Jurnal Abmas Negeri (JAGRI)
Artikel yang dimuat pada Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) meliputi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat multidisiplin ilmiah yang mencakup permasalahan umum atau masalah yang terkait dengan program pemberdayaan masyarakat yang meliputi bidang ilmu kesehatan, terapan, sosial, ekonomi, budaya, pengembangan TIK, pelayanan administrasi, pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan, pertanian dan lainnya.
Articles
151 Documents
Implementasi Teknologi Tepat Guna Jamban Sehat untuk Optimasi Sanitasi Aman di Wilayah Pesisir Kabupaten Pangkep
Saleh, Muh.;
Amansyah, Munawir;
Bujawati, Emmi;
Khaer, Ain;
Rachmat, Muhammad
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 Nomor 1 Juni 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36590/jagri.v5i1.997
Akses terhadap sanitasi yang aman merupakan kebutuhan dasar manusia yang esensial, khususnya bagi masyarakat pesisir yang rentan terhadap pencemaran lingkungan dan penyakit. Masyarakat di wilayah pesisir kampung nelayan di Kelurahan Pundata Baji, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, masih kekurangan akses terhadap sanitasi yang memadai. Hal ini menyebabkan berbagai masalah kesehatan dan lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan sanitasi di wilayah pesisir Kampung Nelayan tersebut dengan menerapkan teknologi tepat guna jamban. Pendekatan Participatory Action Research (PAR) digunakan untuk melibatkan secara aktif masyarakat setempat dan pemangku kepentingan lainnya dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan, implementasi, hingga evaluasi. Melalui proses PAR, pengabdian ini berhasil menyediakan solusi konkret dengan merancang dan membangun contoh jamban model pasang surut yang sesuai dengan lingkungan lokal dan kebutuhan masyarakat. Teknologi jamban pasang surut ini terbukti efektif dan nyaman digunakan oleh masyarakat setempat. Hasil pengabdian ini dapat menjadi panduan bagi pemerintah daerah lainnya untuk mengadopsi praktik terbaik dalam pencapaian Open Defecation Free (ODF) dan akses sanitasi aman, serta mewujudkan lingkungan sehat dan berkelanjutan di wilayah pesisir. Kesimpulannya, implementasi teknologi ini berkontribusi signifikan dalam meningkatkan capaian ODF serta kualitas sanitasi aman dan kesehatan masyarakat pesisir.
Penguatan Branding Aspek Gizi dan Sertifikasi Halal untuk Meningkatkan Mutu dan Daya Saing UMKM
Umar, Fitriani;
Sari, Rasidah Wahyuni;
Thasim, Sukmawati;
Hasnaeni, Hasnaeni;
Ananda, Sri Reski
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 Nomor 1 Juni 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36590/jagri.v5i1.1020
Parepare merupakan kawasan di Sulawesi Selatan yang keadaan geografisnya sebagian besar adalah wilayah pesisir pantai sehingga berdampak pada perekonomian dimana pertumbuhan ekonominya mayoritas didukung dari sektor perdagangan. Mayoritas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) belum memiliki serifikasi halal dan mencantumkan informasi nilai gizi pada label kemasan produk. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan daya saing melalui branding aspek gizi dan sertifikasi halal produk. Kegiatan pengabdian ini bekerja sama dengan UMKM yakni Kelompok Usaha Bersama Melati Lanrisang yang beranggotakan 9 orang. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk sosialiasi dan pendampingan pengurusan sertifikasi halal, pencantuman informasi nilai gizi pada label kemasan, serta edukasi penerapan hygiene dan sanitasi pengolahan pangan. Pada kegiatan ini dilakukan analisis kandungan gizi produk yakni abon ikan tuna dan sambusa yang dilakukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar. Pendampingan dilakukan diakhir kegiatan untuk pengurusan sertifikasi halal dan desain kembali kemasan produk yang mencantumkan logo sertifikasi halal dan informasi nilai gizi. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya UMKM dan meningkatkan mutu serta daya saing produk yang dihasilkan.
