cover
Contact Name
Mahsup
Contact Email
mahsup.math@gmail.com
Phone
+6281805211294
Journal Mail Official
mahsup.math@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 1 Pagesangan Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Abdimas Mandalika
ISSN : -     EISSN : 28075943     DOI : -
Journals that disseminate every thought and idea on the results of research and the use of technology to be implemented to the community include; (1). The fields of science, Natural Sciences (Physics, Chemistry, Biology), Applied Sciences, Social, Cultural, Economics, Health, Law, Religion and Psychology (2). Training and improvement of educational, agricultural, information and communication outcomes and (3). ICT Development
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 99 Documents
Peningkatan Keterampilan Digital Marketing dan Pembuatan Konten bagi Pengrajin Gitar Tradisional Setiawan, Arif; Dwi Hermawan, Hardika; Rizki Adhisa, Ryan; Surya Amalia, Pinkan; Tama, Ady; Qolbia Salamah, Naurag
Abdimas Mandalika Vol 4, No 3 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v4i3.29831

Abstract

Abstract:  Ngrombo Village, located in Baki District, Sukoharjo Regency, is a prominent guitar craftsmanship center in Indonesia. However, local artisans face significant challenges in product marketing due to limited digital literacy and inadequate adoption of digital marketing strategies. This program aimed to enhance the digital marketing skills of guitar artisans through training and mentorship in digital marketing strategies and content creation. The one-month program involved 50 artisans and employed methods such as lectures, workshops, and hands-on practice. The digital marketing training, led by industry experts, focused on social media optimization and e-commerce utilization. Additionally, a follow-up content creation workshop was conducted to improve product photography and copywriting skills. Evaluation results indicated that 80% of participants improved their understanding of digital marketing, 65% optimized their social media presence, and customer engagement increased by 50%. Challenges included maintaining consistency in business account management and limited access to paid advertising. Long-term solutions require continuous mentorship and the development of data-driven marketing strategies.Abstrak: Desa Ngrombo, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, merupakan salah satu sentra kerajinan gitar terkemuka di Indonesia. Namun, para pengrajin menghadapi tantangan besar dalam pemasaran produk akibat keterbatasan literasi digital dan minimnya pemanfaatan strategi digital marketing. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pemasaran digital bagi pengrajin gitar melalui pelatihan dan pendampingan dalam strategi digital marketing serta pembuatan konten pemasaran. Kegiatan dilaksanakan selama satu bulan dan diikuti oleh 50 pengrajin gitar, dengan metode penyuluhan, workshop, serta praktik langsung. Pelatihan digital marketing menghadirkan pakar di bidangnya dan berfokus pada optimasi media sosial serta pemanfaatan platform e-commerce. Sebagai tindak lanjut, pelatihan pembuatan konten pemasaran dilakukan untuk meningkatkan keterampilan dalam fotografi produk. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 80% peserta mengalami peningkatan pemahaman digital marketing, 65% mulai mengoptimalkan media sosial mereka, dan terjadi peningkatan interaksi pelanggan hingga 50%. Kendala yang dihadapi meliputi konsistensi dalam pengelolaan akun bisnis serta keterbatasan dalam penggunaan iklan berbayar. Untuk solusi jangka panjang, diperlukan program pendampingan berkelanjutan dan pengembangan strategi pemasaran berbasis data.
Edukasi Indonesia Bersinar (Bersih dari Sindikat Narkoba) Menuju ASEAN Free Drugs 2025 Bagi Mahasiswa Universitas Nahdatul Ulama Kalimantan Barat Alunaza, Hardi; Nuzulian, Ully; Rohilie, Haunan Fachry; Almutahar, Hasan; Mentari, Mentari
Abdimas Mandalika Vol 4, No 3 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v4i3.30250

