p-Index From 2021 - 2026
9.264
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) DIMENSIA: Jurnal Kajian Sosiologi Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Jurnal Sosioteknologi REFLEKSI EDUKATIKA Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi community: Pengawas Dinamika Sosial Indonesian Journal of Sociology and Education Policy JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Hermeneutika : Jurnal Hermeneutika Jurnal Humaniora : Jurnal Ilmu Sosial, Ekonomi dan Hukum Medica Hospitalia Dialektika: Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial RESIPROKAL: Jurnal Riset Sosiologi Progresif Aktual Jurnal IKA PGSD : Ikatan Alumni PGSD UNARS Jurnal Entitas Sosiologi Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Indonesian Journal of Sociology, Education and Development (IJSED) Padaringan : Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling Juminten : Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Jurnal Tika Jurnal Pengbdian Teknik Mesin Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi SASKARA: Indonesian Journal of Society Studies Journal of Community Empowerment and Innovation Dedikasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Academic Physiotherapy Conference Proceeding Prosiding University Research Colloquium Jurnal Sosial dan Sains Jurnal Manajemen, Akuntansi, Ekonomi eProceedings of Management Innovative: Journal Of Social Science Research TEKNOBIS : Jurnal Teknologi, Bisnis dan Pendidikan Jurnal Pendidikan Progresif Journal of Industrial Automation and Electrical Engineering
Claim Missing Document
Check
Articles

Dampak Konsumerisme Menonton Konser Musik Indonesia Di Kalangan Anak Muda Bunga Farah Fauziah; Rizki Setiawan
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 11 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8098335

Abstract

Culture is a habitual way of life that continues to develop from time to time, while music is a form of art that will never be separated from human life. In the culture of watching music concerts, it has also developed from time to time. This is due to information and communication technology factors. However, there are many variables that have a negative and positive impact on watching music concerts, especially among young people. Thus, the aim of the researcher is to find out what are the negative and positive impacts of watching Indonesian music concerts among young people. And the results of this study are that there are negative impacts including purchases without a clear purpose, waste, shifting Indonesian cultural values and so on. The positive impact is reducing stress, increasing feelings of well-being and increasing connections from the community.
Kurangnya Pemahaman Orang Tua Mengenai Pendidikan Yang Meningkatkan Pernikahan Dini Rahma Amanda; Mochamad Naim; Rizki Setiawan
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 13 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8157376

Abstract

Marriage is an activity that converts something that is not lawful into lawful, provided that the marriage is carried out in a legal way. Early marriage refers to marriages carried out by boys and girls under the age of 19. This early age is an age that is very vulnerable to unstable economic conditions, mental readiness, economic readiness, and is not an ideal age for marriage. In their teens or early ages, teenagers are still very vulnerable to various things. The purpose of this study was to see how the relationship between understanding and educational level of parents to the increase in early marriage. This study uses a qualitative observational analysis method. The population in this study consisted of 5 parents who married off their teenage children as cases. The method used in this study is interviews with respondents. The results of the study show that the factors that encourage early marriage are economic factors, education, parents, and customs. The level of education can affect a person's maturity in responding to the surrounding environment and can influence the way a person thinks or responds to the knowledge that is around him. The level of education of parents also greatly influences their children not to marry early. Parents with low education tend to lack knowledge and insight about the impact of early marriage, so they tend to support their children to engage in early marriage..
ARUS BUDAYA POP KOREA DALAM GAYA HIDUP MAHASISWA PENDIDIKAN SOSIOLOGI FKIP UNTIRTA DALAM PERSPEKTIF ARJUN APPADURAI Karla Ryanda Putri; Rizki Setiawan
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 1 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v6i1.1335

Abstract

Budaya pop Korea dan merupakan budaya yang mudah diikuti dan tumbuh di masyarakat Indonesia serta dapat mengubah gaya hidup seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana arus budaya Korea dalam gaya hidup mahasiswa. Penelitian ini berfokus pada Mahasiswa Pendidikan Sosiologi FKIP UNTIRTA. Metodologi deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Wawancara dan berbagai publikasi artikel jurnal yang berkaitan dengan penelitian ini digunakan sebagai metode pengumpulan data. Analisis data dilakukan dengan proses reduksi data, menyajikan data, menarik kesimpulan, serta proses verifikasi Demam Korea mulai dihinggapi oleh sebagian remaja di negeri ini yang telah menciptakan fenomena baru di Indonesia dan sebagian remaja tersebut mempunyai ketertarikan mengenai Korea. Merebaknya gaya hidup Korea benar-benar telah merubah gaya hidup dan jadwal kegiatan remaja di Indonesia.
FENOMENA DRAMATURGI DAN KONSTRUKSI CITRA DIRI PENGGUNA SECOND ACCOUNT INSTAGRAM PADA KALANGAN MAHASISWA FKIP UNTIRTA Nisa Nurmala; Rizki Setiawan
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 1 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v6i1.1336

