Claim Missing Document
Check
Articles

PENETAPAN KADAR NaCl PADA PEMBUATAN TELUR ASIN REBUS DAN TELUR ASIN OVEN DENGAN VARIASI WAKTU PENYIMPANAN SECARA ARGENTOMETRI Niken Feladita Santoso; Annisa Primadiamanti; Ninuk Tri Meilina
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.517 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v3i3.2808

Abstract

Telur merupakan salah satu produk peternakan yang dihasilkan oleh unggas.Namun, telur memiliki kelemahan yaitu masa simpannya relatif pendek sehinggadiperlukan upaya pengawetan untuk memperpanjang masa simpannya. Prosesnyasangat sederhana, hanya dengan waktu pemeraman 7 hari pada media yangmerupakan campuran garam, serbuk bata merah dan air. Semakin lama_ telurdisimpan, maka rasa telur akan semakin asin. Penelitian ini bertujuan untukmenetapkan kadar NaCl pada sampel telur asin rebus dan oven dengan variasi waktu penyimpanan. Metode argentometri Mohr yaitu penetapan kadar NaCl denganmenggunakan larutan standar AgNO3 dan menambahkan indikator K2CrO4 5 %. Titik akhir titrasi ditandai dengan terbentuknya endapan merah bata muda. Sampel yang digunakan adalah media pengasinan 3, 5, 7 hari. Kadar yang didapat dengan masa simpan 3, 5, 7 hari pada telur asin rebus berturut-turut sebesar 1,18%, 1,70%,2,31% sedangkan kadar telur asin oven berturut-turut sebesar 1,38%, 1,85%, 2,51%.Kandungan garam yang terkandung dalam telur asin minimal 2,0% (SNI 01-4277-1996). Kesimpulan dari penelitian ini, telur asin rebus dan oven berdasarkan waktupenyimpanan 3, 5, 7 hari memenuhi persyaratan yang masa simpan 7 hari,sedangkan yang 3 hari dan 5 hari belum memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh SNI. Metode perebusan dan pengovenan tidak mempengaruhi kadar Nacl. Olehkarena itu, masa penyimpanan telur asin minimal 7 hari.Kata Kunci : Telur asin, lama penyimpanan, kadar NaCl
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN MANGKOKAN (Nothopanax scutellarium) TERHADAP StaphylococcusaureusdanPseudomonas aeruginosa Annisa Primadiamanti; Diah Astika Winahyu; Yunda Taqqiyah Ramadhana
Jurnal Analis Farmasi Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.395 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v5i1.3972

Abstract

Daun mangkokan merupakan salah satu jenis tanaman hias perkarangan yang berasal dari golongan Magnoliophyta (tanaman berbunga) yang sering dimanfaatkan untuk mengobati luka, rambut rontok, dan bau badan. Daun mangkokan mengandung senyawa yang berpotensi sebagai antiinflamasi, antimikroba, dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak daun mangkokan terhadap bakteri Staphylococcus aureusdan Pseudomonas aeruginosa. Ekstrak daun mangkokan ini didapat dari maserasi serbuk daun mangkokan dengan pelarut etanol 96%. Uji antimikroba ekstrak daun mangkokan terhadap bakteri Staphylococcus aureusdan Pseudomonas aeruginosadilakukan menggunakan metode difusi agar melalui pengukuran zona hambat disekitar kertas cakram. Antibiotik yang digunakan sebagai kontrol positif yaitu tetrasiklin. Hasil penelitian menunjukkanbahwa ekstrak daun mangkokan terhadap bakteri Staphylococcus aureusdengan konsentrasi 20.000 ppm, 40.000 ppm tidak membentuk zona hambatan dan membentuk zona hambatan pada konsentrasi 60.000 ppm, 80.000 ppm, dan 100.000 ppm dengan diameter rata-rata hambatan sebesar 7,70 mm, 15,11 mm dan 15,69 mm. Sedangkan pada bakteri Pseudomonas aeruginosaekstrak daun mangkokan dengan konsentrasi 20.000 ppm, 40.000 ppm, 60.000 ppm, 80.000 ppm, dan 100.000 ppm tidak menghasilkan zona hambat (wilayah jernih). Hasil pengujian daya hambat ekstrak etanol daun mangkokan terhadap bakteri Staphylococcus aureusmemiliki aktivitas antibakteri dengan kategori sedang hingga kuat, sedangkan terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosatidak memiliki aktivitas antibakteri.Kata Kunci:Antibakteri, Daun Mangkokan, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa
PENETAPAN KADAR HIDROKUINON PADA HAND BODY LOTION YANG DIJUAL DI SITUS BELANJA ONLINE DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis Niken Feladita Santoso; Annisa Primadiamanti; Marleni Irama Juita
Jurnal Analis Farmasi Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.917 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v6i1.5487

