Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat membuang sampah pada tempatnya Setiawati, Setiawati; Elliya, Rahma; Wahyudi, Wahid Tri; Erpiyana, Refsi; Saputra, Dian Angen; Dila, Ratu Ratna
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i1.311

Abstract

Background: PHBS is all health behaviors that are carried out on the awareness of an individual so that families and family members can help themselves in the health sector, and play an active role in the community in daily activities. Clean and Healthy Living Behavior is one way to share experiences regarding pattern or behavior of healthy living in the wider community, groups or individuals by providing information or conducting counseling to the community, this is done as one of the information or knowledge. There is some knowledge that can be shared such as educational materials, it can increase knowledge and insight so that people can understand responsiveness and care more about clean and healthy lifestyle behaviors. Purpose: Respondents can know and understand about disposing of waste in its place. Method: The implementation of the method used in this counseling is carried out in 2 stages, namely the first to explain about disposing of waste in its place and secondly after the counseling is to dispose of waste in its place using leaflets, respondents are given questions and answers about disposing of waste in its place. Result: Respondents understand about disposing of garbage in its place. Conclusion: There is a significant influence between counseling on Clean and Healthy Behaviour on the cleanliness of students in disposing of garbage in its place to school children at Public Elementary School 1 Panjang Utara Bandar Lampung. Keywords: Application of PHBS; Counseling; Throw Garbage in its Place Pendahuluan: PHBS ialah segala perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran seorang individu hingga keluarga dan anggota keluarganya dapat membantu diri sendiri dalam bidang kesehatan, dan berperan aktif terhadap masyarakat dalam kegiatan sehari-hari. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat merupakan salah satu cara untuk menyalurkan pengalaman mengenai pola atau perilaku hidup sehat dalam masyarakat luas kelompok ataupun individu dengan cara memberikan informasi atau melakukan penyuluhan kepada masyarakat, hal ini dilakukan sebagai salah satu informasi atau pengetahuan. Ada beberapa pengetahuan yang dapat dibagikan seperti materi edukasi, hal tersebut dapat menambah pengetahuan serta wawasan sehingga masyarakat dapat memahami tanggap serta lebih perduli terhadap  perilaku cara hidup yang bersih dan sehat. Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang membuang sampah pada tempatnya. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam penyuluhan ini dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama menjelaskan tentang membuang sampah pada tempatnya dan kedua setelah dilakukan penyuluhan membuang sampah pada tempatnya menggunakan leaflet, responden diberikan tanya jawab tentang membuang sampah pada tempatnya. Hasil: Responden memahami tentang membuang sampah pada tempatnya Simpulan: Adanya pengaruh yang signifikan antara penyuluhan Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat terhadap kebersihan siwa/siswi dalam membuang sampah pada tempatnya pada anak sekolah di SDN1 Panjang Utara, Bandar Lampung.
Upaya Pencegahan Kecemasan Pada Lansia Terhadap Kesendirian Trismiana, Eka; Rizka, Mahda; K, Umi Rohmayati; Rilyani, Rilyani; Aryanti, Aryanti; Andoko, Andoko; Silvia, Eka; Elliya, Rahma; Wandini, Riska; Triyoso, Triyoso; Setiawati, Setiawati
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.20525

Abstract

 Pendahuluan: Semua orang akan mengalami proses menua dan masa tua merupakan masa hidup manusia yang terakhir. Salah satu gangguan yang dapat muncul pada usia lanjut adalah gangguan mental dan yang paling sering muncul adalah kecemasan. Kesepian merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kecemasan pada lansia.Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan terhadap upaya pencegahan pada lansia terhadap kesendirian.Metode: Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal30 Oktober 2023 meliputi wawancara, sesi tanya-jawab serta presentasi yang diampaikan pemateri menggunakan leaflet dan komputer kepada 21 orang Lansia.Hasil: Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah lansia sangat memahami dan antusias terhadap materi yang disampaikan.Simpulan: Masyarakat khususnya lansia diharapkan dapat segera mengatasi masalah kecemasan yang terjadi pada dirinya sendiri.Kata Kunci: Lansia, Kecemasan, Kesendirian, Penyuluhan Kesehatan
Edukasi Pengontrolan Kecemasan pada Remaja Menggunakan Terapi Hipnosis Lima Jari Prima Dian Furqoni; Rahma Elliya; Triyoso Triyoso; Rika Juana; Yanti Fitria; Yunidha Puspita Sari; Najamuddin Dalimunthe
Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat. Vol. 3 No. 3 (2025): August : Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/natural.v3i3.1540

