Keswara, Umi Romayati
Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati

Published : 73 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Asuhan Keperawatan Lansia Penderita DM dengan Perfusi Perifer Tidak Efektif Menggunakan Terapi Range of Motion (ROM) Ankle di RS Pertamina Bintang Amin Safutri, Apriyanti; Trismiyana, Eka; Keswara, Umi Romayati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17039

Abstract

ABSTRACT The number of DM sufferers in the world has reached 425 million people. Based on the Central Statistics Agency / BPS (2019), the total population in Indonesia experiencing DM has reached 13.7 million people and in Pertamina Bintang Amin Hospital Lampung in 2023 there will be 6555 people. Neuropathy is the most common chronic complication of DM (Putri, et al, 2020). Peripheral neuropathy is a microvascular disease that affects the small arteries that supply blood to the periphery (Putri, et al., 2020). Ineffective peripheral tissue perfusion in DM patients can cause frequent tingling sensations, this is related to decreased peripheral blood circulation down to the nerve fibers (Lestari, 2016). Blood circulation disorders at the ends or edges of the body in people with diabetes are caused by poor blood circulation because the blood is too thick and contains a lot of sugar. Narrowing and blockage of peripheral (main) blood vessels often occurs in the lower legs (especially the feet) (Permatasari et al., 2020). To make nursing care for the elderly with peripheral perfusion ineffective, use Ankle range of motion (ROM) therapy at Pertamina Bintang Amin Hospital.. The case study method for 2 respondents focuses on nursing care for elderly people with ineffective peripheral perfusion using ankle range of motion (ROM) therapy at Pertamina Bintang Amin Hospital. In both cases of DM in Mr. S and Mrs. Y both showed improvement. Improvements in symptoms that can be observed include: warm palpable acral, CRT <3 seconds, good skin turgor, no pallor around the skin in the foot area, increased dorsalis pedis pulse, increased ABI value. Ankle ROM therapy can increase ABI values in ineffective peripheral perfusion  Keywords: Elderly, Ineffective Peripheral Perfusion Type II DM, Ankle ROM Exercises  ABSTRAK Jumlah penderita DM di dunia telah mencapai 425 juta jiwa. Berdasarkan Badan Pusat Statistik / BPS (2019) menyatakan bahwa total penduduk di Indonesia yang mengalami DM mencapai 13,7 juta orang dan di RS Pertamina Bintang  Amin Lampung pada tahun 2023 sebanyak 6555 orang. Neuropati merupakan komplikasi kronik DM yang paling umum ditemui (Putri, Dkk, 2020). Neuropati perifer merupakan penyakit mikrovaskular yang mengenai pembuluh darah arteri kecil yang menyuplai darah ke perifer (Putri, Dkk, 2020). Ketidak efetifan perfusi jaringan perifer ini pada pasien DM dapat menyebabkan rasa kesemutan yang sering timbul, hal ini berkaitan sirkulasi darah perifer menurun hingga ke serabut saraf (Lestari, 2016). Gangguan sirkulasi darah pada bagian ujung atau tepi tubuh pada penderita penyakit diabetes diakibatkan karena peredaran darah yang kurang lancar karena darah terlalu kental dan banyak mengandung gula. Penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah perifer (yang utama), sering terjadi pada tungkai bawah (terutama kaki) (Permatasari et al., 2020). Untuk membuat asuhan keperawatan lansia dengan keperawatan lansia dengan Perfusi ferifer tidak efektif menggunakan terapi range of motion (ROM) Ankle di RS Pertamina Bintang Amin. Metode studi kasus 2 responden memfokuskan pada asuhan keperawatan lansia dengan Perfusi ferifer tidak efektif menggunakan terapi range of motion (ROM) Ankle di RS Pertamina Bintang Amin. Pada kedua kasus DM pada Tn. S dan Ny. Y sama-sama menunjukkan perbaikan. Perbaikan gejala yang dapat diamati antara lain: akral teraba hangat, CRT <3 detik, turgor kulit baik, tidak ada pucat disekitar kulit area kaki, nadi dorsalis pedis meningkat, nilai ABI meningkat.Terapi ROM Ankle dapat meningkatkan Nilai ABI pada Perfusi ferifer tidak efektif Kata Kunci: Lansia, Perfusi Perifer Tidak Efektif DM Tipe II, Latihan ROM Ankle
Pengaruh pendidikan kesehatan basic life support terhadap pengetahuan nelayan Ramadhani, Gita; Keswara, Umi Romayati; Rianty, Dian Asih
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 3 No. 1 (2025): Edition December 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v3i1.1852

