Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Wacana Kritis Van Dijk dalam Teks Berita “Bayi Berkepala Dua Lahir di Cilacap” Dairi Sapta Rindu
Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2017): Deiksis Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/deiksis.v4i1.412

Abstract

Istilah wacana digunakan untuk memayungi penggunaan bahasa yang sangat luas, ada wacana politik, wacana kuliah, wacana akademik, wacana berita, dan masih banyak lagi. Wacana merupakan satuan bahasa yang terlengkap; dalam hierariki gramatikal dan merupakan satuan gramatikal yang tertinggi atau terbesar. Berita adalah informasi yang menginformasikan peristiwa atau kejadian yang penting diketahui oleh masyarakat, yang disampaikan baik secara lisan maupun tulisan. Dengan demikian, membaca berita berarti membaca bentuk laporan tentang suatu kejadian yang sedang terjadi atau keterangan dari suatu peristiwa. Penelitian ini membahas analisis teks wacana kritis teori Van Dijk dalam teks berita “Bayi Berkepala Dua Lahir Di Cilacap”. Untuk menganalisis suatu teks, ada beberapa elemen yang harus diperhatikan. Menurut Van Dijk, teks terdiri dari beberapa elemen, yaitu: tematik, skema, latar, detil, maksud, koherensi, pengingkaran, bentuk kalimat, kata ganti, leksikon, dan praanggapan. Kata kunci: analisis wacana kritis, analisis teks, wacana berita
PELATIHAN PENYUSUNAN MATERI AJAR MENGGUNAKAN APLIKASI GAMMA BAGI CALON GURU BAHASA INDONESIA Simanjuntak, Dairi Sapta Rindu; Mubarak, Zia Hisni; Rudianto, Gaguk; Wulan , Eka Putri Saptari; Johan , Mhd.; Pangaribuan, Jontra Jusat
PUAN INDONESIA Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal PUAN Indonesia Vol. 7 No. 1 Juli 2025
Publisher : ASOSIASI IDEBAHASA KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/jpi.v7i1.380

Abstract

The training program on Developing Teaching Materials Using the Gamma Application for Indonesian Language Teacher Candidates was conducted with the primary aim of enhancing the participants' competencies in utilizing technology for educational purposes. This initiative involved 30 participants from various universities in Medan, yielding significant improvements in their knowledge and skills. Prior to the training, only about 30% of participants felt confident in using the Gamma application; however, this figure rose to 85% post-training. Participants successfully created creative digital teaching materials that aligned with curriculum standards, incorporating engaging multimedia elements. In addition to technical skill enhancement, the training also boosted participants' motivation to learn, making the material development process more enjoyable. Despite challenges related to varying technological abilities and limited internet access, effective mentoring strategies and the provision of independent learning resources proved beneficial. The outcomes of this training are expected to positively impact the quality of education in Indonesia and inspire similar initiatives in the future.
MODEL SPEAKING DELL HYMES DALAM DIALOG INEWS “TIGA TERLAPOR IJAZAH JOKOWI BERSAKSI” Naibaho, Winda; Sapta Rindu Simanjuntak, Dairi; Eliazer Girsang, Natal; Damai Simanjuntak, Maretha
ASMARALOKA: Jurnal Bidang Pendidikan, Linguistik, dan Sastra Indonesia Vol. 3 No. 2 (2025): Volume 3 nomer 2 July 2025
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/asmaraloka.v3i2.543

Abstract

This study aims to analyze verbal communication in the televised discussion “Tiga Terlapor Ijazah Jokowi Bersaksi” using Dell Hymes’ SPEAKING model within the framework of ethnography of communication. The research focuses on how communication elements—setting, participants, ends, act sequence, key, instrumentalities, norms, and genre—construct interaction dynamics in digital political discourse. A qualitative approach was applied, utilizing discourse analysis based on ethnographic communication. Data were collected from a live broadcast and transcribed dialogue, then systematically analyzed to uncover the structure and strategies employed by the participants. The findings show that the program serves not only as an informative space but also as a discursive arena for identity negotiation, ideological contestation, and representation of power. Each component of the SPEAKING model plays a significant role in shaping complex meanings in politically charged communication. The study concludes that the ethnographic communication approach is highly effective in examining speech acts within digital political contexts, revealing how verbal interactions are influenced by social positions, ethical considerations, and ideological interests.
ANALISI WACANA KRITIS VAN DIJK PADA TEKS PIDATO PRABOWO DIDEPAN PURNAWIRAWAN TNI Sinulingga, Indah; Sapta Rindu Simanjuntak, Dairi; Renata Sipayung, Angelica; Sion Dameria Silaen, Putri
ASMARALOKA: Jurnal Bidang Pendidikan, Linguistik, dan Sastra Indonesia Vol. 3 No. 2 (2025): Volume 3 nomer 2 July 2025
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/asmaraloka.v3i2.556

