Claim Missing Document
Check
Articles

MAKNA TRADISI TU NGAWU PADA MASYARAKAT MBO’A OJA: (Studi Fenomenologi Pada Masyarakat Desa Tendambepa Kecamatan Nangapanda Kabupaten Ende) Yohanes Suma Sago; Aloysius Liliweri; Maria Yulita Nara
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 4 No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v4i2.396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan dalam pelaksanaan tradisi Tu Ngawu dan makna Tradisi Tu Ngawu bagi masyarakat Desa Tendambepa Kecamatan Nangapanda Kabupaten Ende. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode penelitian Deskriptif serta menggunakan teori Fenomenologi.Teknik pengumpulan data melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tradisi Tu Ngawu merupakan ritual penghantaran belis dari pihak laki-laki ke pihak perempuan yang mengandung nilai-nilai budaya penting. Tradisi ini berfungsi sebagai penghargaan terhadap harkat dan martabat perempuan serta memperkuat ikatan keluarga melalui tahap-tahap simbolis seperti poto kopi ne’e gula, watu inu kopi ne’e gula, tei nia atau mbe’o sao, jembu ae seyu, tu ngawu meye, dan ti'i te'e pati dhani. Makna Tu Ngawu mencakup pengikat pertalian keluarga, penghargaan terhadap perempuan, beban dalam keluarga, dan tanggung jawab dalam membangun hubungan sah secara adat. Penelitian ini menyoroti bagaimana makna tradisi Tu Ngawu terbentuk melalui interaksi sosial dan pengalaman sehari-hari masyarakat Kampung Oja.
Evaluating EMR Adoption and Its Effect on Organizational Performance: A Quantitative Study Using SEM-PLS in Type-C Hospitals in Kupang City Mahasar Reinheart F. Damanik; Aloysius Liliweri; William Djani; I Putu Yoga Bumi Pradana
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 8 No. 7: JULY 2025 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v8i7.7458

Abstract

Introduction: This study aims to identify key determinants influencing EMR adoption and measure their subsequent impact on organizational performance in Type-C hospitals, emphasizing internal organizational factors, user acceptance, and adaptability to healthcare policy dynamics. With persistent implementation gaps in low-resource settings despite national mandates our objective was to explore user-centered determinants of EMR success and address the shortcomings of top-down health digitalization strategies in developing countries. Methods: This cross-sectional explanatory study involved a survey-based quantitative design conducted across three Type-C hospitals in Kupang City, Indonesia, between January and March 2024. A total of 282 healthcare professionals, selected using stratified random sampling, participated in the study. Data were collected using a validated Likert-scale questionnaire measuring variables such as human capital, task-technology fit, and system acceptance. Given the non-interventional nature of this study, adherence to ethical research standards including voluntary informed consent, and obtained administrative approvals from relevant local government authorities, formal ethical approval was waived as per prevailing national guidelines. Results: The primary outcome of the study was the identification of key drivers of EMR acceptance, with human capital (? = 0.205; p < 0.001), task-technology fit (? = 0.203; p = 0.001), and effort expectancy (? = 0.176; p < 0.001) showing significant influence. Additionally, user satisfaction was found to mediate the relationship between acceptance and organizational performance (? = 0.728; p < 0.001). External variables such as perceived cost and government policy showed no significant effect (p > 0.05). The strongest indirect effect on performance was recorded via the pathway: Acceptance ? Satisfaction ? Performance (? = 0.394; p < 0.001). Conclusion: In conclusion, our study contributes to the understanding of EMR adoption in resource-constrained health systems by highlighting the dominant role of internal capabilities over external mandates. This research provides insights into the importance of user satisfaction and system alignment in shaping digital health success. Future studies should explore longitudinal impacts and the role of organizational culture, ultimately advancing knowledge in the field of international health informatics.
Analisis Makna Simbolik Goleng Lewo dan Gemoka Lewo Dalam Ritual Toben Lewo Amtiran, Jeng Aletha Venay; Aloysius Liliweri; Fitria Titi Meilawati
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 5 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v5i1.609