Abstract

Lotionmerupakan sediaan cair berupa suspensi atau dispersi, digunakan sebagai obat luar. Hidrokuinon yang ditambahkan secara berlebih pada hand body lotion dapat mengakibatkan efek toksisitas hiperpigmentasi pada kulit. Penggunaan hidrokuinon menurutperaturan BPOM termasuk obat golongan keras yang hanya dapat digunakan berdasarkan resep dokter. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar hidrokuinon pada hand body lotion yang dijual di situs belanja online dengan metode spektrofotometri Uv-Vis dengan teknik pengambilan sampelpurposive sampling. Sampel diuji secara kualitatif dan kuantitatif, pada panjang gelombang maksimum hidrokuinon 294 nmpengujian sampel secara kualitatif dengan spektrofotometri uv-vis, sampel yang positif mengandung hidrokuinon ialah sampel A, C, dan E, karena spektrum yang dihasilkan identik menyerupai bentuk spektrum larutan baku, sedangkan sampel B, dan D negatif mengandung hidrokuinon. Pada uji kuantitatif dengan spektrofotometri uv-vis dengan pelarut etanol hasil pengujian sampel yang positif mengandung hidrokuinon ialah sampel A, C, dan E dengan kadar hidrokuinon yangdiperoleh sampel A 0.0039 % ± 0,00457, sampel C 0.0627 % ± 0,00366, dan sampel E 0.0096 % ± 0,00015 dapat disimpulkan 3 dari 5 sampel positif mengandunghidrokuinon Kata Kunci: Hand body lotion, Hidrokuinon, situs belanja online,UV-Vis
UJI STABILITAS ASETOSAL BENTUK SEDIAAN TABLET DAN TABLET SALUT ENTERIK Annisa Primadiamanti; Nofita Nofita; Davit Muhamad Muslim
Jurnal Analis Farmasi Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.069 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v2i3.1162

Abstract

Uji stabilitas merupakan salah satu parameter kualitas dan dilakukan untuk mengetahui kemampuan suatu produk obat untuk bertahan dalam batas spesifikasi yang ditetapkan sepanjang periode penyimpanan dan penggunaan. Suhu dan waktu penyimpanan termasuk faktor yang mempengaruhi stabilitas obat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya penurunan kadar asetosal sediaan tablet dan tablet salut enterik terhadap pengaruh suhu selama periode waktu tertentu. Dengan pengaruh faktor suhu dan waktu. dengan menggunakan dua sampel, sampel A (tablet) dan Sampel B (tablet salut enterik), faktor suhu yaitu 600C, periode waktu yaitu 24 jam. Analisis kadar menggunakan metode spektrofotometri UV. Hasil peneltian didapat lmaks 228nm, dan nilai a=-0,0331, b=0,06805 dan r=0,09979 dengan hasil kadar sebelum dan sesudah perlakuan sebesar A=94,45±1,1568%, A’=76,47±0,9295% dan B=104,54±0,4728%, B’=88,81±0,3722%. Kadar asetosal yang didapat setelah perlakuan penyimpanan pada suhu 600C selama 24 jam baik bentuk sediaan tablet ataupun tablet salut enterik keduanya sudah tidak memenuhi persyaratan FI IV, dengan persentase penurunan sebesar A=19,04% dan B=15,05,%. Katakunci : Stabilitas, Suhu, Penyimpanan, Asetosal, Tablet, Tablet Salut Enterik 
PENGARUH SUHU PENYIMPANAN TERHADAP KADAR VITAMIN C BUAH SEMANGKA (Citrullus vullgaris, Schand) DAGING BUAH BERWARNA MERAH DAN DAGING BUAH BERWARNA KUNING SECARA IODIMETRI Niken Feladita Santoso; Annisa Primadiamanti; Dila Yuni Antika
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 4 (2018)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i4.2822

