p-Index From 2021 - 2026
5.378
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Asesmen Digital bagi Guru SMP untuk Meningkatkan Kualitas Evaluasi Pembelajaran : Digital Assessment Training for Middle School Teachers to Improve the Quality of Learning Evaluation Husni Syahrudin; Junaidi H. Matsum; Nuraini Asriati; Heni Kuswanti; Syamsuri; Munawar Thoharudin; Dina Fitriana; Zuri Astari
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Februari
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i1.405

Abstract

This community service program was implemented to improve the competency of teachers at SMP Negeri 3 Pontianak City in understanding and implementing digital assessment as part of strengthening professionalism in the era of technology-based learning. The activity was developed through five stages, including initial data collection, pre-test, material delivery, practice and direct mentoring, and post-test. Evaluation results showed a significant increase in all indicators of participant understanding, including understanding of learning assessment (23% to 100%), instrument validity (23% to 91%), question difficulty level (41% to 95%), and utilization of interactive assessment media (73% to 86%). In addition, skills in operating the digital assessment platform also increased from 63% to 100%. These findings indicate that the training was able to strengthen the conceptual foundation and technical skills of teachers in designing and implementing accurate, interactive, and data-driven digital assessments. This program has implications for increasing teacher readiness in developing adaptive and relevant evaluation practices to the demands of 21st-century education
Pelatihan Model Ekonomi Pentahelix Berbasis Local Economic Wisdom Pada UMKM di Desa Semudun Kabupaten Mempawah Jumardi Budiman; Munawar Thoharudin; Yekti Purwo Asih; Gusnita; Dwi Kurniaty; Andini Triana Dewi; Andrilolo; Indra; Agus Miranda Murdiani; Desi Friani; Yetty Agustini; Atria Tiffany Widyaningsih
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v6i1.2544

Abstract

Kondisi UMKM di Desa Semudun menunjukkan bahwa: 1) proses produksi dilakukan dengan cara yang tradisional karena ketiadaan alat produksi yang memadai; 2) kurangnya pengetahuan dalam proses produksi sehingga berdampak pada hasil produksi yang kurang berkualitas; 3) produk dikemas dengan cara yang sederhana dan kurang memperhatikan standar kebersihan sehingga kurang menarik minat pembeli; 4) harga jual produk yang relatif lebih mahal dari produk sejenis kurang laku di pasaran; dan 5) proses pemasaran masih mengandalkan penjualan langsung sehingga omset penjualan sangat tergantung pada kehadiran pembeli. Berdasarkan fenomena tersebut, maka tim bersepakat untuk melakukan kegiatan penyuluhan dan pelatihan model ekonomi Pentahelix berbasis local economic wisdom pada UMKM di Desa Semudun. Metode pelaksanaan PKM ini berupa penyuluhan dan pelatihan. Hasil PKM menunjukkan bahwa kegiatan penyulusan dan pelatihan yang dilakukan efektif dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan pelaku UMKM di Desa Semudun, meskipun tidak secara signifikan.
Eksistensi Tenun Ikat Dayak Sintang dalam Pelestarian Budaya Lokal Munawar Thoharudin; Mukhamad Zulianto; Chandra Fauzi; Fithra Ramadian; Dewi Puji Astuti; Abdi Roni Pandiangan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.6621

Abstract

ABSTRACTDayak ikat weaving is a cultural heritage of the indigenous communities in West Kalimantan, holding significant cultural, social, and economic value for the Dayak people. However, the sustainability of this weaving tradition faces several challenges, including modernization, limited cultural documentation, declining interest among younger generations, and suboptimal digital marketing practices. This community service initiative aimed to document the potential of Dayak ikat weaving in Ensaid Panjang Village, Sintang Regency, while describing weaving practices and exploring opportunities for the development of a local culture-based creative economy. A descriptive qualitative approach was employed through observation, interviews, and documentation. The findings indicated that the weaving tradition remains an integral part of Dayak community life and continues to be passed down across generations. The production process still relies on traditional looms, with some artisans utilizing natural dyes derived from forest plants. Beyond its cultural and symbolic significance, Dayak ikat weaving also contributes to local economic development through the diversification of handicraft products and cultural tourism. Therefore, collaborative efforts involving cultural documentation, strengthened digital promotion, and Intellectual Property Rights (IPR) protection are necessary to support the sustainable preservation of Dayak ikat weaving.Keywords: Dayak ikat weaving, cultural preservation, local wisdom, Sintang ABSTRAK enun ikat Dayak merupakan warisan budaya masyarakat adat di Kalimantan Barat yang memiliki nilai budaya, sosial, dan ekonomi yang penting bagi masyarakat Dayak. Namun, keberlanjutan tradisi menenun menghadapi berbagai tantangan, seperti modernisasi, keterbatasan dokumentasi budaya, rendahnya minat generasi muda, serta belum optimalnya pemasaran digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendokumentasikan potensi tenun ikat Dayak di Desa Ensaid Panjang, Kabupaten Sintang, serta menggambarkan aktivitas menenun dan peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tradisi menenun masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Dayak dan diwariskan secara turun-temurun. Proses produksi tenun masih menggunakan alat tradisional dan sebagian memanfaatkan pewarna alami dari tumbuhan hutan. Selain memiliki nilai budaya dan simbolik, tenun ikat juga berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi masyarakat melalui diversifikasi produk kerajinan dan wisata budaya. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolaboratif melalui dokumentasi budaya, penguatan promosi digital, dan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) guna mendukung pelestarian tenun ikat Dayak secara berkelanjutan.Kata Kunci: Tenun Ikat Dayak, Pelestarian Budaya, Kearifan Lokal, Sintang
WORKSHOP PENINGKATAN KOMPETENSI LITERASI KEUANGAN BAGI GURU EKONOMI DI KOTA SINGKAWANG Heni Kuswanti; Okianna Okianna; Jumardi Budiman; Edy Gustriansyah; Sandara Fitria Wardani; Yoga Mandala; Rachmad Agung Prayogi; Fithra Ramadian; Munawar Thoharudin; Do’a Fadillah Rahmadani; Natasha Natasha; Dani Miftah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5749

