Keswara, Umi Romayati
Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati

Published : 70 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN KEGIATAN PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK (PSN – 3 M) DENGAN KEBERADAAN JENTIK NYAMUK AEDES AEGYPTY DI DESA BUGIS WILAYAH KERJA PUSKESMAS MENGGALA KABUPATEN TULANG BAWANG TAHUN 2014 Solbari Solbari; Umi Romayati Keswara; Eka Trismiyana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.474 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i3.228

Abstract

Salah satu cara untuk mencegah DBD adalah dengan pemantauan jentik nyamuk, keberadaan jentik merupakakan indikator daerah tersebut terpapar pada faktor predisposisi rentan terjadinya DBD. Tingginya kasus DBD di Desa Bugis berkaitan dengan rendahnya ABJ, cakupan ABJ tahun 2012 sebesar 76,2 % dan menurun di tahun 2013 menjadi sebesar 72,7% dibawah target yang ditetapkan yaitu sebesar 95%. Rendahnya ABJ diikuti rendahnya cakupan PSN – 3M, tahun 2012 sebesar 65,2 % dan menurun ditahun 2013 menjadi 54,8 % dibawah target yang ditetapkan yaitu sebesar 90%. Tujuan penelitian diketahui  hubungan kegiatan Pemberatasan Sarang Nyamuk (PSN - 3 M) dengan keberadaan jentik nyamuk aedes aegypti di Desa Bugis Wilayah Kerja Puskesmas Menggala Kabupaten Tulang Bawang  tahun 2014. Jenis penelitian kuantitatif, desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh kepala keluarga yang berada di  yang berada di Desa Bugis sebanyak 573 Kepala keluarga, besar sampel  sebesar 236 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Analisis data menggunakan uji chi square.  Hasil penelitian ada hubungan kegiatan PSN – 3M dengan keberadaan jentik nyamuk aedes aegypti (p value = 0,003 < 0,05). Diharapkan bagi Petugas Kesehatan di Puskesmas Menggala Kabupaten Tulang Bawang untuk lebih meningkatkan sosialisasi informasi secara intensif kepada KK tentang pentingnya melakukan kegiatan  PSN – 3M guna mencegah terjadinya DBD dengan melakukan penyuluhan menggunakan bahasa yang mudah difahami dan membagikan leaflet dan berosur
FAKTOR RESIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MALARIA DI PEKON WAY HALOM WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDALOMAN KECAMATAN GUNUNG ALIP KABUPATEN TANGGAMUS Umi Romayati Keswara
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4329.625 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v5i1.866

Abstract

Malaria merupakan penyakit menular yang sangat dominan di daerah tropis dan sub-tropis dan dapat mematikan. Setidaknya 270 juta penduduk dunia menderita malaria dan lebih dari 2 miliar atau 42% penduduk bumi memiliki risiko terkena malaria. WHO mencatat setiap tahunnya tidak kurang dari 1 hingga 2 juta penduduk meninggal karena penyakit yang disebar luaskan nyamuk Anopheles (Fahmi, 2005). Berdasarkan Laporan Puskesmas Kedaloman, 2009, Kasus malaria klinis di wilayah kerja Puskesmas Kedaloman pada 4 tahun terakhir terjadi peningkatan, dimana AMI 22,81 per 1000 penduduk tahun 2006 meningkat menjadi 22,91 per 1000 penduduk tahun 2007, dan meningkat lagi menjadi 27,01 tahun 2008, sedangkan pada tahun 2009 menjadi 29,42 per 1000 penduduk. Diketahui faktor-faktor resiko berpengaruh terhadap kejadian malaria di Pekon Way Halom Wilayah Kerja Puskesmas Kedaloman Kecamatan Gunung Alip Kabupaten Tanggamus Tahun 2010. Tujuan Penelitian diketahui faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian malaria. Studi menggunakan pendekatan case control. Dilaksanakan Desember 2010 di Pekon Way Halom Wilayah Kerja Puskesmas Kedaloman Kecamatan Gunung Alip Tanggamus. Sampel penelitian sebanyak 34 responden ditambah responden kontrol sebanyak 34 responden sehingga total responden penelitian sebanyak 68 responden dengan total population sampling. Pengambilan data wawancara dan observasi. Analisa data dengan Chi Square. Hasil Studi menunjukkan terdapat hubungan antara penutup ventilasi (p value = 0.001), genangan air (p value=0.025), kebiasaan berada diluar rumah pada malam hari (p value=0.004) dan OR=5.01, kebiasaan menggunakan kelambu saat tidur (p value=0.00) dengan kejadian malaria. Berdasarkan hasil studi disarankan kepada masyarakat untuk menutup ventilasi, membersihkan genangan air, tidak keluar rumah pada malam hari dan menggunakan kelambu saat tidur.genangan air, kebiasaan keluar pada malam hari kebiasaan 
Hubungan waiting time dengan kepuasan pasien pada pasien rawat jalan di Puskesmas Triyoso Triyoso; Ahmad Muammar Khoddafi; Umi Romayati Keswara
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i3.2545

