Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Phinisi Integration Review

Peran Perempuan Single Parent Dalam Mengasuh Anak Di Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidrap (Suatu Kajian Antropologi Gender) Paramitha, Dyan
Phinisi Integration Review Vol 1, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.804 KB) | DOI: 10.26858/pir.v1i2.6657

Abstract

The study aims at examining (1) the change of roles of single parent women, (2) time allocation of single parent women in public domain and domestic domain, and (3) the parenting applied by sinle parent women toward their children. The type of this study is descriptive qualitative. Data were collected by employing observation, documentation, and in-depth interview techniques by involving 7 infomants. In this study, the selection of informants used purposive sampling technique, and the data validation employed source triangulation. The result of the study reveal that (1) the changes in single parenrt women are as follows: they are more responsible on their children, they feel more discipline, and the change is not only in behaviour but also in mindset particularly in making decisions, (2) time allocations conducted by single parent women are as follows: they did the domestic first and public work afterwards: likewise, after they did the public work, they will return to their domestic work, and (3) in nurturing their children, the single parent women apply democratic parenting and insill cultural values of Buginese namely siri’ and maintaining five aspects, namely assitinajang (decency), sipakatau (mutual respect), getteng (firm and consistent), dan lempu (honest) in daily lives.
Clubbing: Lifestyle Para Remaja di Kota Makassar Dyan Paramitha Darmayanti; M Iqbal Arifin; Husain Husain
Phinisi Integration Review Volume 5 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v5i3.39378

Abstract

At present the development of urban areas in Indonesia is growing very rapidly, this is marked by the emergence of various tall buildings to the development of the entertainment industry, one of which is Makassar City. Various types of entertainment venues are starting to emerge in the city of Makassar at this time, ranging from children's and youth entertainment venues to entertainment venues that are visited by certain groups and are in demand by some young people, such as nightclubs, namely clubs or so-called discotheques. This study aims to find out about clubbing which has now become a lifestyle for some teenagers in Makassar City. The research used qualitative research and used observation methods and in-depth interviews with 7 informants who were in their early teens to late teens, both from high school and those who had an identity as a student in university. The results of this study explain that these teenagers lead a lifestyle caused by internal factors and external factors. Internal factors consist of boredom with monotonous activities and the notion that clubbing is something that can only be done by cool kids and clubbing is a place to calm down, while external factors are due to association with social circles and curiosity because many clubbing activities have sprung up on social media.Saat ini perkembangan daerah perkotaan di Indonesia semakin bertumbuh dengan sangat cepat hal ini ditandai  , salah satunya Kota Makassar. Berbagai jenis tempat hiburan mulai bermunculan di Kota Makassar saat ini, mulai dari tempat hiburan anak dan remaja hingga tempat hiburan yang dikunjungi oleh kalangan tertentu saja dan diminati oleh beberapa kaum muda, seperti tempat hiburan malam yaitu club atau biasa disebut diskotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai clubbing yang dimana saat ini telah menjadi gaya hidup beberapa remaja di Kota Makassar. Dalam penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif dan menggunakan metode observasi dan wawancara mendalam terhadap 7 orang informan yang berusia remaja awal hingga remaja akhir baik dari bangku sekolah menengah atas, hingga yang memiliki identitas sebagai mahasiswa. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa para remaja ini menjalani gaya hidup disebabkan karena berbagai faktor internal dan eksternal. Faktor internal terdiri rasa bosan terhadap aktivitas yang monoton serta anggapan bahwa clubbing adalah hal yang hanya dapat dilakukan oleh anak gaul dan menjadi clubbing sebagai tempat untuk menenangkan diri, sementara faktor eksternal adalah karena pergaulan lingkaran pergaulan dan rasa penasaran karena banyaknya kegiatan clubbing bermunculan di media social.
KEGIATAN EKONOMI MASYARAKAT JAWA DI KECAMATAN WONOMULYO KABUPATEN POLEWALI MANDAR Iqbal Arifin; Dyan Paramitha Darmayanti
Phinisi Integration Review Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v6i1.43761

