Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Mangrove Sebagai Karbon Biru untuk Mitigasi Pemanasan Global dengan Menggunakan Google Earth Engine di Kelurahan Tafaga, Kecamatan Moti, Kota Ternate Rifan Marasaoly; Nurhalis Wahidin; Ardan Samman; Mesrawaty Sabar; Rusmawati Labenua; Muhammad Nur Findra
Moluccas Aquaticus Vol 1 No 2 (2025): MOLUCCAS AQUATICUS: Journal of Aquatic Management and Innovation
Publisher : Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/moluccasaquaticus.v1i2.421

Abstract

Mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir yang berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim melalui kemampuan menyerap dan menyimpan karbon biru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi vegetasi mangrove, menghitung biomassa di atas permukaan (AGB) dan biomassa bawah permukaan (BGB), total biomassa (TAB), stok karbon (TSC), serta mengestimasi potensi sekuestrasi CO2 di Kelurahan Tafaga, Kecamatan Moti, Kota Ternate. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2025. Data diperoleh melalui citra satelit Sentinel-2 yang diolah menggunakan platform Google Earth Engine (GEE). Nilai Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) digunakan untuk mengidentifikasi tingkat kerapatan vegetasi mangrove, yang kemudian menjadi dasar perhitungan biomassa dan karbon tersimpan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai NDVI berada pada kategori rapat (0,36–0,64) dengan luas tutupan 13,05 ha. Total biomassa tercatat sebesar 2.179,69 ton, terdiri dari 1.941,69 ton AGB dan 242,21 ton BGB. Stok karbon yang tersimpan (TSC) mencapai 1.024,46 ton, dengan potensi sekuestrasi CO2 sebesar 3.119,65 ton. Sementara itu, kategori emisi sedang dan rendah masing-masing melepaskan –13,91 ton dan –69,90 ton CO2. Hasil ini menegaskan peran signifikan ekosistem mangrove di Kelurahan Tafaga dalam penyimpanan karbon dan penyerapan CO2, serta menunjukkan perlunya rehabilitasi pada area degradasi. Temuan ini dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan konservasi dan strategi mitigasi perubahan iklim di wilayah pesisir.
Studi Biometrik kerang air tawar Sinanodonta woodiana di Sungai Lahambuti, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara Bahtiar; Muhammad Fajar Purnama; Aita Rahma Kartika Jumain; Muhammad Roris; Muhammad Nur Findra
Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal of Tropical Fisheries Management) Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal Of Tropical Fisheries Management)
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.9.1.45-54

Abstract

Sinanodonta woodiana merupakan salah satu spesies kerang introduksi di Sungai Lahambuti (Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara) yang karakteristik biometriknya belum sepenuhnya dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik biometrik, termasuk hubungan panjang-berat dan indeks kondisi kerang. Penelitian dilakukan selama 12 bulan pada dua periode, yaitu Mei–Oktober 2021 dan Februari–Juli 2022. Sampel kerang dikumpulkan menggunakan seser dalam petak transek berukuran 1×1 m² sebanyak 10 ulangan setiap bulan. Kerang yang dikumpulkan dibawa ke laboratorium untuk diukur panjang cangkangnya, berat total, dan berat jaringan menggunakan jangka sorong dan timbangan digital dengan ketelitian masing-masing 0,5 cm dan 0,01 g. Cangkang dan jaringan lunak dikeringkan dalam oven pada suhu 70°C selama 48 jam dan ditimbang menggunakan timbangan analitik dengan ketelitian 0,0001 g. Data biometrik dianalisis menggunakan rumus standar. Hasil penelitian menunjukkan nilai b rata-rata sebesar 2,80 dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 93,52%. Uji t (α = 0,05) menunjukkan bahwa nilai b berbeda signifikan dari 3,0, yang mengindikasikan pertumbuhan allometrik negatif. Nilai b bulanan berkisar antara 2,31 (September) hingga 3,16 (Mei), dengan nilai R² antara 91,11% hingga 96,66%. Rata-rata indeks kondisi sebesar 3,25 ± 1,30, meningkat seiring panjang cangkang dan mencapai puncaknya pada bulan Februari (4,45 ± 1,47). Nilai ini menurun dari Maret hingga Juli, dengan nilai terendah pada bulan Juni (2,09 ± 0,71). Kesimpulannya, S. woodiana menunjukkan pertumbuhan allometrik negatif dan variasi musiman pada indeks kondisi.
Estimasi Stok Karbon Mangrove Berbasis NDVI di Desa Awanggoa, Kecamatan Bacan, Halmahera Selatan Andili Hamidu; Ardan Samman; Supyan Supyan; Nurhalis Wahidin; Disnawati Disnawati; Raut Wahyuning Paluphi; Muhammad Nur Findra
Moluccas Aquaticus Vol 2 No 1 (2026): MOLUCCAS AQUATICUS: Journal of Aquatic Management and Innovation
Publisher : Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/hbgy0662