Abstract

Anxiety in adolescents in Indonesia is an increasingly pressing mental health problem. According to the National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) conducted in 2022, around 15.5 million Indonesian adolescents aged 10 to 17 years experienced mental health problems in the past 12 months. Various factors, such as academic pressure, bullying, problems in family and peer relationships, and the influence of social media, often cause anxiety in adolescents. Five-finger hypnotherapy is a therapy that uses five fingers to help clients change their perception of their anxiety levels without the effects of dependency. Using five-finger hypnosis, combine the index finger and thumb to imagine a healthy body, the middle finger to imagine a loving and caring person, the ring finger to imagine achievements, awards, and praise that have been experienced, and the little finger to imagine the most beautiful place ever visited. The purpose of this activity is to increase adolescent knowledge and skills to overcome anxiety with five-finger hypnosis. The socialization method in the form of lectures and questions and answers is used in this activity with leaflets and flip charts. The results of the respondents' activities were very enthusiastic about the material presented and there were several respondents who asked questions. The conclusion of this educational activity was successful in increasing the knowledge and skills of adolescents in overcoming anxiety.
Pengaruh pijat punggung pada lansia dengan gangguan kualitas tidur Sastria Handayani; Elliya, Rahma; Furqoni, Prima Dian
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2024): April Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v3i1.415

Abstract

Abstract   Background: The elderly are a group of human ages that are in the final stages of life. The elderly experience a process called aging. These changes generally lead to a decline in physical and mental health. One of the deterioration of the elderly that can affect the physical and psychological aspects of the elderly is the quality of sleep. Massage therapy helps cure various physical ailments. The right massage can address a variety of health issues. Massage not only cures physical ailments, but it also calms the mind, reduces stress, and makes you feel more comfortable. It can also trigger the release of endorphins, brain chemicals that create feelings of comfort and improve sleep quality. Purpose: To carry out nursing care on the influence of back massage therapy to overcome quality disorders in elderly patients. pretest-posttest design without a control group, and the design of this study is included in the pre-experimental study. The nature of nursing research in this study is a pseudo-experiment or quasi-experiment and aims to reveal the influence of adaptive manipulation on respondents. Results: Based on the results of the case study that has been carried out, the results were obtained that both respondents had good sleep quality with a score of 5 after being given a back massage. After applying a back massage for 3 days before going to bed with a duration of 10 minutes, Mrs. M had good sleep quality with a sleep quality score of 5 and Mrs. N had good sleep quality with a sleep quality score of 5. Conclusion: Nursing care carried out for 5 days on both Mrs. M and Mrs. N clients there were results of a decrease in scores before and after the treatment of orthogonal massage therapy for 3 days where both respondents had good quality with a score of < 5 after being given a back massage for 3 days before going to bed with a duration of 10 minutes
Asuhan keperawatan gerontik hipertensi dalam penerapan terapi dash diet (pendekatan diet untuk menghentikan hipertensi) Heni Kartika Sari; Elliya, Rahma; Winarno , Rudi
JOURNAL OF Medical Surgical Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): June Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/msc.v2i1.374

