Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Comparison of Wire Trap (Temilar) Catch Yields between Daytime and Nighttime Operations in Tarikan Village, Muaro Jambi Regency Aditya Eka Apriliyanto; Pramusintho, Bagus; Lisna, Lisna
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 30 No. 3 (2025): October
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

The purpose of this study was to determine the differences in catch results of wire traps (temilar) between daytime and nighttime operations. The research was conducted in the waters of the Kumpeh River, Tarikan Village, Muaro Jambi Regency. The method used in this study was experimental fishing and simple random sampling with 15 replications, using two treatments: daytime and nighttime operations. Based on the results of the survey, nine species of fish were caught. The dominant species was the lambak (Labiobarbus ocellatus), with a total of 212 individuals and an overall catch of 814 individuals obtained during nighttime trap operations. The heaviest catch was the tembakang (Helostoma temminckii), with an individual weight of 7,266 grams and a total weight of 28,871 g, also obtained from the use of wire traps (temilar) at night. The t-test results showed a significant difference (P < 0.05) in both the number and weight of catches between daytime and nighttime wire trap (temilar) operations. Based on these findings, it can be concluded that nighttime operation of wire traps (temilar) yields higher catches, both in number and total weight, compared to daytime operations
EVALUASI TINGKAT KEBERLANJUTAN USAHA PETERNAKAN KAMBING KACANG RAKYAT DI KECAMATAN AIR HITAM KABUPATEN SAROLANGUN Naekgamaliel Sitorus; Fatati; Bagus Pramusintho
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 2 No. 12 (2025): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Edisi Desember 2025)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v2i12.1383

Abstract

Usaha peternakan kambing kacang merupakan salah satu usaha yang berperan penting dalam mendukung peningkatan perekonomian masyarakat pedesaan, namun keberlanjutan usahanya sering dihadapkan pada tantangan yang berbeda di setiap wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat keberlanjutan usaha peternakan kambing kacang rakyat di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun. Penelitian dilaksanakan di lima desa yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan populasi ternak tertinggi dan aktivitas peternakan yang masih aktif. Responden berjumlah 43 orang peternak yang ditentukan secara simple random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode Multidimensional Scaling (MDS) dengan pendekatan Rap-Kambing Kacang (Rap-Ka) yang dimodifikasi dari Rapfish, serta dilengkapi analisis Leverage untuk mengidentifikasi atribut paling sensitif terhadap perubahan indeks keberlanjutan. Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha peternakan kambing kacang di Kecamatan Air Hitam memiliki nilai indeks keberlanjutan multidimensi sebesar 34,40, yang termasuk dalam kategori kurang berkelanjutan pada semua dimensi. Dimensi dengan nilai terendah terdapat pada hukum dan kelembagaan (28,48). Atribut paling sensitif terhadap keberlanjutan antara lain pada dimensi ekonomi yaitu sumber pembiayaan (3,08), dimensi sosial budaya yaitu tingkat pendidikan peternak (2,53), dimensi teknologi–infrastruktur yaitu kondisi sarana jalan (2,61), dimensi ekologi yaitu ketersediaan hijauan pakan ternak (2,12), serta dimensi hukum dan kelembagaan yaitu kerjasama peternak dan pemerintah (4,02). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat keberlanjutan usaha peternakan kambing kacang tergolong kurang berkelanjutan, dengan nilai indeks multidimensi sebesar 34,40 dan atribut yang paling sensitif dari semua dimensi terdapat pada dimensi hukum dan kelembagaan yaitu kerja sama peternak dan pemerintah (4,02).
Tingkat Persepsi Peternak Sapi Potong Terhadap Integrasi Sapi-Sawit Di Kecamatan Torgamba Kabupaten Labuhan Batu Selatan Provinsi Sumatera Utara Sitohang, Afriando; Pramusintho, Bagus; Fatati, *
Jurnal Ilmu Peternakan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): JIPENA - Februari
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/jipena.v3i1.1324