Abstract

Dari hasil uji kuantitatif didapatkan, kadar vitamin C buah semangka daging buahmerah yang disimpan pada suhu ruang 1,4313 mg/100 gram, buah semangka dagingbuah merah yang disimpan pada suhu dingin 20,34 mg/100 gram, buah semangkadaging buah kuning yang disimpan pada suhu ruang 10,1696 mg/100 gram, dan buahsemangka daging buah kuning disimpan pada suhu dingin 27,3586 mg/100 gram. Haditerima dan Ho ditolak (terdapat perbedaan pengaruh suhu). Sehingga disimpulkanbahwa kadarvitamin C pada buah semangka yang disimpan pada suhu dingin lebihtinggi dibandingkan dengan disimpan pada suhu ruang. Diperoleh hasil perhitunganmenggunakan t-test kadar vitamin C buah semangka daging buah merahpenyimpanan pada suhu ruang dan dingin P = 0,002* berbeda signifikan karena P<0,05, buah semangka daging buah kuning penyimpanan pada suhu ruang dan dingin P= 0,001* berbeda signifikan karena P< 0,05.Kata Kunci : Semangka, Vitamin C, Iodimetri.
PERHITUNGAN JUMLAH BAKTERI COLIFORM PADA ES KRIM PUTER YANG DIJUAL SEKITAR WILAYAH RAJABASA BANDAR LAMPUNG DENGAN METODE MOST PROBABLE NUMBER (MPN) Agustina Retnaningsih; Annisa Primadiamanti; Dwi Mentari
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 2 (2018): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i2.2792

Abstract

Es krim puter merupakan makanan jajanan yang dibuat dengan cara diputardengan bahan dasar nya yaitu santan. Oleh karena proses pembuatannya dilakukansecara tradisional, sehingga aspek higienitas sering terabaikan. Hal ini yangmenyebabkan adanya pencemaran bakteri Coliform. Coliform digunakan sebagaiindikator adanya polusi kotoran dan kondisi sanitasi yang tidak baik terhadap air,makanan, susu dan produk-produk susu. Adanya bakteri Coliform didalam minumanatau makanan menunjukkan kemungkinan adanya mikroorganisme yang bersifatenteropatogenik yang berbahaya bagi kesehatan. Tujuan penelitian ini dilakukanuntuk bertujuan untuk mengetahui jumlah bakteri Coliform pada es krim puter yangdijual sekitaran wilayah Rajabasa Bandar Lampung. Pengujian dilakukan denganmetode Most Probable Number (MPN). Prinsip dari metode ini yaitu pertumbuhanbakteri Coliform yang ditandai dengan terbentuknya gas dalam tabung durham.Pengujian ini menggunakan media cair Lactose Broth dan Brilliant Green Lactose Bile Broth. Sampel penelitian ini adalah es krim puter yang diambil dari 5 pedagang es krim puter. Dari kelima sampel yang diambil positif tercemar Coliform dimana bakteri Coliform melebihi persyaratan SNI 03-7388-2009 yaitu Coliform tidak lebih dari 3 APM/g.Kata Kunci : Most Probable Number (MPN), es krim puter, Coliform, perhitunganjumlah bakteri
PENETAPAN KADAR AMILOPEKTIN PADA TEPUNG BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UVVis Annisa Primadiamanti; Ratih Dwi Pramana Saraswati
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i2.8181