Abstract

Penelitian ini mengkaji kondisi ekosistem mangrove di Desa Awanggoa Kecamatan Bacan Kabupaten Halmahera Selatan dengan memanfaatkan citra Sentinel-2 melalui analisis indeks vegetasi NDVI (Normalized Difference Vegetation Index). Analisis dilakukan untuk mengestimasi biomassa (AGB dan BGB) total biomassa (TAB) stok karbon, serta sekuestrasi karbon mangrove secara spasial. Hasil klasifikasi NDVI menunjukkan 82,63% wilayah mangrove berada pada kategori vegetasi lebat 14,17% vegetasi sedang dan 3,21% vegetasi jarang. Total biomassa sebesar 11.425,93 ton sedangkan stok karbon mencapai 5.370,19 ton atau ekuivalen dengan 19.708,59 ton CO₂. Estimasi sekuestrasi karbon memperlihatkan sebagian besar kawasan memiliki kemampuan serapan tinggi meskipun terdapat area kecil yang menunjukkan emisi karbon akibat degradasi vegetasi. Temuan ini menegaskan bahwa mangrove di Desa Awanggoa berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim melalui penyimpanan dan penyerapan karbon. Upaya konservasi rehabilitasi dan pengelolaan berkelanjutan sangat diperlukan dengan dukungan kebijakan berbasis data spasial, partisipasi masyarakat lokal, serta integrasi ke dalam program nasional seperti REDD.
Analisis Parameter Pertumbuhan Udang Air Tawar Macrobrachium lar di Sungai Oha, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan Siti Ramadhani; Supyan Supyan; Muhammad Nur Findra; Gamal M. Samadan
Moluccas Aquaticus Vol 2 No 1 (2026): MOLUCCAS AQUATICUS: Journal of Aquatic Management and Innovation
Publisher : Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/f6x0ap38

Abstract

Udang air tawar Macrobrachium lar merupakan salah satu sumber daya perikanan penting di perairan sungai Pulau Halmahera, namun informasi mengenai pola dan parameter pertumbuhannya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang karapas dan berat serta mengkaji model pertumbuhan Von Bertalanffy M. lar di Sungai Oha, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan. Pengambilan sampel dilakukan secara langsung di lapangan, sedangkan pengukuran panjang karapas dan berat individu udang dilakukan di laboratorium. Analisis hubungan panjang–berat dilakukan menggunakan regresi linear, sedangkan parameter pertumbuhan dianalisis menggunakan model Von Bertalanffy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pertumbuhan M. lar bersifat allometrik negatif, baik pada jantan, betina, maupun gabungan, yang mengindikasikan bahwa pertambahan panjang lebih cepat dibandingkan pertambahan berat. Model pertumbuhan Von Bertalanffy menunjukkan nilai panjang asimtotik yang relatif tinggi dengan koefisien pertumbuhan yang tergolong cepat, menandakan bahwa M. lar di Sungai Oha mampu mencapai ukuran maksimum dalam waktu relatif singkat. Hasil penelitian ini memberikan informasi penting mengenai karakteristik pertumbuhan M. lar sebagai dasar ilmiah dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya udang air tawar secara berkelanjutan di perairan sungai Pulau Halmahera.
Effect of different stocking density on the growth performances of white leg shrimp (Litopenaeus vannamei) and milkfish (Chanos chanos) in polyculture system Gamal M. Samadan; Muhammad Irfan; Faisal Pitra; Muhammad Nur Findra; Supyan Supyan; Aras Syazili; Rovina Andriani
Depik Vol 13, No 3 (2024): DECEMBER 2024
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.13.3.36783

