Keswara, Umi Romayati
Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati

Published : 70 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang stigma pada penderita kusta Umi Romayati Keswara; Andoko Andoko; Rahma Elliya
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 5 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i5.8055

Abstract

Background: The disease of leprosy is one of the most prevalent infectious diseases in Lampung Province, both medically and socially. Data from the World Health Organization (WHO) recorded a prevalence of 0.2 per 10,000 population, with 208,619 new patients occurring throughout 2018. In Indonesia, the number of new cases of leprosy is 14,397 with a detection rate of 5.43 per 100,000 population.  In addition, there are a total number of 19,033 cases of leprosy, with a prevalence rate of 0.72 per 10,000 population. One of the problems that hinder efforts to control leprosy is the stigma of it, and the lack of public knowledge about stigma in people with leprosy.Purpose: Increasing public knowledge about the negative stigma of patients with leprosy.Method: Quantitative research type, with a Quasi-Experimental group pre-test post-test design. The population of the people of Sidodadi Asri Village, the Working Area of the Banjar Agung Inpatient Health Center, with a sample of 30 patriarchs. Dependent T-Test data analysis.Results: The average knowledge of the community about stigma before health education was 29.5 with a standard deviation of 2.82 and a minimum value of 23, after health education of 32 with a standard deviation of 2.15 and a minimum value of 25, p-value 0.000 < = 0.Conclusion: There is an effect of health education on increasing public knowledge about stigma in leprosy patients. Suggestions, health education can be used to increase public awareness of negative stigma of patients with leprosy.Keywords: Knowledge; Public Stigma; Leprosy; Health education.Pendahuluan : Penyakit kusta merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan di Propinsi Lampung, baik aspek medis maupun social. Data World Health Organization (WHO), mencatat prevalensi 0,2 per 10.000 penduduk, dengan jumlah pasien baru 208.619 kasus terjadi sepanjang 2018. Di Indonesia jumlah kasus baru kusta 14.397 dengan case detection rate 5,43 per 100.000 penduduk dengan jumlah total kasus kusta 19.033 dengan angka prevalensi 0,72 per 10,000 penduduk. Salah satu masalah yang menghambat upaya penanggulangan kusta adalah adanya stigma terhadap penyakit kusta, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang stigma pada penderita penyakit kusta.Tujuan : Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang stigma pada penderita kusta.Metode : Jenis penelitian Kuantitatif, dengan Quasi Experimental One group pre-test post-test design. Populasi masyarakat Desa Sidodadi Asri Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Banjar Agung dengan, sampel 30 Kepala Keluarga. Analisa data Dependent T Test.Hasil : Rata-rata pengetahuan masyarakat tentang stigma sebelum pendidikan kesehatan sebesar 29,5 dengan standar deviasi 2,82 nilai minimal 23, setelah pendidikan kesehatan sebesar 32 dengan standar deviasi 2,15 nilai minimal 25, p- value 0,000 < α = 0,05.Simpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat tentang stigma pada penderita kusta. Saran, pendidikan kesehatan dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang stigma pada penderita kusta.
Implementasi Teknik Relaksasi (Napas Dalam) untuk Pasien dengan Resiko Ketidakstabilan Kadar Gula Darah di Desa Sidorejo M. Ricko Gunawan; Umi Romayati Keswara; Made Novita Sari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.7160

