cover
Contact Name
Ari Apriyansa
Contact Email
snppm2020@unj.ac.id
Phone
+6289662901239
Journal Mail Official
snppm2020@unj.ac.id
Editorial Address
Gd. Ki Hajardewantara Lt. 6-7 Universitas Negeri, RT.7/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 29853648     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.21009/snppm.041
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SNPPM) merupakan kumpulan artikel ilmiah yang dipresentasikan pada kegaiatan Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPM) diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta. Tema dari seminar ini ialah "Membangun Kemitraan Perguruan Tinggi dengan Masyarakat Menuju Indonesia Maju" dengan topik (1.) Pendidikan, (2.) Sosial dan Humaniora, (3.) Sains dan Teknologi, (4.) Ekonomi Kreatif, (5.) Lingkungan, dan (6.) Bidang Relevan Lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 855 Documents
The Housewives Intrapersonal Communication Coaching for Strengthening The Family Resilience Nararia Hutama Putra; Daddy Darmawan; Sri Kuswantono; Puji Hadiyanti; Fahtia Maharani; Joko Adi Saputra
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Housewives play a crucial role in maintaining the stability and resilience of the family, yet this vital role is often undervalued by society and other family members. This community service initiative is conducted as a response to the stigma faced by housewives, whose roles are frequently questioned, the persistence of patriarchal hegemony in Indonesian society, and the limited access to knowledge and education for women in rural areas. These factors create significant pressure on housewives, particularly due to their inability to express long-held feelings. This community service activity was conducted in Bulak Village, Jatibarang District, Indramayu, involving 20 members of the Family Welfare Empowerment (PKK). The objective was to help strengthen the family resilience through housewives by enhancing their intrapersonal communication skills. The initiative was carried out using the GROW Coaching Model, which is expected to improve basic intrapersonal communication skills. The activities included training, focused discussions, and group reflections to reinforce these skills. The outcome of this community service initiative provided initial insights into how housewives understand themselves. This was evident from the participants willingness to express various negative emotions and feelings that had been suppressed due to family circumstances. Additionally, the discussions helped to emphasize the importance of effectively managing emotions so that participants do not feel overwhelmed and can remain happy in fulfilling their roles within the family. Furthermore, the participants gained a deeper understanding that the quality of communication within the family is foundational to creating an empowered family. In conclusion, this community service initiative successfully contributed to the development of housewives intrapersonal communication skills, significantly strengthening family resilience and fostering better relationships within the family. Keywords: Family Resilience, Grow Coaching Model, Intrapersonal Communication Abstrak Ibu rumah tangga memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan ketahanan keluarga, namun peran vital seorang ibu rumah tangga ini seringkali tidak dihargai oleh masyarakat bahkan anggota keluarganya sendiri. Gagasan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini muncul sebagai respon atas stigma yang diberikan kepada ibu rumah tangga, dimana perannya sering dipertanyakan, hal ini merupakan bentuk gambaran hegemoni patriarki yang mendarah daging di masyarakat Indonesia, selain itu diskriminasi ini juga muncul dan membuat terbatasnya akses pengetahuan serta pendidikan bagi perempuan di daerah pedesaan. Faktor-faktor tersebut memberikan tekanan yang cukup besar bagi Perempuan dalam hal ini ibu rumah tangga. Tekanan tersebut memberikan dampak akumulasi emosi negatif yang tidak berhasil di validasi karena ketidakmampuan untuk mengekspresikan perasaan yang telah lama terpendam. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Bulak, Kecamatan Jatibarang, Indramayu, yang melibatkan 20 anggota PKK. Tujuan pelaksanaan pengabdian ini adalah untuk membantu memperkuat ketahanan keluarga melalui ibu rumah tangga dengan meningkatkan keterampilan komunikasi intrapersonal mereka dengan menggunakan Model Coaching GROW yang diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dasar komunikasi intrapersonal. Pengabdian masyarakat ini berfokus pada 3 inti kegiatan yakni pelatihan, Focus Group Discussion, dan refleksi kelompok untuk memperkuat keterampilan tersebut. Adapun harapan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan wawasan awal tentang bagaimana ibu rumah tangga memahami diri mereka sendiri. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini berlangsung baik dan sukses dapat dilihat dari kesediaan peserta untuk mengekspresikan berbagai emosi negatif dan perasaan yang telah lama dipendam akibat kondisi keluarga. Selain itu, FGD membantu menekankan pentingnya mengelola emosi secara efektif agar peserta tidak merasa kewalahan dan tetap bahagia dalam menjalankan peran mereka di dalam keluarga. Para peserta juga memperoleh pemahaman yang lebih mendalam bahwa kualitas komunikasi dalam keluarga merupakan fondasi untuk menciptakan keluarga yang berdaya. Dapat ditarik kesimpulan bahwa pengabdian masyarakat ini berhasil memberikan kontribusi pada pengembangan keterampilan komunikasi intrapersonal ibu rumah tangga, secara signifikan dalam memperkuat ketahanan keluarga dan mendorong hubungan yang lebih baik dalam keluarga. Kata kunci: Ketahanan Keluarga, Model Coaching Grow, Komunikasi Intrapersonal
Ibu Dibalik Jeruji: Antara Narkoba dan Kasih Sayang Anak di Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa Athalia Hyacintha Ratnaduhita; Nabila Salsabila Taslim; Husnul Khoiroh Arda Garini Agus; Agus Triyanto
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Incarcerated drug-using mothers face many challenges in providing love and stability for their children, which has a huge psychological impact on them. This paper takes a qualitative approach, using the case study method. Participants consisted of mothers of drug offenders who have children under the age of 17, as well as prison managers. Data were collected through observation, documentation, and in-depth interviews, then evaluated thematically. The data showed that the mothers experienced significant psychological and emotional impacts, especially in the first and second weeks of detention. However, by the third week, they began to adjust to prison conditions. Guilt and emotions of ineffective motherhood emerged, as did sadness and stress. Nonetheless, love and longing for their children were the main drivers for their recovery. From this study, it can be concluded that although the mothers experienced significant emotional difficulties, emotional support and improved communication facilities in prison were key factors in helping them maintain relationships with their children and improve their psychological well-being. Keywords: maternal affection, drug prisoners, children, women's prison, case study. Abstrak Para ibu yang dipenjara pengguna narkoba menghadapi banyak tantangan dalam memberikan kasih sayang dan stabilitas bagi anak-anak mereka, yang memiliki dampak psikologis yang sangat besar bagi mereka. Tulisan ini mengambil pendekatan kualitatif, dengan menggunakan metode studi kasus. Partisipan terdiri dari ibu narapidana narkoba yang memiliki anak di bawah usia 17 tahun, serta pengelola penjara. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam, kemudian dievaluasi secara tematik. Data menunjukkan bahwa para ibu mengalami dampak psikologis dan emosional yang signifikan, terutama pada minggu-minggu pertama dan kedua masa tahanan. Namun, pada minggu ketiga, mereka mulai menyesuaikan diri dengan kondisi penjara. Rasa bersalah dan emosi sebagai ibu yang tidak efektif muncul, begitu juga dengan kesedihan dan stres. Meskipun demikian, cinta dan kerinduan akan anak-anak mereka menjadi pendorong utama bagi pemulihan mereka. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa meskipun para ibu mengalami kesulitan emosional yang signifikan, dukungan emosional dan peningkatan fasilitas komunikasi di penjara menjadi faktor kunci dalam membantu mereka menjaga hubungan dengan anak-anak dan meningkatkan kesejahteraan psikologis mereka. Kata kunci: kasih sayang ibu, tahanan narkoba, anak, Lapas Perempuan, studi kasus.
