p-Index From 2021 - 2026
8.424
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengalaman Komunikasi Kelompok Prischa Cornelia Banunaek; Liliweri Aloysius; Yermia Dj. Manafe
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 10 No 2 (2021): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v10i2.3168

Abstract

Kelompok merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Eksistensi kelompok cenderung mempengaruhi perilaku seseorang termasuk perilaku komunikasi yang pada gilirannya membentuk pengalaman komunikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman komunikasi kelompok mulai dari konformitas, fasilitasi sosial dan polarisasi. Adapun teori yang digunakan adalah Teori FIRO. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 9 orang yang merupakan perwakilan dari tiap sub-kelompok yang tergabung dalam Kelompok Pemuda Jemaat Pniel Sikumana, Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konformitas terjadi apabila adanya perbedaan status keanggotaan dalam kelompok. Sementara itu, fasilitasi sosial terjadi karena kelompok hadir sebagai media belajar untuk memberi motivasi bagi anggota untuk penguatan kapasitas. Pada sisi lain, tidak ditemukan polarisasi dalam kelompok Pemuda Jemaat Pniel Sikumana karena kelompok ini ternyata ditemukan lebih berani, kreatif, dan cukup inovatif menghadapi berbagai tantangan dalam berkelompok.
Strategi Komunikasi Komunitas Film Kupang Shara M. Da Costa; Liliweri Aloysius; Petrus A. Andung
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 10 No 2 (2021): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v10i2.3691

Abstract

Film tidak hanya sebagai media hiburan tetapi juga sebagai instrument edukatif, informasif, bahkan persuasif. Beragam macam film kini dapat dikonsumsi dengan mudah, baik film industri komersil maupun film independen. Di Indonesia sendiri, perkembangan film yang dinamis dan sempat mengalami kemerosotan, kini berangsur membaik. Dimulai dari gerakan para pegiat film independen yang tidak ingin film-film Indonesia redup dan mati, akhirnya dapat menunjukan wajah perfilman Indonesia di kancah Internasional. Menariknya, masih banyak daerah di Indonesia yang kekurangan akses film independen, dan Kota Kupang salah satunya. Hadirnya bioskop alternatif ‘Jumat Di Garasi’ oleh Komunitas Film Kupang diharapkan dapat menjawab kebutuhan penonton dan sineas di Kota Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi komunikasi Komunitas Film Kupang dalam mendorong program ‘Jumat di Garasi’ sebagai Bioskop Alternatif di Kota Kupang. Teori yang digunakan adalah teori AIDDA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus dan subjek penelitiannya adalah badan pengurus Jumat di Garasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif dengan teknik pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang dilakukan Komunitas Film Kupang adalah dengan menentukan khalayak, mengelola pesan, menentukan metode komunikasi dan memilih media komunikasi dengan menggunakan strategi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Sementara model komunikasi yang digunakan adalah model komunikasi persuasif, informatif dan edukatif dengan memanfaatkan media sosial sebagai media komunikasi.
Gegar Budaya di Era New Normal Alo Liliweri; Maria Yulita Nara; Maria V.D.P. Swan
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 11 No 2 (2022): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v11i2.6647

Abstract

Penelitian dengan judul “Gegar Budaya Di Era New Normal” dilatar belakangi oleh kemunculan istilah new normal di masa pandemi ini yang menyebabkan masyarakat mengalami gegar budaya dan “dipaksa” untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru di era new normal tersebut. Penelitian ini berfokus pada bagaimanakah pengalaman adaptasi masyarakat Kota Kupang dalam menghadapi gegar budaya di era new normal dengan tujuan untuk menganalisis pengalaman dan pemaknaan masyarakat kota Kupang dalam menghadapi gegar budaya di era new normal. Metode penelitian adalah fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya pengalaman adaptasi masyarakat di era new normal ini adalah mereka mengalami stress dan perasaan tersiksa karena kebiasaan-kebiasaan baru di era new normal yang terjadi karena masyarakat dihadapkan dengan kebiasaan-kebiasaan baru yang berbeda dengan kebiasaan-kebiasaan sebelumnya dan interaksi yang harusnya bisa berlangsung tatap muka harus dilakukan melaui media sehingga pada era new normal muncul ketergantungan terhadap teknologi. Namun pada akhirnya mereka harus menerima dan mulai terbiasa dan menyeseuaikan diri dengan hal kondisi tersebut. Selain itu juga berkaitan dengan pemaknaan masyarakat tentang gegar budaya di era new normal terdapat dua makna yang diberikan masyarakat yaitu new normal meningkatkan pola hidup sehat masyarakat, new normal sebagai sebuah keniscayaan, dan new normal semakin menyadarkan manusia sebagai makhluk yang saling membutuhkan.
Critical Factors for Women’s Representation in Top Management Leadership Positions in Local Government Frans Budiman Johannes; Aloysius Liliweri; Frans Gana; Nursalam Nursalam
JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik) Vol 26, No 2 (2022): November
Publisher : Magister Ilmu Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkap.78090

