Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Kegiatan Ice Breaking terhadap Perkembangan Emosional Anak Usia Dini Putri krismawati salam, Putri; Chandra Apriyansyah
PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 01 (2022): PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/paud-lectura.v5i03.10678

Abstract

Ice breaking is an activity carried out to train concentration, melt the atmosphere and reduce student boredom in participating in learning activities. The purpose of this study was to find out the effect of ice breaking activities on the emotional development of early childhood. This research was conducted at SPS Baitul Hidayah which is located at Jatikramat Indah 2 Jatikramat Jatiasih, Bekasi City. The sample used in this study were all students in group B, totaling 29 people. The data of this study were obtained from observations based on indicators of children's emotional development. Data analysis using descriptive analysis and hypothesis submission in this study using paired sample te-test. Based on the results of the paired sample t-test, the results of the pretest in the experimental group showed the average score was 19.67, after being given treatment in the form of ice breaking activities, the posttest results on the emotional development of early childhood increased by an average of 35.13. While the results of the pretest in the control group showed an average score of 18.79, after being given treatment there was an increase with an average of 32.57. So it can be concluded that ice breaking activities have an influence on the emotional development of early childhood at Baitul Hidayah SPS in the 2021/2022 school year.
Penggunaan Media Kartu Bergambar Dalam Menumbuhkan Kemampuan Mengenal Huruf Anak Usia 5-6 Tahun di KB. Baiturrohiem Cuarni, Cuarni; Apriyansyah, Chandra; Widiyastuti, Arie
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 10 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v4i10.2054

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media kartu bergambar dalam menumbuhkan Kemampuan mengenal huruf anak usia 5-6 tahun di KB. BAITURROHIEM selama kurun waktu dua bulan yakni Mei-Juni 2024. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data pada penelitian ini melalui tiga model yakni wawancara, observasi dan dokumentasi.Analisis data yang digunakan adalah model Miles and Huberman yang terdiri dari tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media kartu bergambar di KB. BAITURROHIEM melalui tahapan perencanaan dan Langkah-langkah yang sudah disiapkan. Penggunaannya bisa di dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) atau diluar KBM. Dampaknya positif terhadap Kemampuan mengenal huruf anak. Hal tersebut diantaranya terlihat dari sebagian besar anak usia 5-6 tahun di KB. BAITURROHIEM sudah lancar Bahasa buku cerita, sudah bertambah kosa katanya dan dapat merangkai kata menjadi kalimat. Selain itu muncul minat dan semangat untuk belajar Bahasa
Mengurai Misteri Pertumbuhan: Memetakan Perkembangan Anak dengan Kebutuhan Khusus melalui Observasi yang Mendalam Sukatmi, Sri; Apriyansyah, Chandra
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 3 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i3.4825

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada pengembangan metode berdasarkan kondisi pembelajaran yang ada dan mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi metode asesmen perkembangan anak berkebutuhan khusus di kelas Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Sejenis (SPS) Alam Atifa Bogor, Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan melibatkan tiga subjek penelitian, yaitu seorang anak autisme (SY), guru kelas, dan guru pendamping. Dalam penelitian ini, instrumen penelitian yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif melalui tahap pengumpulan, pengolahan, dan interpretasi data. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang asesmen perkembangan anak berkebutuhan khusus pada kalangan guru-guru pendidikan anak usia dini di Bogor.
Pentingnya Modifikasi Instrumen Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif Apriyansyah, Chandra; Tjalla, Awaluddin; Saptono, Ari; Sukatmi, Sri
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i6.5338