Abstract

Polyculture is a way of cultivating two or more types of organisms in the same container for the purpose of efficient use of land. The purpose of this study was to determine the effect of different stocking densities on the growth of white leg shrimp and milkfish by polyculture and to determine the stocking density that influences the growth of white shrimp and milkfish by polyculture in ponds. The study was designed using a completely randomized design (CRD), consisting of 3 treatments and 3 replications. The results showed that the specific growth rates in the three treatments, both white leg shrimp and milkfish varied. Similarly, the absolute weight growth between white leg shrimp and milkfish. Survival rate of white leg shrimp in treatment C, 85.56%, treatment B, 72.81%, and treatment A, 66.04%. While, the survival rate of milkfish in the three treatments was 100%. The feed conversion ratio in treatment A, 0.43, treatment C, 0.28, and treatment B, 0.17 grams. The different stocking densities of white leg shrimp and milkfish polycultures did not affect the absolute weight growth of white leg shrimp and their specific growth rate. However, there is an effect on the absolute weight growth of milkfishKeywords:shrimpmilkfishpolyculturestockingdensity
The Habitat Preferences of Lamp Shell (Lingula unguis) in Nambo Waters, Kendari City, Southeast Sulawesi: Preferensi Habitat Kerang Lentera (Lingula unguis) di Perairan Nambo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara Kianawati Kianawati; Muhammad Nur Findra; Bahtiar Bahtiar; Muhammad Fajar Purnama
Habitus Aquatica Vol 3 No 2 (2022): Habitus Aquatica : Journal of Aquatic Resources and Fisheries Management
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/HAJ.3.2.51

Abstract

Sumber daya pesisir Perairan Nambo di Kota Kendari meliputi ekosistem mangrove dan lamun yang memberikan manfaat ekologi bagi kehidupan organisme bentik dan organisme lainnya. Salah satu organisme bentik yang dimanfaatkan oleh masyarakat setempat adalah kerang lentera. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui preferensi habitat kerang lentera di Perairan Nambo. Pengambilan sampel menggunakan metode acak sistematis dengan interval waktu dua kali sebulan. Data kepadatan, pola distribusi dan distribusi ukuran dianalisis. Preferensi habitat kerang lentera dianalisis dengan Coresponden Analysis (CA) dan Principle Componen Analysis (PCA) untuk mengetahui karakteristik parameter perairan melalui program XLSTAT versi 2014. Hasil analisis menunjukkan nilai kepadatan kerang lentera yaitu 1,06–10,44 ind/m2. Indeks pola distribusi menunjukkan kerang lentera mempunyai penyebaran acak dan seragam. Sebaran ukuran panjang total (panjang cangkang dan pedikel) kerang lentera dikelompokkan dalam 10 kelas ukuran, dimana ukuran yang mendominasi adalah 77–102 mm. Preferensi habitat kerang lentera dikarakteristikkan oleh tekstur substrat pasir sedang dan berlumpur pada daerah ekosistem mangrove.
The Habitat Characteristics of Red Shrimp (Parhippolyte uveae) in Swamp Waters Around the Koguna Beach Area, Buton Regency, Southeast Sulawesi: Karakteristik Habitat Udang Merah (Parhippolyte uveae) di Perairan Rawa Sekitar Kawasan Pantai Koguna Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara Muhammad Farhan Pratama; La Sara La Sara; Halili Halili; Muhammad Nur Findra
Habitus Aquatica Vol 4 No 1 (2023): Habitus Aquatica : Journal of Aquatic Resources and Fisheries Management
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/HAJ.4.1.8

