Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PENGETAHUAN RESPONSIVE FEEDING IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 12-24 BULAN Melliana Nurfitri; Dhona Andhini; Firnaliza Rizona
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 7, No 1 (2021): Proceeding Seminar Nasional 2021
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya pravelensi stunting di Indonesia dengan persentase 30-40%. Pravelensi stunting di Kabupaten Ogan Ilir tahun 2013 mencapai 32,67% sedangkan tahun 2019 mengalami peningkatan menjadi 35,56%. Mayoritas ibu yang mempunyai anak balita di Indonesia belum mengetahui cara dan waktu yang tepat untuk memberikan MP-ASI kepada anaknya sehingga hal ini memberikan dampak kepada anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan responsive feeding Ibu dengan kejadian stunting pada anak usia 12-24 Bulan. Jenis penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 83 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Hasil analisis menggunakan uji chi square didapatkan hubungan pengetahuan responsive feeding ibu dengan kejadian stunting (p value 0,001). Perlu adanya peningkatan penyuluhan mengenai gizi kepada ibu dengan anak usia 12-24 bulan oleh petugas kesehatan tentang bagaimana memberikan pemberian makan yang baik serta pola asuh yang baik agar dapat memperbaiki status gizi anak dan hal ini dapat mencegah dampak terjadinya stunting.Kata Kunci: Pengetahuan Responsive Feeding, Stunting
HUBUNGAN FREKUENSI MENGKONSUMSI JUNKFOOD DAN DURASI TIDUR DENGAN OBESITAS PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AUR DURI KOTA JAMBI TAHUN 2017 Fadliyana Ekawaty; Firnaliza Rizona
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 4, No 1 (2018): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2018
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.442 KB)

Abstract

Obesitas pada anak menjadi perhatian utama, karena berisiko berlanjut sampai dewasa dan berdampak panjang bagi kesehatan. RISKESDAS tahun 2013 Provinsi Jambi juga termasuk kedalam 15 provinsi dengan prevalensi obesitas di atas nasional yaitu sebesar 20%. Salah satu yang dapat menyebabkan obesitas adalah mengkonsumsi junkfood dan durasi tidur. Asupan nutrisi yang tidak seimbang yaitu lebih dari kebutuhan tubuh dapat memicu terjadinya obesitas. Kurang tidur juga akan menyebabkan penurunan leptin dan peningkatan ghrelin, meningkatkan rasa lapar dan berkurangnya kemampuan membakar lemak dalam tubuh sehingga memicu timbulnya obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi mengkonsumsi junkfood dan durasi tidur dengan obesitas pada anak sekolah dasar di wilayah kerja puskesmas Aur Duri Kota Jambi tahun 2017. Desain penelitian ini adalah kasus kontrol. Sampel diambil dengan cara proportional random sampling pada 2 sekolah dasar yaitu SDN 120 dan MI AL Munawaroh. Sampel terdiri dari 35 anak obesitas dan 35 anak tidak obesitas. Variable independen adalah frekuensi mengkonsumsi junkfood dan durasi tidur dengan mennggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square, somers’d, dan uji T tidak berpasangan. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara mengkonsumsi junkfood dengan kejadian obesitas P value 0,048 (<α0,05). Frekuensi mengkonsumsi junkfood paling banyak pada kategori sering (75,7%), dan terdapat perbedaan frekuensi mengkonsumsi junkfood responden obesitas dan tidak obesitas P value=0,000 (<α0,05). Untuk tidur terdapat 46 (65,7%) anak SD memiliki durasi tidur pendek < 10 jam/hari, terdapat hubungan yang signifikan antara durasi tidur dengan obesitas dengan P value < 0,05, rata-rata durasi tidur anak obesitas 1 jam lebih pendek daripada anak yang tidak obesitas. Kesimpulan anak obesitas lebih banyak mengkonsumsi junkfood dengan jenis junkfood yang banyak dikonsumsi adalah gorengan. Anak yang obesitas juga memiliki durasi tidur lebih pendek daripada anak yang tidak obesitas.Kata Kunci : obesitas, junkfood, durasi tidur
PENGARUH FIVE FINGERS TECHNIQUE TERHADAP KECEMASAN PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT DR. MOHAMMAD HOESIN Hesty Juniarti; Firnaliza Rizona; Hikayati Hikayati
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 5, No 1 (2019): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2019
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.033 KB)

