Keswara, Umi Romayati
Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati

Published : 70 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan waiting time dengan kepuasan pasien KHADAFI, AHMADMUAMAR; Triyoso, Triyoso; Keswara, Umi Romayati
THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Vol. 2 No. 1 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/nmi.v2i1.117

Abstract

Background: Patient satisfiction is one of indicators to measure health service quality. A prolonged waiting time influences the satisfiction of a patient toward health service quality. According to the data from health agency of pesisir barat regency in 2016, the utilization of health center was low, it is 26.7%. The utilization was lower than the Lampung Province utilization, 32.6%. Purpose: The study was to identifi the correlation between waiting time and patient satisfaction. Method: The study was conducted through quantitative method with cross sectional approach. The population involved 134 patients registred at Bengkunat Belimbing Healty Center. The data collection was through questionnaires. The data analysis was through chi squer. Results: There were 81 respondents (60.4%) experinced good waiting time. 88 respondents (68.7%) felt satisfied with the health center service. There was a correlation between waiting time and patient satisfaction at Bengkunat Belimbing Health Center of Pesisir Barat in 2019 with p value = 0.048, in such a way that p value < α (0.048 < 0.05). Conclusion: There is a significant relationship between waiting time and patient satisfaction with the service. Suggestion: The service, which complies with the SOP, meets patient expectations and needs to be maintained and improved to achieve service and waiting times above 90%.   Keywords: Patient; Satisfaction; Waiting time.   Pendahuluan: Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator untuk mengukur kualitas layanan kesehatan. Waktu tunggu pasien lama akan mempengaruhi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan. Berdasarkan Data Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2016, pemanfaatan fasilitas kesehatan di Puskesmas masih rendah, yaitu 26.7% masih rendah dibandingkan pemanfaatan fasilitas kesehatan puskesmas  di Provinsi Lampung yaitu 32.6%. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan waiting time dengan kepuasan pasien. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan secara cross sectional, dengan populasi seluruh pasien yang berkunjung di Puskesmas Belimbing Kabupaten Pesisir Barat  yang berjumlah 421 responden. Tekhnik pengambilan sampel dengan accidental sampling dengan jumlah sampel 134 responden. Analisa data menggunakan uji Chi Square. Hasil: Pada penelitian menunjukkan sebagian besar responden merasa waiting time yang sudah sesuai (baik) yaitu sebanyak 81 (60.4%) responden. Sebagian besar responden puas dengan pelayanan puskesmas, yaitu sebanyak 88 (68.7%) responden. Terdapat hubungan waiting time dengan kepuasan pasien di Puskesmas Bengkunat Belimbing Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2019 p-value = 0.048, sehingga  p-value < α (0.048< 0.05). Simpulan: Adanya hubungan yang signifikan antara waiting time dengan kepuasan pasien dalam mendapatkan pelayanan. Saran: Pelayanan sesuai SOP sudah sesuai yang diharapkan pasien, dan perlu dipertahankan serta ditingkatkan pelayanan dan waiting time sehingga bisa mencapai lebih dari 90%.   Kata Kunci: Kepuasan; Pasien; Waiting Time.
Pengaruh booklet pertolongan pertama cedera olahraga terhadap pengetahuan tentang perawatan cedera olahraga pada siswa Nurlita, Ela; Trismiyana, Eka; Rianty, Dian Asih; Keswara, Umi Romayati
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 5 (2025): October Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i5.1391