Abstract

Background: Elderly people have health problems, this problem starts with reduced body cells which weakens body function and endurance, and increases risk factors for disease. Several diseases that commonly occur in the elderly such as hypertension, hearing and vision problems, dementia, osteoporosis, etc. The incidence of hypertension is more numerous and often experienced by the elderly whose main cause is influenced by unhealthy eating patterns such as foods that contain lots of saturated fat, high in salt, lack of vegetables and fruit Purpose: The research aims to provide gerontic nursing care with hypertension in the application of the DASH (Dietary Approach to Stop Hypertension) diet in Kampung Baru Sidosari Natar, Lampung Selatan 2023 which includes assessment, formulation of diagnoses, interventions, implementation and evaluation. Method: This type of research uses qualitative descriptive research. With a nursing care case study approach which includes assessment, nursing diagnosis, planning, implementation, and evaluation. As well as this case study is Hypertension Gerontic Nursing Care in Application. Dash Diet therapy (dietary approach to stop hypertension). Results: Case studies are processed in tables and narratives. Based on the results of the nursing problem assessment, it is found that there is a deficit of knowledge associated with a lack of exposure to information about the DASH (Dietary Approach to Stop Hypertension) diet. Conclusion: The results showed that there were changes in blood pressure that arose as a result of implementing the DASH (Dietary Approach To Stop Hypertension) diet. better controlled and avoid complications that may occur. This can happen if you don't change your diet healthily. Keywords: Diet; Elderly; Hypertension; Pendahuluan: Lansia memiliki masalah kesehatan, masalah ini dimulai dengan berkurangnya se-sel tubuh yang melemahkan fungsi dan daya tahan tubuh, serta meningkatkan faktor risiko penyakit.beberapa penyakit yang umum terjadi pada lansia seperti hipertensi, gangguan pendengaran dan penglihatan, demensia, osteoporosis, dll. Kejadian hipertensi lebih banyak dan sering di alami oleh lansia yang penyebab utamanya di pengaruhi oleh pola makan yang tidak sehat seperti makanan yang mengandung banyak lemak jenuh, tinggi garam, kurang sayur dan buah. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan gerontik dengan hipertensi dalam penerapan diet DASH (Dietary Approach to stop Hypertension) di desa kampung baru sidosari natar, lampung selatan 2023. yang meliputi pengkajian, perumusan diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawata yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Serta studi kasus ini adalah Asuhan Keperawatan Gerontik Hipertensi Dalam Penerapan. Terapi Dash Diet (Pendekatan Diet Untuk Menghentikan Hipertensi). Penelitian yang digunakan meliputi wawancara, observasi dan pemeriksaan fisik. The research used includes interviews, observations and physical examinations. Hasil: Studi kasus diolah secara tabel dan narasi. berdasarkan hasil pengkajian masalah keperawatan yang didapatkan adalah defisit pengetahuan berhubungan dengan kurangnya terpapar informasi mengenai diet DASH (Dietary Approach to stop Hypertension). Simpulan: Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan tekanan darah yang timbul karena penerapan pola makan diet DASH (Dietary Approach To Stop Hypertension), artinya penelitian ini bermanfaat bagi penderita hipertensi untuk menurunkan tekanan darah serta mengatur pola makan agar lebih terkontrol serta menghindari komplikasi yang mungkin saja dapat terjadi jika tidak merubah pola makan dengan sehat.
Terapi dengan aroma lavender pada gangguan pola tidur lansia di Desa Sukajaya Lempasing Pesawaran Sumo, Ni Luh; Furqoni, Prima Dian; Elliya, Rahma
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 7 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i7.1439