PENGEMBANGAN KEMAMPUAN LITERASI SISWA MELALUI PENGUATAN TEACHING SELF-EFFICACY DAN CREATIVE TEACHING PADA GURU DI GARUT, JAWA BARAT Santi Yudhistira; Anna Armeini Rangkuti; Rahmadianty Gazadinda; Gita Irianda Rizkyani Medellu; Adhissa Qonita
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Community service activities aim to improve students' literacy skills by strengthening teachers' teaching beliefs, as well as assisting teachers in creating a creative learning atmosphere in the classroom. This problem is the main priority of the school based on the results of the Minimum Competency Assessment (AKM) the school still gets a red report card on student literacy and numeracy. Activities will be carried out in the form of in-house training carried out at partner schools. Activities will be carried out with various methods and held in two sessions. The activity was attended by 52 teachers from elementary, MTs and SMK levels and was also attended by foundation and committee representatives from each school. Based on the results of the qualitative evaluation, it was found that the participants were very satisfied with the material provided and were right on target according to the needs of the participants. Empirically, the results of pretest and posttest data analysis show that the mean post test results are much higher than the mean pretest results. The results of paired sample t-test processing show that there are significant differences between pretest and posttest in community service activity participants. These results indicate that the material provided has an impact on participants' understanding of the beliefs in becoming a teacher. There is an increase in understanding experienced by participants who can believe and live their profession as a teacher. Keywords: literacy skills, training, students, teaching self-efficacy, creative teaching Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa dengan memberikan penguatan pada keyakinan mengajar guru, serta membantu guru dalam menciptakan suasana pembelajaran yang kreatif di kelas. Permasalahan ini menjadi prioritas utama sekolah berdasarkan hasil Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) sekolah masih mendapatkan rapor merah pada literasi dan numerasi siswa. Kegiatan akan dilakukan dalam bentuk in-house training yang dilaksanakan di sekolah mitra. Kegiatan akan dilaksanakan dengan berbagai metode dan diselenggarakan dalam dua sesi. Kegiatan diikuti oleh 52 guru dari tingkat SD, MTs dan SMK dab dihadiri pula oleh perwakilan yayasan dan komite dari masing-masing sekolah. Berdasarkan hasil evaluasi kualitatif didapatkan hasil bahwa peserta kegiatan merasa sangat puas dengan materi yang diberikan dan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan peserta. Secara empirik, hasil analisis data pretest dan posttest menunjukkan bahwa mean hasil post test jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mean hasil pretest. Hasil olah paired sample t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pretest dan postest pada peserta kegiatan pengabdian masyarakat. Hasil ini menunjukkan bahwa materi yang diberikan cukup memberikan dampak pada pemahaman peserta terhadap keyakinan dalam menjadi guru. Terjadi peningkatan pemahaman yang dialami peserta dapat meyakini dan menghayati profesinya sebagai seorang guru. Kata kunci: kemampuan literasi, pelatihan, siswa, teaching self-efficacy, creative teaching
PELATIHAN SEKOLAH OTAK PAPUA “BELAJAR PAKAI OTAK” UNTUK SISWA SMP NEGERI 9 JAYAPURA Hendrikus Masang Ban Bolly; Renny Sulelino
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seluruh aktivitas belajar membutuhkan kinerja otak yang selain berperan sebagai organ sentral dalam proses pembelajaran. Dengan demikian mengetahui bagaimana otak bekerja dalam serangkaian proses pembelajaran akan  menjadi salah satu kunci keberhasilan belajar siswa. Pelatihan “Sekolah Otak Papua (SOP): Belajar Pakai Otak” untuk Siswa SMP Negeri 9 Jayapura bertujuan untuk memberikan cakrawala pengetahuan kepada siswa SMP tentang bagaimana strategi pembelajaran berbasis pengetahuan dan kemampuan mengoptimalkan sumber daya otak demikian pentingnya. Pelatihan telah dilakukan dan diikuti oleh 38 siswa SMP selama 1 hari. Topik materi terdiri atas 7 sub topik yang diuraikan secara interaktif, diselingi dengan peragaan dan “brain games”. Hasil identifikasi pada saat awal pelatihan bahwa tantangan belajar utama siswa sebanyak 45% adalah ketagihan bermain media sosial, waktu fokus siswa dalam belajar mandiri sebanyak 47% hanya kurang dari 10 menit, penyebab kesulitan belajar adalah 29% karena faktor guru. Sebanyak 15 pertanyaan yang diajukan pre- dan post-test terkait konten pelatihan mengalami peningkatan pengetahuan secara signifikan setelah pelatihan diberikan. Pelatihan ini dapat menjadi salah satu alternatif pengembangan kapasitas “software” belajar siswa SMP. Siswa dapat memiliki pengetahuan mengenai strategi belajar menggunakan otak sebagai bekal untuk membentuk kebiasaan belajar yang baik. Abstract All learning activities require brain performance, which in addition to acting as a central organ in the learning process. Thus, knowing how the brain works in a series of learning processes will be one of the keys to student learning success. The training "Papua Brain School (SOP): Learning Using the Brain" for SMP Negeri 9 Jayapura Students aims to provide a horizon of knowledge to SMP students about how knowledge-based learning strategies and the ability to optimize brain resources are so important. The training has been conducted and attended by 38 SMP students for full day. The material topics consist of 7 sub-topics described interactively, interspersed with demonstrations and brain games. The results of the identification at the beginning of the training were that 45% of students' main learning challenges were addicted to playing social media, 47% of students' focus time in independent learning was only less than 10 minutes, and 29% of the causes of learning difficulties were due to teacher factors. As many as 15 questions were asked in the pre-and post-test related to the training content, and a significant increase in knowledge was experienced after the training was given. This training can be an alternative to developing the learning "software" capacity of SMP students. Students can learn about learning strategies by using the brain as a provision to form good learning habits.
