Claim Missing Document
Check
Articles

Keefektifan Aplikasi Quiziz untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Teks Cerita Inspiratif Apriyani, Evi; Susilo, Jimat; Mascita, Dede Endang
Widyantara Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/widyantara.v2i1.94

Abstract

Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan aplikasi Quizizz untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi teks cerita inspiratif. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat peningkatan antara siklus I dan siklus II. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan rerata hasil belajar antara siklus I dan siklus II. Pada siklus I, peserta didik tidak mengetahui penggunaan aplikasi Quizizz sehingga diperoleh rerata sebesar 69% sedangkan pada siklus II diperoleh rerata sebesar 82%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aplikasi Quizizz dapat digunakan oleh guru sebagai alternatif media pembelajaran berbasis teknologi untuk mencapai tujuan pembelajaran.   The Effectiveness of the Quizizz Application to Improve Student Learning Outcomes on Inspirational Story Text Materials The use of information and communication technology can improve the quality of learning. This research aims to describe the effectiveness of the Quizizz application in improving student learning outcomes in inspirational story text material. The research method used is Classroom Action Research with two cycles. Based on the research results, there was an increase between cycle I and cycle II. This is indicated by an increase in the average learning outcomes between cycle I and cycle II. In cycle I, students did not know how to use the Quizizz application so the average was 69%, while in cycle II the average was 82%. Thus, it can be concluded that the Quizizz application can be used by teachers as an alternative technology-based learning media to achieve learning goals.
Persepsi Siswa Kelas VII I SMPN 6 Kota Cirebon terhadap Pemanfaatan Media dalam Pembelajaran Menulis Teks Deskripsi Auliya, Silva Sekar; Susilo, Jimat
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v4i2.132

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya proses pembelajaran yang monoton dan hanya bergantung pada buku teks serta materi tertulis yang seringkali membuat siswa merasa jenuh. Kurangnya variasi media pembelajaran tentu akan menghambat minat belajar dan menurunkan motivasi siswa. Oleh karena itu, perlu adanya inovasi dalam penggunaan medai pembelajaran yang leih menarik. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa dalam penggunaan media pembelajaran Articulate Storyline pada materi menulis teks deskripsi di kelas VII I SMPN 6 Kota Cirebon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskripstif kualitatif. Penelitian ini melibatkan 35 siswa sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui kegiatan observasi, wawancara dan wawancara. Hasil penelitian yang dilakukan, menunjukkan bahwa media berbantuan storyline mampu merangsang kreativitas siswa dalam memilih kata, menggunakan kalimat yang variatif, dan mengembangkan imajinasi dalam menggambarkan sesuatu. Selain itu, storyline juga membuat proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan bermakna bagi siswa di kelas VII I SMPN 6 Kota Cirebon. KATA KUNCI: Storyline, Teks deskripsi, Peningkatan Kreativitas. Perception of Grade VII I I SMPN 6 Cirebon City Students on the Use of Media in Learning to Write Descriptive Texts ABSTRACT: This research is motivated by the monotonous learning process and only relying on textbooks and written materials which often make students feel bored. The lack of variety of learning media will certainly hinder students' interest in learning and reduce student motivation. Therefore, there needs to be innovation in the use of more interesting learning media. So this study aims to find out students' perceptions in the use of Articulate Storyline learning media in the material of writing descriptive texts in grade VII I SMPN 6 Cirebon City. The method used in this study is qualitative descriptive research. This study involved 35 students as research subjects. Data were collected through observation activities, interviews and interviews. The results of the research conducted show that storyline-assisted media is able to stimulate students' creativity in choosing words, using varied sentences, and developing imagination in describing something. In addition, the storyline also makes the learning process more fun and meaningful for students in grade VII I SMPN 6 Cirebon City. KEYWORDS: Storyline, Description text, Creativity Enhancement..
WOMAN IMAGES IN NOVEL MIDAH SI MANIS BERGIGI EMAS BY PRAMOEDYA ANANTA TOER (A FEMINISM APPROACH) Susilo, Jimat; Rasyad, Sobihah; Wulandari, Novi
Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/majis.1.2.6.2019