Abstract

Instagram merupakan platform media sosial yang digunakan untuk berinteraksi. Pergantian akun atau switching account, yang memungkinkan pengguna untuk beralih antara satu dan dua akun adalah salah satu fitur terbaru dari Instagram. Instagram terkadang digunakan untuk membangun citra diri yang bertolak belakang dengan kehidupan di dunia nyata, hal tersebut dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk mempunyai dua akun. Menurut teori dramaturgi Erving Goffman, membagi kehidupan menjadi dua panggung, panggung depan (front stage) dan panggung belakang (back stage). Panggung belakang sebagai akun kedua yang menampilkan citra diri yang sesungguhnya, sedangkan panggung depan sebagai akun utama para mahasiswa yang menampilkan citra diri yang ia buat dengan alasan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana fenomena pembentukan citra diri mahasiswa pada akun utama dan akun kedua Instagram. Teori yang dipakai adalah teori dramaturgi yang dikemukakan oleh Erving Goffman. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Metodologi pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dengan bantuan pedoman wawancara. Informan penelitian ini adalah enam mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang aktif di media sosial dan memiliki dua akun Instagram. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata informan mengkonstruksi citra dirinya pada akun utama dan akun kedua dengan memperhatikan batasan-batasan sesuai dengan peran yang sedang dilaksanakan.
Etos Kerja Nelayan Di Kelurahan Sawah Luhur, Karangantu Serang, Banten Marisatu Zahra; Haryono Haryono; Rizki Setiawan
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 15 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8213401

Abstract

This research is motivated by the realities of life experienced by the coastal communities of the Sawah Luhur Region, Karangantu Serang, Banten. This research on the work ethic of fishermen in Karangantu was conducted to describe and be able to find out the form of the work ethic of fishing communities to meet their daily needs. Participants or informants in this study were fishermen, communities, and people who own boats. The techniques used in this study were direct observation and interviews with question sheets. Based on observations, the authors report that the work ethic of fishermen has similarities and differences with other coastal communities. The social reality of coastal communities, according to Redifield, corresponds to the reality in the sub-district of Sawah Mulia, Karangantu Serang, Banten.
Upaya Pembentukan Habitus Remaja (Studi Kasus di Panti Sosial Bina Remaja Taruna Jaya 1) Wanda Marsella; Rizki Setiawan; Yustika Irfani Lindawati
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 6, No 01 (2024): PADARINGAN : Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/pn.v6i01.10544

Abstract

The focus of this research is efforts to form habitus for adolescent at Panti Sosial Bina Remaja Taruna Jaya 1. The aims of this research are 1) To find out efforts to form habitus for foster adolescent at Panti Sosial Bina Remaja Taruna Jaya 1, 2) To find out forms of adaptation for foster adolescent at Panti Sosial Bina Remaja Taruna Jaya 1. This type of research uses a case study method with a qualitative approach. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. The informant selection technique used was a purposive technique, in this study the informants selected were 6 (six) family referral foster youth and 4 (four) staff of Panti Sosial Bina Remaja Taruna Jaya 1. The results of the research showed that 1) The habitus that wants to be formed at Panti Sosial Bina Remaja Taruna Jaya 1 is a healthy habitus, professional habitus, intellectual habitus, collaborative habitus, social habitus, spiritual habitus. 2) The environment of Panti Sosial Bina Remaja Taruna Jaya 1 is an arena where there is doxa, so that there is symbolic violence during the habitus formation process at Taruna Jaya 1 PSBR. In the end, this doxa becomes orthodoxa in the form of the success of foster youth in adapting at Panti Sosial Bina Remaja Taruna Jaya 1 and in an environment that has similar 'rules of the game'. The description of the successful adaptation of foster youth can be seen from 4 (four) aspects: emotional aspects, intellectual aspects, spiritual aspects, social aspects.
Pola Relasi Sosial Nelayan dalam Koperasi Mina Muara Sejahtera di Desa Muara Kecamatan Wanasalam Patma Sulistiana; Rizki Setiawan; Nurul Hayat
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v6i2.1382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola relasi sosial nelayan dalam koperasi mina muara sejahtera di Desa Muara Kecamatan Wanasalam. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu kualitatif, dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik purposive digunakan pada pemilihan informan, dalam penelitian ini informan yang digunakan yaitu pengurus koperasi, ketua KUB, anggota KUB dan anggota individu koperasi mina muara sejahtera. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pembentukan pola relasi sosial nelayan dalam koperasi mina muara sejahtera, melalui modal sosial pada masing-masing pihak, terdapat lima modal sosial yang menjadi pembentuk pola relasi sosial diantaranya yaitu obligations and expectations yang berkaitan dengan kewajiban dan menimbulkan kepercayaan. Information channels yang memuat saluran informasi pada hubungan diskusi, dan kerja sama melalui unit usaha program. Norms and effective sanctions yaitu norma dan sanksi yang menjadi landasan bertindak, authority relations yang berkaitan dengan hak pengambilan keputusan dan pengawasan serta intentional organizations yaitu manfaat koperasi bagi nelayan. Bentuk pola relasi sosial yang ditemukan yaitu relasi pertemanan antar nelayan dalam koperasi mina muara sejahtera, relasi kemitraan nelayan dengan pengurus koperasi mina muara sejahtera serta konsep rukun untuk menjaga hubungan nelayan dalam koperasi mina muara sejahtera.
Praktik Sosial Catcalling Pada Remaja Di Kecamatan Cikeusal Kab. Serang-Banten Indriayni Indriyani; Rizki Setiawan; Septi Kuntari
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 6, No 3 (2024): PADARINGAN : Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/pn.v6i3.12250

