Claim Missing Document
Check
Articles

Fenomena Pergeseran Mahar dalam Tradisi Adat Sabu : Studi Fenomenologi di Kota Kupang Merrie CH Nawa; Aloysius Liliweri; Hotlief Nope
MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 4 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/mukasi.v4i4.5442

Abstract

This study applies Edmund Husserl’s phenomenological approach to explore the transformation of dowry practices in the Sabu tradition. The dowry, once represented by kenoto a container of areca nut and betel leaf with sacred symbolic value has shifted to modern forms such as cash, fruits, or packaged food. The focus is to understand the subjective responses of the Sabu diaspora in Kupang City toward these cultural changes. Data were gathered through in-depth interviews and observations, then analyzed using phenomenological reduction to uncover the essence of lived experience. Findings reveal a dilemma between preserving the symbolic meaning of kenoto and adapting to the demands of modern life. Economic conditions, education, religion, and media exposure emerge as significant factors influencing this shift. Some community members reject the change, arguing that it diminishes sacred values and weakens communal ties. Others perceive it as a necessary adjustment to contemporary realities, ensuring that the tradition remains relevant without losing its social function. The study concludes that the transformation of dowry is not only a material change but also a negotiation of values between tradition and modernity. This reflects the ongoing reconstruction of cultural identity among the Sabu people, especially in the diaspora context. The research contributes to existing literature by emphasizing subjective experiences rather than purely legal, religious, or sociological perspectives. By highlighting how the community interprets these transformations, the study enriches scholarly discussions of cultural shifts and underscores the dynamics of consciousness and identity in local communities navigating modernization.
THE ROLE OF GENDER IN PARTICIPATORY POLICYMAKING: The Development of Tenun Ikat Industry in Ternate Village Alor Barat Laut District Alor Regency Djobo, Amon; Liliweri, Aloysius; Djaha, Ajis Salim Adang
International Journal of Social and Management Studies Vol. 4 No. 2 (2023): International Journal of Social and Management Studies (IJOSMAS)
Publisher : IJOSMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5555/ijosmas.v4i2.274