Abstract

This study explores the critical factors behind women’s representation in upper-echelon II managerial positions in local government organizations in Indonesia, which contemporary studies rarely studied. This research interviewed 12 informants at the East Nusa Tenggara (ENT) Provincial Government in Indonesia using a qualitative approach and purposive sampling techniques. This article found eight factors that are critical in influencing women's representation in echelon II positions in local government organizations from three primary dimensions. First, a network of political proxies and representation of ethnicity and electoral areas are factors from the socio-political dimension. Second, the three factors related to the intra-organizational dimension are patriarchal culture, gender stereotypes, and masculine leadership. Lastly, academic respect, self-confidence, and domestic responsibility are three factors from the individual dimension. The practical implication of this study is that for women to be elected to echelon II positions, they need to expand their network or political connections with political party leaders affiliated with elected political officials or the family actors of elected political officials. Additionally, women must adopt masculine leadership models to be accepted by their male colleagues and adapt to a patriarchal organizational environment. Finally, women need to increase their confidence in a leadership capacity.
STRATEGI MEDIA RELATIONS HUMAS DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN KELUARGA BERENCANA (KB) PADA BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL (BKKBN) PROVINSI NTT Jim Briand Kolianan; Aloysius Liliweri; Lenny Tamunu
Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.526 KB) | DOI: 10.26858/jiap.v6i1.2072

Abstract

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Strategi Media Relations Humas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi NTT dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Keluarga Berencana (KB). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif ini membahas secara mendalam untuk lebih mengetahui fenomena-fenomena seperti opini, keinginan, perasaan, dan perilaku relasi media tentang strategi dan kegiatan media relation  yang dijalankan oleh BKKBN. Ruang lingkup dalam penelitian adalah pada Bagian Humas Kantor Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi NTT yang memberikan layanan kepada masyarakat. Teknik pengumpulan data yang  digunakan dalam penelitian ini adalahWawancara, observasi dan studi documenter. Sedangkan Teknika analisis data yang digunakan adalah Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif.  Hasil Penelitian yang dilakukan yaitu Kualitas pelayanan melalui strategi media relations di Humas BKKBN Provinsi NTT di atas dapat disimpulkan bahwa pelayanan melalui strategi media relations di Humas BKKBN Provinsi NTT sudah berjalan dengan baik karena:  a) adanya ketepatan waktu dalam memberikan informasi; b) memberikan informasi atau berita kepada media massa di dalam menangani permasalahan atau isu-isu yang timbul di masyarakat serta kemauan untuk membantu pelanggan dan memberikan jasa dengan cepat; c) menimbulkan kepercayaan dan keyakinan, yang merupakan kemampuan Humas dalam menciptakan rasa rasa percaya masyarakat kepada BKKBN NTT antara lain komunikasi, kredibilitas, keamanan, kompetensi dan sopan santun; d) memberikan informasi lewat media atau publikasi dan melakukan event-event kepada masyarakat yang berkaitan dengan pengetahuan, kebutuhan masyarakat secara spesifik; dan e) menampilkan fasilitas fisik, peralatan atau teknologi dan penampilan pegawai pada Kantor Badan Koordinasi dan Keluarga Berencana (BKKBN) NTT. Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Strategi Humas, Media Relations
Makna Adat Moleb Ingga : (Studi Fenomenologi pada Orang Dengka di Desa Tuapukan, Kabupaten Kupang) Sine, Larastiana; Liliweri, Aloysius; Meilawati, Fitria Titi
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 2 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v2i1.32