Abstract

Abstract:  This community service activity is based on the need for students to gain education about Indonesia's strategic role in combating drug abuse, regional regulations to achieve ASEAN Free Drugs 2025, and the importance of youth as agents of change and social control in tackling drug trafficking and abuse. The community service activity is conducted in the Sungai Raya District of Kubu Raya Regency with the aim of providing education about Indonesia being free from drug syndicates towards ASEAN Free Drugs 2025. It will take time from May to August 2024, with activities including socialization, discussions game session, as well as documentation and reporting. The first sub-topic of the education covers three strategic steps in combating drugs: a soft approach involving preventive activities, a hard approach with firm actions, and a smart power approach. The second topic addresses the ASEAN Work Plan in achieving ASEAN Free Drugs 2025. Additionally, there will be socialization regarding youth as agents of change and social control by fostering good habits in the community to combat drug abuse.Abstrak: Kegiatan pengabdian ini didasari bahwa mahasiswa perlu mendapatkan edukasi mengenai peran strategis Indonesia dalam memberantas penyalahgunaan narkoba, regulasi regional dalam mewujudkan ASEAN Free Drugs 2025 dan pemahaman mengenai pentingnya peran pemuda sebagai agent of change dan agent of social control dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya dengan tujuan memberikan edukasi mengenai Indonesia bersih dari sindikat narkoba menuju ASEAN Free Drugs 2025. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan mulai dari Mei hingga Agustus 2024 dengan bentuk pelaksanaan kegiatan terdiri dari penyampaian materi, diskusi dan game edukasi, serta dokumentasi dan pelaporan. Edukasi mengenai sub-materi pertama yakni tiga langkah strategis dalam memberantas narkoba yakni soft appoarch dengan pendekatan berupa aktivitas pencegahan, hard approach dengan tindakan tegas, dan smart power approach. Kedua, ASEAN Work Plan guna mewujudkan ASEAN Free Drugs 2025. Serta, sosialisasi terkait pemuda sebagai agent of change dan agent of social control dengan membangun kebiasaan baik di lingkungan dalam memberantas penyalahgunaan narkoba. 
Penanaman Sikap Nasionalisme Melalui Pelatihan Upacara Bendera Bagi Siswa Mahsup, Mahsup; Jariah, Ainun; Susanti, Susi; As’ad, Muhammad; Aini, Hizratun; Ismunandar, Ismunandar; Anam, Khaerul; Sudarwo, Raden; Muhardini, Sintayana; Handayani, Monika
Abdimas Mandalika Vol 4, No 3 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v4i3.26447

Abstract

Abstrac: The purpose of the service activity is to describe the cultivation of nationalism through the Flag Ceremony training. The method of service activities with stages consists of socialization, implementation of activities and evaluation. The results of the service activities that the flag ceremony has gone well and had a positive impact on students. They not only acquire technical skills in the implementation of ceremonies, but also foster a sense of love and pride for the homeland, which they hope will continue to carry in their daily lives.Abtrak: Tujuan kegiatan pengabdian untuk mendeskripsikan mengenai penanaman sikap nasionalisme melalui pelatihan Upacara Bendera. Metode kegiatan pengabdian dengan tahapan terdiri dari sosialisasi, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian bahwa upacara bendera telah berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi siswa. Mereka tidak hanya memperoleh keterampilan teknis dalam pelaksanaan upacara, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap tanah air, yang diharapkan akan terus mereka bawa dalam kehidupan sehari-hari.
Pelatihan Penyusunan Instrumen Tes Berbasis HOTS Dan Analisis Secara Modern Menggunakan Item Response Theory (IRT) Hidayatullah, Zul; Nuraini, Nuraini; Ariandani, Nunung; Marzuki, Muh.
Abdimas Mandalika Vol 4, No 3 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v4i3.29842