Abstract

Around the Koguna Beach area, which is ± 157 meters from the coastline, there is a closed water like a swamp. These waters are brackish and inhabited by red shrimp (Parhippolyte uveae). The purpose of this study was to determine the characteristics of the shrimp habitat. This research was conducted in November–December 2021 in Mopaano Village, Lasalimu Selatan District, Buton Regency. The research location was deliberately set in 2 zones with different habitat characteristics. The results showed that in Zone 1 red shrimp were found with a high relative abundance which indicated that the zone was favored by red shrimp. Habitat in this zone has characteristics in the form of rocks and mangrove roots, higher density of mangrove canopy cover, as well as parameters of the aquatic environment that are suitable for the life of red shrimp. This habitat is anchialine waters which are still influenced by the tides from the sea but are not directly connected to the surface.
Diversity report of freshwater gastropods in Buton Island, Indonesia Muhammad Fajar Purnama; La Ode Muhammad Junaidin Sirza; Sri Fatma Sari; Salwiyah Salwiyah; Haslianti Haslianti; Abdullah Abdullah; Suwarjoyowirayatno Suwarjoyowirayatno; ‪Muhammad Nur Findra; Nurhikma Nurhikma; Ahdiat Agriansyah; Herlan Hidayat; Syukur Syukur; Khoirul Anwar
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 23 No. 4 (2022)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d230428

Abstract

Abstract. Purnama MF, Sirza LOMJ, Sari SF, Salwiyah, Haslianti, Abdullah, Suwarjoyowirayatno, Findra MN, Nurhikma, Agriansyah A, Hidayat H, Syukur, Anwar K. 2022. Diversity report of freshwater gastropods in Buton Island, Indonesia. Biodiversitas 23: 1938-1949. This study was located in Buton Island consisted of 5 administrative districts/cities (Baubau City, Buton District, South Buton District, Muna District and North Buton District) and was conducted for 1 year (August 2019-August 2020). The output is to reveal the potential richness of the biodiversity of freshwater gastropods as a first step to optimize the utilization of freshwater gastropod resources in the Buton Islands. Determination of sampling location for gastropods was carried out by purposive sampling method and the selection of gastropod samples using simple random sampling method at a predetermined location based on the presence of gastropods. Gastropod samples (epifauna/infauna) were collected manually without special fishing gear with gloves, paralone pipes (3.5 inches), and filter (1 mm). The gastropods found in Buton Island consist of 18 genera and 40 species. Freshwater gastropods spread over 8 families, namely Cyclophoridae, Planorbidae, Lymnaeidae and Thiaridae. Among the species, there are several invasive alien species (IAS) such as Tarebia granifera, Melanoides tuberculata and Achatina fulica. These three species always dominate the habitat space where they are found. Most gastropod communities in 5 districts/cities live in fast-flowing rivers with rock, gravel and sand substrates. Only a few of them are found in artificial inland waters such as rice fields, embankments, dams and drainage. This study became a first step to optimize the utilization of gastropod resources and sustainable management, especially related to the conservation of native species from the threat of IAS.
Temporal variation of peanut worm (Siphonosoma australe-australe) reproduction in Toronipa Beach of Southeast Sulawesi, Indonesia BAHTIAR BAHTIAR; YNGWY EZRA JIWANI; MUHAMMAD NUR FINDRA; ERMAYANTI ISHAK
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 25 No. 8 (2024)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d250825