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna, ideologi, dan relasi kuasa dalam pidato Prabowo Subianto di hadapan purnawirawan TNI melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis model Teun A. van Dijk. Pendekatan ini digunakan karena pidato tersebut sarat akan ideologi, sejarah, dan politik yang berkaitan dengan kondisi sosial dan moral bangsa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik studi dokumentasi, berupa transkrip pidato sebagai data utama dan kepustakaan sebagai data pendukung. Analisis fokus dilakukan pada tiga dimensi utama Van Dijk, yaitu makrostruktur (tematik), suprastruktur (organisasi wacana), dan mikrostruktur (pilihan leksikal, kalimat, pronomina, konjungsi, dan interjeksi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema utama pidato tersebut merupakan refleksi perjuangan angkatan '45 sebagai dasar legitimasi keterlibatan purnawirawan TNI di ranah politik dalam rangka menyelamatkan bangsa dari krisis moral dan ketimpangan sosial. Pidato ini menyatukan narasi sejarah, kritik sosial, dan seruan politik dalam satu wacana logistik dan emosional. Pemilihan diksi dan struktur retorika dalam pidato secara strategis membangun citra diri, membangkitkan emosi, dan mengarahkan opini publik kepada legitimasi moral tokoh militer di panggung politik. Temuan ini menegaskan bahwa bahasa dalam wacana politik tidaklah netral, melainkan sarat dengan strategi persuasi dan ideologi. Kata Kunci: Analisis Wacana Kritis, Van Dijk, Pidato Prabowo, Ideologi, TNI, Politik, Generasi 45 Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna, ideologi, dan relasi kekuasaan dalam pidato Prabowo Subianto di hadapan para purnawirawan TNI melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis model Teun A. van Dijk. Pendekatan ini digunakan karena pidato tersebut sarat akan memuat ideologi, sejarah, dan politik yang berkaitan dengan kondisi sosial dan moral bangsa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik studi dokumentasi, berupa transkrip pidato sebagai data utama dan literatur sebagai pendukung. Analisis fokus dilakukan pada tiga dimensi utama Van Dijk yaitu struktur makro (tematik), superstruktur (organisasi wacana), dan mikrostruktur (pilihan leksikal, kalimat, kata ganti, konjungsi, dan interjeksi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema utama pidato adalah refleksi perjuangan generasi 45 sebagai dasar legitimasi keterlibatan purnawirawan TNI dalam ranah politik demi menyelamatkan bangsa dari krisis moral dan ketimpangan sosial. Pidato ini menyatukan narasi sejarah, kritik sosial, dan seruan politik dalam satu kesatuan wacana yang logistik dan emosional. Pilihan diksi dan struktur retoris dalam pidato secara strategis membangun citra diri, menggugah emosi, dan mengarahkan opini publik terhadap legitimasi moral tokoh militer di panggung politik. Temuan ini menegaskan bahwa bahasa dalam wacana politik tidak netral, melainkan sarat strategi persuasi dan ideologi. Kata Kunci: Analisis Wacana Kritis, Van Dijk, Pidato Prabowo, Ideologi, TNI, Politik, Generasi 45
Analisis Multi Modallitas Iklan Produk Susu Milkku Raja, Desna Sartika Br Lumban; Simanjuntak, Dairi Sapta Rindu; Barus, Lusia Nanda Sari Br; Sirait, Dwika Sari Br
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i3.617

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis wacana multimodal dalam iklan produk susu Millku di YouTube. Menggunakan pendekatan analisis wacana multimodal, kajian ini menyoroti interaksi unsur verbal dan nonverbal dalam membentuk pesan dan citra produk. Latar belakang penelitian adalah perubahan strategi iklan yang kini menggabungkan teks, gambar, suara, dan tata letak visual. Metode yang digunakan bersifat kualitatif dengan teknik analisis konten dan simak. Data utama berupa video iklan Millku dianalisis menggunakan teori multimodal Kress & van Leeuwen. Unsur yang diteliti meliputi teks promosi, narasi, musik latar, ekspresi visual, dan tata letak. Hasil menunjukkan bahwa iklan Millku secara efektif memanfaatkan unsur multimodal untuk menciptakan suasana emosional positif, menonjolkan keunggulan produk, dan membangun kedekatan dengan konsumen. Musik lembut, narasi persuasif, dan visual keluarga bahagia menjadi strategi utama dalam memperkuat daya tarik iklan. Penelitian ini diharapkan memperkaya kajian strategi komunikasi visual dan analisis wacana multimodal.
Analisis Wacana Kritis Teori Van dijk dalam lagu “jangan bicara solidaritas” dalam Sukatani Band Tumanggor, Sangap; Simanjuntak, Dairi Sapta Rindu; Hasibuan, Lina Rayanti; Ginting, Yesita Primsa Br
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i3.624

