Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : ProNers

PENGARUH PEMBERIAN KIE TENTANG GASTRITIS TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN PADA REMAJA DI SMA SANTO FRANSISKUS ASISI PONTIANAK Nazarius, Paola Krismonita Indahsari; Herman, Herman; Pramana, Yoga
ProNers Vol 5, No 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.918 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v5i2.46169

Abstract

Latar belakang : Gastritis merupakan peradangan pada mukosa lambung yang menyerang pada semua jenis usia termasuk remaja. Angka kejadian dari tahun ketahun penyakit gastritis terus menempati peringkat ke 3 dari 10 masalah terbesar kesehatan di Kalimantan Barat. Dampak yang ditimbulkan gastritis khusus pada remaja mengakibatkan aktivitas belajar terganggu, menurunya prestasi belajar, dan penambahan biaya berobat. Sehingga perlu adanya peningkatan pengetahuan dengan melakukan promosi kesehatan melalui strategi KIE tentang gastritis sehingga timbul perilaku positif pencegahan gastritis. Tujuan : Mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan pada remaja sebelum dan setelah diberikan KIE tentang gastritis pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Metode : Penelitian Kuantitatif quasy experintment Pre and Post Test dengan nonequivalent control group design. Teknik sampling menggunakan non probability sampling dengan metode purposive sampling dengan 34 responden di bagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner online dengan 20 pertanyaan untuk tingkat pengetahuan 18 pertanyaan untuk perilaku pencegahan. Analisis pada studi ini menggunakan uji Marginal Homogeneity dan Fisher Exact Test dengan nilai P 0,05. Hasil : Uji Marginal Homogeneity di dapatkan nilai P tingkat pengetahuan remaja sebelum dan setelah perlakuan pada kelompok kontrol P= 0,317 sedangkan kelompok intervensi   P= 0,025. Nilai P pada perilaku pencegahan remaja sebelum dan setelah perlakuan kelompok kontrol P = 0,008 sedangan kelompok intervensi P = 0,317. Hasil Uji Fisher Exact Test KIE tentang gastritis pada kedua kelompok menunjukan nilai P tingkat pengetahuan P= 0,882 sedangkan perilaku pencegahan P = 0,581. Kesimpulan : Tidak terdapat perbedaan pada tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan setelah diberikan KIE tentang gastritis pada remaja.
PENGARUH PEMBERIAN "BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM L)" TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI: LITERATURE REVIEW Meliawati, Meliawati; Sukarni, Sukarni; Pramana, Yoga
ProNers Vol 8, No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v8i1.72766

Abstract

ABSTRAK  Latar Belakang: Tekanan darah tinggi tidak terkontrol maka timbul komplikasi: infark miokard, jantung koroner, gagal jantung kongestif, stroke, ensevalopati hipertensif, gagal ginjal kronis, retinopati hipertensif. Bawang putih salah satu terapi non-farmakologis mengandung zat alisin, hidrogen sulfida berkhasiat menurunkan tekanan darah. Tujuan: Mengetahui cara pengolahan tepat dan mudah dari bawang putih, mengetahui lama pemberian bawang putih untuk penderita Hipertensi. Metode: Jenis penelitian Literature Review menggunakan teknik analisa data, artikel  diperoleh dari database PubMed, Science Direct, Google scholar. Hasil: Berdasarkan 7 artikel direview, ada pengaruh signifikan Pemberian Bawang Putih Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi. 2 artikel menyatakan pengolahan direbusan dan diseduh, 1 artikel menyatakan pengolahan bawang putih fermentasi dan bawang putih segar, 1 artikel menyatakan pengolahan black garlic, 3 artikel menyatakan pengolahan ekstrak garlic. 1 artikel menyatakan diberikan 2 kali sehari selama 7 hari berturut-turut. 1 artikel menyatakan diberikan 1 siuang selama 1 bulan, 3 artikel menyatakan pemberian 1 kali sehari, 1 artikel menyatakan diberikan 2 siuang perhari selama 2 minggu. Kesimpulan: Hasil literature review 7 artikel yang dianalisis ada pengaruh yang signifikan dalam Pemberian " Bawang Putih ( Allium Sativum L ) " Terhadap Perubahan Tekanan Darah, tidak ada terdapat perbedaan yang berarti cara pengolahan dan lama pemberian.  ABSTRACT  Background: If high blood pressure is not controlled, complications arise: myocardial infarction, coronary heart disease, congestive heart failure, stroke, hypertensive encephalopathy, chronic renal failure, hypertensive retinopathy. Garlic, one of the non-pharmacological therapies, contains the substance allicin, hydrogen sulfide, which has the effect of lowering blood pressure. Purpose: Knowing how to properly and easily process garlic, knowing how long to give garlic to people with hypertension. Method: This type of Literature Review research uses data analysis techniques, articles are obtained from the PubMed, Science Direct, Google Scholar databases. Results: Based on the 7 articles reviewed, there is a significant effect of giving garlic on changes in blood pressure in hypertension sufferers. 2 articles state processing boiled and brewed, 1 article states processing fermented garlic and fresh garlic, 1 article states processing black garlic, 3 articles state processing garlic extract. 1 article states that it is given 2 times a day for 7 consecutive days. 1 article stated that they were given 1 cup for 1 month, 3 articles stated that they were given 1 cup per day, 1 article stated that they were given 2 cups per day for 2 weeks. Conclusion: The results of the literature review of 7 articles analyzed showed a significant effect in administering "Garlic (Allium Sativum L)" on changes in blood pressure, there was no significant difference in the processing method and duration of administration.
Overview of Work Stress Among Nurses in Hospitals Prima, Irenne Agil; Pramana, Yoga; Mita, Mita
ProNers Vol 9, No 1 (2024): July
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v9i1.78989