Abstract

This study aims to analyze the level of beef cattle farmers’ perceptions of the implementation of cattle oil palm integration and to examine the relationship between farmers’ characteristics and perception levels in Torgamba District, South Labuhan Batu Regency, North Sumatra Province. The research employed a survey method with a descriptive quantitative approach. Respondents were selected using random sampling, involving 40 beef cattle farmers. Data were collected through interviews and questionnaires and analyzed using a Likert scale, Chi-Square test, and Spearman Rank correlation test. The results showed that the level of farmers’ perception toward cattle–oil palm integration was categorized as fairly good, with an average value of 69.25%. The assessment indicator recorded the highest score at 72.50%, while the absorption indicator showed the lowest score at 65.50%. The Chi-Square test results indicated that the number of cattle owned had a significant relationship with farmers’ perception levels. Meanwhile, the Spearman Rank correlation analysis revealed that the relationships between farmers’ characteristics (age, education level, farming experience, land area, and number of cattle) and perception were classified as very weak to weak, with correlation coefficients ranging from −0.403 to 0.355. Based on these findings, it can be concluded that farmers’ perceptions of cattle–oil palm integration are fairly good; however, farmers’ characteristics generally have a weak relationship with perception levels. Therefore, improvements in farmers’ perceptions are more strongly influenced by direct experience and the tangible benefits perceived by the farmers.
ANALISIS PENDAPATAN NELAYAN BERDASARKAN SISTEM BAGI HASIL PADA KAPAL PUKAT CINCIN (PURSE SEINE) DI PPN SIBOLGA SUMATERA UTARA Yunita Friska Sitanggang; Darlim Darmawi; Farhan Ramdhani; Jecky Silaban; M Hariski; Bagus Pramusintho; Firmansyah Firmansyah
JURNAL PERIKANAN TROPIS Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpt.v12i2.12273

Abstract

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga, a key capture fisheries hub in North Sumatra, supports a range of services and activities for fishing stakeholders. Purse seine vessels, predominantly used by fishermen at PPN Sibolga, target pelagic species such as kawakawa (Euthynnus affinis), yellowfin tuna (Thunnus albacares), and skipjack tuna (Katsuwonus pelamis). This study analyzes income disparities among fishermen based on the profit-sharing system applied to purse seine vessels at PPN Sibolga. Conducted from March 4 to April 4, 2024, the study employed a survey method, collecting primary data on fish weight (kg), selling price (IDR), vessel size (GT), and operational costs, alongside secondary data on fishing gear statistics and regional information from PPN Sibolga. Data were analyzed descriptively to elucidate the income-sharing structure. Findings indicate that the average operational cost per trip for a purse seine vessel is IDR 199,458,550, with an average revenue of IDR 443,046,000 and a net profit of IDR 232,597,867. The profit-sharing system allocates 60% of the net profit (after fixed costs) to the vessel owner and 40% to the crew, with the skipper receiving 8.10%, senior crew (engineers, officers, cooks) 5.40%, supporting crew 4.05%, and regular crew 2.70%. The study reveals significant income disparities among crew members, driven by their roles and the established profit-sharing structure in purse seine operations at PPN Sibolga
PENGARUH KARAKTERISTIK DAN KOMPETENSI PENYULUH TERHADAP KOMPETENSI PETERNAK SAPI POTONG MELALUI KINERJA PENYULUHAN DI KABUPATEN MERANGIN Nurlaili Nurlaili; Bagus Pramusintho; Nahri Idris
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 9, No 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v9i2.1944

