Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI KANDUNGAN LOGAM BERAT MERKURI PADA SEDIAAN KOSMETIK SEDIAAN WHITENING BODY LOTION TANPA NOMOR REGISTRASI YANG DIJUAL SECARA ONLINE DENGAN UJI AMALGAM DAN UJI REAKSI WARNA IDENTIFICATION OF MERCURY IN COSMETIC WHITENING BODY LOTION WITHOUT REGISTRATION NUMBER WHICH IS SOLD ONLINE WITH AMALGAM TEST AND TEST COLOUR REACTION Annisa Primadiamanti; Siti Khamidaturrohmah
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i1.2138

Abstract

ABSTRACTMercury was a substance that is prohibited in cosmetic additions in accordance with the National Agency of Drug and Food of the Republic of Indonesia Number HK.03.1.23.08.11.07517 of 2011 on the prohibition of the use of mercury in cosmetic preparations. It has made the identification of mercury (Hg) in the top ten cosmetic whitening body lotion preparations without a registration number sold online with amalgam test and test color reaction. In testing the amalgam made three test solution consisting of, the sample solution, standard solution and the solution spiked sample, using standard HgCl2. Testing amalgam showed negative results because there are no gray spots on the shiny copper rod. In testing the color reaction testing mercury salt I and salt II mercury. Before testing the samples in destruction using a mixture of aqua regia. Testing of mercury salts I done using HCl Concentrated reagents, reagent and KI solution of NaOH 1 N. Tests mercury salt II performed using reagents and reagent KI solution of NaOH 1 N. Tests were negative color reaction of mercury, because the results are not in accordance with the positive control. From the research that has been done on the preparation of cosmetic whitening body lotion, concluded that the ten negative samples contain mercury.Keywords: Mercury (Hg), Whitening Body Lotion, Amalgam Test, Test Color Reaction.ABSTRAKMerkuri termasuk bahan yang dilarang dalam penambahan pada kosmetik sesuai dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.03.1.23.08.11.07517 Tahun 2011 tentang larangan penggunaan Merkuri dalam sediaan kosmetik. Telah dilakukan identifikasi kandungan merkuri (Hg) dalam sepuluh kosmetik sediaan whitening body lotion tanpa nomor registrasi yang dijual secara online dengan uji amalgam dan uji reaksi warna. Pada pengujian amalgam dibuat tiga larutan uji yang terdiri dari, larutan sampel, larutan baku dan larutan spiked sample, dengan menggunakan baku HgCl2. Pengujian amalgam menunjukkan hasil negatif karena tidak terdapat bercak abu-abu mengkilap pada batang tembaga.Pada pengujian reaksi warna dilakukan pengujian garam I merkuri dan garam IImerkuri. Sebelum dilakukan pengujian sampel dideksruksi menggunakan campuran aqua regia. Pengujian garam I merkuri dilakukan dengan menggunakan reagen HCl P, KI LP dan NaoH 1 N. Pengujian garam II merkuri dilakukan dengan menggunakan reagen KI LP dan NaOH 1 N. Pengujian reaksi warna menunjukkan hasil negatif merkuri, karena pada hasil yang didapat tidak sesuai dengan kontrol positif.Dari penelitian yang telah dilakukan pada kosmetik sediaan whitening body lotion, didapat kesimpulan bahwa kesepuluh sampel negatif mengandung merkuri.Kata Kunci : Merkuri (Hg), Whitening Body Lotion, Uji Amalgam, Uji Reaksi Warna
PENYULUHAN DBD (Demam Berdarah Dengue) MENGGUNAKAN TANAMAN SERAI SEBAGAI PENGUSIR NYAMUK BERBASIS MASYARAKAT DI DESA KEDIRI KECAMATAN GADINGREJO PRINGSEWU Abdul Hamid Alfikri; Annisa Primadiamanti
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v5i2.8936