Abstract

Toben Lewo adalah upacara adat bagi masyarakat Wotan Ulumado, yang berarti membangkitkan dan menyemangati kampung, serta pesta sukur hasil panen. Ritual Goleng Lewo dan Gemoka Lewo sebagai simbol perlindungan dan koneksi dengan leluhur, alam semesta dan rera wulan tanah ekan.Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Untuk mengetahui bentuk tahapan dari proses ritual Goleng Lewo dan Gemoka Lewo, dan mengetahui makna simbolik dalam ritual Goleng Lewo dan Gemoka Lewo. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan data diperoleh dari yang ada dilapangan dapat melalui pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori pendekatan Simbolisme Victor Turner. Hasil menunjukan dalam proses, yaitu tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan dan tahapan akhir. Tiga tahapan telah dijelaskan, termuat unsur-unsur ritual yang dijabarkan dalam delapan unsur utama ritual menurut Liliweri. Makna simblolik ritual Goleng Lewo ialah keliling memagari untuk melindungi kampung dari segala sakit penyakit dan bencana. Gemoka Lewo membersihkan, melindungi kampung dan melantunkan syair pesan yang baik kepada masyarakat, mengingatkan agar bangun dari kemalasan, bekerja keras, bersiap siaga dan saling melindungi. Ritual ini mempererat ikatan sosial dan menjadi pedoman hidup bagi masyarakat Wotan Ulumado sebagai bentuk identitas budaya.
Media Promosi Kesehatan Berbahasa Daerah dalam Upaya Penanganan Stunting di Kota Kupang Liliweri, Aloysius; Mandaru, Silvania S. E.; Seran, Herman Elfridus; Sanga, Abner P. R.
Jurnal Abdimas Peradaban Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Peradaban
Publisher : Global Writing Academica Researching and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/ywgre644

Abstract

Penanganan stunting merupakan program yang harus menjadi perhatian banyak pihak, termasuk dari lembaga pendidikan. Peran Lembaga Pendidikan dalam program penanganan stunting adalah membantu pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang stunting yang dirancang melalui beragam kegiatan. Salah satu metode edukasi yang dibuat oleh Lembaga perguruan tinggi dalam hal ini Universitas Nusa Cendana adalah melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan PKM Media Promosi Kesehatan Berbahasa Daerah Terkait Stunting di Kota Kupang telah dilaksanakan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi bertempat di lokasi Car Free Day, Jl. Eltari, Kota Kupang yang dihadiri oleh masyarakat Kota Kupang yang hadir dalam ajang Car Free Day. Kegiatan ini melibatkan Mitra dari Puskesmas Oebobo yang berperan sebagai konsultan gizi bagi orang tua yang hadir dalam kegiatan ini. Berdasarkan beberapa rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan, kegiatan pengabdian ini telah memberikan dampak bagi Mitra maupun masyarakat tentang penanganan stunting. Dampak bagi mitra dapat diketahui melalui adanya tambahan pengetahuan terkait bentuk media promosi yang harus digunakan serta perencanaan pesan berbahasa daerah sehingga pesan promosi kesehatan dapat dipahami oleh masyarakat. Sedangkan dampak bagi masyarakat dapat dilihat dari adanya perubahan pola pikir dalam bentuk perubahan pemahaman dan pengetahuan tentang stunting serta sikap untuk memperhatikan asupan gizi anak. Selain memberi dampak atau impak bagi masyarakat, kegiatan PKM ini juga memiliki luaran kegiatan yakni publikasi kegiatan pada media massa lokal Pos Kupang dan publikasi pada Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. 
Analysis of Factors Caused Out of School in Kupang Timur District, Kupang Regency, Nusa Tenggara Timur Province Nitanel Elia, Yandri; Liliweri, Aloysius; Melkisedek Noh Bernabas Cervesius Neolaka
Devotion : Journal of Research and Community Service Vol. 3 No. 11 (2022): Devotion: Journal of Research and Community Service
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/dev.v3i11.216