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna yang terkandung dalam adat Molebingga pada orang dengka. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan teori fenomenologi, dimana peneliti meneliti orang dengka yang tinggal di Desa Tuapukan, Kabupaten Kupang yang masih melakukan dan menjalankan adat ini sebagai informan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini yang ditemukan oleh peneliti dilapangan yaitu orang dengka dengan menjalankan adat ini, dapat memperkuat lagi hubungan persaudaraan yang terjadi antara antara om (saudara laki-laki dari ibu) dan keponakan (anak dari saudara perempuan om), dengan adat ini juga saling perhatian serta kasih sayang yang tulus yang diberikan baik itu om dan juga keponakan. Penelitian ini juga menemukan bahwa motif orang dengka menjalankan adat Molebingga yaitu karena kepercayaan orang dengka terhadap peristiwa kematian yang terjadi pada anggota keluarga mereka merupakan sebuah kesialan yang perlu mereka atasi atau singgkirkan yaitu dengan Molebingga ini.
Konstruksi Makna Tradisi Silentium di Seminari Menengah St. Yohanes Paulus II Kurnia, Maria Etfila; Aloysius Liliweri; Felisianus E. Jelahut
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 4 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v4i1.302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi makna tradisi silentium bagi para seminaris dalam komunitas SMAK Seminari St. Yohanes Paulus II Labuan Bajo, serta untuk mengetahui motif para seminaris dalam komunitas SMAK Seminari St. Yohanes Paulus II Labuan Bajo melakukan tradisi silentium. Penelitian ini menggunakan teknik analisis kualitatif dengan menggunakan teori fenomenologi dan pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam (in depth interview), dan dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Silentium dimaknai sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tugas dan kewajiban menjadi seorang seminaris. Kedua silentium dimaknai sebagai waktu khusus untuk para seminaris merefleksikan diri/ menemukan jati diri. Dalam motif “karena”, atau yang disebabkan pada pengalaman masalalu. Berdasarkan hasil penilitian, peneliti melihat adanya kesamaan motif “karena” dari 6 (enam) informan yakni meyakini bahwa silentium merupakan salah satu tradisi yang diwariskan secara turun-temurun dan menjadi ciri khas dari sebuah komunitas seminari. sehingga motif pertama yang berorientasi pada masalalu didasari pada menjalani kebiasaan para seminaris sebelumnya. Sedangkan motif “untuk” berorientasi pada masa depan seminaris dalam komunitas SMAK Seminari St. Yohanes Paulus II Labuan Bajo, melakukan Silentium. Berdasarkan hasil penilitian dan pembahasan, peneliti melihat adanya kesamaan motif “untuk” dari 6 (enam) informan yakni agar terhindar dari hukuman yang diberikan oleh para Formator komunitas.
The Influence of the Quality of Passport Production Services on Community Satisfaction at Class II Imgration offices Atambua Immigration Check Places FATIN, Donatus Gin; LILIWERI, Aloysius; NEOLAKA, Melkisedek N.B.C.
Journal of Tourism Economics and Policy Vol. 4 No. 1 (2024): Journal of Tourism Economics and Policy (January - March 2024)
Publisher : PT Keberlanjutan Strategis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38142/jtep.v4i1.955

Abstract

This research describes the quality of passport-making services at the TPI Atambua Class II Immigration Office. This research focuses on passport-making services because they have the most applicants. This problem occurs because passport completion exceeds standards and employee information is unclear. This research was a quantitative descriptive study with 96 respondents, using purposive and incidental nonprobability sampling models. The research results show that the quality of service on community satisfaction at the TPI Atambua Class II Immigration Office has a value of 0.463, which means (46.30%). Obtained from five dimensions of service quality, such as physical evidence of (0.139), reliability dimension (0.126), responsiveness dimension (0.007), assurance dimension (0.096), and empathy dimension of (0.120). The simultaneous test shows an F-count of 11.255, confirming the significant relationship between the five dimensions of service quality and community satisfaction. This research suggests that the five dimensions of service quality simultaneously have a significant effect on community satisfaction at the TPI Atambua Class II Immigration Office "accepted." The coefficient of determination reveals that service quality and community satisfaction together have a strong influence (46.30%) at the TPI Atambua Class II Immigration Office, with the remainder influenced by factors not explained. The results of research and hypothesis testing show that service quality (X) and community satisfaction (Y) together have quite a strong influence on the TPI Atambua Class II Immigration Office, amounting to 46.30%, while the remaining 53.70% is influenced by other factors not explained in this research.
AGENT AND STRUCTURE RELATIONS IN THE COMMUNICATION PROCESS BASED ON HUMANIST AND RELIGIOUS VALUES AT THE PAMULANG UNIVERSITY IN SOUTH TANGERANG Surti Wardani; Alo Liliweri; Ridzki Rinanto Sigit
International Journal of Social Science Vol. 3 No. 6: April 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/ijss.v3i6.7634