Abstract

Background: The aging process in older adults (60 years and older) reduces biological, psychological, and social functioning, increasing susceptibility to infection, cognitive impairment, and disrupted sleep patterns, which negatively impact quality of life. In Lampung Province, 70% of social care residents reported difficulty initiating and maintaining sleep. Although sleeping pills are effective in the short term, the risk of dependency and side effects encourage the use of non-pharmacological interventions. Lavender aromatherapy, with its antiseptic and relaxing properties, has been shown to be effective in reducing the severity of insomnia in older adults. A pre-survey in Sukajaya Lempasing Village confirmed that 70% of older adults experience sleep disorders, underscoring the need for integrated interventions to improve sleep quality and quantity. Purpose: To provide an overview of nursing care using lavender aromatherapy interventions for older adults experiencing sleep disorders. Method: The study was conducted from June 26 to July 3, 2025, in Sukajaya Lempasing Village, Pesawaran, Lampung. Two elderly individuals were selected as respondents based on inclusion and exclusion criteria. The lavender aromatherapy intervention was administered for seven days, accompanied by family support, and face-to-face meetings on the first and eighth days. The study used a one-group pre-test and post-test design. Data were collected through assessments, interviews, and observations using observation sheets and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data were analyzed descriptively to compare pre- and post-intervention scores. Results: The lavender aromatherapy intervention demonstrated improved sleep quality in both respondents, with a decrease in sleep disturbance scores from poor to good: Respondent 1 decreased from 17 to 7, and Respondent 2 decreased from 16 to 6. Conclusion: Seven days of lavender aromatherapy proved effective as a non-pharmacological independent nursing intervention, resulting in a decrease in sleep disturbance scores in the elderly from poor to good, an increase in sleep duration to 6–7 hours per day, and improvements in symptoms and relaxation. Suggestion: Lavender aromatherapy should be integrated into nursing practice for older adults with sleep disorders through relaxation education, sleep environment management, regular monitoring, and family involvement for long-term effectiveness. Keywords: Elderly; Lavender aromatherapy; Sleep pattern disorders Pendahuluan: Proses penuaan pada lansia (≥ 60 tahun) menurunkan fungsi biologis, psikologis, dan sosial, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap infeksi, gangguan kognitif, dan gangguan pola tidur yang berdampak negatif pada kualitas hidup. Di Provinsi Lampung, 70% penghuni panti sosial melaporkan kesulitan memulai dan mempertahankan tidur. Meski obat tidur efektif jangka pendek, risiko ketergantungan dan efek samping mendorong penggunaan intervensi nonfarmakologis. Aromaterapi lavender, dengan sifat antiseptik dan relaksasi, terbukti efektif menurunkan keparahan insomnia lansia. Presurvei di Desa Sukajaya Lempasing mengonfirmasi bahwa 70% lansia mengalami gangguan tidur, menegaskan kebutuhan intervensi terpadu untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur lansia. Tujuan: Memberikan gambaran mengenai asuhan keperawatan dengan intervensi aromaterapi lavender pada lansia yang mengalami gangguan pola tidur. Metode:  Kegiatan dilaksanakan pada 26 Juni–3 Juli 2025 di Desa Sukajaya Lempasing, Pesawaran, Lampung. Dua lansia dipilih sebagai responden berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Intervensi aromaterapi lavender diberikan selama tujuh hari dengan pendampingan keluarga, serta pertemuan tatap muka pada hari pertama dan kedelapan. Penelitian menggunakan desain one-group pre-test & post-test, data dikumpulkan melalui pengkajian, wawancara, dan observasi menggunakan lembar observasi dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), serta dianalisis secara deskriptif untuk membandingkan skor sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Menunjukkan peningkatan kualitas tidur pada kedua responden setelah intervensi aromaterapi lavender, dengan penurunan skor gangguan tidur dari kategori buruk menjadi baik: Responden 1 dari skor 17 menjadi 7, dan Responden 2 dari skor 16 menjadi 6. Simpulan: Aromaterapi lavender selama tujuh hari terbukti efektif sebagai intervensi keperawatan mandiri nonfarmakologis, dengan hasil penurunan skor gangguan tidur lansia dari kategori buruk menjadi baik, peningkatan durasi tidur menjadi 6–7 jam per hari, serta perbaikan keluhan dan relaksasi. Saran: Aromaterapi lavender perlu diintegrasikan dalam praktik keperawatan lansia dengan gangguan tidur melalui edukasi relaksasi, pengelolaan lingkungan tidur, pemantauan berkala, dan keterlibatan keluarga untuk efektivitas jangka panjang.
EFEKTIFITAS RELAKSASI NAFAS DALAM PADA PENURUNAN KECEMASAN PADA PASIEN HIPERTENSI DI DESA SUKAJAYA LEMPASING DUSUN 06 SUKABUMI Anjani, Ni Wayan Oktavia; Elliya, Rahma; Hermawan, Dessy
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 5 No. 2 (2025): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/e2va9d51