Abstract

AbstrakKemoterapi merupakan pengobatan alternatif untuk mengobati kanker. Pengobatan ini memiliki efeksamping yang membuat pasien diliputi rasa cemas, takut menghadapi kematian, dan rasa sakit saatmenjalani kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh five fingers technique terhadapkecemasan pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Jenis penelitian ini adalah quasyeksperimental dengan pendekatan nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri dari 2kelompok yaitu 13 responden kelompok intervensi dan 13 kelompok kontrol yang diambil dengan teknikpurposive sampling. Hasil analisis Uji t berpasangan menunjukkan ada perbedaan kecemasan sebelumdan sesudah dilakukan five fingers technique pada kelompok intervensi dengan p value 0,000 sedangkanpada kelompok kontrol dengan p value 0,004. Hasil Uji t tidak berpasangan didapatkan ada perbedaansignifikan kecemasan antara kelompok intervensi dan kontrol sesudah dilakukan five fingers techniquedengan p value 0,000 (<0,005) artinya five fingers technique dapat menurunkan tingkat kecemasan pasienkanker payudara yang menjalani kemoterapi. Five fingers technique dapat dijadikan sebagaipenatalaksanaan untuk mengatasi kecemasan pasien kanker payudara.Kata Kunci: Five Fingers Technique, Kanker Payudara, Kecemasan, Kemoterapi.AbstractChemotherapy is an alternative treatment for treating cancer. This treatment has sided effects that makepatients overwhelmed with anxiety, fear of facing death, and pain when undergoing chemotherapy.Thisstudy aimed to find out the effect of a five fingers technique on the anxiety of breast cancer patientsundergoing chemotherapy. It was quasy experimental with nonequivalent control group design approach.The research sample consisted of 2 groups, namely 13 respondents in the intervention group and 13control groups taken by using purposive sampling technique. The results of the paired t-test analysisshowed that there were differences in anxiety before and after the five fingers technique treatment in theintervention group with p value 0,000 while in the control group the p value was 0.004. The results of theunpaired t-test showed that there was a significant difference in anxiety between the intervention andcontrol groups after a five fingers technique treatment with a p value of 0,000 (<0,005) to mean that afive fingers technique could reduce the anxiety level of breast cancer patients undergoing chemotherapy.Five fingers technique can be used to treat anxiety for breast cancer patients.Keywords:Five Fingers Technique, Breast Cancer, Anxiety, Chemotherapy.
PENGARUH PERMAINAN ULAR TANGGA MODIFIKASI TERHADAP PENGETAHUAN SISWA TENTANG JAJANAN SEHAT R. A. Robiatul Adawiyah; Firnaliza Rizona; Sigit Purwanto
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 6, No 1 (2020): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2020
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan ular tangga modifikasi terhadap pengetahuan siswa tentang jajanan sehat. Desain penelitian menggunakanquasy experiment dengan rancangan non-equivalent control group. Populasi dalam penenelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV, V, dan VI (9-12 tahun) berjumlah 229 orang. Penentuan sampel menggunakan metode probability samplingdenganteknik cluster samplingdan non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 40 anak yang terbagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon untuk kelompok intervensi dan uji t-test berpasangan untuk kelompok kontrol, serta uji Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan pengetahuan siswa antara sebelum dan sesudah dilakukan permainan ular tangga modifikasi dengan p value0,001 (p < 0,05) dan tidak ada perbedaan pengetahuan siswa antara sebelum dan sesudah pada kelompok kontrol dengan p value 0,249 (p > 0,05).Hasil uji Mann-Whitney pada kedua kelompok menunjukkan p value 0,004 (p< 0,05) yang berarti ada perbedaan antara pengetahuan siswa kelompok intervensi dan kelompok kontrol.Permainan ular tangga modifikasi mampu meningkatkan pengetahuan siswa tentang jajanan sehat, sehingga permainan ini dapat digunakan sebagai salah satu metode dalam pendidikan kesehatan khususnya pada siswa sekolah dasar. Kata kunci: Pendidikan kesehatan, Pengetahuan, Jajanan Sehat, Ular Tangga Modifikasi
PERILAKU PEMBERIAN MAKAN ORANG TUA PADA BALITA : REVIEW LITERATUR Firnaliza Rizona
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 4, No 1 (2018): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2018
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.765 KB)

Abstract

Masalah gizi merupakam problematika kesehatan masyarakat yang penanggulangannya tidak dapat dilakukan dengan pendekatan medis dan pelayanan kesehatan saja. Peran orang tua sangat penting terutama bagi balita yang masih membutuhkan batuan dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya. Perilaku pemberian makan oleh orang tua yang tidak sesuai, baik dari jenis makanan yang diberikan maupun cara pemberian makan juga akan berdampak pada nutrisi anak. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pemberian makan orang tua pada balita yang sering menimbulkan permasalahan nutrisi pada anak baik kelebihan maupun kekurangan nutrisi. Sumber artikel yang digunakan menggunakan pencarian melalui Google Schoolar, Cinahl, Science direct, Pubmed, Ebsco, dan Proquest mulai tahun 2005 sampai dengan 2018. Setelah didapatkan, kemudian dilakukan penilaian artikel sampai tahap pembuatan literature review. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa perilaku pemberian makan ibu dimulai dari persepsi ibu tentang status nutrisi anak. Ibu mampu mendeteksi kelainan nutrisi pada anak khususnya obesitas dan kekurangan gizi, namun tidak mampu untuk status overweight. Gaya pemberian makan orang tua yang bersifat permisif membuat anak terus mendapatkan apa yang ia ingin konsumsi tanpa orang tua menyadari bahwa makanan yang dimakan tidak mengandung gizi yang seimbang. Upaya untuk memberikan makanan pada anak dengan cara yang baik, tidak memaksa, walaupun anak dalam keadaan menangis, menolak atau sulit makan akan memberikan dampak positif terhadap keadaan gizi.Kata Kunci: Balita, Nutrisi, Orang tua, Perilaku, Pemberian makan.
PENATALAKSANAAN TERAPI DAN EFEKTIVITAS PENGOBATAN PADA PASIEN ANAK DENGAN ACUTE MYELOID LEUKEMIA Mega Putri Agusti; Firnaliza Rizona
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 7, No 1 (2021): Proceeding Seminar Nasional 2021
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acute myeloid leukemia (AML) adalah suatu bentuk kelainan sel hematopoetik yang dikarakteristikkan dengan adanya proliferasi berlebihan dari sel mieloid yang dikenal dengan mieloblast. AML dapat berkembang dengan cepat jika tidak diterapi dan dapat berakibat fatal dalam beberapa bulan. Tujuan telaah literatur ini adalah untuk melakukan review artikel tentang penatalaksanaan terapi dan efektivitas pengobatan pada pasien anak dengan AML. Metode yang digunakan adalah literature review dari artikelartikel penelitian yang diterbitkan tahun 2011-2021 dan bisa diakses seluruh bagian artikel. Artikel dikumpulkan dari jurnal nasional dan internasional dengan menggunakan kata kunci therapy, AML, pediatric. Artikel penelitian diperoleh melalui google scholar, science direct dan PubMed. Hasil telaah literatur menunjukkan bahwa penatalaksanaan terapi pada pasien anak dengan AML berupa kemoterapi induksi, konsolidasi dan transplantasi sel induk. Allogeneic hematopoietic stem cell transplantation (alloHSCT) yang dilakukan setelah mendapatkan protokol kemoterapi induksi dan konsolidasi dapat meningkatkan angka kelangsungan hidup pasien. Allo-HSCT juga dapat mengurangi risiko kekambuhan dan memberikan prognosis yang baik. Pelayanan keperawatan melalui manajemen kemoterapi diperlukan untuk meningkatkan perkembangan normal anak sehingga dapat memfasilitasi koping terhadap penyakit dan pengobatan.Kata kunci: AML, terapi, anak
SOSIALISASI FAKTOR PENYEBAB OBESITAS PADA SISWA SEKOLAH DASAR Firnaliza Rizona; Herliawati Herliawati; Khoirul Latifin; Dwi Septiawati
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 5, No 1 (2019): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2019
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.672 KB)

Abstract

AbstrakAngka kejadian obesitas atau berlebihnya berat badan terus meningkat terutama pada anak sekolah. Obesitasyang tidak terkendali akan menyebabkan berbagai penyakit degenerative yang dikemudian hari yang akanberdampak pada kematian. Penyebab obesitas bersifat multifaktoral seperti genetik, asupan nutrisi, aktivitasfisik, penggunaan obat-obatan dan lain-lain. Tujuan jangka panjang pengabdian masyarakat kepada anaksekolah ini adalah memberikan pemahaman kepada anak tentang faktor-faktor yang dapat menyebabkanobesitas sehingga kedepannya mampu merubah aktivitas dan perilaku yang dapat menyebabkan obesitas.Pelaksanaan dilakukan dengan proses edukasi, sosialisasi, dan diskusi pada siswa siswi lalu melakukanevaluasi melalui pertanyaan terbuka. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di Sekolah dasar di wilayah kerjapuskesmas Pembina. Peserta dalam kegiatan ini adalah siswa dan siswi sekolah dasar di wilayah kerjapuskesmas Pembina Palembang. Berdasarkan hasil kegiatan didapatkan anak mengikuti kegiatan sosialisasidengan antusias dan mampu mengikuti proses evaluasi yaitu dengan menjawab pertanyaan saat proses diskusidan evaluasi. Peserta mampu memahami bahwa mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan gula dan hidupbermalas-malasan dengan aktifitas fisik yang kurang dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Faktorketurunan dan penggunaan jenis obat tertentu juga dapat memicu terjadinya obesitas. Berdasarkan kegiatantersebut, dapat disimpulkan setelah dilakukan sosialisasi mengenai faktor resiko penyebab peningkatan beratbadan mayoritas peserta mengetahui defenisi, penyebab dan akibat dari kelebihan berat badan serta usahadalam penurunan berat badan.Kata kunci: Faktor Penyebab, Obesitas, SosialisasiAbstractObesity overweight occurrence was increasing especially on school age children. Uncontrolled obesity cancauses various degenerative disease which will affect on the death. Causes of obesity were multifactorial asgenetic, nutritional intake, physical activity, the use of drugs, and others. The long-term aim of the devotionto the school age children was to give the understanding about the factors that can lead to obesity so that inthe future it will change the activity and behavior which can cause obesity. The implementation conducted bythe education, socialization, and discussion process on students and then an evaluation carried out by thethrough open questioning. The implementation conducted at primary schools in the working areas of thePembina public health center. The participant of this activity was the elementary school students in in theworking areas of the Pembina public health center Palembang. Based on outcome of the activities that thestudent who joining the socialization with enthusiastic and able to follow evaluation process which cananswer questions when discussion and evaluation. Participants able to understand that consume foods whichhad high in fat and sugar also sedentary life style can increase weight. Heredity and the use of certain type ofmedication also can lead to obesity. Based on these activity, it can be concluded that after socialization onrisk factors of causes increasing weight body the majority of participants know definition, causes and effectfrom the excess weight and efforts in weight loss.Keywords: Causes Factor, Obesity, socialization
PENGARUH SENAM ERGONOMIS TERHADAP KADAR KOLESTEROL DARAH PADA LANJUT USIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA TERATAI PALEMBANG Eliza Desi Handayani; Herliawati Herliawati; Firnaliza Rizona
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 6, No 1 (2020): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2020
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kadar kolesterol akan menyebabkan berbagai penyakit terutama penyakit yang berhubungan dengan kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah) seperti, stroke, aterosklerosis, penyakit jantung koroner, pankreatitis, diabetes melitus, gangguan tiroid, penyakit hepar, dan penyakit ginjal. Senam ergonomis dapat mencegah berbagai macam penyakit salah satunya penyakit yang diakibatkan oleh kolesterol, s
Pendampingan Guru dalam Peningkatan Pengetahuan tentang Penilaian Status Gizi Firnaliza Rizona; Yeni Anna Appulembang; Fuji Rahmawati; Sigit Purwanto; Khoirul Latifin
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 1 (2022): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v4i1.238

Abstract

Obesity prevalence on school age children was increasing especially in pandemic covid 19 because of online lesson which make the physical activity become subtract. Early preventing should be conduct to decrease obesity till adult age and other health effect which is could disturb children healthy. Early detection obesity by the school can be done through nutritional status data collection of students. But a lot of schools did not know how to determine children nutritional status. Subject of this community dedication was the teacher in elementary school to increase the knowledge on measure the student’s nutritional status. This training was completed with media such us guideline book for determining nutritional status. Teacher conducted the small group discussion divided to five personal in four group. The result of this activity was increasing knowledge of teacher in determining the student’s nutritional status. Based on this activity The objective of this public service is elementary school teacher to increase knowledge in measuring the status of child nutrition. Based on these activities are on the schools regularly can do early detection at the nutritional status students to children with the risk of obesity and that has been obese can get immediate intervention and the school can collaborate with health services to tackle obesity on a student.
PENGARUH EDUKASI TERHADAP PENINGKATAN SIKAP JAJANAN SEHAT PADA ANAK SEKOLAH Firnaliza Rizona; Yuliana
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 5 No. 2 (2018): Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Angka obesitas semakin meningkat pada anak usia sekolah. Salah satu yang dapat menyebabkan obesitas adalah tingginya angka konsumsi jajanan junkfood. Salah satu metode untuk meningkatkan sikap pada anak sekolah yaitu pendidikan kesehatan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi metode peer group terhadap peningkatan sikap anak obesitas tentang jajanan sehat.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi experiment dengan rancangan one grup pre-post test design. Jumlah responden sebanyak 30 siswa dengan status gizi obesitas. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pemberian edukasi diberikan secara berkelompok menggunakan media power point dan video sebanyak dua kali pertemuan. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner pada pre test dan post test. Hasil: Hasil uji statistik dengan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terjadi peningkatan sikap sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan dengan nilai p=0,000.Simpulan: Edukasi mengenai jajanan sehat melalui peer group dapat meningkatkan sikap anak sekolah dengan obesitas untuk memahami tentang jajanan sehat.