cover
Contact Name
Sarkadi
Contact Email
sarwahita@unj.ac.id
Phone
+6285881133995
Journal Mail Official
sarwahita@unj.ac.id
Editorial Address
Kampus A Universitas Negeri Jakarta Gedung Ki Hajar Dewantara Lt.6 - 7, Jalan Rawamangun Muka, Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 02167484     EISSN : 25978926     DOI : https://doi.org/10.21009/sarwahita
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Sarwahita, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Community Services, People, Local Food Security; Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Border Region, Less Developed Region; Education for Sustainable Development.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 296 Documents
Optimalisasi Kemampuan Menulis Artikel Berita Budaya pada Masyarakat Kampung Budaya di Petukangan Azmin, Gres Grasia; Hapsari, Eky Kusuma; Attas, Siti Gomo; Shela; Lubis, Putri Reyna Listy; Azizah, Fatin Riza
Bahasa Indonesia Vol 21 No 03 (2024): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.213.4

Abstract

Kampung Budaya Petukangan is a tourism village in Jakarta. Unfortunately, the existence of this place is not well known by the public yet. Using the force of social media to make more people notice of this cultural place is considered the best low-cost activity. Nonetheless, the practitioners of Kampung Budaya Petukangan who are youth, considered relatively unskillful in writing articles, particularly about cultural news. Aware of this problem, we come into solution by organizing a training for practitioners to enhance their skills on how to write cultural news in three stages: pre-training (observation and training preparation), training (theory and practice of writing cultural news), and post-training (evaluation). As the outcome of this training, 20 cultural news articles were written by the practitioners where the writing process was assisted by academics and journalistic practitioners. The final product of the training is a collection of cultural articles that can be disseminated in various mass media. Journalism training is an effective strategy to increase the writing skills of the community of cultural practitioners in Petukangan so that in the near future, Kampung Budaya Petukangan can be more popular and publicly well known.   Abstrak  Kampung Budaya Petukangan adalah sebuah destinasi desa wisata di Jakarta. Sayangnya keberadaan tempat ini kurang dikenal oleh masyarakat. Menggunakan kekuatan media sosial untuk membuat orang lebih menyadari keberadaan tempat budaya ini merupakan aktivitas terbaik yang berbiaya rendah. Namun demikian, praktisi Kampung Budaya Petukangan yang masih remaja belum memiliki kemampuan yang memadai untuk menulis artikel, khususnya artikel mengenai berita kebudayaan. Memahami permasalahan ini, kami memberikan solusi dengan mengadakan pelatihan untuk para praktisi untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menulis berita kebudayaan. Pelatihan yang diselenggarakan terbagi menjadi tiga tahapan yaitu tahap prapelatihan (observasi dan persiapan pelatihan), tahap pelatihan (teori dan praktek menulis berita kebudayaan), tahap pascapelatihan (evaluasi). Luaran dari kegiatan pelatihan ini berupa 20 artikel berita budaya yang ditulis oleh praktisi dimana dalam proses penulisannya dilakukan secara terbimbing oleh praktisi akademisi dan jurnalis. Produk akhir kegiatan ini berupa kumpulan berita budaya yang bisa didiseminasikan di berbagai media massa. Pelatihan jurnalistik merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan kemampuan menulis komunitas praktisi Kampung Budaya Petukangan. Dengan diadakannya kegiatan ini, Kampung Budaya Petukangan diharapkan bisa menjadi lebih populer dan dikenal luas dalam waktu dekat.
Meningkatkan Pengetahuan Mitigasi Bencana Gempa Bumi Menggunakan Media Leaflet kepada Siswa Sekolah Menengah Atas di Kota Bekasi zid, Muhammad; Hijrawadi, Sony Nugratama; Maulana, Yoga Candra; Ghooli, Putri Maulydia; Carolina, Septiana
Bahasa Indonesia Vol 21 No 03 (2024): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.213.1

