cover
Contact Name
Rahmat Prayogi
Contact Email
jurnal.ela.jpbs@gmail.com
Phone
+6282282742253
Journal Mail Official
jurnal.ela.jpbs@gmail.com
Editorial Address
Jalan Soemantri Brojonegoro No.1 Gedong Meneng Bandar Lampung. Gedung C Lantai 1, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Lampung.
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 28305205     DOI : https://doi.org/10.23960/ela
Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, terbit April dan September. Ini adalah jurnal yang terbit menyediakan forum bagi akademisi, praktisi, dan perwakilan masyarakat untuk mengeksplorasi masalah dan merenungkan praktik yang berkaitan dengan berbagai aktivitas yang terlibat. Jurnal ini adalah jurnal online peer-review yang didedikasikan untuk publikasi penelitian berkualitas tinggi yang berfokus pada penelitian, implementasi.
Articles 84 Documents
PELATIHAN MENULIS CERITA PENDEK UNTUK GURU SEKOLAH DASAR: UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI LITERASI DAN PEMERTAHANAN BAHASA LAMPUNG Yinda Dwi Gustira; Istiqomah Nurzafira; Rahmat Prayogi; Andriansyah; Sandika Ali; Septia Uswatun Hasanah; Detia Aulia Oktarina; Tri Kuryanti
Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ela.v5i1.2133

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan menulis cerita pendek (cerpen) berbahasa daerah bagi guru Sekolah Dasar (SD) yang tergabung dalam KKG/MGMP Bahasa Lampung di Sukarame, Bandar Lampung. Permasalahan mitra adalah rendahnya keterampilan, kepercayaan diri guru dalam menulis karya fiksi, serta minimnya bahan bacaan kreatif berbahasa Lampung. Metode yang digunakan adalah Latihan Instruksi Kerja yang dipadukan dengan Pelatihan Aktif dan pendampingan individual, meliputi tahap pengenalan konsep, praktik menulis cerpen bermuatan lokal, penyuntingan, hingga publikasi karya. Kegiatan diikuti 30 guru SD selama Mei–Oktober 2025. Hasil menunjukkan peningkatan kompetensi menulis sebesar 40,6% (dari rata-rata 59,75 menjadi 84), dengan 86,7% peserta mencapai nilai di atas 80, melampaui target keberhasilan minimal 70%. Luaran nyata berupa Antologi Cerpen Berbahasa Lampung Guru SD ber-ISBN yang memuat 25 karya peserta. Pelatihan ini terbukti efektif meningkatkan kompetensi literasi kreatif guru sekaligus mendukung upaya pemertahanan bahasa dan budaya Lampung.   This community service initiative aims to improve local language short story (cerpen) writing skills for elementary school (SD) teachers who are members of the Lampung Language KKG/MGMP in Sukarame, Bandar Lampung. The partner's problems include the teachers' low skills and lack of confidence in writing fiction, as well as the lack of creative reading materials in the Lampung language. The method used is Work Instruction Training combined with Active Training and individual mentoring, covering the stages of concept introduction, writing practice of short stories with local content, editing, to publication of works. The activity was attended by 30 elementary school teachers from May to October 2025. The results showed an increase in writing competence by 40.6% (from an average of 59.75 to 84), with 86.7% of participants achieving scores above 80, exceeding the minimum success target of 70%. The tangible output is an ISBN-registered Anthology of Lampung Language Short Stories by Elementary School Teachers, which contains 25 works by the participants. This training is proven effective in increasing teachers' creative literacy competence while supporting efforts to preserve the Lampung language and culture.
PENGUATAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA DI ERA KURIKULUM MERDEKA SMP I Wayan Ardi Sumarta; Siti Samhati; Mulyanto Widodo; Rahmat Prayogi; Siska Meirita; Sandika Ali; Andriansyah
Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ela.v5i1.2134

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas penguatan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang berkaitan dengan minat baca siswa di era Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah ceramah , pemodelan, dan diskusi. Kegiatan dilakukan melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penerapan GLS melalui kegiatan perpustakaan sekolah, literasi rutin, dan pemanfaatan media digital dapat meningkatkan minat baca siswa. Siswa menjadi lebih antusias, terlibat aktif, dan memiliki kebiasaan membaca yang lebih baik. Penguatan GLS terbukti efektif dalam mendukung tujuan Kurikulum Merdeka dan membentuk budaya literasi di sekolah.   This community service program aims to increase the effectiveness of strengthening the School Literacy Movement (GLS) related to student reading interest in the Merdeka Curriculum era. The methods used were lectures, modeling, and discussions. Activities were conducted through observation, questionnaires, and documentation. The results of the community service program indicate that implementing GLS through school library activities, routine literacy activities, and the use of digital media can increase student reading interest. Students become more enthusiastic, actively involved, and develop better reading habits. Strengthening GLS has proven effective in supporting the goals of the Merdeka Curriculum and fostering a culture of literacy in schools.
PENGUATAN KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR MELALUI IMPLEMENTASI MODEL NGULAM SIKUT DAN WAK SAI LIMA UNTUK MENDUKUNG REVITALISASI BAHASA LAMPUNG Yinda Dwi Gustira; Siti Samhati; Mulyanto Widodo; Rahmat Prayogi; Septia Uswatun Hasanah; Mei Fatmila Sari; Sandika Ali; Siska Meirita; Andriansyah
Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ela.v5i1.2135