Abstract

ABSTRAK Keadaan saat ini  cenderung mengalami kenaikan pada penderita diabetes mellitus di berbagai belahan dunia. Menurut International Diabetes Federation (IDF) pada tahun  2019  menaksirkan bahwa terdapat  463  juta  orang  dengan rentan usia  20-79  tahun  didunia  menderita penyakit gula darah. Penyakit diabetes di Provinsi Lampung sebesar 99.748 jiwa, sementara itu, penyakit diabetes di Lampung Timur adalah 10.331jiwa. Penyakit kadar gula ialah ketidakstabilan yang dapat dilihat dengan kenaikan kadar gula darah. Teknik relaksasi ialah suatu  rencana  keperawatan yang secara fisiologis  dapat  membantu penurunan  stres. Stres itu sendiri merupakan satah atu penyebab peningkatkan kadar gula dalam darah. Melaksanakan pengabdian masyarakat mengenai penyakit diabetes dengan masalah resiko ketidakstabilan kadar gula darah melalui teknik relaksasi (napas dalam) di Desa Sidorejo Lampung Timur.Metode pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan untuk mengetahui penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes  menggunakan relaksasi napas dalam, yang dilakukan di Desa Sidorejo Lampung Timur pada tanggal 28 Mei 2022 sampai 30 Mei 2022. Partisipan yang digunakan sebanyak 3 partisipan, data yang didapat dari hasil pengamatan, tanya jawab, serta pemeriksaan fisik. Terdapat perubahan kadar gula darah pada ketiga partisipan dari hari pertama intervensi sampai hari ketiga. Dimana penurunan berkisar dari 20-70 mg/dl. Terdapat penurunan kadar gula darah pada ketiga partisipan, pada parisipan pertama kadar gula hari pertama sebelum diberikan teknik relaksasi 415 mg/dl, ketika hari ketiga dan sesudah diberikan teknik relaksasi 211 mg/dl Pada partisipan kedua hari pertama sebelum diberikan relaksasi 235 mg/dl, pada hari ketiga hari ketiga sesudah diberikan relaksasi 185 mg/dl. Pada partisipan ketiga sebelum diberikan teknik relaksasi 350 mg/dl dan hari ketiga sesudah diberikan relaksasi 204 mg/dl. Berdasarkan hasil tersebut yang berarti teknik relaksasi napas dalam membantu menurukan kadar gula darah partisipan. Diharapkan partisipan dapat menerapkan teknik relaksasi ini disertai dengan rutin mengkonsumsi obat diabetes mellitus. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Peningkatan Gula Darah, Teknik Relaksasi     ABSTRACT The current situation tends to increase in people with diabetes mellitus in various parts of the world. The International Diabetes Federation (IDF) in 2019 estimates that 463 million people aged 20-79 years in the world suffer from diabetes. Diabetes in Lampung Province is 99,748 people, meanwhile, diabetes in East Lampung is 10,331 people. Diabetes is a metabolic disorder characterized by elevated blood sugar levels. Relaxation technique is one of the nursing actions that can physiologically reduce stress. Stress itself is one of the causes of increasing blood sugar levels. To carry out community service for diabetes mellitus with the problem of risk of unstable blood sugar levels through relaxation techniques (deep breathing) in Sidorejo Village, East Lampung. This community service method is counseling to find out the benefits of deep breathing relaxation techniques on reducing blood sugar levels in diabetic patients, which was carried out in Sidorejo Village, East Lampung from 28 May 2022 to 30 May 2022. The participants used were 3 participants, data collection by means of interviews, observation, and physical examination. There were changes in blood sugar levels in the three participants from the first day of the intervention to the third day. Where the decrease ranged from 20-70 mg/dl. There was a decrease in blood sugar levels in the three participants, in the first participant the sugar level on the first day before being given relaxation techniques was 415 mg/dl, on the third day and after being given relaxation techniques 211 mg/dl. In the second participant the first day before being given relaxation 235 mgdl, on the third day the third day after being given relaxation 185 mg/dl. In the third participant before being given relaxation techniques 350 mg/dl and the third day after being given relaxation 204 mg/dl. Based on these results, it means that deep breathing relaxation techniques help lower participants' blood sugar levels. it is expected that participants can apply relaxation techniques by regularly consuming diabetes mellitus drugs. Keywords: Diabetes Mellitus, Increased Blood Sugar, Relaxation Techniques
Penyuluhan kesehatan tentang hipertensi dengan rebusan daun belimbing wuluh Umi Romayati Keswara; Reka Putri Rahmawati; A’raaf Almaera Febrian
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 2 (2022): Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.688 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i2.178

Abstract

Pendahuluan: Tekanan Darah Tinggi (hipertensi) adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Secara umum, hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala, dimana tekanan yang abnormal tinggi di dalam arteri menyebabkan meningkatnya resiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal. .  Dapat dikatakan bahwa hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Hipertensi dapat diturunkan dengan terapi herbal dengan cara meminum rebusan daun belimbing wuluh. Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang hipertensi dan terapi herbal rebusan daun belimbing wuluh Metode: Pelaksanaan metode      yang      digunakan      dalam pengabdian     masyarakat     ini     dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang hipertensi dengan rebusan daun belimbing wuluh dan ke dua setelah diberikan penyuluhan, responden diberikan Tanya jawab tentang hipertensi dengan rebusan daun belimbing wuluh Hasil: Responden mengetahui tentang hipertensi dengan rebusan daun belimbing wuluh Simpulan: responden dapat memahami tentang hipertensi dengan rebusan daun belimbing wuluh
Penyuluhan kesehatan tentang jajanan sehat dan jajanan tidak sehat Teguh Pribadi; Umi Romayati Keswara; Slamet Widodo; Melki Alparizi; Leni Marlena; Laili Pritasari; Hesti Wulandari
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.761 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i4.249