Abstract

Abstract. Bahtiar, Jiwani YE, Findra MN, Ishak E. 2024. Temporal variation of peanut worm (Siphonosoma australe-australe) reproduction in Toronipa Beach of Southeast Sulawesi, Indonesia. Biodiversitas 25: 2533-2540. The peanut worm Siphonosoma australe-australe in Toronipa Beach, Konawe District, Southeast Sulawesi, Indonesia is constantly facing ecological pressure. However, a limited understanding of its reproductive pattern hinders the development of a management plan. This study aimed to determine the sex ratio, GML (Gonad Maturity Level), GSI (Gonad Somatic Index), and the size of the peanut worm at early gonad maturity in Toronipa Beach, Southeast Sulawesi, Indonesia. Worms were collected using a hand spade, and the length and weight were measured using a ruler (accuracy of 0.5 cm) and an analytical balance (accuracy of 0.0001 g), respectively. Dissection was then conducted to observe eggs and sperm in the coelom. Additionally, water quality measurements were taken simultaneously with worm sampling. A total of 467 peanut worms were collected, and data were analyzed using standard formulas. The results showed that during the 11-month duration of this study, the sex ratio of peanut worms was imbalanced, as females were more than males. Aside from being dioecious, these worms were hermaphroditic and parthenogenous; the gonad maturity analysis showed various stages (I-IV) in peanut worms throughout the study. The highest level of gonadal maturity for male and female peanut worms was observed in August and September at Toronipa Beach. The first gonad maturity for male peanut worms occurred at 12.4-13.4 cm, while females matured at 13-13.5 cm. Throughout the year, gonad maturity and spawning were supported by environmental factors, such as temperature and organic matter that ranged from 30-32°C and 2.06-4.31 mg/L, respectively. Reducing harvesting activities during the peak spawning months is recommended to maintain the peanut worm population.
Reproductive biology and seasonal dynamics of the peanut worm Antillesoma antillarum (Phascolosomatiformes: Phascolosomatidae) in Toronipa, Southeast Sulawesi, Indonesia BAHTIAR BAHTIAR; MUHAMMAD NUR FINDRA; AGUS KURNIA; YNGWY EZRA JIWANI
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 26 No. 12 (2025)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d261243

