Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS INDEKS MASSA TUBUH DAN KADAR HEMOGLOBIN TERHADAP TINGKAT KEPARAHAN PASIEN KUSTA DI PUSKESMAS WATAMPONE, PUSKESMAS KAJUARA DAN PUSKESMAS SALOMEKKO PADA TAHUN 2022-2023 Abdi, Dian Amelia; Putri, Andi Nur Afifah Maharani; Harahap, Muhammad Wirawan; Nurmadilla, Nesyana; Rasfayanah, Rasfayanah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36975

Abstract

Kusta merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae dan masih menjadi masalah kesehatan serius di beberapa daerah, termasuk Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Penyakit ini dapat memengaruhi kualitas hidup pasien dan memiliki dampak sosial yang cukup besar. Tingkat keparahan kusta dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah status gizi yang diukur melalui Indeks Massa Tubuh (IMT) dan kadar hemoglobin (HB). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara IMT dan kadar hemoglobin terhadap tingkat keparahan pasien kusta di Puskesmas Watampone, Puskesmas Kajuara, dan Puskesmas Salomekko pada tahun 2022-2023.  Metode penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan total sampling. Data diperoleh dari rekam medis pasien kusta yang telah didiagnosis di ketiga puskesmas tersebut selama kurun waktu dua tahun. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien kusta memiliki status gizi kategori normal dengan tingkat keparahan Pausibasiler. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji statistik yang signifikan (nilai P = 0,000). Di sisi lain, pasien dengan kadar hemoglobin tidak normal cenderung memiliki tingkat keparahan Multibasiler, yang juga signifikan secara statistik (nilai P = 0,000).  Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dan kadar hemoglobin terhadap tingkat keparahan kusta. Temuan ini menyoroti pentingnya memantau status gizi dan kadar hemoglobin sebagai bagian dari strategi penanganan pasien kusta. Hal ini juga dapat menjadi dasar pengembangan program pencegahan yang lebih efektif untuk menurunkan angka keparahan kusta di wilayah tersebut. Penelitian ini memberikan wawasan penting dalam mendukung upaya pengendalian penyakit kusta di Kabupaten Bone
The Effect of Black Rice Extract on Lipid Profile Changes in Hypercholesterolemic Mus musculus Awalia, Awalia; Makmun, Armanto; Bamahry, Aryanti R.; Rasfayanah, Rasfayanah; Mangarengi, Yusriani
Journal La Medihealtico Vol. 6 No. 1 (2025): Journal La Medihealtico
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamedihealtico.v6i1.1947

Abstract

Increased levels of lipid profiles in the blood affect the occurrence of coronary heart disease. Several large studies have shown that several natural food ingredients rich in antioxidants are associated with a lower incidence of cardiovascular disease. prevent the occurrence of several degenerative diseases. The research design used was a research design with a control group (pretest-posttest control group design). The research design used was a pretest-posttest control group design with 27 mice (mus musculus). They were divided into 3 groups: the negative control group (placebo), the positive control group (simvastatin), and the treatment control group (black rice). The intervention was carried out for 21 days. Data analysis was carried out using the paired T test and one way ANOVA test. Giving black rice extract can significantly improve lipid profile levels in mice, especially increasing HDL cholesterol levels by (10.44%) and decreasing triglyceride levels by (12.89%) as well as Simvastatin administration can also improve lipid profile levels significantly, especially decreased total cholesterol levels by (24.67%) and decreased LDL cholesterol by (32.08%). Based on the one way ANOVA test, P values were obtained successively in the administration of black rice extract, namely total cholesterol (p=<0.001), HDL cholesterol (p=<0.001), LDL cholesterol (p=<0.001), and triglycerides (p=<0.001). Likewise, in the administration of simvastatin, the lipid profile levels were obtained (p = <0.001). The conclusion of this study was that there was a significant effect of giving black rice extract on the lipid profile of hypercholesterolemia mice which was as effective as simvastatin.
Gambaran kasus diare pada anak di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar An’nisa’a, Nurul Fadillah; Arfah, Arni Isnaini; Fattah, Nurfachanti; Darma, Sidrah; Rasfayanah, Rasfayanah; Puspitasari, Ayu
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 3 (2025): Volume 19 Nomor 3
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i3.473

