Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search
Journal : KESMAS

HUBUNGAN ANTARA UMUR DAN DURASI KERJA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF OLEH IBU PEKERJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RANOTANA WERU KECAMATAN WANEA KOTA MANADO Momongan, Gishela S.; Doda, Vanda D.; Asrifuddin, Afnal
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air Susu Ibu merupakan makanan yang terbaik bagi bayi dalam kehidupannya. Semua kebutuhan nutrisi sudah terpenuhi dari ASI. ASI awal mengandung zat kekebalan tubuh dari ibu yang dapat melindungi bayi di seluruh dunia seperti diare, ISPA dan radang paru-paru. Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya hubungan antara umur dan durasi kerja serta pemberian ASI Eksklusif pada ibu pekerja di Wilayah Kerja Puskesmas Ranotana Weru Kecamatan Wanea Kota Manado. Jenis penelitian ini menggunakan metode pendekatan cross sectional study. Sampel berjumlah 100 ibu pekerja. Hasil penelitian dengan menggunakan fisher’s exact test yaitu adanya hubungan antara umur dengan pemberian ASI Eksklusif didapatkan nilai p= 0,038 dan adanya hubungan antara durasi kerja dengan pemberian ASI Eksklusif didapatkan nilai p= 0,011.  Kata Kunci: ASI Eksklusif, Umur, Durasi Kerja, Ibu Pekerja ABSTRACTBreast milk is the premier food for babies. All nutritional needs are fulfilled from breast milk. Early breast milk contains immune substances from mothers that can protect babies through the world such as diarrhea, URI and pneumonia. This study aims to determine the relationship between age and duration of work with exclusive breastfeeding by working mothers in the Ranotana Weru Health Center Working Area in Wanea District, Manado City. The design of this study used a cross sectional study. The population and sample of 100 working mothers. The results of the study using “fisher's exact test”, there is a relationship between age and exclusive breastfeeding p value = 0.038 and there is a relationship between the duration of work with exclusive breastfeeding p = 0.011.  Keywords: Exclusive Breastfeeding, Age, Duration of Work,
GAMBARAN BEBAN KERJA DENGAN STRESS KERJA PADA ANGGOTA KORPS BRIMON BATALYON A PELOPOR KOMPI 2 POLDA SULAWESI UTARA TAHUN 2018 Tuwing, Sriyati Felly; Doda, Vanda; Adam, Hilman
KESMAS Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Januari 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stress kerja Adalah salah satu output yang dihasilkan oleh beban kerja dalam lingkungan pekerjaan, stress kerja seringkali muncul oleh karena ketidakseimbangan antara bebankerja dengan kemampuan pekerja sehingga menyebabkan kelelahan kerja pada seseorang dalam suatu lingkungan kerja. Beban kerja pada tenaga kerja berbeda antara satu dengan tenaga kerja lainnya dan sangat tergantung dari tingkat keterampilan, kesegaran jasmani, keadaan gizi, jenis kelamin, masa kerja, usia dan ukuran tubuh dari pekerja yang bersangkutan. Kekuatan fisik seorang pekerja dapat berubah seiring waktu dan kondisi yang ada. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Beban Kerja Dan Stres Kerja Pada Anggota Korps Brimob Batalyon A Pelopor Kompi 2 Polda Sulawesi Utara Tahun 2018. Metode penelitian ini adalah bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anggota Sat Brimob Batalyon A Kompi 2 Polda Sulawesi Utara yang berjumlah 50 orang. Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah kuisioner psikososial/stress dan Nasa TLX untuk mengukur beban kerja. Hasil penelitian  yang dilakukan beban kerja pada anggota korps Brimob  Batalyon A Pelopor Kompi 2 Polda Sulut Tahun 2018 berada pada kategori sedang sedangkan stress kerja pada anggota korps Brimob Batalyon A Pelopor Kompi 2 Polda Sulut Tahun 2018 berada pada kategori tinggi. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah semua Anggota Korps Brimob Batalyon A Pelopor Kompi 2 Polda Sulut Tahun 2018 memiliki beban kerja dengan kategori sedang dan stress kerja yang tinggi.   ABSTRACTWork stress is one of the outputs produced by workloads in the work environment, work stress often arises because of an imbalance between workers and workers' abilities, causing work exhaustion in someone in a work environment. The workload on labor differs from one worker to another and is highly dependent on skill level, physical fitness, nutritional condition, gender, work period, age and body size of the worker concerned. The physical strength of a worker can change over time and conditions. The purpose of this research is to find out the description of workload and work stress on the members of the Brimob Corps of Battalion A Pioneer of Kompi 2 North Sulawesi Regional Police in 2018. This research method is descriptive analytic by using a cross sectional study approach. The population in this study were all members of the Sat Brimob Battalion A Kompi 2 North Sulawesi Regional Police which numbered 50 people. The research instrument used in this study was a psychosocial / stress questionnaire and Nasa TLX to measure workload. From the results of the research conducted, it can be concluded that the workload on members of the Brimob Corps Battalion A Pioneer 2 North Sulawesi Regional Police in 2018 is in the moderate category while work stress on members of the Brimob Corps Battalion A Pioneer of Company 2 North Sulawesi Regional Police in 2018 is in the high category. The conclusions in this study are all members of the Brimob Corps of Battalion A Pioneer of Company 2 North Sulawesi Regional Police in 2018 have a workload with a moderate category and high work stress.