Abstract

Background: Work stress is a critical issue in nursing that can impact productivity, performance, and overall well-being. Understanding the levels and factors associated with work stress among nurses can help in developing effective management strategies.Objective: To describe the levels of work stress and their association with demographic and professional characteristics among nurses in a hospital in West Kalimantan.Methods: This quantitative, descriptive cross-sectional study was conducted from May 12 to 14, 2023, involving 85 nurses working in inpatient wards. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using descriptive statistics with SPSS software.Results: Most respondents (75.3%) experienced normal levels of work stress, while 23.5% reported mild stress, and 1.2% experienced moderate stress. The majority of respondents were female (76.5%), aged 26"“35 years (77.6%), had 1"“5 years of work experience (51.8%), and held a D3 nursing degree (82.4%). Nurses with shorter work experience and practical education demonstrated better stress management, while high workloads and longer tenures were associated with increased stress levels.Conclusion: The findings indicate that the majority of nurses experienced manageable work stress levels, attributed to effective coping strategies and adaptability. Institutions should implement targeted interventions, such as workload management and wellness programs, to support nurses' mental health and job satisfaction. Further research is recommended to explore additional factors influencing work stress in diverse nursing populations
KEBUTUHAN SPIRITUAL DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANJUT USIA : LITERATURE REVIEW Annisa, Elsa; ., Herman; Pramana, Yoga
ProNers Vol 6, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i1.48010

Abstract

Latar Belakang: Masalah kesehatan yang dapat muncul pada lanjut usia selain dari masalah kesehatan fisik adalah masalah pada psikososial seperti kesepian, depresi, dan perasaan cemas menghadapi kematian. Untuk itu diperlukan kebutuhan spiritual yang dapat membantu lansia dalam mengurangi kecemasan, stress, dan depresi. Jika spiritualitas terpenuhi, meningkatkan kualitas hidup lansia. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara kebutuhan spiritual dengan kualitas hidup pada lanjut usia. Metode: Jenis penelitian literature review dengan teknik analisis data menggunakan content analysis, artikel diperoleh dari database Google Scholar, ProQuest, Sage, dan ResearchGate, menggunakan kata kunci: Spiritual, Kualitas Hidup, Lansia, Spirituality, Quality of Life dan Elderly sebanyak 5.998 artikel. Hasil: Dari hasil literature review ditemukan 12 artikel yang sesuai dengan kriteria. Analisis menunjukkan bahwa rata-rata kualitas hidup pasien meningkat dengan terpenuhinya kebutuhan spiritual pada lansia. Semakin tinggi tingkat spiritualitas yang dimiliki lansia maka semakin tinggi juga kualitas hidup yang dimiliki lansia. Kesimpulan: Kualitas hidup lansia yang baik dipengaruhi oleh kebutuhan spiritual yang baik. Kata Kunci : Spiritual, Kualitas Hidup, Lansia
PENINGKATAN KEPUASAN KERJA PERAWAT PADA PELAKSANAAN MAKP METODE TIM DI RUMAH SAKIT : LITERATURE REVIEW Mohlisin, Mohlisin; Mita, Mita; Pramana, Yoga
ProNers Vol 6, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i1.48223

