Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Inovasi Teori Pendidikan Perspektif Al-Qur’an Hilalludin Hilalludin
Al-Hudaya: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan Vol. 2 No. 01 (2026): Al Hudaya: Jurnal Ilmu Al Quran dan Pendidikan
Publisher : Jurnal Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan inovasi teori pendidikan dalam perspektif Al-Qur’an sebagai landasan konseptual dalam membangun sistem pendidikan Islam yang holistik. Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, pendidikan Islam dihadapkan pada tantangan krisis moral dan spiritual yang memerlukan solusi komprehensif dan berkelanjutan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), dengan menelaah ayat-ayat Al-Qur’an serta literatur yang relevan terkait konsep pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memberikan prinsip-prinsip dasar dalam inovasi pendidikan, seperti tauhid sebagai orientasi utama, pentingnya pencarian ilmu sepanjang hayat, keteladanan sebagai metode pendidikan, serta pembentukan akhlak sebagai tujuan utama. Inovasi pendidikan dalam perspektif Qur’ani tidak hanya menekankan aspek metodologis dan teknologi, tetapi juga integrasi nilai spiritual dalam setiap proses pembelajaran. Lebih lanjut, pengembangan teori pendidikan berbasis Al-Qur’an mampu menciptakan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual, serta antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai moral. Dengan demikian, pendidikan Islam yang inovatif dan berlandaskan wahyu Ilahi dapat menjadi solusi dalam membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan paradigma pendidikan Islam yang relevan, adaptif, dan berdaya saing di era modern tanpa kehilangan nilai-nilai fundamentalnya.
Inovasi Manajemen Mutu Sekolah Untuk Meningkatkan Profesionalitas Guru Miftahul Adila Fitria; Hilalludin Hilalludin; Faizatul Khoiriyah
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol. 1 No. 01 (2025): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kualitas pendidikan tidak lepas dari profesionalitas guru dan efektivitas manajemen sekolah. Di era digital dan pembelajaran hybrid, guru dituntut tidak hanya kompeten dalam mengajar, tetapi juga adaptif terhadap teknologi, inovatif dalam metode pembelajaran, dan mampu berkolaborasi secara profesional. Artikel ini membahas inovasi manajemen mutu sekolah sebagai strategi untuk meningkatkan profesionalitas guru melalui penerapan evaluasi berbasis kinerja, pemanfaatan teknologi digital, program pengembangan profesional berkelanjutan, dan kolaborasi antar guru. Analisis literatur dan praktik terbaik menunjukkan bahwa inovasi manajemen mutu yang sistematis mampu menciptakan budaya sekolah yang mendukung pengembangan kompetensi guru, mendorong kreativitas, dan meningkatkan motivasi serta kinerja pengajaran. Temuan ini menegaskan bahwa manajemen sekolah yang inovatif menjadi fondasi penting bagi tercapainya pendidikan berkualitas yang responsif terhadap tantangan zaman
Strategi Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dalam Membangun Budaya Positif Dedi Sugari; Agustiar Agustiar; Eko Ngabdul Shodikin; Hilalludin Hilalludin; Ayna Wahyuni
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol. 1 No. 01 (2025): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam membangun budaya positif sebagai bagian penting dari peningkatan mutu pendidikan. Budaya positif dipahami sebagai seperangkat nilai, kebiasaan, dan pola interaksi yang mendukung iklim belajar yang sehat, kolaboratif, dan berkarakter. Latar belakang penelitian ini muncul dari kebutuhan sekolah untuk tidak hanya mengandalkan aturan formal, tetapi juga membangun nilai-nilai yang tumbuh dari kesadaran warga sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa kajian kepustakaan dengan menganalisis berbagai konsep, teori, dan gagasan yang relevan tentang kepemimpinan transformasional dan budaya sekolah. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menciptakan transformasi budaya melalui lima elemen utama: penguatan visi dan nilai, pengembangan profesional guru, penciptaan lingkungan sekolah yang kondusif, inovasi dalam manajemen dan pembelajaran, serta keteladanan yang konsisten. Setiap elemen saling berkaitan dan berkontribusi terhadap pembentukan karakter sekolah secara menyeluruh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional efektif dalam membangun budaya positif karena mampu memengaruhi aspek struktural, kultural, dan emosional warga sekolah secara terpadu. Dengan pendekatan ini, sekolah dapat tumbuh menjadi lingkungan yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.