Abstract

Menurut Riskesdas prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,1%, mengalami peningkatan dibandingkan prevalensi hipertensi pada Riskesdas Tahun 2013 sebesar 25,8%. Pada tahun 2018 angka ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan menjadi 13,2% pada usia 18-24 tahun,20,1% diusia 25-34 tahun dan 31,6% pada kelompok usia 25-44 tahun. Di Provinsi Lampung mencapai 8,0%. Data Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Tahun 2022 hasil jumlah estimasi penderita hipertensi di Provinsi Lampung sebesar 2.175.791 kasus. Peningkatan prevalensi hipertensi di dunia maupun di Indonesia terjadi karena beberapa faktor. Menurut (Utami, 2024) menyebutkan bahwa, salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi adalah kecemasan, Upaya untuk mengendalikan hipertensi salah satunya dengan terapi non farmakologi yaitu terapi relaksasi napas dalam. Metode penelitian deskriptif studi kasus pelayanan asuhan keperawatan. Pengambilan sampel dalam lingkup komunitas desa Suka Jaya Lempasing Dusun 06 Sukabumi yang dilakukan pada 2 pasien hipertensi yang mengalami kecemasan. Alat pengumpulan data dengan lembar pengkajian, metode yang digunakan dalam wawancara dan menggunakan kuisioner Hamilto Anxiety Rating Scale (HARS). Didapatkan hasil tingkat kecemasan pasien sebelum diterapi Ny. K dengan skor 21 dan Tn. S dengan skor 24, dan setelah diterapi terjadi penurunan tingkat kecemasan Ny. K skor 10 dan Tn. S skor 12. Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk bahan alternatif yang dapat diterapkan oleh masyarakat yang mengalami hipertensi disertai kecemasan
Pengaruh pelatihan keterampilan komunikasi interpersonal dalam meningkatkan self-esteem pada siswa Sinurat, Siti Farida; Furqoni, Prima Dian; Elliya, Rahma; Wahyudi, Wahid Tri
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 5 (2025): October Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i5.1398

Abstract

Background: Self-esteem is a very important psychological aspect in adolescent development, especially in the digital era which is full of challenges and changes. In adolescence, individuals begin to form their self-identity, and self-esteem plays a central role in this process. Purpose: To determine the effect of Communication Skills Training on the Self-Esteem of students. Method: This research is a quantitative study using a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. The research subjects were 21 tenth-grade students of SMK Persada Bandar Lampung, selected using the total sampling technique. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analysis with a dependent t-test. Results: The average Self-Esteem of students before receiving communication skills training is 19.05 with a standard deviation of 4.873, and after receiving communication skills training, it increased to a mean of 44.33 with a standard deviation of 7.631. The statistical test result shows a value of 0.000. Conclusion: There is a significant effect of communication skills training on enhancing self-esteem among students at SMK Persada Bandar Lampung in 2025. It is hoped that students can improve interpersonal communication well and appropriately to enhance their self-esteem.   Keywords: Communication Skills; : Self-Esteem; Training.   Pendahuluan: Self-esteem atau harga diri merupakan aspek psikologis yang sangat penting dalam perkembangan remaja, terutama di era digital yang penuh tantangan dan perubahan. Di masa remaja, individu mulai membentuk identitas diri mereka, dan self-esteem memainkan peran sentral dalam proses ini. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh Pelatihan keterampilan komunikasi terhadap Self Esteem siswa siswi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain Pra Eksperimental menggunakan pendekatan One group Pretest-Posttest. Subjek penelitian adalah 21 siswa kelas X SMK Persada Bandar Lampung yang dipilih dengan teknik total sampling. Analisa data analisis univariate dan bivariate dengan Uji t-dependen. Hasil: Rata-rata Self-Esteem Pada Siswa sebelum diberikan pelatihan keterampilan komunikasi adalah 19,05 dengan standar deviasi 4.873 dan setelah diberikan pelatihan keterampilan komunikasi mengalami peningkatan dengan mean 44.33 dengan standar deviation 7,631. Hasil uji statistik didapatkan nilai p-value 0,000. Simpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan pelatihan keterampilan komunikasi dalam meningkatkan self-esteem pada siswa.   Kata Kunci: Harga Diri; Keterampilan Komunikasi; Pelatihan.
Hubungan perilaku bullying dengan perilaku kekerasan fisik Kitry, Adelia Lisma Dana; Kusumaningsih, Dewi; Triyoso, Triyoso; Elliya, Rahma
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1638

