Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) MATERI SIMBIOSIS PADA SISWA KELAS 3 SDN 37 PEKANBARU Mufthia Urfa; Risda Ramada Fitri; Neni Hermita; Rifqa Gusmida Syahrun Barokah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6478

Abstract

ABSTRACT Science learning at elementary school level needs to be designed contextually and fun so that students can understand the concept more deeply. However, in reality, there are still obstacles where students have difficulty in understanding symbiosis material because the learning approach is too theorical and does not involve students actively. This study examines the application of the Problem Based Learning (PBL) model combined with the role-playing method in learning symbiosis material for 3rd grade elementary school students. The purpose of this study is to describe how the combination of PBL and role-playing can be applied in symbiosis learning to improve students understanding of concepts and active participation. The study was conducted on 25 students in 3rd grade at a public elementary school, with data collection techniques through observation and learning outcome test. The result show that the application of the PBL model combined with the role-playing method can help students understand the types of symbiosis more realistically through the roles of living things played. In addition, this approach also has a positive impact on increasing students enthusiasm for learning, cooperation, and critical thinking skills. Thus, the combination of the PBL model and role-playing is effective in improving the quality of science learning In elementary school.
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM KONSEP WUJUD ZAT DAN PERUBAHANNYA MELALUI EKSPERIMEN HUJAN PELANGI DI SDN 188 PEKANBARU Nadia Koesvahana; Dhiya Sutrina, Neni Hermita; Rifqa Gusmida Syahrun Barokah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6501

Abstract

This study examines the effectiveness of Problem-Based Learning (PBL) through a rainbow rain experiment to improve students' understanding of matter states and changes at SDN 188 Pekanbaru. Using a qualitative approach, 25 fourth-grade students were observed through worksheets, documentation, and pre-test–post-test design. The experiment used water, food coloring, and cooking oil to visualize density and solubility concepts. The learning applied five PBL syntaxes: problem orientation, student organization, guided investigation, developing artifacts, and problem-solving evaluation. Results showed average scores increased from 48 to 75 (56.25%), with all students scoring above 60. Students were actively engaged, showing improved critical thinking and scientific skills. The study concludes that combining PBL with simple, hands-on experiments can be an effective and practical science teaching strategy in elementary education.
ANALISIS PENGGUNAAN EKSPERIMEN ‘BENDA MENARI’ DALAM MATERI PERAMBATAN BUNYI TERHADAP PEMAHAMAN SISWA KELAS V DI SDN 159 PEKANBARU: - Lisa Jamiatu Safitri; Innaya Meidini Sastri; Neni Hermita; Rifqa Gusmida Syahrun Barokah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6510

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep perambatan bunyi pada pembelajaran IPA di sekolah dasar, yang disebabkan oleh sifat materi yang abstrak dan kurangnya pengalaman konkret dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penggunaan eksperimen “Benda Menari” terhadap pemahaman konsep perambatan bunyi pada siswa, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah melalui pengalaman langsung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode eksperimen sederhana. Subjek penelitian terdiri dari 31 siswa di SDN 159 Pekanbaru. Proses pembelajaran menerapkan model Problem Based Learning yang melibatkan kegiatan eksperimen, diskusi kelompok, dan evaluasi. Instrumen yang digunakan meliputi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan soal pilihan ganda untuk menilai keterampilan proses dan pemahaman konsep. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai LKPD sebesar 83,4 dan nilai post-test siswa sebesar 83,5. Sebagian besar siswa berada pada kategori sangat baik dan baik. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan eksperimen meningkatkan partisipasi aktif, kemampuan berpikir kritis, dan pemahaman konseptual siswa. Kesimpulannya, eksperimen “Benda Menari” efektif dalam menyampaikan konsep fisika yang abstrak secara konkret dan meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan.
PENGUATAN KONSEP SISTEM GERAK MANUSIA MELALUI INTEGRASI TARI ZAPIN DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR Ismara Latifa Susiani; Zahwa Aulia; Neni Hermita; Rifqa Gusmida Syahrun Barokah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Order
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar mengenai konsep sistem gerak manusia dengan memanfaatkan Tari Zapin sebagai media pembelajaran. Latar belakang dari penelitian ini adalah kesulitan siswa dalam memahami hubungan antara tulang, otot, dan sendi ketika pembelajaran disampaikan secara teoritis dan kurang dikaitkan dengan pengalaman nyata. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan melibatkan 18 siswa kelas VI sebagai subjek. Proses pembelajaran dilakukan melalui lima pertemuan dengan pendekatan Problem Based Learning yang menggabungkan materi IPA dan unsur budaya lokal melalui aktivitas menari. Data dikumpulkan pre-tes awal dan post-tes, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan perhitungan N-Gain untuk mengukur peningkatan hasil belajar. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa setelah mengikuti pembelajaran, dengan skor rata-rata N-Gain berada dalam kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi unsur budaya, seperti Tari Zapin, dapat menjadi strategi efektif untuk menjelaskan konsep abstrak secara lebih konkret dan menyenangkan. Selain memperkuat pemahaman konsep, pendekatan ini juga menanamkan rasa cinta terhadap budaya lokal. Oleh karena itu, pembelajaran IPA yang dikaitkan dengan kearifan lokal berpotensi menjadi alternatif inovatif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar.
PENERAPAN PROBLEM-BASED LEARNING (PBL) BERBASIS BUDAYA MELAYU RIAU UNTUK MENGUATKAN PENGETAHUAN SISWA TENTANG SUMBER DAYA ALAM DI SDN 111 PEKANBARU Ratna Puspita Sari; Selly Perisca Putri; Neni Hermita; Rifqa Gusmida Syahrun Barokah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6679