Abstract

Alpukat (Persea americana Mill) merupakan tanaman yang tumbuh subur didaerah tropis seperti Indonesia. Namun demikian, biji alpukat masih belumdimanfaatkan dengan maksimal dan hanya dibuang sebagai limbah. Olehkarena itu tujuan dari penelitian ini adalah menetapkan kadar amilopektinpada tepung biji alpukat menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Bijialpukat direndam di dalam natrium metabisulfit (Na2S2O5) dengan tujuanmengurangi warna coklat yang terjadi pada pati. Irisan biji alpukat di blender,kemudian diperas, disaring dan filtratnya di diamkan selama 12 jam. Endapandikeringkan di bawah sinar matahari. Serbuk sebanyak 0,1 gram dimasukkankedalam labu ukur 100 mL. selanjutnya ditambahkan 1 mL etanol 96 % laluditambahkan 9 mL NaOH 1 N dan dipanaskan diatas penangas air. Larutandiencerkan menjadi 100 mL. Larutan yang diencerkan dipipet 5 mL dandimasukkan kedalam labu ukur 100 mL, ditambahkan 1 mL asam asetat 1 N,2 mL I2 2% lalu diencerkan sampai 100 mL dan kocok sampai homogen. Darihasil yang diperoleh di dapatkan hasil rata-rata 85,47 mg/100g. Kadaramilopektin pada tepung biji alpukat lebih tinggi dibandingkan kadaramilopektin tepung beras.
IDENTIFIKASI KANDUNGAN LOGAM BERAT MERKURI PADA SEDIAAN KOSMETIK SEDIAAN WHITENING BODY LOTION TANPA NOMOR REGISTRASI YANG DIJUAL SECARA ONLINE DENGAN UJI AMALGAM DAN UJI REAKSI WARNA IDENTIFICATION OF MERCURY IN COSMETIC WHITENING BODY LOTION WITHOUT REGISTRATION NUMBER WHICH IS SOLD ONLINE WITH AMALGAM TEST AND TEST COLOUR REACTION Annisa Primadiamanti; Siti Khamidaturrohmah
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i1.2138

Abstract

ABSTRACTMercury was a substance that is prohibited in cosmetic additions in accordance with the National Agency of Drug and Food of the Republic of Indonesia Number HK.03.1.23.08.11.07517 of 2011 on the prohibition of the use of mercury in cosmetic preparations. It has made the identification of mercury (Hg) in the top ten cosmetic whitening body lotion preparations without a registration number sold online with amalgam test and test color reaction. In testing the amalgam made three test solution consisting of, the sample solution, standard solution and the solution spiked sample, using standard HgCl2. Testing amalgam showed negative results because there are no gray spots on the shiny copper rod. In testing the color reaction testing mercury salt I and salt II mercury. Before testing the samples in destruction using a mixture of aqua regia. Testing of mercury salts I done using HCl Concentrated reagents, reagent and KI solution of NaOH 1 N. Tests mercury salt II performed using reagents and reagent KI solution of NaOH 1 N. Tests were negative color reaction of mercury, because the results are not in accordance with the positive control. From the research that has been done on the preparation of cosmetic whitening body lotion, concluded that the ten negative samples contain mercury.Keywords: Mercury (Hg), Whitening Body Lotion, Amalgam Test, Test Color Reaction.ABSTRAKMerkuri termasuk bahan yang dilarang dalam penambahan pada kosmetik sesuai dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.03.1.23.08.11.07517 Tahun 2011 tentang larangan penggunaan Merkuri dalam sediaan kosmetik. Telah dilakukan identifikasi kandungan merkuri (Hg) dalam sepuluh kosmetik sediaan whitening body lotion tanpa nomor registrasi yang dijual secara online dengan uji amalgam dan uji reaksi warna. Pada pengujian amalgam dibuat tiga larutan uji yang terdiri dari, larutan sampel, larutan baku dan larutan spiked sample, dengan menggunakan baku HgCl2. Pengujian amalgam menunjukkan hasil negatif karena tidak terdapat bercak abu-abu mengkilap pada batang tembaga.Pada pengujian reaksi warna dilakukan pengujian garam I merkuri dan garam IImerkuri. Sebelum dilakukan pengujian sampel dideksruksi menggunakan campuran aqua regia. Pengujian garam I merkuri dilakukan dengan menggunakan reagen HCl P, KI LP dan NaoH 1 N. Pengujian garam II merkuri dilakukan dengan menggunakan reagen KI LP dan NaOH 1 N. Pengujian reaksi warna menunjukkan hasil negatif merkuri, karena pada hasil yang didapat tidak sesuai dengan kontrol positif.Dari penelitian yang telah dilakukan pada kosmetik sediaan whitening body lotion, didapat kesimpulan bahwa kesepuluh sampel negatif mengandung merkuri.Kata Kunci : Merkuri (Hg), Whitening Body Lotion, Uji Amalgam, Uji Reaksi Warna
PENATALAKSANAAN PENGOBATAN IBU HAMIL DAN MENYUSUI PADA MASA PANDEMI COVID 19 DI POSYANDU MELATI II NATAR Ade Maria Ulfa; Annisa Primadiamanti; Rama Cahya Pranayudha; Nurul Huda; Ranti Mailinda Sari; Linda Safitri; Ratna Silvi Sundari
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v5i1.7253