Abstract

Background: Fishermen must be prepared to provide Basic Life Support to reduce the number of deaths from drowning. Community empowerment is crucial in emergency situations, providing training and simulations to prepare them for emergencies. Purpose: To determine the effect of basic life support health education on the knowledge of fishermen. Method: A quantitative analytical design with a quasi-experimental design using a one-group pretest-posttest approach. The population in this study was 57 fishermen from Surung Batang Hamlet, with a sample of 32 respondents. Sampling was conducted using a purposive sampling technique. Data analysis used a dependent test (paired t-test). Results: Based on the results, the average knowledge score before health education was 7.84 and the average score after health education was 18.94. The paired t-test results obtained a significance value of 0.000 or P < 0.005. Conclusion: Health education significantly impacted the knowledge of fishermen, with a P-value of 0.000 < 0.005. Keywords: Basic Life Support; Fishermen; Health Education; Knowledge.   Pendahuluan: Masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan harus memiliki kesiapan dalam melakukan basic life support untuk menurunkan angka kematian akibat tengelam. Pemberdayaan Masyarakat sangat penting dalam situasi gawat darurat untuk dapat memberikan pelatihan dan simulasi agar mereka siap menghadapi situasi darurat. Tujuan:  Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan basic life support terhadap pengetahuan nelayan. Metode: Desain analitik kuantitatif dengan rancangan quasy eksperimental melalui pendekatan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah Masyarakat Dusun Surung Batang yang berprofesi sebagai nelayan sebanyak 57 orang dengan sampel 32 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji dependent (paired t-test). Hasil: Berdasarkan hasil nilai rata-rata pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan yaitu 7.84 dan nilai rata-rata setelah diberikan pendidikan kesehatan yaitu 18.94. Hasil uji paired t-test diperoleh nilai signifikan 0.000 atau P < 0.005. Simpulan: Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan nelayan dengan nilai P Value 0.000 < 0.005. Kata Kunci: Basic Life Support; Pendidikan Kesehatan; Pengetahuan; Nelayan.
Hubungan pengetahuan dengan sikap remaja tentang bahaya merokok Fadila, Enggar; Wardiyah, Aryanti; Keswara, Umi Romayati
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 3 No. 1 (2025): December Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v3i1.1352

Abstract

Background: Every year, approximately 225,700 people in Indonesia die due to smoking or other tobacco-related diseases. Smoking leads to a decrease in antibodies and causes lung cancer. Cigarettes pose major threats to various organs in the body, including the brain, mouth, throat, heart, chest, lungs, liver, stomach, kidneys, and bladder. Purpose: To determine the relationship between knowledge and attitudes of adolescents regarding the dangers of smoking at SMP Negeri 14 Bandar Lampung. Method: This research uses a quantitative approach with a cross-sectional design. The population in this study consists of 8th-grade students, with a sample of 193 respondents, using a total sampling technique. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test. Results: Based on the frequency distribution of knowledge, 56.5% of respondents had good knowledge, while 43.5% had poor knowledge. Based on the frequency distribution of attitudes, 52.3% of respondents had a positive attitude, and 47.7% had a negative attitude. A p-value of 0.001 was obtained with an Odds Ratio of 116.67. Conclusion: There is a relationship between knowledge and adolescents' attitudes toward the dangers of smoking. Keywords: Adolescents; Attitude; Cigarettes; Knowledge. Pendahuluan: Setiap tahun, sekitar 225,700 orang di Indonesia meninggal akibat merokok atau penyakit lain yang terkait dengan tembakau. Merokok menyebabkan antibodi menurun, penyakit kanker paru-paru, ancaman utama rokok terhadap berbagai organ tubuh diantaranya adalah otak, mulut, tenggorokan, jantung, dada, paru-paru, hati, perut, ginjal dan kantung kemih. Tujuan: Untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan dengan sikap remaja tentang bahaya merokok. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 8. Sampel 193 responden menggunakan teknik total sampling. Analisa data yang digunakan yaitu analisis univariate dan bivariat dengan Uji Chi- Square. Hasil: Berdasarkan distribusi frekuensi pengetahuan, 56.5% responden memiliki pengetahuan baik dan 43.5% responden memiliki pengetahuan kurang. Berdasarkan distribusi frekuensi sikap, 52.3% responden memiliki sikap positif dan 47.7% responden memiliki sikap negatif. Didapatkan p value 0.001 dengan Odds Ratio (OR) 116.67. Simpulan Ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap remaja tentang bahaya merokok. Kata Kunci: Pengetahuan; Remaja; Rokok; Sikap.      
Penerapan terapi pernapasan bibir mengerucut (pursed lips breathing) menggunakan metode tiup balon terhadap kadar saturasi oksigen pada pasien asma Keswara, Umi Romayati; Djamaludin, Djunizar; Slivia, Andi Bunga
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 7 (2025): Volume 19 Nomor 7
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i7.1615

