cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25979272     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 510 Documents
Analisis Tingkat Kerentanan Wilayah di Kota Pekanbaru Terhadap Bencana Akibat Perubahan Iklim Sasmita, Aryo; Andrio, David; Aini, Keke Nur
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 18, No 4 (2022): JPWK Volume 18 No. 4 December 2022
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v18i4.37111

Abstract

Perubahan iklim adalah salah satu tantangan yang dihadapi kota - kota di Indonesia yang berhubungan dengan ketahanan Kota.Kota Pekanbaru merupakan salah satu kota yang beresiko terhadap bencana perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan menganalisis kecamatan yang menjadi prioritas penanganan bencana akibat perubahan iklim berdasarkan tingkat kerentanannya terhadap bencana iklim. Pada penelitian ini kajian kerentanan wilayah diukur berdasarkan kejadian iklim historis dan data lain yang tersedia. Penelitian dilakukan dengan menganalisa kajian kerentanan kota terbagi atas komponen keterpaparan, sensitivitas, dan kapasitas adaptasi berdasarkan permenLHK No. 33 Tahun 2016 dan No. 7 Tahun 2018. Hasil studi menunjukkan bahwa sebagian besar kecamatan di Kota Pekanbaru dikategorikan tidak rentan terhadap bencana akibat perubahan iklim, namun ada 4 Kecamatan yang dikategorikan agak rentan dan cukup rentan yaitu Bukit Raya, Payung Sekaki, Tenayan Raya, dan Rumbai pesisir. Kecamatan-kecamatan ini berada di kawasan pinggiran Kota Pekanbarudan perlu menjadi prioritas penanganan bencana akibat perubahan iklim terutama pada peningkatan sarana pendidikan dan kesehatan serta mengurangi tingkat kemiskinan. 
Assessment of The Potential Utilization of Urban Forests as A Public Recreational Area (Case Study in Kibitay Urban Forest, Sukabumi City) Suciyani, Wida Oktavia; Utami, Fadhilah Noordya; Bakhti, Krisna Yudha; Putri, Sherly Raka Siwi
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 19, No 4 (2023): JPWK Volume 19 No. 4 December 2023
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v19i4.49144

Abstract

The urban forest can provide social benefits as a public recreation area. Efforts to utilize the urban forest as a recreational area need to be carefully planned, so it is necessary to assess the recreational potential of the urban forest to produce effective planning. This study aims to reveal in depth the potential utilization of urban forest assets as a public recreation area based on the determination of outdoor recreation potential. The study method used is descriptive qualitative and quantitative with data collection techniques, including observation, interviews, and documentation studies. Based on the results of the assessment, it is revealed that the recreational potential of the Kibitay Urban Forest assets is included in the high recreational potential category by 64% because it has sufficient landscape feature value and high climate value and accessibility. This shows that the Kibitay Urban Forest has the potential to be used as a public recreation area, although recreational facilities are not fully adequate. Future research can consider conducting asset planning for Kibitay Urban Forest facilities in Sukabumi City as a public recreation area.
Pengaruh Ukuran Neighborhood pada Kohesi Sosial Penghuni di Perumahan Berpagar Dewi, Rosianti Citra Puspa; Wiranegara, Hanny Wahidin; Supriyatna, Yayat
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 20, No 2 (2024): JPWK Volume 20 No. 2 June 2024
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v20i2.51996

