Claim Missing Document
Check
Articles

Phytoplankton in the Anchialine Habitat of Red Shrimp (Parhippolyte uveae) at Mangrove Ecosystem Waters Findra, Muhammad Nur; Rahman, Arif; Sara, La; Cahyani, Waode Sitti; Meilana, Lusita
Media Konservasi Vol. 29 No. 2 (2024): Media Konservasi Vol 29 No 2 May 2024
Publisher : Department of Forest Resources Conservation and Ecotourism - IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/medkon.29.2.118

Abstract

The anchialine habitat waters of this study is located at mangrove ecosystem around Koguna Beach area, Buton Island, Indonesia. It is a closed water, isolated from the sea, and inhabited by Parhippolyte uveae red shrimp. The existence of phytoplankton in this habitat can be used to determine the availability of natural food and the water quality of this shrimp’s habitat. This study was conducted to examine the presence of phytoplankton in the anchialine habitat of red shrimp. Phytoplankton samples were obtained by filtering water using Plankton Net. Meanwhile, several biological indexes such as the diversity index, evenness index, and dominance index were used to analyze the phytoplankton community. The result showed that this habitat was dominated by phytoplankton from the classes Bacillariophyceae, Florideophyceae, and Globothalamea with a total of 13 genera in September 2021 and Bacillariophyceae, Cyanophyceae, Dinophyceae, and Globothalamea with a total of 18 genera in December 2021. The most common type of phytoplankton found in the red shrimp habitat during the study was Navicula sp. with a ban of 1436 cells L-1 and 479 cells L-1 in September 2021 and December 2021, respectively. The diversity index of phytoplankton in this habitat was low, meanwhile, the index of evenness and dominance indicated that this habitat was of good quality (evenness index was high and dominance index was low). This study can be used as a basic information for further research on the management control for this species habitat.
Density, Water Quality Suitability and Size Distribution of Pokea Clams (Batissa violacea var. celebensis, von Martens 1897) at Lasolo River Southeast Sulawesi Fekri, Latifa; Findra, Muhammad Nur; Bahtiar
Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal of Tropical Fisheries Management) Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal Of Tropical Fisheries Management)
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v8i1.48555

Abstract

Kepadatan dan distribusi ukuran kerang pokea relatif berbeda-beda disetiap tempat dan waktu yang dipengaruhi oleh kualitas lingkungan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan kesesuaian kualitas perairan, dan distribusi ukuran kerang pokea di Sungai Lasolo Sulawesi Tenggara. Sampel kerang pokea dikumpulkan secara acak di seluruh bagian perairan setiap bulan selama 1 tahun di Sungai Lasolo Konawe Utara. Sampel kerang dikumpulkan menggunakan luas sapuan alat tangkap tangge (alat tradisional) sebanyak 6 kali tarikan. Pengambilan sampel kualitas air dilakukan bersamaan dengan pengambilan sampel kerang. Kepadatan kerang antar tempat dan waktu pengamatan dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Preferensi pokea pada kualitas perairan dianalisis menggunakan Analisis Komponen Utama (PCA) dan Analisis Kelompok (CA) pada paket program statistik multivariat (XLSTAT). Hasil analisis menunjukkan kepadatan daerah tengah muara sungai berbeda nyata (lebih tinggi) dengan pada daerah awal dan akhir ditemukan ke arah hulu (kepadatan terendah) dan ke arah muara, sedangkan kepadatan kerang pokea tidak nyata berbeda di setiap bulan pengamatan. Kerang pokea dominan ditemukan pada ukuran kecil (1,62-2,10-3,09-3,57 cm). Ukuran kerang pokea terdistribusi pada seluruh bagian perairan dan ditemukan melimpah pada bulan Mei dan Juni. Kerang pokea cenderung menyenangi kualitas perairan yang berarus lambat, kecerahan tinggi dan perairan dalam.
PEMBUATAN PETA DESA SEBAGAI SALAH SATU MEDIA INFORMASI DESA ROPU TENGAH BALU, KABUPATEN HALMAHERA BARAT Findra, Muhammad Nur; Irfan, Muhammad; Supyan, Supyan; Salmin, Ginanti; Umamit, Sri Ningsih; Idham, M. Tasrik; Ibrahim, Suriyani M.; Yusup, Ilhan Mansis; Basarun, Rosita; Faozan, Mohammad; Saumur, Fihran R.; Selang, Farida Daeng; Fadli, Fahdi; Sabualamo, Riska; Laila, Nur; Murtiah, Sitti; Mahmud, Nurul Magfirah
-
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v7i1.7127