Abstract

This research aimed to analyze and describe the gender role in participatory policymaking for Small Industries Center Development at Alor Barat Laut District. This research employed a qualitative approach and case study method. The researchers performed the study at Alor Barat Laut District, Alor Regency, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. The researchers chose Alor Barat Laut District as the Alor Regency Government (2019 - 2024) established a small industry development strategy in Alor Regency Regional Mid Term Development Plan (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah - RPJMD). The research focus was the gender role in participatory policy making. The research sub-focuses are: (1) the role of men and women in past policy-making, (2) the role of men and women in current policy-making, and (3) the role of men and women in future policy-making. The data collection used in-depth interviews, documentation, and observation. The data analysis used Robert Yin's pattern-matching analysis technique visualization. The researchers used the triangulation technique to validate research findings.The research result showed that women were dominant in the past decision-making of the tenun ikat[1] industry. Men were viewed as the inhibiting factor of business development. The women performed the majority of household chores and tenun ikat production. In the past, housewives bartered the tenun ikat products in the traditional market. Therefore, the development and preservation of tenun ikat were entrusted to the women. However, men bartered earthen pottery for cotton from other regions (generally from Flores). In addition, the men (boat masters) carried the tenun ikat products to the traditional markets. The women entrusted the men with procuring material and transporting products as they tended to perform domestic roles.
Seni Sebagai Media Komunikasi Pembangunan Partisipatif (Studi Kasus Rampak Genteng Jatiwangi) Dewi, Liza Dwi Ratna; Santoso, Prasetya Yoga; Liliweri, Aloysius
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 14 No. 2 (2025): Komunikatif : Jurnal Ilmiah Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT In 2012, the Majalengka Regency Government planned to develop the former Jatiwangi sugar factory into a commercial area. JAF, along with the Jatiwangi community, responded by holding the Rampak Genteng Festival in the area and making it a triennial event. Over the course of its existence, the festival has received various awards from the government, and the government has invited JAF to manage the area as a public space. This research aims to identify how art can be used as a medium for development communication. The analysis was conducted using Melkote and Steves' development communication theory. This research uses a constructivist interpretive paradigm and a single case study method. From the discussions conducted, it was identified that in the Rampak Genteng Festival, the form of dialogue on development messages about the community's anxiety and resistance to the massive land conversion that occurred in Jatiwangi was packaged in the form of the Jatiwangi Pledge. In the tug-of- war over the land use change of the former Jatiwangi sugar factory between the government-investors versus JAF- community, the JAF and the community asserted their territorial claims through song and dance. Dialogue and participation were demonstrated by the sound of rampak roof tiles played by all participants. Meanwhile, from the government side, giving awards, the presence and statements of appreciation by state officials are a way that feels more respectful and familiar to the community to show that the government hears and considers the aspirations of the community in the development of this area. ABSTRAK Pada tahun 2012, Pemerintah Kabupaten Majalengka berencana melakukan pembangunan area bekas pabrik gula Jatiwangi sebagai wilayah komersial. Rencana pembangunan ini dilakukan tanpa melibatkan dialog dengan masyarakat. JAF bersama masyarakat Jatiwangi memberikan reaksi dengan menggelar Festival Rampak Genteng di area ini dan menjadikan sebagai kegiatan 3 tahunan. Dalam perjalanannya, festival ini mendapatkan berbagai penghargaan dan pengakuan dari pemerintah, dan pemerintah mengajak JAF, mewakili unsur masyarakat, untuk mengelola area ini sebagai ruang publik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bagaimana seni dapat dijadikan media komunikasi pembangunan. Analisis dilakukan dengan teori komunikasi pembangunan Melkote and Steves dengan konsep utama: dialog dan partisipasi. Penelitian ini berparadigma interpretif konstruktivis, dan metode studi kasus tunggal. Dari diskusi yang dilakukan, teridentifikasi bahwa dalam Festival Rampak Genteng, wujud dialog pesan pembangunan tentang kegelisahan dan resistensi masyarakat atas alih fungsi lahan masif yang terjadi di Jatiwangi dikemas dalam bentuk Ikrar Jatiwangi yang disuarakan dengan lantang, namun tidak tampak sebagai perlawanan melalui kekerasan. Dalam tarik ulur alih fungsi lahan bekas pabrik gula Jatiwangi antara pemerintah-investor versus JAF-masyarakat, klaim wilayah dilakukan JAF dan masyarakat melalui lagu dan tari. Dialog sekaligus partisipasi ditunjukkan dengan bunyi rampak genteng yang ditabuh oleh seluruh partisipan yang ada dalam festival tersebut. Partisipasi juga ditunjukkan dengan berbagai karya seni terakota pada gerbang acara. Sedangkan dari pihak pemerintah, pemberian penghargaan, kehadiran dan pernyataan penghargaan pejabat negara merupakan cara yang terasa lebih terhormat dan akrab dengan masyarakat untuk menyatakan bahwa pemerintah mendengar dan mempertimbangkan aspirasi masyarakat dalam pembangunan area ini.
Upaya Implementasi Alat Bantu Belajar Bagi Guru SDI Pelus Ara – Kabupaten Manggarai Timur Leuape, Emanuel Sowe; Liliweri, Aloysius; Andung, Petrus Ana; Raya Sanga, Abner Paulus; Meilawati , Fitria Titi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.8443