Abstract

Kehamilan, persalinan dan menyusui merupakan proses fisiologi yang perlu dipersiapkan oleh wanita. Selama kehamilan dan menyusui, seorang ibu dapat mengalami berbagai keluhan atau gangguan kesehatan yang membutuhkan obat. Banyak ibu hamil menggunakan obat dan suplemen pada periode organogenesis sedang berlangsung sehingga risiko terjadi cacat janin lebih besar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait obat – obatan yang digunakan oleh ibu hamil dan menyusui di masa pandemi COVID-19. Jumlah responden sebanyak 34 responden   dengan 15 responden ibu hamil dan 19 responden ibu menyusui. Teknik pengumpulan data diambil dari pengisian kuesioner oleh responden sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Berdasarkan  hasil pengolahan data didapatkan  meningkatnya pengetahuan responden di Posyandu Melati II, Natar tentang penatalaksanaan obat bagi ibu hamil dan menyusui yaitu sebelum diberikan edukasi sebesar 80,93 % dan setelah diberikan edukasi terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 99,06% sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan pemberian edukasi dalam bentuk penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan responden terhadap penatalaksanaan pengobatan bagi ibu hamil dan menyusui pada masa pandemi COVID-19 di Posyandu Melati II, Natar
PENETAPAN KADAR AMILOPEKTIN PADA TEPUNG BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UVVis Annisa Primadiamanti; Ratih Dwi Pramana Saraswati
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i2.8181

