Claim Missing Document
Check
Articles

Antioxidant Capacity Test, Total Phenolic, Total Alkaloid, and Toxicity of Marigold Flower (Tagetes Erecta L.) Tenggono Son, Hadinata; Limanan, David
Devotion : Journal of Research and Community Service Vol. 4 No. 1 (2023): Devotion: Journal of Research and Community Service
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/dev.v4i1.352

Abstract

Antioxidants are a set of compounds that can fight the effects of reactive oxygen species (ROS) so as to eliminate their effects in the form of damage to macromolecules of carbohydrates, fats, proteins, and DNA chains. One source of antioxidants that are easily available and widely available is through herbal ingredients such as marigold flowers (Tagetes erecta L.). Marigold flowers are well known and used as a source of antioxidants, anti-inflammatory, antibacterial, diuretic and accelerate wound healing. This flower is often consumed as an edible flower and is also drunk in the form of tea. This study aims to look for the antioxidant capacity, total phenolic, total alkaloids, and toxicity of marigold flowers. Marigold flower extract is obtained by evaporating the results of methanol maceration from dried marigold flowers. Test antioxidant capacity with DPPH (2,2-diphenyl-1-picrilhydrazyl) using Blois method, total phenolic using Singleton and Rossi method, total alkaloid by method by Trivedi et al, and BSLT toxicity by Meyer method. The antioxidant capacity of marigold flowers is measured in IC50 as much as 74.5 μg/mL which includes active antioxidant levels. The total phenolic content of marigold flowers was obtained as much as 10,350.68 μg/mL. Total alkaloid levels were obtained as much as 13.05 μg/mL. The BSLT toxicity test in LC50 is 162.82 μg/mL which is categorized as moderate toxicity. From the results of this study, marigold flowers can be used as a source of antioxidants and have antimitotic properties.
ANALISIS FITOKIMIA, UJI FENOLIK DAN TOTAL ANTIOKSIDAN EKSTRAK BIJI CHIA METODE FRAP Saerang, Stefanus Handy; Limanan, David; Yulianti, Eny; Ferdinal, Frans
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v5i1.34477

Abstract

Radikal bebas dapat didefinisikan sebagai suatu senyawa yang bersifat tidak stabil karena memiliki elektron tidak berpasangan, menjadikannya sangat mudah bereaksi dan berpotensi merusak struktur biologis tubuh, sehingga berpotensi merusak struktur biologis dalam tubuh. Apabila jumlah pembentukan radikal bebas melebihi kapasitas sistem tubuh untuk menetralkan radikal bebas, maka dapat memicu kondisi stres oksidatif, yang berhubungan erat dengan berbagai gangguan kronis seperti diabetes, kanker, penyakit kardiovaskular, dan gangguan ginjal. Antioksidan memiliki peran penting dalam menetralisir radikal bebas, yang pada akhirnya berperan dalam menjaga sel agar tidak mengalami kerusakan. Biji chia (Salvia hispanica L.) diketahui memiliki senyawa aktif seperti fenolik dan flavonoid yang berpotensi bertindak menjadi antioksidan alami. Penelitian ini dilaksanakan untuk menilai jumlah keseluruhan senyawa fenolik serta kemampuan antioksidan, dan profil senyawa aktif dari ekstrak biji chia melalui pendekatan in vitro. Proses analisis meliputi identifikasi senyawa aktif menggunakan skrining fitokimia, pengukuran kadar fenolik total dilakukan dengan metode Folin–Ciocalteu, dan untuk pengujian aktivitas antioksidan dilakukan melalui metode FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power). Pengujian fitokimia mengindikasikan bahwa ekstrak biji chia memiliki berbagai senyawa, di antaranya steroid, terpenoid, dan alkaloid, fenol, flavonoid, kuinon, saponin, tanin, kumarin, betasianin, dan kardioglikosida. Kandungan total fenolik mencapai 46,79 mg GAE per gram, mencerminkan tingginya konsentrasi senyawa fenolik. Sementara itu, uji FRAP menunjukkan nilai kapasitas antioksidan sebesar 15,885 µg/mL, yang menandakan bahwa kemampuan antioksidannya tergolong sangat tinggi. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa ekstrak biji chia berpotensi digunakan sebagai antioksidan alami dan kandidat bahan aktif untuk mendukung pencegahan penyakit akibat stres oksidatif.
Penapisan Hiperkolesterolemia pada Remaja di Kelurahan Tomang Limanan, David; Felicia Tanuhariono, Ardhita; Shafira Putri, Nawaika; Halomoan Darma, Timothy
Jurnal Suara Pengabdian 45 Vol. 3 No. 3 (2024): September : Jurnal Suara Pengabdian 45
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/pengabdian45.v3i3.1904