HUBUNGAN ANTARA UNSAFE ACTION DAN UNSAFE CONDITION DENGAN KECELAKAAN KERJA PADA PENGENDARA OJEK ONLINE DAN OJEK PANGKALAN DI KOTA MANADO Kairupan, Felly Aprilia; Doda, Diana Vanda; Kairupan, B.H. Ralph
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerjaan pengendara ojek dihadapkan pada tingkat bahaya dan risiko yang tinggi. Setiap tahun tingkat kecelakaan kerja pada pengendara ojek meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan unsafe action dan unsafe condition dengan kecelakaan kerja pada pengendara ojek online dan ojek pangkalan di kota Manado. Penelitian ini merupakan survei analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Instrumen penelitian menggunkan  kuesioner dengan jumlah sampel 210 responden. Analisis bivariat menggunakan uji chisquare α=0,05 dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik dengan level signifikansi 5%. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, responden yang menjawab kategori aman pada faktor unsafe action (nilai ≤31) sebanyak 56,2% dan kategori aman pada unsafe condition (nilai ≤19) sebanyak 52,9%. Responden yang pernah mengalami kecelakaan kerja sebanyak 76 responden (36,2%). Berdasarkan uji statistik, didapatkan hubungan antara unsafe action dengan kecelakaan kerja di dengan pvalue 0,006 dan OR 2,260 dan terdapat hubungan antara unsafe condition dengan kecelakaan kerja di dapatkan pvalue 0,022 dan nilai OR 1,975. Hasil multivariat didapatkan unsafe action merupakan variabel yang dominan pvalue 0,015 dan OR 2,062. Faktor unsafe action merupakan faktor yang paling berhubungan dengan kecelakaan kerja pada pengendara ojek online dan ojek pangkalan di kota Manado.  Kata Kunci : Unsafe action, Unsafe Conditon, Kecelakaan Kerja, Pengendara Ojek ABSTRACTThe work of motorcycle taxi drivers is faced with a high level of danger and risk. Every year the level of work accidents on motorcycle taxi riders increases. The purpose of this study was to determine the relationship between unsafe action and unsafe condition with work accidents on online motorcycle taxi drivers and base motorcycle taxi drivers in the city of Manado. This research is a quantitative analytic survey with cross-sectional approach. The research instrument used a questionnaire with a sample of 210 respondents. Bivariate analysis using chi-square test α = 0.05 and multivariate analysis using logistic regression tests with a significance level of 5%. Based on research conducted, respondents who answered the safe category on the unsafe action factor (value ≤31) were 56.2% and the safe category in the unsafe condition (value ≤19) were 52.9%. Respondents who have experienced work accidents are 76 respondents (36.2%). Based on statistical tests, there is a relationship between unsafe action and work accident with p value 0,006 and OR 2,260 and there is a relationship between unsafe condition and work accident get pvalue 0,022 and OR value 1,975. Multivariate results obtained unsafe action is a dominant variable p value 0.015 and OR 2.062. The unsafe action factor is the most related factor to work accidents on online motorcycle taxi drivers and base motorcycle taxi drivers in the city of Manado. Keywords: Unsafe action, Unsafe Conditon, Work Accident, Motorbike drivers
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN CEDERA TERTUSUK JARUM SUNTIK PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT GMIM KALOORAN AMURANG Pangalila, Cheisy M.; Sekeon, Sekplin A.S.; Doda, Diana V.