Abstract

Indonesia is a country that has a high risk of natural disasters, especially earthquakes. This is influenced by the geological location of Indonesia which is at the confluence of three active plates, namely the Pacific Plate, the Indo-Australia Plate and the Eurasi Plate which results in Indonesia having complex tectonic zones. In addition to active plates, several places in Indonesia also have active faults. One of the active faults on the island of Java is the Baribis Fault which crosses from East to West through the Bekasi area, Jakarta. So that vigilance and preparedness are needed in dealing with the potential disaster. One of the activities that needs to be carried out to improve preparedness is to carry out mitigation efforts by introducing students to using booklet media and disaster simulations. The target of this activity is grade XI students of Senior High School in Bekasi City. This activity was carried out at Madrasah Al-Awiyah, the method used was a presentation using booklet media containing earthquake material, potential, threats, and mitigation efforts carried out during and after an earthquake. This activity also uses simulations to provide better understanding when an earthquake occurs. Based on the results of the questionnaire distributed, 50% of participants were able to answer questions related to earthquakes and mitigation efforts that must be carried out during and after the earthquake. This activity is also in collaboration with the Bekasi City Regional Disaster Management Agency and Islamic University 45 Bekasi.   Abstrak Indonesia merupakan negara yang memiliki risiko tinggi dari adanya bencana alam, terutama gempa bumi. Hal tersebut dipengaruhi letak geologis Indonesia yang berada di pertemua tiga lempeng aktif yaitu Lempeng Pasifik, Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasi yang mengakibatkan Indonesia memiliki zona tektonik yang kompleks. Selain lempeng aktif, beberapa tempat di wilayah Indonesia juga terdapat sesar aktif. Salah satu sesar aktif yang berada di Pulau Jawa adalah Sesar Baribis yang melintas dari arah Timur ke Barat melewati wilayah Bekasi, Jakarta. Sehingga diperlukan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana tersebut. Salah satu kegiatan yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan adalah dengan melakukan upaya mitigasi dengan mengenalkan kepada peserta didik menggunakan media booklet dan simulasi bencana. Sasaran dari kegiatan ini adalah siswa kelas XI Sekolah Menengah Atas yang ada di Kota Bekasi. Kegiatan ini dilaksanakan di Madrasah AlAwiyah, adapun metode yang digunakan adalah dengan presentasi menggunakan media leaflet yang berisi materi gempa bumi, potensi, ancaman, dan upaya mitigasi yang dilakukan saat dan setelah terjadi gempa bumi. Kegiatan ini juga menggunakan simulasi untuk lebih memberikan pemahaman saat terjadi gempa bumi. Berdasarkan hasil kuesioner yang disebarkan menunjukkan 50% peserta mampu menjawab pertanyaan terkait dengan gempa bumi dan upaya mitigasi yang harus dilakukan saat dan setelah terjadinya gempa bumi. Kegiatan ini juga bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bekasi dan Universitas Islam 45 Bekasi. 
Cintadiri.Id : Pencegahan dan Penanganan Self-Harm Berbasis Sistem Informasi Faradiba, Andi Tenri; Syihab, Aisyah; Arsad, Bambang Riono; Sumarno, Rahayu; Prameswari, Larashaty Putri; Aridin, Icha Puspita; Bintang, Arthan Laki; Wiraputra, Ayala Muhammad
Bahasa Indonesia Vol 21 No 03 (2024): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.213.7