Abstract

Background: Sports injuries are injuries usually limited to sudden tissue damage that occurs during exercise, such as sprains and tears of the soft tissue in the musculoskeletal system. These injuries can be caused by many things, one of which is overuse syndrome. In children aged 7-14, injuries are the leading cause of death, with rates ranging from 20% to 60%, with the highest rate of sports injuries in Mesuji Regency (14.98%) and the lowest in Tulang Bawang (2.61%). However, in South Lampung Regency, the rate is 9.23%. Students' knowledge of first aid for sports injuries is lacking. Purpose: To determine the effect of the sports injury first aid booklet on students' knowledge of sports injury care. Method: Quantitative research with an experimental design. The population in this study were 30 students who are members of the PMR SMP N 2 Katibung, with a sample of 20 respondents drawn using random sampling. Data analysis used the t-dependent statistical test. Results: The average knowledge before the booklet counseling was 45.25. After the booklet counseling, the mean was 74.75, with a statistical test result of p-value = 0.000 <α. Conclusion: There is an effect of health counseling on the influence of the sports injury first aid booklet on knowledge about sports injury treatment in students.   Keywords: Booklet; Knowledge; Sports Injury.   Pendahuluan: Cedera olahraga adalah cedera biasanya terbatas pada kerusakan jaringan secara tiba-tiba yang terjadi selama berolahraga seperti terkilir dan robeknya jaringan lunak pada sistem muskuloskeletal dapat disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah overuse syndrome. Anak berusia 7-14 tahun, cedera menjadi penyebab utama kematian dengan angka berkisar antara 20% hingga 60% dengan angka tertinggi cedera olahraga berada di kabupaten Mesuji 14.98% dan angka terendah berada di Tulang Bawang 2.61%. Namun di kabupaten Lampung Selatan terdapat 9.23%. Kurangnya pengetahuan siswa siswi tentang pertolongan pertama cedera olahraga. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh booklet pertolongan pertama cedera olahraga terhadap pengetahuan tentang perawatan cedera olahraga pada siswa. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa siswi anggota PMR SMP N 2 Katibung sejumlah 30 orang dengan jumlah sampel sebanyak 20 responden yang diambil secara sample random sampling. Analisa data menggunakan uji statistik t-dependen. Hasil: Rata-rata pengetahuan sebelum dilakukan penyuluhan dengan booklet dengan mean 45.25. Sesudah dilakukan penyuluhan dengan media booklet mean 74.75 dengan hasil uji statistik didapatkan p-value = 0.000< α. Simpulan: Adanya pengaruh penyuluhan kesehatan tentang Pengaruh booklet pertolongan pertama cedera olahraga terhadap pengetahuan tentang perawatan cedera olahraga pada siswa siswi.   Kata Kunci: Booklet; Cedera Olahraga; Pengetahuan.
The Effect Of Fenugreek Plant On Improving Breastmilk Production In Mothers Nursing Infants Aged 0-6 Riadini, Irma; Utami, VIda Wira; Nurliyani, Nurliyani; Keswara, Umi Romayati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i6.12429