Abstract

The association between waiting time and patient satisfaction in outpatient at public health centerBackground: Patient satisfaction is one of the indicators to measure health service quality. A prolonged waiting time influences the satisfaction of a patient toward health service quality. According to the data from the health agency of pesisir barat regency in 2016, the utilization of health centers was low, it is 26.7%. the utilization was lower than the Lampang Province utilization, 32.6%.Purpose: To identify the association between waiting time and patient satisfaction in outpatient at the public health centerMethod: A quantitative method with a cross-sectional approach. The population involved 134 patients registered at Bengkunat Belimbing Health Center. The data collection was through questionnaires. The data analysis by chi square test.Results: Finding the respondents average age was 40.80 years old with a standard deviation is 8,765, the range is 19-59 years, the most of male 58 (66%), the junior secondary education  53 (60%). ), farmer occupation 56 (64%), the type of for follow up 68(77%), the variable time between waiting and registration 20 minutes 50 (57%), waiting time for registration with consultation 20 minutes 44 (50%), waiting time for consultation 20 minutes 25 (54%), overall waiting time 60 minutes 29 (63%).Conclusion: There is no significant relationship between waiting time and patient satisfaction in outpatient at the public health centerKeywords: Waiting time; Patient; Satisfaction; Outpatient; Public health centerPendahuluan: Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator untuk mengukur kualitas layanan kesehatan. Waktu tunggu pasien lama akan mempengaruhi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan. Berdasarkan Data Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2016, pemanfaatan fasilitas kesehatan di Puskesmas masih rendah, yaitu 26,7% masih rendah dibandingkan  pemanfaatan fasilitas kesehatan puskesmas  di Provinsi Lampung yaitu 32,6%.Tujuan: Diketahui hubungan waiting time dengan kepuasan pasien di Puskesmas Bengkunat Belimbing Kab. Pesisir Barat.Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan secara cross sectional, dengan populasi seluruh pasien yang berkunjung di Puskesmas Belimbing Kab. Pesisir Barat  yang berjumlah 421 responden. Tehnik pengambilan sampel dengan accidental sampling dengan jumlah sampel 134 responden. Analisa data menggunakan uji Chi Square.Hasil: Didapatkan tingkat kepuasan kategori puas berusia rata-rata 40.80 tahun dengan standar devisiasi 8.765, rentang 19-59 tahun, berjenis kelamin laki laki 58 (66%), berpendidikan SMP 53 (60%), pekerjaan petani 56 (64%), tipe kunjungan ulang 68(77%), waktu antara menunggu dengan registrasi ≥20 menit 50 (57%), waktu menunggu registrasi dengan konsultasi ≥ 20 menit 44 (50%), waktu menunggu konsultasi ≥ 20 menit 25 (54%), waktu menunggu keseluruhan ≥ 60 menit 29 (63%).Simpulan: Tidak didapatkan hubungan antara waiting time dengan kepuasan pasien (p-value >0.05)
ANALISIS KELENGKAPAN PENGISIAN DOKUMEN INFORMED CONSENT PERSFEKTIF HUKUM DI RS PROVINSI LAMPUNG 2013 Umi Romayati Keswara; Wahid Tri Wahyudi; Ria Aryani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.921 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i4.162