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi virus akut yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditandai dengan demam 2–7 hari disertai dengan manifestasi perdarahan, penurunan trombosit (trombositopenia), adanya hemokonsentrasi yang ditandai dengan kebocoran plasma (peningkatan hematokrit, asites, efusi pleura, hipoalbuminemia). Sasaran penyuluhan ini adalah masyarakat Desa Kediri yang masih minim terhadap pengetahuan penyakit DBD dengan tujuan umum untuk meningkatkan pemahaman akan pentingnya pengetahuan tentang penatalaksanaan penyakit DBD. Kemudian memiliki tujuan khusus agar masyarakat dapat dan mampu mengetahui pencegahan dan penanganan awal dari penyakit DBD tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 6-7 Desember 2021 bertempat di Desa Kediri Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu. Berdasarkan data peserta sebanyak 27 peserta diberikan kuesioner sebelum penyampaian materi, terdapat 9 peserta yaitu 32% yang belum memahami materi. Sedangkan setelah penyampaian materi, peserta diberikan kuesioner kembali dan terdapat 3 peserta yaitu 11% yang masih belum memahami materi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil dari penyuluhan memberikan peningkatan pengetahuan kepada masyarakat di Desa Kediri Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu.Kata kunci : demam berdarah, serai, penyuluhan.
PENGENALAN MACAM-MACAM VITAMIN YANG TERKANDUNG PADA BUAH DAN SAYUR Annisa Primadiamanti; Vani Wahyudiningrum; Vika Imroatul Qoni'ah; Visca Nabella
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v5i2.8202

Abstract

Vitamin merupakan komponen organik yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang sedikit (mikronutrien). Walaupun hanya dibutuhkan sedikit, vitamin berperan sangat penting dalam fungsi-fungsi tubuh seperti pertumbuhan, pertahanan tubuh, dan metabolisme.  Secara garis besar, vitamin sendiri dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin yang larut dalam air yaitu vitamin B dan vitamin C, sedangkan vitamin A, D, E, dan K bersifat larut dalam lemak. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan informasi dan edukasi kepada siswa/siswi pentingnya mengenal macam – macam vitamin. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan oleh tim mahasiswa yang didampingi oleh dosen pembimbing lapangan, dan guru kelas V. Peserta kegiatan adalah siswa/siswi Madrasah Ibtidiyah Hidayatul Islamiyah kelurahan Sumber Agung Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung. Jumlah peserta sebanyak 20 siswa/siswi. Hasil kuisioner sebelum materi dijelaskan terdapat 70% siswa/siswi yang sudah mengenal macam – macam vitamin, dan saat materi sudah dijelaskan hasil kuisioner menjadi 90%. Hal ini dikarenakan siswa/siswi menyimak materi dengan baik, dan mudah memahami materi yang diberikan.
Skrinning Fitokimia, Profil Spektrum Gugus Fungsi, dan Formuasi Sediaan Effervescent Limbah Batang Pisang Kepok Purnama, Robby Candra; Primadiamanti, Annisa
ALKIMIA Vol 4 No 2 (2020): ALKIMIA
Publisher : SCIENCE AND TECHNOLOGY FACULTY OF UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.268 KB) | DOI: 10.19109/alkimia.v4i2.7077

Abstract

Kepok banana plants contain secondary metabolites such as tannins and flavonoids. Tannins and flavonoids have various properties for human health. Research has been carried out to identify secondary metabolite compounds (tannins, flavonoids, and saponins) by using the phytochemical screening method to see the functional group profile contained in the extract of kepok banana stem waste. Kepok banana stem waste was extracted in 96% ethanol, then evaporated and screened phytochemically. This extract was used to prepare effervescently. Screening results showed that tannin and flavonoids were identified by the appearance of the following color black-green and dark red, respectively. Meanwhile, saponins were negative because the foam formed had a height of 0.3 cm and did not meet the saponins' positive requirements (1-3 cm high foam and stable for 5 minutes). Identification of functional groups in the extract of kepok banana stem waste using Fourier-transform Infrared Spectroscopy (FTIR) showed that C-C stretching in the area 2927.24 cm-1, O-H stretching in the 3423.87 cm-1 area, C=O stretching in the 1648.87 cm-1 area. Also appeared bending CH2 in the region of 1421.45 cm-1, and C-C in the area of 1149.98 cm-1. The characteristics of three different formulas (A, B, and C) of effervescent have been investigated: the moisture content of 2.51%; 2.55%, and 2.52%, respectively. Then, flow rate of 8.81 g/s; 8.83 g/s; and 8.82 g/s, compressibility of 14.5%; 14.4%; and 14.5%, and a pH of 5.97; 5.98; and 5.97 respectively. All parameters are eligible.
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PENYULUHAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) DI DINAS SOSIAL UPTD REHABILITASI SOSIAL PENYANDANG DISABILITAS BANDAR LAMPUNG Gusti Ayu Rai Saputri; Annisa Primadiamanti; Samino Samino; Rr Salwa Zasya Aura Kharisma; Farra Hayka Salsabila; Trisia Dira Yuniar; Rahmat Agung; Renna Oktavia Rudi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.597-600