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan kerja perawat menjadi elemen penting dalam pelayanan keperawatan di rumah sakit. Setiap rumah sakit memiliki sistem asuhan keperawatan untuk menjaga kualitas pelayanannya. Sistem yang telah diterapkan di rumah sakit salah satunya yaitu model asuhan keperawatan profesional dengan metode yang banyak digunakan yaitu metode tim. Metode: Jenis penelitian literatur review dengan kerangka kerja menggunakan SPIDER. Database yang digunakan yaitu Google Scholar, PubMed, Online Library Wiley, Semantic Scholar, dan Science Direct dengan artikel penelitian diterbitkan mulai tahun 2015-2020. Hasil: Hasil penelusuran 1.303 artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi didapatkan 1.226 lalu diskrining didapatkan 38 artikel kemudian diseleksi sesuai kriteria ekslusi didapatkan 7 artikel. 2 artikel menggunakan desain   eksperimental, 2 artikel menggunakan desain quasi eksperimen, 2 artikel menggunakan desain korelasi dan 1 artikel menggunakan desain ethnography. Keseluruhan artikel didapat menjelaskan penggunaan metode tim meningkatkan kepuasan kerja perawat karena mempengaruhi koordinasi, pengawasan, delegasi, komunikasi dan kepemimpinan. Kesimpulan: 7 artikel menjelaskan penerapan metode tim dapat meningkatkan kepuasan kerja perawat dalam pemberian asuhan keperawatan yang menjadi pertimbangan penggunaan metode tim untuk pelaksanaan asuhan keperawatan di rumah sakit.
The Relationship Between Physical Activity And Sleep Quality Among Nurses In Hospitals Bela, Widia Cyntia; Pramana, Yoga; Rahmawati, Nadia; Fauzan, Suhaimi; Maulana, Muhammad Ali
ProNers Vol 9, No 1 (2024): July
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v9i1.78777

Abstract

Background: Sleep quality is essential for maintaining physical and mental health. Nurses often face challenges in achieving good sleep quality due to demanding work schedules, high physical activity levels, and irregular shifts, which can lead to poor sleep and reduced overall well-being.Objective: To examine the relationship between physical activity levels and sleep quality among nurses at Bhayangkara Pontianak Hospital.Methods: This study employed a quantitative cross-sectional design. A total of 73 nurses were included using a total sampling technique. Data were collected using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) to assess sleep quality and the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) to measure physical activity levels. The data were analyzed using Spearman Rank correlation.Results: The findings showed a weak negative correlation between physical activity and sleep quality, indicating that higher physical activity levels were associated with poorer sleep quality. Nurses with high physical activity levels and night shift schedules were more likely to experience sleep disturbances. External factors such as environmental conditions and work-related stress also contributed to sleep quality issues.Conclusion: Physical activity has a significant impact on sleep quality among nurses. High physical activity levels, coupled with demanding workloads and irregular shifts, can impair sleep quality. It is recommended that institutions implement strategies to balance physical activity and rest, improve work schedules, and provide support systems to enhance nurses"™ well-being.
IMPLEMENTASI INTERPROFESSIONAL COLLABORATION ANTAR TENAGA KESEHATAN YANG ADA DI RUMAH SAKIT INDONESIA ; LITERATURE REVIEW Ita, Kalista; Pramana, Yoga; Righo, Argitya
ProNers Vol 6, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i1.48002

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Kolaborasi Interprofesi atau Interprofessional Collaboration (IPC) merupakan hubungan dari berbagai tenaga kesehatan yang saling berkolaborasi dan bekerjasama untuk memberikan perawatan untuk pasien serta berbagi informasi terkait dengan catatan perkembangan terintegrasi pasien yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pasien dan meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit. Metode : Jenis penelitian literature review dengan teknik analisis data menggunakan content analisys, artikel diperoleh dari database neliti.com, google scholar, PubMED, ResearchGate dan Portal Garuda, dengan menggunakan kata kunci : kolaborasi antar tenaga kesehatan, rumah sakit, interprofesional collaboration, hospital. Hasil : Dari hasil pencarian ditemukan 8 artikel yang sesuai dengan kriteria. Analisis menunjukkan bahwa Interprofessional Collaboration antar tenaga kesehatan memiliki beberapa dampak seperti dampak pada keselamatan pasien, kepuasan pasien dan kualitas pelayanan rumah sakit, adapun beberapa faktor yang mempengaruhi pelaksanaan interprofessional collaboration adalah komunikasi, latar belakang tingkat pendidikan yang berbeda dan keterbatasan memahami peran masing-masing. Kesimpulan :Interprofessional Collaboration (IPC) dapat meningkatkan tingkat keselamatan pasien dan meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit.  Kata Kunci : Kolaborasi antar tenaga kesehatan, Interprofesional collaboration, Rumah sakit.
KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN TINGKAT STRES PASIEN DI RUANG RAWAT INAP: LITERATURE REVIEW SARI, RIKA KURNIA; PRAMANA, YOGA; FAUZAN, SUHAIMI
ProNers Vol 7, No 1 (2022): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v7i1.56919