Abstract

Non-suicidal self-injury (NSSI) or self-harm is on the rise among Indonesian adolescents. As digital natives, they often turn to the internet for information, including mental health support. To address this issue, a team from the Faculty of Psychology and Informatics Engineering at Universitas Pancasila developed cintadiri.id, an information system designed to prevent and handle self-harm. The website offers a range of features, including psychoeducational articles, relaxation videos, a journaling tool, and consultations with psychologists. To evaluate the website's effectiveness, a survey was conducted among 30 participants aged 17-21. There are five questions given, such as "how attractive the design is", "how useful the website is", "how helpful". The results obtained an average value of 3.73 (scale 1-5) for all answers. This shows that the cintadiri.id website is feasible as a website that has the potential to prevent and handle self-harm. The development of this website and research on the use of websites as a tool to help handle self-are needed.   Abstrak Perilaku melukai diri sendiri tanpa intensi untuk bunuh diri, yang dikenal dengan istilah self-harm semakin marak dilakukan di Indonesia, khususnya oleh remaja. Remaja saat ini merupakan digital native yang banyak mencari informasi di internet, termasuk mencari bantuan psikologis terkait masalah yang sedang mereka hadapi. Maka dibutuhkan suatu sistem informasi untuk membantu pencegahan dan penanganan self-harm yang dilakukan oleh remaja. Kebutuhan akan hal tersebut dapat dipenuhi dengan pembuatan website yang dilakukan oleh tim dari Fakultas Psikologi dan Teknik Informatika Universitas Pancasila. Website untuk mencegah dan menangani self-harm yang dibuat dinamakan cintadiri.id yang merupakan bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan jenis psikoedukasi secara online dan bersifat tetap. Pada website ini terdapat berbagai fitur, yaitu artikel psikoedukasi untuk mencegah self-harm, video relaksasi pernapasan untuk membantu pengguna menstabilkan emosi ketika merasakan emosi negatif berlebihan akibat peristiwa yang dihadapi, fitur journaling dan fitur bantuan layanan konsultasi psikologis dari Universitas Pancasila. Untuk mengetahui apakah website cintadiri.id memiliki kelayakan sebagai sistem informasi untuk mencegah dan menangani self-harm, maka dilakukan pengambilan data kepada 30 orang partisipan dengan rentang usia 17-21 tahun. Ada lima pertanyaan yang diberikan, seperti “seberapa menarik desainnya”, “seberapa berguna webnya”, “seberapa membantu”. Hasil diperoleh nilai rata-rata 3,73 (skala 1-5) untuk semua jawaban. Hal ini menunjukkan bahwa web cintadiri.id layak sebagai web yang berpotensi dapat mencegah dan menangani self-harm. Adapun pengembangan terhadap website ini masih terus dilakukan dan penelitian penggunaan website sebagai alat membantu penanganan self-harm masih perlu dilakukan.
Pengenalan Proses Pengolahan Air Minum di Pondok Pesantren Darul Muttaqin, Kota Batu, Jawa Timur Dewi, Luthfi Kurnia; Sarosa, Aji Hendra; Nirwana, Wa Ode Cakra; Hapsari, Safrina; Bayu, Ardian Indra; Andriana, Rifa Rahma; Muktafa, Moh. Farid; Dienulloh, Naufal Fawwas; Lukito, Nadiya Bunga; Ramadhani, Elsa Erischa; Febriana, Vina
Bahasa Indonesia Vol 21 No 03 (2024): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.213.3

Abstract

Pondok Pesantren Darul Muttaqin, located in Batu City, East Java, is an Islamic boarding school with a mission to provide non-profit education services. The current number of students is 63, with predictions for an increase in the coming years. This growth in student numbers will impact the increasing demand for drinking water that the boarding school must supply. The current situation shows that the drinking water supply capacity is insufficient for the number of students and staff. Additionally, relying on gallon water providers incurs high costs, traditional methods require significant energy and time, and the quality of the water produced is still inadequate, posing a health risk. Based on an analysis of the partner’s situation and conditions, this community service initiative aims to provide training through technology transfer on drinking water treatment to the students and staff of Pondok Pesantren Darul Muttaqin. The community service activities include delivering materials on drinking water quality, introducing the reverse osmosis system for water treatment, practical sessions on using reverse osmosis equipment, and monitoring. The success of this initiative is measured through partner satisfaction surveys, where 43% of respondents agreed, and 15% strongly agreed with the benefits of the activity.   Abstrak Pondok Pesantren Darul Muttaqin yang terletak di Kota Batu, Jawa Timur merupakan pesantren yang memiliki misi memberikan layanan pendidikan non-profit. Santri Pondok Pesantren Darul Muttaqin berjumlah 63 santri, yang mana jumlah ini diprediksi akan bertambah pada tahun-tahun berikutnya. Penambahan jumlah santri ini akan berdampak pada meningkatnya jumlah air minum yang harus disediakan oleh pihak pondok pesantren. Kondisi yang terjadi yaitu kapasitas penyediaan air minum tidak sebanding dengan jumlah santri dan staf pondok pesantren, biaya yang tinggi jika ingin menggunakan jasa penyedia air galon, banyaknya tenaga dan waktu yang dibutuhkan jika menggunakan metode tradisional serta kualitas air yang dihasilkan masih belum baik sehingga beresiko menimbulkan penyakit. Berdasarkan analisis situasi dan kondisi mitra, maka pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan melalui transfer teknologi tentang pengenalan pengolahan air minum kepada santri dan staf Pondok Pesantren Darul Muttaqin. Pelaksanaan pengabdian meliputi pemberian materi tentang kualitas air minum, proses pengolahan air minum dengan sistem reverse osmosis, praktik langsung penggunaan alat reverse osmosis dan monitoring. Ketercapaian pelaksanaan pengabdian ini dilihat dari kepuasan mitra melalui kuesioner yaitu rata-rata tingkat kepuasan mitra menunjukkan bahwa 43% menjawab setuju dan 15% menjawab sangat setuju terhadap kebermanfaatan kegiatan ini.
Potensi Teknologi Bersih Produk Perikanan sebagai Peningkatan Daya Saing Produk Mendukung Penanganan Stunting di Desa Teluk Pambang Sumarto; Diharmi, Andarini; Suparmi; Sukmiwati, Mery; Sidauruk, Santhy W; Siregar, Rizky Febriansyah; Sari Sirait, Putriana; Sandria, Nofri; Fikri, Muhammad Zakiyul
Bahasa Indonesia Vol 21 No 03 (2024): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.213.5