Abstract

Introduction: School Children Snacks conducted by the Food and Drug Supervisory Agency of the Republic of Indonesia Directorate of Food Inspection and Certification together with 26 supervisory agency/ the Food and Drug Supervisory Centers throughout Indonesia show that 45% of School Children Snacks do not meet the requirements because they contain hazardous chemicals such as formaldehyde, borax, rhodamine, and containing Food Additives such as cyclamate andbenzoate exceeds the safelimit. Purpose: Respondents can know, understand about healthy snacks and unhealthy snacks.                                                                                                                           Method: Implementation of the method used in counseling at Public Elementary School 1 Way Gubak is done by 3 stages, namely the first, students of the Psychology profession asking the difference between healthy and unhealthy snacks at, secondly, the presenters of Psychological students explained about healthy and unhealthy snacks using a Power point back, and the third asked questions related to the difference between healthy and unhealthy snacks after being explained. Results: Respondents understand about healthy and unhealthy snacks. Conclusion: Respondents can understand about healthy snacks and unhealthy snacks.   Pendahuluan: Jajanan Anak Sekolah (PJAS) yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia Direktorat Inspeksi dan Sertifikasi Pangan bersama 26 Balai Besar / Balai POM di seluruh Indonesia menunjukkan bahwa 45% PJAS tidak memenuhi syarat karena mengandung bahan kimia berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin, dan mengandung Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti siklamat dan benzoat melebihi batas aman. Tujuan: Responden dapat mengetahui,Memahami tentang jajanan sehat dan jajanan tidak sehat. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam penyuluhan di Sdn 1 Way Gubak ini dilakukan dengan 3 tahap, yaitu yang pertama mahasiswa profesi Psik menanyakan perbedaan jajanan sehat dan tidak sehat, yang kedua penyaji mahasiswa menjelaskan tentang jajanan sehat dan tidak sehat menggunakan Power point balik, dan ketiga tanya jawab terkait perbedaan jajanan sehat dan tidak sehat setelah di jelaskan. Hasil: Responden memahami tentang jajanan sehat dan tidak sehat. Simpulan:  Responden dapat memahami tentang Jajanan Sehat dan Jajanan tidak sehat.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TENTANG VAKSIN COVID 19 DENGAN KESEDIAAN MENGIKUTI VAKSINASI COVID 19 DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KRUI KABUPATEN PESISIR BARAT Mahdi Antoni; Umi Romayati Keswara; Rudi Winarno
PSIKOLOGI KONSELING Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v14i1.48199

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap masyarakat tentang vaksin Covid 19 dengan kesediaan mengikuti vaksinasi Covid 19 di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Krui Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2022. Jenis penelitian adalah kuantitatif, menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah masyarakat sasaran program vaksinasi Covid 19 di Pekon Serai Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Krui Kabupaten Pesisir Barat sebanyak 667 orang. Sampel berjumlah 250. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan quesioner. Analisa data yang menggunakan Uji chi square. Hasil penelitian mendapatkan  distribusi frekuensi responden memiliki pengetahuan tidak baik yaitu sebanyak 112 responden (44,8%), sikap negatif yaitu sebanyak 136 responden (54,4%), tidak bersedia mengikuti vaksinasi Covid 19 yaitu sebanyak 139 responden (55,6%). Ada hubungan pengetahuan masyarakat tentang vaksin Covid 19 dengan kesediaan mengikuti vaksinasi Covid 19 didapatkan p value 0,000 dengan nilai OR 4,2. Dan ada hubungan sikap masyarakat tentang vaksin Covid 19 dengan kesediaan mengikuti vaksinasi Covid 19 didapatkan p value 0,000 dengan nilai OR 6,2. Disimpula bahwa ada hubungan pengetahuan masyarakat tentang vaksin Covid 19 dan sikap masyarakat tentang vaksin Covid 19 dengan kesediaan mengikuti vaksinasi Covid 19 di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Krui Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2022. Bagi pihak puskesmas disarankan untuk lebih meningkatkan penyuluhan mengenai vaksinasi covid 19, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan mendorong sikap masyarakat untuk mengikuti vaksin covid 19.
Pengaruh pelvic rocking exercise terhadap nyeri punggung bawah ibu hamil trimester III (studi kasus) Gustiani, Dwi; Gunawan, Muhammad Ricko; Keswara, Umi Romayati
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 3 No 2 (2023): Edisi Desember 2023: Penanggulangan penyakit berpotensi kejadian luar biasa
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v3i2.382