Abstract

Tujuan penelitian ini akan menggambarkan keberadaan perempuan dianggap memiliki keterbatasan, selalu dipinggirkan atau dimarjinalkan, dinomorduakan baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. Dalam segala bidang, perempuan dianggap tidak memiliki kemampuan dibanding laki-laki, seperti dalam bidang sosial, pendidikan, politik, ekonomi, maupun dalam kaitan berorganisasi. Perempuan dalam budaya Jawa hanya sebagai pelengkap kaum laki-laki, yaitu bertugas di dapur, sumur, dan kasur. Artinya, posisi perempuan tidak memiliki peran penting dalam kehidupan, tugasnya memasak, mencuci, dan menemani laki-laki saat tidur. Perlakun terhadap perempuan inilah yang memunculkan gerakan penyetaraan derajat perempuan terhadap laki-laki. Gerakan itu dinamakan feminisme. Feminisme merupakan salah satu gerakan yang menekankan pada penyetaraan gender antara laki-laki dan perempuan (Wiyatmi, 2012: 9) sebagai akibat perlakuan yang tidak adil terhadap kaum perempuan yang mengalami kesengsaraan, bahkan didudukkan jauh di bawah laki-laki (Djajanegara, 2003: 27). Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk ketidakadilan citra perempuan dalam novel Midah Si Manis Bergigi Emas karya Pramodya Ananta Toer.Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan citra tokoh utama dan mengetahui hubungannya antara tokoh utama dan tokoh lawan jenisnya. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data, seperti teknik pustaka, baca, dan catat. Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan masukan dalam mendukung dan menggerakkan literasi sekolah dan sebagai bahan penawaran untuk materi ajar guru dalam pembelajaran sastra.
Mengukur Pemikiran Kritis Calon Guru Bahasa melalui Teks Sastra Abdul Rozak; Atikah Atikah; Jimat Susilo
Aksara Vol 37, No 1 (2025): AKSARA, EDISI JUNI 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i1.4800.134-148

Abstract

Critical thinking is a necessary skill for problem-solving in learning, especially for prospective teacher students. This study investigates the critical thinking skills of prospective teacher students at Universitas Sindang Kasih Majalengka through literary analysis. This research is based on the claim that there is a low number of graduates with critical thinking abilities. Meanwhile, courses that focus on literary analysis involve critical thinking skills by utilizing various literary approaches. Critical thinking in this context focuses on indicators such as the ability to provide simple explanations, develop basic skills, summarize/conclude, provide more detailed explanations, and decide on the next strategy. Specifically, this research examines critical thinking skills in the context of literary analysis activities, including poetry, prose, and drama. The findings show that literary analysis activities provide space for prospective teacher students to train their critical thinking skills. The critical thinking abilities of each student vary, but the essay assignment framework in literary analysis provides a framework for critical thinking among students. This directly impacts the development of literacy and the ability to read critically literary works in Indonesia. AbstrakBerpikir kritis adalah kemampuan yang diperlukan untuk memecahkan masalah dalam pembelajaran, khususnya pada mahasiswa calon guru. Studi ini menyelidiki kemampuan berpikir kritis mahasiswa calon guru di Universitas Sindang Kasih Majalengka melalui telaah karya sastra. Penelitian ini didasari oleh klaim rendahnya lulusan yang memiliki kemampuan berpikir kritis. Sementara itu, mata kuliah yang berorientasi pada telaah karya sastra melibatkan kemampuan berpikir kritis dengan memanfaatkan berbagai pendekatan sastra. Kemampuan berpikir kritis dalam hal ini berpusat pada indikator kemampuan memberikan penjelasan sederhana, mengembangkan keterampilan dasar, meringkas/kesimpulan, memberikan penjelasan yang lebih rinci, dan memutuskan strategi selanjutnya. Secara khusus, penelitian ini meneliti kemampuan berpikir kritis dalam kegiatan telaah karya sastra, baik puisi, prosa, maupun drama. Temuan menunjukkan bahwa kegiatan telaah karya sastra memberikan ruang untuk mahasiswa calon guru dapat melatih kemampuan berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis setiap mahasiswa relatif berbeda, tetapi konstruk penugasan esai dalam telaah sastra memberikan kerangka kerja berpikir kritis di kalangan mahasiswa. Hal ini berimplikasi langsung pada perkembangan literasi dan kemampuan membaca kritis karya sastra di Indonesia.
Creative Process-Based Digital Teaching Materials to Increase Poetry Writing Creativity of High School Students Suherli Kusmana; Jimat Susilo; Mira Nuryanti
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 11 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v11i1.37272