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membuat peta Desa Ropu Tengah Balu, Kabupaten Halmahera Barat sebagai salah satu media informasi desa. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka turut mendukung upaya pengembangan dan pembangunan daerah. Peta desa merupakan gambaran umum wilayah dari suatu desa dan umumnya berisikan letak fasilitas atau sarana/prasarana desa, seperti jalan, batas-batas desa maupun RT/RW, atau berisikan gambaran yang jelas mengenai topografi dan geografi desa, seperti hutan, sungai, kebun, dan bentang alam lainnya. Pembuatan peta desa memiliki banyak tujuan dan manfaat, diantaranya untuk membuat peta administrasi desa, mengidentifikasi dan memetakan potensi, serta berbagai tujuan lain yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan dalam rangka pengembangan dan pembangunan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2023. Pelaksanaan kegiatan melibatkan Pemerintah Desa, masyarakat dan para pemuda Desa Ropu Tengah Balu. Tahapan pembuatan peta desa ini terdiri dari beberapa kegiatan, yaitu dimulai dari sosialisasi, pengumpulan data, pemrosesan data, validasi data, desain peta, hingga pencetakan dan pemasangan peta. Peta desa tersebut telah dicetak dan dipasang di tempat umum sehingga tujuannya sebagai media informasi telah tercapai.
DIALOG EDUKATIF UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN PERMASALAHAN AGRARIA DI WILAYAH PEDESAAN DAN KEPULAUAN BAGI MASYARAKAT DESA ROPU TENGAH BALU, HALMAHERA BARAT Findra, Muhammad Nur; Basarun, Rosita; Yusup, Ilhan Mansis; Fadli, Fahdi; Faozan, Mohammad; Saumur, Fihran R.; Idham, M. Tasrik; Salmin, Ginanti; Umamit, Sri Ningsih; Ibrahim, Suriyani M.; Selang, Farida Daeng; Sabualamo, Riska; Laila, Nur; Mahmud, Nurul Magfirah; Murtiah, Sitti
-
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v7i2.7970

Abstract

Desa Ropu Tengah Balu adalah salah satu desa pesisir Kecamatan Sahu, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara. Wilayah pesisir dan kepulauan Maluku Utara kaya akan sumber daya alam, sejarah, dan nilai budaya. Selain memiliki potensi yang besar, wilayah pedesaan dan kepulauan sangat rentan dengan permasalahan agraria, tidak terkecuali di Maluku Utara. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang permasalahan agraria yang kerap terjadi di wilayah pedesaan dan kepulauan. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2023 bertempat di Balai Desa Ropu Tengah Balu, Kecamatan Sahu, Kabupaten Halmahera Barat. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari beberapa tahapan pelaksanaan kegiatan, yaitu persiapan dan sosialisasi, pelaksanaan, serta evaluasi. Kegiatan ini telah berhasil terlaksana dengan menghadirkan narasumber yang kompeten yaitu Kepala Kantor Pertanahan Nasional Kabupaten Halmahera Barat dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Halmahera Barat, serta memberikan pemahaman masyarakat tentang permasalahan agraria yang sering terjadi. Dengan demikian masyarakat dapat mengantisipasi permasalahan tersebut.
DIALOG EDUKATIF UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN PERMASALAHAN AGRARIA DI WILAYAH PEDESAAN DAN KEPULAUAN BAGI MASYARAKAT DESA ROPU TENGAH BALU, HALMAHERA BARAT Findra, Muhammad Nur; Basarun, Rosita; Yusup, Ilhan Mansis; Fadli, Fahdi; Faozan, Mohammad; Saumur, Fihran R.; Idham, M. Tasrik; Salmin, Ginanti; Umamit, Sri Ningsih; Ibrahim, Suriyani M.; Selang, Farida Daeng; Sabualamo, Riska; Laila, Nur; Mahmud, Nurul Magfirah; Murtiah, Sitti
-
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v7i2.7970