Abstract

Penelitian ini menganalisis makna ideologis dalam lagu "Jangan Bicara Solidaritas" karya Sukatani Band menggunakan analisis wacana kritis model Van Dijk. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa lirik lagu. Analisis mencakup tiga struktur wacana: makro, superstruktur, dan mikro. Hasilnya menunjukkan bahwa lagu ini mengkritik solidaritas semu sebagai alat pencitraan, dengan penggunaan diksi kritis, gaya repetitif, dan metafora. Lagu ini mencerminkan keresahan sosial dan membentuk kognisi pendengar terhadap realitas solidaritas yang dipertanyakan keasliannya
The SPEAKING DELL HYMES TAYANGAN MEMBONGKAR PERDAGANGAN MANUSIA DALAM PODCAST “CURHAT BANG DENNY SUMARGO” Situmorang, Lidia Nuryani; Simanjuntak, Dairi Sapta Rindu; Simanungkalit, Juindah Sri Naomi; Girsang, Fitri Junianti
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 2 (2025): Jubindo: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur dan makna wacana perdagangan manusia melalui analisis kritis terhadap komunikasi verbal dalam podcast “Curhat Bang Denny Sumargo”. Dengan menggabungkan model SPEAKING dari Dell Hymes dan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK), penelitian ini menyoroti bagaimana unsur linguistik dan sosiokultural membentuk narasi tentang trauma, ketidakadilan, dan perlawanan dalam media digital. Data diperoleh dari sebuah episode podcast yang menampilkan seorang ibu yang menceritakan pengalaman anaknya yang menjadi korban perdagangan manusia dan dipulangkan dalam kondisi meninggal dunia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi, transkripsi, dan observasi non-partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap elemen dalam model SPEAKING: setting, participants, ends, act sequence, key, instrumentalities, norms, dan genre mengungkap bagaimana unsur verbal dan nonverbal berkontribusi membangun narasi yang penuh emosi, sadar sosial, dan berpihak secara ideologis. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada penerapan kerangka etnografi komunikasi dalam konteks podcast nonfiksi yang emosional wilayah yang jarang disentuh dalam kajian linguistik tradisional. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu bahasa, sastra, dan pembelajarannya dengan menawarkan model analisis wacana autentik dalam konteks digital, sehingga menjembatani teori linguistik dengan realitas sosial kontemporer. Integrasi ini memperkuat literasi kritis dan kesadaran wacana peserta didik, khususnya dalam memahami dinamika kekuasaan dan pembingkaian narasi dalam media modern. Kata kunci : Model SPEAKING, perdagangan manusia, podcast, analisis wacana kritis Abstract This study aims to investigate the structure and meaning of discourse on human trafficking through a critical analysis of verbal communication in the podcast “Curhat Bang Denny Sumargo”. Using Dell Hymes SPEAKING model in combination with Critical Discourse Analysis (CDA), the research focuses on how linguistic and sociocultural elements construct narratives of trauma, injustice, and resistance within digital media. The data were collected from a podcast episode featuring a mother recounting her child’s experience of being trafficked and returned in a body bag. The research applies a descriptive qualitative method, using documentation, transcription, and non-participant observation techniques. Findings show that each element of the SPEAKING model: setting, participants, ends, act sequence, key, instrumentalities, norms, and genre reveals how verbal and nonverbal cues contribute to constructing a narrative that is emotionally charged, socially conscious, and ideologically positioned. The novelty of this study lies in its application of ethnographic communication frameworks within emotionally intense, non-fictional podcast settings an area often overlooked in traditional linguistic studies. The study contributes to the development of language, literature, and language learning by offering a model for analyzing authentic discourse in digital contexts, thus bridging linguistic theory with contemporary social realities. This integration enhances students’ critical literacy and discourse awareness, especially in understanding power dynamics and narrative framing in modern media. Keywords : SPEAKING model, human trafficking, podcast, critical discourse analysis
Analysis of Grammatical Cohesion Errors in Explanatory Texts 11th Grade Students of SMA Santo Petrus Medan Sihite, Jernyta; Simanjuntak, Dairi Sapta Rindu; Gultom , Candra Ronitua; Ginting, Angelina Pascalia
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 4 (2025): Juli 2025
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55909/jpbs.v4i4.846