Abstract

: Hiperkolesterolemia adalah keadaan kadar kolesterol didalam darah melebihi 200mg/dL. Data RISKESDAS 2013 menunjukkan bahwa 35.9% penduduk Indonesia berusia ≥15 tahun mengalami hiperkolesterolemia. Tujuan kegiatan ini adalah memeriksa kadar kolesterol dan memberikan informasi mengenai hiperkolesterolemia. Kegiatan PKM diawali dengan koordinasi dengan mitra, dan saat pelaksanaan PKM dilakukan pengukuran kadar kolesterol dari darah kapiler serta konsultasi dengan tim kesehatan. Kegiatan PKM diikuti oleh 143 orang, yang terdiri dari 43 laki-laki (30%) dan 100 perempuan (70%). Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 63 peserta memiliki kadar kolesterol melebihi 200 mg/dL (44%), dengan laki-laki sebanyak 21 peserta (48.84%) dan perempuan 42 peserta (42%). Tingginya kadar kolsterol menunjukan bahwa asupan makanan pada remaja masih tinggi karbohidrat dan kolesterol. Sedentary lifestyle juga memicu penumpukan kolesterol dalam tubuh, dan dapat memicu penurunan kualitas hidup para remaja. Kadar kolesterol tinggi dapat memicu timbulnya berbagai macam penyakit seperti penyakit jantung koroner, stroke, dan obesitas. Sehingga perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan berkala.
Skrining Fitokimia, Kapasitas Antioksidan, dan Efek Sitotoksik Ekstrak Metanol Daun Kari (Murraya koenigii L.) Tanuhariono, Ardhita Felicia; Limanan, David; Yulianti, Eny; Ferdinal, Frans
Bahasa Indonesia Vol 24 No 1 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i1.5940

Abstract

Pendahuluan: Kanker merupakan kelainan genetik dan metabolik yang menjadi tantangan yang besar pada abad ke-21 ini. Dewasa ini terbukti bahwa Reactive Oxygen Species (ROS) dapat memicu karsinogenesis melalui beberapa jalur ongkogenik atau mutasi ongkogenik pada DNA. Oleh sebab itu diperlukan antioksidan yang dapat meregulasi jumlah ROS dalam sel kanker. Selain itu, hampir semua aktivitas fitokimia bekerja dalam beberapa jalur pensinyalan sel dan dapat berpotensi menghambat progresi keganasan. Salah satu fitokimia yang dapat memicu apoptosis adalah alkaloid karbazol yang terdapat pada daun kari (Murraya koenigii L.). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan fitokimia, kapasitas antioksidan, dan sitotoksisitas ekstrak metanol daun kari. Metode: Penelitian ini menggunakan ekstrak metanol daun kari yang diperoleh dengan metode perkolasi. Ekstrak kemudian dilakukan pengujian secara invitro untuk mengetahui kandungan fitokimia dan kapasitas antioksidan dengan metode 3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid (ABTS). Selain itu, dilakukan juga pengujian dengan bioassay pada uji sitotoksisitas metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil: Ekstrak metanol daun kari mengandung alkaloid, antosianin, koumarin, flavonoid, kuinon, saponin, steroid, tanin, dan terpenoid, dengan kapasitas antioksidan yang dinyatakan dalam IC50 sebesar 30,70 μg/mL, sedikit lebih lemah dibandingkan Trolox sebesar 16,46 µg/mL. Sedangkan uji sitotoksisitas pada ekstrak metanol daun kari didapatkan LC50 sebesar 235,34 µg/mL. Simpulan: Ekstrak metanol daun kari memiliki beragam fitokimia dengan aktivitas antioksidan yang sangat kuat (> 150 µg/mL) dan tergolong toksik (31 – 1000 µg/mL) sehingga bersifat sitotoksik terhadap sel yang sedang membelah sehingga memiliki potensi sebagai antikanker.
Perbandingan Uji Kapasitas Total Antioksidan Ekstrak Daun Kelor dengan Metode DPPH, FRAP, dan ABTS Putri, Nawaika Shafira; Limanan, David; Yulianti, Eny; Ferdinal, Frans
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i02.154