Program Kelompok Binaan Wirausaha Berbasis Unit Layanan Kewirausahaan
Mutia Reski Amalia;
Sugiyanto, Maya K.;
Tumenggung, Imran;
Agustina, Rahma Dewi
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36590/jagri.v5i2.883
Sebagian besar mahasiswa menjadikan pekerjaan sebagai pegawai pemerintah atau karyawan swasta sebagai tujuan utama setelah menyelesaikan studinya. Berbagai upaya untuk menciptakan wirausaha baru telah banyak dilakukan, tetapi belum mencapai hasil yang optimal. Fakta tersebut mendorong pengembangan program pengembangan kewirausahaan yang lebih terintegrasi dan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi di Poltekkes Kemenkes Gorontalo. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang akan dilakukan oleh tim dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Gorontalo bertujuan menciptakan alumni binaan wirausaha mandiri berbasis IPTEK dan membina keberlanjutan usaha alumni binaan. Kegiatan yang dilakukan berupa pemunculan motivasi kewirausahaan dengan mengembangkan imajinasi, persepsi dan kepercayaan diri agar binaan termotivasi menjadi wirausaha, pendampingan teknis pembuatan produk dan praktek pemasaran. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini telah menghasilkan empat kelompok binaan. Satu kelompok merupakan mahasiswa yang telah memiliki produk dan membutuhkan pengembangan produk serta pemasaran. Tiga kelompok merupakan kelompok binaan yang baru dibentuk. Keempat kelompok telah mengembangkan produknya masing-masing dan juga melakukan praktek pemasaran. Usaha mandiri kelompok binaan telah memproduksi produk makanan dan usaha mandiri kelompok binaan telah memasarkan produk makanan.
Pendidikan Gizi tentang Dampak MPASI Dini Efektif Peningkatan Pengetahuan Gizi Ibu
Cantika, Rista;
Fauziyah, A'immatul
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36590/jagri.v5i2.942
Pemberian ASI eksklusif berperan penting untuk kesehatan bayi. Data dari UPTD Puskesmas Pancoran Mas menyatakan terdapat 75,9% bayi yang mendapatkan ASI eksklusif. Tidak tercapainya ASI eksklusif dapat disebabkan oleh pemberian MPASI dini. Pendidikan MPASI dini adalah pemberian makanan pendamping ASI kepada bayi berusia kurang dari 6 bulan. Pemberian MPASI dini berdampak terhadap kesehatan bayi dan juga menggagalkan pemberian ASI eksklusif. Untuk mencegah praktik pemberian MPASI dini pada ibu menyusui perlu dilakukan kegiatan penyuluhan dan edukasi gizi untuk meningkatkan pengetahuan ibu. Kegiatan penyuluhan dan edukasi yang dilakukan adalah “PENDAMPING (Penyuluhan Dampak MPASI Dini dan Pencegahannya)” menggunakan media leaflet dan pemberian pre-test serta post-test kepada ibu menyusui. Pendidikan gizi ini dilakukan pada 30 orang ibu menyusui yang hadir di Puskesmas Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat. Hasil pre-test dan post-test dianalisis menggunakan uji Wilcoxon untuk melihat hubungan pemberian edukasi dengan peningkatan pengetahuan ibu. Nilai rata-rata pre-test 53 dan rata-rata nilai post-test 91,33. Terdapat peningkatan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah pemberian penyuluhan dengan nilai Asymp Sig. (2-tailed) 0,000. Pendidikan gizi tentang dampak MPASI dini efektif meningkatkan pengetahuan ibu di Depok, Jawa barat. Edukasi digunakan sebagai metode yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan Ibu.
Pendidikan Gizi melalui Diskusi, Bermain, dan Praktek Penilaian Status Gizi (Siber Gizi) pada Siswa di Wilayah Pasca Bencana
Utami Dewi, Nikmah;
Randani, Aldiza Intan;
Nadila, Devi;
Sakung, Jamaludin M;
Aida, Nurul
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36590/jagri.v5i2.1038
Remaja merupakan kelompok penting dalam manifestasi penyakit tidak menular pada usia dewasa serta kelompok yang berkontribusi penting pada perbaikan gizi antar generasi. Rendahnya pengetahuan terkait “Isi Piringku” dan “Gizi Seimbang” dapat berdampak pada kemampuan memilih makanan yang harus dikonsumsi untuk meningkatkan kualitas pola makan remaja. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi remaja menggunakan metode diskusi, bermain, dan praktek. Kegiatan pengabdian melibatkan 32 remaja kelas XI SMA Negeri 2 Palu serta 4 fasilitator. Pengetahuan remaja meningkat secara signifikan (p<0,05) setelah mengikuti kegiatan pengabdian. Mayoritas remaja mencapai kategori "baik" pada pengetahuan gizinya. Penting untuk menyelenggarakan pendidikan gizi yang dengan menggunakan metode diskusi, permainan, dan praktek sehingga pada remaja sehingga dapat meningkatkan pemahaman gizi.