Abstract

Desa Ropu Tengah Balu adalah salah satu desa pesisir Kecamatan Sahu, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara. Wilayah pesisir dan kepulauan Maluku Utara kaya akan sumber daya alam, sejarah, dan nilai budaya. Selain memiliki potensi yang besar, wilayah pedesaan dan kepulauan sangat rentan dengan permasalahan agraria, tidak terkecuali di Maluku Utara. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang permasalahan agraria yang kerap terjadi di wilayah pedesaan dan kepulauan. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2023 bertempat di Balai Desa Ropu Tengah Balu, Kecamatan Sahu, Kabupaten Halmahera Barat. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari beberapa tahapan pelaksanaan kegiatan, yaitu persiapan dan sosialisasi, pelaksanaan, serta evaluasi. Kegiatan ini telah berhasil terlaksana dengan menghadirkan narasumber yang kompeten yaitu Kepala Kantor Pertanahan Nasional Kabupaten Halmahera Barat dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Halmahera Barat, serta memberikan pemahaman masyarakat tentang permasalahan agraria yang sering terjadi. Dengan demikian masyarakat dapat mengantisipasi permasalahan tersebut.
Penanaman Mangrove Untuk Melestarikan Ekosistem Pesisir Di Pantai Cemara, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur widhi, raut nugrahening; paluphi, raut wahyuning; azis, muh aksa; findra, muhammad nur; abubakar, salim; rina, rina; sunarti, sunarti
Jurnal Pengabdian Khairun Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jepk.v4i1.10064

Abstract

Upaya penanaman mangrove menjadi sangat penting bagi kelestarian ekosistem pesisir. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mangrove dan melibatkan mereka dalam upaya pelestarian lingkungan. Melalui penanaman mangrove, diharapkan masyarakat dapat memahami peran penting mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan meningkatkan kualitas hidup. Kegiatan penanaman mangrove dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar serta menjadi langkah awal dalam upaya pelestarian ekosistem mangrove. Penanaman mangrove efektif untuk menstabilkan pesisir dari erosi dan sedimentasi serta meningkatan keanekaragan hayati. Mangrove yang baru ditanam berfungsi sebagai habitat bagi berbagai jenis biota laut dan satwa liar. Penanaman mangrove memberikan manfaat sosial ekonomi bagi masyarakat diantaranya peningkatan pendapatan dari hasil perikanan dan pengembangan ekowisata.
PERPINDAHAN ONTOGENETIK HABITAT IKAN DI PERAIRAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE Findra, Muhammad Nur; Hasrun, La Ode; Adharani, Nadya; Herdiana, Lella
Media Konservasi Vol. 21 No. 3 (2016): Media Konservasi Vol. 21 No. 3 Desember 2016
Publisher : Department of Forest Resources Conservation and Ecotourism - IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.371 KB) | DOI: 10.29244/medkon.21.3.304-309