Abstract

Background: Hypertension or high blood pressure desease is a condition in which an increase in blood pressure above normal. The number of hypertension in the world reaches about 970 million people, 330 million are in deve loped countries and developing countries. Preliminary data shows the incidence of hypertension in Metro City in 2016 reached 1,839 cases and in Metro Public Health Center reached 274 cases. Hypertension is one of the most important causes of early death because it is closely related to the risk of cardiovascular disease. One effort to reduce blood pressure among hypertensive patients is by consuming high potassium fruits such as watermelon. The purpose of this research was to find out the influence of watermelon to reduce blood pressure in patients with hypertension in working area of Central Metro Public Health Center 2017.Methods: This was a quantitative research, the form of pre experimeni design through one group pretest approach. Population in this research was the patients with hypertension 89 people, samples were 35 people. This research analysis was through Paired T Test.Results: The statistic test showed that the mean of blood pressure of hypertensive patients before (pre-test) administration of watermelon was 175.49 / 113.71 fruits with standard deviation 13,678 / 9,16 and after (post-rest) administration of watermelon 137.20 / 90,06 mmHg with Standard deviation 8,380 / 6,268. The result of analysis with paired sample t-test obtained p-value 0,000 <α 0.05 it can be concluded that there is an influence of watermelon to reduce blood pressure of patients with hypertension, where the mean of blood pressure of hypertensive patient after being given treatment significantly lower the blood pressure than before . It is advisable for hypertensive patients, they should be able to maintain high intake of fruit diet, especially that contain high water and potassium.
PENGARUH PEMBERIAN PROMOSI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK PRASEKOLAH USIA 3-5 Umi Romayati Keswara; Dian Arif Wahyudi; Wiwik Erni Puspita Sari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.628 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i1.1128

Abstract

KNOWLEDGE, ATTITUDE AND ROLE OF HEALTH CARE PERSONNEL TOWARD APPLICATION OF HOUSEHOLD IN  HEALTHY‐LIFESTYLE BEHAVIORSBackground: Efforts to change people's behavior in order to support the improvement of health status are carried out through the Clean and Healthy Life Behavior Development Program. This program has been implemented by the Ministry of Health since 1996. One of the evaluations of the success is to look in healthy‐lifestyle behaviors indicators in the household setting. In Indonesia, the picture of health behavior that has not been good is shown by the proportion of household with good implemented by the Ministry of Health since 1996. One of the evaluations of the success is to look in healthy‐lifestyle behaviors, only 32.3%. implemented by the Ministry of Health since 1996. One of the evaluations of the success is to look in healthy‐lifestyle behaviors in Lampung Province in 2015 amounted to 59.2%. Pre-survey in Pujokerto Village for the implementation of healthy‐lifestyle behaviors in 2015 has not yet reached the target of the overall indicator.Purpose: Know the relationship of knowledge, attitudes and roles of health workers to the implementation of Household in healthy‐lifestyle behaviors in Pujokerto Village, Central Lampung Regency in 2017.Methods: Type of quantitative research, analytical design using aapproach cross-sectional. The population in this study were 124 of households. The number of samples of 95 household was taken by purposive sampling technique. Data analysis using chi-square.Results: The study showed that the frequency distribution of healthy‐lifestyle behaviors was mostly poor (58.95%), the frequency distribution of poor knowledge was 51.58% and p-value was 0.001, the frequency distribution of supportive attitude was 54.74% and p-value of 0.001 the frequency distribution of role of health care personnel supports 52.63% and p-value 0.004.Conclusion: A significant relationship between knowledge, attitudes and roles of health workers with the implementation of healthy‐lifestyle behaviors, suggests the need for sustainable health promotion activities to improve public knowledge about healthy‐lifestyle behaviors and change people's attitudes towards healthy‐lifestyle behaviors by using various media such as posters, banners and so on.Keywords: knowledge, attitude, role, health care personnel, household, healthy‐lifestyle behaviors Pendahuluan: Upaya untuk mengubah perilaku masyarakat agar mendukung peningkatan derajat kesehatan dilakukan melalui proram Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Program ini telah dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan sejak tahun 1996. Salah satu evaluasi keberhasilan pembinaan PHBS dilakukan dengan melihat indikator PHBS di tatanan rumah tangga. Di Indonesia gambaran perilaku kesehatan yang belum baik ditunjukan dengan proporsi nasional RT dengan PHBS baik hanya 32,3%. Cakupan PHBS di Provinsi Lampung tahun 2015 sebesar 59,2%. Pra survei di Desa Pujokerto untuk pelaksanaan PHBS tahun 2015 belum mencapai target dari keseluruhan indikator.Tujuan: Diketahui hubungan pengetahuan, sikap dan peran tenaga kesehatan terhadap pelaksanaan PHBS Rumah Tangga di Desa Pujokerto Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2017.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, rancangan analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah kepala keluarga berjumlah 124 kepala keluarga. Jumlah sampel 95 kepala keluarga diambil dengan tehnik purposive sampling. Analisa data menggunakan chi-square.Hasil: Pada penelitian menunjukkan distribusi frekuensi pelaksanaan PHBS sebagian besar kurang baik (58,95%), distribusi frekuensi pengetahuan kurang baik 51,58% dan p-value 0,001, distribusi frekuensi sikap mendukung sebanyak 54,74% dan p-value 0,001, distribusi frekuensi peran tenaga kesehatan mendukung sebanyak 52,63% dan p-value 0,004.Simpulan: hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan peran tenaga kesehatan dengan pelaksanaan PHBS, saran perlunya kegiatan promosi kesehatan yang berkesinambungan guna meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang PHBS dan merubah sikap masyarakat terhadap PHBS dengan menggunakan berbagai media seperti poster, spanduk dan sebagainya.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA PERSENTASE PENCAPAIAN LAPORAN KESEHATAN IBU DI KABUPATAN TULANG BAWANG TAHUN 2012 Bagus Pranata; Umi Romayati Keswara; Muhamad Arifki Zaenaro
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.873 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i4.153