Abstract

Background: Data obtained from Basic Health Research in 2021 shows that 82.1% of pregnant women underwent K4 in Lampung and the proportion of health facilities where they were first referred when experiencing pregnancy complications was 6.9% in the Community Health Center. Based on the Balai Krakatau Clinic register data for the last 3 months (January-March) 2022, there were 120 pregnant women in the third trimester of 2022, with 60 pregnant women in the first trimester, 30 people in the second trimester, and 30 people in the third trimester. Of the 30 third trimester pregnant women, 20 people (66.7%) complained of back pain both upper and lower, and 10 people (33.3%) complained of pain in the hips, buttocks and spreading to the leg area. Purpose: To determine nursing care for pregnant women in the third trimester with discomfort and lower back pain using the pelvic rocking method at the Balai Krakatau Kemiling Clinic, Bandar Lampung in 2022. Method: This research uses an approach to writing a case study report that focuses on nursing care for pregnant women in the third trimester with low back pain comfort disorders using the pelvic rocking method. The subjects or patients managed in this study were 3 third trimester pregnant women used in this case study, TM III pregnant women who met the criteria. The criteria for the sample as a subject of nursing care were attending pregnancy classes at the Balai Krakatau Clinic, the patient experiencing low back pain in the third trimester, the mother's age in the range of 25-35 years, primiparous and multiparous parity, an ideal weight gain of 9 kg during pregnancy from the first trimester to the third trimester, have complete medical records in the clinical register, the patient is willing to be sampled, and receives nursing care as outlined in an informed consent letter. Results: Assessment of Mrs. D Mrs. A, And Mrs. W found that the patient's main complaint was lower back pain during the third trimester of pregnancy. The nursing diagnosis obtained was discomfort and pain related to changes in body weight and musculoskeletal burden of TM III pregnant women. The intervention was carried out for 3 days by providing pelvic rocking for 3 days with a duration of 30 minutes for 1 treatment. The 3-day implementation study showed that some of the problems had been resolved, which was indicated by a decrease in the scale of lower back pain in pregnant women in the third trimester. The results of the evaluation carried out over three days showed that all problems could be resolved. Conclusion: The nursing diagnosis obtained was discomfort and pain related to changes in body weight and musculoskeletal load of TM III pregnant women. Providing intervention for 3 days with 30 minutes of pelvic rocking for 1 treatment showed a decrease in the scale of lower back pain in pregnant women in the third trimester. Suggestion: The results of this research can be applied as a rational consideration for approaching pregnant women in the third trimester who experience low back pain by providing education on pelvic rocking exercises during pregnancy classes. Next researchers used different variables by comparing other complementary therapies, such as warm compresses and yoga therapy.   Keywords: Lower Back Pain; Pelvic Rocking; TM III Pregnancy.   Pendahuluan: Data yang diperoleh dari Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2021 menunjukkan bahwa ibu hamil yang melakukan K4 sebanyak 82.1 % di Lampung dan proporsi fasilitas kesehatan tempat rujukan pertama saat mengalami komplikasi kehamilan 6.9 % di Puskesmas. Berdasarkan data register Klinik Balai Krakatau pada 3 bulan terakhir (Januari-Maret) 2022 pada data ibu hamil trimester III tahun 2022 terdapat 120 orang dengan jumlah ibu hamil trimester I sebanyak 60 orang, trimester II sebanyak 30 orang, dan trimester III sebanyak 30 orang. Dari 30 orang ibu hamil trimester III sebanyak 20 orang (66.7%) yang mengeluh nyeri punggung baik bagian atas ataupun bawah, dan 10 orang (33.3%) mengeluhkan nyeri dibagian pinggul, bokong dan menyebar ke area tungkai kaki. Tujuan: Untuk mengetahui asuhan keperawatan ibu hamil trimester  III dengan gangguan rasa nyaman nyeri punggung bawah melalui metode pelvic rocking di Klinik Balai Krakatau Kemiling Bandar Lampung Tahun 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan pada penulisan laporan studi kasus yang berfokus pada asuhan keperawatan ibu hamil trimester III dengan gangguan rasa nyaman nyeri punggung bawah melalui metode pelvic rocking. Subyek atau pasien kelolaan pada penelitian ini sebanyak 3 orang ibu hamil trimester 3 yang digunakan dalam studi kasus ini adalah ibu hamil TM III yang memenuhi kriteria. Kriteria sampel sebagai subyek asuhan keperawatan yakni mengikuti kelas hamil di Klinik Balai Krakatau, pasien mengalami masalah nyeri pinggang trimester III, usia ibu pada rentang 25-35 Tahun, paritas primipara dan multipara, kenaikan BB Ideal 9 Kg selama kehamilan trimester I hingga trimester III, memiliki rekam medik lengkap dalam register klinik, pasien bersedia dijadikan sampel, dan menerima asuhan keperawatan yang dituangkan dalam surat persetujaun (informed consent). Hasil: Pengkajian pada Ny. D Ny. A, Dan Ny. W didapatkan keluhan utama pasien mengatakan nyeri punggung bawah selama kehamilan Trimester III. Diagnosa keperawatan yang didapat adalah gpangguan rasa nayam nyeri bd perubahan berat badan dan beban muskuloskeltas ibu hamil TM III. Intervensi dilakukan selama 3 hari dengan pemberian pelvic rocking selama 3 hari dengan durasi 30 menit selama 1 kali perlakuan. Kajian implementasi selama 3 hari didapat hasil sebagian msalah teratasi, yang ditandai dengan menurunnya skala nyeri punggung bawah pada ibu hamil Trimester III. Hasil evaluasi yang dilakukan selama tiga hari menunjukkan semua masalah dapat teratasi. Simpulan: Diagnosa keperawatan yang didapat adalah gpangguan rasa nayam nyeri berhubungan dengan perubahan berat badan dan beban muskuloskeltas ibu hamil TM III. Pemberian intervensi selama 3 hari dengan pemberian pelvic rocking berdurasi 30 menit selama 1 kali perlakuan menunjukkan adanya penurunan skala nyeri punggung bawah pada ibu hamil Trimester III. Saran: Hasil penelitian ini dapat diaplikasikan sebagai pertimbangan secara rasional untuk pendekatan pada ibu hamil Trimester III yang mengalami nyeri pinggang dengan memberikan edukasi latihan pelvic rocking saat kelas hamil. Peneliti selanjutnya menggunakan variabel yang berbeda dengan membandingkan terapi komplementer lainnya, seperti kompres hangat dan terapi yoga.   Kata kunci: Kehamilan TM III; Nyeri Punggung Bawah; Pelvic Rocking.
SOSIALISASI PENERAPAN METODE RELAKSASI OTOT PROGRESIF UNTUK MENURUNKAN NYERI MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI DESA SUMBER AGUNG LAMPUNG TENGAH Adelta, Yosi; Keswara, Umi Romayati; Rilyani, Rilyani; Trismiyana, Eka; Elliya, Rahma; Wandini, Riska; Triyoso, Triyoso
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 November 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v5i2.13146