Abstract

Sektor peternakan sapi potong memiliki peranan strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi pedesaan. Kabupaten Merangin sebagai salah satu sentra sapi potong di Provinsi Jambi memiliki potensi besar, namun masih menghadapi berbagai tantangan, terutama rendahnya kompetensi peternak yang dipengaruhi oleh efektivitas penyuluhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik dan kompetensi penyuluh terhadap kinerja penyuluhan serta dampaknya terhadap kompetensi peternak sapi potong di Kabupaten Merangin.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif kausal. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 160 responden yang terdiri dari 80 penyuluhan peternakan dan 80 peternak sapi potong yang tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Merangin. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung antar variabel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik penyuluh dan kompetensi penyuluh berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja penyuluhan. Selanjutnya, kinerja penyuluhan terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi peternak sapi potong. Selain itu, kinerja penyuluhan berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara karakteristik penyuluh dan kompetensi peternak, sedangkan hubungan antara kompetensi penyuluh dan kompetensi peternak tidak dimediasi oleh kinerja penyuluhan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi peternak lebih dipengaruhi oleh karakteristik penyuluh yang terimplementasi secara efektif melalui kinerja penyuluhan dibandingkan oleh kompetensi individual penyuluhan semata.
Pemanfaatan Lingkungan Iklim Mikro Lahan Sela Perkebunan Sawit Tua untuk Pengembangan Usaha Berbasis Jamur Ardi Novra; Bagus Pramusintho; Indra Sulaksana; Abdul Latief; Suhessy Syarief
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 5 No. 02 (2021): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program peremajaan sawit rakyat (PSR) merupakan program untuk membantu perkebunan rakyat untuk memperbaharui tanaman kelapa sawit agar produktifitas dapat berkelanjutan dan mengurangi resiko pembukaan lahan baru secara ilegal. Lahan tanaman sawit tua (umur > 25 tahun) disamping memiliki produktivitas rendah juga dalam pemungutan TBS membutuhkan sumber daya lebih besar baik berupa tenaga maupun biaya. Kegiatan PPM bertujuan untuk memanfaatkan kondisi lingkungan mikro dibawah tegakan pohon kelapa sawit tua untuk budidaya jamur sebagai sumber pendapatan tambahan bagi rumah tangga. Kegiatan dilaksanakan selama 6 (enam) bulan dengan mitra Kelompok Tani Karya Trans Mandiri Dataran Kempas. Metode kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dimana proses pemberdayaan ditekankan pada keterlibatan sasaran pada keseluruhan kegiatan yang diimplementasikan melalui aksi kolektif (collective action). Hasil pelaksnaan kegiatan menunjukkan bahwa pengembangan usaha berbasis jamur disambut baik oleh rumah tangga sebagai sumber pendapatan alternatif dalam menghadapi kehilangan pendapatan selama proses peremajaan sawit rakyat. Pengembangan dilakukan secara terpadu dari sektor hulu (industri baglog), budidaya (kumbung jamur) sampai pada pengolahan hasil (pasca panen) dengan berbasis pada potensi sumberdaya lokal. Pengelolaan usaha dilakukan secara kolektif atas nama kelompok tetapi dalam operasionalnya langsung oleh rumah tangga dengan komposisi yang berimbang antara ketiga sektor yaitu beberapa kelompok usaha baglog, mayoritas disektor budidaya dan dilengkapi 1 atau 2 unit usaha pengolahan hasil. Berdasarkan hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa optimalisasi rantai nilai dalam pemberdayaan rumah tangga berbasis jamur diperlukan pendekatan terspesialisasi dan terpisah antara produksi baglog, budidaya jamur dan industri pengolahan.
Hubungan Panjang Berat Ikan Tembang (Sardinella gibbosa) yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan Sumatera Utara Togatorop, Sarnita; Pramusintho, Bagus; Hariski, Muhammad
Mantis Journal of Fisheries Vol. 3 No. 01 (2026): April 2026
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v3i01.46593

Abstract

Penelitian di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan, Sumatera Utara, bertujuan mengetahui hubungan panjang-berat dan ukuran layak tangkap ikan tembang. Metode yang digunakan adalah survei dengan pengambilan sampel secara simple random sampling sebanyak 100 ekor. Hasil menunjukkan hubungan panjang-berat mengikuti persamaan W=0,0002L²,3932 dengan nilai r² sebesar 0,6319 dan b<3 yang menandakan pertumbuhan allometrik negatif. Panjang ikan berkisar 145–192 mm, dengan tangkapan terbanyak pada ukuran 163–168 mm (44 ekor; berat rata-rata 28,35 g) dan terendah pada ukuran 187–192 mm (2 ekor; berat rata-rata 52,44 g). Secara keseluruhan, ikan tembang yang tertangkap tergolong layak tangkap dan memiliki korelasi panjang-berat yang kuat.
ANALISIS PRODUKTIVITAS HASIL TANGKAPAN KAPAL BAGAN PERAHU DIPELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) SIBOLGA SUMATERA UTARA Sinaga, Sizka Rolenta; Lauura hermala yunita; Bagus Pramusintho; Nahri idris; Septy Heltria; Dwinda Pangentasari
Mantis Journal of Fisheries Vol. 2 No. 03 (2025): Desember 2025
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v2i03.48802