Abstract

Background: Diarrhea is an increase in the water content of the stool due to an imbalance in the normal functioning of the physiological processes of the small and large intestine responsible for the absorption of various ions, other substrates, and consequently water. The main cause of death in diarrhea is dehydration which occurs due to loss of fluid and electrolytes through the stool. While other causes are dysentery, nutrition, and infection. Purpose: To determine the description of diarrhea cases in children at Ibnu Sina Hospital, Makassar. Method: Descriptive research with a cross-sectional approach to see the picture of diarrhea cases in children at Ibnu Sina Hospital, Makassar for the period January - December 2023. The data used are secondary data in the form of medical records and patient data recorded as many as 713 people. The sample used was 88 respondents with acute diarrhea. The sample size used in this study is in accordance with the Slovin formula, with the inclusion criteria of children aged 5-18 years who experience diarrhea, while the exclusion criteria are children who experience diarrhea accompanied by other diseases. Results: The majority of respondents aged 5-9 years were 47 people (53.4%). The distribution of gender between males and females was even, with 44 people (50.0%) being male and female. Most respondents had good nutritional status as many as 44 respondents (50%), the degree of dehydration was obtained as many as 42 (47.6%) without dehydration, and as many as 83 respondents (94.3%) were given zinc. Conclusion: The incidence of diarrhea in this study was 713 cases of diarrhea. Cases of diarrhea based on age in children were mostly in the 5-9 year age group, and there was no difference between genders. In addition, without dehydration or mild/moderate dehydration, good nutritional status, and zinc administration.   Keywords: Case Description; Children; Diarrhea.   Pendahuluan: Diare adalah peningkatan kandungan air dalam tinja karena ketidakseimbangan fungsi normal proses fisiologis usus kecil dan besar yang bertanggung jawab untuk penyerapan berbagai ion, substrat lain, dan akibatnya air. Penyebab utama kematian diare yaitu dehidrasi yang terjadi akibat kehilangan cairan dan elektrolit melalui feses. Sementara penyebab lainnya adalah disentri, gizi, dan infeksi. Tujuan: Untuk mengetahui Gambaran kasus diare pada anak di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Metode: Penelitian deskriptif melalui pendekatan cross sectional untuk melihat gambaran kasus diare pada anak di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar periode Januari – Desember 2023. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa rekam medik dan ditemukan data pasien yang tercatat sebanyak 713. Sampel yang digunakan berjumlah 88 responden dengan kondisi diare akut. Besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sesuai dengan rumus besar slovin, dengan kriteria inklusi anak usia 5-18 tahun yang mengalami diare, sedangkan kriteria eksklusinya adalah anak yang mengalami diare disertai penyakit lain. Hasil: Mayoritas 47 responden (53.4%) berada pada umur 5-9 tahun. Sebaran jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan merata, sebanyak 44 (50.0%) laki-laki dan perempuan. Sebagian besar responden memiliki status gizi baik sebanyak 44 responden (50%), derajat dehidrasi didapatkan sebanyak 42 (47.6%) tanpa dehidrasi, dan sebanyak 83 responden (94.3%) diberikan zinc. Simpulan: Angka kejadian diare dalam penelitian ini sebanyak 713 kasus diare. Kasus diare berdasarkan umur pada anak paling banyak pada kelompok umur 5-9 tahun dan tidak ada perbedaan antara jenis kelamin. Selain itu, tanpa dehidrasi atau dehidrasi ringan/sedang, berstatus gizi baik, dan dilakukan pemberian zinc.   Kata Kunci: Anak; Diare; Gambaran Kasus.
Hubungan Kejadian Melasma terhadap Paparan Sinar Ultraviolet (UV) pada Pekerja Luar Ruangan di Pasar Induk Minasa Maupa Fadhilah, Andi Sausan; Vitayani, Sri; Namirah, Hanna Aulia; Yuniati, Lisa; Rasfayanah, Rasfayanah
Syifa'Medika Vol 16, No 1 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i1.9727