Abstract

Teaching materials play an essential role in improving the success of the learning process. Traditionally, teachers use teaching materials in learning, often textbooks, which are generally presented based on the author's thoughts and interpretations of the learning outcomes. Teachers have not widely used teaching materials developed as a person's literary activity process and have not  utilised technology as a scaffold for achieving activity skills. Likewise, when teaching poetry texts to high school students, teachers still have difficulty increasing their creativity in writing poetry by only utilizing teaching materials from available textbooks. This study aims to develop teaching materials for poetry texts for high school students that are developed based on the creative process of productive poets and presented using digital technology. The study began by conducting interviews with productive poets about the creative process of producing poetry, studying the needs of teaching materials for teachers, and analyzing learning outcomes. The next step is to prepare a design of teaching materials according to the stages of the creative process in writing poetry as a basis for development and presenting it in digital form. Teaching materials are validated through expert judgment, namely by language experts, literature experts, Indonesian language and literature learning experts, and learning technology experts. Furthermore, digital poetry text teaching materials were tested through classroom learning in eight meetings at Senior High School (SMA) and Madrasah Aliyah (MA). This study produced a digital poetry text teaching material model developed based on a creative process. The validation results stated that the digital poetry text teaching material model for SMA/MA was declared very valid based on the assessment components of material or content, presentation of material, language, and graphics. The trial of teaching materials in SMA and MA shows that digital poetry text teaching materials can improve students' creative abilities in writing poetry. In addition, students' activities are more responsive and enthusiastic in participating in learning. The results of this study can contribute to providing literary teaching materials that can improve students' creativity in writing poetry.
Building Character Through Folklore: Integrating Moral Literacy in Junior High School Reading Journals Jimat Susilo; Eva Azizah
Jurnal Bebasan Vol 11 No 2 (2024)
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Banten and Perkumpulan pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v11i2.261

Abstract

This study explores the role of daily reading journals centered on folklore in fostering moral literacy and character development among junior high school students. Engaging with Indonesian folktales encouraged students to reflect on moral messages and articulate their understanding of values such as respect, honesty, responsibility, and perseverance. Using a qualitative case study approach, data were collected from student journal entries, observations, and educator interviews. The analysis focused on identifying recurring moral themes within the folklore and assessing students’ responses to them in their daily reflections. Findings indicate that regular journal reflections on folklore improve students’ engagement with reading materials and deepen their comprehension of moral concepts embedded in cultural narratives. Through consistent exposure to stories that highlight ethical dilemmas and positive traits, students develop a nuanced understanding of moral values and apply these lessons to their lives. Educators observed increased students' empathy, critical thinking, and awareness of the importance of moral conduct. This study underscores the potential of integrating folklore into school literacy programs as a valuable tool for character education. By situating moral instruction within the culturally relevant context of folklore, schools can make character education more engaging and accessible for students. The research suggests that folklore-based literacy activities could effectively reinforce positive values in educational settings, providing a framework for moral instruction that is both culturally relevant and pedagogically impactful.
Digital teaching materials for illustrated folklore of the archipelago with character values for Elementary/MI students Hariyani Hariyani; Yusida Gloriani; Jimat Susilo
Jurnal Bebasan Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Banten and Perkumpulan pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v12i1.276