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan salah satu hal yang penting karena merupakan faktor yang berhubungan dengan kesehatan maupun keselamatan dari pekerja itu sendiri. Kejadian kecelakaan sering dialami oleh petugas kesehatan sehingga menimbulkan luka ataupun cedera. Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya kecelakaan kerja adalah beban kerja yang terlalu berat. Hal ini juga disebabkan karena kegiatan rumah sakit yang memiliki resiko bahaya yang cukup tinggi. Perawat merupakan salah satu pekerja yang rentan dengan cedera tertusuk jarum suntik dan benda tajam medis lainnya. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja, dengan cedera tertusuk jarum suntik pada perawat di rumah sakit GMIM Kalooran Amurang. Metode penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah semua perawat yang berada di rumah sakit GMIM Kalooran Amurang berjumlah 79 responden. Umur responden sebagian besar berada pada umur 20-25 tahun yaitu sebanyak 43 responden (54,4%), responden menurut Jenis kelamin yang paling banyak adalah reponden perempuan yaitu sebanyak 60 responden (75,9%) dan penelitian ini menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil Penelitian menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan cedera tertusuk jarum suntik (p=0,035).Kata Kunci : Beban Kerja, Cedera Tertusuk Jarum SuntikABSTRACTOccupational health and safety is one of the important things because it is a factor related to the health and safety of the workers themselves. Accident occurrences are often experienced by health workers and causing wounds or injuries. One of the factors that affect the occurrence of work accidents is the heavy. This is also due to the activities of hospitals that have a high risk of danger. Nurses are one of the most vulnerable workers with needle stick injuries and other medical sharp items. The purpose of this study was to analisis whether and on nurses at GMIM Kalooran Amurang hospital. This research method is an observational analytic research with cross sectional study approach. The sample in this study were all nurses who were in hospital GMIM Kalooran Amurang amounted to 79 respondents. The age of respondents was mostly at the age of 20-25 years, as many as 43 respondents (54.4%), respondents by gender the most are female respondents that is 60 respondents (75,9%) and this research use Chi- square statistic. Theresult of the study showed that there was a significant correlation between the workload and the injected needle injection (p = 0.035). Conclusion There is a relationship between workload and needle stick injury to a nurse at GMIM Kalooran Amurang hospital.Keywords : Workload, Injured Needle Injection
HUBUNGAN ANTARA PENGAWASAN ATASAN DAN PENGETAHUAN DENGAN TINDAKAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) MARIA WALANDA MARAMIS KABUPATEN MINAHASA UTARA Maramis, Marchela Debora; Doda, Diana V.; Ratag, Budi T.