Abstract

Berbagai masalah fisik, psikis , dan sosial akan muncul pada usia lanjut sebagai akibat dari proses menua Permasalahan yang sering terjadi pada lanjut usia adalah berkaitan dengan mobilisasi. Salah satu faktor psikis yang mempengaruhi mobilisasi adalah dimensia. Tingkat prevalensi dan insidensi demensia di Indonesia menempati urutan keempat setelah China, India, dan Jepang. Pada tahun 2020 diprediksi tingkat pravalensi dan insidensi dimensia di indonesia mencapai 1.016,8 juta orang dan 314,1juta orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dimensia dengan mobilsasi pada lansia  di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Tresna Werdha Lampung Tahun2014Jenis penelitian kuantitatif, analitik dengan  cross sectional. Populasi seluruh lansia yang tinggal di Panti Werdha Lampung yang berjumlah 100 orang, sampel sebanyak 51 responden. Analisa bivariat uji Chi Square.Hasil analisis adanya hubungan antara dimensia dengan mobilisasi dengan nilai P-Value 0,030 dengan OR 0,228. Diharapkan bagi panti werdha  dapat mengadakan pelatihan khusus bagi para pengasuh agar dapat mengaplikasikan kegiatan–kegiatan yang dapat mengatasi dimensia seperti olahraga, aroma terapi, brain gym dan terapi humor. Selain itu juga untuk dapat meningkatkan aktivitas lansia dengan berolahraga dan memperbanyak kegiatan padat karya bagi lansia seperti menambahkan kegiatan pembuatan kerajinan tangan secara terjadwal dalam kegiatan sehari – hari lansia.
Kepatuhan mengikuti program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) dengan stabilitas gula darah pada penderita diabetes melitus Dimas Ning Pangesti; Andoko Andoko; Umi Romayati Keswara; Ibnu Samsul Bahri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i2.1774