Abstract

Background: Asthma is a heterogeneous disease characterized by chronic inflammation of the airways. This can affect oxygen saturation levels in asthma patients. One non-pharmacological treatment for asthma patients is the pursed-lip breathing technique with a modified inflatable balloon. The prevalence of asthma in Lampung Province is 1.6%, with 503 cases of asthma relapse in the past 12 months, ranking fourth in the relapse rate. Purpose: To determine the effect of the pursed-lip breathing technique with a modified inflatable balloon on oxygen saturation levels in asthma patients. Method: This quantitative study used a quasi-experimental design with a two-group approach. The population in this study were asthma patients at Dr. A. Dadi Tjokrodipo Regional General Hospital, Bandar Lampung, with a sample size of 30 individuals. Sampling was conducted using a total sampling technique. Data were collected using an observation sheet. Data were analyzed using an independent t-test. Results: Oxygen saturation levels in asthma patients in the intervention group were higher (94.27 ± 1.387) than in the control group (91.20 ± 1.699). There was a significant effect between the pursed-lip breathing technique and the balloon blowing modification on oxygen saturation levels in asthma patients, with a p-value of 0.000. Conclusion: There was a significant effect between the pursed-lip breathing technique and the balloon blowing modification on oxygen saturation levels in asthma patients, with a p-value of 0.000. Suggestion: Nursing staff can apply the pursed-lip breathing technique and the balloon blowing modification as an alternative therapy to increase oxygen saturation levels in asthma patients.   Keywords: Asthma Patients; Balloon Blowing; Oxygen Saturation Levels; Pursed-Lip Breathing.   Pendahuluan: Asma merupakan suatu penyakit yang heterogen, dimana adanya inflamasi kronis pada saluran pernapasan. Akibatnya dapat mempengaruhi kadar saturasi oksigen pada pasien asma. Salah satu penanganan nonfarmakologi yang dapat diberikan pada pasien asma antara lain teknik pursed lips breathing dengan modifikasi blowing ballon. Prevalensi asma di  Provinsi Lampung 1.6% dengan prevalensi kekambuhan asma dalam 12 bulan terkhir yaitu 503 dengan urutan tingkat kekambuhan ke-4. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh teknik pursed lips breathing dengan modifikasi ballon blowing terhadap kadar saturasi oksigen pada pasien asma. Metode:  Penelitian kuantitatif menggunakan rancangan quasi eksperimen dengan pendekatan two group. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien asma di RSUD.DR.A.Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung dengan jumlah sampel 30 partisipan. Pengambilan sample menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakan uji independen t-test. Hasil:  Kadar saturasi oksigen pasien asma pada kelompok intervensi lebih tinggi (94.27 ± 1.387) dibandingkan kelompok kontrol (91.20 ± 1.699). Terdapat pengaruh teknik pursed lips breathing dengan modifikasi  ballon blowing dengan nilai p (0.000) terhadap tingkat saturasi oksigen pada pasien asma. Simpulan : Adanya pengaruh teknik pursed lips breathing dengan modifikasi blowing ballon dengan p-value (0.000) terhadap kadar saturasi oksigen pada pasien asma. Saran: Tenaga keperawatan dapat menerapkan asuhan keperawatan teknik pursed lips breathing dengan modifikasi blowing ballon sebagai alternatif tindakan guna meningkatkan kadar saturasi oksigen pada pasien asma.   Kata Kunci: Ballon Blowing; Kadar Saturasi Oksigen; Pasien Asma; Pursed Lips Breathing.
Efektifitas terapi progressive muscle relaxation (PMR) dalam menurunkan tekanan darah pada keluarga dengan hipertensi Rafli, Muhammad; Keswara, Umi Romayati; Trismiyana, Eka
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 7 (2025): December Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i7.1497