KESMAS Vol 8, No 5 (2019): Volume 8, Nomor 5, Juli 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tenaga kerja berisiko tinggi terinfeksi penyakit yang dapat mengancam keselamatannya saat bekerja . Perawat merupakan tenaga kerja yang lebih banyak kontak langsung dengan pasien oleh karena itu perawat harus menerapkan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai dengan Standart Operating Procedure (SOP) untuk menghindari terjadinya infeksi saat bekerja.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengawasan atasan dan pengetahuan dengan tindakan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada perawat di rumah sakit umum Daerah (RSUD) Maria Walanda Maramis Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini merupakan survey analitik dengan pendekatan cross-sectional  (potong lintang). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April - Mei 2019. Populasi pada penelitian ini adalah semua perawat yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maria Walanda Maramis Kabupaten Minahasa Utara berjumlah 64 orang perawat. Analisis Bivariat menggunakan uji Spearman rank ɑ = 0,05 tingkat kemaknaan 95%. Hubungan antara pengawasan atasan dengan tindakan penggunaan alat pelindung diri didapatkan nilai probabilitas pvalue = 0,005 dan r = 0,346. Hubungan antara pengetahuan dengan tindakan penggunaan alat pelindung diri di dapatkan nilai probabilitas pvalue = 0.000 dan r =0,491. Terdapat hubungan antara pengawasan atasan dengan tindakan penggunaan alat pelindung diri pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maria Walanda Maramis Kabupaten Minahasa Utara. Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan tindakan penggunaan alat pelindung diri pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maria Walanda Maramis Kabupaten Minahasa Utara. Kata Kunci :Pengawasan Atasan, Pengetahuan, Tindakan penggunaan APD ABSTRACKWorkers are at high risk of contacting with infection diseases that can threaten their safety at work. Nurses are  worelikely to have direct contact with patients, there for they need to utilised the Personal Protective Equipment (PPE) in accordance with the Standard Operating Procedure (SOP) to avoid infection at work. This research was conducted to determine the relationship between supervisor supervision and knowledge of  PPE with the act of using PPE on  nurses at the Regional General Hospital Maria Walanda Maramis, North Minahasa Regency. This research was an analytical survey with a cross-sectional study design. This research was conducted in  April to May 2019. Population in this research was 64 nurses in the Regional General Hospital Maria Walanda Maramis Kabupaten Minahasa Utara. Bivariate analysis used Spearman Rank Test (ɑ = 0.05, CI 95%). Correlation between supervision with the action of used personal protective equipment (ppe) probability values obtained that pvalue=0.005 and r=0.346. Correlation between knowledge with the action of used PPE probability values obtained that pvalue=0.000 and r=0.491. The conclusion that there are correlation between supervision with the action of used PPE and there are correlation between knowledge with the action of used PPE in nurses to the Regional General Hospital Maria Walanda Maramis Kabupaten Minahasa Utara. Keywords : Supervision, Knowledge, The Action Of Using Personal Protective Equipment (PPE) 
ANALISIS BAHAYA DAN RISIKO DENGAN METODE HIRARC DI DEPARTEMENT PRODUCTION PT.SAMUDERA MULIA ABADI MINING CONTRACTOR LIKUPANG MINAHAHSA UTARA Karundeng, Intan; Doda, Diana V.; Tucunan, Ardiansa A.T.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahaya dan risiko kecelakaan kerja dapat terjadi dalam suatu aktivitas pekerjaan di suatu perusahaan sehingga diperlunya suatu upaya untuk menganalisis bahaya dan resiko dengan menggunakan salah satu metode yang ada yaitu HIRARC untuk meminimalizir tingkat resiko kecelakaan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis bahaya dan resiko pada proses pengoprasian unit Articulate Dump Truck (ADT) di area loading point dan dumping point dengan menggunakan metode HIRARC. Jenis Penelitian yang digunakan merupakan penelitian kualitatif. Dimana teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu wawancara mendalam, triangulasi data, dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan, diketahui bahwa dalam proses pengoprasian unit ADT di area loading point dan dumping point terdapat potensi bahaya diantaranya tarbrakan antar unit, tergelincir, terserunduk unit lain yang berisiko ADT terbalik, rebah dan terguling. Penilaian resiko terhadap sumber bahaya yang ada ditemukan bahaya dengan tingkat resiko tinggi yaitu tabrakan berat antar unit, resiko sedang yaitu tergelincir karena landasan ambals dan resiko ringan yaitu tabrakan ringan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dalam