Abstract

ABSTRACTThis community engagement program aims to address the low level of functional financial literacy among economics teachers in Singkawang City, particularly regarding capital market understanding, risk management, and the identification of illegal investments. This study positions the collaborative workshop as a strategic intervention to strengthen teachers’ competencies as economic educators. Using a workshop-based approach consisting of preliminary surveys, interactive training sessions, case discussions, simple simulations, and evaluation through pre-tests and post-tests, the program systematically measured changes in participants’ knowledge. The results indicate a substantial improvement in financial literacy, evidenced by an increase in the average score from 48.2 to 85.7, accompanied by 100% positive responses regarding the relevance of the material. The program also produced a financial literacy module and lesson plan drafts that can be directly integrated into classroom instruction. These findings confirm that collaborative workshop activities are effective in enhancing teacher competence and are highly applicable for replication in various educational contexts.Keywords: Financial Literacy, Economics Teachers, Capital Market, Illegal Investment, WorkshopABSTRACTAbstrak ditulis dalam bahasa Indonesia yang berisikan isu-isu pokok, tujuan penelitian, metoda/pendekatan dan hasil penelitian. Abstrak ditulis dalam satu alenia, tidak lebih dari 200 kata. (Times New Roman 11 dan spasi tunggal cetak tegak.) Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menjawab rendahnya literasi keuangan fungsional di kalangan guru ekonomi di Kota Singkawang, terutama terkait pemahaman pasar modal, manajemen risiko, dan identifikasi investasi ilegal. Penelitian ini menempatkan program workshop sebagai intervensi strategis yang berfokus pada peningkatan kapasitas guru sebagai pendidik ekonomi. Dengan menggunakan metode workshop kolaboratif yang terdiri atas survei awal, pelatihan interaktif, studi kasus, simulasi sederhana, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test, kegiatan ini mengukur perubahan pengetahuan peserta secara komprehensif. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman literasi keuangan, ditandai dengan kenaikan skor rata-rata dari 48,2 menjadi 85,7, serta respons positif guru yang mencapai 100% pada aspek relevansi materi. Program ini juga menghasilkan modul pembelajaran dan draf RPP sebagai luaran yang dapat langsung diimplementasikan dalam proses pembelajaran ekonomi. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan workshop kolaboratif efektif dalam memperkuat kompetensi guru dan relevan untuk direplikasi pada konteks sekolah lainnya.Keywords: Literasi Keuangan, Guru Ekonomi, Pasar Modal, Investasi Ilegal, Workshop 
Co-Authors Abdi Roni Pandiangan Achmadi Achmadi Agus Miranda Murdiani Andini Triana Dewi Andrilolo Angselmus Dendi Anna Marganingsih Anna Marganingsih Atria Tiffany Widyaningsih Avelius Dominggus Sore Avelius Dominggus Sore Avelius Dominggus Sore Chandra Fauzi Dani Miftah Darsela Darsela, Darsela Desi Friani Dessy Triana Relita Dessy Triana Relita Dessy Triana Relita Dewi Puji Astuti Dewi Puji Astuti, Dewi Puji Dina Fitriana Dominggus Sore Do’a Fadillah Rahmadani Dwi Kurniasih Dwi Kurniaty Edy Gustriansyah Ekawati, Erna Eko Siswati Elmansyah, Elmansyah Emilia Dewiwati Emilia Dewiwati Pelipa Emilia Dewiwati Pelipa Emilia Dewiwati Pelipa, Emilia Dewiwati Farizi, AL Fatkhan Amirul Huda Fibby Krizia Fithra Ramadian Gabriel Tamakai Buda Gusnita Hadi Wiyono Heni Kuswanti Husni Syahrudin I Gusti Ngurah Antaryama I Ketut Suada Imanuel Sairo Awang Indra Iwan Ramadhan Jumardi Budiman Junaidi H. Matsum Kamarullah, Heri Kardius Richi Yosada Kardius Richi Yosada Lidya dau Marganingsih, Anna Maria Ulfah Marselinus Jheni Jacob Martina Martina Masardi Duat Umpang Mukhamad Zulianto Natasha Natasha Nuraini Asriati Okiana Okiana Okianna Okianna Pudjo Suharso Rachmad Agung Prayogi Relita, Dessy Triana Sabirin Sabirin Sandara Fitria Wardani Sandra Fitria Wardani Saputri, Meisy Naha Suriyanisa Suriyanisa Susimardola Susimardola SYAMSURI Tedi Suryadi Yakoba, Yakoba Yayan Kristiani yekti Purwo Asih Yetty Agustini Yoga Mandala Yohanes Doni Yopinus Bobi Yulia Suriyanti Yulia Suriyanti, Yulia Yulia Suryanti Yunita Astikawati Yunita Astikawati Yushardi Yushardi, Yushardi Zuri Astari