Abstract

Abstract. Bahtiar, Findra MN, Kurnia MA, Jiwani YE. 2025. Reproductive biology and seasonal dynamics of the peanut worm Antillesoma antillarum (Phascolosomatiformes: Phascolosomatidae) in Toronipa, Southeast Sulawesi, Indonesia. Biodiversitas 26: 6458-6468. Antillesoma antillarum, commonly known as the peanut worm, is a benthic invertebrate with important ecological and economic roles in coastal ecosystems. However, the lack of reproductive biological data may threaten its sustainability under increasing harvesting pressure. This study examined seasonal variations in reproductive traits sex ratio, gonadal Maturity Level (GML), Gonadosomatic Index (GSI), fecundity, and size at first maturity (Lm₅₀) based on 688 specimens collected over 11 months from the Toronipa Coast, Southeast Sulawesi, Indonesia. Females slightly outnumbered males (374 vs. 314), but the sex ratio did not significantly differ from 1:1 (χ²: 5.23, p>0.05). Gonadal development followed four distinct maturity stages, with peak reproductive activity observed in November-December, when over 60% of individuals reached stages III-IV. GSI values followed a similar pattern, peaking at 6.42% before sharply declining post-spawning. The first maturity size (Lm₅₀) was estimated at 8.0 cm (R²: 0.9946), and fecundity ranged from 920 to 4,500 eggs, with the highest egg counts in individuals measuring 8.0-8.5 cm in length. Although seawater temperature remained stable (30-33°C), allowing gonadal development to occur year-round, elevated sediment organic matter (>3.5%) negatively affected GSI (R: -0.1196), suggesting that sediment quality does not directly influence gonadal development. These findings provide critical baseline data for reproductive-based management, supporting the implementation of size limits (≥8 cm) and seasonal harvest closures to ensure the sustainability of A. antillarum populations in tropical intertidal zones.
Co-Authors Abdullah Abdullah Abubakar, Salim Ade, Fifi Adi Imam Wahyudi AGUS KURNIA Ahdiat Agriansyah Aita Rahma Kartika Jumain Akhmad Mansyur Andili Hamidu Antasalam Ajo Aras Syazili Ardan Samman Ardan Samman Ardiansyah, Widiastuti Arif Rahman Ariyati H. Fadel Asriyani Achmad Ayul, Fifin Azis, Muh Aksa Baharuddin, La Ode Bahtiar Bahtiar BAHTIAR BAHTIAR Bahtiar Bahtiar Bahtiar Bahtiar BAHTIAR BAHTIAR Bahtiar Hamar Bahtiar, . Bana, Sahindomi Basarun, Rosita Bone, Abdul Hadi Cahyani, Waode Sitti Chandra Nainggolan Daniel Frikli Mokodongan Disnawati Disnawati Disnawati Disnawati, Disnawati Duwila, Aryo ERMAYANTI ISHAK Ermayanti Ishak Ermayanti Ishak Ermayanti Ishak, Ermayanti Evifatmawati Evifatmawati Fadli, Fahdi Failu, Ismail Faisal Pitra Faozan, Mohammad Gandri, La Halili Halili Haslianti Haslianti Haslianti Haslianti, Haslianti Hasrun, La Ode Hasuba, Tezza Fauzan Herdiana, Lella Herlan Hidayat Herlan Hidayat Ibrahim, Suriyani M. Idham, M. Tasrik Ihsan, Fadhli Insani Ira Ira Irham Irham Isdradjad Setyobudiandi Khoirul Anwar Kianawati Kianawati La Ode Muhammad Arsal La Ode Muhammad Junaidin Sirza La Sara La Sara La Sara La Sara La Sara La Sara La Sara M. Said Alhaddad Mahmud, Nurul Magfirah Meilana, Lusita Mesrawaty Sabar Muajmin Hudin Muchdar, Fatma Muh. Aksa Azis Muhaimin Hamzah Muhamad Ikbal Muhammad Digul Jaya Pratama Muhammad Fajar Purnama Muhammad Fajar Purnama Muhammad Farhan Pratama Muhammad Fiar Erawan Muhammad Irfan muhammad irfan Muhammad Roris Muhammad Yusuf Afara Murtiah, Sitti Nadya Adharani NUR LAILA Nurhalis Wahidin Nurhalis Wahidin Nurhikma Nurhikma Nurhuda Annaastasia Nurlisa Alias Butet Oktora Dwi Putranti Paluphi, Raut Wahyuning Permatahati, Yustika Intan Pramithasari, Febi Ayu Priyanto Rahardjo Rahmadhani Raut Wahyuning Paluphi Rifan Marasaoly Rina Rina Rina Rina Risfandi Riyadi Subur Riyadi Subur, Riyadi Rovina Andriani Rusmawati Labenua Sabualamo, Riska Salim Abubakar Salmin, Ginanti Salwiyah Salwiyah Samadan, Gamal M Sapri Sapri Saputra, Adam Dwi Saumur, Fihran R. Selang, Farida Daeng Sirza, LM Junaidin Siti Ramadhani Sjamsu Alam Lawelle Sri Fatma Sari Sriwati Sriwati Sudarno Sudarno Sunarti Sunarti Sunarti Supyan Supyan Supyan Supyan Supyan Supyan Suwarjoyowirayatno Suwarjoyowirayatno Syukur Syukur TARUNI SRI PRAWAST MIEN KAOMINI ANY ARYANI DEDY DURYADI SOLIHIN Umamit, Sri Ningsih Wa Nurgaya Wardana Wardana Widhi, Raut Nugrahening YNGWY EZRA JIWANI YNGWY EZRA JIWANI Yuli Dwi Wijayanti Yustika Intan Permatahati Yusup, Ilhan Mansis Yuyun Abubakar Zurba, Nabil