EDUKASI MANFAAT LATIHAN PEREGANGAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PENGRAJIN ANYAMAN BAMBU DESA MOJOREJO PONOROGO Mohammad Muslih; Rindang Diannita; Nuraini; Lathiefa Rusli; Bambang Setyo Utomo; Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit; Maya Tsuroya Alfadla
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Musculoskeletal Disorders (MSDs) are disorders related to the nervous system, ligaments, muscle tissue, tendons, cartilage, bone structure and blood vessels. Musculoskeletal Disorders (MSDs) are an occupational disease whose symptoms can include pain, swelling, and even numbness. The aim of this Community Service is an effort to increase craftsmen's understanding of the risks of Musculoskeletal Disorders (MSDs), as well as education on the urgency of stretching exercises as a preventive measure to prevent work-related diseases. The method used in this Community Service is Participatory Action Research (PAR) which was carried out on bamboo woven craftsmen in Mojorejo Village, Jetis District, Ponorogo Regency, East Java. The Community Service activity program includes stretching exercises together with Mojorejo Village Bamboo weaving craftsmen, as well as Occupational Safety and Health training. The results of this Community Service are increased understanding regarding Musculoskeletal Disorders (MSDs) and Occupational Safety and Health, as well as education regarding stretching exercises, so that craftsmen can stretch independently to improve physical fitness and prevent work-related diseases. Keywords: Occupational Safety and Health, Stretching Exercises, Musculoskeletal Disorders (MSDs) Abstrak Musculoskeletal Disorders (MSDs) adalah gangguan yang berkaitan dengan sistem syaraf, ligamen, jaringan otot, tendon, kartilago, struktur tulang, dan pembuluh darah. Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan salah satu penyakit akibat kerja dengan gejalanya dapat berupa nyeri, bengkak, bahkan mati rasa. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah sebagai upaya meningkatkan pemahaman pengrajin terhadap risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs), serta edukasi urgensi dari latihan peregangan sebagai salah satu langkah preventif mencegah penyakit akibat kerja. Metode yang digunakan pada Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah Participatory Action Research (PAR) yang dilakukan pada pengrajin anyaman bambu di Desa Mojorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Program kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat antara lain latihan peregangan bersama dengan pengrajin anyaman bambu Desa Mojorejo, serta pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Hasil dari Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah peningkatan pemahaman terkait Musculoskeletal Disorders (MSDs) dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, serta edukasi terkait latihan peregangan, agar pengrajin dapat secara mandiri melakukan peregangan untuk meningkatkan kebugaran jasmani dan mencegah penyakit akibat kerja. Kata Kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Latihan Peregangan, Musculoskeletal Disorders (MSDs)
PELATIHAN PEMBELAJARAN INTERAKTIF DENGAN MEDIA “KARTU SHAH” UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DI YAYASAN AT-TAQWA VIII TARUMAJAYA, BEKASI Fatwa Arifah; Muhammad Kamal; Ahmad Marzuq; Hendrawanto; Puti Zulharby
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Improving teachers' professional competence is one of the crucial factors in supporting learning success. At the At-Taqwa VIII Foundation, Karang Tengah, Bekasi, the results of the situation analysis showed that 13.8% of teachers had not participated in professionalism training for a long time, and only 24.1% of teachers had received training in the past year. This community service activity aims to train teachers at the At-Taqwa VIII Foundation in applying "Kartu Shah" media as an interactive learning tool to improve their professional competence. The method used in this training is workshops and mentoring that involve theoretical presentations, discussions, and simulations of media use. The training was held on August 24, 2024, with 40 participants organized by a team of lecturers from the Arabic Language Education Study Program of Jakarta State University. The evaluation results showed that 82.8% of the participants were delighted with the activity, and 79.3% agreed that the learning media presented could increase teaching creativity. Thus, this training successfully improves teachers' understanding of the use of interactive media and contributes positively to their professional competence. Keywords: Interactive Learning; Shah Card Media; Professional Competence; Teacher Training Abstrak Peningkatan kompetensi profesional guru merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan pembelajaran. Di Yayasan At-Taqwa VIII, Karang Tengah, Bekasi, hasil analisis situasi menunjukkan bahwa 13,8% guru belum mengikuti pelatihan profesionalisme dalam jangka waktu yang lama, dan hanya 24,1% guru yang menerima pelatihan dalam satu tahun terakhir. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada guru-guru di Yayasan At-Taqwa VIII dalam penerapan media “Kartu Shah” sebagai alat bantu pembelajaran interaktif untuk meningkatkan kompetensi profesional mereka. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah workshop dan pendampingan yang melibatkan pemaparan teori, diskusi, dan simulasi penggunaan media. Pelatihan dilaksanakan pada 24 Agustus 2024 dengan 40 peserta yang diselenggarakan oleh tim dosen Prodi Pendidikan Bahasa Arab, Universitas Negeri Jakarta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 82,8% peserta sangat puas dengan kegiatan tersebut, dan 79,3% setuju bahwa media pembelajaran yang dipaparkan dapat meningkatkan kreativitas mengajar. Dengan demikian, pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman guru tentang penggunaan media interaktif dan memberikan kontribusi positif terhadap kompetensi profesional mereka. Kata Kunci: Pembelajaran Interaktif, Media Kartu Shah, Kompetensi Profesional, Pelatihan Guru
PELATIHAN PUBLIC SPEAKING DAN PERSONAL BRANDING UNTUK MEMBANGUN KARAKTER KEPEMIMPINAN SISWA OSIS SMA ANGKASA 1 HALIM PERDANAKUSUMA JAKARTA Yunilis Andika; Wahyu Tri Widyastuti; Salman Al Farisi; Gathan Razidy Malik F.; Jovita Elvira Putri Sukmandono; Ajeng Eka Putri; Rizal Sanggra Pratama
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Public speaking and personal branding are essential skills that can open career opportunities and advance professional development for everyone, especially OSIS students. SMA Angkasa 1 Halim Perdanakusuma recognizes the importance of these skills for its students. Unfortunately, specialized training related to these topics has not yet been conducted there. To address this issue, the Community Service team from the French Language Education Program collaborated with SMA Angkasa 1 Halim Perdanakusuma to organize training in public speaking and personal branding aimed at developing the leadership character of OSIS students. This activity was conducted in-person and comprised three stages: preparation, implementation, and evaluation. A total of 33 students participated in this event, receiving both theoretical and practical instruction, along with assignments to enhance their public speaking skills and build a positive self-image. The results of the training showed positive development after the sessions, with participants demonstrating increased confidence and the ability to present material effectively using various public speaking techniques. Keywords: character, leadership, Public Speaking, Personal Branding. Abstrak Public speaking dan personal branding adalah keterampilan penting yang dapat membuka peluang karir dan memajukan perkembangan profesional bagi setiap orang, terutama siswa OSIS. SMA Angkasa 1 Halim Perdanakusuma menyadari pentingnya keterampilan tersebut bagi siswanya. Sayangnya, pelatihan khusus terkait tema tersebut belum pernah dilaksanakan di sana. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim Pengabdian Kepada Masyarakat Prodi Pendidikan Bahasa Prancis bekerja sama dengan SMA Angkasa 1 Halim Perdanakusuma dalam mengadakan pelatihan public speaking dan personal branding dengan tujuan mengembangkan karakter kepemimpinan siswa OSIS. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring dengan tiga tahapan yakni persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Sebanyak 33 siswa menjadi peserta pada kegiatan ini dengan diberikan teori dan praktik, serta penugasan untuk meningkatkan keterampilan berbicara di depan umum dan membangun citra diri yang positif. Hasil pelatihan menunjukkan perkembangan yang positif setelah pelatihan di mana peserta memiliki kepercayaan diri yang meningkat sehingga mampu menyampaikan materi dengan baik dengan menerapkan berbagai teknik public speaking. Kata Kunci: karakter, kepemimpinan, Public Speaking, Personal Branding
PELATIHAN MENGGUNAKAN MOTION GRAFIC POWER POINT UNTUK MENCIPTAKAN BAHAN AJAR BAHASA PRANCIS YANG MENARIK BAGI GURU BAHASA PRANCIS SMK SE-JAKARTA Subur Ismail; Ninuk Lustyantie; Evi Rosyani Dewi