Abstract

This community empowerment activity aimed to enhance the competitiveness of local fishery products through clean production (zero waste) initiatives, producing food products to support the stunting prevention program in Teluk Pambang Village, Bantan Subdistrict, Bengkalis Regency, Riau Province. The community empowerment methods included socialization, counseling, training, and mentoring for village community groups (Posyandu cadres, PKK, and KURNIA MSMEs industry partners). Clean production was applied to various types of marine fish (mackerel, biang, and lomek), resulting in a range of food products that could be used to support the stunting prevention program. The implementation of the community empowerment activity, involving 35 participants, showed significant results in enhancing knowledge and skills in applying the clean production concept by creating various products such as fish cookies, fish amplang, fish skin crackers, fish nuggets, and fish balls. Continuous production was carried out by KURNIA MSMEs industry partners to support the stunting prevention program in Teluk Pambang Village, targeting children aged 3–8 years. The food products for the stunting prevention program included fish cookies, fish amplang, fish nuggets, and fish balls. The fishery products from this community empowerment activity were distributed to 15 children aged 3–8 years. The activity was conducted over eight weeks to monitor the growth in height, weight, and health changes in children through their appetite levels. The community service program's implementation, through the daily provision of various fishery products (fish cookies, fish amplang, fish nuggets, and fish balls), yielded very positive results, with significant improvements in height, weight, and increased appetite among the children. The fishery products from this community empowerment activity have the potential to be developed into added-value products and economic benefits for the community while also contributing to public health, particularly in supporting the stunting prevention program at the village, regional, and national levels.     Abstrak Pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk perikanan masyarakat melalui kegiatan produksi bersih (zero waste)  menghasilkan produk pangan untuk mendukung program penanganan stunting di Desa Teluk Pambang Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis Riau. Metode kegiatan pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui aktivitas sosialisasi, penyuluhan dan pelatihan serta pembinaan kepada kelompok masyarakat desa (kader posyandu, PKK, mitra industri UMKM KURNIA). Penerapan produksi bersih dilakukan terhadap jenis ikan laut (ikan tenggiri, biang dan lomek) menjadi beranekaragam produk pangan yang dapat dimanfaatkan dalam mendukung program penanganan stunting. Hasil kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan jumlah peserta 35 orang menunjukkan hasil yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan konsep produksi bersih dengan membuat aneka ragam produk antara lain cookies ikan, amplang ikan, kerupuk kulit ikan, nugget ikan dan bola-bola ikan. Produksi secara kontinyu dilakukan oleh mitra industri UMKM KURNIA untuk dimanfaatkan dalam mendukung program penanganan stunting di Desa Teluk Pambang terhadap target sasaran penerapan pada anak-anak usia 3-8 tahun. Jenis produk pangan untuk penerapan penanganan stunting yang diberikan mencakup cookies ikan, amplang ikan, nugget ikan dan bola-bola ikan. Pemberian produk perikanan hasil kegiatan pemberdayaan masyarakat terhadap anak-anak usia 3-8 tahun sebanyak 15 orang, kegiatan dilakukan selama 8 minggu untuk mengetahui perkembangan tinggi badan, berat badan dan perubahan kesehatan anak melalui tingkat selera makan anak-anak. Hasil kegiatan penerapan pengabdian masyarakat melalui pemberian paket produk perikanan setiap hari dengan jenis beragam (cookies, amplang, nugget, bola-bola ikan) memberikan hasil sangat baik terhadap hasil pengukuran kenaikan tinggi badan, berat badan dan tingkat selera makan anak-anak semakin tinggi. Produk perikanan hasil kegiatan pemberdayaan masyarakat dapat dikembangkan menjadi nilai tambah produk dan nilai ekonomi masyarakat serta bermanfaat dalam menunjang kesehatan masyarakat diantaranya untuk mendukung program penanganan stunting bagi masyarakat desa, daerah dan nasional.
Peningkatan Pengetahuan Petani Jagung Pakpak Bharat dalam Mengolah Limbah Pangkal Jagung Menjadi Pupuk Organik Ramah Lingkungan Sari, Sri Adelila; Prastowo, Puji; Muslim; Kabeakan, Feri Yuni; Hasibuan, Hanisah; Nasution, Lia Mardiana
Bahasa Indonesia Vol 21 No 03 (2024): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.213.6