Abstract

Reaksi oksidasi adalah proses alami dalam tubuh manusia yang terjadi selama metabolisme sel dan respirasi, menghasilkan reactive oxygen species (ROS) atau radikal bebas. Ketidakseimbangan antara produksi ROS yang berlebihan dan pertahanan antioksidan yang tidak memadai dapat menyebabkan stres oksidatif, yang berdampak negatif pada molekul biologis seperti karbohidrat, protein, lipid, dan DNA. Stres oksidatif ini berkontribusi pada berbagai penyakit, termasuk radang sendi, aterosklerosis, diabetes, kanker, dan gangguan neurodegeneratif, serta mempercepat penuaan. Antioksidan berperan penting dalam menetralkan radikal bebas dan memperbaiki kerusakan akibat stres oksidatif. Daun kelor (Moringa oleifera L) dikenal kaya akan nutrisi dan antioksidan, termasuk vitamin C, vitamin E, flavonoid dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas total antioksidan dari ekstrak daun kelor menggunakan tiga metode yang berbeda, yaitu DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil), FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power), dan ABTS (2,2'-azinobis-(3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid)). Pengukuran absorbansi dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer Genesys 30-vis, dan data dianalisis menggunakan grafik dari program GraphPad Prism versi 7.0 (La Jolla, California, USA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IC50 ekstrak daun kelor dengan metode DPPH adalah 71,011 μg/mL, yang tergolong antioksidan kuat (50-100 μg/mL). Dengan metode FRAP, nilai IC50 16,943 μg/mL, dengan metode ABTS nilai IC50 sebesar 25,533 μg/mL; keduanya termasuk dalam kategori antioksidan sangat kuat (<50 μg/mL). Hasil ini menunjukkan bahwa metode FRAP dan ABTS lebih sensitif dalam mendeteksi kapasitas antioksidan ekstrak daun kelor dibandingkan metode DPPH. Penelitian ini menunjukkan potensi ekstrak daun kelor sebagai sumber antioksidan alami yang berpotensi mencegah penyakit terkait stres oksidatif.
Uji Kapasitas Antiokisdan pada Ekstrak Daun Peppermint (Mentha piperita L.) dengan Metode DPPH, FRAP, ABTS Kusuma, Andrea Bianca Castafiore; Limanan, David; Yulianti, Eny; Ferdinal, Frans
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i02.155