Abstract

Compliance with the chronic disease management program with blood sugar stability in people with diabetes mellitusBackground: according to Basic Health Research (2013), the numbers of diabetes mellitus (DM) patients in Indonesia were +12,191,564. The DM prevalence in Lampung province was 0.7% or 38,923 case. Prevalence of DB in Metro was 1.2% or 1,564 cases (Office Health in Metro, 2018) and it belonged to first rank in Lampung province. Banjar sari public health center in Metro had a chronic disease management program (Prolanis) with 51 members. The observation result from 16 DM patients measured for their blood pressures showed that 5 patients (31.25%) had blood sugar level > normal and 11 patients (68.75%) had normal blood sugar level.Purpose: To find out the correlation of Compliance with the chronic disease management program with blood sugar stability in people with diabetes mellitusMethod: A quantitative research by using cross sectional approach. Population was 36 DM patients in chronic disease management program in Banjarsasri public health center in Metro. Data were collected with questionnaires and analyzed by using chi square test.Results: there were 19 respondents (52.8%) with not normal blood sugar level and 21 respondents (58.3%) were obedience to diet pattern. There was a correlation of diet obedience to sugar blood level of patients with diabetes mellitus in chronic disease management program (p-value 0.015; OR 8.0).Conclusion: there was a correlation of diet obedience to sugar blood level of patients with diabetes mellitus in chronic disease management program. The researcher suggests public health center to limit food intake according to suggested diet pattern.     Keywords: Compliance; Chronic disease management program; Blood sugar stability; Diabetes mellitusPendahuluan: Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2013), jumlah  penderita DM Di Indonesia yaitu +12.191.564 jiwa. Prevalensi penderita DM di Provinsi Lampung yaitu 0,7%  dengan jumlah penderita 38.923 jiwa.  Prevalensi diabetisi di Kota Metro adalah 1,2 % dengan jumlah kasus 1.564 jiwa menurut (Dinkes Metro 2018)  menempati peringkat 1 di Provinsi Lampung. Puskesmas Rawat Inap Banjarsari Metro memiliki program Prolanis dengan jumlah peserta 51 orang. Hasil pengamatan menunjukkan hanya sebanyak 16 penderita DM yang melakukan pengukuran kadar gula darah dengan hasil 5 orang (31,25%) kadar gula darah > normal dan 11 orang (68,75%) kadar gula darah dalam kategori normal.Tujuan: Diketahui hubungan Kepatuhan mengikuti program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) dengan stabilitas gula darah pada penderita diabetes mellitus.Metode: Penelitian kuantitatif, menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh Penderita DM Peserta Prolanis di Puskesmas Rawat Inap Banjarsari Metro pada saat penelitian dilaksanakan sejumlah 36 orang.Sampel 36 responden. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan  menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Square.Hasil:Pada penelitian menunjukandistribusi frekuensi responden yang memiliki kadar gula darah tidak normal sebanyak 19 responden (52.8%), responden yang  patuh terhadap diet sebanyak 21 (58.3%). Adahubungan kepatuhan terhadap diet dengan kadar gula darah pada Penderita DM Peserta Prolanis (p value 0,015 dan OR 8,0).Simpulan: Ada hubungan kepatuhan terhadap diet dengan kadar gula darah pada penderita DM peserta prolanis. Saran dalam penelitian ini diharapkan penderita DM dapat membatasi asupan makanan sesuai dengan diet yang dianjurkan. 
FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA ANAK DI BAWAH USIA 15 TAHUN DI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Yeni Novita; Umi Romayati Keswara; Wahid Tri Wahyudi; M. Rifki Zainaro
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.398 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i2.189

Abstract

Ketika seseorang memasuki masa lansia, mereka akan mengalami perubahan-perubahan baik secara fisik, psikologis, maupun sosialnya, sehingga akan mempengaruhi fungsi dan kemampuan tubuh secara keseluruhan. Perasaan cemas ini disebabkan oleh dugaan akan bahaya atau frustasi yang mengancam, membahayakan rasa aman, keseimbangan atau kehidupan seorang individu atau kelompok biososialnya. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan pada lansia di Desa Bandar Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Jaya Lampung Tengah Tahun 2013.Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh lansia di Desa Bandar Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Jaya Lampung Tengah sejumlah 154 lansia, Sample dalam penelitian ini adalah sebanyak 61 responden. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan pada Lansia di Desa Bandar Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Jaya Lampung Tengah Tahun 2013 (p value 0,014 OR 4,354). Saran untuk petugas kesehatan hendaknya memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga lansia secara berkelompok dalam waktu 1 bulan atau 3 bulan sekali untuk meningkatkan kesadaran betapa pentingnya dukungan keluarga terhadap lansia.
ANALISIS FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PRE-EKLAMPSIA BERAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG 2013 Umi Romayati Keswara; Ludiana Ludiana; Siska Mutiara
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.6 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v12i2.279