Abstract

Background: Hypertension is a chronic disease often referred to as a "silent killer" because it frequently presents no symptoms while having serious health consequences. Non-pharmacological interventions such as Progressive Muscle Relaxation (PMR) can be used as alternative methods to help reduce blood pressure. Purpose: To determine the effectiveness of Progressive Muscle Relaxation therapy in lowering blood pressure among families with hypertension. Method: This study employed a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The research subjects consisted of two families in Dusun 6, Sukajaya Lempasing Village, Pesawaran, with members diagnosed with hypertension (blood pressure ≥140/90 mmHg). The intervention consisted of PMR therapy administered for three consecutive days, with each session lasting 15–30 minutes. Results: A decrease in blood pressure following the PMR therapy. In addition to reduced blood pressure, participants also reported alleviation of symptoms such as headaches and palpitations. Conclusion: Progressive Muscle Relaxation therapy is effective in helping to lower blood pressure in families with hypertension and can be considered a non-pharmacological nursing intervention. Keywords: Hypertension; Nursing Care; Non-Pharmacological; Progressive Muscle Relaxation. Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit kronis yang sering disebut sebagai "silent killer" karena seringkali tidak menunjukkan gejala namun berdampak serius. Penanganan non-farmakologis seperti Progressive Muscle Relaxation (PMR) dapat digunakan sebagai metode alternatif untuk membantu menurunkan tekanan darah. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas terapi Progressive Muscle Relaxation dalam menurunkan tekanan darah pada keluarga dengan hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari dua keluarga di Dusun 6 Kelurahan Sukajaya Lempasing Pesawaran yang memiliki anggota keluarga dengan hipertensi (tekanan darah ≥140/90 mmHg). Intervensi berupa terapi PMR diberikan selama 3 hari berturut-turut dengan durasi 15–30 menit setiap sesi. Hasil: Pengukuran menunjukkan penurunan tekanan darah setelah diberikan terapi PMR. Selain penurunan tekanan darah, subjek juga melaporkan penurunan gejala seperti sakit kepala dan jantung berdebar. Simpulan: Terapi Progressive Muscle Relaxation efektif dalam membantu menurunkan tekanan darah pada keluarga dengan hipertensi dan dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis. Kata Kunci: Asuhan Keperawatan; Hipertensi; Progressive Muscle Relaxation; Terapi Non-farmakologis.        
Teknik Handgrip untuk Menurunkan Tekanan Darah di Dusun Aryo Jipang Kelurahan Suka Jaya Lempasing Pesawaran Neli Elvania, Dewa Ayu; Rianty, Dian Asih; Keswara, Umi Romayati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.16030