Abstract

Alat Bantu Belajar menjadi salah satu aspek penting dalam proses komunikasi pada bidang Pendidikan. Ketepatan pemilihan Alat Bantu Belajar akan mendorong proses pembelajaran yang bermutu. Selaku sekolah contoh pada kecamatan setempat, SDI Pelus Ara – Kabupaten Manggarai Timur belum optimal mengggunakan teknologi digital ke dalam kontek pembelajaran. Persoalan yang dihadapi pihak sekolah, yaitu: 1) Tenaga pendidik yang belum melek implementasi teknologi ke dalam kegiatan belajar – mengajar dan 2) Pihak sekolah belum memiliki sumber daya kompeten yang dapat menjadi inisiator sekaligus fasilitator dalam implementasi teknologi digital dalam pembelajaran. Maka, solusi yang ditawarkan kegiatan pengabdian ini, yaitu: 1) Pengenalan teknologi digital yang potensial diadopsi ke dalam aktivitas pembelaran sekolah dan 2) Workshop penerapan teknologi digital ke dalam kegiatan belajar-mengajar. Metode kegiatan ini terdiri dari: presentasi materi dan praktikum serta evaluasi berupa pretest-posttest. Narasumber tampil secara kompeten dan peserta antusiasme mengikuti pelatihan ini hingga usai.  Evaluasi kegiatan pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman (meningkat 14,35%), serta keterampilan (peningkatan 24,83%) peserta mitra usia mengikuti pelatihan ini. Ke depannya, pihak sekolah diharapkan mulai menerapkan teknologi digital ke dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Pelatihan ini memberikan bekal bagi pihak sekolah, terutama tenaga pendidik untuk meningkatkan efektivitas belajar via pemanfaatan teknologi pembelajaran. Sementara manajemen sekolah menyediakan sarana-prasarana yang mendukung pemanfaatan teknologi pembelajaran ini.
Co-Authors Ajis S Adang Djaha Ajis Salim Adang Djaha Amtiran, Jeng Aletha Venay Asadoma, Johanis Catur SURATNOAJI Christina Alau Lopes Daga, Lukas L Daniel Herison Wadu David B.W. Pandie Dessy Lay Dewi Widowati Dewi, Liza Dwi Ratna Dian Wardiana Sjuchro Djaha, Ajis Salim Adang Djobo, Amon Elfrida Dana Riwoe Rohi Erasmus Nagi Noi Erna FEBRIANI Fahruddin FAIZ FATIN, Donatus Gin Felisianus Efrem Jelahut Ferly Tanggu Hana Fitria Titi Meilawati Fitria Titi Meilawati Fitria Titi Meilawati Frans Budiman Johannes Frans Gana Hamzah, Baharudin Hana, Ferly T. Hotlief Nope I Nengah Dasi Astawa I Putu Yoga Bumi Pradana Irmawati Irmawati Irmawati Irmawati Juan A. Nafie Kolianan, Jim Briand Kurnia, Maria Etfila Larastiana Sine Lenny M. Tamunu Lenny N. Tammunu Lenny Tamunu Lestari, Stenyke Claudia Ayu Leuape, Emanuel Sowe Magda Y. Laka Mahasar Reinheart F. Damanik Mandaru, Silvania S. E. Mansyur Wahyudi Maria Serafina Luruk Seran Maria V. D. P. Swan Maria Yancenia Gude Maria Yulita Nara Maria Yulita Nara Maria Yulita Nara Mas'amah, - Meilawati , Fitria Titi Meilawati, Fitria Titi Melkisedek Noh Bernabas Cervesius Neolaka Merrie CH Nawa Monika Wutun Nafie, Juan A. Nahak, Hildigardis Maria Imakulata Nara, Maria Yulita Nenabu, Greogorius Neny Ismaya Rahayu WERDAYANTI Neolaka, Melkisedek N.B.C Neolaka, Melkisedek N.B.C. Nggadas, Drikben Eka Putra Nitanel Elia, Yandri Nursalam - Nursalam Nursalam Nurul Suhesti Obeth Bolang Oktaviana Lestry Kolo Petrus Ana Andung Pither Y. Boimau Pius Bumi Kellen Prischa Cornelia Banunaek Purwanti Hadisiwi Raya Sanga, Abner Paulus Ronda, Mirza Rudi Rohi Sabina Gero Sanga, Abner P. R. Santoso, Prasetya Yoga Sayrani, Laurensius Petrus Seran, Herman Elfridus Shara M. Da Costa Silvania S. E. Mandaru Silvania S.E. Mandaru Sine, Anggraini Indah Lestari Sine, Larastiana Stenyke Claudia Ayu Lestari Tamunu, Lenny M. Tri Nugraha SAKTI Tuhana, - Vania Bunga Veki E. Tuhana Wadu, Hery William Djani Yermia Djefri Manafe Yohanes Maurits Reing Yohanes Suma Sago