Abstract

Melakukan pencucian tangan menggunakan sabun tergolong ke dalam salah satu perilaku hidup sehat dan bersih (PHBS) yang sekarang sedang menjadi perhatian dunia disebabkan praktik mencuci tangan yang kurang baik menjadi suatu permasalahan  khususnya di negara berkembang karena kebanyakan dari masyarakatnya masih lupa untuk melakukan tangan. Berdasar pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2011, Penyandang disabilitas atau penyandang cacat adalah orang dengan keterbatasan baik mental, intelektual, fisik maupun sensorik yang bersifat jangka panjang yang dapat menjadi penyebab dalam menghambat mereka untuk melakukan interaksi dengan lingkungan dan sikap masyarakatnya sebagai bentuk partisipasi penuh dan efektif yang didasarkan pada kesetaraan hak. Program dilakukan dengan cara memberikan informasi dan edukasi menggunakan media teknologi berupa laptop dengan media power point. Power point berisi tentang definisi, tujuan, manfaat, dampak, kapan waktu cuci tangan dan langkah-langkah mencuci tangan. Setelah itu dibagikan kuesioner untuk mengetahui pengetahuan teman-teman. Hasil yang didapat dari kegiatan penyuluhan kepada penyandang disabilitas sebelum dilakukan penyuluhan, terdapat sekitar 60% dari total peserta masih banyak yang belum tau apa itu pentingnya cuci tangan pakai sabun (CTPS). Setelah dilakukan penyuluhan, persentase berubah cukup signifikan, terdapat 90% yang sudah memahami apa pentingnya dan manfaat cuci tangan memakai sabun. Hasil persentase ini didapat dari kuesioner pre-test dan post-test. Kesimpulannya sebelum diberikan materi, masih banyak yang belum mengerti dan paham terkait pentingnya cuci tangan pakai sabun. Lalu setelah dilakukan penyuluhan, dapat dilihat bahwa sudah cukup banyak hampir semua peserta memahami apa itu pentingnya dan manfaat cuci tangan pakai sabun (CTPS).
EVALUASI FISIK SEDIAAN SALEP EKSTRAK AKAR PUTRI MALU (Mimosa pudica L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI Septi Susanti; Annisa Primadiamanti; Ade Maria Ulfa
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v5i2.6967