Abstract

The problem of children dropping out of school and children's participation in school are like two sides of a coin that are difficult to separate because they both talk about the future of children as the nation's golden generation. From the available data, the School Participation Rate (APS) is distinguished by age group: 7-12 years (SD/Equivalent: 98.45%), 13-15 years (SMP/Equivalent: 95.25%), and 16-18 years (high school/equivalent: 74,92%). This means that with increasing age, school participation also decreases. Looking at school statistics in Kupang Regency, it should be able to reach all children in continuing education at every level. However, the reality is the opposite. The participation rate for each level continues to decline from time to time, more tragically, the dropout rate is also increasing. This study aims to analyze the factors causing school dropouts in the East Kupang sub-district, Kupang district, East Nusa Tenggara province. This study uses a descriptive research method with a qualitative approach which was carried out in Kupang Kupang Regency because of the 24 sub-districts in Kupang Regency, the informants used purposive techniques with the number of informants as many as 50 people. Based on the results of research conducted by the author, it is known that the factors that cause children to drop out of school in SMA Negeri Kupang Timur District, Kupang Regency, Nusa Tenggara Province in 2018, 2019, 2020, and 2021 consist of internal factors. factor. namely promiscuity and low interest in children to school while external factors are economic factors, lack of parental attention, culture and history as well as the location or location of the school.
Hybrid governance model in formulating public policy on forest conservation based on local wisdom ontology Nahak, Hildigardis Maria Imakulata; Liliweri, Aloysius; Djaha, Ajis Salim Adang; Neolaka, Melkisedek N.B.C
International Journal of Communication and Society Vol 7, No 2: List of accepted papers
Publisher : Association for Scientific Computing Electrical and Engineering (ASCEE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31763/ijcs.v7i2.2165

Abstract

The purpose of this study is to find a Hybrid Governance model in the formulation of public policies for forest conservation based on local wisdom ontology. The method used is qualitative with a critical emic ethnography approach. The theory used is the theory of public administration. There are several data collection techniques used to obtain the necessary information, namely observation, in-depth interviews and document studies. In this study, data analysis was carried out qualitatively. The data analysis process includes several activities, namely: data collection, data condensation, data presentation (data display) and data conclusions (conclusions: drawing/verifying). The results of the study show that traditional ecological knowledge (TEK) in the Tetun community is manifested through the practice of crop rotation, seasonal prohibitions, sacred zone arrangements such as lulik, rai-mutin, and rai-klaran, as well as collective rites that strengthen the spiritual relationship between humans and nature. The customary sanction mechanism and social oversight through customary leaders such as na'i, tua adat, and kukun demonstrate that customary institutions function as normative and operational tools in maintaining ecological balance. However, in the context of public policy at the village level, indigenous community participation remains procedural. Musrenbang (Regional Development Planning Forum) and village planning documents (RPJMDes and RKPDes) have not substantively accommodated the results of customary deliberations. Village governments tend to use technocratic and formal legal approaches that are not always aligned with the value systems of indigenous communities. This indicates an imbalance between the formal epistemology of the state and the local epistemology of indigenous communities. The most prominent contribution of this research is the formulation of a Hybrid Governance Model Based on Tetun Customs, which integrates customary institutions into the formal village government system.
From Policy to Practice: What Explains the Gaps in Voter List Accuracy in Indonesia’s Dispersed Island Districts? Hamzah, Baharudin; Liliweri, Aloysius; Sayrani, Laurensius Petrus; Rohi, Rudi
Journal Public Policy Vol 11, No 4 (2025): October
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpp.v11i4.12319

Abstract

This study examines the persistent gap between centralized voter registration policy and its local implementation in Indonesia’s geographically dispersed island districts, focusing on Flores Timur in East Nusa Tenggara Province. The aim is to understand why voter registration inaccuracies undermine democratic inclusion despite institutional reforms and digital innovations. Using a qualitative case study approach, the research draws on 28 in-depth interviews with electoral officials, civil registry personnel, and community stakeholders, complemented by document analysis. The findings reveal three interrelated problems: institutional fragmentation between the General Election Commission (KPU) and the Civil Registry Office (Disdukcapil); lack of real-time interoperability between the Sidalih and e-KTP data systems; and procedural redundancies due to multi-level manual validations. These challenges result in the persistent exclusion of eligible voters, particularly in remote and marginalized communities. Moreover, the study documents how local actors respond through informal workarounds, such as using village records and social networks, which further entrench inequality and data inconsistency. As a key theoretical contribution, this article introduces the concept of data governance dissonance to explain how institutional and technological misalignment perpetuates electoral exclusion in decentralized and resource-constrained democracies. The study provides insights for improving voter registration systems in fragmented governance settings globally.
Critical Barriers to Realising Inclusive Digital Education in an Urban-Peripheral Context: The Case of Kupang City, Indonesia Asadoma, Johanis; Liliweri, Aloysius; Pandie, David B.W.; Neolaka, Melkisedek N.B.C.
Journal Public Policy Vol 11, No 4 (2025): October
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpp.v11i4.13148