Peran Kepala Madrasah dalam Pengelolaan Konflik dan Pengambilan Keputusan Strategis Dedi Sugari; Agustiar Agustiar; Eko Ngabdul Shodikin; Hilalludin Hilalludin; Ayna Wahyuni
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol. 1 No. 01 (2025): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kepala madrasah dalam mengelola konflik dan mengambil keputusan strategis sebagai bagian penting dari peningkatan mutu kelembagaan pendidikan Islam. Konflik dalam lingkungan madrasah merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari, karena terjadi akibat interaksi kompleks antara guru, tenaga kependidikan, siswa, dan berbagai komponen lainnya. Namun, konflik yang tidak dikelola dengan baik dapat menurunkan kinerja, menghambat kolaborasi, serta berdampak pada iklim akademik. Oleh sebab itu, kepala madrasah membutuhkan kompetensi kepemimpinan yang tidak hanya administratif, tetapi juga adaptif dan komunikatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis kajian kepustakaan melalui telaah literatur relevan yang membahas teori manajemen konflik, kepemimpinan pendidikan, dan proses pengambilan keputusan strategis. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepala madrasah memiliki posisi sentral dalam menangani konflik dengan pendekatan mediasi, dialog, dan penyusunan kebijakan restoratif. Selain itu, kepala madrasah berperan dalam menetapkan keputusan strategis yang menyangkut arah kebijakan, pembinaan sumber daya manusia, pengelolaan program, serta pengembangan mutu madrasah. Lima elemen utama ditemukan, yaitu identifikasi sumber konflik, komunikasi dan mediasi, penguatan kebijakan internal, pengambilan keputusan berbasis data, serta evaluasi dan keberlanjutan program. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan kepala madrasah dalam mengelola konflik dan mengambil keputusan strategis sangat ditentukan oleh kapasitas kepemimpinan visioner, kecakapan interpersonal, dan kemampuan analitis yang matang. Dengan pendekatan ini, madrasah dapat berkembang menjadi lembaga yang harmonis, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas berkelanjutan.
Pengaruh Supervisi Akademik terhadap Kinerja Guru di Era Kurikulum Merdeka Dedi Sugari; Agustiar Agustiar; Eko Ngabdul Shodikin; Hilalludin Hilalludin; Ayna Wahyuni
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol. 1 No. 01 (2025): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh supervisi akademik terhadap kinerja guru dalam konteks Kurikulum Merdeka. Perubahan paradigma pembelajaran menuntut guru lebih kreatif, adaptif, dan mampu menerapkan strategi pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian kepustakaan untuk menelaah konsep, teori, dan temuan terkait supervisi akademik dan kinerja guru. Hasil kajian menunjukkan bahwa supervisi akademik berperan penting dalam meningkatkan kemampuan guru merencanakan pembelajaran, menerapkan strategi yang berpusat pada siswa, mengelola kelas, serta melaksanakan asesmen autentik. Supervisi yang efektif juga berdampak pada motivasi kerja dan komitmen profesional guru. Tantangan supervisi meliputi kompetensi supervisor, budaya supervisi yang belum optimal, dan keterbatasan waktu. Oleh karena itu, diperlukan strategi peningkatan kualitas supervisi melalui pelatihan, komunikasi dialogis, dan pendekatan kolaboratif. Penelitian ini menegaskan bahwa supervisi akademik menjadi instrumen utama dalam penguatan kualitas guru dan keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka.
Great Dream of KH Ahmad Dahlan in the Development of Islamic Education in Indonesia Hilalludin Hilalludin
Journal of Noesantara Islamic Studies Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/jnis.v1i3.1112

Abstract

Education in Islam faced a division between religious and secular components by the late twentieth century, with Islamic institutions often excluding religious education while general education institutions integrated secular knowledge. This paper explores the reform efforts of KH. Ahmad Dahlan in addressing these educational challenges in Indonesia, emphasizing the integration of religious and general education. Using a literature review methodology, the research analyzes Dahlan's influence on the development of Islamic education through his establishment of the Muhammadiyah organization. His vision included providing inclusive, quality education, fostering Islamic character, and modernizing educational systems. The findings highlight Dahlan's impact on the Indonesian education landscape, particularly through the integration of religious and general knowledge, character building, and community empowerment. His legacy continues to inspire the advancement of Islamic education in Indonesia.
Developing Islamic Religious Education Strategies to Enhance Students’ Learning Motivation in the Digital Era Hilalludin Hilalludin; Shada Al Nomani; Miftahus Sulhi
INJIES: Journal of Islamic Education Studies Vol. 3 No. 1 (2026): June
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/injies.v3i1.74

Abstract

This study aims to develop effective Islamic Religious Education (IRE) strategies to enhance students’ learning motivation in the digital era through a qualitative case study across Indonesia, Turkey, and Saudi Arabia. The research focuses on understanding how different educational contexts implement learning strategies and how these strategies influence student motivation. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving students, teachers, and educational experts. The findings reveal that students’ learning motivation is significantly influenced by four key factors: digital integration, student-centered learning approaches, the strategic role of teachers, and the contextualization of religious values. Turkey demonstrates the most effective model by integrating interactive digital tools with student-centered pedagogy, resulting in high intrinsic motivation. Saudi Arabia shows strong technological support and structured learning environments, although motivation tends to be more extrinsically driven. Meanwhile, Indonesia reflects a transitional stage, where digital tools are utilized but not yet optimally integrated into pedagogical practices. The study concludes that effective IRE strategies in the digital era require a holistic approach that combines technological innovation, active learning, teacher facilitation, and meaningful content. These findings contribute to the development of more adaptive and engaging IRE practices and provide practical implications for educators and policymakers. Future research is recommended to explore experimental designs and long-term impacts of digital-based IRE strategies.