Abstract

World Health Organitasion ( WHO) merekomendasikan minimal pemberian ASI yaitu 50% (WHO, 2019).Kementrian Kesehatan menargetkan pemberian Asi ekslusif hingga 80%, Menurut data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2021, tahun 2019 yang pada saat itu telah mencapai sebanyak 74,5% dari target capaian 80%.Data cakupan Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara sebanyak 55%, dari 65%, hasil dari data Pendekatan Keluarga Sehat (PIS-PK) pada tingkat Kecamatan Bunga Mayang sebanyak 67,74%, dan pada wilayah kerja Puskesmas Mulyorejo terdapat cakupan Asi esklusif sebanyak 45, 10%, dan cakupan Desa Mulyorejo 1 sebanyak 49,4%. Salah satu metode memperlancar ASI pada ibu dapat dilakukan melalui metode non farmakologi. Tujuan penelitian ini diketahui pengaruh kelabet dalam mamperlancar pengeluaran asi di Desa Mulyorejo 1 Kecamatan Bunga Mayang Kabupaten Lampung Utara Tahun 2023.Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitan pra experimental dengan pendekatan one grouppretest-postest. Populasi penelitian ini adalah rata-rata ibu menyusui 0-6 bulan sebanyak 30 orang dengan sampel sebanyak 30 responden menggunakan teknik total sampling,analisis univariat dan bivariat ( uji wilcoxon).Hasil univariat didapatkan hasil rerata kelancaran pengeluaran asi pada berat badan mean 5364, standar deviasi 568,pada panjang badan mean 56,2 standar deviasi 4,5, lingkar kepala mean 38,8 standar deviasi 3,0.Analisis bivariat menunjukkan hasil pada berat badan mean 6538,3 standar deviasi 565,1, panjang badan mean 56,9 standar deviasi 4,5 lingkar kepala mean 39,4 standar deviasi 4,0 yang menunjukkan adanya pengaruh kelabet dalam mamperlancar pengeluaran ASI di Desa Mulyorejo 1 Kecamatan Bunga Mayang Kabupaten Lampung Utara Tahun 2023 (p-value = 0,000).Saran bagi ibu menyusi kelabet dapat dikonsumsi dalam Upaya menigkatkan produksi ASI. Kata Kunci : Produksi ASI, biji klebet, ibu menyusui ABSTRACT The World Health Organization (WHO) recommends a minimum of 50% breastfeeding (WHO, 2019). The Ministry of Health targets exclusive breastfeeding up to 80%. According to the Basic Health Research (RISKESDAS) data for the year 2021, in 2019, the rate reached 74.5% of the 80% target. The coverage data from the North Lampung Regency Health Office is 55%, from 65%. The results from the Family Approach to Healthy Living (PIS-PK) at the Bunga Mayang sub-district level are 67.74%, and in the working area of the Mulyorejo Public Health Center, exclusive breastfeeding coverage is 45.10%, with a coverage rate in Mulyorejo 1 village of 49.4%. One non-pharmacological method to facilitate breastfeeding is the use of fenugreek plant. The purpose of this study is to determine the influence of fenugreek Plant on improving breastmilk production in Mulyorejo 1 village, Bunga Mayang sub-district, North Lampung Regency, in the year 2023.This was a quantitative study with a pre-experimental design using a one-group pretest-posttest approach. The study population consisted of an average of 30 mothers breastfeeding infants aged 0-6 months, with a sample of 30 respondents using total sampling. Univariate and bivariate analysis (Wilcoxon test) was used for data analysis.Univariate results showed the average smoothness of breastmilk production in terms of weight, with a mean of 5364 and a standard deviation of 568; in terms of length, with a mean of 56.2 and a standard deviation of 4.5; and in terms of head circumference, with a mean of 38.8 and a standard deviation of 3.0. Bivariate analysis showed results for weight with a mean of 6538.3 and a standard deviation of 565.1, length with a mean of 56.9 and a standard deviation of 4.5, and head circumference with a mean of 39.4 and a standard deviation of 4.0, indicating the influence of fenugreek Plant on improving breastmilk production in Mulyorejo 1 village, Bunga Mayang sub-district, North Lampung Regency, in the year 2023 (p-value = 0.000). The recommendation for breastfeeding mothers is to consume fenugreek Plant to increase breastmilk production. Keywords: Breastmilk Production, Fenugreek Plant Seeds, Breastfeeding Mothers 
Asuhan Keperawatan Lansia Penderita DM dengan Perfusi Perifer Tidak Efektif Menggunakan Terapi Range of Motion (ROM) Ankle di RS Pertamina Bintang Amin Safutri, Apriyanti; Trismiyana, Eka; Keswara, Umi Romayati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17039