Abstract

Ontogenetic of fish is a term used to study the development of the behavior of an individual throughout its life (life-span) from hatched to death. The mangrove ecosystem is a potential habitat for fish, especially the juvenile stage. Juvenile found in this habitat is an important economically fish. In various types of fish, the phenomenon of increasing the size of the fish body followed by changes in the types of food causing ontogenetic habitat of fish. It is evident in yellow snapper Lutjanus argentiventris. The juveniles live in mangrove habitat to approximately 100 mm or 300 days old, after which the fish move to deeper surrounding habitat. Mangrove forest that has a high complexity is to serve as an adaptation of fish to avoid predators and foraging. Several different habitats, both the mangrove ecosystem and other ecosystems provide different foods according to the needs at each phase-change of fish life. Animals that undergo ontogenetic habitat drift has management consequences that are more sensitive than animals inhabiting on single habitat. Hence, particularly habitat conservation resource management is needed. Not only conservation of the habitat, but also other habitats related to  the migration of fish.   Keyword: conservation, diet, growth, mangrove, ontogenetic
PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KUALITAS AIR PADA KOLAM PEMELIHARAAN IKAN NILA MASYARAKAT DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN PERIKANAN BUDIDAYA SKALA KECIL DI DESA MAFFA, HALMAHERA SELATAN Findra, Muhammad Nur; Samadan, Gamal M.; Putranti, Oktora Dwi; Supyan, Supyan; Duwila, Aryo; Saputra, Adam Dwi
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 4 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i4.2006

Abstract

Small-scale fisheries generally refer to fisheries activities carried out by individuals or small groups using simple equipment and relatively small production capacity compared to large commercial fisheries. It has many obstacles and challenges faced by the perpetrators, including the technology used tends to be very simple. The same problem is also faced by tilapia farmers in Maffa Village, East Gane District, South Halmahera Regency. This community service activity aimed to implement an effective water quality management system in community tilapia rearing ponds, especially small-scale ones in Maffa Village. The activity was carried out in August-September 2024. The stages of activity implementation start from the preparation stage by the implementation team, socialization of activities, counseling to target partners in the form of delivering material related to the topic of activities, implementing the technology of aquaculture pond water quality management systems, and evaluation. The result of this activity is the implementation of counseling activities on effective water quality management systems in aquaculture ponds. In addition, the application of technology in the form of an aeration system was also well implemented, where the target partners' aquaculture ponds currently use a blower equipped with a diffusser to supply dissolved oxygen in the pond. The evaluation of the activity showed that more than 80% of the target partners understood and had skills in the application of this technology, where 81.82% of the cultivator group members understood the material about the technology applied and 90.91% actively participated and had skills in the technology application activities carried out. In conclusion, this activity has been successfully carried out in the form of counseling and the availability of aeration systems in the target partners' tilapia farming ponds.
PELATIHAN PENINGKATAN PRODUKSI BENIH IKAN NILA DI KELURAHAN SASA KOTA TERNATE Syazili, Aras; Ardiansyah, Widiastuti; Findra, Muhammad Nur; Ayul, Fifin; Ade, Fifi
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 7 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i7.2377

Abstract

Kelompok nelayan Sinar Rezeki yang berada di Kelurahan Sasa Kota Ternate telah mengalami permasalahan hasil tangkapan yang tidak menentu karena kondisi cuaca yang tidak menentu, sehingga merintis usaha pembenihan ikan nila untuk mendapatkan tambahan penghasilan.  Namun usaha ini belum memberi hasil yang memuaskan karena minimnya pengetahuan mengenai aspek reproduksi dan pembenihan ikan.  Kegiatan PKM yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan anggota kelompok nelayan dalam mengelola bisnis benih ikan nila.  Metode yang dilakukan adalah pelatihan dan pendampingan pemeliharaan induk dan penanganan benih ikan secara langsung. Kegiatan PKM dilaksanakan Mei–November 2024 bersama 10 anggota Kelompok Nelayan Sinar Rezeki di Ternate. Tahapan kegiatan meliputi survei lokasi, pelatihan pembenihan ikan nila, pendampingan, dan evaluasi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemandirian dalam budidaya perikanan. Hasil kegiatan PKM menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta terkait teknologi pembenihan ikan nila, terutama dalam hal penanganan induk, benih, pakan, dan pengelolaan kualitas air. Pelatihan dan pendampingan dilakukan secara langsung dan interaktif, mendorong partisipasi aktif kelompok mitra. Evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari 5–20% menjadi 70–90% setelah pelatihan. Penggunaan ekstrak alga coklat sebagai inovasi dalam teknik pembenihan turut memperkuat hasil kegiatan. Program ini berhasil mendorong kemandirian mitra dalam melakukan pembenihan ikan nila secara berkelanjutan. Kesimpulan pelatihan ini meningkatkan pemahaman peserta tentang budidaya ikan nila dan menstimulasi produksi benih di Ternate.
Distribusi Ukuran, Pola Pertumbuhan, Dan Faktor Kondisi Ikan Capungan Banggai (Pterapogon kauderni) Di Perairan Pesisir Kota Baubau, Sulawesi Tenggara Findra, Muhammad Nur; Pramithasari, Febi Ayu; Ihsan, Fadhli Insani; Cahyani, Waode Sitti; Hamar, Bahtiar
Juvenil Vol 6, No 2: Mei (2025)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v6i2.29163