Abstract

This study aims to describe the grammatical errors found in explanatory texts written by eleventh-grade students of SMA Santo Petrus Medan in the 2024/2025 academic year. The research was conducted during the even semester, from January to June 2025. The population included all eleventh-grade students, with a sample of 90 texts selected from class XI using purposive sampling. Data collection instruments included written tests, documentation, and observation. The data analysis technique employed the distributional method (metode agih) by Sudaryanto, utilizing the basic technique of Immediate Constituent Analysis (BUL) along with advanced techniques such as deletion and substitution. The results show that the most dominant grammatical errors were found in the use of grammatical cohesion, particularly in reference and conjunction. Reference errors include unclear or contextually inappropriate pronouns, while conjunction errors include excessive use, improper choice, or absence of necessary connectors. Data were presented systematically with coded references to clearly identify each error and its context. These findings highlight the need for writing instruction that emphasizes discourse structure and grammatical cohesion to help students produce more coherent and effective texts.
Forms of Affixation Morphological Errors in Speech Texts of Grade VIII Students SMP Swasta Cerdas Bangsa Ginting, Angelina Pascalia; Simanjuntak, Dairi Sapta Rindu; Gultom, Candra Ronitua; Sihite, Jernyta
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 4 (2025): Juli 2025
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55909/jpbs.v4i4.848

Abstract

This study aims to describe the forms of affixation morphological errors in speech texts written by eighth-grade students of the Smart Bangsa Private Junior High School. This study uses a qualitative descriptive method. The study was conducted at the Smart Bangsa Private Junior High School in the 2024/2025 academic year. The study population was 80 eighth-grade students' speech texts. The sample consisted of 75 texts selected purposively. Data collection on the forms of affixation morphological errors in speech texts was carried out through documentation techniques based on observation guide sheets. The observation guidelines were compiled using objective and systematic steps. Data analysis of the forms of affixation morphological errors in speech texts used the distribution method supplemented by advanced techniques, including the lesap technique and the ganti technique. The results of the study, based on the analysis of 75 data points, showed that only 23 data points contained affixation errors. The types of errors that appeared included errors in the use of prefixes, errors in the use of suffixes, and errors in the use of confixes. The most dominant error was in the use of prefixes. Meanwhile, errors in the use of infixes were not found. This finding shows that students still experience difficulties in applying the rules of affixation morphology correctly, especially in formal writing contexts such as speech texts.
Analisis Multimodal Iklan Promosi Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Katolik Santo Thomas Medan 2025 Di Media Sosial Instagram Nababan, Liska Roada Nababan; Dairi Sapta Rindu Simanjuntak; Cindy Henike Berutu; Santa Gracia Sihombing; Surabina Br Barus
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i2.7591