Abstract

ABSTRACT The number of DM sufferers in the world has reached 425 million people. Based on the Central Statistics Agency / BPS (2019), the total population in Indonesia experiencing DM has reached 13.7 million people and in Pertamina Bintang Amin Hospital Lampung in 2023 there will be 6555 people. Neuropathy is the most common chronic complication of DM (Putri, et al, 2020). Peripheral neuropathy is a microvascular disease that affects the small arteries that supply blood to the periphery (Putri, et al., 2020). Ineffective peripheral tissue perfusion in DM patients can cause frequent tingling sensations, this is related to decreased peripheral blood circulation down to the nerve fibers (Lestari, 2016). Blood circulation disorders at the ends or edges of the body in people with diabetes are caused by poor blood circulation because the blood is too thick and contains a lot of sugar. Narrowing and blockage of peripheral (main) blood vessels often occurs in the lower legs (especially the feet) (Permatasari et al., 2020). To make nursing care for the elderly with peripheral perfusion ineffective, use Ankle range of motion (ROM) therapy at Pertamina Bintang Amin Hospital.. The case study method for 2 respondents focuses on nursing care for elderly people with ineffective peripheral perfusion using ankle range of motion (ROM) therapy at Pertamina Bintang Amin Hospital. In both cases of DM in Mr. S and Mrs. Y both showed improvement. Improvements in symptoms that can be observed include: warm palpable acral, CRT <3 seconds, good skin turgor, no pallor around the skin in the foot area, increased dorsalis pedis pulse, increased ABI value. Ankle ROM therapy can increase ABI values in ineffective peripheral perfusion  Keywords: Elderly, Ineffective Peripheral Perfusion Type II DM, Ankle ROM Exercises  ABSTRAK Jumlah penderita DM di dunia telah mencapai 425 juta jiwa. Berdasarkan Badan Pusat Statistik / BPS (2019) menyatakan bahwa total penduduk di Indonesia yang mengalami DM mencapai 13,7 juta orang dan di RS Pertamina Bintang  Amin Lampung pada tahun 2023 sebanyak 6555 orang. Neuropati merupakan komplikasi kronik DM yang paling umum ditemui (Putri, Dkk, 2020). Neuropati perifer merupakan penyakit mikrovaskular yang mengenai pembuluh darah arteri kecil yang menyuplai darah ke perifer (Putri, Dkk, 2020). Ketidak efetifan perfusi jaringan perifer ini pada pasien DM dapat menyebabkan rasa kesemutan yang sering timbul, hal ini berkaitan sirkulasi darah perifer menurun hingga ke serabut saraf (Lestari, 2016). Gangguan sirkulasi darah pada bagian ujung atau tepi tubuh pada penderita penyakit diabetes diakibatkan karena peredaran darah yang kurang lancar karena darah terlalu kental dan banyak mengandung gula. Penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah perifer (yang utama), sering terjadi pada tungkai bawah (terutama kaki) (Permatasari et al., 2020). Untuk membuat asuhan keperawatan lansia dengan keperawatan lansia dengan Perfusi ferifer tidak efektif menggunakan terapi range of motion (ROM) Ankle di RS Pertamina Bintang Amin. Metode studi kasus 2 responden memfokuskan pada asuhan keperawatan lansia dengan Perfusi ferifer tidak efektif menggunakan terapi range of motion (ROM) Ankle di RS Pertamina Bintang Amin. Pada kedua kasus DM pada Tn. S dan Ny. Y sama-sama menunjukkan perbaikan. Perbaikan gejala yang dapat diamati antara lain: akral teraba hangat, CRT <3 detik, turgor kulit baik, tidak ada pucat disekitar kulit area kaki, nadi dorsalis pedis meningkat, nilai ABI meningkat.Terapi ROM Ankle dapat meningkatkan Nilai ABI pada Perfusi ferifer tidak efektif Kata Kunci: Lansia, Perfusi Perifer Tidak Efektif DM Tipe II, Latihan ROM Ankle
Efektivitas Minyak Kayu Putih Terhadap Penurunan Sesak Napas Pada Pasien Asma di RSUD A.Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Hidayat, Asep Rahmad; Yulendasari, Rika; Chrisanto, Eka Yudha; Keswara, Umi Romayati
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i7.12807

Abstract

ABSTRACT Asthma is a chronic respiratory disease characterized by various symptoms such as wheezing, shortness of breath, chest pain and coughing. The action of giving eucalyptus oil therapy can be used as a non-pharmacological therapy to relieve shortness of breath in patients with bronchial asthma because it contains cinoel. The type of research used in this research is quantitative. The design in this study uses an analytical design using a quasi-experimental method using the pre-test & post-test. In this study, there was an effect of eucalyptus oil on reducing shortness of breath with a p-value of 0.000 in asthma patients. It is hoped that health workers can apply eucalyptus oil therapy as nursing care as an alternative action to improve respiratory ventilation of asthma patients. Keywords: Eucalyptus Oil, Shortness of Breath, Asthma  ABSTRAK Asma merupakan penyakit pernapasan kronik yang ditandai dengan berbagai gejala seperti mengi, sesak napas, nyeri dada dan batuk. Tindakan pemberian terapi minyak kayu putih dapat dapat digunakan sebagai terapi non farmakologi untuk meredakan sesak napas pada penderita asma bronkial karena mengandung cinoel. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan rancangan analisis dengan menggunakan quasi experiment dengan menggunakan metode pre-test & pos-test. Pada penelitian ini terdapat pengaruh minyak kayu putih terhadap penurunan sesak napas dengan p-value 0,000 pada pasien asma. Diharapkan agar tenaga kesehatan dapat menerapkan terapi minyak kayu putih sebagai asuhan keperawatan sebagai alternative tindakan guna meningkatkan ventilasi pernapasan pasien asma. Kata Kunci: Minyak Kayu Putih, Sesak Napas, Asma
Faktor Pejamu (Host) yang Berhubungan dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Adha, Adinda Wulan; Keswara, Umi Romayati; Winarno, Rudi
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i5.11360

