cover
Contact Name
Akhyarnis Febrialdi
Contact Email
febrialdi1@gmail.com
Phone
+628117408799
Journal Mail Official
jurnalstockpeternakan@gmail.com
Editorial Address
Kampus A, Fakultas Pertanian, Universitas Muara Bungo, Jalan Pendidikan, Sungai Binjai, Kec.Batin III, Kabupaten Bungo, Jambi 37211.
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Stock Peternakan
ISSN : -     EISSN : 25993119     DOI : 10.36355
Core Subject : Health, Agriculture,
Stock Peternakan Merupakan Jurnal Yang menerbitkan artikel dengan kajian benih, bibit, bakalan, ternak ruminansia indukan, pakan, alat dan mesin, budi daya ternak, panen, pasca panen, pengolahan, pemasaran, pengusahaan, pembiayaan dan sarana dan prasarana
Articles 129 Documents
ARAH PENELITIAN PERUBAHAN IKLIM PADA PRODUKSI TERNAK: ANALISIS BIBLIOMETRIK Supranoto, Supranoto; Sukmaningsih, Tri; Herijanto, Soegeng; Tuswati, Sari Eko; Setyaningrum, Nuning
STOCK Peternakan Vol 5, No 2 (2023): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v5i2.1073

Abstract

Analisis bibliometrik tentang penelitian perubahan iklim dalam produksi ternak menyoroti pentingnya memahami dampak perubahan iklim terhadap produksi ternak dan perlunya strategi adaptasi. Analisis mengkaji tren dan arah penelitian selama dua dekade terakhir dari tahun 2003 sampai 2022. Studi mengidentifikasi fokus penelitian, produktivitas publikasi, dan kesenjangan dalam penelitian. Metodologi yang digunakan adalah mencari artikel yang diekstraksi dan dibangun pada platform Scopus. Pencarian data diperoleh menggunakan program Harzing’s Publish or Perish (PoP).  Kata kunci yang digunakan adalah “climate change” OR “climate changes” AND “livestock production”. Hasil pencarian disimpan dalam format RIS/Refmanager dan format CVS, untuk selanjutnya dataset ditarik menggunakan program Mendeley Desktop, Excel, dan VOSviewer 1.6.19. untuk dianalisis. Hasil analisis bibliometrik pengaruh perubahan iklim terdapat produksi ternak didapatkan 973 artikel,  2.653 kata kunci yang membentuk 10 klaster tema artikel. “Climate Change” merupakan jurnal yang banyak mempublikasikan artikel perubahan iklim kaitannya dengan produksi ternak. Beberapa jurnal yang berpengaruh adalah "Climate Change," "Animals," "Animal Production Science," dan "Livestock Research for Rural Development." Artikel-artikel yang banyak disitasi membahas tentang metodologi penilaian dampak lingkungan, dampak perubahan iklim terhadap produksi ternak, dan adaptasi dan mitigasi terkait perubahan iklim. Penelitian tentang perubahan iklim dan produksi ternak, memunculkan novelty atau kebaruan untuk arah penelitian baru di masa yang akan datang.
KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK TELUR ASIN DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK KULIT KOPI CASCARA Sari, Dewiarum
STOCK Peternakan Vol 5, No 2 (2023): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v5i2.1108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak kulit kopi cascara terhadap karakteristik organoleptik meliputi rasa, warna kerabang, warna putih telur asin, warna kuning telur asin, aroma, kemasiran dan tingkat kesukaan. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan meliputi P0 (tanpa penambahan ekstrak kulit kopi cascara 0%), P1 (penambahan ekstrak kulit kopi cascara 3%), P1 (penambahan ekstrak kulit kopi cascara 6%), P2 (penambahan ekstrak kulit kopi cascara 9%), dan P3 (penambahan ekstrak kulit kopi cascara 12%), apabila terdapat perbedaan nyata maka dilanjutkan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kulit kopi cascara berpengaruh nyata (P0,05) terhadap nilai rasa, warna kerabang, warna putih telur asin, warna kuning telur asin, aroma, kemasiran dan tingkat kesukaan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan P4 (penambahan ekstrak kulit kopi cascara 12%).
PEMANFAATAN KEMASAN AKTIF MENGGUNAKAN KARAGENAN DAN EKSTRAK LIMBAH KULIT KOPI CASCARA UNTUK MEMPERPANJANG MASA SIMPAN BAKSO DAGING SAPI meisela, anggi
STOCK Peternakan Vol 5, No 2 (2023): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beef meatballs, being a product derived from beef, exhibit a significant protein content along with a substantial water content. However, this composition renders them vulnerable to spoilage, leading to a relatively short shelf life. To address this limitation, the preservation of meatballs often involves the addition of borax, aiming to extend their storage duration. As a result, the need for a safe and practical method arises, such as the application of edible coating. The objective of this research is to examine the influence of incorporating different concentrations of coffee cascara extract as an antimicrobial compound in active edible coatings, specifically applied to beef meatball products. The study seeks to assess the microbiological properties through well diffusion testing, as well as to evaluate pH, water content, and Total plate count (TPC) of the coated meatball samples. Beef meatballs are made from beef with the addition of coffee cascara extract in three different concentrations (0%, 3%, and 6%). All treatments were then incubated at room temperature (approximately 27˚C) for varying durations (0 hours, 5 hours, and 10 hours). The method used in this study was a 3x3 factorial experiment with a Completely Randomized Design (CRD) and 3 replications. The data obtained were analyzed using analysis of variance, and if the treatments had a significant effect (P 0.05), they were further tested using Duncan Multiple Range Test (DMRT). The research results revealed that the addition of coffee cascara extract had a significant effect (P 0.05) on the decrease of pH and total plate count, as well as an increase in water content. The storage time significantly influenced (P 0.05) the reduction of water content, as well as the increase in pH value and total plate count. The interaction between the addition of coffee cascara extract and the incubation time did not exhibit significant differences (P 0.05) concerning pH value, water content, and total plate count.
PENGARUH LAMA PEREBUSAN YANG BERBEDA TERHADAP KUALITAS FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK KALDU TULANG SAPI Maharani, Nadia; Febriyanti, Amira; Liliyanti, Mita Ayu; Laksanawati, Trias Ayu; Sari, Dewiarum
STOCK Peternakan Vol 5, No 2 (2023): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v5i2.1085