Abstract

ABSTRAKIkan capungan banggai asalnya hanya ditemukan di perairan sekitar Kepulauan banggai Sulawesi Tengah, namun saat ini telah menyebar ke berbagai wilayah termasuk perairan Kota Baubau Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan mengkaji distribusi ukuran, pola pertumbuhan dan faktor kondisinya di perairan pesisir Kota Baubau yang merupakan habitat baru. Sampel ikan dikumpulkan dengan metode jelajah sepanjang perairan dimana ikan tersebut tersebar, diukur panjang totalnya, dan ditimbang beratnya. Panjang total ikan yang didapatkan berkisar antara 38,40-83,50 mm dan berat berkisar antara 0,64-8,17 gram. Kelas ukuran ikan yang didapatkan cukup bervariasi dan berada dalam fase juvenil hingga dewasa. Analisis hubungan panjang dan berat ikan secara keseluruhan menunjukkan pola pertumbuhan yang bersifat alometrik positif (b = 3,0058), namun terdapat perbedaan antara ikan ukuran juvenil dan dewasa dimana ikan juvenil memiliki pola pertumbuhan yang bersifat alometrik negatif (b = 2,7275). Analisis faktor kondisi juga menunjukkan perbedaan, dimana ikan dewasa memiliki nilai faktor kondisi yang lebih rendah dibanding juvenil. Namun, secara keseluruhan ikan memiliki pertumbuhan dan faktor kondisi yang cukup baik, sehingga dapat berkembang di habitat baru ini. Dalam aspek pengelolaan, perlu dilakukan kontrol populasi dan pemantauan lebih lanjut terhadap dampak ekologis, karena mungkin saja spesies ini dapat menjadi invasif jika populasinya meningkat pesat dan mengganggu ekosistem lokal.Kata Kunci: Capungan banggai, dewasa, faktor kondisi, juvenil, pola pertumbuhanABSTRACTThe banggai cardinalfish is originally only found in the waters around the Banggai Islands, Central Sulawesi., but now it has spread to various regions including Baubau City waters, Southeast Sulawesi. This study was aimed to examine size distribution, growth patterns, and condition factors of the fish in the coastal waters of Baubau City which is a new habitat. Fish samples were collected using the exploration method along the waters where the fish are spread, their total length was measured, and their weight was weighed. The total length of the fish obtained ranged from 38.40-83.50 mm and their weight ranged from 0.64-8.17 grams. The size classes of the fish obtained were quite varied and were in the juvenile to adult phase. Analysis of length-weight relationship of the fish as a whole showed a positive allometric growth pattern (b=3.0058), but there was a difference between juvenile and adult fish where juvenile had a negative allometric (b = 2.7275). Condition factor analysis also showed differences, where adult had lower condition factor values than juveniles. However, overall the fish have quite good growth and condition factors, so they can thrive in this new habitat. In terms of management, population control and further monitoring of ecological impacts are needed, because this species can become invasive if its population increases rapidly and disrupts the local ecosystem.Keywords: Banggai cardinalfish, adults, condition factors, juveniles, growth patterns