Transformasi Budaya Mutu: Dari Kepatuhan Menuju Perbaikan Berkelanjutan dalam Membangun Organisasi Pendidikan Adaptif Era Society 5.0 Hilalludin Hilalludin; Laelatul Badriah
Al-Hudaya: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan Vol. 2 No. 02 (2026): Al Hudaya: Jurnal Ilmu Al Quran dan Pendidikan
Publisher : Jurnal Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi lingkungan pendidikan pada era Society 5.0 menuntut organisasi pendidikan untuk membangun budaya mutu yang tidak lagi berorientasi pada kepatuhan administratif, tetapi pada kemampuan beradaptasi dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi paradigma budaya mutu dari compliance-based quality culture menuju continuous improvement culture serta mengembangkan model konseptual Transformative Quality Culture Framework sebagai landasan penguatan organisasi pendidikan adaptif. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Data diperoleh dari artikel ilmiah bereputasi yang dipublikasikan pada basis data Scopus, Web of Science, ERIC, dan Google Scholar selama periode 2020–2026. Analisis dilakukan melalui sintesis tematik untuk mengidentifikasi perkembangan konsep, faktor-faktor strategis, dan arah transformasi budaya mutu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya mutu yang berkelanjutan dibangun melalui integrasi kepemimpinan transformasional, pembelajaran organisasi, budaya mutu digital, ekosistem inovasi, dan siklus continuous improvement. Integrasi kelima dimensi tersebut memperkuat kapasitas organisasi dalam beradaptasi terhadap perubahan, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan berbasis data, serta mendorong inovasi yang berorientasi pada peningkatan mutu secara berkesinambungan. Penelitian ini menghasilkan Transformative Quality Culture Framework sebagai kontribusi konseptual baru yang memperluas perspektif budaya mutu dari pendekatan berbasis kepatuhan menuju kapabilitas strategis organisasi dalam membangun organisasi pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing pada era Society 5.0.
Digitalisasi Dalam Pengajaran Bahasa Arab: Peluang, Tantangan, Dan Inovasi Metodologis Abdurrozak Abdurrozak; Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol. 1 No. 02 (2025): Qawaid: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Perkembangan teknologi digital telah membawa dampak signifikan terhadap dunia pendidikan, termasuk dalam pengajaran bahasa Arab. Digitalisasi memberikan peluang untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, fleksibel, dan inovatif, namun juga menghadirkan tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan kesenjangan literasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peluang, tantangan, inovasi metodologis, serta implikasi digitalisasi terhadap pengajaran bahasa Arab. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur relevan dari buku, jurnal ilmiah, dan artikel akademik terbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi membuka akses pembelajaran yang luas dan mendukung metode inovatif seperti blended learning, flipped classroom, serta pemanfaatan teknologi berbasis AI, AR, dan VR. Namun, keberhasilan implementasi digitalisasi sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur, penguasaan literasi digital guru, serta kemandirian belajar peserta didik. Penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara teknologi, metode pembelajaran, dan kompetensi pendidik agar pengajaran bahasa Arab dapat berjalan efektif di era digital.
Estetika Puisi Arab Klasik Analisis Stilistika atas Karya alMutanabbi Gigih Hadi Nugroho Said; Hilalludin Hilalludin
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol. 1 No. 02 (2025): Qawaid: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puisi Arab klasik sejak pra-Islam hingga masa Abbasiyah tidak hanya hadir sebagai karya estetik, tetapi juga sebagai sarana komunikasi intelektual, sosial, dan ideologis. Di antara penyair besar tradisi ini, Abu al-Ṭayyib al-Mutanabbi (915–965 M) menempati posisi istimewa dengan puisi yang memadukan kekuatan bahasa, kedalaman makna, dan fungsi politis. Penelitian ini bertujuan mengkaji estetika puisi al-Mutanabbi melalui pendekatan stilistika untuk menyingkap perangkat kebahasaan yang membangun daya estetik dan retorisnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-analitis dengan data utama berupa Dīwān al-Mutanabbi dan literatur pendukung terkait teori stilistika Arab klasik maupun modern. Data dianalisis dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, mendeskripsikan, dan menginterpretasikan perangkat morfologis, fonologis, semantik, musikal, dan retoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keindahan puisi al-Mutanabbi lahir dari integrasi utuh antarunsur kebahasaan: pola morfologis intensif memperbesar daya ekspresif, rima dan aliterasi menciptakan musikalitas, metafora dan oposisi dikotomis memperluas makna filosofis, sedangkan hiperbola dan paralelisme memperkuat fungsi retoris. Integrasi aspek-aspek tersebut menjadikan puisi al-Mutanabbi bukan hanya cermin zamannya, tetapi juga karya universal yang tetap relevan dalam wacana sastra global. Penelitian ini menyimpulkan bahwa estetika puisi al-Mutanabbi harus dipahami secara komprehensif, dan implikasinya dapat diterapkan dalam pengajaran sastra Arab di Indonesia agar lebih apresiatif dan bermakna.