Abstract

This study examines barriers to implementing inclusive digital education policy in under-resourced, urban-peripheral contexts, focusing on Kupang City in Eastern Indonesia. Despite its urban status, Kupang faces infrastructural fragility, limited institutional capacity, and socio-economic disparities that complicate the translation of national reforms, particularly Merdeka Belajar and the Platform Merdeka Mengajar (PMM), into practice. Using a qualitative single-embedded case study, data were collected through 25 semi-structured interviews with national, municipal, school, and community actors, supplemented by policy documents and statistical records. Guided by Grindle’s policy content–context model, Lipsky’s street-level bureaucracy theory, and van Dijk’s digital inclusion framework, the analysis highlights three interconnected dimensions that sustain policy–practice gaps: governance misalignment, technological deficits, and constrained actor agency and resource support. These produce five barriers: weak coordination, limited teacher capacity, street-level discretion, and reliance on unstable external resources. Findings reveal that limited outcomes are shaped less by isolated technical failures than systemic misalignments, resulting in partial adoption, symbolic compliance, and selective inclusion. The study contributes by extending empirical evidence to an under-researched eastern Indonesian context. It underscores the need for adaptive governance, targeted capacity building, and stable resources to align national ambitions with local realities.
Pengaruh Efektivitas Kerja, Kompetensi Pegawai, Lingkungan Kerja, Dan Budaya Organisasi Terhadap Kualitas Pelayanan Akreditasi Perguruan Tinggi Swasta Pada Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XV Yohanes Maurits Reing; Aloysius Liliweri; Pius Bumi Kellen
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i2.1300

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif  dengan pendekatan survei. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas yaitu efektivitas kerja, kompetensi pegawai, lingkungan kerja dan budaya organisasi terhadap variabel terikat yaitu kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efektivitas kerja, kompetensi pegawai, lingkungan kerja dan budaya organisasi terhadap kualitas pelayanan pada Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XV. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yang berarti semua data diwujudkan dalam angka dan analisisnya berdasarkan analisis statistik Sugiyono (2016). Penelitian ini dilakukan pada pada Kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XV, dan dilakukan dalam kurun waktu dua bulan yaitu bulan Maret dan April 2025.  Dalam penelitian ini populasinya adalah pegawai ASN dan PPNPN pada Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XV.  Sampel dalam penelitian ini adalah pegawai ASN dan PPNPN pada Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XV. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang didaptkan melalui metode kuisioner. Data-data yang didapatkan tersebut, dinalisi dengan SEM-PLS 4.0.
MAKSIMALISASI FITUR APLIKASI KULIAH ONLINE BAGI MAHASISWA Hana, Ferly T.; Liliweri, Aloysius; Daga, Lukas L; Mas'amah, -; Wutun, Monika; Tuhana, -; Nafie, Juan A.
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 15 No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v15i2.5955