Abstract

ABSTRAK Menurut data dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2023 diperkirakan 1,28 Miliar orang dewasa berusia 30-79 tahun diseluruh dunia menderita hipertensi. Faktor risiko lain penyebab hipertensi adalah kurangnya aktivitas fisik. Aktivitas fisik diketahui yang mampu menurunkan risiko hipertensi melalui mekanisme penurunan resistensi pembuluh darah dan penekanan aktivitas sistem saraf simpatik dan sistem renin angiotensin. Latihan menggenggam alat handgrip merupakan intervensi dengan mengontraksikan otot tangan secara statis tanpa diikuti dengan pergerakan berlebih dari otot dan sendi. Diketahui pengaruh handgrip terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di Dusun Aryo Jipang Kelurahan Suka Jaya Lempasing Pesawaran. Jenis penelitian ini menggunakan jenis kualitatifdengan metode one group pretest-posttest untuk mengetahui hasil penerapan intervensi handgrip yang dilakukan sebelum dan sesudah dilakukan tindakan pada pasien kelolaan. Sampel menggunakan 2 orang dewasa yang memenuhi kriteria inklusi. Setelah dilakukan asuhan keperawatan keluarga dengan terapi handgrip kepada dua responden selama 5 hari dengan 1 kali intervensi didapatkan hasil dari masing-masing responden 1 dapat menurunkan tekanan darah 157/95 mmHg menjadi 151/91 mmHg. Responden 2 tekanan darah 155/94 mmHg menjadi 150/90 mmHg. Ada pengaruh terapi handgrip untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi derajat 1. Saran kepada keluarga terapi handgrip dapat digunakan secara mandiri dan terus dilakukan untuk mengontrol tekanan darah tinggi pada pasien. Untuk keluarga dapat mendampingi responden saat terapi dilakukan. Kata Kunci: Handgrip, Hipertensi, Dewasa.  ABSTRACT According to data from the World Health Organization (WHO), in 2023 it is estimated that 1.28 billion adults aged 30-79 years worldwide will suffer from hypertension. Another risk factor for hypertension is lack of physical activity. Physical activity is known to reduce the risk of hypertension through the mechanism of reducing vascular resistance and suppressing the activity of the sympathetic nervous system and the renin angiotensin system. Handgrip grip training is an intervention that involves statically contracting the hand muscles without excessive movement of the muscles and joints. To determine the effect of handgrips on blood pressure in hypertensive patients in Aryo Jipang Hamlet, Suka Jaya Lempasing Pesawaran Village. This type of research uses a qualitative type with a one group pretest-posttest method to determine the results of implementing the handgrip intervention carried out before and after the action is carried out on managed patients. The sample used 2 adults who met the inclusion criteria. After providing family nursing care with handgrip therapy to two respondents for 5 days with 1 intervention, the results showed that each respondent 1 was able to reduce blood pressure from 157/95 mmHg to 151/91 mmHg. Respondent 2's blood pressure was 155/94 mmHg to 150/90 mmHg. There is an effect of handgrip therapy in lowering blood pressure in sufferers of grade 1 hypertension. Advice to families, handgrip therapy can be used independently and continuously to control high blood pressure in patients. The family can accompany the respondent when therapy is carried out. Keywords: Handgrip, Hypertension, Mature.
Family support and anxiety levels in chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis Edison, Shandi Setiawan; Andoko, Andoko; Keswara, Umi Romayati
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 4 No. 7 (2026): March Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v4i7.1366

Abstract

Background: The incidence of chronic kidney disease (CKD) in Indonesia is 0.38% of the total population of 252.124.458, approximately 713.783 individuals. In Lampung Province, it is estimated that there are 25,842 CKD patients in 2023, ranking Lampung 18th in Indonesia for this disease. Purpose: To determine the relationship between family support and anxiety levels in chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis at RSUD Abdul Moeloek, Lampung Province, in 2025. Method: A quantitative analytical design with a cross-sectional approach. The population consists of 150 hemodialysis patients at RSUD Abdoel Moloek in Lampung Province, with a sample size of 110 respondents. The sampling technique used is purposive sampling. Data analysis is conducted using the chi-square statistical test Results: Based on frequency distribution, 36.4% of respondents reported low family support, while 63.6% reported good family support. A p-value of 0.001 was obtained, with an odds ratio of 4.026. Conclusion: There is a relationship between family support and anxiety levels (p value 0.001, OR 4.02) in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis at RSUD Abdul Moeloek, Lampung Province, in 2025. Healthcare providers need to implement programs involving families to enhance emotional support for chronic kidney failure patients, such as educational videos and posters about supporting hemodialysis patients Keywords: Anxiety; Family Support; Hemodialysis.
Efektifitas terapi air rebusan daun kelor terhadap penurunan kadar glukosa darah pada keluarga dengan diabetes melitus tipe II Putri Indaman; Umi Romayati Keswara; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 3 (2026): March Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i3.1267