Abstract

Latar Belakang: Komunikasi dalam keperawatan adalah dasar dan kunci dari seorang perawat dalam menjalankan tugas-tugasnya. Perawat dituntut dapat berkomunikasi dengan baik kepada pasien, satu diantara hambatan komunikasi adalah rasa emosional. Pasien yang di rawat di rawat inap memiliki kesehatan yang abnormal baik fisik maupun psikisnya. Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana komunikasi teraupetik perawat, untuk mengetahui bagaimana tingkat stress pasien di ruang rawat inap, untuk mengidentifikasi bagaimana hubungan komunikasi teraupetik perawat dengan tingkat stress pasien di ruang rawat inap. Metode: Penelitian ini menggunakan database dengan penelusuran elektronik pada Google Scholar, Pudmed, Sciencedirect, Portal Garuda yang dipublikasi pada tahun 2015-2021 (menggunakan Analisa SPIDER). Dalam artikel yang di gunakan untuk review. Hasil: Komunikasi teraupetik perawat di pengaruhi oleh motivasi dan persepsi, komunikasi teraupetik perawatb aik, penerapan komunikasi teraupetik perawat yang baik meningkatkan hubungan saling percaya antara perawat dan klien sehingga kecemasan menurun dan tidak sampai kepada level stress. Kesimpulan: Komunikasi teraupetik perawat sangat penting untuk diterapkan secara baik untuk membina hubungan saling percaya bagi klien sehingga menekan cemas dan stress.
PENGGUNAAN JUS BUAH MENTIMUN UNTUK MENGATASI HIPERTENSI PADA USIA LANSIA: LITERATUR REVIEW Ismatullah, Dedi; Righo, Argitya; Pramana, Yoga
ProNers Vol 7, No 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v7i2.63699

Abstract

Latar Belakang: Meningkatnya populasi lansia juga menyebabkan permasalahan berupa masalah kesehatan, salah satunya adalah penyakit hipertensi. Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan desain penelusuran literature review. Database akademik yang digunakan dalam penelusuran ini yaitu Pubmed, google scholar, ScienceDirect dengan artikel penelitian yang diterbitkan dari tahun 2017 - 2022. Hasil: Mentimun (Cucumis Sativus L) merupakan salah satu jenis terapi herbal untuk mengobati hipertensi. Mentimun memiliki kandungan yang bermanfaat sebagai detoksifikasi karena kandungan air yang sangat tinggi hingga 90% membuat mentimun memiliki efek diuretik, mineral yang kaya pada mentimun mampu mengikat garam dan dikeluarkan melalui urin. Jus mentimun cukup cepat untuk menurunkan tekanan darah tinggi terhadap usia lansia dalam waktu yang cukup singkat selama 7 hari. Kesimpulan: Jus buah mentimun mampu mengurangi gejala tekanan darah tinggi pada usia lansia yang dianalisis dari kandungan, dosis, maupun cara pengolahan yang sederhana sehingga literature review ini hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
PENGARUH PEMBERIAN KIE TENTANG GASTRITIS TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN PADA REMAJA DI SMA SANTO FRANSISKUS ASISI PONTIANAK Nazarius, Paola Krismonita Indahsari; Herman, Herman; Pramana, Yoga
ProNers Vol 7, No 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v7i2.46080