Abstract

Abstrak Pandemi Covid – 19 yang masih terus berlangsung hingga kini membuat pertemuan secara online menjadi pilihan untuk berbagai aktifitas termasuk perkuliahan. Untuk mempermudah tatap maya maka beberapa aplikasi pun digunakan agar bisa memperlancar proses pembelajaran. Aplikasi online yang paling sering digunakan adalah Zoom, Google Meet dan E-Learning. Aplikasi – aplikasi ini juga digunakan oleh kedua mitra kegiatan PkM ini yakni mahasiswa baru prodi ilmu komunikasi dan prodi ilmu politik. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini berjumlah 30 orang yang berasal dari tujuh kelas semester satu pada kedua prodi diatas. Adapun materi yang disampaikan oleh para narasumber berfokus fitur – fitur yang paling sering dipakai mahasiswa saat kuliah online berlangsung, disertai dengan contoh menu dan tujuan penggunaannya. Para peserta yang terlibat diharapkan bisa memperoleh pengetahuan dan memanfaatkannya saat perkuliahan online. Para dosen tentunya akan terbantu jika teknis pemanfaatan fitur aplikasi bisa di kuasai oleh mahasiswa. Para peserta pun nantinya bisa menjadi katalisator teknis dalam kelas untuk membantu mahasiswa lain saat penggunaan aplikasi – aplikasi tersebut Abstract The pandemic of Covid-19, which is still ongoing until now, has made online meetings become an option for various activities, including lectures. In order to facilitate virtual face-to-face, several applications were being used to facilitate the learning process. The most frequently online applications for lectures that have been applied are Zoom, Google Meet and E-Learning. These applications are also used by the two community dedication partners, namely new students from the communication science and the political science study programs. The participants involved in this activity were 30 people from seven first semester classes in the two study programs above. The materials presented by the speakers were focused on the features that most often used by the students when online lectures, completed by the examples of the menus and their intended use. The participants involved were expected to be able to gain knowledge and finally use it for the online lectures. The lecturers will certainly be helped if the technical use of application features can be mastered by students. The participants can later become technical catalysts in the classroom to help other students when using these application
Co-Authors Ajis S Adang Djaha Ajis Salim Adang Djaha Ajis Salim Adang Djaha Amon Djobo Amtiran, Jeng Aletha Venay Asadoma, Johanis Catur SURATNOAJI Christina Alau Lopes Daga, Lukas L Daniel Herison Wadu David B.W. Pandie Dessy Lay Dewi Widowati Dian Wardiana Sjuchro Djaha, Ajis Salim Adang Elfrida Dana Riwoe Rohi Erasmus Nagi Noi Erna FEBRIANI Fahruddin FAIZ FATIN, Donatus Gin Felisianus Efrem Jelahut Ferly Tanggu Hana Fitria Titi Meilawati Fitria Titi Meilawati Fitria Titi Meilawati Frans Budiman Johannes Frans Gana Hamzah, Baharudin Hana, Ferly T. Hotlief Nope I Nengah Dasi Astawa I Putu Yoga Bumi Pradana Irmawati Irmawati Irmawati Irmawati Juan A. Nafie Kolianan, Jim Briand Kurnia, Maria Etfila Larastiana Sine Lenny M. Tamunu Lenny N. Tammunu Lenny Tamunu Lestari, Stenyke Claudia Ayu Magda Y. Laka Mahasar Reinheart F. Damanik Mandaru, Silvania S. E. Mansyur Wahyudi Maria Serafina Luruk Seran Maria V. D. P. Swan Maria Yancenia Gude Maria Yulita Nara Maria Yulita Nara Maria Yulita Nara Mas'amah, - Meilawati, Fitria Titi Melkisedek Noh Bernabas Cervesius Neolaka Merrie CH Nawa Monika Wutun Nafie, Juan A. Nahak, Hildigardis Maria Imakulata Nara, Maria Yulita Nenabu, Greogorius Neny Ismaya Rahayu WERDAYANTI Neolaka, Melkisedek N.B.C Neolaka, Melkisedek N.B.C. Nggadas, Drikben Eka Putra Nitanel Elia, Yandri Nursalam - Nursalam Nursalam Nurul Suhesti Obeth Bolang Oktaviana Lestry Kolo Petrus Ana Andung Pither Y. Boimau Pius Bumi Kellen Prischa Cornelia Banunaek Purwanti Hadisiwi Ronda, Mirza Rudi Rohi Sabina Gero Sanga, Abner P. R. Sayrani, Laurensius Petrus Seran, Herman Elfridus Shara M. Da Costa Silvania S. E. Mandaru Silvania S.E. Mandaru Sine, Anggraini Indah Lestari Sine, Larastiana Stenyke Claudia Ayu Lestari Tamunu, Lenny M. Tri Nugraha SAKTI Tuhana, - Vania Bunga Veki E. Tuhana Wadu, Hery William Djani Yermia Djefri Manafe Yohanes Maurits Reing Yohanes Suma Sago