Abstract

Melasma merupakan kelainan hiperpigmentasi kulit yang sering ditemukan pada wajah dan sering dikaitkan dengan paparan sinar Ultraviolet (UV) dan faktor hormonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paparan sinar UV dan kejadian melasma pada pekerja luar ruangan di Pasar Induk Minasa Maupa serta mempertimbangkan penggunaan kontrasepsi hormonal sebagai faktor perancu. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 32 responden perempuan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara lama paparan sinar UV (?4 jam) dan kejadian melasma (p=0,022), serta antara penggunaan kontrasepsi hormonal dan kejadian melasma (p=0,028). Namun, interaksi antara keduanya tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p=0,849). Temuan ini menegaskan bahwa paparan sinar UV dan penggunaan kontrasepsi hormonal berkontribusi secara independen terhadap risiko melasma. Edukasi mengenai perlindungan kulit serta pengawasan penggunaan kontrasepsi hormonal sangat penting dalam strategi pencegahan melasma. Penelitian lanjutan dengan pendekatan longitudinal dan metode pengukuran paparan UV yang lebih akurat direkomendasikan.
Hubungan penyakit kecacingan dengan prestasi belajar pada anak sekolah dasar Magfirah, Innaia; Hadi, Santriani; Nurhikmawati, Nurhikmawati; Rasfayanah, Rasfayanah; Samosir, Abdi Dwiyanto Putra
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 6 (2025): Volume 19 Nomor 6
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i6.746

Abstract

Background: Intestinal parasitic infections caused by intestinal worms remain a significant health issue in Indonesia, particularly among elementary school-aged children. These infections can lead to anemia, malnutrition, and reduced concentration, which can negatively impact academic performance. South Sulawesi, especially the city of Makassar, has a relatively high incidence of intestinal parasitic infections. Children infected with worms often experience fatigue, difficulty concentrating, and a lack of enthusiasm for learning, which can lower their academic performance. Purpose: To determine the relationship between intestinal worms and academic achievement in elementary school children. Method: A quantitative cross-sectional study was conducted at Mallengkeri 2 public elementary school, South Sulawesi, from October to November 2024. The independent variable was worm infestation, while the dependent variable was academic achievement. Purposive sampling was used to select 50 participants who met the predetermined inclusion criteria. Subsequently, data were analyzed using univariate frequency distribution and bivariate chi-square tests. Results: The analysis yielded a p-value of 0.003 (<0.05), indicating a significant association between worm infestation and academic achievement. The odds ratio (OR) of 0.829 indicates that participants with worm infestation were less likely to achieve good academic achievement compared to those without. Conclusion: Children infected with intestinal worms tending to have poorer academic performance than children who are not infected. Prevention and treatment of intestinal worms need to be carried out to improve children's health and academic performance.   Keywords: Academic Achievement; Elementary Children; Intestinal Worms.   Pendahuluan: Kecacingan merupakan penyakit infeksi akibat cacing parasit usus yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, terutama pada anak-anak usia sekolah dasar. Infeksi ini dapat menyebabkan anemia, malnutrisi, serta penurunan daya konsentrasi yang berdampak pada prestasi belajar. Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, memiliki angka kejadian kecacingan yang cukup tinggi. Anak-anak yang terinfeksi cacing sering mengalami kelelahan, sulit berkonsentrasi, dan kurang bersemangat dalam belajar, sehingga dapat menurunkan hasil akademik mereka. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan penyakit kecacingan dengan prestasi belajar pada anak sekolah dasar. Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional, dilaksanakan di Sekolah Dasar Inpres Mallengkeri 2, Sulawesi Selatan pada bulan Oktober–November 2024. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kecacingan, sedangkan variabel dependen adalah prestasi belajar. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling didapatkan jumlah sampel sebanyak 50 partisipan sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditentukan. Selain itu, analisis data yang digunakan univariate dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan chi square. Hasil: Berdasarkan analisis, diperoleh p-value sebesar 0.003 (<0.05), menunjukkan bahwa kecacingan memiliki hubungan signifikan dengan prestasi belajar. Odds Ratio (OR) sebesar 0.829 mengindikasikan bahwa partisipan yang mengalami kecacingan memiliki kemungkinan lebih kecil untuk meraih prestasi baik dibandingkan dengan mereka yang tidak terinfeksi. Simpulan: Anak yang terinfeksi kecacingan cenderung memiliki prestasi belajar yang lebih rendah dibandingkan dengan anak yang tidak terinfeksi. Pencegahan dan pengobatan kecacingan perlu dilakukan untuk meningkatkan kesehatan dan prestasi belajar anak.   Kata Kunci: Anak Sekolah Dasar; Kecacingan; Prestasi Belajar.
GAMBARAN DERAJAT KECEMASAN MAHASISWA MENGHADAPI UJIAN DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA M., Syifaa Anandari; Fattah, Nurfachanti; Mulyadi, Farah Ekawati; Rasfayanah, Rasfayanah; Aisyah, Windy Nurul
Jurnal Kedokteran Mulawarman Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Kedokteran Mulawarman
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v12i1.20017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat kecemasan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) dalam menghadapi berbagai jenis ujian, yaitu praktikum, OSCE, SOOCA, dan CBT. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional, yang melibatkan 182 mahasiswa angkatan 2023. Kecemasan diukur menggunakan Beck Anxiety Inventory (BAI), yang mengklasifikasikan kecemasan menjadi lima kategori: tidak ada kecemasan, kecemasan ringan, kecemasan sedang, kecemasan berat, dan kecemasan sangat berat. Hasil menunjukkan bahwa kecemasan berat paling dominan terjadi pada ujian OSCE (91,5%) dan CBT (86,6%). Sebagian besar responden berusia 19 hingga 21 tahun, dan mayoritas adalah perempuan (65,9%). Temuan ini menunjukkan bahwa jenis ujian, terutama yang melibatkan keterampilan praktis atau ujian berbasis komputer, dapat mempengaruhi tingkat kecemasan mahasiswa. Penelitian ini memberikan gambaran penting mengenai kesehatan mental mahasiswa kedokteran dan menekankan perlunya program dukungan psikologis untuk membantu mengelola kecemasan selama ujian.
Personal Hygiene and Soil-Transmitted Helminth Infection Among School Children in Karuwisi Health Centre Area, Makassar Afandi, Naila Amalia; Fattah, Nurfachanti; Rasfayanah, Rasfayanah; Darussalam, Andi Husni Esa; Aisyah, Windy Nurul
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 11 No. 4 (2025)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v11i4.1800