Abstract

Tanaman putri malu merupakan tanaman dengan family fabaceae yang memberikan efek farmakologi seperti antioksidan, antibakteri, antijamur, antiradang,  hepatoprotektif,  antinosiseptif, antikonvulsan, antidepresan, antidiare, aktivitas hipolipidemia, diuretik, antiparasit, antimalaria (vikram et al.,2012). Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui sifat fisik sediaan ekstrak akar putri malu (Mimosa pudica L.) apakah dapat diaplikasikan sebagai sediaan salep dengan variasi konsentrasi 2%, 4% dan 6% serta untuk mengetahui sifat fisik yang paling baik dari konsentrasi 2%, 4%, dan 6% sediaan salep ekstrak akar putri malu (Mimosa pudica L.). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yaitu penelitian dengan uji skrining fitokimia ekstrak akar putri malu (Mimosa pudica L.) melakukan pembuatan sediaan salep dan uji evaluasi sifat fisik salep dengan konsentrasi yang bervariasi. Hasil penelitian ini pada skrining fitokimia  ekstrak akar putri malu (Mimosa pudica L.) menunjukan bahwa senyawa yang terdapat pada ekstrak akar putri malu (Mimosa pudica L.) yaitu flavonoid, alkaloid, saponin, tannin dan fenol dan hasil evaluasi sediaan yang dilakukan yaitu uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, uji daya sebar  dan hasil yang didapatkan yaitu akar ekstrak putri malu dapat diaplikasikan dalam sediaan salep pada konsentrasi 2%, 4%, 6% dan memenuhi persyaratan. Dari ketiga konsentrasi yang memiliki persyaratan paling baik pada konsentrasi 6%.
Potensi Interaksi Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Rantau Tijang Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus Dananta Tri Hani Umpuan; Annisa Primadiamanti; Martianus Perangin Angin
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v6i2.8167

Abstract

Berdasarkan data World Health Organization (WHO), penyakit hipertensi ini menyerang 22% penduduk dunia dan diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,5 miliar orang terkena hipertensi, dan setiap tahun 9,4 juta orang meninggal karena hipertensi dan penyakit hipertensi. komplikasinya (Riskesdas, 2018). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi risiko interaksi obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Rantau Tijang Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimen dengan desain penelitian deskriptif. Pengambilan data secara retrospektif yaitu dari data rekam medis dan resep pasien hipertensi dengan penyakit penyerta periode Juli-Desember 2021 di Puskesmas Rantau Tijang Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus. Kemudian dianalisis menggunakan referensi dari drug.com. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik penderita hipertensi berdasarkan umur diperoleh hasil tertinggi pada umur 56-65 tahun sebanyak 30 penderita (38%). Karakteristik penderita hipertensi berdasarkan jenis kelamin, sebagian besar penderita wanita yaitu 50 penderita (62%). Karakteristik penderita hipertensi berdasarkan tekanan darah paling banyak ditemukan pada hipertensi stadium 1 sebanyak 40 penderita (50%). Diagnosis hipertensi dengan penyakit penyerta dengan jenis penyakit terbanyak terjadi pada dispepsia sebanyak 15 pasien (19%). Berdasarkan profil penggunaan obat antihipertensi dari 80 kasus, obat tunggal yang paling banyak digunakan adalah calcium channel blocker (amlodipine) sebanyak 62 kasus, sedangkan obat kombinasi yang paling banyak digunakan adalah calcium channel blocker (amlodipine) dengan angiotensin converting enzyme inhibitor. (kaptopril). 5 kasus. Berdasarkan tingkat keparahannya, kasus terbanyak adalah sedang sebanyak 41 kasus (80%), keparahan ringan 5 kasus (10%), keparahan berat 5 kasus (10%). Berdasarkan mekanisme farmakodinamik sebanyak 41 kasus (80%), dan mekanisme farmakokinetik sebanyak 10 kasus (20%). Dapat disimpulkan bahwa dari 80 kasus interaksi obat, 43 kasus (54%).
Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan Di Puskesmas Rawajitu Ferry Pratama; Niken Feladita; Annisa Primadiamanti
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v6i1.8860