Abstract

Pamulang University (Unpam), one of the private universities in the South Tangerang area, is established to meet the needs of the community by providing its own uniqueness and receiving very good interest. The uniqueness meant by that is the history of its founding to provide higher education for all people, especially for those people mentioned, the increase and large quantity of registered students, the availability of classes for students with disabilities, adequate lecture facilities, affordable tuition fees, and no building costs. One of the successes that has been achieved to date is the contribution of lecturers in implementing the tridharma of higher education. This is where the lecturer acts as an agent, actor, or agency, as known in Anthony Giddens' structuration theory. As a form of routine that produces social practice, the lecturer's tridharma must reflect humanist and religious values, including in the communication process within the university. These two values are in accordance with those stated in the university's vision, namely, "To become a university ranked in the top 40 at the national level based on humanist and religious values by 2025." This article analyzes the relationship between agents and structures in the communication process based on humanist and religious values at a private university in South Tangerang. The research used a qualitative method with a critical theory paradigm and an interpretive phenomenological approach. The results show that Unpam is able to manage and strive to pursue its vision through the tridharma of higher education, with the contribution of lecturers who act as agents, actors, and agencies. The routine activities of agents form a duality of structure and are related by mutual influence and reciprocity (interplay) that reflect most of the implementation of both humanist and religious values. Forms of communication that are full of humanist values, such as when lecturers greet each other, provide non-differentiating classroom learning, and interact with students and the community in PkM activities, including coordinating work on research activities, Meanwhile, religiousness can be seen in the form of greeting words and sentences, praying before and after activities, religious attributes worn as characteristics, tolerance during worship, the formation of the Institute for Religious Studies, and also religious studies. On the other hand, the role of agents still needs to be optimized as gatekeepers and/or opinion leaders because, as educators, they provide role models, especially for students (predominantly from the marginalized and lower middle class) and also the general public. Meanwhile, the university needs to have an organizational culture to strengthen motivation for academics, direction, and foundation in behavior and attitudes, which can be taken from humanist and religious values, as well as the motto Sharing for the Country, alongside the implementation of a code of ethics, to help realize its vision in 2025
Studi Etnografi Komunikasi Ritual Adat Tiba Meka Pada Masyarakat Wae Rebo Kecamatan Satar Mese Barat Kabupaten Manggarai Lestari, Stenyke Claudia Ayu; Liliweri, Aloysius; Nara, Maria Yulita
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 2 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v2i2.46