Abstract

This study aims to determine the economic activities of the Javanese community in Wonomulyo District, Polewali Mandar District. This type of research uses qualitative research. The data collection techniques used were observation, recording and in-depth interviews with 10 informants, while the selection criteria for informants were those who had lived in Wonomulyo District, Sidodadi Village. for more than 5-10 years. In this study, the informant selection is used purposive sampling while the data validation technique used is membership check. Research results show that in economic terms, indigenous peoples and indigenous people of Mandar are very likely to accept the community, especially Javanese, in carrying out economic activities in different fields. for this area to grow. more developed than it. Today. Javanese economic activities have also made the area the core of the Polewali Mandar Regency's economy today. The way Javanese can take advantage of the economic opportunities in Wonomulyo is to participate in all the cultural activities of the local community with the aim of Javanese being noticed and possibly becoming a development opportunity as well. such as interacting with native people (Mandar) so that Javanese culture can also be received with kindness. In addition, Javanese people also seize the opportunity of integration by collaborating with the Mandarin community on major events such as religious events and Indonesian independence day to create a sense of interdependence and need. each other.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kegiatan Ekonomi  pada Masyarakat Jawa di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar  Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan wawancara mendalam dengan melibatkan 10 orang informan, adapun syarat pemilihan informan yaitu mereka yang tinggal di daerah Kecamatan Wonomulyo Kelurahan Sidodadi selama 5-10 tahun keatas. Dalam penelitian ini pemilihan informan menggunakan purposive sampling sedangkan teknik pengabsahan data yang digunakan adalah member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berkaitan dengan perekonomian, masyarakat adat dan masyarakat asli mandar dapat menerima masyarakat khususnya masyarakat jawa sangat baik dalam menjalankan kegiatan perekonomian diberbagai bidang yang menjadikan daerah ini menjadi lebih berkembang seperti saat ini. Kegiatan ekonomi masyarakat jawa juga menjadikan daerah tersebut menjadi daerah sentral perekonomian yang ada di Kabupaten Polewali Mandar saat ini. Cara masyarakat jawa dapat memanfaatkan peluang dalam hal perekonomian di Wonomulyo adalah dengan mengikuti semua kegiatan kebudayaan masyarakat setempat dengan tujuan agar masyarakat jawa mendapat perhatian dan dapat menjadi peluang untuk perkembangan dan juga interaksi dengan masyarakat asli (Mandar) sehingga kebudayaan masyarakat jawa juga bisa di terima dengan baik. Selain itu masyarakat jawa juga merangkul peluang integrasi dengan berkolaborasi dengan komunitas mandar di acara-acara besar seperti keagamaan dan hari kemerdekaan Indonesia untuk menciptakan rasa saling ketergantungan dan saling membutuhkan.
PERAN KESETARAAN GENDER DALAM MEMPENGARUHI KEMANDIRIAN DAN KEKUATAN PEREMPUAN BUGIS MASA KINI Darmayanti, Dyan Paramitha; Manda, Darman; Sadriani, Andi
Phinisi Integration Review Volume 7 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v7i2.62176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak kesetaraan gender terhadap kemandirian dan kekuatan perempuan Bugis saat ini. Peran perempuan dalam masyarakat Bugis telah lama menjadi bagian penting dari budaya mereka, di mana mereka memiliki kontribusi signifikan dalam berbagai aspek kehidupan. Penelitian ini mengkaji bagaimana nilai-nilai budaya Bugis memfasilitasi kesetaraan gender dan pengaruhnya terhadap perempuan Bugis di zaman sekarang. Melalui studi kasus tentang lima perempuan Bugis di Makassar, penelitian ini mengidentifikasi tantangan serta peluang yang dihadapi perempuan dalam pengembangan diri dan partisipasi dalam masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kekerabatan bilateral dalam budaya Bugis, yang memberi penekanan pada kedua garis keturunan ibu dan ayah, turut berperan dalam kemandirian ekonomi dan sosial perempuan Bugis. Keterlibatan aktif perempuan Bugis dalam bidang sosial, politik, dan ekonomi mencerminkan implementasi praktik kesetaraan gender. Penelitian ini memberikan pemahaman baru tentang dinamika kesetaraan gender dalam budaya Bugis serta dampaknya terhadap pemberdayaan perempuan Bugis pada masa sekarang. Pada akhirnya, penelitian ini menyoroti pentingnya menjaga nilai-nilai budaya yang mendukung kesetaraan gender sebagai dasar bagi pembangunan sosial dan ekonomi yang inklusif.This research aims to explore the impact of gender equality on the independence and power of Bugis women today. The role of women in Bugis society has long been an important part of their culture, where they have made significant contributions in various aspects of life. This research examines how Bugis cultural values facilitate gender equality and its impact on Bugis women today. Through case studies of five Bugis women in Makassar, it identifies the challenges and opportunities women face in their self-development and participation in society. The results show that the bilateral kinship system in Bugis culture, which emphasizes both maternal and paternal lineages, contributes to Bugis women's economic and social independence. Bugis women's active involvement in social, political and economic spheres reflects the implementation of gender equality practices. This research provides new insights into the dynamics of gender equality in Bugis culture and its impact on the empowerment of Bugis women today. Finally, it highlights the importance of maintaining cultural values that support gender equality as the basis for inclusive social and economic development.
PERSEPSI REMAJA TENTANG SEKSUALITAS DAN CINTA DALAM KONTEKS SOSIAL Darmayanti, Dyan Paramitha; Manda, Darman; Sadriani, Andi
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i2.73539