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk menghasilkan instrumen evaluasi program PAUD HI. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan instrumen Instrumen penilaian Evaluasi Program PAUD HI  yaitu instrumen yang digunakan untuk  mengukur efektivitas Program PAUD HI. Sebelum data dikumpulkan, instrumen sebagai pengumpul data perlu dipastikan memiliki legitimasi/validitas/inference quality. Pada penelitian mixed methods karena tidak terlalu menekankan pada pengujian konsep dari suatu teori, pembuktian legitimasi instrumen dapat dilakukan dengan review eksternal salah satunya adalah meminta “pakar/teman sejawat” untuk membantu menilai sejauh mana instrumen pengumpulan data yang digunakan benar-benar mengukur apa yang ingin nilai. Hasil penghitungan nilai reliabilitas seluruh butir instrumen menunjukkan bahwa rata-rata nilai koefisien  dalam kategori tinggi (0,71) dan nilai reliabilitas untuk ceklis dokumen juga dalam kategori tinggi (0,73) yang artinya seluruh butir instrumen memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi sehingga layak melakukan evaluasi program PAUD HI
Hubungan antara Interaksi Sosial, Teman Sebaya, dan Perkembangan Bahasa Anak melalui Play-Based Learning Prihatiningsih, Meilania Indah; Apriyansyah, Chandra; Priyanti, Nita; Sukatmi, Sri; Ismail, Mazeni
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 5 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i5.7508

Abstract

Perkembangan bahasa anak usia dini menjadi aspek fundamental dalam membentuk kemampuan berpikir, berkomunikasi, dan berinteraksi sosial, namun kenyataannya masih banyak anak yang mengalami keterlambatan bahasa terutama di lingkungan multikultural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan Play-Based Learning terhadap keterampilan berbahasa anak usia dini di PAUD YPJ Tembagapura. Subjek penelitian terdiri atas guru dan anak-anak yang berasal dari latar belakang suku dan budaya yang beragam. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kegiatan bermain, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Play-Based Learning secara signifikan memperkaya kosakata anak, meningkatkan kemampuan membentuk struktur kalimat, serta memperkuat keterampilan komunikasi dengan teman sebaya. Permainan imajinatif juga terbukti menumbuhkan kreativitas berbahasa, kepercayaan diri, serta etika komunikasi. Guru berperan penting sebagai fasilitator melalui scaffolding, arahan, dan integrasi nilai keberagaman. Simpulan penelitian menegaskan bahwa interaksi sosial dalam konteks bermain merupakan faktor kunci pengembangan bahasa anak usia dini, dengan implikasi praktis perlunya penguatan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran berbasis bermain di lingkungan multikultural.
EVALUASI PELATIHAN MENDONGENG UNTUK GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI: IMPELEMTASI MODEL KIRKPATRICK Zakiah, Wiwin; Priyanti, Nita; Apriyansyah, Chandra
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7518

Abstract

This research is motivated by the importance of storytelling skills as a creative learning medium and the instillation of Islamic values ??in early childhood. However, the reach and follow-up of training for early childhood education (PAUD) teachers remains limited. The focus of this study was to evaluate the effectiveness of a storytelling training program organized by the Happy Islamic Story Lovers Community (PCIC) for PAUD teachers. This study used the Kirkpatrick evaluation model, limited to three levels: Reaction, Learning, and Behavior. The methods used were qualitative and quantitative approaches (pre- and post-test questionnaires, interviews, and observations) with teachers and principals at 15 kindergartens in Setu District, Bekasi. The results showed positive findings. At the Reaction level, participants were satisfied with the material, the presenters (score 4.6), and the committee (score 4.5). At the Learning level, there was a significant increase in knowledge and skills among all participants. However, at the Behavior level, findings revealed that only around 40% of participants implemented the training results, due to internal (lack of confidence) and external (lack of mentoring) constraints. It was concluded that this training was successful at the level of reaction and learning, but less effective in promoting long-term behavioral change, requiring ongoing mentoring and institutional support. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keterampilan mendongeng sebagai media pembelajaran kreatif dan penanaman nilai Islami pada anak usia dini, namun jangkauan dan tindak lanjut pelatihan bagi guru PAUD masih terbatas. Fokus penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas program pelatihan mendongeng yang diselenggarakan oleh Komunitas Pecinta Cerita Islami Ceria (PCIC) bagi guru PAUD. Penelitian ini menggunakan model evaluasi Kirkpatrick yang dibatasi pada tiga level: Reaction, Learning, dan Behavior. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif (angket pre-test dan post-test, wawancara, observasi) terhadap guru dan kepala sekolah di 15 TK di Kecamatan Setu, Bekasi. Hasil penelitian menunjukkan temuan yang positif. Pada level Reaction, peserta puas terhadap materi, pemateri (skor 4.6), dan panitia (skor 4.5). Pada level Learning, terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang signifikan pada seluruh peserta. Namun, pada level Behavior, temuan mengungkap bahwa hanya sekitar 40% peserta yang menerapkan hasil pelatihan, disebabkan oleh kendala internal (kurang percaya diri) dan eksternal (minimnya pendampingan). Disimpulkan bahwa pelatihan ini berhasil pada level reaksi dan pembelajaran, namun kurang efektif dalam mendorong perubahan perilaku jangka panjang, sehingga diperlukan pendampingan berkelanjutan dan dukungan institusional.
Eksplorasi Strategi Peningkatan Well-Being dan Motorik Kasar Anak Usia Dini melalui Pembelajaran Berbasis Tari Yatim, Heriyati; Apriyansyah, Chandra
Indonesian Journal of Social and Educational Studies Vol 6, No 2 (2025): Indonesian Journal of Social and Educational Studies (Article in Press)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijses.v6i2.79418