Abstract

Menstruasi atau haid ialah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus, disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium. Dan pada masa remaja ini tak jarang mengalami gangguan menstruai seperti dismenorea. Dismenorea atau nyeri haid mungkin merupakan suatu gejala yang paling sering menyebabkan wanita - wanita muda pergi ke dokter untuk konsultasi dan pengobatan (Winkjosastro, 2016). Menurut World Health Organization (WHO) angka kejadian dismenore cukup tinggi diseluruh dunia. Angka kejadian nyeri menstruasi di seluruh dunia masih sangat banyak, persentase kejadian nyeri menstruasi di dunia rata-rata lebih dari 50% atau berkisar sebesar 15,8-89,5% wanita di setiap negara mengalami nyeri menstruasi. (Widiatami, 2018). Di Indonesia, angka kejadian dismenorhea 64,25 % terdiri dari 54,89 % dismenorhea primer dan 9,36 % dismenorhea sekunder. Selama 50 tahun terakhir tercatat 75 % perempuan mengalami nyeri haid. Biasanya gejala dismenorhea primer terjadi pada perempuan usia produktif dan perempuan yang belum pernah hamil. Dismenorhea sering terjadi pada perempuan yang berusia antara 20 tahun atau pada usia sebelum 25 tahun. Sebanyak 61 % terjadi pada perempuan yang belum menikah (Syamsurita., Ikawati, 2022)  Hasil prasurvey yang dilakukan di Desa Sumber Agung Lampung Tengah dengan jumlah keseluruhan remaja putri sejumlah 10 didapat jumlah remaja putri sebanyak 8 orang yang mengalami nyeri haid di hari pertama. Penggunaan latihan relaksasi progresif merupakan salah satu metode non farmaklogi yang bisa  digunakan untuk penatalaksanaan nyeri. Kata Kunci : Nyeri Menstruasi, Metode Relaksasi Otot Progresif 
TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK SENAM PROLANIS PADA LANSIA YANG MENDERITA HIPERTENSI DI UPTD PSLU TRESNA WERDA NATAR LAMPUNG SELATAN Keswara, Umi Romayati; Rilyani, Rilyani; Trismiyana, Eka; Wardiyah, Aryanti; Andoko, Andoko; Slivia, Eka; Elliya, Rahma
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i1.14752