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perebusan yang berbeda terhadap kualitas fisik (viskositas dan nilai pH) kualitas kimia (kadar magnesium) dan uji organoleptik (warna, aroma dan rasa) kaldu tulang sapi. Rancangan yang digunakan yakni Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari P1 = 12 jam lama perebusan, P2=18 jam lama perebusan P3 = 24 jam lama perebusan dan P4 = 30 jam lama perebusan. Parameter yang diamati adalah kualitas fisik (viskositas dan nilai pH), kualitas kimia (kadar magnesium) dan uji organoleptik (warna, aroma dan rasa). Hasil penelitian menunjukan bahwa lama perebusan berpengaruh terhadap kualitas fisik viskositas dan pH. Perebusan selama 30 jam (P4) memiliki nilai viskositas tertinggi yaitu sebesar 55,50 cP dan nilai pH antara 5,42 - 5,582. Perlakuan perebusan selama 24 jam (P3) merupakan perlakuan terbaik dengan kadar magnesium 0,05125%. Perbedaan lama perebusan kaldu tulang sapi terhadap uji organoleptik sangat berpengaruh nyata terhadap warna, aroma dan rasa. Dan lama perebusan yang terbaik untuk pengujian organoleptik adalah 30 jam.
PENAMPILAN REPRODUKSI KERBAU PADA POLA PEMELIHARAAN EKSTENSIF DI DESA MAMPUN KECAMATAN TABIR KABUPATEN MERANGIN Febianto, Yoga; Supriyono, Supriyono; Guntoro, Eko Joko; aswana, Aswana; Karmila, Yeni
STOCK Peternakan Vol 7, No 1 (2025): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v7i1.1674

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan reproduksi Kerbau di desa Manpun Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin dilihat dari umur birahi pertama (pubertas), angka perkawinan/ Service Per Conception (S/C), umur beranak pertama, angka kebuntingan/Conception Rate (CR), dan jarak beranak/ Calving Interval (CI). Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 Juli sampai dengan 1 Agustsus 2024 pada Peternakan kerbau desa Manpun Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin.Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah data 35 ekor kerbau betina yang telah partus dua kali atau lebih dan data berupa catatan reproduksi induk kerbau. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok, sampel diambil 35 ekor kerbau populasi induk yang melahirkan anak ke-2 lebih dari satu kali. Data yang akan dihimpun seperti data sekunder dan primer, data  sekunder diperoleh dari kantor Desa Manpun maupun Kecamatan Tabir. Parameter yang diamati dalam penelitian adalah umur birahi pertama (pubertas), angka perkawinan/ Service Per Conception (S/C), umur beranak pertama, angka kebuntingan/Conception Rate (CR), dan jarak beranak/ Calving Interval (CI)Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa penampilan reproduksi kerbau pola pemeliharaan ekstensif di Desa Mampun Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin masih rendah, dengan umur birahi pertama (pubertas) adalah 24 – 54 bulan, angka perkawinan atau nilai S/C normal yaitu sebesar 1,86 kali, umur induk pertama beranak umur 4 tahun keatas, nilai Conception Rate (CR) 34,29 %, dan jarak beranak berkisar 18 – 25 bulan. 
UPAYA PENINGKATAN BOBOT BADAN KELINCI DENGAN BEBERAPA JENIS PAKANAN HIJAUAN Hadirin, Hadirin; Assauwab, Muhammad Husaini; Arwinsyah, Arwinsyah; Zendrato, Desti Prestasi; RS, Muttaqinullah; JA, Sudarma; Abdi, M.; Hardiansyah, Rizal
STOCK Peternakan Vol 6, No 2 (2024): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v6i2.1497