Abstract

Paparan terhadap konsentrasi oksigen tinggi bisa merugikan organ tubuh mulai dari sistem kardiovaskular, gastrointestinal, pernapasan dan saraf. Melalui reaksinya dengan elektron, oksigen dapat berubah menjadi reactive oxygen species (ROS). ROS merupakan by-product yang berasal dari metabolisme sel terutama mitokondria. Ketika ROS diproduksi melebihi kapasitas antioksidan sel, terjadilah stres oksidatif dimana keadaan ini dapat merusak makromolekul seperti lipid, protein dan DNA sebagai inisiasi perkembangan suatu penyakit. Salah satu mekanisme pertahanan untuk melindungi tubuh dari efek berbahaya ROS adalah dengan antioksidan, yaitu senyawa yang mampu mencegah atau memperlambat proses oksidasi. Tentunya antioksidan sudah terkandung dalam sel tubuh, tetapi antioksidan juga bisa diperoleh dari luar, salah satunya daun peppermint (Mentha piperita L.). Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menguji metabolit sekunder, aktivitas antioksidan, dan toksisitas dari ekstrak daun mint. Desain penelitian ini merupakan eksperimental yang bersifat in vitro. Daun peppermint diekstrak dengan metode maserasi menggunakan metanol sebagai pelarut. Ekstrak yang diperoleh dilakukan pengujian yang uji kapasitas total antioksidan menggunakan tiga metode yakni, DPPH, FRAP dan ABTS dengan pembanding trolox. Dari uji kapasitas total antioksidan,  didapatkan nilai IC50 terhadap DPPH 92,994, FRAP 23,899, dan ABTS 27,180. Dapat dikatakan ekstrak daun mint tergolong kategori antioksidan kuat hingga sangat kuat dengan kapasitas antioksidan lebih kecil dibandingkan trolox. Hal ini membuktikan ekstrak daun mint memiliki potensi sebagai antioksidan.
PENCEGAHAN DIABETES MELALUI PEMERIKSAAN GULA DARAH DAN KONSELING PADA MASYARAKAT DEWASA USIA PRODUKTIF DI JAKARTA BARAT Santoso, Alexander Halim; Rumawas, Marcella E.; Limanan, David; Akhmad, Fariz Azril Khaidar; Putra, Heri Yanto; Marcellino, Marcellino; Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i1.27412

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder characterized by persistent hyperglycemia due to impaired insulin secretion (type 1 DM), or due to resistance to insulin in peripheral tissues (type 2 DM). According to the International Diabetes Federation (IDF), in 2021, around the world there will be around 537 million adults (20-79 years) living with diabetes. The number of people with diabetes is projected to increase to 643 million by 2030 and 3 in 4 adults with diabetes live in low- and middle-income countries. Routine health checks are recommended because early detection of risk factors can help take proactive steps to prevent or delay type 2 diabetes. Tomang Village is a sub-district under the Faculty of Medicine, University Tarumanagara. Based on previous community service reports, it was found that the prevalence of type II DM in Tomang Village was 4.8%. This community service activity is aimed at adults of productive age in Tomang Village in the form of blood sugar measurements and counselling, so that the prevalence of type II diabetes mellitus can be determined and education related to the prevention and control of type II diabetes mellitus. The planning method used is the PDCA method. The community service activity was attended by 90 participants, and it was found that the prevalence of people with Type II DM was 5.6%. Based on the results obtained, further activities are needed to increase public awareness of DM and monitor changes in community behavior. ABSTRAK: Diabetes melitus (DM) adalah gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan hiperglikemia persisten akibat gangguan sekresi insulin (DM tipe 1), atau akibat resistensi terhadap insulin di jaringan perifer (DM tipe 2). Menurut International Diabetes Federation (IDF), pada tahun 2021, di seluruh dunia dilaporkan ada sekitar 537 juta orang dewasa (20-79 tahun) hidup dengan diabetes. Jumlah penderita diabetes diproyeksikan meningkat menjadi 643 juta pada tahun 2030 dan 3 dari 4 orang dewasa dengan diabetes tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Pemeriksaan kesehatan rutin dianjurkan karena deteksi dini faktor risiko dapat membantu mengambil langkah proaktif untuk mencegah atau menunda diabetes tipe 2. Kelurahan Tomang merupakan kelurahan binaan Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Berdasarkan laporan kegiatan pengabdian yang lalu didapatkan prevalensi DM tipe II di Kelurahan Tomang sebesar 4,8%. Kegiatan Pengabdian ini ditujukan bagi masyarakat dewasa usia produktif di  Kelurahan Tomang dalam bentuk pengukuran gula darah dan konseling sehingga dapat diketahui prevalensi diabetes melitus tipe II dan edukasi terkait pencegahan dan pengendalian diabetes melitus tipe II. Metode perencanaan yang digunakan adalah metode PDCA. Kegiatan pengabdian diikuti oleh 90 peserta, dan didapatkan prevalensi masyarakat dengan DM Tipe II sebesar 5,6%. Berdasarkan hasil yang didapatkan diperlukan adanya kegiatan lanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap DM dan memantau perubahan perilaku masyarakat.
Konsentrasi Fenolik Total dan Aktivitas Antioksidan dari Ekstrak Metanol Daun Kari (Murraya koenigii L.): Hasil Penelitian Tanuhariono, Ardhita Felicia; Limanan, David; Ferdinal, Frans; Yulianti, Eny
Cermin Dunia Kedokteran Vol 52 No 5 (2025): Kardiologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v52i5.1333