Abstract

ABSTRACT : THE CORRELATION BETWEEN SLEEP QUALITY AND BLOOD PRESSURE LEVELS AMONG PATIENTS WITH HYPERTENSION AT PUBLIC HEALTH SERVICES (PUSKESMAS PURWOSARI) NORTH METRO 2017 Background: Hypertension is a condition where abnormal blood pressure increases and it becomes an important cause of heart attack and stroke. Currently, patients with hypertension in the world reach about 970 people, about 330 million are in advanced countries and 640 are in developing countries. The prevalence of hypertension in Indonesia increased from 7.6% in 2007 to 9.5% in 2013, data recorded in Metro, Province of Lampung showed the incidence of hypertension reached 1839 cases. Increased blood pressure levels can be influenced by various factors such as sleep quality.Purpose: Knowing that the correlation between sleep quality and blood pressure levels among patients with hypertension at Public Health Services (Puskesmas Purwosari) North Metro 2017Methods: This was a quantitative research, with cross sectional approach. Population of this research was patients with hypertension in Working Area of Purwosari Public Health Services North Metro, with samples of 197 respondents by purposive sampling technique. The analysis used through Spearman's rho test.Results: The statistical test showed that the mean of sleep quality was 7.10 ± 2.424 and the mean of blood pressure level was 167,31 / 108,501 ± 13,817 / 10,328 mmHg.Conclusion: The results of Spearman's rho test showed there was uncorrelated between sleep quality and blood pressure levels with (p-value: 0.496). Recomendations to public health services management to provide health education to patients with hypertension should be able to maintain a healthy lifestyle and maintain good sleep quality so that there keeps in a normal blood pressure levels. Pendahuluan: Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara abnormal yang menjadi salah satu penyebab penting serangan jantung maupun stroke. Saat ini penderita hipertensi di dunia mencapai sekitar 970 juta penderita, sekitar 330 juta terdapat di negara maju dan 640 terdapat di negara berkembang. Prevalensi hipertensi di Indonesia terjadi peningkatan yaitu dari 7,6 persen pada tahun 2007 menjadi 9,5 persen pada tahun 2013, data yang tercatat di di Dinas Kota Metro menunjukkan angka kejadian hipertensi mencapai 1.839 kasus. Peningkatan tekanan darah penderita hipertensi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah kualitas tidur. Tujuan: Diketahuinya hubungan kualitas tidur dengan tekanan darah penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Purwosari Metro Utara tahun 2017. Metode: Jenis penelitian kuantitatif, rancangan analitik, pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Purwosari Metro Utara 387 orang, sampel yang diambil sebanyak 197 orang dengan teknik purposive sampling. nalisis dalam penelitian ini menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil: Pada penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kualitas tidur penderita hipertensi adalah 7,10±2,424 dan ratarata tekanan darah penderita hipertensi adalah 167,31/108,50±13,817/10,328 mmHg.            Kesimpulan: Pada hasil uji Spearman’s rho menunjukkan ada hubungan antara kualitas tidur dengan tekanan darah penderita hipertensi (p-value=0,000 <0,05). Nilai korelasi yang didapatkan 0,496 arah positif dengan kekuatan hubungan sedang. Dengan hasil penelitian ini diharapkan penderita hipertensi hendaknya dapat menjaga gaya hidup sehat serta mempertahankan kualitas tidur yang baik sehingga tidak terjadi peningkatan tekanan darah.
KAJIAN KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH TERHADAP PENCAPAIN CAKUPAN PROGRAM PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2012 Umi Romayati Keswara
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6462.298 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v6i1.185