Abstract

Pakpak Bharat Regency in North Sumatra Province has significant potential in the agriculture sector, particularly in corn cultivation. However, the management of corn waste in this region has been suboptimal, with corn cobs often left to accumulate or burned, leading to environmental pollution. Limited technology and the high cost of equipment have hindered the community from processing this waste into organic fertilizer, resulting in dependence on externally purchased organic fertilizers. This study was aimed to enhance corn farmers' knowledge about processing corn cob waste into organic fertilizer. The methods used were included education, provision of appropriate technology (TTG) in the form of shredders, and training and mentoring in organic fertilizer production. Data were analyzed using scoring methods and Spearman Rank. The results were indicated a significant increase in corn farmers' knowledge in Pakpak Bharat regarding the processing of corn cob waste into organic fertilizer, with scores were rised from 1.57 (low) to 2.80 (high). Factors contributing to this improvement were included of age (rs=0.410*), education (rs=0.500*), and technology suitability (rs=0.620*). Through this activity, farmers learned to convert corn cob waste into organic fertilizer, which reduced environmental impact and improved their income and quality of life.   Abstrak Kabupaten Pakpak Bharat, Provinsi Sumatera Utara, memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, khususnya dalam budidaya jagung. Namun, pengelolaan limbah jagung di wilayah ini masih belum optimal, dengan limbah pangkal jagung sering dibiarkan menumpuk atau dibakar, mengakibatkan pencemaran lingkungan. Keterbatasan teknologi dan biaya pengadaan alat yang mahal menghambat masyarakat dalam mengolah limbah ini menjadi pupuk organik, serta ketergantungan pada pupuk organik yang dibeli dari luar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani jagung tentang pengolahan limbah pangkal jagung menjadi pupuk organik. Metode yang digunakan mencakup edukasi, penyediaan teknologi tepat guna (TTG) berupa alat pencacah, serta pelatihan dan pendampingan dalam produksi pupuk organik. Data dianalisis menggunakan metode scoring dan Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan petani jagung di Pakpak Bharat mengenai pengolahan pupuk organik dari limbah pangkal jagung, dari skor 1,57 (rendah) menjadi 2,80 (tinggi). Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan ini meliputi umur (rs=0,410*), pendidikan (rs=0,500*), dan kesesuaian teknologi (rs=0,620*). Melalui kegiatan ini, para petani jagung memperoleh pengetahuan dalam mengolah limbah tongkol jagung menjadi pupuk organik, yang tidak hanya mengurangi dampak lingkungan dari pembakaran limbah tetapi juga pendapatan dan kualitas hidup mereka mestinya dapat ditingkatkan.
International Community Development: Edukasi IMS dan HIV/AIDS pada Remaja Santri di Pondok Pesantren, Johor Bahru, Malaysia Bilah, Aisah Nur Ana; Nadzifah, Yasmin; Yamani, Laura Navika; Khairunisa, Siti Qamariyah; Indriati, Dwi Wahyu; Dinana, Zayyin; Manas, Nor Hasmaliana Abdul; Fuzi, Siti Fatimah Zaharah Mohamad; Ya’akob, Harisun; Aman, Nor Farahiyah; Yusoff, Nor Ida Madiha
Bahasa Indonesia Vol 22 No 01 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.221.1

