Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PEMETAAN KERAWANAN LONGSOR DI KAWASAN KECAMATAN SIBOLANGIT KABUPATEN DELI SERDANG Sahala Fransiskus Marbun; Jernih Margarethe; Grecia Margarethe; Juwita Maya Sari. S; Kalsa Sijabat; Stevanie Diva Marpaung
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): APRIL - MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah longsor adalah salah satu bencana alam yang kerap kali terjadi di Indonesia, terutama di daerah dengan kemiringan lereng yang tinggi, salah satunya di kecamatan sibolangit. Bencana Tanah longsor seringkali merugikan manusia, dan bencana longsor sendiri bukan hanya disebabkan oleh alam melainkan dari perbuatan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ciri-ciri wilayah yang rentan/rawan terhadap tanah longsor di kecamatan Sibolangit, dan untuk melakukan pemetaan melalui aplikasi SIG, supaya masyarakat tahu bagaimana ciri wilayah yang rentan terhadap longsor sehingga masyarakat dapat melakukan mitigasi sejak dini. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan berbagai informasi dan fakta yang valid dan terpercaya melalui artikel, jurnal, buku, dan juga berita. Hasil penelitian menunjukkan ciri-ciri wilayah yang rawan longsor di kecamatan Sibolangit adalah kemiringan lereng yang tinggi, jenis tanah yang mudah mengalami pelapukan, dan jenis batuan yang lunak.
Analisis Pemanfaatan Manggrove Terhadap Ekosistem Perairan Dan Bagi Masyarakat Sekitar Di Pantai Manggrove Paluh Getah, Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deliserdang Sahala Fransiskus Marbun; Geovan Cristofel Sihombing; Andre Marcelino Simamora; M. Padli Siregar; Badostar Situmorang
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Pantai Mangrove Paluh Getah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, penelitian ini menyelidiki pemanfaatan ekosistem mangrove terhadap keseimbangan ekosistem perairan dan manfaat sosial ekonomi bagi masyarakat sekitar. Data dikumpulkan dari masyarakat pesisir, nelayan, dan pengunjung ekowisata melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi foto/video. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mangrove sangat penting untuk menjaga ekosistem perairan karena mereka berfungsi secara fisik sebagai penghalang erosi dan gelombang laut, penyaring polutan untuk mencegah eutrofikasi, dan rumah bagi biota laut seperti ikan, udang, dan kepiting. Selain itu, mangrove mendukung produktivitas perikanan dan mengurangi perubahan iklim melalui penyimpanan karbon. Dengan tiket masuk sebesar Rp5.000 per orang, yang mendukung pendapatan lokal dan konservasi, mangrove memberikan manfaat sosial ekonomi melalui sektor perikanan, budidaya, dan ekowisata. Namun, pembangunan wilayah masih menghadapi masalah seperti akses transportasi yang buruk, fasilitas wisata yang kurang, dan partisipasi masyarakat yang rendah. Penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan berkelanjutan sangat penting untuk menjaga kelestarian mangrove sebagai sumber hidup dan pelindung pesisir. Untuk mencapai hal ini, diperlukan perbaikan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, dan edukasi lingkungan. Penelitian ini memberikan gambaran menyeluruh tentang kebijakan lokal yang mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir dan pembangunan rendah karbon
DAMPAK KEBERADAAN PASAR TRADISIONAL TERHADAP MASYARAKAT SEKITAR KAWASAN MMTC (MEDAN MULTI TERMINAL CENTER), PERCUT SEI TUAN, KABUPATEN DELI SERDANG, SUMATERA UTARA Nabila Putri Adha; Mesi Tambunan; Balqis Aulia Mayvita; Rahel Namisa Br Ginting; Sahala Fransiskus Marbun
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar tradisional merupakan elemen penting dalam sistem ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan peri-urban. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak keberadaan Pasar Tradisional MMTC terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat sekitar. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Sebanyak 30 responden yang berdomisili dalam radius 100–500 meter dari pasar dilibatkan. Temuan menunjukkan bahwa pasar memberikan dampak positif berupa peningkatan pendapatan, perluasan kesempatan kerja informal, dan kemudahan akses kebutuhan pokok. Namun, dampak negatif yang signifikan juga dirasakan masyarakat, terutama terkait kebisingan dini hari, kemacetan, penumpukan sampah, drainase yang buruk, serta meningkatnya kerawanan lingkungan. Perbedaan persepsi masyarakat dipengaruhi oleh tingkat kedekatan tempat tinggal, intensitas interaksi dengan pasar, dan keterlibatan ekonomi. Hasil penelitian menggarisbawahi pentingnya tata kelola pasar yang lebih baik, terutama pada aspek kebersihan dan pengaturan lalu lintas, untuk meminimalkan eksternalitas negatif
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KEPADATAN PENDUDUK DI KECAMATAN PERCUT SEI TUAN Sahala Fransiskus Marbun; Cristyan Adma Jaya; Pradita Amelia Putri; Shadai Vrentina Sitio; Timbul Raja Halomoan
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/3nj4w963

Abstract

Kepadatan penduduk merupakan isu penting dalam studi geografi dan perencanaan wilayah, terutama di area perkotaan dan peri-urban yang mengalami perubahan spasial akibat urbanisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor penyebab kepadatan penduduk di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, serta mengevaluasi dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang muncul akibat pertumbuhan tersebut. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi di lima desa dengan tingkat kepadatan tertinggi pada periode Oktober-November 2025.Hasil penelitian mengidentifikasi faktor utama penyebab kepadatan penduduk, yakni faktor ekonomi, migrasi, kedekatan dengan Kota Medan, serta aspek sosial seperti keluarga dan akses pendidikan. Pertumbuhan permukiman yang tidak terencana memicu alih fungsi lahan pertanian menjadi permukiman dan kawasan komersial, menimbulkan ketidakseimbangan antara kebutuhan ruang dan daya dukung lingkungan. Dampak yang muncul mencakup kemacetan lalu lintas, peningkatan limbah, penurunan kualitas lingkungan, tekanan fasilitas publik, serta kenaikan harga properti.Pengetatan kebijakan pengendalian tata ruang, penegakan zonasi, peningkatan infrastruktur sosial dan lingkungan, serta pengembangan potensi ekonomi dan sumber daya manusia secara berkelanjutan. Temuan ini diharapkan menjadi dasar perumusan strategi pengelolaan wilayah yang adaptif terhadap realitas urbanisasi.
ANALISIS MIGRASI KOMUTER PADA MAHASISWA UNIMED JURusan PENDIDIKAN GEOGRAFI DENGAN JARAK 20 KM KE ATAS Sahala Fransiskus Marbun; Dinda Lufita Hutabarat; Nur Renni Sariani Syah Putri Brutu; Nurul Hikmah Sari; Mislaini
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/3yt84x86

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena migrasi komuter pada mahasiswa Universitas Negeri Medan (UNIMED) yang menempuh jarak 20 kilometer atau lebih setiap hari untuk mencapai kampus. Migrasi komuter dipahami sebagai perjalanan bolak-balik harian tanpa perubahan domisili tetap, yang pada konteks mahasiswa sering dipilih karena alasan ekonomi, kenyamanan tinggal bersama keluarga, serta akses transportasi yang relatif mudah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 12 mahasiswa komuter dari berbagai angkatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kenyamanan keluarga merupakan alasan paling dominan bagi mahasiswa untuk tetap tinggal di rumah, diikuti pertimbangan finansial dan aturan keluarga. Namun, perjalanan yang cukup jauh memunculkan berbagai dampak terhadap aktivitas akademik, seperti keterlambatan hadir di kelas, berkurangnya waktu belajar mandiri, kelelahan fisik, serta kesulitan dalam mengikuti kegiatan kelompok yang membutuhkan kehadiran langsung. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun pola komuter lebih efisien dari segi biaya, terdapat konsekuensi terhadap kedisiplinan waktu, efektivitas belajar, dan partisipasi akademik. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kebijakan kampus seperti penjadwalan kelas yang lebih fleksibel dan fasilitas pembelajaran daring untuk membantu mahasiswa komuter mengoptimalkan aktivitas akademik mereka.
DAMPAK KEPADATAN PENDUDUK TERHADAP KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI KEECAMATAN PERCUT SEI TUAN Sahala Fransiskus Marbun; Damai Yanti Gultom; Gilang Raihan Attaya; Trinita Aulia Putri; Niha Clawdya Lubis
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/5ww0xc62

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kepadatan penduduk terhadap kualitas lingkungan permukiman di Kecamatan Percut Sei Tuan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi pada area permukiman berpenduduk padat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tingginya kepadatan penduduk berpengaruh langsung terhadap penurunan kualitas lingkungan, terutama pada aspek kebersihan, sanitasi, ruang terbuka, dan keteraturan bangunan. Volume sampah meningkat dan tidak sebanding dengan kapasitas pengelolaan, sehingga menimbulkan penumpukan dan pencemaran lingkungan. Hunian yang semakin rapat mengurangi sirkulasi udara, mempersempit ruang terbuka hijau, serta memicu kondisi permukiman yang kumuh. Sistem drainase di kawasan padat juga tidak mampu menampung aliran air secara optimal, sehingga genangan dan banjir lokal kerap terjadi. Sanitasi masyarakat tergolong rendah akibat minimnya fasilitas MCK yang layak serta pengelolaan limbah rumah tangga yang tidak memadai. Selain dampak fisik, kepadatan penduduk turut memicu masalah sosial seperti menurunnya kenyamanan hidup, meningkatnya risiko konflik, serta terbatasnya ruang interaksi yang sehat. Temuan ini menegaskan bahwa kepadatan penduduk merupakan faktor dominan dalam menurunkan kualitas lingkungan permukiman di Kecamatan Percut Sei Tuan. Oleh karena itu, diperlukan upaya penataan permukiman yang lebih terarah, penguatan sistem pengelolaan sampah dan sanitasi, serta edukasi lingkungan kepada masyarakat untuk mendorong terciptanya lingkungan hunian yang sehat, aman, dan berkelanjutan.
ANALISIS SISTEM PEMBUANGAN SAMPAH DI DAERAH BANTARAN SUNGAI LAU DENDANG KECAMATAN PERCUT SEI TUAN Sahala Fransiskus Marbun; Dinda Elizabeth Sihotang; Luqman Mulia Alkahfi; Silsilia Iryanda
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/0y07se56

Abstract

Sampah didefinisikan sebagai sisa kegiatan sehari-hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat dan dianggap tidak lagi memiliki nilai guna (Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah). Pengelolaan sampah rumah tangga menjadi salah satu komponen penting dalam menjaga kualitas lingkungan hidup terutama di zona pemukiman yang berbatasan dengan aliran sungai. Di banyak daerah bantaran sungai, sistem pembuangan dan pengelolaan sampah belum berjalan optimal, sehingga sampah sering dibuang secara langsung ke sungai atau ke bantaran sungai yang kemudian mengganggu fungsi sungai sebagai sumber air, pengendali banjir, dan ekosistem riparian. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis sistem pembuangan sampah di daerah bantaran Sungai Sei Tuan, dengan harapan memberikan kontribusi bagi perbaikan pengelolaan sampah di kawasan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan metode observasi dan wawancara yang bertujuan untuk memperoleh gambaran secara mendalam mengenai sistem pembuangan sampah di daerah bantaran Sungai Sei Tuan Kecamatan Lau Dendang. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, terdapat dua kategori utama pengklasifikasian masyarakat. di bantaran sungai precut,yaitu masyarakat yang membuang sampah ke sungai dan tidak membuang sampah ke sungai. terdapat sebanyak 15 orang responden mengakui bahwa mereka membuang sampah langsung ke sungai atau ke bantaran sungai tanpa pengelolaan atau pemilahan terlebih dahulu. Sampah yang dibuang terutama merupakan sampah rumah tangga seperti plastik, sisa makanan, dan sampah domestic lainnya. Sisanya 5 orang penduduk  menunjukkan kelompok masyarakat yang mulai beralih menggunakan metode pembuangan lain, biasanya berupa pengangkutan oleh petugas kebersihan atau pembakaran sampah.
ANALISIS SPASIAL PERSEBARAN FASILITAS SOSIAL DI KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG Sahala Fransiskus Marbun; Afifah Khairiyah; Erwati Yosepa Saragih; Juleha Sitio; Nadiya Safira pulungan
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/xn7vd858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan persebaran fasilitas sosial di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, serta memberikan rekomendasi strategis untuk pemerataan akses layanan. Fasilitas sosial yang dikaji meliputi sarana ibadah, puskesmas, rumah sakit, pendidikan, pemerintahan, dan arena olahraga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif spasial dengan metode deskriptif analitis berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Data sekunder diperoleh dari portal Ina-Geoportal Badan Informasi Geospasial (BIG) yang kemudian diolah dan dianalisis secara spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi fasilitas sosial di Kecamatan Percut Sei Tuan masih belum merata. Fasilitas kesehatan, pendidikan tingkat menengah, dan arena olahraga berpusat di wilayah selatan (Tembung, Medan Estate, Bandar Setia) yang berbatasan langsung dengan Kota Medan, sementara wilayah utara dan pesisir mengalami kekurangan akses. Penelitian ini merekomendasikan prioritas pembangunan fasilitas kesehatan dan pendidikan di wilayah utara dan pesisir, serta pemanfaatan SIG secara berkelanjutan untuk perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan memenuhi standar pelayanan sesuai Peraturan Menteri PUPR Nomor 14/PRT/M/2017.
Analisis Kualitas Sosial Penduduk di Desa Medan Estate Melalui Angka Harapan Hidup, Pekerjaan (Gaji), dan Pendidikan Sahala Fransiskus Marbun; Claurisa Tri Milda Purba; Dinda Aprilia; Lajuardi Putra Beheng Sinulingga
WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 4 (2025): November : WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/wissen.v3i4.1369

Abstract

This study aims to analyze the social quality of the population in Medan Estate Village through three main indicators: life expectancy, employment conditions (salary), and education level. A quantitative approach was used, utilizing demographic and socioeconomic data obtained from relevant agencies and field surveys. The analysis results indicate that life expectancy in Medan Estate Village is in the fairly good category, supported by relatively adequate access to healthcare. However, job quality and income levels remain diverse, with the majority of residents working in the informal sector, which offers salaries below the regional average. The population's education level tends to increase, although intergenerational gaps remain. Overall, this study confirms that the social quality of the community in Medan Estate Village is influenced by the relationship between health conditions, economic capacity, and educational attainment. These findings are expected to inform the formulation of more targeted social development policies.
PEMETAAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN KOTA MEDAN TAHUN 2014 – 2024 Kalsa Sijabat; Anggita lydia Sirait; Nilfais Laia; Anggun Citra Sari; Sahala Fransiskus Marbun
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika perubahan penggunaan lahan di Kota Medan selama periode 2014–2024 dengan memanfaatkan citra satelit multitemporal serta analisis Sistem Informasi Geografis (SIG). Pengolahan data dilakukan melalui tahap klasifikasi penutup lahan dan analisis spasial untuk menampilkan kondisi penggunaan lahan pada tahun 2014 dan 2024 serta mengidentifikasi arah dan besaran perubahan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang menonjol pada area terbangun, khususnya permukiman dan pusat aktivitas kota, yang mengalami ekspansi menuju kawasan pinggiran. Di sisi lain, area vegetasi dan persawahan menunjukkan penurunan cukup signifikan yang dipengaruhi oleh proses urbanisasi dan perluasan fisik kota. Perubahan tersebut membawa dampak lingkungan yang terlihat jelas, di antaranya peningkatan suhu wilayah perkotaan, berkurangnya ruang terbuka hijau, serta meningkatnya tekanan terhadap daya dukung lingkungan. Temuan ini menegaskan perlunya pengendalian pemanfaatan ruang dan penerapan strategi pembangunan berkelanjutan agar perkembangan Kota Medan tidak memberikan dampak negatif terhadap kualitas lingkungan dan keseimbangan ekologi kawasan
Co-Authors Abdi E. Harefa Abdi Eralisasi Harefa Afifah Khairiyah Agnes Enonita Haref Ahmad Fauzi Sinuraya Aidil Fajri Lintang Alvin Damero Siregar Anas Fela Naibaho Andre Marcelino Simamora Anggita Lydia Sirait Anggun Citra Sari Anju Diah Natalia Panjaitan Ardilla S. Pratiwi Arungi Putra Asih Ester E.G Harahap Badostar Situmorang Balqis Aulia Mayvita Beta Marsaulina Cahyani Saragih Cindy patherecia Purba Claurisa Tri Milda Purba Cristyan Adma Jaya Damai Yanti Gultom Daniel Try Desty Novry Lianty Diana Suci Hafidah Difa Aprilia Marpaung Dinda Aprilia Dinda Elizabeth Sihotang Dinda Lufita Hutabarat Dini Sagala Dwi Aulia Saputri Dwi Mayanti Rosalina Marpaung Ella Citra Denisa Ginting Elno Situmorang Erwati Yosepa Saragih Escha Purba Ester Siagian Farhan Fauzan Ahdaputra Febiyola Dasuha Febri May Novani Sipayung Feny Cristanti Siburian Geovan Cristofel Sihombing Gilang Raihan Attaya Goklas Sihombing Gomoses Simarmata Grace Indah Situmeang Grecia Margarethe Indah Wahyuni Sinaga Ipantri Naibaho Jernih Margarethe Joe Athana Sembiring Juleha Sitio Juwita Maya Sari S Juwita Maya Sari. S Kalsa Sijabat Lajuardi Putra Beheng Sinulingga Lasmauli Marpaung Lastri Marbun Luqman Mulia Alkahfi M. Padli Siregar Mayratmini Herti Hulu Melia Rumana Sibagariang Mesi Tambunan Mhd. Zidan Aris Fatih Mislaini Muhammad Rizky Nabila Putri Adha Nadiya Safira pulungan Nandita Septika Baeha Natalia Siagian Niha Clawdya Lubis Nilfais Laia Nur Renni Sariani Syah Putri Brutu Nurintan Nurintan Nurul Hikmah Sari Ofa, Ofa Adrina Uli Harefa Oka Nelli Hutagoal Pangaribuan, David Pinem, Shania Maria Franciska Pradita Amelia Putri Qania Gultom Rachel Tobing Rahel Namisa Br Ginting Rahel Namisa Ginting Randy Marcel Hutauruk Rely Noviyanti Lumbantobing Rifani Olivia Nainggolan Rud Sahanaia Sari Nona Rusniatri Hasugian Rut, Rut Elisa Tarigan Salman Zudi Hutasuhut Samuel Natanael Sania Agustina Br Subakti Selfi Juwita Zamasi Shadai Vrentina Sitio Shintia Malau Silsilia Iryanda Stevanie Diva Marpaung Syahputri, Intan Tiara Renata Timbul Raja Halomoan Trinita Aulia Putri Valerina Sinaga Vita Nurliana Waren Lucia Ambarita Widya Ningsih Yessi Afrianita, Yessi