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang sering diderita oleh lanjut usia atau lansia. Hal ini terjadi karena lansia mengalami perubahan fisik dan penurunan fungsi  tubuh, hipertensi pada  lansia  apabila tidak ditangani dengan tepat dan dibiarkan begitu saja dapat menimbukan komplikasi. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah. Untuk memberikan terapi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup yang optimal pada penderita hipertensi. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah Memberikan penyuluhan dan Selanjutnya dilaksanakan kegiatan senam prolanis secara bersama-sama. Hasil terjadi peningkatan pengetahuan lansia sebesar 55%. Kesimpulan Hasil kegiatan penyuluhan didapatkan bahwa 45 responden memiliki riwayat hipertensi. Mayoritas responden di UPTD PSLU Tresna Werdha sangat berantusias dalam mengikuti kegiatan, terutama kegiatan terapi senam prolanis untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Namun beberapa responden mengalami kesulitan untuk bergerak dikarenakan keterbatasan responden dalam melakukan aktivitas. Saran bagi lansia yang memiliki riwayat penyakit hipertensi untuk dapat melakukan senam prolanis dengan rutin sehingga dapat menurunkan dan mengontrol tekanan darah.
Pengaruh progressive muscle relaxation (PMR) terhadap kualitas tidur lansia Selvianti, Utari Aditia; Keswara, Umi Romayati; Hermawan , Dessy
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 7 (2024): Volume 18 Nomor 7
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v18i7.427

Abstract

Background: Elderly people have poor sleep quality which disrupts their activities during the day. Progressive muscle relaxation (PMR) is a simple relaxation method that goes through two processes, namely tensing and relaxing the muscles of the body and is one of the techniques that can reduce sleep quality in the elderly. Purpose: To determine the effect of progressive muscle relaxation (PMR) on sleep quality in the elderly. Method: Quantitative research type with pre-experimental one group pretest-posttest design. The population of all elderly people at the Labuhan Ratu Health Center was 342 elderly people with a sample size of 20 respondents. Sampling used purposive sampling technique and data analysis used the Wilcoxon test. Results: The average sleep quality of the elderly before the intervention was 10.30 with a standard deviation of 2,080, a range of values ​​7-15, while the average sleep quality of the elderly after the intervention decreased to 5.35 with a standard deviation of 1,599, a range of values ​​4-9. The difference in the average value before and after PMR was 4.95 with a standard deviation difference of 0.481. Conclusion: There was a difference in the average sleep quality of the elderly before and after the intervention PMR with a statistical test result of p-value 0.000 (<0.05), so there was an effect of PMR on the sleep quality of the elderly. Suggestion: PMR can be done independently at home and as an additional therapy that can be used to improve sleep quality.   Keywords: Elderly; Progressive Muscle Relaxation (PMR); Sleep Quality.   Pendahuluan: Lansia memiliki kualitas tidur yang buruk yang menyebabkan terganggunya aktivitas di siang hari. Progressive muscle relaxation (PMR) merupakan salah satu metode relaksasi sederhana yang melalui dua proses yaitu menegangkan dan merelaksasikan otot tubuh dan menjadi salah satu teknik yang dapat menurunkan kualitas tidur lansia. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh progressive muscle relaxation (PMR) terhadap kualitas tidur lansia. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pre eksperimental one group pretest-posttest design. Populasi seluruh lanjut usia yang ada di Puskesmas Labuhan Ratu sebanyak 342 lansia dengan jumlah sampel 20 responden. Pengumpulan sampel menggunakan teknik sampling purposive sampling dan analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Rata-rata kualitas tidur lansia sebelum intervensi adalah 10.30 dengan standar deviasi 2.080 rentang nilai 7-15, sedangkan rata-rata kualitas tidur lansia sesudah diberi intervensi mengalami penurunan menjadi 5.35 dengan standar deviasi 1.599, rentang nilai 4-9. Selisih nilai mean sebelum dan setelah PMR 4.95 dengan selisih standar deviasi 0.481. Simpulan: Terdapat perbedaan rata-rata kualitas tidur lansia sebelum dan sesudah dilakukan intervensi (PMR) dengan hasil uji statistik p-value 0.000 (< 0.05), sehingga adanya pengaruh PMR terhadap kualitas tidur lansia. Saran: PMR dapat dilakukan secara mandiri di rumah dan sebagai terapi tambahan yang bisa digunakan dalam meningkatkan kualitas tidur.   Kata Kunci: Kualitas Tidur; Lansia; Progressive Muscle Relaxation (PMR).
Pengaruh pelvic rocking exercise terhadap nyeri punggung bawah ibu hamil trimester III (studi kasus) Gustiani, Dwi; Gunawan, Muhammad Ricko; Keswara, Umi Romayati
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 3 No 2 (2023): December Edition 2023: Penanggulangan penyakit berpotensi kejadian luar biasa
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v3i2.382