Abstract

Studi ini mengevaluasi efek berbagai jenis pakan hijauan terhadap konsumsi dan pertambahan bobot badan kelinci Anggora di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Pengembangan kelinci sebagai alternatif sumber daging menghadapi tantangan psikologis dalam konsumsi dagingnya serta tingginya tingkat kematian ternak. Teknologi pengolahan daging kelinci telah diimplementasikan untuk menghasilkan berbagai produk olahan yang meningkatkan nilai ekonomis. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan berbeda: kangkung, rumput sintrong, rumput bayam-bayaman, dan rumput lapang. Hasil penelitian menunjukkan variasi signifikan dalam konsumsi pakan kelinci antar perlakuan, dengan konsumsi tertinggi tercatat pada kelinci yang diberi rumput lapang (282,14 gr/ekor/hari). Selain itu, terdapat perbedaan yang signifikan dalam pertambahan bobot badan antar perlakuan, dimana kelinci yang menerima rumput bayam-bayaman (11,26 g/ekor/hari) dan rumput sintrong (11,01 g/ekor/hari) mengalami pertambahan bobot badan lebih tinggi dibandingkan dengan kelinci pada perlakuan kangkung (10,99 g/ekor/hari) dan rumput lapang (10,66 g/ekor/hari). Rataan pertambahan bobot badan keseluruhan selama penelitian adalah sebesar 10,98 g/ekor/hari. Pentingnya manajemen pakan yang tepat untuk meningkatkan efisiensi nutrisi dan kesehatan kelinci sangat ditekankan dalam penelitian ini. Strategi ini dapat diterapkan untuk mendukung pengembangan peternakan kelinci sebagai usaha komersial yang berorientasi pasar, serta meningkatkan potensi kelinci sebagai sumber daging yang berkualitas dan dapat diterima oleh berbagai lapisan masyarakat. Studi lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi produktivitas kelinci, seperti pengelolaan lingkungan dan genetika, guna mendukung pertumbuhan industri kelinci yang berkelanjutan.
KADAR AIR DAN NILAI PH DAGING DOMBA DENGAN PENAMBAHAN DAUN KELOR (Moringa leifra) Asmaq, Nur; Warsito, Kabul; Pasaribu, Anisa Hafsari
STOCK Peternakan Vol 6, No 2 (2024): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v6i2.1552

Abstract

Daging domba merupakan pangan hewani yang masih sangat mudah rusak karena mengandung kadar protein yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan daun kelor (Moringa oleifra) terhadap kadar air dan nilai pH daging domba. Daun kelor (Moringa oleifra) merupakan tanaman tropis yang mudah tumbuh di daerah tropis seperti Sumatera Utara. Tanaman ini memiliki kandungan antikanker dan antioksidan yang dapat digunakan sebagai salah satu bahan alami yang dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas nugget daging domba. Pada penelitian ini menggunakan daun kelor dan daging domba yang diolah menjadi nugget. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian daun kelor pada pembuatan nugget memberikan pengaruh yang signifikan (P0,05) terhadap kadar air (52,88%) dan nilai pH (6,2). Kesimpulan pada penelitian ini adalah pemanfaatan daun kelor dalam pengolahan daging domba menjadi nugget sangat efektif untuk menurunkan kadar air produk.
KANDUNGAN MINERAL MAKRO Ca, P, Zn DAN Fe TUMBUHAN Asystasia gangetica SEBAGAI PAKAN TERNAK DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT KECAMATAN KUANTAN TENGAH infitria, infitria; Anggrayni, Yoshi Lia; Mahrani, Mahrani; Monica, Vera
STOCK Peternakan Vol 7, No 1 (2025): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v7i1.1680