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of implementing the Problem-Based Learning (PBL) model integrated with Malay Riau culture in enhancing students’ understanding of natural resources (NR) material. The background of this research is based on the importance of introducing the concept of natural resources in a contextual and meaningful way from an early stage of education, considering that textual learning without connection to local realities often makes it difficult for students to grasp the material. PBL offers a student-centered approach by engaging learners with real-world problems, encouraging collaborative solution-seeking, and prompting reflection, thereby fostering active participation and critical thingking. This study employs a mixed-methods approach, combining quantitative analysis of Student Worksheets (LKPD) and qualitative data obtained through observations and open-ended interviews with students. The research subjects were 32 fifth-grade students at SDN 111 Pekanbaru. The learning scenario raised local environmental issues linked to cultural values of the Malay community, such as gotong royong (mutual cooperation) and musyawarah (deliberation). The data show that 87.5% of students achieved scores above the Minimum Competency Criteria (KKM), with an average class score of 82.6. Observations also revealed active student engagement in group discussions, the use of local terms when expressing ideas, and the ability to propose culturally and environmentally relevant solutions. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) yang dikaitkan dengan budaya Melayu Riau dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi sumber daya alam (SDA). Latar belakang penelitian inii didasarkan pada pentingnya mengenalkan konsep SDA secara kontekstual dan bermakna sejak pendidikan dasar, mengingat pembelajaran yang bersifat tekstual dan tidak dikaitkan dengan realitas lokal sering kali membuat siswa kesulitan memahami materi. PBL menawarkan pendekatan yang menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran dengan cara menghadapi permasalahan nyata, mendiskusikan solusi, dan merefleksikan hasilnya, sehingga siswa dapat terlibat aktif dan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods), yang menggabungkan pendekatan kuantitatif melalui analisis hasil Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan pendekatan kualitatif melalui observasi serta wawancara terbuka terhadap siswa. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN 111 Pekanbaru yang berjumlah 32 orang. Skenario pembelajaran mengangkat isu-isu lingkungan lokal yang dikaitkan dengan nilai-nilai budaya Melayu seperti gotong royong dan musyawarah. Data menunjukkan bahwa 87,5% siswa mencapai nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), dengan rata-rata kelas sebesar 82,6. Hasil observasi juga memperlihatkan keterlibatan aktif siswa dalam diskusi kelompok, penggunaan istilah lokal saat menyampaikan ide, serta kemampuan mereka menyusun solusi yang relevan dengan konteks budaya dan lingkungan sekitar.
Penerapan Penerapan Model Pembelajaran Inquiry Based Learning Berbasis Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar pada Materi Pewarna Alami Wella Afriza Misfa; Lusita Sari; Rifqa Gusmida Syahrun Barokah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik di SDN 192 Pekanbaru pada materi pewarna alami melalui penerapan model pembelajaran Inquiry Based Learning (IBL) berbasis kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan melibatkan peserta didik sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model IBL berbasis kearifan lokal dapat meningkatkan kemampuan analisis, evaluasi, dan kreasi peserta didik dalam memahami konsep pewarna alami. Peserta didik dapat mengaplikasikan pengetahuan mereka dalam konteks nyata dan mengembangkan solusi inovatif untuk masalah yang terkait dengan pewarna alami. Penelitian ini berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan di bidang pendidikan dasar dengan menunjukkan bahwa model pembelajaran yang berbasis kearifan lokal dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan abad ke-21.