Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Triton

Potensi Infusa Biji Buah Pinang (Areca catechu) terhadap Tingkat Mortalitas Haemonchus contortus pada Domba Wida Wahidah Mubarokah; Lutfan Makmun; Edi Purwono; Aan Awaludin
JURNAL TRITON Vol 16 No 2 (2025): JURNAL TRITON (Issue in Progress)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i2.1381

Abstract

Haemonchosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing Haemonchus contortus dan sering menyerang pada domba. Kerugian ekonomi terbesar karena penyakit ini adalah mortalitas, penurunan produksi, pertumbuhan terhambat, serta berat badan yang rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi infusa biji buah pinang (IBP) terhadap tingkat mortalitas cacing Haemoncus contortus pada domba. Pada penelitian ini perlakuan pada masing-masing kelompok berisi 10 ekor cacing Haemoncus contortus. Kelompok I diperlakukan dengan infusa biji buah pinang konsentrasi 2,5%; kelompok II diberi infusa biji buah pinang konsentrasi 5%; kelompok III diberi infusa biji buah pinang konsentrasi 7,5%; kelompok IV diberi infusa biji buah pinang konsentrasi 10%; kelompok V diberi infusa biji buah pinang konsentrasi 12,5%; kelompok VI diberi infusa biji buah pinang konsentrasi 15%; kelompok VII diberi infusa biji buah pinang konsentrasi 17,5% , sebagai kontrol negatif (NaCl 0,9%) dan sebagai kontrol positif (Albendazole). Mortalitas cacing Haemonchus contortus dicatat setiap satu jam sampai kematian didapatkan 100% pada kelompok perlakuan tercepat. Analisis data dengan menggunakan ANOVA, dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa infusa biji buah pinang secara signifikan mempengaruhi tingkat kematian cacing Haemonchus contortus pada berbagai konsentrasi. Diperoleh hasil terbaik untuk membunuh 100% cacing Haemonchus contortus dibutuhkan waktu selama 5 jam adalah infusa biji buah pinang konsentrasi 17,5%.
Potensi Infusa Biji Buah Pinang (Areca catechu) terhadap Tingkat Mortalitas Haemonchus contortus pada Domba Wida Wahidah Mubarokah; Lutfan Makmun; Edi Purwono; Aan Awaludin
JURNAL TRITON Vol 16 No 2 (2025): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i2.1381

Abstract

Haemonchosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing Haemonchus contortus dan sering menyerang pada domba. Kerugian ekonomi terbesar karena penyakit ini adalah mortalitas, penurunan produksi, pertumbuhan terhambat, serta berat badan yang rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi infusa biji buah pinang (IBP) terhadap tingkat mortalitas cacing Haemoncus contortus pada domba. Pada penelitian ini perlakuan pada masing-masing kelompok berisi 10 ekor cacing Haemoncus contortus. Kelompok I diperlakukan dengan infusa biji buah pinang konsentrasi 2,5%; kelompok II diberi infusa biji buah pinang konsentrasi 5%; kelompok III diberi infusa biji buah pinang konsentrasi 7,5%; kelompok IV diberi infusa biji buah pinang konsentrasi 10%; kelompok V diberi infusa biji buah pinang konsentrasi 12,5%; kelompok VI diberi infusa biji buah pinang konsentrasi 15%; kelompok VII diberi infusa biji buah pinang konsentrasi 17,5% , sebagai kontrol negatif (NaCl 0,9%) dan sebagai kontrol positif (Albendazole). Mortalitas cacing Haemonchus contortus dicatat setiap satu jam sampai kematian didapatkan 100% pada kelompok perlakuan tercepat. Analisis data dengan menggunakan ANOVA, dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa infusa biji buah pinang secara signifikan mempengaruhi tingkat kematian cacing Haemonchus contortus pada berbagai konsentrasi. Diperoleh hasil terbaik untuk membunuh 100% cacing Haemonchus contortus dibutuhkan waktu selama 5 jam adalah infusa biji buah pinang konsentrasi 17,5%.
Co-Authors - Nurkholis Adhyatma, Muhammad Adirangga Fahrudin Agus Hadi Prayitno Ahmad Syarifuddin Ana Sahara Anang Febri Prasetyo, Anang Febri Anie Insulistyowati Anifiatiningrum, Anifiatiningrum April Hari Wardhana Ariyadi, Bambang Arnuphapprasert, Apinya Aulyani, T. L. Bagus Djuni Bambang Ariyadi, Bambang Bayu Rosadi Budi Hariono Budi Utomo Cahyani, Annisa Putri Damhuri, Dedi Dwi Priyowidodo Dwi Putro Sarwo Setyohadi, Dwi Putro Sarwo Dyah Laksito Rukmi Edi Purwono Erfan Kustiawan Erfan Kustiawan Erlangga Satria Mulyadi Putra Eryl Sri Rohayati Fadel Muhammad Priyatna Fahmida Manin Fathur Rohman Haryadi Faznur, Lutfi Syauki Gayuh Syaikhullah Hafidz Ilyas At Thariq Hariadi Subagja Hendra Yufit Riskiawan Himmatul Khasanah Jessica Anggun Safitri Joko Prastowo Junaidi, Yendri Kurnianto, Mokhamad Fatoni Kurniasih Kurniasih Kusuma, Satria Budi Listyowati, Andang Andiani Lutfan Makmun M Adhyatma M. Adhyatma Makmun, Lutfan Miftakhul Zannah Mira Andriani Mochamad Alfinanda Santriagung Morsid Andityas Mubarokah, Wida Wahidah Muhamad, Nur MUHAMAD, NUR Muzizat Akbarrizki, Muzizat Nanang Dwi Wahyono Ningsih, Niati Niswatin Hasanah Nugraheni, Yudhi Ratna Nugraheni, Yudhi Ratna Nugraheni, Yudhi Ratna Nugraheni, Yudhi Ratna Nugroho, Wendy Triadji Nur Muhamad Nurcahyo, Raden Wisnu Nurfitriani, Rizki Amalia Nurkholis, - Paradewa Baskara Pastawan, Viagian Pastawan, Viagian Pertami, Rindha Rentina Darah Poernomo, Hadi Pranatasari, Dewi Prastowo, Joko Pudji Rahayu Purwono, Edi Putra, Dhanang Eka Putra, Zidhandika Nagita Ratna Sholatia Harahap Refa Firgiyanto Rengganis, Anggraeni Ayu Rizki Amalia Nurfitriani Rizki Amalia Nurfitriani Rizky Muzaka, Muhammad Iqbal Rukmi, Dyah Laksito Sarwo Edy Wibowo Satria Budi Kusuma Siswantoro, Dharwin Suluh Nusantoro Surya Widyarsi Syaikhullah, Gayuh Syaikhulloh, Gayuh Syamsul Arifin Theo Mahiseta Syahniar Wida Wahidah Mubarokah Widiarso, Budi Purwo Winarsih, Sugi Yatno, Yatno Yosua Lede Pono Yudhi Ratna Zurbein Zurbein