Abstract

Background: A victim of bullying is someone who is anxious, easily nervous, constantly feels insecure, shy, quiet, has low self-esteem, has a physical or mental disability, behavioral problems, or a neurological developmental disorder. Purpose: To determine the relationship between bullying behavior and physically violent behavior in adolescents. Method: Quantitative research using an analytical survey design and a cross-sectional approach. The study involved 80 respondents, using accidental sampling. Univariate and bivariate data analysis used Fisher's exact test. Results: The characteristics with the highest percentages were male gender (55 respondents (68.8%) and age 15 years (43 respondents (53.8%). Most respondents stated they were not perpetrators of bullying (51 respondents (63.8%), and engaged in high-moderate violence (55 respondents (68.8%). The p-value was 0.024 (<α 0.05). Conclusion: There is a relationship between bullying behavior and physical violence at SMKN 2 Bandar Lampung in 2025. Schools need to have clear, transparent, and consistently enforced anti-bullying policies.   Keywords: Bullying; Behavior; Physical Violence.   Pendahuluan: Seseorang yang menjadi korban bullying adalah seseorang yang pencemas, mudah gugup, selalu merasa tidak aman, pemalu, pendiam, self-esteem rendah, memiliki cacat fisik atau mental, masalah tingkah laku, atau gangguan perkembangan neurologis. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan perilaku bullying dengan perilaku kekerasan fisik remaja. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian desain Survei Analitik dan pendekatan cross sectional. Subjek pada penelitian sebanyak 80 responden dengan teknik sampling menggunakan accidental sampling. Analisa data univariat dan bivariat menggunakan fisher exact. Hasil : Karakteristik dengan persentase terbanyak adalah jenis kelamin laki-laki sebanyak 55 responden (68.8%) dan usia 15 tahun sebanyak 43 responden (53,8%). Sebagian besar responden menyatakan bukan pelaku bullying sebanyak 51 responden (63,8%) melakukan perilaku kekerasan tinggi-sedang sebanyak 55 responden (68,8%). P-value = 0.024 0.05. Simpulan : Ada hubungan perilaku bullying dengan perilaku kekerasan fisik sehingga sekolah perlu memiliki kebijakan anti-bullying yang jelas, transparan, dan ditegakkan secara konsisten.   Kata Kunci: Bullying; Perilaku; Kekerasan Fisik.
Hubungan beban kerja dengan stress kerja pada pekerja lapangan Rahmadi, Andi; Elliya, Rahma; Furqoni, Prima Dian
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 1 No. 1 (2022): April Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v1i1.118