Abstract

Background: Type II Diabetes Mellitus is one of the most prevalent non-communicable diseases both globally and in Indonesia. Diabetes is characterized by elevated blood glucose levels due to impaired insulin utilization in the body. Apart from pharmacological treatment, glucose control can also be assisted through complementary or non-pharmacological therapies, such as consuming Moringa leaf decoction (Moringa oleifera). Purpose: To determine the effectiveness of consuming boiled moringa leaf water in type II diabetes mellitus sufferers. Method : This research used a case study approach to determine the outcomes of thr moringa leaf decoction intervention. The sample consisted of 2 adult participants who met the inclusion. Results :After providing family nursing care with Moringa leaf decoction therapy for 5 consecutive days, with one serving per day, both participants experienced a decrease in blood glucose levels. Participant 1's blood glucose levels decreased from 281 mg/dl to 205 mg/dl, while Participant 2's levels decreased from 167 mg/dl to 94 mg/dl. Conclusion : The Moringa leaf decoction intervention showed an effect in lowering blood glucose levels in type II diabetes mellitus patients.   Keywords: Moringa Leaf; Non-Pharmacological Therapy; Type II Diabetes Mellitus.   Pendahuluan: Diabetes Melitus tipe II merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di dunia dan Indonesia. Penyakit ini ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan penggunaan insulin oleh tubuh. Pengendalian kadar gula darah tidak hanya dilakukan secara farmakologis, tetapi juga dapat melalui terapi non-farmakologis (komplementer), salah satunya adalah penggunaan air rebusan daun kelor (Moringa oleifera). Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas konsumsi air rebusan daun kelor pada penderita diabetes melitus tipe II. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan studi kasus untuk mengetahui hasil penerapan intervensi air rebusan daun kelor.Sampel menggunakan 2 orang dewasa yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan keluarga dengan terapi air rebusan daun kelor selama 5 hari dengan 1 kali intervensi didapatkan adanya penurunan kadar glukosa darah pada kedua responden dengan hasil dari masing-masing responden 1 kadar glukosa darah 281 mg/dl menjadi 205 mg/dl. Responden 2 kadar glukosa darah 167 mg/dl menjadi 94mg/dl. Simpulan: Ada pengaruh terapi air rebusan daun kelor untuk menurunkan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe II.   Kata Kunci: Daun Kelor; Diabetes Melitus tipe II; Terapi Non-Farmakologis.
Faktor Pejamu (Host) yang Berhubungan dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Adinda Wulan Adha; Umi Romayati Keswara; Rudi Winarno
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i5.11360

Abstract

ABSTRACT Pulmonary tuberculosis is a contagious infectious disease caused by mycobacterium tuberculosis that enters the body through the respiratory tract, gastrointestinal tract and open wounds on the skin, but most often through inhalation of droplets from patients with pulmonary tuberculosis. There were 278 patients suspected of having pulmonary tuberculosis at the Rajabasa Indah (RBI) Health Center in Bandar Lampung City. This study was to identify the factors of host concerning lung tuberculosis incidences at Rajabasa Indah Primary Health Care (Puskes RBI) of Bandar Lampung City in 2023. The study used quantitative method with analytical design and cross sectional approach. The population of the study was registered patients taking tuberculosis examination and investigation at Rajabasa Indah Primary Health Care in 2023. There were 278 suspected patients but the samples were 164 respondents. The sampling technique was purposive. The data analysis was through chi square. Based on the frequency distribution of respondents with pulmonary tuberculosis 3.7%, respondents with productive age 73.8%, and respondents with female gender 47.0%. Based on bivariate analysis, it was found that age variable (p-value 0.381) and gender variable (p-value 0.569). There is no relationship between age and gender with the incidence of pulmonary tuberculosis at the Rajabasa Indah Health Center (RBI) in Bandar Lampung City in 2023. For the puskesmas it is recommended to document complete medical record data, provide counseling about tuberculosis and be able to collaborate with researchers in carrying out research.  Keywords: Lung Tuberculosis, Host Factors  ABSTRAK Tuberkulosis paru adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan mycobacterium tuberculosis yang masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernafasan, saluran pencernaan dan luka terbuka pada kulit, namun paling sering melalui inhalasi droplet dari penderita tuberkulosis paru. Terdapat 278 pasien yang diduga menderita tuberkulosis paru di Puskesmas Rajabasa Indah (RBI) Kota Bandar Lampung. Diketahui hubungan antara faktor pejamu (host) dengan kejadian tuberkulosis paru di Puskesmas Rajabasa Indah (RBI) Kota Bandar Lampung tahun 2023. Menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Populasinya adalah pasien poli tuberkulosis yang menjalani pemeriksaan dan pengecekan tuberkulosis di Puskesmas Rajabasa Indah (RBI) Kota Bandar Lampung tahun 2023 berjumlah 278 pasien terduga tuberkulosis dengan sampel 164 responden menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Berdasarkan distribusi frekuensi responden dengan tuberkulosis paru 3,7%, responden dengan usia produktif 73,8%, dan responden dengan jenis kelamin perempuan 47,0%. Berdasarkan analisa bivariat didapatkan variabel usia (p-value 0,381) dan variabel jenis kelamin (p-value 0,569). Tidak ada hubungan usia dan jenis kelamin dengan kejadian tuberkulosis paru di Puskesmas Rajabasa Indah (RBI) Kota Bandar Lampung tahun 2023. Bagi pihak puskesmas disarankan untuk mendokumentasikan data rekam medis secara lengkap, memberikan penyuluhan tentang tuberkulosis dan dapat menjalin kerjasama dengan pihak peneliti dalam melaksanakan penelitian. Kata Kunci: Tuberkulosis Paru, Faktor Pejamu (Host).
Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Konsumsi Obat pada Lansia Penderita Hipertensi di Puskesmas Way Bungur Lampung Timur Ray Krisna Dhitya; Umi Romayati Keswara; Rudi Winarno; Eka Trismiyana
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i9.17892