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This article discusses the results of training activities to create French language teaching materials using PowerPoint motion graphics for French teachers at vocational schools throughout Jakarta. This training activity was motivated by several reasons, including because French in vocational schools is only an elective subject, the lack of interest in learning French among vocational school students, and French language textbooks that do not meet the needs of vocational schools. For this reason, efforts need to be made so that the teaching materials used by teachers are in accordance with the learning needs of vocational school students and the characteristics of vocational school students. One of the efforts made is to provide training to French teachers at vocational schools throughout Jakarta in creating French language teaching materials using Power Point Motion Graphics. This training produces French language teaching materials that can be implemented in classes taught by teachers. Thus, this training activity provides benefits for French teachers in developing French language teaching materials that are appropriate to their needs and interesting. Metode pelatitannya menggunakan metode ceramah, diskusi kelompok dan audio visual. Keywords: French language teaching materials; vocational French teacher; Training, lecture method, group discussion, and audio visual. Abstrak Artikel ini membahas tentang hasil kegiatan pelatihan pembuatan bahan ajar bahasa Prancis menggunakan motion grafis PowerPoint untuk guru bahasa Prancis SMK se-Jakarta. Kegiatan pelatihan ini dilatarbelakangi oleh beberapa alasan antara lain karena bahasa Perancis di SMK hanya sebagai mata pelajaran pilihan, kurangnya minat belajar bahasa Prancis siswa SMK, dan buku pelajaran bahasa Prancis yang kurang memenuhi kebutuhan SMK. Untuk itu perlu dilakukan upaya agar bahan ajar yang digunakan guru sesuai dengan kebutuhan belajar siswa SMK dan karakteristik siswa SMK. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan kepada guru bahasa Prancis SMK se-Jakarta dalam membuat bahan ajar bahasa Prancis dengan menggunakan Motion Graphic Power Point. Pelatihan ini menghasilkan bahan ajar bahasa Prancis yang dapat diimplementasikan di kelas yang diajar oleh guru. Dengan demikian, kegiatan pelatihan ini memberikan manfaat bagi guru bahasa Prancis dalam mengembangkan bahan ajar bahasa Prancis yang sesuai dengan kebutuhannya dan menarik. Kata Kunci: bahan ajar bahasa Prancis; guru bahasa Prancis SMK; Pelatihan,, metode ceramah, diskusi kelompok, dan audio visual.
Pelatihan Kemampuan Bahasa Jepang Level 5 di SMKN 2 Depok Nur Saadah Fitri Asih; Poppy Rahayu; Robihim; Rhino Mantovani
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The high unemployment rate in Indonesia is widely discussed. One solution that can be offered is to provide information about work opportunities abroad, especially in Japan. There are many benefits, in addition to wages that are much higher than wages in the country, the experience of living and getting to know the local culture is an added value if you have the opportunity to work in Japan. The abundant productive age in Indonesia, including high school graduates, is the initial phase that allows them to enter the workforce. However, one of the obstacles to being able to work in Japan is mastery of Japanese. To be able to work in Japan, language skills must be at least level 5 JLPT. Community Service Activities (P2M) in the Faculty's Outstanding Guidance Area (WBUF FBS) scheme are present as a form of contribution to handling problems in society according to needs. This P2M activity was carried out from July 26 to August 30, 2024. The training was carried out both offline and online. The results of the training had a positive impact, as shown by the increase in students' JLPT Level 5 ability scores, and the results of the questionnaire showed that the implementation of the training motivated and helped understand the test preparation material. In addition, problems faced by students in mastering kana reading were identified. This is input for the implementation of the next community service activities.Keywords: Training, JLPT Level 5, Career, JapaneseAbstrakTingginya angka pengangguran di Indonesia banyak dibahas. Salah satu solusi yang dapat ditawarkan adalah dengan menginformasikan peluang bekerja di luar negeri khususnya di Jepang. Banyak keuntungan yang didapat, selain upah jauh lebih tinggi dibanding upah di dalam negeri, pengalaman tinggal dan mengenal budaya setempat menjadi nilai tambah bila berkesempatan bekerja di Jepang. Usia produktif di Indonesia yang melimpah, diantaranya lulusan SLTA merupakan fase awal yang dimungkinkan dapat memasuki dunia kerja. Tetapi salah satu hambatan untuk dapat bekerja di Jepang diantaranya adalah penguasaan bahasa Jepang. Untuk dapat bekerja di Jepang, kemampuan berbahasa minimal pada level 5 JLPT. Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (P2M) dalam skema wilayah Bianaan Unggulan Fakultas (WBUF FBS) ini hadir sebagai bentuk kontribusi penanganan permasalahan di masyarakat sesuai kebutuhan. Kegiatan P2M ini dilaksanakan dari tanggal 26 Juli sampai 30 Agustus 2024. Pelatihan dilaksanakan baik secara luring maupun Daring. Hasil pelatihan berdampak positif ditunjukan dengan peningkatan skor kemampuan JLPT Level 5 siswa, dan hasil angket diketahui bahwa pelaksanaan pelatihan memotivasi dan membantu pemahaman materi persiapan tes. Selain itu teridentifikasi permasalahan yang dihadapi siswa dalam penguasaan membaca kana. Hal ini menjadi masukan untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian berikutnya.Kata Kunci: Pelatihan, JLPT Level 5, Berkarier, Jepang
MENINGKATKAN KEMAMPUAN DAN KETRAMPILAN GURU MELALUI PELATIHAN PEMELAJARAN BERBASIS MICROLEARNING Tri Mulyono; Kencana Verawati
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Efforts to improve the quality of human resources are the highest priority in the development of a region. Improving the quality of teachers is one of them by understanding Microlearning-Based Learning. Through P2M activities as an effort to improve and improve the quality of teachers, the objectives of this activity are (1) Introducing to SMK Teachers, (2) providing an overview of Microlearning-Based Learning, using the ADDIE method to training participants. The implementation of activities in July 2024 using oral presentation-discussion method was attended by Teachers at SMK Yapinuh, Muaragembong District, Bekasi Regency, West Java. The results of the evaluation of activities that measured participant responses using a Likert scale, namely 1-Not knowledgeable at all ; 2-Slightly; 3-knowledgeable; 4-Moderately; and 5-knowledgeable, showed that before the delivery of teaching materials (pre-test), the responses of participants from 27 respondents, the average knowledge of microlearning learning was at 2.26 - 2.56 or on average slightly, increasing to 2.81 - 3.30 or knowledgeable after training (post-test). This increase is in the range of 13.43 - 34.43%. The increase in knowledge about the concept of microlearning is in the range of 27.69%, and knowledge about the ADDIE method in microlearning learning increased by 34.43%. The increase in knowledge about microlearning teaching materials is on average 26.55% and for knowledge about the learning development model with the ADDIE method increased by 22.80%. The benefits of microlearning learning in the digital era show an increase in participant knowledge of 28.99%. Keywords: Microlearning, ADDIE Abstrak Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas tertinggi dalam pembangunan suatu daerah. Peningkatan kualitas guru salah satunya dengan memahami Pemelajaran Berbasis Mikro. Melalui kegiatan P2M sebagai upaya peningkatan dan perbaikan kualitas guru yang tujuan kegiatan ini adalah (1) Memperkenalkan kepada Guru SMK, (2) memberikan gambaran umum tentang Pemelajaran Berbasis Mikro, menggunakan metode ADDIE kepada peserta pelatihan. Pelaksanaan kegiatan pada bulan Juli 2024 dengan menggunakan metode ceramah-diskusi diikuti oleh Guru di SMK Yapinuh Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekas Jawa Barat. Hasil evaluasi kegiatan yang mengukur respon peserta dengan menggunakan skala likert yaitu 1- Sangat tidak tahu; 2- Sedikit tahu; 3- Tahu; 4- Cukup tahu; dan 5-sangat tahu, menunjukkan bahwa sebelum penyampaian materi ajar (pre-test), respon peserta dari 27 responden, rata-rata pengetahuannya tentang pemelajaran mikro berada pada 2,26 – 2,56 atau rata-rata tahu, meningkat menjadi 2,81 – 3,30 atau tahu setelah pelatihan (post-test). Peningkatan ini berada pada rentang 13,43 – 34,43%. Peningkatan pengetahuan tentang konsep pemelajaran mikro berada pada kisaran 27,69%, dan pengetahuan tentang metode ADDIE dalam pemelajaran mikro meningkat sebesar 34,43%. Peningkatan pengetahuan tentang materi ajar pemelajaran mikro berada pada rata-rata 26,55% dan untuk pengetahuan tentang model pengembangan pemelajaran mikro dengan metode ADDIE meningkat sebesar 22,80%. Manfaat pemelajaran microlearning di era digital menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 28,99%. Kata Kunci: Pemelajaran Mikro, ADDIE