Abstract

This community service program aimed to strengthen elementary school teachers' competencies through the implementation of two innovative instructional models: NGULAM SIKUT (Ngunut Pengalaman Sai Likut), developed based on the Experiential Learning approach, and WAK SAI LIMA (Nawak Sai Diliyak Mata), which emphasizes modeling within the framework of Active, Creative, Effective, and Joyful Learning (PAKEM). The program was conducted through five stages: needs assessment, workshop, instructional material development, implementation mentoring, and evaluation. Data were collected using pretest-posttest assessments, classroom observation, instructional product evaluation, and participant response questionnaires. The findings demonstrated significant improvements in teachers' pedagogical knowledge, instructional skills, and professional attitudes. Participants also expressed highly positive responses toward the program, indicating that both models were practical and applicable in elementary school settings. The program contributes not only to improving the quality of Lampung language instruction but also to supporting regional language revitalization through strengthening teachers' instructional capacity.   Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi guru sekolah dasar melalui implementasi dua model pembelajaran inovatif: NGULAM SIKUT (Ngunut Pengalaman Sai Likut), yang dikembangkan berdasarkan pendekatan Experiential Learning, dan WAK SAI LIMA (Nawak Sai Diliyak Mata), yang menekankan pada pemodelan dalam kerangka Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM). Program ini dilaksanakan melalui lima tahapan: analisis kebutuhan, lokakarya (workshop), pengembangan materi pembelajaran, pendampingan implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan menggunakan penilaian pretest-posttest, observasi kelas, evaluasi produk pembelajaran, dan angket respons peserta. Temuan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pengetahuan pedagogis, keterampilan instruksional, dan sikap profesional guru. Peserta juga menyampaikan respons yang sangat positif terhadap program ini, yang menunjukkan bahwa kedua model tersebut praktis dan dapat diterapkan di lingkungan sekolah dasar. Program ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Lampung, tetapi juga mendukung revitalisasi bahasa daerah melalui penguatan kapasitas instruksional guru.
EDUKASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA MELALUI PENDEKATAN ANDRAGOGI DAN WORK IMPROVEMENT IN SMALL ENTERPRISE (WISE) BAGI PEKERJA PABRIK TAHU Alam Fathurochman; Nur Miswari; Fatin Saffanah Didin; Indah Khoerunnisa
Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ela.v5i1.2146

Abstract

Pekerja pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) umumnya memperoleh keterampilan kerja secara informal melalui pengalaman atau tradisi keluarga tanpa mendapatkan pendidikan formal mengenai keselamatan dan kesehatan kerja (K3), sebagaimana ditemukan pada pekerja Pabrik Tahu Pak Afif di Bandar Lampung. Kondisi tersebut ditunjukkan oleh rendahnya penggunaan alat pelindung diri, lingkungan kerja yang berdebu dengan ventilasi kurang memadai, serta keluhan gangguan muskuloskeletal akibat aktivitas manual yang intensif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi K3 pekerja melalui pendidikan nonformal dengan mengintegrasikan prinsip andragogi dan kerangka Work Improvement in Small Enterprise (WISE), sehingga proses pembelajaran sesuai dengan pengalaman kerja dan kebutuhan praktis peserta. Program dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi berkelanjutan. Hasil belajar diukur menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan K3 dengan rata-rata kenaikan skor sebesar dua poin pada lima pekerja peserta. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan nonformal berbasis andragogi efektif meningkatkan kesadaran dan literasi keselamatan kerja pada komunitas pekerja UMKM.   Workers in micro, small, and medium enterprises (MSMEs) generally acquire work skills informally through experience or family tradition without receiving formal education on occupational safety and health (OSH), as observed among workers at Pak Afif's Tofu Factory in Bandar Lampung. This condition is reflected in the low usage of personal protective equipment, a dusty work environment with inadequate ventilation, and complaints of musculoskeletal disorders resulting from intensive manual activities. This community service activity aimed to improve workers' OSH literacy through non-formal education by integrating andragogical principles and the Work Improvement in Small Enterprise (WISE) framework, ensuring the learning process aligns with the participants' work experience and practical needs. The program was implemented through the stages of planning, preparation, implementation, and continuous evaluation. Learning outcomes were measured using pre-tests and post-tests. The results showed an increase in OSH knowledge, with an average score increase of two points among the five participating workers. These findings indicate that non-formal education based on andragogy is effective in enhancing safety awareness and literacy within MSME worker communities.