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pembelajaran berbasis tari dalam meningkatkan well-being dan keterampilan motorik kasar anak usia dini. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya aktivitas fisik dan kesejahteraan emosional anak akibat keterbatasan ruang bermain, penggunaan gawai yang berlebihan, serta orientasi akademik yang dominan di lembaga PAUD. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Penelitian dilakukan di dua Taman Kanak-Kanak di Kota Makassar dengan partisipan 40 anak usia 5–6 tahun. Strategi pembelajaran tari dikembangkan dengan mengadaptasi gerakan tari tradisional Makassar yang disesuaikan dengan kemampuan anak, serta dikemas dalam bentuk permainan interaktif yang melibatkan guru dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan sebesar 27% pada aspek motorik kasar dan 24% pada aspek well-being anak setelah empat minggu implementasi. Anak menjadi lebih aktif, percaya diri, dan ekspresif dalam kegiatan fisik maupun sosial. Guru menilai modul pembelajaran praktis dan mudah diterapkan, sedangkan orang tua melaporkan peningkatan keceriaan dan interaksi positif anak di rumah. Integrasi unsur budaya lokal juga memperkuat identitas dan kebanggaan anak terhadap warisan budaya daerah. Dengan demikian, strategi pembelajaran berbasis tari terbukti efektif sebagai inovasi pendidikan holistik yang menyeimbangkan pengembangan fisik, emosional, sosial, dan budaya anak usia dini Kata Kunci: Pembelajaran Tari; Well-Being; Motorik Kasar; Anak Usia Dini; Strategi Pembelajaran
Early Childhood Education: Integrative Holistic Early Childhood Development Program Implementation Chandra Apriyansyah; Awaluddin Tjalla; Ari Saptono; Sofia Hartati; Fasli Jalal; Sri Sukatmi; Mazeni Ismail; Lia Kurniawaty
Jurnal Pendidikan Anak Vol 6 No 2 (2024): Child Education Journal August
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/cej.v6i2.5990

Abstract

This study aims to observe how the Integrative Holistic Early Childhood Development Program is implemented in ECCE units. The survey's conclusion that Bogor Regency's use of Integrative Holistic ECCE is still subpar served as the impetus for this investigation. This study uses a descriptive, qualitative research design. The PAUD unit in Bogor Regency hosted the study for three months, from March to May 2024. This study includes principals and instructors as subjects. Qualitative descriptive analysis is the data analysis method that is applied. Data reduction, data visualization, conclusion drafting, and data verification are among the stages of data analysis. Using triangulation, the data's veracity is verified. According to the study's findings, principals and teachers have a positive attitude toward PAUD HI, employ effective strategies or methods in their programs, and work together with the government, non-governmental organizations, parents, and the private sector. However, one of the main challenges in putting PAUD HI programs into practice in ECCE units is the lack of funding, facilities, and teaching staff, as well as a lack of resources for the learning environment and parent involvement. The study's conclusion The Integrative Holistic Early Childhood Development (PAUD HI) program faces a number of obstacles during implementation. To overcome these obstacles, the community, government, and educational institutions must work together well, actively involve parents, improve infrastructure and human resources, and conduct periodic evaluations.