Abstract

ABSTRACT Pulmonary tuberculosis is a contagious infectious disease caused by mycobacterium tuberculosis that enters the body through the respiratory tract, gastrointestinal tract and open wounds on the skin, but most often through inhalation of droplets from patients with pulmonary tuberculosis. There were 278 patients suspected of having pulmonary tuberculosis at the Rajabasa Indah (RBI) Health Center in Bandar Lampung City. This study was to identify the factors of host concerning lung tuberculosis incidences at Rajabasa Indah Primary Health Care (Puskes RBI) of Bandar Lampung City in 2023. The study used quantitative method with analytical design and cross sectional approach. The population of the study was registered patients taking tuberculosis examination and investigation at Rajabasa Indah Primary Health Care in 2023. There were 278 suspected patients but the samples were 164 respondents. The sampling technique was purposive. The data analysis was through chi square. Based on the frequency distribution of respondents with pulmonary tuberculosis 3.7%, respondents with productive age 73.8%, and respondents with female gender 47.0%. Based on bivariate analysis, it was found that age variable (p-value 0.381) and gender variable (p-value 0.569). There is no relationship between age and gender with the incidence of pulmonary tuberculosis at the Rajabasa Indah Health Center (RBI) in Bandar Lampung City in 2023. For the puskesmas it is recommended to document complete medical record data, provide counseling about tuberculosis and be able to collaborate with researchers in carrying out research.  Keywords: Lung Tuberculosis, Host Factors  ABSTRAK Tuberkulosis paru adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan mycobacterium tuberculosis yang masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernafasan, saluran pencernaan dan luka terbuka pada kulit, namun paling sering melalui inhalasi droplet dari penderita tuberkulosis paru. Terdapat 278 pasien yang diduga menderita tuberkulosis paru di Puskesmas Rajabasa Indah (RBI) Kota Bandar Lampung. Diketahui hubungan antara faktor pejamu (host) dengan kejadian tuberkulosis paru di Puskesmas Rajabasa Indah (RBI) Kota Bandar Lampung tahun 2023. Menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Populasinya adalah pasien poli tuberkulosis yang menjalani pemeriksaan dan pengecekan tuberkulosis di Puskesmas Rajabasa Indah (RBI) Kota Bandar Lampung tahun 2023 berjumlah 278 pasien terduga tuberkulosis dengan sampel 164 responden menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Berdasarkan distribusi frekuensi responden dengan tuberkulosis paru 3,7%, responden dengan usia produktif 73,8%, dan responden dengan jenis kelamin perempuan 47,0%. Berdasarkan analisa bivariat didapatkan variabel usia (p-value 0,381) dan variabel jenis kelamin (p-value 0,569). Tidak ada hubungan usia dan jenis kelamin dengan kejadian tuberkulosis paru di Puskesmas Rajabasa Indah (RBI) Kota Bandar Lampung tahun 2023. Bagi pihak puskesmas disarankan untuk mendokumentasikan data rekam medis secara lengkap, memberikan penyuluhan tentang tuberkulosis dan dapat menjalin kerjasama dengan pihak peneliti dalam melaksanakan penelitian. Kata Kunci: Tuberkulosis Paru, Faktor Pejamu (Host).
Pengaruh pendidikan kesehatan basic life support terhadap pengetahuan nelayan Ramadhani, Gita; Keswara, Umi Romayati; Rianty, Dian Asih
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 3 No. 1 (2025): Edition December 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v3i1.1852