Pengenalan Teknologi Tunnel untuk Produksi Garam di Desa Panimbangjaya Kabupaten Pandeglang
Susanto, Adi;
Hermawan, Dodi;
Syabana, Mohamad Ana;
Nurdin, Hery Sutrawan;
Munandar, Erik;
Khalifa, Muta Ali;
Syafrie, Hendrawan;
Alansar, Toufik;
Sulistyono, Bakti;
Komariyah, Dedeh;
Solahudin, Edo Ahmad
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36590/jagri.v5i2.1117
Salah satu potensi sumber daya perikanan dan kelautan di Selat Sunda yang belum dimanfaatkan dengan optimal adalah produksi garam. Padahal kebutuhan garam di pesisir Selat Sunda khususnya di Kabupaten Pandeglang sangat tinggi, khususnya untuk kebutuhan usaha pengolahan ikan. Keterbatasan teknologi dan kapasitas masyarakat untuk dapat memproduksi garam khususnya di Desa Panimbangjaya menjadi kendala utama yang perlu diselesaikan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan introduksi teknologi tunnel untuk memproduksi garam di Desa Panimbangjaya. Introduksi teknologi tunnel garam telah dilakukan pada Bulan Juli 2024 dengan luasan tunnel 80 m² yang dibagi menjadi empat meja kristalisasi. Peningkatan kapasitas kelompok melalui penyuluhan dan pendampingan produksi garam telah dilakukan dan dalam satu siklus dapat menghasilkan garam dengan berat 12 kg per meja kristalisasi. Peningkatan kualitas air baku yang akan digunakan untuk produki garam masih diperlukan sehingga dalam satu siklus diharapkan dapat meningkatkan volume garam yang dihasilkan. Garam yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan garam pada usaha pengolahan ikan asin di Desa Panimbangjaya. Tumbuh dan berkembangnya produksi garam dengan sistem tunnel diharapkan dapat menyediakan lapangan pekerjaan, menumbuhkan pusat ekonomi baru sehingga kebutuhan garam di Desa Panimbangjaya tidak lagi bergantung pada pasokan garam dari Indramayu dan Cirebon.
Pemberdayaan Kelompok Pembudidaya Ikan Melalui Pelatihan Pembuatan Pakan Berbasis Bahan Baku Lokal
Putri, Dwi Septiani;
Miranti, Shavika;
Wulandari, Rika;
Bakkara, Okto Rimandi;
Muzahar, Muzahar;
Yulianto, Tri;
Irawan, Henky;
Raza'i, Tengku Said
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36590/jagri.v5i2.1143
Kecamatan Selayar memiliki potensi perikanan akuakultur yang besar. Potensi perikanan akuakultur yang besar tersebut harus ditunjang oleh kemampuan sumber daya manusianya yang terampil mengolah bahan baku pakan lokal menjadi pakan buatan yang nantinya dapat menekan biaya produksi ikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan metode pembuatan pakan ikan kepada kelompok pembudidaya lokal di Kecamatan Selayar, Kabupaten Lingga. Tim PkM memperkenalkan teknologi screw press yang dapat dimanfaatkan dalam proses mencetak pakan berbentuk pelet secara mandiri. Tim juga memperkenalkan penggunaan berbagai bahan tambahan seperti tepung ikan, tepung jagung, tepung terigu, dan premix vitamin yang diperlukan untuk melakukan formulasi nutrisi pakan buatan. Keterampilan ini adalah aspek teknis yang dibutuhkan oleh masyarakat agar mampu memproduksi pakan ikan yang berkualitas sesuai kebutuhan nutrisi ikan yang dibudidayakan. Kegiatan dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan survei lokasi, pelatihan dan diskusi, hingga praktek lapangan pembuatan pakan berbentuk pelet menggunakan mesin screw press. Kegiatan ini mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat, terutama dari kelompok pembudidaya ikan setempat.
Pemberdayaan dalam Growth Monitoring and Promotion (GMP) untuk Masyarakat Panglayungan
Hidayanti, Lilik;
Saraswati, Dian;
Atmaja, Taufiq Firdaus Al ghifari;
Puspareni, Luh Desi;
Fikrinnisa, Rizka;
Husnul, Nisatami
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36590/jagri.v5i2.1189
Gizi kurang pada balita dimulai dari berat badan yang kurang sehingga ibu harus peka untuk mendeteksi perubahan berat badan anak, melalui Growth Monitoring and Promotion (GMP) di Posyandu. Hasil temuan di lapangan menunjukkan rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemantauan pertumbuhan di Posyandu, kegiatan Posyandu dianggap monoton dan kegiatan kegiatan meja ke-4 sering tidak dilakukan. Kami berkontribusi melalui pengabdian masyarakat tentang pemberdayaan masyarakat dalam pelaksanaan Growth Monitoring and Promotion (GMP) pada Masyarakat Panglayungan. Program pengabdian masyarakat bekerjasama Posyandu Naluri dan Posyandu Kencana. Kegiatan yang dilakukan meliputi kegiatan edukasi, pelatihan dan pendampingan pelaksanaan GMP di Posyandu. Evaluasi dilakukkan dengan pre-test post-test, dan kemampuan melakukan GMP di Posyandu. Kegiatan edukasi dan pelatihan GMP dilakukan pada hari Sabtu tanggal 28 Juli 2024 di Aula Yayasan Al Ikhlas. Pendampingan GMP di Posyandu Naluri dilakukan tanggal 9 Agustus 2024 dan di Posyandu Kencana pada tanggal 10 Agustus 2024. Peserta pada kegiatan ini adalah kader dan sasaran Posyandu Naluri dan Kencana dengan jumlah 60 orang. Hasil edukasi dan pelatihan menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan dilakukan, yang dibuktikan dengan dari hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai p=0,000. Pemberdayaan Masyarakat melalui kegiatan edukasi, pelatihan dan pendampingan yang dilakukan berhasil meningkatkan skor pengatahuan peserta tentang pelaksanaan GMP, namun masih ada pelaksanaan GMP terutama pengukuran TB dan PB yang masih perlu diperbaiki. Perlu dilakukan refreshing terkait dengan pelaksanaan GMP secara berkala.
