman Hamdani Herman Hamdani Herman Hamdani Herman Hamdani Herman Hamdani Heryanti, Rika Heti Herawati Heti Herawati Heti Herawati Heti Herawati Heti Herawati Hilman - Heriyanto Ibnu Bangkit Bioshina Suryadi Ibnu Bangkit Bioshina Suryadi Ibnu Dwi Buwono Idzhar S Rofiqo Indah Riyantini Irfan Zidni Iskandar Iskandar Iskandar Iskandar Iskandar Iskandar Isni Nurruhwati Iwang Gumilar Izza Mahdiana Apriliani Izza Mahdiana Apriliani Junianto Junianto Kiki Haetami Kusumoputra, Rahmadi Lantun Paradhita Dewanti M. Faisal Rapsanjani M. R. Rubiansyah M. Suhaemi Syawal Manuel, David Reivaldo Marchelin, Shefia Masjamir - Maysabila, Annisa Mega Laksmini Syamsuddin Melati Taufanputri Mia Kusmiati Mochamad Candra Wirawan Arief Muhamad Pauwwaz Muhamad Rakhman Firdaus Muhammad Surya Fajar Pradana Nabila, Tiara Nurul Nendra Suhendra Nia Kurniawati Nia Kurniawati Nisha Nurfadhilla Noir Primadona Purba Otong Suhara Djunaedi Prameswari, Rhiana Pratiwy, Fittrie Meyllianawaty Rega Permana Rega Permana Rika Heryanti Rioaldi Sugandhy Rioaldi Sugandhy Roffi Grandiosa Rosidah Rosidah Rudy Kurniadi Rusky I Pratama Rusky Intan Pratama Satrio Hadisnugroho Septi Audiyanti Setiawan BSN Sewiko, Roni Shefia Marchelin Sofiya Hasani Sriati - - Sunardi Sudianto sunarto sunarto Syawaludin Alisyahbana Harahap Taufanputri, Melati Teguh Firmansyah Titin Herawati Try Setiani Budi Utami Ujang Subhan W. Gunawan Wahyudi, Rifki Walim Lili Widi Restu Gumelar Y. Andriani Y. Dhahiyat Yayat Dhahiyat Yeni Mulyani Yuli Andriani Yuli Andriani Yuli Andriani Yuniar Mulyani Zidni, Irfan Zuzy Anna