Abstract

Background: Fishermen must be prepared to provide Basic Life Support to reduce the number of deaths from drowning. Community empowerment is crucial in emergency situations, providing training and simulations to prepare them for emergencies. Purpose: To determine the effect of basic life support health education on the knowledge of fishermen. Method: A quantitative analytical design with a quasi-experimental design using a one-group pretest-posttest approach. The population in this study was 57 fishermen from Surung Batang Hamlet, with a sample of 32 respondents. Sampling was conducted using a purposive sampling technique. Data analysis used a dependent test (paired t-test). Results: Based on the results, the average knowledge score before health education was 7.84 and the average score after health education was 18.94. The paired t-test results obtained a significance value of 0.000 or P < 0.005. Conclusion: Health education significantly impacted the knowledge of fishermen, with a P-value of 0.000 < 0.005. Keywords: Basic Life Support; Fishermen; Health Education; Knowledge.   Pendahuluan: Masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan harus memiliki kesiapan dalam melakukan basic life support untuk menurunkan angka kematian akibat tengelam. Pemberdayaan Masyarakat sangat penting dalam situasi gawat darurat untuk dapat memberikan pelatihan dan simulasi agar mereka siap menghadapi situasi darurat. Tujuan:  Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan basic life support terhadap pengetahuan nelayan. Metode: Desain analitik kuantitatif dengan rancangan quasy eksperimental melalui pendekatan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah Masyarakat Dusun Surung Batang yang berprofesi sebagai nelayan sebanyak 57 orang dengan sampel 32 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji dependent (paired t-test). Hasil: Berdasarkan hasil nilai rata-rata pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan yaitu 7.84 dan nilai rata-rata setelah diberikan pendidikan kesehatan yaitu 18.94. Hasil uji paired t-test diperoleh nilai signifikan 0.000 atau P < 0.005. Simpulan: Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan nelayan dengan nilai P Value 0.000 < 0.005. Kata Kunci: Basic Life Support; Pendidikan Kesehatan; Pengetahuan; Nelayan.
Hubungan pengetahuan dengan sikap remaja tentang bahaya merokok Fadila, Enggar; Wardiyah, Aryanti; Keswara, Umi Romayati
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 3 No. 1 (2025): December Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v3i1.1352

Abstract

Background: Every year, approximately 225,700 people in Indonesia die due to smoking or other tobacco-related diseases. Smoking leads to a decrease in antibodies and causes lung cancer. Cigarettes pose major threats to various organs in the body, including the brain, mouth, throat, heart, chest, lungs, liver, stomach, kidneys, and bladder. Purpose: To determine the relationship between knowledge and attitudes of adolescents regarding the dangers of smoking at SMP Negeri 14 Bandar Lampung. Method: This research uses a quantitative approach with a cross-sectional design. The population in this study consists of 8th-grade students, with a sample of 193 respondents, using a total sampling technique. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test. Results: Based on the frequency distribution of knowledge, 56.5% of respondents had good knowledge, while 43.5% had poor knowledge. Based on the frequency distribution of attitudes, 52.3% of respondents had a positive attitude, and 47.7% had a negative attitude. A p-value of 0.001 was obtained with an Odds Ratio of 116.67. Conclusion: There is a relationship between knowledge and adolescents' attitudes toward the dangers of smoking. Keywords: Adolescents; Attitude; Cigarettes; Knowledge. Pendahuluan: Setiap tahun, sekitar 225,700 orang di Indonesia meninggal akibat merokok atau penyakit lain yang terkait dengan tembakau. Merokok menyebabkan antibodi menurun, penyakit kanker paru-paru, ancaman utama rokok terhadap berbagai organ tubuh diantaranya adalah otak, mulut, tenggorokan, jantung, dada, paru-paru, hati, perut, ginjal dan kantung kemih. Tujuan: Untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan dengan sikap remaja tentang bahaya merokok. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 8. Sampel 193 responden menggunakan teknik total sampling. Analisa data yang digunakan yaitu analisis univariate dan bivariat dengan Uji Chi- Square. Hasil: Berdasarkan distribusi frekuensi pengetahuan, 56.5% responden memiliki pengetahuan baik dan 43.5% responden memiliki pengetahuan kurang. Berdasarkan distribusi frekuensi sikap, 52.3% responden memiliki sikap positif dan 47.7% responden memiliki sikap negatif. Didapatkan p value 0.001 dengan Odds Ratio (OR) 116.67. Simpulan Ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap remaja tentang bahaya merokok. Kata Kunci: Pengetahuan; Remaja; Rokok; Sikap.      
Penerapan terapi pernapasan bibir mengerucut (pursed lips breathing) menggunakan metode tiup balon terhadap kadar saturasi oksigen pada pasien asma Keswara, Umi Romayati; Djamaludin, Djunizar; Slivia, Andi Bunga
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 7 (2025): Volume 19 Nomor 7
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i7.1615