Deteksi Dini dan Cegah Stunting Melalui Pembentukan Kelas Catin (Calon Pengantin)
Zuhana, Nina;
Prafitri, Lia Dwi;
Sulistiani, Ria Purnawian
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36590/jagri.v5i2.1192
Salah satu faktor pendukung permasalahan terkait tingginya angka kematian ibu dan bayi adalah kehamilan di usia remaja. Masalah ini sangat dipengaruhi oleh faktor perilaku seksual yang menyebabkan terjadinya kehamilan di usia dini. Stunting, wasting dan underweight merupakan tiga faktor status gizi anak yang diakui secara luas. Masih minimnya pengetahuan masyarakat tentang pencegahan stunting dan pelayanan pranikah masih dirasa kurang efektif karena program skrining pranikah masih sebatas pemeriksaan fisik dan pemberian suntikan tetanus toxoid. Belum ada nya kelas catin karena terkendala waktu dan tenaga yang dibutuhkan untuk membentuk program kelas catin dan promotor utnuk meningkatkan kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam pencegahan stunting. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membantu mitra dalam mengoptimalkan deteksi dini dan skrining stunting melalui kelas catin (calon pengantin) di wilayah Puskemas Karangdadap, meningkatkan kemandirian kader kesehatan dalam tanggap stunting melalui kelas catin. Metode pendekatan yang akan digunakan dalam penyelesaian masalah mitra adalah metode pemberdayaan masyarakat. Hasil pengabdian berupa terbentuknya kader tanggap stunting dan terbentuknya kelas catin yang berjalan secara berkesinambungan dan mampu menskrining calon pasangan pengantin yang memiliki permasalahan kesehatan yang berpotensi hamil dan melahirkan dengan anak stunting. Hasil pengabdian lainnya berupa adanya peningkatan rerata pengetahuan sebelum dengan sesudah pemberian edukasi Diperlukan komitmen bersama antara puskesmas, KUA, kader tanggap stunting serta pemerintahan desa agar kegiatan kelas catin ini dapat berjalan secara teratur dan tersistem dan diperlukan kerjasama yang lebih luas lagi dengan dinas perencanaan pemberdayaan perempuan dan KB.
Penerapan Skrining PRISAT (Productivity Risk Self-Assessment Tool) dalam Pendidikan Gizi di MTs Al Washliyah 19 Percut
Rosmiati, Risti;
Damanik, Kanaya Yori;
Sari, Wina Dyah Puspita;
Fimansyah, Wira;
Saufani, Iza Ayu;
Firmansyah, Hardi
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36590/jagri.v5i2.1196
Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyebab kematian global utama, sehingga memerlukan strategi pencegahan yang efektif melalui deteksi dini dan edukasi gizi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi di kalangan guru dan siswa di MTs Al Washliyah 19 Percut sekaligus memberikan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam deteksi dini risiko PTM menggunakan Productivity Risk Self-Assessment Tool (PRISAT). Selama lima bulan, program ini menerapkan edukasi gizi berbasis sekolah yang berkelanjutan melalui sesi interaktif, evaluasi pretest-posttest, dan penyediaan alat penilaian status gizi dan kesehatan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan guru dan siswa tentang gizi seimbang (p<0,05). Pelatihan PRISAT yang berfokus pada guru berhasil membekali guru dengan keterampilan untuk melakukan penilaian risiko dini serta pemantauan status gizi dan kesehatan secara mandiri. PRISAT terbukti menjadi alat yang efektif dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi risiko PTM dan mempromosikan perilaku makan yang lebih sehat. Program ini menawarkan model yang dapat direplikasi untuk mengintegrasikan pendidikan gizi terstruktur dengan pelatihan praktis, dengan menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan untuk mempertahankan dampak jangka panjangnya.