Abstract

Hipertensi merupakan suatu kejadian dimana terjadinya peningkatan tekanan darah yang melebihi batas normal yaitu tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. Penggunaan obat antihipertensi yang rasional pada penderita hipertensi adalah salah satu hal penting tercapainya kualitas kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan obat anti hipertensi pada pasien hipertensi rawat jalan di Puskesmas Rawajitu pada periode Juli – Desember 2021. Metode yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan secara deskriptif. Pengambilan data secara retrospektif berupa rekam medis pasien di Puskesmas Rawajitu pada periode bulan Juli – Desember 2021 dan sampel diperoleh 78 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan obat terapi tunggal yaitu Captopril dengan golongan obat ACEI sebesar 19,2% dan terapi kombinasi yaitu Amlodipin dengan Captopril dengan golongan obat CCB dan ACEI sebesar 33,3%. Rasionalitas penggunaan obat hipertensi berdasarkan tepat indikasi sebesar 100%, tepat pasien (100%), tepat obat (97,4%) dan tepat dosis (86,3%). Rasionalitas peresepan obat hipertensi sebanyak 60 responden (83,7%). Penggunaan obat antihipertensi di Puskesmas Rawajitu sudah rasional.
Analisis Efektivitas Biaya antara Salbutamol dengan Aminofilin pada Pasien Asma di Rumah Sakit Mutiara Bunda Periode Juli-Desember 2021 Lidia Dwi Oktarianti; Annisa Primadiamanti; Rizky Hidayaturahmah
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v6i1.8107

Abstract

Asma merupakan salah satu masalah kesehatan didunia yang disebabkan oleh penyempitan saluran pernapasan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas biaya terapi pasien asma yang menggunakan salbutamol dan aminofilin di Rumah Sakit Mutiara Bunda periode Juli-Desember 2021. Penelitian ini menggunakan metode retrospektif dengan mengambil data melalui rekam medik pasien (n=33) periode Juli-Desember 2021. Metode analisis biaya yang digunakan adalah CEA (Cost-effectiveness Analysis) dengan melihat dari biaya medik langsung pasien meliputi biaya pengobatan dan biaya perawatan. CER (Cost-effectiveness Ratio) digunakan untuk menganalisis antiasma yang paling cost-effective. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah terbanyak pasien asma terjadi pada perempuan (73%) dan pasien usia 26-35 (49%). Berdasarkan analisis efektivitas biaya, dengan analisis CER terapi antiasma dengan salbutamol merupakan terapi yang paling cost-effective dengan jumlah sebesar Rp 5.024. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan antiasma yang dijadikan pilihan atau standar dalam pengobatan asma adalah salbutamol.
EDUKASI TENTANG HUBUNGAN ANTARA KETERPAPARAN ASAP ROKOK DAN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) DI SMAN 1 KATIBUNG,LAMPUNG SELATAN Annisa Primadiamanti; Auliya Nurrahmah; Dewa Ayu Ketut Devi; Difa Aryan Maulana; Fegy Seftia; Ferry Pratama
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v6i1.10722