setiap potensi bahaya yang ada memiliki tingkat resiko yang tinggi hingga ke rendah dimana semuanya perlu adanya pengendalian untuk meminimalizir kecelakaan kerja untuk mengurangi tingkat resiko kecelakaan kerja. Saran dari penelitian adalah perusahaan harus meningkatkan keselamatan dan pengawasan pada setiap proses pekerjaan yang ada.Kata Kunci: HIRARC, ADT, Loading Point, Dumping PointABSTRACT Hazards and risks of workplace accidents can occur in a work activity in a company so that an effort is needed to analyze hazards and risks by using one of the existing methods namely HIRARC to minimize the level of accident risk. This study is a qualitative research. The technique used in the data collection in-depth interviews, data triangulation, and observation . Based of the result, it is known that in the process of operating the ADT unit in the loading point and dumping point of potential hazard including collision between units, slippery, other units are at risk of accidents such as ADT upside down, collapsed, and rolled. Risk assessment of existing hazard sources is found with high-risk hazards collisions between units, medium risk of slippery because base collapsed, and low risk .Suggestions from research are companies must improve equipment and supervision in every work process that exists.Keywords: HIRARC, ADT, Loading Point, Dumping Point
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DAN TINDAKAN TIDAK AMAN DENGAN KEJADIAN KECELAKAAN KERJA PADA KELOMPOK NELAYAN DI DESA TAMBALA Terok, Yunifi C.; Doda, Diana V.D.; Adam, Hilman
KESMAS Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan seseorang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang. Kurangnya pengetahuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja akan membentuk terjadinya tindakan tidak aman yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja dan tindakan tidak aman dengan kejadian kecelakaan kerja pada kelompok nelayan di Desa Tambala. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan menggunakan rancangan study cross sectional (potong lintang). Populasi dalam penelitian ini adalah semua tenaga kerja yang bekerja sebagai nelayan Cakalang yang masing-masing kelompok berjumlah 10 orang sehingga total populasi berjumlah 60 orang. Sampel penelitian ini adalah seluruh anggota kelompok nelayan yang berjumlah 60 orang. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan yaitu uji Fisher’s Exact. Hasil yang didapatkan terdapat hubungan antara pengetahuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja dengan kejadian kecelakaan kerja pada kelompok nelayan (p=0,043), terdapat hubungan antara tindakan tidak aman dengan kejadian kecelakaan kerja pada kelompok nelayan (p=0,021). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara pengetahuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja dengan kejadian kecelakaan kerja pada kelompok nelayan di Desa Tambala, terdapat hubungan antara tindakan tidak aman dengan kejadian kecelakaan kerja pada kelompok nelayan di Desa Tambala. Kata Kunci : Pengetahuan, Tindakan Tidak Aman, Kecelakaan Kerja ABSTRACTOne's knowledge is crucial in shaping one's actions. Lack of knowledge about occupational safety and health will form the occurrence of unsafe actions that can result in a work accident. The study aims to find out the relationship between knowledge about occupational safety and health and unsafe actions with the incidence of occupational accidents on fishing groups in Tambala village. This research is a research analytical survey using the study cross-sectional plan (cut latitude). The population in this study is all workers who work as fishermen Cakalang each group amounting to 10 people so that the total population amounted to 60 people. The research samples were all members of the group of 60 fishermen. This research instrument uses questionnaires. The analysis used is the Fisher's Exact test. The results of which there is a relationship between knowledge about occupational safety and health with the incidence of the occupational accident on the group of fishermen (P = 0,043), there is a relationship between unsafe actions with the incidence of occupational accident in the group Fisherman (P = 0,021). This research concludes that there is a relationship between knowledge about occupational safety and health with the incidence of the occupational accident on fishermen group in Tambala village, there is a link between unsafe action and accident incident Fishing group in Tambala village. Keywords: Knowledge, Unsafe Actions, Work Accident
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA, PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DENGAN KEJADIAN KECELAKAAN KERJA PADA TENAGA KERJA BONGKAR MUAT DI TEMPAT PELELANGAN IKAN Londok, Nirwana V.J; Doda, Diana V.D; Sondakh, Ricky C.