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi persepsi remaja tentang hubungan seksualitas dan cinta dalam konteks sosial budaya Indonesia serta pengaruh budaya, norma keluarga, dan media sosial terhadap pemahaman mereka. Metode kualitatif dengan wawancara semi-terstruktur dilakukan terhadap lima informan dari latar belakang berbeda pelajar SMA, mahasiswa, pegawai swasta, ibu rumah tangga, dan guru. Analisis tematik digunakan untuk memahami data. Hasil menunjukkan bahwa norma budaya dan keluarga yang konservatif sangat memengaruhi sikap remaja terhadap seksualitas dan cinta, terutama dalam membatasi ekspresi seksual pada hubungan resmi. Media sosial memberikan akses informasi yang lebih luas dan membuka ruang pemahaman yang lebih terbuka, tetapi juga menghadirkan stigma dan tekanan sosial yang kompleks. Perbedaan gender terlihat jelas; laki-laki lebih fokus pada aspek seksual, sementara perempuan lebih menekankan komitmen dan emosi. Penelitian ini menegaskan bahwa sosialisasi keluarga dan pengaruh media secara bersamaan membentuk konstruksi sosial remaja tentang seksualitas dan cinta. Temuan ini menekankan pentingnya edukasi seksual yang kontekstual, inklusif, dan sensitif gender untuk mendukung perkembangan remaja yang sehat dan bertanggung jawab.This study examines adolescents perceptions of sexuality and romantic relationships within the Indonesian socio-cultural context, as well as the impact of culture, family norms, and social media on their understanding. A qualitative method involving semi-structured interviews was employed with five informants from diverse backgrounds: high school students, university students, private sector employees, homemakers, and teachers. Thematic analysis was used to understand the data. Results show that conservative cultural and family norms strongly influence adolescents' attitudes toward sexuality and love, especially in limiting sexual expression to formal relationships. Social media provides greater access to information and opens up a more open space of understanding, but it also presents stigma and complex social pressures. Gender differences are evident; men focus more on sexual aspects, while women emphasize commitment and emotions. This study confirms that family socialization and media influence together shape adolescents' social constructions of sexuality and love. The findings underscore the importance of contextualized, inclusive, and gender-sensitive sexual education to support healthy and responsible adolescent development.
PERAN KOLABORATIF SEKOLAH, KELUARGA, DAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN ANAK BERBASIS NILAI BUDAYA LOKAL Manda, Darman; Darmayanti, Dyan Paramitha; Arifin, Iqbal
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i3.73570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung proses pembelajaran anak serta pengaruhnya terhadap peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan karakter peserta didik. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi partisipatif terhadap enam narasumber, yang terdiri dari guru, orang tua siswa, tokoh masyarakat, dan ketua komite sekolah. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kolaborasi tersebut terwujud melalui komunikasi yang intens, partisipasi aktif keluarga dan masyarakat dalam berbagai aktivitas sekolah, serta dukungan sosial dan material yang memperkuat proses pembelajaran. Dampak dari kolaborasi ini mencakup peningkatan motivasi belajar, pembentukan karakter positif, kesejahteraan emosional siswa, keterlibatan aktif orang tua, serta kontribusi masyarakat dalam penyediaan sarana pendidikan. Nilai-nilai budaya lokal seperti gotong royong dan sikap saling menghormati (siri’ na pacce) turut memperkuat sinergi antar pihak, menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi kolaborasi dan nilai budaya lokal dalam mendukung pendidikan anak yang bermutu dan berkarakter.This study aims to explore the forms of cooperation between schools, families, and communities in supporting the learning process of children and its influence on improving the quality of education and developing students' character. The approach used is qualitative, with data collection conducted through semi-structured interviews and participatory observation of six resource persons, comprising teachers, parents, community leaders, and the head of the school committee. The research findings reveal that collaboration is realized through intense communication, active participation of families and communities in various school activities, and social and material support that strengthens the learning process. The impact of this collaboration includes increased learning motivation, positive character development, improved students' emotional well-being, active parental involvement, and community contributions to the provision of educational facilities. Local cultural values such as gotong royong and mutual respect (sir na pace) also strengthen the synergy between parties, creating a harmonious and sustainable learning environment. This research confirms the importance of integrating collaboration and local cultural values in supporting the development of quality and character education in children.
PERAN KOLABORATIF SEKOLAH, KELUARGA, DAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN ANAK BERBASIS NILAI BUDAYA LOKAL Manda, Darman; Darmayanti, Dyan Paramitha; Arifin, Iqbal
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i3.77318