Abstract

Background: Data obtained from Basic Health Research in 2021 shows that 82.1% of pregnant women underwent K4 in Lampung and the proportion of health facilities where they were first referred when experiencing pregnancy complications was 6.9% in the Community Health Center. Based on the Balai Krakatau Clinic register data for the last 3 months (January-March) 2022, there were 120 pregnant women in the third trimester of 2022, with 60 pregnant women in the first trimester, 30 people in the second trimester, and 30 people in the third trimester. Of the 30 third trimester pregnant women, 20 people (66.7%) complained of back pain both upper and lower, and 10 people (33.3%) complained of pain in the hips, buttocks and spreading to the leg area. Purpose: To determine nursing care for pregnant women in the third trimester with discomfort and lower back pain using the pelvic rocking method at the Balai Krakatau Kemiling Clinic, Bandar Lampung in 2022. Method: This research uses an approach to writing a case study report that focuses on nursing care for pregnant women in the third trimester with low back pain comfort disorders using the pelvic rocking method. The subjects or patients managed in this study were 3 third trimester pregnant women used in this case study, TM III pregnant women who met the criteria. The criteria for the sample as a subject of nursing care were attending pregnancy classes at the Balai Krakatau Clinic, the patient experiencing low back pain in the third trimester, the mother's age in the range of 25-35 years, primiparous and multiparous parity, an ideal weight gain of 9 kg during pregnancy from the first trimester to the third trimester, have complete medical records in the clinical register, the patient is willing to be sampled, and receives nursing care as outlined in an informed consent letter. Results: Assessment of Mrs. D Mrs. A, And Mrs. W found that the patient's main complaint was lower back pain during the third trimester of pregnancy. The nursing diagnosis obtained was discomfort and pain related to changes in body weight and musculoskeletal burden of TM III pregnant women. The intervention was carried out for 3 days by providing pelvic rocking for 3 days with a duration of 30 minutes for 1 treatment. The 3-day implementation study showed that some of the problems had been resolved, which was indicated by a decrease in the scale of lower back pain in pregnant women in the third trimester. The results of the evaluation carried out over three days showed that all problems could be resolved. Conclusion: The nursing diagnosis obtained was discomfort and pain related to changes in body weight and musculoskeletal load of TM III pregnant women. Providing intervention for 3 days with 30 minutes of pelvic rocking for 1 treatment showed a decrease in the scale of lower back pain in pregnant women in the third trimester. Suggestion: The results of this research can be applied as a rational consideration for approaching pregnant women in the third trimester who experience low back pain by providing education on pelvic rocking exercises during pregnancy classes. Next researchers used different variables by comparing other complementary therapies, such as warm compresses and yoga therapy.   Keywords: Lower Back Pain; Pelvic Rocking; TM III Pregnancy.   Pendahuluan: Data yang diperoleh dari Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2021 menunjukkan bahwa ibu hamil yang melakukan K4 sebanyak 82.1 % di Lampung dan proporsi fasilitas kesehatan tempat rujukan pertama saat mengalami komplikasi kehamilan 6.9 % di Puskesmas. Berdasarkan data register Klinik Balai Krakatau pada 3 bulan terakhir (Januari-Maret) 2022 pada data ibu hamil trimester III tahun 2022 terdapat 120 orang dengan jumlah ibu hamil trimester I sebanyak 60 orang, trimester II sebanyak 30 orang, dan trimester III sebanyak 30 orang. Dari 30 orang ibu hamil trimester III sebanyak 20 orang (66.7%) yang mengeluh nyeri punggung baik bagian atas ataupun bawah, dan 10 orang (33.3%) mengeluhkan nyeri dibagian pinggul, bokong dan menyebar ke area tungkai kaki. Tujuan: Untuk mengetahui asuhan keperawatan ibu hamil trimester  III dengan gangguan rasa nyaman nyeri punggung bawah melalui metode pelvic rocking di Klinik Balai Krakatau Kemiling Bandar Lampung Tahun 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan pada penulisan laporan studi kasus yang berfokus pada asuhan keperawatan ibu hamil trimester