Abstract

This research aims to develop digital teaching materials for illustrated archipelago folklore containing character values for elementary/MI students. The steps of this research consist of, needs analysis, designing digital teaching materials for illustrated Nusantara folklore that contain character values, development of illustrated Nusantara folklore digital teaching materials containing character values, implementation of illustrated Nusantara folklore digital teaching materials products containing character values, and evaluation of illustrated Nusantara folklore digital teaching materials containing character values. Data collection in this study involved gathering data from validation questionnaires completed by material and language experts, media experts, practitioners, and those involved in the implementation of learning. The data acquisition was analyzed in a descriptive analysis using the Likert scale and the Paired Sample T-Test. The results of the validation test by material and language experts obtained a score of 3.17; the validation test by media experts obtained a score of 3.65; validation test by Indonesian teachers obtained a score of 3.65; The results of the implementation of illustrated Nusantara folklore digital teaching materials containing character values for elementary/MI students received a positive response from students by obtaining a score of 3.63. The conclusion of this study shows that overall, this study proves that the development of digital teaching materials for illustrated archipelago folklore loaded with character values can answer the needs of students and has a positive impact on the learning process and outcomes in grade V SD/MI.
Analysis of the results of Wayground-Based formative assessments on the learning outcomes of High School Students' biographical texts Galih Ramadhan; Dede Endang Mascita; Jimat Susilo
Jurnal Bebasan Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Banten and Perkumpulan pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v12i2.283

Abstract

Formative assessments have a strategic role in providing feedback that helps improve student learning outcomes. This study aims to analyze the effectiveness of the Wayground digital platform as a formative assessment medium in learning biographical texts in class X of SMA Negeri 1 Kawali. The method used is quantitative descriptive by involving students as research subjects through the presentation of multiple-choice tests on conventional media and the Wayground platform. The results of the study show that the use of Wayground can increase student engagement and strengthen the quality of feedback during the learning process. These findings affirm Wayground's pedagogical contribution as an alternative to digital assessment that supports monitoring learning outcomes more effectively and relevant to the demands of 21st-century learning.
Implikasi kebijakan bahasa nasional pada pembelajaran menulis surat resmi: Studi kasus penurunan kemampuan bahasa digital siswa SMP Wahyuni Wahyuni; Jaja Jaja; Jimat Susilo
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v8i1.14012

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji implikasi kebijakan bahasa nasional terhadap kemampuan menulis surat resmi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam konteks komunikasi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada salah satu SMP negeri di Kabupaten Cirebon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan bahasa nasional belum berjalan optimal dalam membentuk kompetensi penggunaan ragam bahasa resmi di lingkungan digital. Dominasi praktik komunikasi informal berbasis digital berkontribusi pada rendahnya kemampuan siswa dalam menyusun surat resmi sesuai kaidah kebahasaan. Temuan ini mengungkap adanya kesenjangan antara arah kebijakan bahasa dan praktik pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada penegasan pentingnya reorientasi pembelajaran bahasa yang adaptif terhadap konteks digital tanpa mengabaikan standar kebahasaan formal. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan implementasi kebijakan bahasa nasional melalui integrasi pendekatan kontekstual dan multimodal dalam kurikulum serta praktik pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan literasi formal siswa secara berkelanjutan.
Canva sebagai Alat Bantu dalam Meningkatkan Kreativitas Siswa dengan Pendekatan CRT (Culturally Responsive Teaching) Nur'amaliyah Afifah; Jimat Susilo; Ho Ngoc Hiu
Anufa Ikaprobsi Vol 3 No 1 (2025): Juni
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/anufa.v3i1.82