Abstract

Alpukat (Persea americana Mill) merupakan tanaman yang tumbuh subur didaerah tropis seperti Indonesia. Namun demikian, biji alpukat masih belumdimanfaatkan dengan maksimal dan hanya dibuang sebagai limbah. Olehkarena itu tujuan dari penelitian ini adalah menetapkan kadar amilopektinpada tepung biji alpukat menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Bijialpukat direndam di dalam natrium metabisulfit (Na2S2O5) dengan tujuanmengurangi warna coklat yang terjadi pada pati. Irisan biji alpukat di blender,kemudian diperas, disaring dan filtratnya di diamkan selama 12 jam. Endapandikeringkan di bawah sinar matahari. Serbuk sebanyak 0,1 gram dimasukkankedalam labu ukur 100 mL. selanjutnya ditambahkan 1 mL etanol 96 % laluditambahkan 9 mL NaOH 1 N dan dipanaskan diatas penangas air. Larutandiencerkan menjadi 100 mL. Larutan yang diencerkan dipipet 5 mL dandimasukkan kedalam labu ukur 100 mL, ditambahkan 1 mL asam asetat 1 N,2 mL I2 2% lalu diencerkan sampai 100 mL dan kocok sampai homogen. Darihasil yang diperoleh di dapatkan hasil rata-rata 85,47 mg/100g. Kadaramilopektin pada tepung biji alpukat lebih tinggi dibandingkan kadaramilopektin tepung beras.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Aziz Abdul Hamid Alfikri Ade Maria Ulfa Adilio Sangfirgus Triananda Afri Asia Nata Nyaman Agung, Rahmat Aini, Fadhilah Aji Putra Rosmiawan Amabel, Deby Andrianti, Windi ANGIN, MARTIANUS PERANGIN Anisah Febrianti Anjar Jaulin Apriliana, Sukma Ardiela, Putri Agil Ariza Setya Ningrum Ariza, Angga Dwi Arja, Andria Dhesvia Atmaja, Yorano Auliya Nurrahmah Ayu Rai Saputri, Gusti Ciecilia Dewi, Mentari Cucu Ria Savita Dalita, Rama Dananta Tri Hani Umpuan davit muhamad muslim Destri Lina Sari Dewa Ayu Ketut Devi Diandini, Alvina Trisna Dwi Difa Aryan Maulana Dila Yuni Antika Dimas Rizki Oktavian Dira Yuniar, Trisia Dwi Mentari Dwi Susanti Dwiyanti, Made Endah Lestari, Yovita Entin Rositasari Erdina Erdina Erika Indah Safitri Erisandy, Fika Eustacia Evelline Oktaviani Fadilla, Aliza Nur Farra Hayka Salsabila Faskal Nadi Alim Fegy Seftia Ferry Pratama Fitri Amalia Fitri Yanti Gusti Ayu Putri Mei Restuti Gusti Ayu Rai Saputri Gusti Ayu Rai Saputri Habib Abdul Muiz Hayka Salsabila, Farra Hermawan, Dessy Hersa Novitasari Hetti Rusmini Hidayaturahmah, Rizky Iga Jelita Budiono Indah Safitri, Erika Intan Marisa Joko Sunowo, Joko Kartini, Qhory Cahya Putri Kh, Miftakhul Kumalasari, Fadila Isti Lia Amura Lidia Dwi Oktarianti Linda Safitri Malinda, Yun Maria Ulfa, Ade Marina, Cici Marleni Irama Juita Martianus Perangin Angin Martianus Perangin Angin Meithia, Artha Mutiara, Mutiara Oktarima Niken Feladita Niken Feladita Niken Feladita Niken Feladita Santoso Nikhita Anindya Salsabilla Ninuk Tri Meilina Nirwan Fachrozi, Muhammad Nofita Nofita Nofita, Nofita Nopiyansyah, Nopiyansyah Noviyanti, Fadhila Nur Alfi Mufida Hasni Nurul Huda Oktarima, Mutiara Oktavia Rudi, Renna Oktavia, Maria Maya Eka Peranginangin, Martinus Purnama, Robby Candra Putri Amalia Putri Anggraini Putri, Tiara Aprilia Putri, Vivit Millani Rahayu Septia Ayuni Rahmat Agung Rai Saputri, Gusti Ayu Rama Cahya Pranayudha Ramadhani, Muhammad Rani Juliana Ranti Mailinda Sari Ratih Dwi Pramana Saraswati Ratna Silvi Sundari Reni Erlisa Renna Oktavia Rudi Retnaningsih, Agustina Riza Aulia Rizky Hidayaturahmah Rizky, M. Ali Robby Chandra Purnama Rokhimah, Intan Ainur Rr Salwa Zasya Aura Kharisma S, Septi Nurhaliza Samino Samino Samino Samino Samor, Vania Amanda Saputri, Gusti Ayu Rai Sari, Septi Widya Sekar Pratiwi, Arum Selvi Marcellia Septi Susanti Shelina, Shelina Shinta Wulandari Shinta Wulandari, Shinta Sigit Sukmawan Sitepu, Debora Egyita Siti Khamidaturrohmah Siti Khamidhaturrohmah Suri, Nurma Syahrul, Fadhila Hasana Tenisia Artianti Tri Murti Andayani Triananda, Adilio Sangfirgus Trisia Dira Yuniar Tutik Tutik Ummi, Eiga Auliya Utami, Yolanda Putri Uvit Sarimanah Vani Wahyudiningrum Vida Elsyana Vika Imroatul Qoni&#039;ah Visca Nabella Wahid Datul Awalliyyah Winahyu, Diah Astika Yunda Taqqiyah Ramadhana Zasya Aura Kharisma, Rr Salwa