Abstract

Kebiasaan merokok merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat. Dampak kesehatan yang paling jelas terlihat adalah terkait munculnya penyakit-penyakit degeneratif akibat rokok seperti Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). World Health Organization (WHO) menyebutkan PPOK merupakan penyebab kematian ketiga di dunia. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi tentang hubungan keterpaparan bahaya asap rokok pada Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Edukasi menggunakan data kuisioner dengan sampel 30 responden siswa SMAN 1 Katibung. Data pretest diperoleh dari kuisioner awal sebanyak 30 lembar yang dibagikan kepada 30 responden yang hadir, kemudian dilakukan scoring. Kemudian penyampaian materi terkait asap rokok dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) selama 45 menit dan dilanjutkan sesi diskusi. Data posttest diperoleh dari kuisioner yang dibagikan setelah penyampaian materi. Kemudian dilakukan scoring. Penilaian akhir dilakukan dengan melihat peningkatan persentase pemahaman peserta. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah berdasarkan data kuisioner awal yang telah diberikan kepada 30 responden, terdapat 67% peserta yang belum memahami materi. Sedangkan, setelah penyampaian materi pada pengisian kuisioner terakhir yang telah diberikan kepada 30 responden, terdapat 90% peserta yang sudah memahami materi yang disampaikan.  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil dari edukasi ini memberikan peningkatan pengetahuan kepada siswa SMA Negeri 1 Katibung yang berada di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Aziz Abdul Hamid Alfikri Ade Maria Ulfa Adilio Sangfirgus Triananda Afifa, Syifa Nurul Afri Asia Nata Nyaman Aini, Fadhilah Aji Putra Rosmiawan Amabel, Deby Andrianti, Windi ANGIN, MARTIANUS PERANGIN Anisah Febrianti Anjar Jaulin Apriliana, Sukma Ardiela, Putri Agil Ariza Setya Ningrum Ariza, Angga Dwi Arja, Andria Dhesvia Atmaja, Yorano Auliya Nurrahmah Cahya Media Kusuma Chalista Azzahra Ciecilia Dewi, Mentari Cucu Ria Savita Dalita, Rama Dananta Tri Hani Umpuan davit muhamad muslim Desi Nurjanah Destri Lina Sari Dewa Ayu Ketut Devi Dia Kurnia Anggraini Diandini, Alvina Trisna Dwi Difa Aryan Maulana Dila Yuni Antika Dimas Rizki Oktavian Dwi Mentari Dwi Susanti Dwiyanti, Made Eka Safitri Endah Lestari, Yovita Entin Rositasari Erdina Erdina Erika Indah Safitri Erisandy, Fika Eustacia Evelline Oktaviani Fadilla, Aliza Nur Farra Hayka Salsabila Faskal Nadi Alim Fegy Seftia Ferry Pratama Fitri Amalia Fitri Yanti Gusti Ayu Putri Mei Restuti Gusti Ayu Rai Saputri Gusti Ayu Rai Saputri Habib Abdul Muiz Hasanah, Liina Shonaatul Haska, Anjhellika Hermawan, Dessy Hersa Novitasari Hidayaturahmah, Rizky Hillari, Gladys Iga Jelita Budiono Indah Safitri, Erika Intan Marisa Joko Sunowo, Joko Kartini, Qhory Cahya Putri Kh, Miftakhul Kumalasari, Fadila Isti Lia Amura Lidia Dwi Oktarianti Linda Safitri Malinda, Yun Maria Ulfa, Ade Marina, Cici Marleni Irama Juita Martianus Perangin Angin Martianus Perangin Angin Meithia, Artha Mutiara, Mutiara Oktarima Niken Feladita Niken Feladita Niken Feladita Niken Feladita Santoso Nikhita Anindya Salsabilla Ninuk Tri Meilina Nirwan Fachrozi, Muhammad Nofita Nofita Nofita, Nofita Nopiyansyah, Nopiyansyah Noviyanti, Fadhila Nur Alfi Mufida Hasni Nurul Huda Oktarima, Mutiara Oktavia, Maria Maya Eka Peranginangin, Martinus Purnama, Robby Candra Putri Amalia Putri Anggraini Putri, Tiara Aprilia Putri, Vivit Millani Rahayu Septia Ayuni Rahmat Agung Rai Saputri, Gusti Ayu Rama Cahya Pranayudha Ramadhani, Muhammad Rani Juliana Ranti Mailinda Sari Ratih Dwi Pramana Saraswati Ratna Silvi Sundari Reni Erlisa Renna Oktavia Rudi Retnaningsih, Agustina Riza Aulia Rizky, M. Ali Robby Chandra Purnama Rokhimah, Intan Ainur Rr Salwa Zasya Aura Kharisma Rusmini, Hetti S, Septi Nurhaliza Samino Samino Samor, Vania Amanda Saputri, Gusti Ayu Rai Saputri, Sella Saputri, Tarisa Sari, Septi Widya Sekar Pratiwi, Arum Selli Marselena M Selvi Marcellia Septi Susanti Shelina, Shelina Shinta Wulandari Shinta Wulandari, Shinta Sigit Sukmawan Sitepu, Debora Egyita Siti Khamidaturrohmah Siti Khamidhaturrohmah Suri, Nurma Syahrul, Fadhila Hasana Tenisia Artianti Tiarani, Putri Nanda Tri Murti Andayani Triananda, Adilio Sangfirgus Trisia Dira Yuniar Tutik Tutik Ummi, Eiga Auliya Utami, Yolanda Putri Uvit Sarimanah Vani Wahyudiningrum Vida Elsyana Vika Imroatul Qoni'ah Visca Nabella Wahid Datul Awalliyyah Winahyu, Diah Astika Yunda Taqqiyah Ramadhana