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya media pembelajaran yang mampu mengakomodasi kreativitas siswa sekaligus responsif terhadap latar belakang budaya dan bahasa mereka. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran konvensional seringkali tidak memberi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan identitas kultural melalui karya kreatif, sehingga diperlukan inovasi pemanfaatan media digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan aplikasi Canva sebagai alat bantu pembelajaran dalam meningkatkan kreativitas siswa di SMAN 7 Kota Cirebon dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data primer berupa video presentasi deskripsi yang diunggah siswa kelas X2 melalui YouTube, serta data sekunder berupa buku dan artikel ilmiah terkait penggunaan Canva dalam pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data mengikuti tahapan reduksi, penyajian, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Canva efektif dalam memfasilitasi siswa mengekspresikan ide-ide kreatif melalui karya visual yang tidak hanya estetis, tetapi juga sarat makna budaya dan bahasa rumah. Canva terbukti meningkatkan keterlibatan siswa, kepercayaan diri, dan keberanian dalam mengintegrasikan identitas kultural ke dalam produk pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan Canva dengan pendekatan CRT dapat menjadi strategi pembelajaran inovatif yang relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21, sekaligus membuka peluang bagi pengembangan model pembelajaran yang kreatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Co-Authors Aan Anisa Abdul Rozak Abdul Rozak Afianti, Tria Agustina Afifah, Nur'amaliyah Afika Sucikaharti Ahmad Faris, Ahmad Al Farizi, Vionny Apriyani, Evi Ardhianti, Mimas Asep Nurjamin Asep Nurjamin AshShoffat, Qoulan Sadida Astriyani Astriyani Atikah Atikah Atikah Atikah Auliya, Silva Sekar Casmanto Casmanto Casmanto, Casmanto Chalimah Dede Endang Mascita Dewi Kusumaningsih Diyah Widi Hartati Eko Cahyo Prawoto Elin Rosmaya Eva Azizah Fanni Tamara Farent Aldava Farida Nugrahani Firda Amellia Fitrian Galih Ramadhan Gofarudin, Gofarudin Hariyani Hariyani Hartati, Diyah Widi Haryadi - Haryati, Efry Hesti Muliawati Hesti Muliawati Hiu, Ho Ngoc Ho Ngoc Hiu Ilmiyanti Rahayu Putri Irma Heryani Jaja JAJA, JAJA Jariyah, Aenun Jenal Mustopa Juwanda, Juwanda Karimah, Siti Kartika Puspa Dewi Kristiayuniar, Tami Kurniasih, Nita Laraswati, Nadya Li Kunmei Lulu Ardiani Zain Lutfi'ah, Ajeng Lintang Malika Dhita Shalaika Meta Nursekhah Mira Nuryanti Mudopar, Mudopar Muhammad Wahdan Nuh Mustopa, Jenal Naili Rohmawati Nanda, Ajy Setya Nisa Nurlaeli Novi Wulandari Nuh, Muhammad Wahdan Nuning Wahyuningsih Nur Khopipah Endah Parawangsa Nur'amaliyah Afifah Nurfadiya, Dhea Nurhaniah, Syeisa Annisa Nurlaeli, Nisa Nurul Atikah Fauzi Nuryanti, Mira Olivia Olivia Pamungkas, Farras Putera Prawoto, Eko Cahyo Pujiatna, Tri Rachmawati, Umi Rasyad, Sobihah Rasyad, Sobihah Reni Anggraeini Rimajon Sotlikova Rimajon Sotlikova Rosaelly Andryani Salsabilah, Anggita Siska Firmasari Siska Kuamala Hatrianti Siti Maisaroh Sobihah Rasyad Sotlikova, Rimajon Suherli Kusmana Sulistyowati, Heny Surtikandi Himayana Susi Darihastining, Susi Tazqiah Nuralizza Tria Agustina Afianti Umi Rachmawati Veronika Endang Wahyuni Wahyuni Wahyuni Wahyuni Wahyuni Wanda Ayu Salsabila Yashifa, Dhearissa Rahma Yusida Gloriani Zaharani, Fathia Nabila