Abstract

Physical workload and chronic psychosocial stress among sugar cane plantation workers Background : The effect of work stress on workers has an influence on the professionalism of workers. Based on the results of the pre-survey research dated 1-15 August 2019 from 20 workers at PT. Indolampung Perkasa Gedung Meneng District, Tulang Bawang Regency, it is known that as many as 18 (90%) expressed insomnia, anxiety, irritability, out of 20 (100%) respondents revealed that they often worked beyond the hours specified at the start of planting or during harvest and things it is not adjusted for the compensation received. Objectives: The relationship between workload and work stress on field workers at PT. Indolampung Perkasa Gedung Meneng District Tulang Bawang Regency in 2019. Research Methods: Type of quantitative research, cross sectional design. The population of this study was 250 respondents with a sample of 154, when the study was conducted in July 2019. Primary data collection, directly to respondents. Univariate data analysis using frequency distribution and bivariate using chi square analysis. Results: It is known that 97 (63.0%) respondents did not experience work stress, 98 (66.2%) respondents had light workloads. There is a relationship between workload and work stress events in field workers in Division III and IV of PT. Indolampung Perkasa Gedung Meneng District Tulang Bawang Regency in 2019 (p-value = 0.001 OR 3,434). Conclusion: There is a relationship between workload and work stress events in field workers in Division III and IV of PT. Indolampung Perkasa Gedung Meneng District Tulang Bawang Regency in 2019. Suggestions Provide activities / events such as religious spiritual splash, training seminars on emotional and spiritual intelligence and Provide activities such as recreation for employees and families. Keywords: Work Stress, Workload, Field Workers Latar Belakang: Pengaruh stress kerja pada pekerja memiliki pengaruh terhadap profesionalitas pekerja. Berdasarkan hasil pra survey penelitian tanggal 1-15 Agustus 2019 dari 20 pekerja di PT. Indolampung Perkasa Kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang, diketahui bahwa sebanyak 18 (90%) mengungkapkan susah tidur, gelisah, mudah marah, dari 20 (100%) responden mengungkapkan bahwa sering bekerja melebihi jam yang di tentukan saat dimulai penanaman maupun saat panen dan hal tersebut tidak disesuaikan dengan imbalan yang diterima. Tujuan: Diketahui hubungan beban kerja dengan stress kerja pada pekerja lapangan di PT. Indolampung Perkasa Kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang tahun 2019. Metode: Jenis penelitian kuantitatif, rancangan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah 250 responden dengan sampel 154, waktu penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juli 2019. Pengumpulan data secara primer, langsung kepada responden. Analisis data  secara univariat  menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan analisi chi square. Hasil: Diketahui bahwa sebanyak 97 (63,0%) responden tidak mengalami stres kerja, sebanyak 98 (66,2%) responden memiliki beban kerja ringan. Ada hubungan antara beban kerja dengan kejadian stres kerja pada pekerja lapangan di Divisi III dan IV PT. Indolampung Perkasa Kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang tahun 2019 ( p-value = 0,001 OR 3,434) Simpulan: Ada hubungan antara beban kerja dengan kejadian stres kerja pada pekerja lapangan di Divisi III dan IV PT. Indolampung Perkasa Kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang tahun 2019. saran Memberikan kegiatan / acara seperti  siraman rohani keagamaan, seminar pelatihan tentang kecerdasan emosi dan spiritual dan Memberikan kegiatan seperti rekreasi bagi karyawan dan keluarga
Co-Authors Adelta, Yosi Ainur Rahma Andi Rahmadi Andoko Andoko Andoko Andoko, Andoko Anggun Istawala Anjani, Ni Wayan Oktavia Aprina Aprina Aryanti Aryanti Aryanti Wardiah Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah, Aryanti Ayu Martiana Budiarti Chelda Ernita Chrisanto, Eka Yudha Cindy Desmonika Desi Risnarita Desmonika, Cindy Dewi Kusumaningsih Diah Wahyuni Dila, Ratu Ratna Djunizar Djamaludin Eka Novita Sari Eka Novita Sari, Eka Novita Eka Trismiana Eka Trismiyana Endah Fajrianti Erlianti, Febi Ernita, Chelda Erpiyana, Refsi Evi Marta Fadhlie Ibrahim Febi Erlianti Febri Dwi Widyawati Febri Yogi Munanda Fradini Wandira Fransisca Melyana Furqoni, Prima Dian Gunawan, M. Ricko Helmawati Helmawati Heni Kartika Sari Hermawan, Dessy Hidayah, Alisah Rahmah Hilmiah Hilmiah Husada, Imam Farid Farian Ilham Agung Sakti Imam Farid Farian Husada Indra Maulana Ismi Mu&#039;alifah Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah K, Umi Rohmayati Keswara, Umi Romayati Kitry, Adelia Lisma Dana Leni Haryanti M. Arifki Zainaro Mahda Rizka F.R Mardani Mardani Marlena Marliyana Marliyana Maya Maya Mega Haryanti Meliana Hidayati Mu'alifah, Ismi Muhammad Johan Bastomi Muhammad Rafli Mutiara Arini Ariska Najamuddin Dalimunthe Neisa Adhani Niluh Sumo Nopriani Novikasari, Linawati Prima Dian Furqoni Prima Dian Furqoni Prima Dian Furqoni Prima Dian Furqoni Rahmadi, Andi Rika Juana Rika Yulendasari Rilyani Rilyani Rilyani, Rilyani Riska Wandini, Riska Rizka, Mahda Safitri, Hilda Meilinda Saputra, Dian Angen Sari, Lisa Depita Sastria Handayani Satria Baharuddin Sekardhyta Ayuning Tias Setiawati Setiawati Setiawati Setiawati Silvia, Eka Sinurat, Siti Farida Siti Herlina Mariyam Siti Nursondang Slivia, Eka Sri Haryani Sumo, Ni Luh Susi Anisia Laila Teguh Pribadi Teguh Pribadi Trismiana, Eka Trismiyana, Eka Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso, Triyoso Wahid Tri Wahyudi Widia Afira Wijayanti Wijayanti Winarno , Rudi Yanti Fitria Yopita Sari Yulianto Yulianto Yulina Yulina Yuniati Yuniati Yunidha Puspita Sari