Abstract

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga merupakan pusat pendaratan ikan dengan alattangkap bagan perahu yang banyak digunakan nelayan. Penelitian ini bertujuan menganalisisproduktivitas kapal bagan perahu serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yangdigunakan adalah deskriptif dengan data sekunder PPN Sibolga tahun 2024, meliputi jumlahkapal, jumlah trip, jumlah hari penangkapan, dan total hasil tangkapan. Produktivitas dianalisisberdasarkan ukuran kapal (produktifitas/GT), jumlah trip (produktifitas/trip), dan jumlah hari(produktifitas/hari), serta dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa produktivitas kapal bagan perahu tergolong baik, dengan 81,03% kapalmelampaui standar nasional (KEPMEN-KP No. 87 Tahun 2021). Rata-rata produktivitasmencapai 1,3 ton/GT, 2,36 ton/trip, dan 0,17 ton/hari. Ukuran GT kapal berpengaruh negatifterhadap produktivitas/GT, sedangkan jumlah hasil tangkapan berpengaruh positif.Produktivitas/trip dipengaruhi positif oleh ukuran GT dan hasil tangkapan, namun negatif olehjumlah trip. Produktivitas/hari dipengaruhi negatif oleh jumlah hari penangkapan dan positifoleh hasil tangkapan.
Analisis Kelayakan Finansial Penangkapan Ikan Menggunakan Kapal Bagan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Carocok Tarusan Sumatera Barat: Analysis of the Financial Feasibility of Fishing Using Bagan Boats at the Coastal Fishing Port (PPP) Carocok Tarusan West Sumatra Permana Putra; Bagus Pramusintho; M HARISKI; Firmansyah; Wulandari; Bs Monica Arfiana
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) Vol 4 No 1 (2026): Mei
Publisher : Program Studi Perikanan Tangkap Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/marshela.v4i1.4915

Abstract

Usaha penangkapan ikan menggunakan kapal bagan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Carocok Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, merupakan salah satu kegiatan perikanan tangkap yang berkembang dan memiliki nilai ekonomis penting bagi masyarakat pesisir. Namun, usaha ini menghadapi berbagai permasalahan seperti tingginya biaya operasional, fluktuasi harga bahan bakar, serta perubahan daerah penangkapan yang memengaruhi hasil tangkapan dan keuntungan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha penangkapan ikan menggunakan kapal bagan di PPP Carocok Tarusan, Sumatera Barat. Penelitian dilaksanakan pada 24 Juli–24 Agustus 2023 dengan metode deskriptif kuantitatif melalui survei lapangan. Data yang digunakan meliputi data primer hasil wawancara menggunakan kuesioner, mencakup komponen biaya (investasi, biaya tetap, dan biaya variabel) serta penerimaan usaha, dan data sekunder dari laporan tahunan PPP Carocok Tarusan. Analisis kelayakan dilakukan menggunakan Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR), serta analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai NPV kapal bagan 12 GT sebesar Rp194.820.269 dan 28 GT sebesar Rp753.127.990 (NPV > 0), nilai BCR masing-masing sebesar 3,01 dan 7,85 (BCR > 1), serta nilai IRR sebesar 71,69% dan 191,41% (lebih tinggi dari suku bunga 17,5%). Hal ini menunjukkan bahwa kedua usaha tersebut layak dan menguntungkan dalam periode 10 tahun. Namun, analisis sensitivitas menunjukkan usaha menjadi tidak layak pada penurunan produksi 16% atau kenaikan biaya 19% (12 GT), serta penurunan produksi 23% atau kenaikan biaya 30% (28 GT). Dengan demikian, usaha bagan perahu dinilai layak secara finansial, namun rentan terhadap perubahan produksi dan biaya.
Analisis Tingkat Minat Pemuda Dalam Beternak Sapi Potong Di Kecamatan Kayu Aro Kabupaten Kerinci Fina Amelia; Bagus Pramusintho; Fatati Fatati
Jurnal Ilmu Peternakan Indonesia Vol. 3 No. 2 (2026): JIPENA - Juni
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/jipena.v3i2.1509

Abstract

This study aimed to determine the level of youth interest in beef cattle farming and to analyze the relationship between socio-economic characteristics and youth interest in beef cattle farming in Kayu Aro District, Kerinci Regency. The research was conducted from April to May 2025 using a survey method. The respondents consisted of 38 young beef cattle farmers aged 16–30 years, selected through a census approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed descriptively using a Likert scale and inferentially using the Pearson Chi-Square test.The results showed that the level of youth interest in beef cattle farming was categorized as high, with an average score of 72.36%. The indicators of pleasure, attention, awareness, and willingness obtained scores of 71.57%, 72.76%, 70.39%, and 74.73%, respectively. The Pearson Chi-Square analysis indicated that education level (p = 0.049) and farming experience (p = 0.024) had significant relationships with youth interest in beef cattle farming, whereas livestock ownership (p = 0.432) showed no significant relationship. Education and farming experience were identified as important factors in enhancing youth participation in beef cattle farming.Keywords: youth interest; beef cattle farming; education; farming experience.