Co-Authors Abdullah Abdullah Abubakar, Salim Ade, Fifi Adi Imam Wahyudi AGUS KURNIA Ahdiat Agriansyah Aita Rahma Kartika Jumain Akhmad Mansyur Andili Hamidu Antasalam Ajo Aras Syazili Ardan Samman Ardan Samman Ardiansyah, Widiastuti Arif Rahman Ariyati H. Fadel Asriyani Achmad Ayul, Fifin Azis, Muh Aksa Baharuddin, La Ode Bahtiar Bahtiar Bahtiar Bahtiar Bahtiar Bahtiar BAHTIAR BAHTIAR BAHTIAR BAHTIAR Bahtiar Hamar Bahtiar, . Bana, Sahindomi Basarun, Rosita Bone, Abdul Hadi Cahyani, Waode Sitti Chandra Nainggolan Daniel Frikli Mokodongan Disnawati Disnawati Disnawati Disnawati, Disnawati Duwila, Aryo ERMAYANTI ISHAK Ermayanti Ishak Ermayanti Ishak Ermayanti Ishak, Ermayanti Evifatmawati Evifatmawati Fadli, Fahdi Failu, Ismail Faisal Pitra Faozan, Mohammad Gandri, La Halili Halili Haslianti Haslianti Haslianti Haslianti, Haslianti Hasrun, La Ode Hasuba, Tezza Fauzan Herdiana, Lella Herlan Hidayat Herlan Hidayat Ibrahim, Suriyani M. Idham, M. Tasrik Ihsan, Fadhli Insani Ira Ira Irham Irham Isdradjad Setyobudiandi Khoirul Anwar Kianawati Kianawati La Ode Muhammad Arsal La Ode Muhammad Junaidin Sirza La Sara La Sara La Sara La Sara La Sara La Sara La Sara M. Said Alhaddad Mahmud, Nurul Magfirah Meilana, Lusita Mesrawaty Sabar Muajmin Hudin Muchdar, Fatma Muh. Aksa Azis Muhaimin Hamzah Muhamad Ikbal Muhammad Digul Jaya Pratama Muhammad Fajar Purnama Muhammad Fajar Purnama Muhammad Farhan Pratama Muhammad Fiar Erawan Muhammad Irfan muhammad irfan Muhammad Roris Muhammad Yusuf Afara Murtiah, Sitti Nadya Adharani NUR LAILA Nurhalis Wahidin Nurhalis Wahidin Nurhikma Nurhikma Nurhuda Annaastasia Nurlisa Alias Butet Oktora Dwi Putranti Paluphi, Raut Wahyuning Permatahati, Yustika Intan Pramithasari, Febi Ayu Priyanto Rahardjo Rahmadhani Raut Wahyuning Paluphi Rifan Marasaoly Rina Rina Rina Rina Risfandi Riyadi Subur Riyadi Subur, Riyadi Rovina Andriani Rusmawati Labenua Sabualamo, Riska Salim Abubakar Salmin, Ginanti Salwiyah Salwiyah Samadan, Gamal M Sapri Sapri Saputra, Adam Dwi Saumur, Fihran R. Selang, Farida Daeng Sirza, LM Junaidin Siti Ramadhani Sjamsu Alam Lawelle Sri Fatma Sari Sriwati Sriwati Sudarno Sudarno Sunarti Sunarti Sunarti Supyan Supyan Supyan Supyan Supyan Supyan Suwarjoyowirayatno Suwarjoyowirayatno Syukur Syukur TARUNI SRI PRAWAST MIEN KAOMINI ANY ARYANI DEDY DURYADI SOLIHIN Umamit, Sri Ningsih Wa Nurgaya Wardana Wardana Widhi, Raut Nugrahening YNGWY EZRA JIWANI YNGWY EZRA JIWANI Yuli Dwi Wijayanti Yustika Intan Permatahati Yusup, Ilhan Mansis Yuyun Abubakar Zurba, Nabil