Abstract

Background: Soil-Transmitted Helminths (STH) infection remains a major public health concern among Indonesian school-aged children, largely influenced by personal hygiene behaviors. Objective: To analyze the relationship between personal hygiene practices and STH infection among elementary school children in the Karuwisi Health Centre area, Makassar. Methods: This analytical cross-sectional study involved 50 children, using the Kato-Katz method for stool examination and a structured questionnaire to assess hygiene behaviors; data were analyzed using Chi-square and Fisher’s exact tests. Results: The prevalence of STH infection was 24% (12/50), with all cases identified as Ascaris lumbricoides of light intensity. Poor handwashing behavior showed a strong association with STH infection (p < 0.001), and inadequate nail hygiene was also significantly related (p = 0.016). Conversely, the habit of not wearing footwear was not significantly associated with infection (p = 0.325). The findings indicate that transmission occurred primarily via the fecal-oral route rather than skin penetration. These results highlight that improving handwashing and nail hygiene behaviors can substantially reduce infection risk. Conclusion: Handwashing and nail cleanliness are key behavioral determinants of STH infection, emphasizing the need for school-based health education focusing on these preventive practices to mitigate STH transmission among children.
PENGARUH PEMBERIAN MADU HUTAN TERHADAP KUALITAS TIDUR MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA Hikmah, Nurul; Julyani, Sri; Rasfayanah, Rasfayanah; Arfah, Arni Isnaini; Murfat, Zulfitriani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25842

Abstract

Mahasiswa kedokteran memiliki kualitas tidur yang buruk dan durasi tidur <7 jam daripada mahasiswa non kedokteran. Kualitas tidur buruk yang dimiliki mahasiswa kedokteran dikaitkan dengan panjangnya durasi pendidikan, intensitas belajar tinggi dan gaya hidup pada mahasiswa kedokteran. Padatnya kegiatan akademis dan non akademis pada mahasiswa kedokteran, menyebabkan semakin beratnya tanggung jawab yang dimiliki oleh mahasiswa kedokteran. Tanggung jawab berat yang dimiliki mahasiswa kedokteran ditambah dengan durasi pendidikan yang panjang menyebabkan mahasiswa kedokteran semakin rentan mengalami stres dan kecemasan yang mana hal tersebut akan berdampak pada kualitas tidur mahasiswa. Tujuan dari penelitia ini untuk melihat pengaruh madu hutan terhadap kualitas tidur mahasiswa fakultas kedokteran universitas muslim indonesia. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental dengan rancangan pre-post test only control group design. Sampel dari penelitian ini sebanyak 56 orang, hasil digunakan diolah menggunakan chi-square. Dari hasil penelitian didapatkan sebanyak 74,5% orang yang memiliki kualitas tidur cukup buruk berubah menjadi cukup baik setelah mengonsumsi madu, terdapat 25,5% orang yang memiliki kualitas tidur cukup buruk setelah mengonsumsi madu tidak terdapat perubahan, dan terdapat 100% orang yang memiliki kualitas tidur sangat buruk setelah mengonsumsi madu tidak mengalami perubahan. Kesimpulan penelitian terdapat hubungan pengaruh pemberian madu hutan dengan kualitas tidur mahasiswa fakultas kedokteran universitas muslim indonesia.
PENGARUH KADAR HbA1c PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KOMPLIKASI MAKROVASKULAR DAN MIKROVASKULAR DI RUMAH SAKIT IBNU SINA YW UMI MAKASSAR Cahyani, Putri Aulia; Rasfayanah, Rasfayanah; Abdullah, Rezky Putri Indarwati; Natsir, Pratiwi; Irmayanti, Irmayanti
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.26963