III dengan gangguan rasa nyaman nyeri punggung bawah melalui metode pelvic rocking. Subyek atau pasien kelolaan pada penelitian ini sebanyak 3 orang ibu hamil trimester 3 yang digunakan dalam studi kasus ini adalah ibu hamil TM III yang memenuhi kriteria. Kriteria sampel sebagai subyek asuhan keperawatan yakni mengikuti kelas hamil di Klinik Balai Krakatau, pasien mengalami masalah nyeri pinggang trimester III, usia ibu pada rentang 25-35 Tahun, paritas primipara dan multipara, kenaikan BB Ideal 9 Kg selama kehamilan trimester I hingga trimester III, memiliki rekam medik lengkap dalam register klinik, pasien bersedia dijadikan sampel, dan menerima asuhan keperawatan yang dituangkan dalam surat persetujaun (informed consent). Hasil: Pengkajian pada Ny. D Ny. A, Dan Ny. W didapatkan keluhan utama pasien mengatakan nyeri punggung bawah selama kehamilan Trimester III. Diagnosa keperawatan yang didapat adalah gpangguan rasa nayam nyeri bd perubahan berat badan dan beban muskuloskeltas ibu hamil TM III. Intervensi dilakukan selama 3 hari dengan pemberian pelvic rocking selama 3 hari dengan durasi 30 menit selama 1 kali perlakuan. Kajian implementasi selama 3 hari didapat hasil sebagian msalah teratasi, yang ditandai dengan menurunnya skala nyeri punggung bawah pada ibu hamil Trimester III. Hasil evaluasi yang dilakukan selama tiga hari menunjukkan semua masalah dapat teratasi. Simpulan: Diagnosa keperawatan yang didapat adalah gpangguan rasa nayam nyeri berhubungan dengan perubahan berat badan dan beban muskuloskeltas ibu hamil TM III. Pemberian intervensi selama 3 hari dengan pemberian pelvic rocking berdurasi 30 menit selama 1 kali perlakuan menunjukkan adanya penurunan skala nyeri punggung bawah pada ibu hamil Trimester III. Saran: Hasil penelitian ini dapat diaplikasikan sebagai pertimbangan secara rasional untuk pendekatan pada ibu hamil Trimester III yang mengalami nyeri pinggang dengan memberikan edukasi latihan pelvic rocking saat kelas hamil. Peneliti selanjutnya menggunakan variabel yang berbeda dengan membandingkan terapi komplementer lainnya, seperti kompres hangat dan terapi yoga.   Kata kunci: Kehamilan TM III; Nyeri Punggung Bawah; Pelvic Rocking.
Co-Authors A&#039;raaf Almaera Febrian Ade Gunawati Sandi Adelta, Yosi Adha, Adinda Wulan Ahmad Muammar Khoddafi Akbar Cholidin Alparizi, Melki Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko, Andoko Andriyanto Andriyanto Anita Bustami Ari Yunita Arozan, Dimas Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah, Aryanti Athaya Hafizhah Aulia Cyntia Gumas A’raaf Almaera Febrian Bagus Pranata Budi, Wahyu Setianing Cahyani, Annida Arrum Cahyani, Restiana Chrisanto, Eka Yudha Christin Angelina Febriani Dewi Kusumaningsih Dhitya, Ray Krisna Dian Arif Wahyudi Dimas Ning Pangesti Djamaludin, Djunizar Djunizar Djamaludin Dwiky Dermawan Santari Easter Yanti, Dhiny Eka Trismiana Eka Trismiyana Eka Trismiyana Eka Yudha Chrisanto Elliya, Rahma Eriyani Eriyani Erna Yulianti Fadila, Enggar Febrian, A’raaf Almaera Firamita Yusticia Fitria Fitria Gunawan, M. Ricko Gustiani, Dwi Heni Kartika Sari Hermawan , Dessy Hermawan, Dessy Hesti Wulandari Hesti Wulandari Hidayat, Asep Rahmad Ibnu Hasyim Ibnu Samsul Bahri Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Juana, Rika KHADAFI, AHMADMUAMAR Kusuma, Intania Laili Pritasari Leni Marlena Lidya Ariyanti Lodry Yano Ludiana Ludiana M. Arifki Zainaro M. Ricko Gunawan Made Novita Sari Mahdi Antoni Mardani Mardani Mardiani, Wiwin Marlena, Leni Maya Maya Melki Alparizi Muhamad Arifki Zaenaro Nepiana, Nurul Novikasari, Linawati Novrita Syuhada Nurlita, Ela Nurliyani Nurliyani Palupi, Antika Pragumansyah, Juanda Prima Dian Furqoni Pritasari, Laili Rafli, Muhammad Rahma Elliya Rahmat Hidayat Rahmawati, Reka Putri Ramadhani, Gita Reka Putri Rahmawati Resna Mahdewi Puteri Ria Aryani Riadini, Irma Rianty, Dian Asih Rilyani Rilyani Rilyani, Rilyani Riska Wandini, Riska Rita, Desi Risna Rudi Winarno Safutri, Apriyanti Selvianti, Utari Aditia Setiawati Setiawati Siska Mutiara Slamet Widodo Slamet Widodo Slivia, Andi Bunga Slivia, Eka Solbari Solbari Sri Haryani Stevian Ahmad Yuliansyah Super Adinata Teguh Pribadi Teguh Pribadi Tomi Saputra Trismiyana, Eka Triyono, Taufiq Hidayat Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso, Triyoso Utami, Vida Wira Wahid Tri Wahyudi Wahyu Karhiwikarta Winarno, Rudi Wiwik Erni Puspita Sari Yeni Novita Yopita Sari Yulendasari, Rika Yuliasari, Dewi Yuni Hastuti