Abstract

Latar belakang: Gastritis merupakan inflamasi pada mukosa lambung yang menyerang pada semua jenis usia termasuk remaja. Angka kejadian dari tahun ketahun penyakit gastritis berkelanjutan peringkat ke 3 dari 10 masalah terbesar kesehatan di Kalimantan Barat. Dampak yang ditimbulkan gastritis khusus pada remaja mengakibatkan aktivitas belajar tidak terganggu, menurunya prestasi belajar, dan penambahan biaya berobat. Sehingga perlu adanya peningkatan pengetahuan dengan melakukan promosi kesehatan melalui strategi KIE tentang gastritis sehingga timbul perilaku positif pencegahan gastritis. Tujuan: Mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan pada remaja sebelum dan setelah diberikan KIE tentang gastritis pada kelompok dan kelompok intervensi. Metode:Penelitian Kuantitatif quasy experintment Pre and Post Test dengan desain nonequivalent control group . Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan metode purposive sampling dengan 34 responden di bagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner online dengan 20 pertanyaan untuk tingkat pengetahuan 18 pertanyaan untuk perilaku pencegahan. Analisis pada studi ini menggunakan uji Marginal Homogeneity dan Fisher Exact Test dengan nilai P 0,05. Hasil: Uji Marginal Homogeneitydi dapatkan nilai P tingkat pengetahuan remaja sebelum dan setelah perlakuan pada kelompok kontrol P = 0,317 sedangkan kelompok intervensi P = 0,025. Nilai P pada pencegahan remaja sebelum dan setelah perlakuan kelompok kontrol P = 0,008 sedangan intervensi P = 0,317. Hasil Uji Fisher Exact Test KIE tentang gastritis pada kelompok kedua menunjukan nilai tingkat pengetahuan P = 0,882 dan perilaku pencegahan P = 0,581. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan pada tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan setelah diberikan KIE tentang gastritis pada remaja.
Co-Authors ., Mita Abd. Rasyid Syamsuri Adiningsih, Berthy Adiningsih, Berthy Sri Utami Ali Maulana, M. Annisa, Elsa Aprianti, Risky Amelia Aprizal, Wahyu Arfandy, Firza Arief Andriyanto Audrelia, Cheryl Aulia Fradinta Aziz, Syaifallah Aziz Bela, Widia Cyntia Bravana, Novi Meta Cantika, Cici Delima Fajar Liana Dewi, Devi Lestia Dian Susanti Djoko Priyono Doddy Abdul Karim Eduarna, Mutiara Suryani Ega Safie Nanda, Erza Erja Safhie Ega Nanda Ervina Lili Neri Ervita, Ledy Faisal Khalid Fahdi Faisal Kholid Fahdi Faisal Kholid Fahdi Fanny Venezuela Fauzan, Suhaimi Firza Arfandy Firza Arfandy Firza Arvandy Fitriangga, Agus Fitriani, Dina Fradianto, Ikbal Gabby Novikadarti Rahmah Gabriella Alphani Hanafi Hanafi Harianti Harianti Harlia Putri, Triyana Harmita, Devi Hazimah Mufidah Herdaningsih, Sulastri Herman Herman . Herman Herman Hidasari, Fitriana Puspa Inderiyani, Inderiyani Intani, Merlisa Kesuma Ismail, Madi Ismatullah, Dedi Ita, Kalista Junaidi Junaidi Kafaso, Virgilius Phasacola Tiko Karim, Doddy Abdul Kholid Fahdi, Faisal Krisdianto, Muhammad Agung Lidya Natalia M. Ali Maulana M. Ali Maulana Mahyarudin, Mahyarudin Mardhia Mardhia Margun, Margun Marwa Qatrunnada Maulana, M. Ali Maulana, Muhammad Ali Meliawati Meliawati, Meliawati Meta Bravana, Novi Mita Mita Mita Mita Mita Mita Mita, Mita Mohlisin, Mohlisin Muhammad Ali Maulana Muhammad Ikhsan Ghifari Muhammad Luthfi Muthia Hana Nadia Rahmawati Najini, Robby Nazarius, Paola Krismonita Indahsari Nera Umilia Purwanti, Nera Umilia nia sri ramania Nia Sri Ramania Olivia Pavita Arista Widya Pratama, Erja Natha Adit Prima, Irenne Agil Qois, Alwan Azhar Rahmah, Fatya Rahmawati, Nadia Reynaldi, Reza Righo, Argitya Rika Kurnia Sari Rofirullah, Fazrul Rossita, Annisa Sari, Febbi Wulan Siti Alfiya Suhariyati, Dwi Asni Sukarni Sukarni . Sukarni Sukarni Sukarni Sukarni Sukarni Sukarni Suriadi Jais Syamsiar, Syamsiar Tafwidhah, Yuyun Titan Ligita tommy apriantono Tommy Apriantono Tri Wahyuning Tyas Triyana Harlia Putri Yulanda, Nita Arisanti Yuyun Tafwidhah