Abstract

Penyakit stroke merupakan penyakit akibat gangguan pada otak yang disebabkan karena perdarahan area pecahnya pembuluh darah atau non perdarahan yang disebabkan penyempitan pembuluh darah. penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran perawatan keluarga dengan Depresi penderita stroke di Wilayah kerja Puskesmas Kalibalangan Kecamatan Abung Selatan Kabupaten Lampung Utara tahunJenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan analisa bivariat.Hasil penelitian ini diperoleh Sebagian besar responden stroke mendapat dukungan fisik dari keluarga baik yaitu 55,3%, mendapat dukungan emosional dari keluarga yang kurang baik yaitu 51,1%, mendapatkan informasi dari keluarga yang baik yaitu 53,2%, mendapat dukungan penghargaan yang kurang baik 31,1%. Terdapat hubungan antara dukungan fisik dengan depresi pada penderita stroke p, value 0,017. Dan hubungan antara dukungan emosional dengan depresi pada penderita stroke p. value 0.020. Terdapat hubungan antara dukungan informasi dengan depresi pada penderita stroke p, value 0,035. Terdapat hubungan dukungan penghargaan dengan depresi pada penderita stroke p. value 0,003.Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan dalam pengambilan keputusan dalam pelayanan atan di pada penderita stroke. Adapun kegiatan yang mungkin dapat dilakukan yaitu penyuluhan perawatan penderita stroke.
Co-Authors A&#039;raaf Almaera Febrian Ade Gunawati Sandi Adelta, Yosi Adha, Adinda Wulan Ahmad Muammar Khoddafi Akbar Cholidin Alparizi, Melki Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko, Andoko Andriyanto Andriyanto Anita Bustami Ari Yunita Arozan, Dimas Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah, Aryanti Athaya Hafizhah Aulia Cyntia Gumas A’raaf Almaera Febrian Bagus Pranata Budi, Wahyu Setianing Cahyani, Annida Arrum Cahyani, Restiana Chrisanto, Eka Yudha Christin Angelina Febriani Dewi Kusumaningsih Dhitya, Ray Krisna Dian Arif Wahyudi Dimas Ning Pangesti Djamaludin, Djunizar Djunizar Djamaludin Dwiky Dermawan Santari Easter Yanti, Dhiny Eka Trismiana Eka Trismiyana Eka Trismiyana Eka Yudha Chrisanto Elliya, Rahma Eriyani Eriyani Erna Yulianti Fadila, Enggar Febrian, A’raaf Almaera Firamita Yusticia Fitria Fitria Gunawan, M. Ricko Gustiani, Dwi Heni Kartika Sari Hermawan , Dessy Hermawan, Dessy Hesti Wulandari Hesti Wulandari Hidayat, Asep Rahmad Ibnu Hasyim Ibnu Samsul Bahri Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Juana, Rika KHADAFI, AHMADMUAMAR Kusuma, Intania Laili Pritasari Leni Marlena Lidya Ariyanti Lodry Yano Ludiana Ludiana M. Arifki Zainaro M. Ricko Gunawan Made Novita Sari Mahdi Antoni Mardani Mardani Mardiani, Wiwin Marlena, Leni Maya Maya Melki Alparizi Muhamad Arifki Zaenaro Nepiana, Nurul Novikasari, Linawati Novrita Syuhada Nurlita, Ela Nurliyani Nurliyani Palupi, Antika Pragumansyah, Juanda Prima Dian Furqoni Pritasari, Laili Rafli, Muhammad Rahma Elliya Rahmat Hidayat Rahmawati, Reka Putri Ramadhani, Gita Reka Putri Rahmawati Resna Mahdewi Puteri Ria Aryani Riadini, Irma Rianty, Dian Asih Rilyani Rilyani Rilyani, Rilyani Riska Wandini, Riska Rita, Desi Risna Rudi Winarno Safutri, Apriyanti Selvianti, Utari Aditia Setiawati Setiawati Siska Mutiara Slamet Widodo Slamet Widodo Slivia, Andi Bunga Slivia, Eka Solbari Solbari Sri Haryani Stevian Ahmad Yuliansyah Super Adinata Teguh Pribadi Teguh Pribadi Tomi Saputra Trismiyana, Eka Triyono, Taufiq Hidayat Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso, Triyoso Utami, Vida Wira Wahid Tri Wahyudi Wahyu Karhiwikarta Winarno, Rudi Wiwik Erni Puspita Sari Yeni Novita Yopita Sari Yulendasari, Rika Yuliasari, Dewi Yuni Hastuti