Abstract

Introduction: Curry leaves (Murraya koenigii L.) are plants that naturally grow in the Indian subcontinent, except at the peak of the Himalayan mountains, which in their development have spread widely to various corners of the world. Traditionally, curry leaves have been used by people as medicine. However, it is now known that this plant contains carbazole alkaloid compounds and polyphenols that have antioxidant activity. This is very useful for controlling free radical levels in the human body so that they remain within reasonable limits. This is very useful for controlling the levels of free radicals in the human body to stay within reasonable limits. Free radicals are produced by normal cell metabolism which has recently been associated with the pathophysiology of various diseases. Methods: This in vitro research was to determine phenolic content and antioxidant potential in methanol extract of curry leaves. Total phenolic content testing used the Folin-Ciocalteu method and expressed by Gallic Acid Equivalent (GAE). Total antioxidant capacity testing used the DPPH method and Trolox as a comparison solution. Results: The total antioxidant capacity is expressed in the form of IC50. The total phenolic content of curry leaf methanol extract was 4007.78 μg/mL or equivalent to 133.59 mg GAE/g DW and the total antioxidant capacity of curry leaf methanol extract was 37.418 μg/mL. Conclusion: The total phenolic content of curry leaf methanol extract is high (>5 mg GAE/g). Correspondingly, the total antioxidant capacity of curry leaf methanol extract is also classified as very strong (<150 µg/mL).
EDUKASI KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN TERKAIT PENYAKIT TIDAK MENULAR (DIABETES MELITUS) Limanan, David; Tjahyanto, Teddy; Destianti , Erika; Makarau, Erick; Eldy
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i1.24539

Abstract

Non-communicable diseases, especially diabetes mellitus, are the main cause of death and disability globally. Data shows that the prevalence of diabetes mellitus in people aged 15 years and over has increased from 6.9% to 10.9%. This increase is due to educational and knowledge inequalities, poor health behaviors such as smoking, drinking heavy alcohol, physical activity, and unhealthy eating patterns. The purpose of this service activity is to increase knowledge and transfer insights to participants regarding non-communicable diseases diabetes mellitus. Community service activities begin with a coordination meeting with the community service implementation team, the results of the meeting determine educational activities on knowledge about diabetes mellitus to be carried out on November 14, 2022, and before and after education a pretest and post-test is carried out with a Google form containing questions on respondent characteristics and basic knowledge about diabetes mellitus. The diabetes mellitus educational counseling activity was held on November 14, 2022, at 12.00-16.00 with a total of 140 participants, consisting of 38 men and 102 women. The results of the pretest average score were 62.30 and the posttest average score was 82.29, so there was an increase in the knowledge of participants who took part in educational activities by 32.09%. This activity can be carried out regularly so that participants can become agents of change both for themselves and the people around them, especially those related to diabetes mellitus. Penyakit tidak menular (PTM) terutama yang disebabkan penyakit diabetes melitus menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan secara global. Data menunjukan bahwa prevalensi diabetes mellitus pada penduduk berusia 15 tahun ke atas terjadi peningkatan dari 6,9% menjadi 10,9%. Peningkatan ini disebabkan ketidaksetaraan pendidikan dan pengetahuan, perilaku kesehatan yang kurang baik seperti merokok, minum alkohol berat, aktivitas fisik, dan pola makan yang tidak sehat. Tujuan kegiatan pengabdian ini menambah pengetahuan serta mentransfer wawasan kepada para peserta mengenai penyakit tidak menular diabetes melitus. Kegiatan pengabdian dimulai dengan rapat koordinasi dengan tim pelaksana pengabgdian, hasil rapat ditetapkan kegiatan edukasi pengetahuan mengenai diabetes melitus dilakukan pada tanggal 14 November 2022 serta sebelum dan sesudah edukasi dilakukan pretest dan post-test dengan Google form yang berisi pertanyaan karekteristik responden dan pengetahuan dasar mengenai diabetes melitus. Kegiatan penyuluhan edukasi penyakit diabetes melitus dilaksanakan tanggal 14 November 2022 pukul 12.00-16.00 dengan total peserta kegiatan sebanyak 140 peserta, terdiri dari 38 laki-laki dan 102 perempuan dapat berlangsung sesuai rencana dan diselenggarakan dengan baik. Hasil nilai rata-rata prestest sebesar 62.30 dan nilai rata-rata posttest adalah 82.29, maka terjadi peningkatan pengetahuan peserta yang mengikuti kegiatan edukasi sebesar 32,09%. Kegiatan ini dapat dilakukan secara rutin agar peserta dapat menjadi agen perubahan baik untuk dirinya dan juga orang-orang disekitarnya, terutama yang berkaitan dengan penyakit diabetes melitus
EDUKASI PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (P3K) UNTUK KARANG TARUNA KELURAHAN DALUNG KOTA SERANG Limanan, David; Edbert, Bruce; Gaofman, Brian Albert; Maharani, Ismi Ikrima; Septiana, Devqa Nur
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i4.28326

Abstract

First aid is a type of care that is given immediately to a person who is injured or suddenly becomes ill. The right first aid can make the difference between life and death, recovery time and disability. Accidents can happen anywhere and anytime, so everyone must be able to provide proper first aid according to the victim's condition, so everyone needs to be given training in first aid, especially for karang taruna. The purpose of this activity is to increase the knowledge of Dulang karang taruna about first aid and to be able to apply it in everyday life. The service activity begins with a coordination meeting with the community service implementation team, the results of the meeting determine that first aid education activities will be held on May 15, 2023, a pre-test and post-test were carried out with a questionnaire containing questions on the characteristics of the respondents and knowledge about first aid. The first aid educational outreach activities were attended by 39 youth cadres consisting of 3 men and 36 women, which took place according to plan and were well organized. The results of the pre-test average score were 63.59 and the post-test average score was 81.28, so there was an increase in the knowledge of participants who took part in educational activities by 21.77%. This activity can be carried out routinely so that participants are able to perform first aid and in the end the mortality and disability rates can be reduced. Pertolongan pertama adalah jenis perawatan yang diberikan secara segera pada orang yang mengalami cedera atau mendadak sakit. Pertolongan pertama yang diberikan secara tepat dapat memberikan perbedaan antara hidup dan mati, waktu pemulihan dan kecacatan. Kecelakaan dapat terjadi dimana saja dan kapan saja, sehingga setiap orang harus dapat memberikan pertolongan pertama yang tepat dan sesuai dengan keadaan korban, sehingga semua orang perlu diberikan pelatihan dalam pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) terlebih pada kader karang taruna yang merupakan penggerak suatu desa. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader karang taruna desa Dulang tentang pertolongan pertama pada kecelakaan dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengabdian dimulai dengan rapat koordinasi dengan tim pelaksana pengabdian, hasil rapat ditetapkan kegiatan edukasi P3K dilakukan pada tanggal 15 Mei 2023 serta sebelum dan sesudah edukasi dilakukan pretest dan post-test dengan kuesioner yang berisi pertanyaan karakteristik responden dan pengetahuan mengenai P3K. Kegiatan penyuluhan edukasi P3K diikuti oleh 39 kader karang taruna yang terdiri dari 3 laki-laki dan 36 perempuan dapat berlangsung sesuai rencana dan diselenggarakan dengan baik. Hasil nilai rata-rata prestest sebesar 63,59 dan nilai rata-rata posttest adalah 81,28, maka terjadi peningkatan pengetahuan peserta yang mengikuti kegiatan edukasi sebesar 21,77%. Kegiatan ini dapat dilakukan secara rutin agar peserta mampu melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan dan pada akhirnya angka kematian dan kecacatan dapat ditekan.
Co-Authors Akhmad, Fariz Azril Khaidar Alexander Halim Santoso Alexander Halim Santoso Alphanto, Alfred H Alya Dwiana Andrea Bianca Castafiore Kusuma Angela Aprilia Adinda Annisaa Nurrahma Ardyati Ardhita Felicia Tanuhariono Asyraf, Muhammad Zain Alwi Audina Leonita Clareta Vero Patricia Widya Darma, Timothy Halomoan Destianti , Erika E Efrany E Yulianti Edbert, Bruce Edwin Destra Eldy Eny Yulianti Eny Yulianti Eny Yulianti Eny Yulianti Eny Yulianti Eny Yulianti Eny Yulianti, Eny Erics Efrany Ezra, Pasuarja Jeranding F Wandy Farell Christian Gunaidi Felicia Tanuhariono, Ardhita Ferdian Ferdian Frans Ferdinal Frans Ferdinal Frans Ferdinal Frans Ferdinal Frans Ferdinal Fransiska Iriani Dewi Freddy Ciptono Gaofman, Brian Albert Gita Manerlin Kasihita Simatupang Grace Madeleine Halomoan Darma, Timothy Helmi Rizal Helmi Ivany Lius Pangestu Jap, Ayleen Jeffrey Saputra Kawi Jessica Geselda Salim Julianty, Eny Karinnia Karinnia Kevin Arya Lim Kusuma, Andrea Bianca Castafiore Lulu Lina Azzahrotin Fairuza M Lirendra Maharani, Ismi Ikrima Makarau, Erick Marcella E. Rumawas Marcella, Agnes Marcellino, Marcellino Maria Christina Dwiyanti Meilani Kumala Michael Chen Muhammad Fikri Dzakwan Natasha Olivia Christian Nawaika Shafira Putri Ngestinuari Salim NO Christian Putri, Nawaika Shafira R Benettan Rizky Putri Agustina Rudianti, Selly Herlia Rumawas, Marcella E Rumawas, Marcella E. Rumengan, Peterjohn Andrew Benhard Saerang, Stefanus Handy Salim, Melanie Santoso, Alexander Santoso, Alexander Halim Sari Mariyati Dewi Nataprawira Sentosa, Belinda Septiana, Devqa Nur Setiady, Brandon Alexander Shafira Putri, Nawaika Sidarta, Erick Stephanie Amadea Susy Olivia Susy Olivia Susy Olivia Lontoh Susy Olivia Lontoh Tantowi, Ferdy Tanuhariono, Ardhita Felicia Teguh, Stanislas Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello Tenggono Son, Hadinata Timotius Timotius Tjahyanto, Teddy Tjie Haming Setiadi Triyana Sari Triyana Sari Wijayadi, Linda Julianti yanto, heri Yesan Suci Paramitha