Abstract

Background: Asthma is a heterogeneous disease characterized by chronic inflammation of the airways. This can affect oxygen saturation levels in asthma patients. One non-pharmacological treatment for asthma patients is the pursed-lip breathing technique with a modified inflatable balloon. The prevalence of asthma in Lampung Province is 1.6%, with 503 cases of asthma relapse in the past 12 months, ranking fourth in the relapse rate. Purpose: To determine the effect of the pursed-lip breathing technique with a modified inflatable balloon on oxygen saturation levels in asthma patients. Method: This quantitative study used a quasi-experimental design with a two-group approach. The population in this study were asthma patients at Dr. A. Dadi Tjokrodipo Regional General Hospital, Bandar Lampung, with a sample size of 30 individuals. Sampling was conducted using a total sampling technique. Data were collected using an observation sheet. Data were analyzed using an independent t-test. Results: Oxygen saturation levels in asthma patients in the intervention group were higher (94.27 ± 1.387) than in the control group (91.20 ± 1.699). There was a significant effect between the pursed-lip breathing technique and the balloon blowing modification on oxygen saturation levels in asthma patients, with a p-value of 0.000. Conclusion: There was a significant effect between the pursed-lip breathing technique and the balloon blowing modification on oxygen saturation levels in asthma patients, with a p-value of 0.000. Suggestion: Nursing staff can apply the pursed-lip breathing technique and the balloon blowing modification as an alternative therapy to increase oxygen saturation levels in asthma patients.   Keywords: Asthma Patients; Balloon Blowing; Oxygen Saturation Levels; Pursed-Lip Breathing.   Pendahuluan: Asma merupakan suatu penyakit yang heterogen, dimana adanya inflamasi kronis pada saluran pernapasan. Akibatnya dapat mempengaruhi kadar saturasi oksigen pada pasien asma. Salah satu penanganan nonfarmakologi yang dapat diberikan pada pasien asma antara lain teknik pursed lips breathing dengan modifikasi blowing ballon. Prevalensi asma di  Provinsi Lampung 1.6% dengan prevalensi kekambuhan asma dalam 12 bulan terkhir yaitu 503 dengan urutan tingkat kekambuhan ke-4. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh teknik pursed lips breathing dengan modifikasi ballon blowing terhadap kadar saturasi oksigen pada pasien asma. Metode:  Penelitian kuantitatif menggunakan rancangan quasi eksperimen dengan pendekatan two group. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien asma di RSUD.DR.A.Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung dengan jumlah sampel 30 partisipan. Pengambilan sample menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakan uji independen t-test. Hasil:  Kadar saturasi oksigen pasien asma pada kelompok intervensi lebih tinggi (94.27 ± 1.387) dibandingkan kelompok kontrol (91.20 ± 1.699). Terdapat pengaruh teknik pursed lips breathing dengan modifikasi  ballon blowing dengan nilai p (0.000) terhadap tingkat saturasi oksigen pada pasien asma. Simpulan : Adanya pengaruh teknik pursed lips breathing dengan modifikasi blowing ballon dengan p-value (0.000) terhadap kadar saturasi oksigen pada pasien asma. Saran: Tenaga keperawatan dapat menerapkan asuhan keperawatan teknik pursed lips breathing dengan modifikasi blowing ballon sebagai alternatif tindakan guna meningkatkan kadar saturasi oksigen pada pasien asma.   Kata Kunci: Ballon Blowing; Kadar Saturasi Oksigen; Pasien Asma; Pursed Lips Breathing.
Efektifitas terapi progressive muscle relaxation (PMR) dalam menurunkan tekanan darah pada keluarga dengan hipertensi Rafli, Muhammad; Keswara, Umi Romayati; Trismiyana, Eka
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 7 (2025): December Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i7.1497