Abstract

Community development programs have the potential to enhance adolescents' awareness of the risks associated with sexually transmitted infections (STIs) and the preventive measures that can be taken to mitigate those risks, including HIV/AIDS. The International Community Development program was organized by the Research Centre on Global Emerging and Re-emerging Infectious Diseases (RC-GERID) of Universitas Airlangga. The topic of the program was the prevention of  STIs and HIV/AIDS among adolescent boarding school students. The objective of this activity is to enhance the student's knowledge and comprehension of STIs and HIV/AIDS, as well as the measures that can be taken to prevent the transmission of infectious diseases. The participants were 100 Madrasah Tahfidz Al-Quran An-Nur students in Johor Bahru, Malaysia. The methodology employed in this activity comprised pre-test and post-test questionnaires completed by participants, lectures, question-and-answer sessions, and discussions. The results demonstrated a statistically significant increase in knowledge and understanding of STIs, HIV/AIDS, and infection prevention among adolescent students, with an average increase of 22.0% in pre-test and post-test scores. This indicates that the educational material was effectively conveyed to the participants. The activity was conducted in an orderly, conducive, and interactive manner. Further community service with similar activities to be better than now   Abstrak Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap IMS dengan jumlah terbesar mengidap HIV/AIDS. Program pengabdian masyarakat dapat membantu meningkatkan kesadaran remaja tentang risiko dan langkah pencegahan penyakit IMS dan HIV/AIDS. International Community Development ini diselenggarakan oleh Research Center on Global Emerging and Re-emerging Infectious Diseases (RC-GERID) Universitas Airlangga, dengan topik pencegahan IMS (Infeksi Menular Seksual) dan HIV/AIDS pada remaja santri pondok pesantren. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai IMS dan HIV/AIDS serta langkah pencegahan penyakit infeksi. Peserta kegiatan yaitu remaja santri di Madrasah Tahfidz Al-Quran An-Nur, Johor Bahru, Malaysia yang berjumlah 100 orang. Metode dalam kegiatan ini yaitu pengisian pre-test dan post-test oleh peserta, ceramah, tanya jawab dan diskusi. Hasil menunjukan bahwa adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang IMS, HIV/AIDS, dan pencegahan infeksi pada remaja santri, dengan kenaikan nilai pre-test dan post-test sebesar 22,0%. Hal ini berarti materi edukasi tersampaikan dengan baik kepada peserta. Kegiatan berlangsung dengan tertib, kondusif, dan interaktif. Pengabdian masyarakat selanjutnya dengan kegiatan serupa agar lebih baik dari sekarang.
Smart KMS Membantu Pemantauan Tumbuh Kembang Balita di Posyandu Kemala Ciracas Indrasari, Widyaningrum; Firmansyah, Heri; Muliyati, Dewi; Aisah; Wahyuni, Iip; Khan, Shak Rhuk; Sabila, Dila; Lestari, Intan Rachmawati; Saldy Saputra, Achmad Fadhlih; Nurul Fitri, An Nisa; Supriyadi, Rizky
Bahasa Indonesia Vol 22 No 01 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.221.2