Abstract

Neighborhood pada perumahan berpagar secara umum ditinggali penghuni dengan tingkat pendapatan relatif homogen. Kohesi sosial tercipta akibat kesamaan atribut sosial penghuni. Pustaka terkait perumahan berpagar belum banyak memperhatikan pengaruh aspek keruangan pada kohesi sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh ukuran neighborhood pada kohesi sosial penghuni perumahan berpagar. Ukuran neighborhood diukur berdasarkan jumlah deretan rumah yang berhadapan dimana biasa terjadi interaksi tatap muka. Sebagai kasus dipilih dua perumahan kluster di Kota Tangerang Selatan, yaitu Emerald View Bintaro Jaya dan Taman Provence BSD City yang memiliki penghuni relatif homogen dan ukuran neighborhood yang variatif. Desain penelitian menggunakan metode survei kuesioner dengan sampel 80 responden yang disebar pada responden yang berasal dari berbagai ukuran neighborhood. Teknik analisis menggunakan regresi linier dengan software Smart-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran neighborhood terbukti berpengaruh pada kohesi sosial penghuni perumahan berpagar. Kohesi sosial tinggi terjadi pada lingkungan dengan jumlah unit yang tergolong kecil sebab penghuni cenderung lebih tinggi berinteraksi dengan tetangganya. Dengan demikian untuk menciptakan kohesi sosial pengembang perlu memerhatikan jumlah unit rumah dalam kluster perumahan yang dibangunnya, terutama jumlah deretan rumah yang saling berhadapan agar tercipta kohesi sosial.
Pengembangan Kawasan Wisata Berkelanjutan di Pantai Lon Malang Kabupaten Sampang, Madura Suning, Suning; Wahyuni, Hasri; Ratnawati, Rhenny
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 19, No 4 (2023): JPWK Volume 19 No. 4 December 2023
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v19i4.49835

Abstract

Meningkatnya jumlah pengunjung di Pantai Lon Malang akan menyebabkan kerusakan lingkungan jika daya dukung dan daya tampung lingkungan tidak diperhatikan mulai dari sekarang. Guna mengurangi kerusakan lingkungan, tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik kawasan wisata, daya dukung dan daya tampung wisata dan arahan pengembangan kawasan wisata berkelanjutan di Pantai Lon Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan teknik fotomapping dan presentase, perhitungan daya dukung dan daya tampung, dan Analythical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan wisata Pantai Lon Malang memiliki daya tarik wisata alam berupa pantai pasir putih yang membentang didukung dengan fasilitas dan aktivitas yang di tawarkan seperti berenang, banana boat, berkuda, ATV, permainan anak, camping, dan spot foto. Hasil perhitungan analisis daya dukung dan daya tampung menunjukkan  jumlah maksimum wisatawan yang dapat di tampung secara fisik atau luas wilayah sebesar 2308 pengunjung/hari, dan  daya tampung maksimum yang dapat mempengaruhi ruang atau riil kegiatan wisatawan sejumlah 344 pengunjung/hari, serta  jumlah maksimum wisatawan yang dapat di tampung dengan mempertimbangkan kapasitas manajemennya atau daya dukung efektif sebanyak 227 pengunjung/hari, kondisi ini masuk dalam klasifikasi daya dukung besar yang artinya wisata Pantai Lon Malang saat ini masih dapat menampung wisatawan dengan segala aktivitas wisata yang dilakukan dengan memperhatikan kapasitas manajemennya, baik  kondisi sosial ekonominya, lingkungan maupun budayanya. Arahan pengembangan wisata Pantai Lon Malang agar berkelanjutan adalah dengan mempertahankan kondisi daya dukung dan daya tampung baik secara fisik, riil maupun daya dukung efektifnya. Implikasi kebijakan yang dapat dilakukan ke depan adalah kolaborasi antara pemerintah daerah dan pengelola Pantai Lon Malang agar potensi eksisting dipertahankan dan kebersihan pantai dapat dilakukan secara periodik.
Memodelkan Pemanfaatan Ruang Mempergunakan Perspektif Konfigurasi Ruang di Kota Blitar Siregar, Johannes Parlindungan; Surjono, Surjono; Rukmi, Wara Indira
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 19, No 4 (2023): JPWK Volume 19 No. 4 December 2023
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v19i4.42337

Abstract

Ruang kota memiliki potensi yang melekat ke susunan komponen-komponen dasar penyusunnya. Kota Blitar merupakan kota dengan beragam pemanfaatan ruang yang meliputi pemanfaatan ruang pada lingkungan terbangun dan lingkungan tidak terbangun. Makalah ini bertujuan untuk merumuskan model mengenai kaitan antara sentralitas konfigurasi ruang dengan kompomen-komponen morfologis kota yang merefleksikan bentuk-bentuk pemanfaatan ruang. Kajian ini mempergunakan pendekatan kuantitatif untuk melakukan analisa korelasi dengan data berupa pola jaringan jalan, frekuensi kemunculan jenis guna lahan dan sebaran bangunan. Space syntax dipergunakan untuk menganalisa sentralitas ruas jalan dan statistik deskriptif dipergunakan menganalisa distribusi guna lahan dan bangunan. Kemudian, analisa Rank-Spearman dipergunakan untuk analisa korelasi antara sentralitas pola jaringan jalan dengan guna lahan dan sebaran bangunan. Kajian ini menemukan bahwa semakin tinggi sentralitas ruas jalan maka guna lahan akan semakin banyak ditemui fasilitas perdagangan dan jasa, pelayanan umum, RTH, dan hunian. Namun, tidak terjadi korelasi yang kuat dengan sebaran bangunan. Hubungan ini digambarkan dalam bentuk permodelan yang dapat dipergunakan untuk memahami kemungkinan kemunculan guna lahan komersial yang didorong oleh meningkatnya sentralitas ruang dan aksesibilitas antara ruang perkotaan. 
Evaluation and Mapping of Disaster-Responsible and Resilient Villages in East Rembang Hamid, Nur; Juhadi, Juhadi; Kasmuri, Kasmuri; Riyadi, Agus; Mahat, Hanifah; Hashim, Mohmadisa; Rohmah, Umi Amanatur; Aroyandini, Elvara Norma
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 20, No 2 (2024): JPWK Volume 20 No. 2 June 2024
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v20i2.51570

Abstract

Indonesia's development must be connected to the important role of village empowerment and disaster resilience. Efforts to increase village empowerment and resilience to disasters have been carried out previously, especially in villages in East Rembang. Even so, there has yet to be an evaluation to measure its success. This research aims to evaluate and map village empowerment and resilience using research instruments consisting of aspects, indicators, sub-indicators, and questions regarding disasters in East Rembang. The four main stages of research include instrument development, measurements of empowered and disaster-resilient villages that have been carried out, mapping of measurement results, and based on recommendations. The data collection technique used is a document study with the data collection instrument, namely a document study sheet containing a scale for measuring village empowerment and disaster resilience. The village empowerment scale was developed based on geographic, government, population, social, agricultural, economic, and housing aspects. In contrast, the disaster-resilient village scale consists of six aspects that reflect the value of security from disasters, facilities, and mitigation efforts. This research shows seven categories of villages that are empowered and resilient to disasters. The three villages with the highest level of empowerment are Sluke, Sendangmulyo, and Kragan Villages in Sluke, Sarang, and Kragan Districts, respectively. Meanwhile, the three villages with the highest disaster resilience are Sanetan, Bendo and Langgar Villages, Sluke District.
Penilaian Keberlanjutan Kampung Batik Laweyan Kota Surakarta Feritrianti, Anisa; Yuliastuti, Nany
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 20, No 3 (2024): JPWK Volume 20 No. 3 September 2024
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v20i3.58166

Abstract

Pariwisata telah berperan penting dalam menyelesaikan permasalahan permukiman, sejalan dengan tujuan (goal) pertama (tanpa kemisikinan), delapan (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi), dan sebelas (kota dan pemukiman yang berkelanjutan) dari Sustainable Development Goals. Kampung Tematik, seperti Kampung Batik Laweyan di Surakarta, merupakan contoh sektor pariwisata perkotaan yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan potensi lokal dan penyelesaian masalah ekonomi, sosial, serta lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai keberlanjutan Kampung Batik Laweyan sebagai destinasi wisata kampung tematik. Dengan menggunakan metode kuantitatif dengan analisis deskriptif, dan skoring, penelitian ini melibatkan 44 UMKM batik di Kampung Batik Laweyan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Batik Laweyan memiliki total skor 78,81 atau 65,9% dalam kategori cukup berkelanjutan. Aspek fisik menunjukkan ketersediaan dan kualitas sarana yang baik, sementara aspek ekonomi menunjukkan peningkatan pendapatan dari industri batik. Aspek sosial dan budaya terjaga dengan pelestarian budaya lokal dan partisipasi aktif masyarakat. Untuk meningkatkan keberlanjutan, diperlukan pengembangan sumber daya manusia, peran aktif aktor lokal, dan strategi pemasaran yang efektif. Pelatihan, keterlibatan komunitas, dan pemanfaatan teknologi informasi akan membantu Kampung Batik Laweyan menjadi destinasi wisata budaya yang lebih berkelanjutan.
Hubungan Pemilihan Lokasi dalam Mendorong Peningkatan Kondisi Sosial dan Ekonomi Pedagang Keliling di Sekitar Kawasan Pasar Nangka, Kota Surakarta Rahayu, Murtanti Jani; Putri, Rufia Andisetyana; Rini, Erma Fitria; Suminar, Lintang; Amalia, Adinda
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 20, No 1 (2024): JPWK Volume 20 No. 1 March 2024
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v20i1.49907

Abstract

Pedagang keliling sebagai bagian dari kegiatan ekonomi informal memberikan kontribusi yang tidak kecil baik sebagai tools bagi masyarakat bawah untuk menavigasi kondisi sosial ekonominya maupun bagi kondisi lingkungan, karena pedagang keliling menjadi salah satu representasi dari hubungan kota dengan wilayah hinterlandnya, tumbuhnya jiwa wirausaha dan meminimalkan pergerakan masyarakat dalam berbelanja. Pedagang keliling mendatangi konsumennya dengan berhenti di banyak titik yang umumnya merupakan ruang publik yang mendekati guna lahan tertentu tanpa menimbulkan konflik pemanfaatan ruang, karena hanya berhenti sesaat, tanpa ada ruang yang diakuisi seperti halnya pedagang kaki lima. Setiap titik henti yang menjadi lokasi dagang para pedagang keliling memiliki karakteristik yang memberikan berpengaruh terhadap bentuk aktivitas yang terjadi baik dari segi sosial maupun ekonomi. Ruang publik menjadi pilihan lokasi berdagang oleh para pedagang keliling karena pada dasarnya tingginya mobilitas di kawasan sehingga dapat memberikan banyak keuntungan. Melalui teknik analisis korelasi Spearman, ditemukan bahwa pendapatan bersih yang diperoleh para pedagang keliling menjadi variabel dominan yang memiliki hubungan erat/berkorelasi positif dengan variabel karakteristik lokasi titik henti pedagang keliling diantaranya jenis tata guna lahan aktivitas utama yang ditempati, jarak titik henti, tingkat keamanan, kenyamanan, dan kebersihan.
Faktor-Faktor Pengaruh pada Percepatan Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di Indonesia Santo, Deni; Achsani, Noer Azam; Rustiadi, Ernan; Buono, Agus
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 20, No 3 (2024): JPWK Volume 20 No. 3 September 2024
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v20i3.64229

Abstract

Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) merupakan salah satu dokumen digunakan dalam menyelenggarakan penataan ruang dan alat pengendali pemanfaatan ruang di Indonesia, serta dokumen yang digunakan dalam acuan perizinan pembangunan dan berusaha. Penelitian yang dilakukan oleh World Economic Forum pada 2020 menunjukkan bahwa inefisiensi birokrasi berupa minimnya ketersediaan RDTR di kabupaten/kota menjadi salah satu penghambat percepatan proses perizinan berusaha dan berinvestasi melalui sistem Online Single Submission. Berbagai intervensi kebijakan dan pelaksanakan program sudah dilakukan untuk mengatasi hambatan pencapaian kinerja realisasi RDTR, namun sampai 8 Januari 2024, progres RDTR hanya mencapai 399 RDTR Kabupaten/Kota atau sekitar 19,59% dari target Rencana Strategis Kementerian ATR/BPN sebanyak 2036 lokasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor yang berpengaruh dan besaran pengaruhnya terhadap percepatan penyusunan RDTR. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dengan menyebarkan kuesioner   Analytic Hierarchy Process (AHP) kepada 80 target responden. Survei yang dilakukan pada medio 2023 terhadap 4 (empat) kelompok Ahli melalui metode Analytic Hierarchy Process, telah memberikan gambaran faktor pengaruh dan besaran pengaruhnya terhadap kebijakan tersebut. Hasil penelitian menujukkan bahwa prioritas faktor yang dapat mendukung kebijakan percepatan penyusunan RDTR adalah: 1) Komitmen pemerintah daerah; 2) Ketersediaan data; 3) Aspek manajerial; 4) Aspek kebijakan; serta 5) Aspek dukungan TIK. Selain itu, subfaktor paling utama yang dapat mempercepat penyusunan RDTR dengan bobot sebesar 11,4% adalah komitmen pemerintah daerah dalam penetapan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) RDTR. Hasil penelitian ini dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi Pemerintah Daerah dalam merumuskan Readiness Criteria Index (RCI) penyusunan RDTR sekaligus mengidentifikasi hambatan dan tantangan yang dihadapi.
Commercial Corridor Development Strategy Through the Application of the Walkable Commercial Strip Concept in Urban Area of Jember City Sulistyono, Sonya; Koesoemawati, Dewi Junita; Hayati, Nunung Nuring; Angelina, Callista
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 20, No 1 (2024): JPWK Volume 20 No. 1 March 2024
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v20i1.52193

Abstract

Walkability is an essential concept to consider when planning a sustainable city. This study aims to determine the walkability development strategy of the Jember City commercial corridors urban area based on people's and experts' perceptions of the Walkable Commercial Strip concept. The study was conducted in the urban area of Jember City Golden Triangle. The methods of analysis used in this study are ordinal logistic regression and AHP. Based on people's perceptions, the concepts that have the highest odds of influencing the first corridor's walkability level are the ones related to the available amenities variable, while the concept that has the highest odds of influencing the second and the third corridors' walkability level is the concept that is related to the walking path modal conflict variable. The order in which corridors have the highest development priority starts with the first corridor, Gajah Mada - Sultan Agung Street, followed by the second corridor, Ahmad Yani Street, and ends with the third corridor, Trunojoyo Street – HOS Cokroaminoto Street. The walkability development strategy for the urban area of Jember City commercial corridors is to start the order of development according to the order of priority and apply the development concepts that have the highest opportunity to influence the walkability level of each corridor based on people's perception.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 4 (2025): JPWK Volume 21 No. 4 December 2025 Vol 21, No 3 (2025): JPWK Volume 21 No. 3 September 2025 Vol 21, No 2 (2025): JPWK Volume 21 No. 2 June 2025 Vol 21, No 1 (2025): JPWK Volume 21 No. 1 March 2025 Vol 20, No 4 (2024): JPWK Volume 20 No. 4 December 2024 Vol 20, No 3 (2024): JPWK Volume 20 No. 3 September 2024 Vol 20, No 2 (2024): JPWK Volume 20 No. 2 June 2024 Vol 20, No 1 (2024): JPWK Volume 20 No. 1 March 2024 Vol 19, No 4 (2023): JPWK Volume 19 No. 4 December 2023 Vol 19, No 3 (2023): JPWK Volume 19 No. 3 September 2023 Vol 19, No 2 (2023): JPWK Volume 19 No. 2 June 2023 Vol 19, No 1 (2023): JPWK Volume 19 No. 1 March 2023 Vol 18, No 4 (2022): JPWK Volume 18 No. 4 December 2022 Vol 18, No 3 (2022): JPWK Volume 18 No. 3 September 2022 (in progress) Vol 18, No 2 (2022): JPWK Volume 18 No. 2 June 2022 Vol 18, No 1 (2022): JPWK Volume 18 No. 1 March 2022 Vol 17, No 4 (2021): JPWK Volume 17 No. 4 December 2021 Vol 17, No 3 (2021): JPWK Volume 17 No. 3 September 2021 Vol 17, No 2 (2021): JPWK Volume 17 No. 2 June 2021 Vol 17, No 1 (2021): JPWK Volume 17 No. 1 March 2021 Vol 16, No 4 (2020): JPWK Vol. 16 No. 4 December 2020 Vol 16, No 3 (2020): JPWK Vol 16. No. 3 September 2020 Vol 16, No 2 (2020): JPWK Vol 16. No. 2 June 2020 Vol 16, No 1 (2020): JPWK Vol 16. No. 1 March 2020 Vol 15, No 4 (2019): JPWK Vol. 15 No. 4 Desember 2019 Vol 15, No 3 (2019): JPWK Vol. 15 No. 3 September 2019 Vol 15, No 2 (2019): JPWK Vol 15 No 2 June 2019 Vol 15, No 1 (2019): JPWK Vol 15 No 1 March 2019 Vol 14, No 4 (2018): JPWK Vol 14 No 4 Desember 2018 Vol 14, No 3 (2018): JPWK Vol 14 No 3 September 2018 Vol 14, No 2 (2018): JPWK Vol 14 No 2 June 2018 Vol 14, No 1 (2018): JPWK Vol 14 No 1 March 2018 Vol 13, No 4 (2017): JPWK Vol 13 No 4 December 2017 Vol 13, No 3 (2017): JPWK Vol 13 No 3 September 2017 Vol 13, No 2 (2017): JPWK Vol 13 No 2 June 2017 Vol 13, No 1 (2017): JPWK Vol 13 No 1 March 2017 Vol 12, No 4 (2016): JPWK Vol 12 No 4 December 2016 Vol 12, No 3 (2016): JPWK Vol 12 No 3 September 2016 Vol 12, No 2 (2016): JPWK Vol 12 No 2 June 2016 Vol 12, No 1 (2016): JPWK Vol 12 No 1 March 2016 Vol 11, No 4 (2015): JPWK Vol 11 No 4 December 2015 Vol 11, No 3 (2015): JPWK Vol 11 No 3 September 2015 Vol 11, No 2 (2015): JPWK Vol 11 No 2 June 2015 Vol 11, No 1 (2015): JPWK Vol 11 No 1 March 2015 Vol 10, No 4 (2014): JPWK Vol 10 No 4 December 2014 Vol 10, No 3 (2014): JPWK Vol 10 No 3 September 2014 Vol 10, No 2 (2014): JPWK Vol 10 No 2 June 2014 Vol 10, No 1 (2014): JPWK Vol 10 No 1 March 2014 Vol 9, No 4 (2013): JPWK Vol 9 No 4 December 2013 Vol 9, No 3 (2013): JPWK Vol 9 No 3 September 2013 Vol 9, No 2 (2013): JPWK Vol 9 No 2 June 2013 Vol 9, No 1 (2013): JPWK Vol 9 No 1 March 2013 Vol 8, No 4 (2012): JPWK Vol 8 No 4 December 2012 Vol 8, No 3 (2012): JPWK Vol 8 No 3 September 2012 Vol 8, No 2 (2012): JPWK Vol 8 No 2 June 2012 Vol 8, No 1 (2012): JPWK Vol 8 No 1 March 2012 More Issue