Abstract

Hijauan yang paling banyak ditemukan di perkebunan sawit rakyat Kecamatan Kuantan Tengah adalah jenis tumbuhan Asystasia gangetica. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas nutrisi Asystasia gangetica berupa kandungan mineral makro Ca, P, Zn dan Fe . Penelitian terdiri atas 4 tahap yaitu survey, pengambilan sampel hijauan Asytasia ganetica, pengolahan sampel hijauan dan analisa kandungan mineral Asytasia ganetica. Rancangan penelitian menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan  4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri atas 4 Desa yang ada di Kecamatan Kuantan Tengah. Penelitian diawali dengan survey (observasi lapang dan penentuan lokasi) kemudian pengambilan sampel Asytasia ganetica hijauan pada 4 Desa yaitu desa Jake, Beringin, Kopah, Kari. Alat yang digunakan untuk pengambilan sampel hijauan terdiri dari kuadran 0.5 x 0.5 m2, gunting rumput, sabit, kantong plastik ukuran 10 dan ukuran 2 kg, karung, tali plastik, dan alat tulis. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pada perkebunan sawit rakyat yang berbeda desa memberikan pengaruh nyata P0.05 terhadap kandungan mineral Asystasia gangetica. Kandungan mineral makro pada tanaman Asystasi gengetica Ca berkisar 46.79 sampai 53.60 ppm, kandungan P berkisar 125.24 sampai 136.32 ppm, kandungan Zn berkisar 2.70 sampai 3.23 ppm, kandungan Fe berkisar 3.28 sampai 4.32 ppm.  Kesimpulan dari penelitian ini secara umum kandungan mineral makro Asytasia gingetica pada empat desa yang berbeda di perkebunan sawit rakyat Kecamatan Kuantan Tengah termasuk baik dijadikan bahan pakan dengan kandungan mineral makro yang mencukupi standar.
KOMPOSISI BOTANI DAN KAPASITAS TAMPUNG PADANG PENGGEMBALAAN ALAM DESA TAMBUN ARANG KECAMATAN SUMAY Aulia, Anna; Putra, Bela; Aswana, Aswana; Karmila, Yeni; Utama, Bopalyon Pedi; Yudiawati, Effi
STOCK Peternakan Vol 6, No 2 (2024): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v6i2.1491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi botani, produksi hijauan, dan kapasitas tampung padang penggembalaan alam Desa Tambun Arang, Kecamatan Sumay, untuk pengembangan padang penggembalaan alam sebagai sumber hijauan utama bagi ternak ruminansia. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Balai RT 03, Desa Tambun Arang, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo pada tanggal 1 Mei 2023 sampai tanggal 1 Juni 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan pengukuran dan pengamatan langsung di lapangan. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer diperoleh dari hasil pengukuran langsung di lapangan. Jenis data primer yang diambil adalah produksi hijauan (g/m²), komposisi botani, dan kapasitas tampung berdasarkan data produksi, yaitu dengan menggunakan kuadran ukur 1 m x 1 m. Penempatan kuadran ukur pada padang rumput dilakukan dengan cara acak sistematis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa padang penggembalaan Desa Tambun Arang, Kecamatan Sumay memiliki komposisi botani yaitu Dichantelium clandestinum, Eleocharis obtuse, dan Cyperus rotundus. Produksi hijauan segar adalah 2.800 kg/ha dan hijauan kering adalah 680 kg/ha. Padang penggembalaan Desa Tambun Arang ini juga memiliki kapasitas tampung sebesar 1,2 UT/ha/tahun. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa produktivitas dan kapasitas tampung padang penggembalaan alam di Desa Tambun Arang, Kecamatan Sumay tergolong masih rendah. Hal ini disebabkan oleh komposisi botani yang masih kurang baik 
KULITAS FISIK SILASE PEMI RUMPUT KUME (SORGHUM PLUMOSUM VAR. TIMORENESE) DENGAN PENAMBAHAN LEVEL MIKROORGANISME LOKAL YANG BERBEDA Dina, Matilde; Wie Lawa, Emma D.; Hilakor, Maritje A. e; Lazarus, Edwin J. L.
STOCK Peternakan Vol 6, No 2 (2024): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v6i2.1507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik silase pemi rumput kume (sorghum plumosum var. timorenese) dengan penambahan level mikroorganisme lokal (MOL) yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan 5 ulangan. Perlakuan yang diterapkan yaitu P0= rumput kume + filtra tabu sekam padi (FASP); P1= P0 + 40 ml MOL, P2= P0 + 80 ml MOL, P3= P0 + 120 ml MOL. Variabel yang diukur adalah kualitas fisik meliputi pH, tekstur, warna, aroma dan jamur. Kualitas fisik diamati menggunakan petunjuk skor uji organoleptik dari 15 orang panelis. Data organoleptik dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis Test, pH diamati menggunakan pH meter dan datanya dianalisis menggunakan Analisis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil analisis statistik menunjukan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P0,001) terhadap variabel pH, warna dan jamur. Sedangkan tekstur dan aroma memberikan hasil yang sama. Disimpulkan bahwa dengan meningkatnya level mikroorganisme lokal (MOL) memberikan pengaruh yang baik terhadap kualitas fisik silase pemi rumput kume yaitu terjadi penurunan nilai pH, perubahan warna dan silase tidak berjamur sedangkan tekstur dan aroma sama untuk semua perlakuan. Penambahan level MOL 40 ml dalam pembuatan silase pemi rumput kume (sorghum plumosum var. timorenese) menghasilkan kualitas fisik silase pemi terbaik.

Page 8 of 13 | Total Record : 129