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung proses pembelajaran anak serta pengaruhnya terhadap peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan karakter peserta didik. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi partisipatif terhadap enam narasumber, yang terdiri dari guru, orang tua siswa, tokoh masyarakat, dan ketua komite sekolah. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kolaborasi tersebut terwujud melalui komunikasi yang intens, partisipasi aktif keluarga dan masyarakat dalam berbagai aktivitas sekolah, serta dukungan sosial dan material yang memperkuat proses pembelajaran. Dampak dari kolaborasi ini mencakup peningkatan motivasi belajar, pembentukan karakter positif, kesejahteraan emosional siswa, keterlibatan aktif orang tua, serta kontribusi masyarakat dalam penyediaan sarana pendidikan. Nilai-nilai budaya lokal seperti gotong royong dan sikap saling menghormati (siri’ na pacce) turut memperkuat sinergi antar pihak, menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi kolaborasi dan nilai budaya lokal dalam mendukung pendidikan anak yang bermutu dan berkarakter.This study aims to explore the forms of cooperation between schools, families, and communities in supporting the learning process of children and its influence on improving the quality of education and developing students' character. The approach used is qualitative, with data collection conducted through semi-structured interviews and participatory observation of six resource persons, comprising teachers, parents, community leaders, and the head of the school committee. The research findings reveal that collaboration is realized through intense communication, active participation of families and communities in various school activities, and social and material support that strengthens the learning process. The impact of this collaboration includes increased learning motivation, positive character development, improved students' emotional well-being, active parental involvement, and community contributions to the provision of educational facilities. Local cultural values such as gotong royong and mutual respect (sir na pace) also strengthen the synergy between parties, creating a harmonious and sustainable learning environment. This research confirms the importance of integrating collaboration and local cultural values in supporting the development of quality and character education in children.