Abstract

Posyandu is a prominent instance of Community-Based Health Initiatives (UKBM) inside the community. The efficacy and quality of Posyandu are contingent upon the function of the cadres. The cadre's responsibility is to manually manage and document child development data via KMS (Kartu Menuju Sehat). An electronic KMS, entitled Smart KMS, has been established using Community Service activities integrated Community Service Program(PKM-KKN) to offer data on toddler growth and development. Smart KMS offers monthly statistics on child growth, including graphs depicting child weight relative to age, child height relative to age, and child nutritional status based on weight and height. Access to Smart KMS is facilitated through two account types: admin accounts and toddler parent accounts. Smart KMS has been deployed at Posyandu Kemala Ciracas and is utilized by 63 toddlers. The findings of a service survey conducted with cadre respondents at Posyandu Kemala Ciracas indicate that Smart KMS is seen as highly effective in terms of usability, accessibility, advantages, and its role in toddler data gathering (value 93%). Posyandu cadres evaluated that the conducted activities positively influenced the enhancement of their skills and knowledge, the accessibility of facilities at Posyandu, and the advantages for Posyandu itself (value 92%). Therefore a necessity for ongoing initiatives and further support..   Abstrak Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang paling dikenal di masyarakat. Kualitas dan efektifitas Posyandu bergantung pada peran kader. Tugas kader adalah mengelola dan mencatat data perkembangan anak secara manual menggunakan KMS (Kartu Menuju Sehat). Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (PKM-KKN) telah dilakukan pengembangan KMS elektronik dengan nama Smart KMS yang menyediakan data tumbuh kembang balita. Pada Smart KMS tersedia data perkembangan anak setiap bulan, grafik berat badan anak berdasarkan umur, grafik tinggi badan anak berdasarkan umur, dan grafik status gizi anak berdasarkan berat dan tinggi badan. Terdapat dua jenis akun yang dapat digunakan untuk mengakses Smart KMS yaitu akun admin dan akun orang tua balita. Smart KMS telah diimplementasikan di Posyandu Kemala Ciracas dan digunakan oleh 63 balita. Dari hasil survey layanan dengan responden kader di Posyandu Kemala Ciracas, menunjukkan bahwa Smart KMS dinilai sangat baik dalam memberikan kemudahan penggunaan, aksesibilitas, manfaat, serta kontribusinya dalam pendataan balita (nilai 93%). Kader Posyandu juga menilai bahwa kegiatan yang dilakukan memberikan dampak positif bagi peningkatan keterampilan dan wawasan kader, ketersediaan fasilitas di Posyandu, serta manfaat bagi Posyandu itu sendiri (nilai 92%). Sehingga perlunya keberlanjutan kegiatan dan pendampingan lebih lanjut.
Program Tutorial Kaligrafi Jepang pada Nihon Club SMA/Sederajat di Bandung Gustini, Maria; Martawijaya, Asteria Permata; Ardipradja, Ari Rahmat Utama; Hidayat, Yayat
Bahasa Indonesia Vol 22 No 01 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.221.5

Abstract

The Japanese Calligraphy tutorial program at 7th Nihongo Club of  Senior High Schools/Equivalent in Bandung aims to increase insight about Japanese calligraphy techniques (Shodo) and to find out the extent of students' interest in traditional Japanese culture, especially Japanese calligraphy. The implementation of the activity uses the Community Based Participatory Research (CBPR) approach method, which is a collaborative pattern between the community and the world of higher education that is action-oriented with service learning. After the tutorial carried out, the target audience gains the latest knowledge and skills about Shodo (Japanese calligraphy). The results of this activity are that participants can understand basic kanji calligraphy techniques, namely kaisho, with a focus on four material skills, namely mastering line and tome techniques on kanji 一, kanji 十. Then master the technique of making a combination of horizontal and vertical lines, and can make hidari harai and hane on kanji 口 and kanji 行. Participants can also master the technique of making kagi hane on kanji 円、kanji 先. In addition, participants can also master the technique of making migi harai on the kanji 本 and kanji 永. Participants also showed a high interest in Japanese calligraphy, this can be seen from the answers to the satisfaction questionnaire which stated that participants wanted to learn additional material on Japanese kanji calligraphy.   Abstrak Program tutorial Kaligrafi Jepang pada 7 Nihongo Club SMA/Sederajat di kota Bandung ini bertujuan untuk untuk menambah wawasan mengenai Shodo atau teknik kaligrafi Jepang yang merupakan budaya tradisional Jepang dan mengetahui sejauh mana minat siswa terhadap budaya tradisional Jepang, khususnya kaligrafi Jepang. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode pendekatan Community Based Participatory Research (CBPR), yaitu pola kolaborasi antara komunitas dengan dunia pendidikan tinggi yang berorientasi aksi dengan service learning. Setelah kegiatan tutorial dilaksanakan khalayak sasaran mendapatkan pengetahuan dan keterampilan terbaru mengenai Shodo (kaligrafi Jepang). Hasil dari kegiatan ini peserta dapat memahami teknik kaligrafi kanji tingkat dasar yaitu kaisho, dengan fokus keterampilan empat materi yaitu menguasai teknik garis dan tome pada kanji 一, kanji 十. Kemudian menguasai teknik membuat garis kombinasi antara horizontal dan vertikal, dapat membuat hidari harai dan hane pada kanji 口dan kanji 行. Peserta juga dapat menguasai teknik membuat kagi hane pada kanji 円、kanji 先 dan menguasai teknik membuat migi harai pada kanji 本 dan kanji 永.  Selain itu berdasarkan jawaban kuesioner sekitar 60% peserta juga menunjukkan minat tinggi terhadap kaligrafi Jepang dan menyatakan ingin belajar materi tambahan mengenai kaligrafi kanji Jepang.
Pelatihan Pembuatan Otomatisasi Berbasis Arduino di MA Al Madinah Nogosari Boyolali Suharno; Harjunowibowo, D; Rezeki, YA; Budiawanti, S; Raharjo, DT; Jamaludin, A; Rahmasari, L
Bahasa Indonesia Vol 22 No 01 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.221.3