Abstract

This research aims to determine the social practice of catcalling in Cikeusal District. Catcalling according to Chhun (2011) identifies catcalling as the use of indecent words, verbal expressions and also non-verbal expressions which occur in public places, for example on roads, on sidewalks and bus stops. Verbally, catcalling in usually done through whistling or comments about a womens appearance. Non-verbal expressions also include glances of physical gestures that act to provide an assessment of a woman’s appearance. The method in this research uses a qualitative research method with a descrptive approach, meaning that the research results are formulated after all the data has been analyzed. In simple terms, it can stated that qualitative research is examining informants as research subjects in their daily living environment. The results of this research in clude the social practice of catcalling in cikeusal village, the meaning of catcalling in society.  
Pelecehan Seksual Melalui Aplikasi Tiktok Salsabila Wijaya; Rizki Setiawan
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 7 No 1 (2024): Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v7i1.1931

Abstract

Violence in Indonesia is increasing, especially sexual violence against women. The Ministry of Women's Empowerment and Child Protection in 2024, stated that women will be the dominant victims in cases of violence in 2024. One type of sexual violence that often occurs according to data obtained in the 2024 Online Information System for the Protection of Women and Children is sexual harassment. , which can occur without limitations of age, space and time. Sexual harassment is not only carried out in public spaces but can be done through social media, one of which is the TikTok application. This research aims to find out and explore the issue of sexual harassment through the TikTok application, using a descriptive qualitative approach and based on Kimberle Crenshaw's intersectionality theory, to find out how sexual harassment factors can influence a person's vulnerability to sexual harassment in cyberspace.
Peran Modal Sosial dalam Dinamika Komunitas Ojek Konvensional: Studi tentang Komunitas Opas di Anyer Yuliani, Yuliani; Setiawan, Rizki
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 13 No 2 (2024): Community Dynamics and Social Transformation
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v13i2.48417