Abstract

Background: Hypertension is a chronic disease often referred to as a "silent killer" because it frequently presents no symptoms while having serious health consequences. Non-pharmacological interventions such as Progressive Muscle Relaxation (PMR) can be used as alternative methods to help reduce blood pressure. Purpose: To determine the effectiveness of Progressive Muscle Relaxation therapy in lowering blood pressure among families with hypertension. Method: This study employed a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The research subjects consisted of two families in Dusun 6, Sukajaya Lempasing Village, Pesawaran, with members diagnosed with hypertension (blood pressure ≥140/90 mmHg). The intervention consisted of PMR therapy administered for three consecutive days, with each session lasting 15–30 minutes. Results: A decrease in blood pressure following the PMR therapy. In addition to reduced blood pressure, participants also reported alleviation of symptoms such as headaches and palpitations. Conclusion: Progressive Muscle Relaxation therapy is effective in helping to lower blood pressure in families with hypertension and can be considered a non-pharmacological nursing intervention. Keywords: Hypertension; Nursing Care; Non-Pharmacological; Progressive Muscle Relaxation. Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit kronis yang sering disebut sebagai "silent killer" karena seringkali tidak menunjukkan gejala namun berdampak serius. Penanganan non-farmakologis seperti Progressive Muscle Relaxation (PMR) dapat digunakan sebagai metode alternatif untuk membantu menurunkan tekanan darah. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas terapi Progressive Muscle Relaxation dalam menurunkan tekanan darah pada keluarga dengan hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari dua keluarga di Dusun 6 Kelurahan Sukajaya Lempasing Pesawaran yang memiliki anggota keluarga dengan hipertensi (tekanan darah ≥140/90 mmHg). Intervensi berupa terapi PMR diberikan selama 3 hari berturut-turut dengan durasi 15–30 menit setiap sesi. Hasil: Pengukuran menunjukkan penurunan tekanan darah setelah diberikan terapi PMR. Selain penurunan tekanan darah, subjek juga melaporkan penurunan gejala seperti sakit kepala dan jantung berdebar. Simpulan: Terapi Progressive Muscle Relaxation efektif dalam membantu menurunkan tekanan darah pada keluarga dengan hipertensi dan dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis. Kata Kunci: Asuhan Keperawatan; Hipertensi; Progressive Muscle Relaxation; Terapi Non-farmakologis.        
Co-Authors A&#039;raaf Almaera Febrian Ade Gunawati Sandi Adelta, Yosi Adha, Adinda Wulan Ahmad Muammar Khoddafi Akbar Cholidin Alparizi, Melki Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko, Andoko Andriyanto Andriyanto Anita Bustami Ari Yunita Arozan, Dimas Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah, Aryanti Athaya Hafizhah Aulia Cyntia Gumas A’raaf Almaera Febrian Bagus Pranata Budi, Wahyu Setianing Cahyani, Annida Arrum Cahyani, Restiana Chrisanto, Eka Yudha Christin Angelina Febriani Dewi Kusumaningsih Dhitya, Ray Krisna Dian Arif Wahyudi Dimas Ning Pangesti Djamaludin, Djunizar Djunizar Djamaludin Dwiky Dermawan Santari Easter Yanti, Dhiny Eka Trismiana Eka Trismiyana Eka Trismiyana Eka Yudha Chrisanto Elliya, Rahma Eriyani Eriyani Erna Yulianti Fadila, Enggar Febrian, A’raaf Almaera Firamita Yusticia Fitria Fitria Gunawan, M. Ricko Gustiani, Dwi Heni Kartika Sari Hermawan , Dessy Hermawan, Dessy Hesti Wulandari Hesti Wulandari Hidayat, Asep Rahmad Ibnu Hasyim Ibnu Samsul Bahri Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Juana, Rika KHADAFI, AHMADMUAMAR Kusuma, Intania Laili Pritasari Leni Marlena Lidya Ariyanti Lodry Yano Ludiana Ludiana M. Arifki Zainaro M. Ricko Gunawan Made Novita Sari Mahdi Antoni Mardani Mardani Mardiani, Wiwin Marlena, Leni Maya Maya Melki Alparizi Muhamad Arifki Zaenaro Nepiana, Nurul Novikasari, Linawati Novrita Syuhada Nurlita, Ela Nurliyani Nurliyani Palupi, Antika Pragumansyah, Juanda Prima Dian Furqoni Pritasari, Laili Rafli, Muhammad Rahma Elliya Rahmat Hidayat Rahmawati, Reka Putri Ramadhani, Gita Reka Putri Rahmawati Resna Mahdewi Puteri Ria Aryani Riadini, Irma Rianty, Dian Asih Rilyani Rilyani Rilyani, Rilyani Riska Wandini, Riska Rita, Desi Risna Rudi Winarno Safutri, Apriyanti Selvianti, Utari Aditia Setiawati Setiawati Siska Mutiara Slamet Widodo Slamet Widodo Slivia, Andi Bunga Slivia, Eka Solbari Solbari Sri Haryani Stevian Ahmad Yuliansyah Super Adinata Teguh Pribadi Teguh Pribadi Tomi Saputra Trismiyana, Eka Triyono, Taufiq Hidayat Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso, Triyoso Utami, Vida Wira Wahid Tri Wahyudi Wahyu Karhiwikarta Winarno, Rudi Wiwik Erni Puspita Sari Yeni Novita Yopita Sari Yulendasari, Rika Yuliasari, Dewi Yuni Hastuti