Abstract

Currently, the development of the internet of things has contributed to the progress of industrial technology and one of them is the development of sensor technology through automation technology. The advancement of sensor technology has changed the pattern of human life towards digitalization. Sensor technology needs to be developed among young people, especially students, through knowledge of simple sensor technology so that students are interested and able to continue to develop their knowledge. Community service activities at MA Al Madinah aim for students to understand and be able to apply simple sensor technology based on Arduino. Simple automation training with Arduino is a community service activity at MA Al Madinah which is attended by students and as a form of stages of implementing module development. Module development through stages of needs analysis, design, development, implementation, and evaluation which aim to ensure that the module is suitable for use for training. The results of expert validation of the developed module obtained a very good category, the results of student assessments through limited training obtained very suitable for use, and the results of the training evaluation were very good, which is expected to be continued with more participants at MA Al Madinah Nogosari Boyolali   Abstrak Saat ini perkembangan internet of things telah memberikan kontribusi pada kemajuan teknologi industri dan salah satunya perkembangan teknologi sensor melalui teknologi otomatisasi. Kemajuan teknologi sensor telah mengubah pola kehidupan manusia menuju digitalisasi. Teknologi sensor perlu ditumbuhkan kepada kalangan muda terutama para pelajar melalui pengetahuan teknologi sensor sederhana agar para pelajar tertarik dan mampu mengembangkan terus pengetahuannya. Kegiatan pengabdian di MA Al Madinah bertujuan peserta didik memahami dan mampu menerapkan tentang teknologi sensor sedehana berbasis Arduino. Pelatihan otomatisasi sederhana dengan Arduino merupakan kegiatan pengabdian di MA Al Madinah yang diikuti peserta didik dan sebagai bentuk tahapan penerapan pengembangan modul. Pengembangan modul melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi yang bertujuan untuk memastikan modul layak digunakan untuk pelatihan. Hasil validasi ahli terhadap modul yang dikembangkan diperoleh kategori sangat baik, hasil penilaian peserta didik melalui pelatihan terbatas diperoleh sangat layak digunakan, dan hasil evaluasi pelatihan diperoleh sangat baik yang  diharapkan diteruskan dengan peserta lebih banyak lagi di MA Al Madinah Nogosari Boyolali.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 22 No 03 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 22 No 02 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 22 No 01 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 21 No 03 (2024): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 21 No 02 (2024): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 21 No 01 (2024): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 20 (2023): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 20 Edisi Khusus Tahun 2023 Vol 20 No 02 (2023): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 20 No 01 (2023): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 19 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 19 Edisi Khusus Tahun 2022 Vol 19 No 03 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 19 No 02 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 19 No 01 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Edisi Khusus) Vol 18 No 02 (2021): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 18 No 01 (2021): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 17 No 02 (2020): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 17 No 01 (2020): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 16 No 02 (2019): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 16 No 01 (2019): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 15 No 02 (2018): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 15 No 01 (2018): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 14 No 02 (2017): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 14 No 01 (2017): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 13 No 2 (2016): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 13 No 1 (2016): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 12 No 2 (2015): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 12 No 1 (2015): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 11 No 2 (2014): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 11 No 1 (2014): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue