cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA
ISSN : -     EISSN : 25494899     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 186 Documents
Strengthened the Concept of Numerical Literacy for Madrasah Ibtidaiyah Teachers Through Technical Guidance Follow-Up of Competency Assessment Results of Indonesian Students Tri Astari
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 7, No 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpmmp.v7i2.55518

Abstract

The description of AKMI results needs to be conveyed to MI teachers so they can be used as a reference in developing numeracy literacy learning in class. In developing numeracy literacy learning, teachers need a good understanding and skills about numeracy literacy. So that it is necessary to strengthen the concept of numeracy literacy for Madrasah Ibtidaiyah teachers through technical guidance following up on the results of the Indonesian Student Competency Assessment. This activity consists of lectures, discussions, questions and answers with teachers; collaboration and discussion between teachers and other teachers; and demonstration/practice. The partners involved in this activity were Madrasah Ibtidaiyah teachers in Magelang Regency, Central Java, totalling 31 people. This activity ran smoothly, was interactive, and the participants were enthusiastic. Many participants took the pre-test and post-test, as many as 29 people. There was an increase of 27 people, although it has yet to occur significantly. In contrast, as many as two people are still at the same value—as many as 29 people have done peer teaching. Thus, there was an increase in participants' knowledge and skills regarding numeracy literacy.
WORKSHOP DAN PENDAMPINGAN PENYUSUNAN SPMI (SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL) OLEH SPM UNIVERSITAS NEGERI MALANG (UM) DI UNIVERSITAS PAWYATAN DAHA KEDIRI Lestari, Dyah; Suwasono, Purbo; Arief, Mohammad; Nasution, Syaiful Hamzah; Suryani, Ani Wilujeng; Rahardjo, Swasono; Basuki, Imam Agus
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol. 7 No. 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpmmp.v7i2.54401

Abstract

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) adalah kegiatan memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan yang dijalankan secara internal untuk mewujudkan visi dan misi pendidikan tinggi serta untuk memenuhi kebutuhan pengguna melalui penyelenggaraan perguruan tinggi. Pada saat ini, SPMI yang dilakukan pada perguruan tinggi berupa monitoring dan evaluasi pembelajaran (Monevjar), audit mutu internal (AMI), penetapan Standard Operational Procedure (SOP), dan penentuan standar internal yang mengacu kepada peta proses bisnis, semua tindakan SPMI tersebut sesuai dengan pola penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian dan peningkatan (PPEPP) dari Standar Nasional. Peserta workshop dan pendampingan yang diselenggarakan secara luring berjumlah 23 dosen Universitas Pawyatan Daha. Kegiatan dilaksanakan 6 kali dengan 2 kali tatapmuka dan 4 kali daring. Seluruh dosen hadir pada 6 kali pertemuan tersebut. Namun, yang aktif presentasi, bertanya, dan berkomentar terkait SPMI, SOP, AMI dan monevjar hanya 16 orang . Berdasarkan presentasi AMI, Universitas Pawyatan Daha sudah bisa mendesain AMI walaupun belum bisa menerapkan secara online. Berdasarkan presentasi SPMI, Universitas Pawyatan Daha sudah bisa mendesain setiap tahapan P-P-E-P-P walaupun belum bisa menerapkan secara online. Berdasarkan presentasi SOP, Universitas Pawyatan Daha sudah punya SOP walaupun dengan format yang lain, serta bisa membuat contoh 2 SOP yang sesuai dengan Permenpan RB Nomor 35 Tahun 2012. Berdasarkan presentasi Monevjar, Universitas Pawyatan Daha sudah bisa mendesain monevjar awal, tengah, dan akhir semester walaupun belum bisa menerapkan secara online. Berdasarkan respon peserta pada angket terkait workshop dan pendampingan penyusunan Sistem Penjaminan Mutu Internal, 80,77% menyatakan sangat setuju dan selebihnya setuju, terkait pentingnya pelaksanaan SPMI di Universitas Pawyatan Daha.
Penanganan Limbah Padat Produksi Kerupuk Rambak di Brontokan, Danurejo, Mertoyudan, Magelang Dafa, Maula Haqul; Solihah, Nada I.; Prabowo, Yusuf; Handziko, Rio Christy
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol. 7 No. 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpmmp.v7i2.25186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari solusi pengolahan limbah padat yang dihasilkan dari produksi kerupuk rambak di Desa Brontokan, Kelurahan Danurejo, Kecamatan Mertoyudan, Magelang. Penelitian yang dilakukan selama hampir tiga bulan  mulai dari Februari hingga April 2019 ini juga dilakukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Praktikum Ilmu Lingkungan. Penelitian ini dilangsungkan di salah satu rumah produksi milik Pak Naim dan menyelidiki baik limbah cair maupun limbah padat, tetapi lebih terkonsentrasi pada limbah padat yang dihasilkan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu di dalam pabrik mencapai 310C dengan intensitas cahaya 949 x 100 lux pada saat penjemuran kerupuk rambak. Flora yang berada di dalam lingkungan pabrik antara lain lumut, gulma, pohon pepaya, tanaman cabai, dan tanaman pandan, sedangkan fauna yang berada di dalam lingkungan pabrik antara lain capung, ayam, lalat, laba-laba, dan hewan air yang tidak teridentifikasi. Sementara itu, suhu di luar lingkungan pabrik sekitar 290C dengan intensitas cahaya 0.32 x 100 lux dan ditemukan banyak tanaman seperti pohon jambu, pisang, mangga, rambutan, dan hewan seperti ayam, laba-laba, lalat, dan lain-lain. Pemanfaatan limbah padat dari pabrik adalah sebagai pelet untuk pakan ikan lele karena masih mengandung nutrisi yang bila dicampur dengan beberapa bahan lain akan menjadi pakan yang memadai untuk tumbuh kembang ikan lele. Diharapkan penelitian ini mampu memberikan informasi pada masyarakat yang ini mencari alternatif pakan ikan lele sekaligus mengurangi limbah padat dari produksi kerupuk rambak itu sendiri.
Workshop Pengembangan Diagnostic Assessment Untuk Mengukur Kesiapan Peserta Didik SMP Menghadapi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Dan Programme For International Student Assessment (PISA) Bagi Guru IPA SMP di Sleman-Yogyakarta Setyawarno, Didik; Widodo, Eko; Rosana, Dadan; Maryati, Maryati
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol. 7 No. 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpmmp.v7i2.65016

Abstract

Adanya PISA (The Programme for International Student Assessment ) dan AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) mendorong terlaksananya pembelajaran dan sistem asesmen inovatif yang berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi yaitu kemampuan bernalar dan bukan berfokus pada hafalan. Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah kegiatan pelatihan secara luring di SMPN 4 Pakem Yogyakarta dan daring dengan zoom meeting ditujukan bagi guru- guru IPA tingkat SMP di Kabupaten Sleman Yogyakarta yang diikuti secara luring 30 guru IPA dan daring 41 guru IPA. Kegiatan PPM dilaksanakan dengan model workshop, penugasan terstruktur, dan konsultasi dengan rincian sebagai berikut. Tutorial dan workshop yaitu penyampaian materi 1 adalah sistem penilaian berdasarkan kurikulum 2013 dan konsep dasar penilaian IPA model PISA dan AKM serta kemampuan literasi sains. Tugas Terstruktur yaitu penyusunan model penilaian hasil belajar siswa untuk mata pelajaran IPA berdasarkan kurikulum 2013 model AKM dan PISA untuk mengukur kemampuan literasi sains. Konsultasi tugas yaitu konsultasi dilakukan via email/HP, khususnya bagi peserta pelatihan yang mengalami kesulitan dalam menyelesaian tugas terstruktur. Hasil kegiatan ini telah dievaluasi berdasarkan masukkan dari guru IPA SMP dapat meningkatkan kemampuan kualitas penilaian peserta didik sehingga dapat menerapkan penilaian IPA model PISA untuk mengukur kemampuan literasi sains
Sosialisasi Rekayasa Prototipe Kelompok Masyarakat Tanpa Sampah Buangan di Kota Yogyakarta Ariswan, Ariswam; Dwandaru, Wipsar Sunu Brams; Sudarsono, Sudarsono; Sutrisno, Hari
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol. 7 No. 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpmmp.v7i2.56868

Abstract

Telah dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PPM) kelompok dosen tahun anggaran 2022 dalam bentuk sosialisasi sistem manajemen sampah. Persoalan sampah tetap akan menjadi persoalan dalam kehidupan bermasyarakat terutama di masyarakat kota baik kota kecil, sedang, maupun kota besar. Aktivitas PPM ini menjelaskan penyelesaian masalah sampah melalui sebuah inovasi berbasis Hukum Termodinamika, sehingga diharapkan kelompok masyarakat mitra PPM tidak lagi menghasilkan sampah buang. Hal ini disebabkan sampah mereka diolah menjadi bahan yang bermanfaat bagi ekosistem. Tentu saja produk PPM ini berupa produk yang laku jual. Prinsip dasar PPM ini adalah menyadarkan setiap warga masyarakat agar melakukan pemilahan sampah menjadi sejumlah kelompok sampah karakteriktik yang kemudian setiap kelompok sampah tersebut diberi perlakuan tertentu. Perlakuan yang diberikan tentu saja sesuai karakteristik material sampahnya sehingga seluruh sampah akan dapat termanfaatkan.
Pengembangan Outbound Sains untuk Anak-anak di Hutan Wisata Wana Rahayu Sleman Yogyakarta Marwati, Siti; Salirawati, Das; Purtadi, Sukisman
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol. 7 No. 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpmmp.v7i2.60130

Abstract

Wana Rahayu merupakan salah satu jenis wisata alam yang berkonsep hutan mini. Wana Rahayu telah dirintis sejak tahun 2005 oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) yang berjumlah 30 orang. Kelompok ini memanfaatkan tanah kas desa seluas 2 ha untuk menanam tanaman keras. Setelah tumbuh dengan subur kawasan tersebut menjadi seperti hutan mini. Oleh warga setempat dan KTH, tempat tersebut dikembangkan menjadi tempat yang berkonsep sebagai destinasi wisata dengan berbagai fasilitas dan wahana. Oleh karena itu diperlukan upaya pengembangan yang memanfaatkan konsep yang ada berupa pengembangan outbound sains. Pengembangan ini dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Wana Rahayu dan pemuda. Pelatihan diikuti oleh 17 orang peserta. Materi pelatihan adalah konsep dasar, eksplorasi lokasi sebagai media outbound sains dan manajemen pengembangan outbound sains. Kegiatan ini dilengkapi dengan praktek langsung percobaan sains sederhana. Semua peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini dari awal sampai akhir. Hasil pelatihan diimplementasikan kepada anak-anak SD di lingkungan Moyudan berupa kegiatan outbound sains di Wana Rahayu. Secara keseluruhan, lebih dari 80% peserta dapat memahami dan memperaktekkan semua materi yang disampaikan. Hasil pelatihan ini diperoleh volunteer pendamping outbound sains dan manajemen outbound sains yang lebih baik serta kerjasama antara perguruan tinggi dan mitra khalayak sasaran yaitu pemerintah Desa Sumberrahayu.
Merawat Lingkungan berbasis Folklor Sentani bagi Anak-Anak di Kampung Yokiwa, Kabupaten Jayapura, Papua Wigati Yektiningtyas; Henderite Loisa Ohee; Christien S. A. Haay; Stela Regina Korwa
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 7, No 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpmmp.v7i2.62039

Abstract

Masyarakat Sentani lama amat menjaga lingkungan mereka. Mereka  tidak menebang hutan secara liar dan mencemari tanah dan air. Anak-anak sebagai generasi estafet perlu tahu bagaimana cara menghormati dan menjaga alam. Masyarakat Sentani juga kaya akan folklor yang mulai ditinggalkan dan tidak dikenali oleh sebagian besar anak-anak. Inisiatif ini memanfaatkan folklor Sentani, yaitu cerita rakyat dan lantunan ehabla sebagai media pembelajaran preservasi lingkungan di Kampung Yokiwa, Kabupaten Jayapura. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah (1) mengajarkan dan memberi penyadaran kepada anak-anak Kampung Yokiwa tentang pentingnya mencintai dan merawat lingkungan hidup menggunakan folklor Sentani, (2) mengenalkan, memberi pengalaman, dan motivasi kepada anak-anak untuk mempelajari cara-cara masyarakat Sentani lama menjaga lingkungan hidup mereka.   Kegiatan dilakukan di Kampung Yokiwa, Kabupaten jayapura, Papua  pada bulan Agustus 2022. Kegiatan ini  melibatkan anak-anak usia 9-12 tahun. Teknik yang digunakan adalah mendongeng, membaca,  melantun yang diselingi dengan lagu dan permainan.  Melalui kegiatan ini, anak-anak  menyadari pentingnya menjaga lingkungan dan segala isinya mulai dari hal yang kecil. Mereka pun menjadi agen yang menularkan kebiasaan baik ini kepada teman-teman sebaya mereka. Kegiatan ini juga berhasil mengidupkan kembali folklor Sentani berbasis lingkungan.   
Pelatihan Pengambangan Bahan Ajar Kimia Berbasis Blended Learning Menggunakan Media Pembelajaran Quizizz dan Mentimeter bagi Guru SMA di Kota Malang Pramesti, Indah Nur; Ciptawati, Endang; Nur, Hadi; Sumari, Sumari; Aldwinarta, Farrel Hafiz; Fauziah, Putri Nanda; Nareswari, Tsalis Jauza
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol. 7 No. 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpmmp.v7i2.58029

Abstract

E-learning yang dipadukan dengan pembelajaran konvensional merupakan definisi blended learning dan merupakan salah satu metode pembelajaran yang sering diterapkan pasca pandemi Covid-19. Blended learning disertai dengan media pembelajaran yang menarik akan mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Kegiatan layanan ini bertujuan untuk menarik guru agar terampil dalam menggunakan Quizizz dan Mentimeter, platform survei online dan presentasi interaktif. Hasil pelatihan menunjukkan respon positif dari peserta terhadap media pembelajaran yang direkomendasikan. Sebanyak 63% peserta menyatakan pelatihan ini sangat bermanfaat, 37% peserta menyatakan metode blended learning sangat efektif dilaksanakan pasca pandemi Covid-19, dan 56% peserta menyatakan penggunaan aplikasi media pembelajaran online Quizizz dan Mentimeter membantu dalam pelaksanaan blended learning.
Peningkatan Profesionalisme Komite Pembelajaran Sekolah Penggerak melalui Pelatihan Pengembangan Sumber Belajar Berbasis Visualisasi Augmented Reality (AR) Dina, Dina; Yunita, Isti; Ikhsan, Jaslin; Kusumawardani, Cahyorini; Budiasih, Kun Sri
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol. 8 No. 1 (2024): Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpmmp.v8i1.67536

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme komite pembelajaran sekolah penggerak melalui pelatihan sumber belajar berbasis visualisasi AR. Sejumlah 35 komite pembelajaran pada sekolah dasar di Gunung Kidul menjadi khalayak sasaran pada kegiatan ini. Pengabdian dikemas berupa pelatihan yang dilaksanakan dengan beberapa metode pelaksanaan, yaitu ceramah dan latihan, penugasan dan pendampingan, serta tes dan angket dan terbagi dalam tiga kali pertemuan. Teknologi yang dilatihkan yaitu Canva dan Assemblr Studio yang memungkinkan guru untuk membuat sumber belajar yang interaktif dengan menyematan objek 3D. Instrumen yang digunakan berupa soal pretes dan postes, lembar observasi afektif, lembar observasi psikomotorik, lembar penilaian produk, dan angket evaluasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa persentase observasi kognitif sebesar 85%, observasi psikomotor sebesar 80,36%, dan penilaian produk sebesar 93, 21%. Hasil pretes menunjukkan skor rata-rata peserta sebesar 54,71 mengalami peningkatan yang signifikan setelah diberikan pelatihan menjadi sebesar 83,94 pada skor rata-rata postes. Dapat disimpulkan bahwa kegatan pengabdian mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan. Secara umum, peserta merasa bahwa kegiatan yang dilakukan memberikan manfaat tidak hanya pada peningkatan pengetahuan (theoritical knowledge), melainkan juga keterampilan (practical how to) terkait pengembangan sumber belajar dalam rangka implementasi Kurikulum Merdeka.
PENDAMPINGAN PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK MENJADI ECOENZYME BAGI GURU-GURU SMP SEKABUPATEN MAGELANG Yosephine Louise, Isana Supiah; Rohaeti, Eli; Aznam, Nurfina; Arianingrum, Retno; Budiasih, Kun Sri; Mercuriani, Ixora Sartika; Rinawati, Wika; Fitriyana, Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol. 8 No. 2 (2024): Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpmmp.v8i2.71193

Abstract

Sampah rumah tangga umumnya berupa sampah organik, demikian juga limbah/sampah pedagang lotis/rujak, jus, sayur dan buah, yang umumna hanya dibuang begitu saja, menumpuk dan menyebabkan aroma tidak sedap dan menyebabkan sarang lalat, yang berakibat terhadap kesehatan masyarakat sekitar. Untuk itu perlu diupayakan pengolahan limbah rumah tangga, penjual lotis/rujak, jus, sayur dan buah yang berupa limbah/sampah organik menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonom. Pada kegiatan pendampingan guru-guru SMP se-Kabupaten Magelang dengan dana dari Program MF (Matching Fund) 2023 (Ristekdikti) telah dikenalkan produk ecoenzim sebagai produk fermentasi limbah/sampah organik, yang memiliki banyak manfaat, antara lain, pupuk, insektisida, dan memiliki khasiat obat (obat luar). Selama kegiatan pendampingan, peserta tidak hanya dikenalkan produk ecoenzim secara teori, tetapi langsung mempraktekkan pembuatan ecoenzim, dengan bahan-bahan dan peralatan yang telah disediakan. Peserta sangat menikmati dan sangat bersemangat selama pendampingan, secara umum peserta menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat, penyampaian materi dapat diterima dnegan sangat baik, metoda yang digunakan sangat sesuai dan kegiatan ini sangat membantu membuka wawasan peserta pendampingan.