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran modal sosial dalam mempertahankan komunitas ojek konvensional di tengah meningkatnya persaingan dari berbagai jenis transportasi dan modernisasi di Anyer. Menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, studi ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menganalisis eksistensi dan fungsi modal sosial dalam komunitas ojek konvensional Opas (Ojek Pasar). Temuan penelitian menunjukkan bahwa modal sosial memainkan peran krusial dalam keberlangsungan komunitas ini. Elemen-elemen modal sosial yang signifikan meliputi: 1) solidaritas yang tinggi di antara anggota, 2) kepercayaan antar anggota komunitas, dan 3) nilai-nilai sosial yang terjalin dalam komunitas. Modal sosial terbukti penting untuk mempertahankan eksistensi komunitas ojek pangkalan ini, yang masih mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dan memelihara norma-norma serta hubungan sosial yang ada. Modal sosial memberikan manfaat bagi anggota dalam beraktivitas serta membangun keharmonisan dengan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, pemberdayaan komunitas sangat diperlukan untuk menjaga keberlangsungan modal sosial, terutama di daerah pedesaan. Penguatan solidaritas dan kerja sama baik di antara anggota komunitas maupun dengan masyarakat sekitar diharapkan dapat mendukung keberlanjutan komunitas Opas di masa depan.Kata Kunci: Modal Sosial, komunitas Ojek Konvensional, keberlanjutan komunitas, pemberdayaan komunitas. AbstractThis study aims to explain the role of social capital in sustaining conventional motorcycle taxi communities amidst the increasing competition from various transportation modes and the modernization in Anyer. Drawing on a descriptive qualitative research method, the study collects data through observation, interviews, and documentation to analyze the existence and function of social capital within the Opas (Ojek Pasar) conventional motorcycle taxi community. The findings reveal that social capital plays a crucial role in the continuity of this community. Significant elements of social capital include: 1) high solidarity among members, 2) trust within the community, and 3) social values intertwined in the community. Social capital has proven essential in maintaining the existence of this base ojek community, which continues to earn public trust and uphold existing norms and social relationships. Social capital benefits members in their activities and fosters harmony with the surrounding society. Therefore, community empowerment is vital for sustaining social capital, particularly in rural areas. Strengthening solidarity and cooperation both within the community and with the surrounding society is expected to support the future continuity of the Opas community.Keywords: Social Capital, Conventional Motorcycle Taxi Community, Community Sustainability, Community Empowerment.
Co-Authors Afrizal, Stevany Ainun Rahayu Aji, Erlien Aunina Linggar Ananda Faridhatul Ulva Anas, Muhammad Naufal Angga Pratama Anna Anna, Anna Arif Pristianto Ashari, Anisa Atul Kurnia Ashilah, Hana Aulia Rahman Oktaviansyah, Aulia Rahman Awalya, Rahmannisa Syifa Azmelia Putri Balqis Azzahra, Tifani Shofa Azzahrah, Farikha Syifa'u Bhisma Murti Bunga Farah Fauziah Cavalera, Vania Dede Yusuf Dede Yusuf Eti Komalasari Farid Rahman Fitri, Ida Fitria Khasanah, Fitria Handoyo Haryono Haryono Haryono Haryono Hayat, Nurul Hidayah, Rolla Hidayah, Siti Ismi Nurul Hidayat, Sholeh Ibrahim, Dimas Septian Ika Yuli Ayuningrum Indriayni Indriyani Ismail, Azizah Isnaini Herawati Kamisya, Annisa Nur Karla Ryanda Putri Kholillah, Kholillah Kinasih, Putri Komalasari, Dwi Rosella Kudus, Wahid Abdul KUNTARI, SEPTI Larasati Larasati Larasati Larasati Latifa, Jamilatul Lepi Ratnasari Lindawati, Yustika Irfani LULUK ASMAWATI lydia christina handoyo Mahliah, Imas Marisatu Zahra Marsono Mar’atus Sholikhah Maulana, Ari Fathin Mochamad Naim muflihah muflihah Muhammad nakula anjani putra sadewa Mumbasiroh, Siti Musahwi Musahwi Nabila, Aulia Safa' Nabila, Nurjihan Lutfia Naufal Sinatria NH, Aufa Tazqiyah ning puri, nur aisyah Nisa Nurmala Nurmala, Nisa Nursaidah, Siti Nurul Audie Nurul Hayat Patma Sulistiana Patma Sulistiana Persada, Tashila Zahra Pratama, Ahmad Pratiwi, Septiani Cipta Purnama, Rohmatulloh Dwi Putri Ayu Nabila Putri ayu nanda solehah Putri, Karla Ryanda Putri, Nuristiqomah Dwi Putri, Rima Nabila Putri, Sabrina Mustika Qonitah, Ratu Dina Rahayu, Ainun Rahma Amanda Rahmawati, Aulia Fahriza Ramadhani, Muhammad Mumtaz Reniati, Isni Rezania Asyfiradayati Ridhawati, Fathia Risdiana, Ria Rosi Apriliani Rudi Mulya Sahda, Renaya Amelta Salsabila Wijaya Sandra, Dinda Agustin Saputri, Nanik Sari, Dellila Permata shofa Azzahra, Tifani Simatupang, Liyola Sitorus, Palti MT. Soetrisna, Denny Sri Rahayuningsih Subhan Widiansyah Suhal Kusairi Suryani, Danik Tri Ambarwati Utami, Mulatsih Nita Wahyu Tri Sudaryanto wahyuni wahyuni Wanda Marsella Wardana, Jelita Yulia Rensa Wardani, Arum Pramudya Yuliani Yuliani Yulianto Yulianto Yustika Irfani Lindawati Zainu, Handi Mohamad Zazaul maghfiroh ‎Jashinka, Jashinka