Abstract

ABSTRACT One of the problems faced by the elderly due to decreased cardiovascular function is hypertension. The percentage increase in hypertension in Lampung Province reached 29.94%. Way Bungur Health Center itself has the highest number of patients suffering from hypertension compared to other sub-district health centers in East Lampung, namely 1126 patients. data from pre-survey results provided from the Community Health Center where 22 out of 25 patients stated that they lacked knowledge about the dangers of hypertension, so that quite a few of them ignored instructions on taking antihypertensive drugs routinely and regularly. It is known that there is a relationship between knowledge and compliance with medication consumption in elderly people with hypertension at the Way Bungur Community Health Center, East Lampung.This study uses a quantitative descriptive correlative analytical design with a cross-sectional approach. The population in this study were elderly hypertensive patients at the Way Bungur Health Center, East Lampung, totaling 312 people with a sample size of 175 respondents. Sampling used a random sampling technique. Data analysis used the Chi-Square statistical test. Based on the frequency distribution of high knowledge respondents there were 53 respondents (30.29%), while low knowledge there were 122 respondents (69.71%). while low compliance with drug consumption there were 126 respondents (72%). The p-value was obtained 0.036 and the odd ratio value was 3.436. There is a relationship between knowledge and compliance with drug consumption in elderly people with hypertension (p-value 0.036, OR 3.436) in the Way Bungur Health Center area, East Lampung in 2024. The Health Center is advised to increase counseling regarding hypertension and improve healthy living behavior, take medication regularly so that the risk of recurrence of hypertension can be avoided and the incidence of the disease can be minimized. Keywords: Knowledge , Compliance with Medication Consumption, Elderly People with Hypertension  ABSTRAK Lansia dengan penyakit hipertensi memiliki masalah besar pada kepatuhan minum obat, pengetahuan pasien dan dukungan keluarga juga mempunyai peranan penting agar hipertensi pada lansia dapat di kendalikan. Hipertensi juga menjadi salah satu penyakit tidak menular dan paling banyak diderita masyarakat Indonesia (57,6%). Persentasepeningkatan hipertensi di Provinsi Lampung mencapai 29,94%. Puskesmas Way bungur sendiri mempunyai jumlah pasien penderita hipertensi terbanyak dibandingkan dengan Puskesmas kecamatan lainnya yanga da di Lampung Timur yaitu 1126 pasien. data hasil pre survey yang diberikan dari Puskesmas dimana 22 dari 25 pasien dinyatakan kurang pengetahuan mengenai bahaya penyakit hipertensi, sehingga tidak sedikit dari mereka mengabaikan instruksi konsumsi obat antihipertensi secara rutin dan teratur. Diketahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan konsumsi obat pada lansia penderita hipertensi di Puskesmas Way Bungur Lampung Timur. Penelitian ini menggunakan  design analitik kuantitatif deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien lansia hipertensi di Puskesmas Way Bungur Lampung Timur sebanyak 312 orang dengan jumlah sampel 175 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square.Berdasarkan distribusi frekuensi pengetahuan responden tinggi ada 53 responden (30,29%), sedangkan pengetahuan rendah ada 122 responden (69,71%). sedangkan kepatuhan konsumsi obat rendah ada 126 responden (72%). Didapatkan p-value 0,036 dan nilai odd ratio 3,436. Ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan konsumsi obat pada lansia penderita hipertensi (p-value 0,036, OR 3,436) di wilayah Puskesmas Way Bungur Lampung Timur Tahun 2024. Bagi pihak Puskesmas disarankan untuk lebih meningkatkan penyuluhan mengenai penyakit hipertensi dan meningkatkan perilaku hidup sehat, minum obat secara teratur agar resiko kekambuhan .penyakit hipertensi dapat dihindari dan dapat meminimalisir angka kejadian penyakit tersebut. Kata Kunci: Pengetahuan, Kepatuhan Konsumsi Obat, Lansia Hipertensi
Co-Authors A&#039;raaf Almaera Febrian Ade Gunawati Sandi Adelta, Yosi Adha, Adinda Wulan Adinda Wulan Adha Ahmad Muammar Khoddafi Akbar Cholidin Alparizi, Melki Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko, Andoko Andriyanto Andriyanto Anita Bustami Ari Yunita Arozan, Dimas Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah, Aryanti Asep Rahmad Hidayat Athaya Hafizhah Aulia Cyntia Gumas A’raaf Almaera Febrian Bagus Pranata Budi, Wahyu Setianing Cahyani, Annida Arrum Chrisanto, Eka Yudha Christin Angelina Febriani Dewi Kusumaningsih Dian Arif Wahyudi Dimas Ning Pangesti Djamaludin, Djunizar Djunizar Djamaludin Dwiky Dermawan Santari Easter Yanti, Dhiny Edison, Shandi Setiawan Eka Trismiana Eka Trismiyana Eka Trismiyana Eka Yudha Chrisanto Elliya, Rahma Eriyani Eriyani Erna Yulianti Fadila, Enggar Febrian, A’raaf Almaera Firamita Yusticia Fitria Fitria Gunawan, M. Ricko Gustiani, Dwi Heni Kartika Sari Hermawan , Dessy Hermawan, Dessy Hesti Wulandari Hesti Wulandari Ibnu Hasyim Ibnu Samsul Bahri Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Juana, Rika KHADAFI, AHMADMUAMAR Kusuma, Intania Laili Pritasari Leni Marlena Lidya Ariyanti Lodry Yano Ludiana Ludiana M. Arifki Zainaro M. Ricko Gunawan Made Novita Sari Mahdi Antoni Mardani Mardani Marlena, Leni Maya Maya Melki Alparizi Muhamad Arifki Zaenaro Neli Elvania, Dewa Ayu Nepiana, Nurul Novikasari, Linawati Novrita Syuhada Nurlita, Ela Nurliyani Nurliyani Palupi, Antika Pragumansyah, Juanda Prima Dian Furqoni Pritasari, Laili Putri Indaman Rafli, Muhammad Rahma Elliya Rahmat Hidayat Rahmawati, Reka Putri Ramadhani, Gita Ray Krisna Dhitya Reka Putri Rahmawati Resna Mahdewi Puteri Ria Aryani Riadini, Irma Rianty, Dian Asih Rika Yulendasari Rilyani Rilyani Rilyani Simahaya Rilyani, Rilyani Riska Wandini, Riska Rita, Desi Risna Rudi Winarno Rudi Winarno Safutri, Apriyanti Selvianti, Utari Aditia Setiawati Setiawati Siska Mutiara Slamet Widodo Slamet Widodo Slivia, Andi Bunga Slivia, Eka Solbari Solbari Sri Haryani Stevian Ahmad Yuliansyah Super Adinata Teguh Pribadi Teguh Pribadi Tomi Saputra Trismiyana, Eka Triyono, Taufiq Hidayat Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso, Triyoso Utami, Vida Wira Wahid Tri Wahyudi Wahyu Karhiwikarta Wiwik Erni Puspita Sari Wiwin Mardiani Yeni Novita Yopita Sari Yuliasari, Dewi Yuni Hastuti