KESMAS Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecelakaan yang sering dialami para pekerja masih dalam kategori ringan dan tidak fatal tetapi hal ini tetap menjadii perhatian bagi pengwas di tempat pelelangan ikan. Berdasarkan hasil penelitian yng dilakukan, menunjukkan bahwa sebanyak 82 responden (82,0%) yang pernah mengalami kecelakaan kerja dan sebanyak 18 responden (18,0%) yang tidk pernah mengalami kecelakaan kerja. Hal ini terjadi karena kurangnya kesadaran dlam menerapkan keselamatan kerja juga tentunya bisa berpengaruh pada produktifitas kerja jika penerapan tersebut tidak dilaksanakan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antarra beban kerja, pengetahuan tentang kesehatasn dan keselamatan kerja dngan kejadian kecelakaan kerja pada tenaga kerja bongkar muat di Tempat Pelelangan Ikan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian survey analitik dengan desain study cross sectional dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 100 responden dngan menggunakan metode accidental sampling. Instrumen dlam penelitian ini menggunakan lembar penilaian metode Ovako Working Posture Analysis System dan kuesioner. Analisis yng digunakan yaitu uji statistik menggunakan Chi Square. Hasil analisis yng di dapatkan yaitu terdapat hubungan antara beban kerja dengan kejadian kecelakaan kerja (p = 0,035), dan terdapat hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan dan keselamatan kerja dengan kejadian kecelakaan kerja (p = 0,003). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan dan keselamatan kerja dengan kejadian kecelakaan kerja dan terdapat hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan dan keselamatan kerja dengan kejadian kecelakaan kerja. Kata Kunci: Beban Kerja, Pengetahuan Tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Kejadian Kecelakaan Kerja ABSTRACTThe frequent accidents are still in light and not fatal categories but this remains a concern for supervisors at the fish auction site. Based on the results of the study, showed that as many as 82 respondents (82.0%) who have experienced a working accident and as many as 18 respondents (18.0%) who has never experienced a working accident. This is because the lack of awareness in implementing occupational safety can also have an effect on the work productivity if the implementation is not carried out optimally. This research aims to analyse the relationship between workload, knowledge about occupational health and safety with the incidence of occupational accident on unloading labor at the place of the fish auction in Manado city. This type of research uses analytical survey research with cross sectional study design and number of samples taken as many as 100 respondents using accidental sampling method. The instruments in this study used the Ovako Working Posture Analysis System Method Assessment sheet and questionnaire. The analysis used is a statistical test using Chi Square. The results of the analysis is that there is a link between workloads with occupational accident events (p = 0,035), and there is a relationship between knowledge of occupational health and safety with the incidence of occupational accident (p = 0.003). The conclusion of this research is that there is a relationship between knowledge about occupational health and safety with the incidence of occupational accident and there is a relationship between knowledge about occupational health and safety with accident events Work. Keywords: Workload, knowledge of occupational health and safety, occupational accident
HUBUNGAN JARAK DAN DURASI PEMAKAIAN SMARTPHONE DENGAN KELUHAN KELELAHAN MATA PADA MAHASISWA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNSRAT DI ERA PANDEMI COVID-19 Gumunggilung, Della; Doda, Diana V. D.; Mantjoro, Eva M.
KESMAS Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluhan kelelahan mata merupakan masalah yang akan sering dijumpai dikalangan masyarakat.  Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan angka kejadian kelelahan mata atau as the nopia di dunia berkisar 75 persen sampai 90 persen. Survey knowledge, attitude, and practices (KAP) pada dokter mata di India melaporkan asthenopia sebanyak 97,8%.  Dimasa pandemi Covid-19 ini penggunaan smartphone semakin meningkat dikarenakan proses pembelajaran dilakukan secara daring, sehingga ada kemungkinan meningkatkan keluhan kelelahan mata. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan jarak dan durasi Pemakaian smartphone dengan keluhan kelelahan mata pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat. Metode penelitian adalah survei analitik dengan desain penelitian yaitu cross sectional (potong lintang). Penelitian dilakukan pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple purposive sampling dengan jumlah sampel 74 responden didapatkan melalui kuesioner online pada google from. Analisis data yang digunakan berupa analisis univariat dan analisis bivariat. Pengolahan data yang digunakan uji chi square test, untuk tingkat signifikan 95%(=0.05). Hasil penelitian ini diperoleh dari 74 responden terdapat 61 (82,4 %) responden dengan keluhan kelelahan mata akibat penggunaan smartphone. Hasil penelitian didapatkan adanya hubungan jarak pemakaian smartphone kurang baik dengan keluhan kelelahan mata pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (p-value =0,024) dan tidak terdapat hubungan durasi pemakaian smartphone dengan keluhan kelelahan mata pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (p-value= 0,955).  Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan jarak pemakaian smartphone dengan keluhan kelelahan mata pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat. Disarankan bagi pengguna smartphone, khususnya mahasiswa untuk menggunakan smartphone dengan jarak yg sesuai peraturan.  Kata kunci: jarak, durasi, smartphone, keluhan kelelahan mata. ABSTRACT:Complaints of eye fatigue are a problem that will often be encountered among the public. Based on data from the World Health Organization (WHO), the incidence of eye fatigue or asthenopia in the world ranges from 75 percent to 90 percent. A Survey of knowledge, attitude, and practices (KAP) on ophthalmologists in India reported asthenopia as much as 97.8%. During the Covid-19 pandemic, the use of smartphones is increasing because the learning process is carried out online, so there is the possibility of increasing eye fatigue complaints. The research objective was to determine the relationship between distance and duration of smartphone use and eye fatigue complaints among students of the Public Health Faculty. The research method was an analytic survey with a cross-sectional research design. The research was conducted on students of the Faculty of Public Health. The sampling technique used a simple purposive sampling method with a sample size of 74 respondents obtained through an online questionnaire on the google form. The data analysis used was in the form of univariate analysis and bivariate analysis. Data processing used the chi-square test, for a significant level of 95% (= 0.05). The results of this study were obtained from 74 respondents, there were 61 (82.4%) respondents with complaints of eye fatigue due to smartphone use. The results showed that there was a relationship between smartphone usage and complaints of eye fatigue in students of the Faculty of Public Health (p-value = 0.024) and there was no relationship between the duration of smartphone use and complaints of eye fatigue in students of the Faculty of Public Health (p-value = 0.955). This study concludes that there is a relationship between the distance of smartphone use and eye fatigue complaints in students of the Faculty of Public Health. It is recommended for smartphone users, especially students, to use smartphones at a distance that fits the regulations. Keywords: distance, duration, smartphone, eye complaints.
HUBUNGAN ANTARA PENGAWASAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PETUGAS KESEHATAN YANG KONTAK DENGAN PASIEN TUBERKULOSIS Tatuil, Titania R.G; Doda, Vanda D.; Rahman, Asep
KESMAS Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya risiko terjadinya penularan penyakit di fasilitas pelayanan kesehatan lebih besar bila dibandingkan dengan yang terjadi di masyarakat. Sedangkan petugas kesehatan yang menangani pasien tuberculosis merupakan kelompok risiko tinggi untuk terinfeksi tuberculosis. Alat Pelindung Diri menjadi alternative petugas kesehatan dalam melindung diri agar supaya tidak terkontaminasi dengan penyakit di yang ada ditempat kerja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengawasan dangan penggunaan APD pada petugas kesehatan yang kontak dengan pasien tuberculosis. Menggunakan metode survei analitik dengan rancangan survei cross sectional. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 41 orang yang merupakan perawat ruang isolasi yang kontak erat dengan pasien tuberkulosis. Analisis Bivariat menggunakan uji Chi-square. Terdapat hubungan yang signifikan antara Pengawasan yang baik dengan kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri yang baik pada Petugas Kesehatan yang Kontak dengan Pasien Tuberkulosis dengan nilai p-value = 0,002. Penelitan ini menyimpulkan pengawasan merupakan salah satu hal yg penting untuk meningkatkan kepatuhan mentaati peraturan kesehatan.  