Abstract

Tulisan ini membahas tentang analisis multimodal pada brosur Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Brosur sebagai media informasi cetak memiliki kekompleksitasan makna yang tidak hanya disampaikan melalui bahasa verbal, tetapi juga melalui unsur visual, tata letak, tipografi, dan simbol-simbol nonverbal lainnya. Kekayaan makna dalam brosur PMB menuntut adanya pendekatan analisis yang mampu mengungkap berbagai lapisan pesan yang disampaikan. Oleh karena itu, analisis multimodal menjadi pendekatan yang relevan untuk memahami bagaimana makna dibentuk melalui kombinasi berbagai moda semiotik. Tulisan ini menggunakan teori linguistik sistemik fungsional (LSF) sebagai landasan teoretis. Model analisis multimodal dikembangkan dari perpaduan teori multimodal oleh Anstey & Bull (2010) dan kerangka kerja analisis visual oleh Kress dan Van Leeuwen (1996–2006). Hasil analisis menunjukkan bahwa brosur PMB mengandung sistem semiotik multimodal yang mencakup unsur linguistik, visual, gestural (melalui ekspresi dan posisi tokoh), serta spasial (melalui penataan elemen dalam halaman). Temuan ini menunjukkan bahwa pemaknaan brosur PMB tidak dapat dilepaskan dari interaksi antar moda semiotik yang saling mendukung dalam menyampaikan pesan promosi dan ajakan kepada calon mahasiswa.
Co-Authors Afriana, Afriana Agnes Patricia Sitanggang Amelia Sembiring Angel Seven Girl Sinaga Angel Sinaga Angelica Renata Sipayung Arianto, Tomi Aritonan, Riwando Aritonang, Aldo Yehezkiel Arta Siregar, Widi Audy Harianja, Putri Bangun, Yesa Maranata Br Barus, Eme Maleman br. Barus, Lusia Nanda Sari Br Bastanta Parangin-angin Bonar Gurning br karo, Yesi karolina Br Purba, Rika Br Tarigan, Cindy Claren Br. Bangun, Reh Syerina Cindy Henike Berutu Damai Simanjuntak, Maretha Desna Sartika Br Lumban Raja Dongoran, Jhonas Dwika Sari Br Sirait Elfrida Simatupang, Dina Eliazer Girsang, Natal Elisabet Maibang Elisabet Maibang Elsi Ginting Emil Eka Putra Enjelika Sijabat evyanto, winda Fasaaro Hulu Febriyanti Simbolon Florest Kristin Zai Gaguk Rudianto Gaguk Rudianto Ginting, Angelina Pascalia Ginting, Yesita Primsa Br Girsang, Fitri Junianti Girsang, Natal Eliazer Gultom, Candra Ronitua Gustianingsih, Gustianingsih Harefa, Boisman Hasibuan, Lina Rayanti Herlita Sari Br Pinem Hutabarat, Novita Rut Indah Lestari Sinulingga Indah Marni Halawa Indah Marni Halawa Irawan, Nafdi Johan , Mhd. Johan, Mhd Johan, Mhd. Juliani, Rani Karolina Br Karo, Yesi Keliat, Priska Novalisa Khatrina Sitanggang Klarentina Ria Sinaga Krisdayanti Zalukhu Lastri Situmorang Lestari Tamba Liana Liana Lusia Nanda Sari Br Barus Mahulae, Dinda Olivia Maibang, Elisabet Manik, Cici Andriani Maria Siallagan Martina Hani Simbolon Maya Manullang Melda Sulistiani Sinaga Melisa Purba Mitha Br Tarigan, Selo Morado Saragih, Yehezkiel Mubarak, Zia Hisni Mulyadi Mulyadi Nababan, Liska Roada Nababan Naibaho, Winda Napitupulu, Evi Rosalinda Nila, Shafa Firda Novita Br Tondang Oktalia Ramadani Silitonga Oktavia, Yunisa Pandiangan, Friska Pandiangan, Ramanta Pangaribuan, Jontra Jusat Pramesti Naibaho, Winda Purba, Melisa Purba, Sannike Putri Audy Harianja Putri Sion Dameria Silaen Raja, Desna Sartika Br Lumban Rani Juliani Renata Sipayung, Angelica Risma Yeni Juliana Panjaitan Riwando Aritonang Rosa Maria Simamora Rosa Mungkur Rosalinda Napitupulu, Evi Rudianto, Gaguk Santa Gracia Sihombing Saragi, Yehezkiel Morado Sari Br Pinem, Herlita Sari Fransisca Purba, Yulica Siahaan, Erika Maylisa siallagan, Maria yuliana Sihite, Jernyta Simamora, Namesio Simanungkalit, Juindah Sri Naomi Simanungkalit, Juindah Sri Naomi Simatupang, Dina Elfrida simbolon, Febriyanti Simbolon, Martina Hani Simbolon, Ronaida Simbolon, Ronaida Raimunda Sinulingga, Indah Sion Dameria Silaen, Putri Sirait, Dwika Sari Br Situmorang, Jon Piter Situmorang, Lidia Nuryani Situmorang, Lidia Nuryani Stefani Eka Rosari Pandiangan Stefani Eka Rosari Pandiangan Surabina Br Barus Syafriadi Syafriadi Syaifullah Tania Repayona Br Tarigan Tania Repayona Br Tarigan Tarigan, Cindy Claren Br Tarigan, Etri Ekel Br Tarigan, Lia Marsaganita br Tarigan, Putri Santa Clara Br Theresia Florentina Pasaribu Theresia Florentina Pasaribu Tumanggor, Sangap Tumanggor, Sangap Marganda Vinseniya Manik winda evyanto Wulan , Eka Putri Saptari Wulan, Eka Putri Saptari Yenni Hayati Yesa Maranata Br Bangun Yesita Primsa Br Ginting Yessie Aldriani Yulica Sari Fransisca Purba Yunisa Oktavia Yunisa Oktavia Zia Hisni Mubarak Zuan Andrea Cevin Sitepu Zuan Zuan Sitepu Sitepu