Abstract

Dilatar belakangi dengan aktivitas komunikasi ritual adat tiba meka dengan tujuan untuk mengetahui aktivitas komunikasi ritual adat tiba meka pada masyrakat wae rebo kecamatan satar mese barat kabupaten manggarai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan metode etnografi komunikasi Dell Hymes, teknik pengumpulan data yang dipakai menggunakan data primer melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Adapun informan dari penelitian ini ada 7 orang yakni tetua adat (1 orang), serta masyarakat kampung yang menjadi bagian dalam upacara tersebut (4 orang), wisatawan (2 orang) dan tour guide (1 orang). Hasil dari penelitian ini menunjukkan aktivitas komunikasi dalm ritual adat tiba pada masyarakat wae rebo melalui Situasi komunikasi yaitu merujuk pada konteks waktu, tempat, suasana yang terjadi selama proses ritual adat tiba meka. Situasi yang terjalin ada dua yaitu situasi formal dan informal. Peristiwa komunikasi yang terjalin pada saat tiba meka sangat memadai yakni meliputi banyak hal sesuai dengan situasi dan konteks yang terjadi, partisipan yang terlibat, latar belakang terjadinya komunikasi baik tempat maupun waktu, serta norma yang berlaku. Tindakan komunikasi yang terjalin pada saat tiba meka di Wae Rebo baik secara verbal maupun nonverbal berupa nasehat, saran, larangan sangat baik.
Co-Authors Ahmad Atang Ajis S Adang Djaha Ajis Salim Adang Djaha Ajis Salim Adang Djaha Alexander Seran Amah, Mas’ Amtiran, Jeng Aletha Venay Arief Subhan Arifin Arifin Asadoma, Johanis ASSEGAFF, Syafiq B. Baharudin Hamzah Bere Mau, Florentina P. C. Christina Alau Lopes Daga, Lukas L Daniel Herison Wadu David B.W. Pandie Dessy Lay Dewi Widowati Dewi, Liza Dwi Ratna Dian Wardiana Sjuchro Djaha, Ajis Salim Adang Djaha, Ajis Salim Adang Djobo, Amon DR. CATUR MSI SURATNOAJI Drikben Eka Putra Nggadas Elfrida Dana Riwoe Rohi Erasmus Nagi Noi Fahruddin FAIZ FATIN, Donatus Gin Febriani, Erna Felisianus Efrem Jelahut Fitria Titi Meilawati Fitria Titi Meilawati Fitria Titi Meilawati Frans Budiman Johannes Frans Gana Fransiskus Suryanto Nara Bata Frengki Napitupulu Geofakta Razali Greogorius Nenabu Hamdan Saleh Batjo Hamzah, Baharudin Hana, Ferly T. Hana, Ferly Tanggu Herman Menno Hery Wadu Hotlief Nope I Nengah Dasi Astawa I Putu Yoga Bumi Pradana I Putu Yoga Bumi Pradana Irmawati Irmawati Juan A. Nafie Kolianan, Jim Briand Kurnia, Maria Etfila Laan, Rahmat Larastiana Sine Laurensius Petrus Sayrani Laurensius Petrus Sayrani Lay, Dessy Lenny M. Tamunu Lenny N. Tammunu Lenny Tamunu Lestari, Stenyke Claudia Ayu Leuape, Emanuel Sowe Magda Y. Laka Mahasar Reinheart F. Damanik Mandaru, Silvania S. E. Mansyur Wahyudi Margaretha Movaldes Da Maga Bapa Maria Serafina Luruk Seran Maria V. D. P. Swan Maria Yancenia Gude Maria Yulita Nara Maria Yulita Nara Maria Yulita Nara Marsefio S. Luhukay Mas'amah, - Meilawati , Fitria Titi Meilawati, Fitria Titi Melkisedek Noh Bernabas Cervesius Neolaka Merrie CH Nawa Mikhael Dua, Mikhael Monika Wutun MULYASANTOSA, Nandang Nafie, Juan A. Nahak, Hildigardis Maria Imakulata Nara, Maria Yulita Nenabu, Greogorius Neny Ismaya Rahayu WERDAYANTI Neolaka, Melkisedek N.B.C Neolaka, Melkisedek N.B.C. Nggadas, Drikben Eka Putra Nitanel Elia, Yandri Nursalam - Nursalam Nursalam Nurul Suhesti Obeth Bolang Oktaviana Lestry Kolo Petrus Ana Andung Pither Y. Boimau Pius Bumi Kellen Prischa Cornelia Banunaek Purwanti Hadisiwi Raya Sanga, Abner Paulus Ridzki Rinanto Sigit Rinaldi, Enrico Adhitya Ronda, Mirza Rudi Rohi Rudi Rohi Sabina Gero Sahbudin Sahbudin Sanga, Abner P. R. Santoso, Prasetya Yoga Sayrani, Laurensius Petrus Seran, Herman Elfridus Shara M. Da Costa Silvania S. E. Mandaru Silvania S.E. Mandaru Sine, Anggraini Indah Lestari Sine, Larastiana Stenyke Claudia Ayu Lestari Surti Wardani Syarifuddin Darajad Syarifuddin Darajad Syarifudin Drajad Toda, Hendrik Tri Nugraha SAKTI Tuhana, - Vania Bunga Veki E. Tuhana Wadu, Hery Wahid Hasyim TRA Beni William Djani Wulan FURRIE Yermia Djefri Manafe Yohanes Maurits Reing Yohanes Suma Sago Yuliana Riwu