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kencing manis yang disebabkan oleh peningkatan gula darah akibat penurunan sekresi insulin yang rendah oleh kelenjar pankreas. Diabetes Melitus ditegakkan berdasarkan pemeriksaan kadar glukosa darah dan HbA1c. Tes hemoglobin A1c digunakan untuk mengevaluasi tingkat kontrol glukosa darah seseorang. Komplikasi yang terjadi akibat penyakit DM dapat berupa gangguan pada pembuluh darah baik makrovaskular maupun mikrovaskular, serta gangguan pada sistem saraf atau neuropati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar HbA1c pada pasien DM tipe 2 dengan komplikasi makrovaskular dan mikrovaskular di Rumah Sakit Ibnu Sina YW UMI Makassar. Metode yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan Cross sectional dimana data diperoleh data sekunder yang berupa rekam medis penderita. Hasil penelitian dari 57 data yang diambil, perempuan lebih banyak mengalami komplikasi daripada laki-laki dan mayoritas kadar HbA1c yang diperoleh > 7% sebanyak 96,5%. Komplikasi makrovaskular yang terbanyak adalah ulkus diabetik sebanyak 78,9%, dan komplikasi mikrovaskular yang terbanyak adalah neuropati diabetik sebanyak 78,3%. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kadar HbA1c dengan komplikasi makrovaskular dan mikrovaskular dengan nilai signifikansi sebesar 0,947. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kadar HbA1c dengan pasien DM tipe 2 dengan komplikasi makrovaskular dan mikrovaskular di Rumah Sakit Ibnu Sina YW UMI Makassar dengan nilai signifikansi sebesar 0,947 (> 0,05).
HUBUNGAN LINGKUNGAN FISIK RUMAH DAN PERILAKU KESEHATAN TERHADAP KEJADIAN TB PARU DI WILAYAH KEC. MAMASA, SULAWESI BARAT Pratama, Delfi Putra; Julyani, Sri; Rasfayanah, Rasfayanah; Nasruddin, Hermiaty; Anggita, Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26055

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberkulosis yang sebagian besar menyerang paru-paru.Berdasarkan data organisasi kesehatan dunia (WHO, 2021) kasus Tuberkulosis di Indonesia menempati urutan kedua (9,2).Selain melalui droplet atau dahak yang ada di udara, Faktor lingkungan rumah yang tidak memenuhi syarat dan perilaku yang tidak sehat juga merupakan salah satu faktor risiko penyebaran Tuberkulosis.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui hubungan lingkungan fisik rumah dan perilaku kesehatan terhadap kejadian TB paru di wilayah Kec.Mamasa, Sulawesi Barat. Penelitian observational analitik  dengan metode retrospektif untuk mendapatkan gambaran dengan mempelajari hubungan lingkungan fisik rumah dan perilaku terhadap kejadian TB paru di wilayah Kec.Mamasa, Sulawesi Barat. Sampel penelitian ini sebanyak 60 responden. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara luas ventilasi (p=o,033), Kepadatan hunian (p=0,037),Etika Batuk p=(0,001), Perilaku Merokok (p=0,001), Kebiasaan mencuci tangan (p=0,009) dan Perilaku tidur sekamar (p=0,004) dengan kejadian TB paru.Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis lantai (p=0,085),0020Jendela (p=0,305), Perilaku membuka jendela (p=0,633), dan Perilaku memakai masker (p=0,757) dengan kejadian TB paru. Kesimpulan penelitian didapatkan faktor paling dominan yang menyebabkan tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Mamasa adalah Luas ventilasi, Kepadatan hunian, Etika batuk, Perilaku merokok, kebiasaan mencuci tangan dan Perilaku tidur sekamar (Kontak serumah).