Kata Kunci : Pengawasan, Penggunaan Alat Pelindung Diri ABSTRACTIn general, the risk of disease transmission in health care facilities is greater than that of the community. Meanwhile, health workers who handle tuberculosis patients are a high-risk group for tuberculosis infection. Personal protective equipment is an alternative to prevent occupational accidents and even occupational diseases in health workers. The existence of personal protective equipment is an effort for health workers to provide an environment free from infection as well as an effort to protect themselves from patients against disease transmission. This study was conducted to determine the relationship between supervision and the use of PPE on health workers who had contact with tuberculosis patients. The method used in this study is an analytic survey using a cross sectional survey design. The approach used is a quantitative approach. The population in this study amounted to 41 people who were nurses in the isolation room who had close contact with tuberculosis patients. Bivariate analysis using the Chi-square test. There is a significant relationship between good supervision and compliance with the use of good personal protective equipment for health workers who contact tuberculosis patients with a p-value = 0.002. This research concludes that monitoring is one of the important things to improve compliance with health regulations. Keyword: Supervision, Use of Personal Protective Equipment
Co-Authors Aaltje E. Manampiring Aaltje E. Manampiring Aaltje Ellen Manampiring Aaltje Ellen Manampiring Adam, Hilman Alexander S. L. Bolang Angelia, Anggi Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Arnold, Jhierren K. T. Arthur E. Mongan Asep Rahman Asriffudin, Afnal Asterlita Ryane Wenas B H. R. Kairupan Bambang Setiawan Batara, Graysela O. Budi T. Ratag Budi Tarmady Ratag Cambu, Dominikus Chlaudia Christinia Wua Christin Andolo Damajanty H. C. Pangemanan Damayanti, Niwayan Ayu Damopoli, R.F Danes, Vennetia Ryckerens Darea, Andrew Christy Darmawan, Arondino P. Dhea Cristina Josefien Botto Elvin A. Herlambang, Elvin A. Erawati, Yanti Erwin Adams Pangkahila Erwin Kristanto Essa, Artika L. Eva M. Mantjoro Freddy W. Wagey Frico Talumewo Gita Lara Br. Ginting, Tabitha Grace D. Kandou Grace Ester Caroline Korompis Grace Korompis Gumunggilung, Della Harsali F. Lampus Hedison Polii Herlina I. S. Wungouw Hery Widijanto I. S. Wungouw, Herlina Ibur, Chikita Amanda Iramaya R. Sumayku James Komaling Jeanette I. Ch. Manoppo Jehosua S. V. Sinolungan Jehosua S.V. Sinolungan Jehosua Sinolungan Jimmy Posangi Jonesius Eden Manopo Jootje M. L. Umboh Juliatri Juliatri Junita E. Katihokang Kairupan, Felly Aprilia Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Karundeng, Intan Kevin A. G. Mandak Kolibu, Febi K. Lasarus, Loritma Lauden, Natalia Leyvita Husin Liando, Frisca Pricilia Lisay, Evanli Ken Risky Londok, Nirwana V.J Lumantow, Marfil Lydia E. N. Tendean Maino, Irny Evita Malonda, Nancy S. Malonda, Nancy S.H Mambu, Gloria Christy Manampiring, A.E Mantjoro, Eva M. Mantow, Nasrania Indah Trinity Maramis, Marchela Debora Margareth Sapulete Maria A.N.M. Kumambong Martha Marie Kaseke Masi, Gresty N.M Miftahul Huda Mokodompit, Rafika Momongan, Gishela S. Mondoringin, Lidya H. M. Moningka, Prezyllia Ulfrida Naue, Sitti H. Nelwan, Ester Jeini Ngantung, Edwin J. Nova Hellen Kapantow Oddi R Pinontoan Odi Roni Pinontoan Palandeng, Ora Et Labora I. Pandelaki, Yordan Dharmaputra Pandey, Blandina E. Pangalila, Cheisy M. Pasang, Melini T. I. Paul Y. Limuria, Paul Y. Petersen Jecson Pinontoan, Odie Pissu, Reza Rahayu H. Akili, Rahayu H. Renatta M. Nelwan Rianna J Sumampouw Richard Kowel, Richard Ricky C. Sondakh Rivelino Spener Hamel Rizald M. Rompas Rompas, Rizald M. Roring, Amanda Rorintulus, Shergina Junika Rumampuk, Hizkia Sajow, Ireine J.M. Sandy Giano Tani Sanggelorang, Sweetly Sapulete, Ivony M. Sefti Rompas Sekeon, Sekplin A.S. Senduk, Madeleine N. W. Septia, Nindirah Soeratinoyo, Dewi K. Sri Seprianto Maddusa Sriawan, Pajar Sumakul, Juschella J. Sumanti, Kevin Marvil Sumarsono Sumarsono Suoth, Lery F. Suwuh, Rendy Sylvia R. Marunduh Tahulending, Jane M. F. Talumedun, Alida P. Tandaju, Dita A. Tangkudung, Yesika Merzy Indah Tanriono, Yelvina Tatuil, Titania R.G Terok, Yunifi C. Thiessia Lady Mekel Tubagus, Ade P. Tuda, Joseft Sem Berth Tumiwa, Veijenia Irene Tuti Orangbio Tuwing, Sriyati Felly Veronica Waleleng Warbung, Yanti Yashinta Wariki, Windy M. V. Warouw, Finny Wasty, Inge Welong Seftian Surya Wulan P.J. Kaunang Wulan Pingkan Julia Kaunang Wungow, Herlina I. S. Yanty Haumahu, Yanty Yunus, Shalsabilla