Abstract

Abstract:  The need for evaluation instruments that can measure higher order thinking skills is becoming increasingly important in supporting meaningful learning processes. In fact, many teachers still create tests or questions without paying attention to the categories or indicators of HOTS. Furthermore, following developments in the field of educational evaluation, instrument analysis has used modern techniques, namely Item Response Theory (IRT). The purpose of this community service is to train and guide teachers in compiling test instruments that follow 21st-century learning and their analysis with IRT. This activity was carried out at SD IT Nurul Jihad Asy-Syamil, East Lombok. The implementation of this Community Service was carried out with 2 main stages, namely the preparation stage and the implementation stage. This community service was carried out using two methods, namely lectures and training. In the lecture activity, teachers will be explained about HOTS and how to analyze it, while in the training activity, teachers will be assisted in compiling instruments and processing them using the QUEST application so that teachers can immediately understand. The results of this training show that teachers are satisfied with the training provided and it provides them with knowledge about HOTS and the latest test analysis so that they do not feel left behind.Abstrak: Kebutuhan akan instrumen evaluasi yang mampu mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi menjadi semakin penting dalam mendukung proses pembelajaran yang bermakna. Faktanya, masih banyaknya guru yang hanya membuat tes atau soal tanpa memperhatikan kategori atau indikator dari HOTS tersebut. Selanjutnya, mengikuti perkembangan dalam bidang evaluasi pendidikan, analisis instrumen sudah menggunakan teknik modern yaitu dengan Item Response Theory (IRT). Tujuan pengabdian pada masyarakat ini yaitu melatih dan membimbing para guru dalam menyusun instrumen tes yang sesuai dengan pembelajaran abad 21 dan analisisnya dengan IRT. Kegiatan ini dilaksanakan di SD IT Nurul Jihad Asy-Syamil, Lombok Timur. Pelaksanaan PkM ini dilakukan dengan dengan 2 tahapan utama yaitu tahapan persiapan dan tahapan pelaksanaan. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan  dengan dua metode yaitu ceramah dan pelatihan. Pada kegiatan ceramah, guru akan dijelaskan tentang HOTS dan cara analisisnya, sedangkan pada kegiatan pelatihan, guru akan didampingi dalam menyusun instrumen dan mengolahnya menggunakan aplikasi QUEST sehingga guru dapat langsung paham. Hasil Pelatihan ini menunjukkan bahwa guru merasa puas dengan pelatihan yang diberikan dan memberikan mereka pengetahuan tentang HOTS dan analisis tes yang terbaru sehingga mereka merasa tidak tertinggal.
Implementasi Gerakan Sekolah Sehat di Sekolah Dasar Negeri 26 Mataram Khosiah, Khosiah; Hasanah, Uswatun; Rahmawati, Fitri Indah; Nurhamida, Nurhamida; Hardiyanti, Eka; Nurrahmi, Nurrahmi; Sholihah, Mar'atun; Putri, Lilis Regina; Ayun, Fanya Kurata; Maulana, A'an
Abdimas Mandalika Vol 4, No 3 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v4i3.30064

Abstract

Abstract:  The School Health Movement is a strategic step to improve the quality of health and education in Indonesia. The purpose of this movement is to improve the physical and mental health conditions of students, as well as to create a clean, safe, comfortable school environment that supports children's growth and development. The implementation of this activity uses observation, interviews, and documentation methods to obtain data and information related to the implementation of the school health movement at SDN 26 Mataram. The implementation of the School Health Movement has shown positive results in various aspects of physical health, mental health, and cleanliness of the school environment. Although there are still some challenges in its implementation, active participation from all school components, parents, and the community is very important in ensuring the success of this movement. The Healthy School Movement can continue to grow and provide long-term benefits for students, schools, and the community as a whole.Abstrak: Gerakan Sekolah Sehat merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan di Indonesia. Tujuan kegiatan Gerakan ini diluncurkan untuk memperbaiki kondisi kesehatan fisik dan mental peserta didik, serta menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi untuk mendapatkan data dan informasi terkait dengan implementasi gerakan sekolah sehat di SDN 26 Mataram. Implementasi Gerakan Sekolah Sehat telah menunjukkan hasil yang menyenangkan dalam berbagai aspek kesehatan fisik, mental, dan kebersihan lingkungan sekolah. Meskipun masih ada beberapa tantangan dalam pelaksanaanya, partisipasi aktif dari seluruh komponen sekolah, orang tua, dan masyarakat sangat penting dalam memastikan keberhasilan gerakan ini. Gerakan Sekolah Sehat dapat terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi siswa, sekolah, dan masyarakat secara keseluruhan.
Pemberdayaan Womenpreneur Pucang: Modal Sosial dan Personal Branding untuk Kepercayaan Bisnis sebagai Implementasi SDG’s 5 Biduri, Sarwenda; Nirwana, Nihlatul Qudus Sukma; Ainindya, Ninik Ruma'isya; Firnata, Tifani Angga
Abdimas Mandalika Vol 4, No 3 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v4i3.30788

Abstract

Abstract:  The mentoring program for womenpreneurs in the Aisyiyah Branch Leadership (PRA) Pucang aims to increase business confidence through strengthening social capital and personal branding as a form of implementation of Sustainable Development Goal (SDG's) 5 regarding gender equality. The approach used is Participatory Action Research (PAR) and Community Organizer (CO), with activities in the form of business management training, digital marketing, and simple financial recording assistance. The results showed an increase in participants' understanding in utilizing digital technology, building business networks, and creating a positive business image. Despite challenges such as low digital literacy, the program succeeded in motivating participants to be more professional in managing their businesses and adapting to market dynamics. The impact of the program not only supports the growth of individual businesses but also contributes to the economic strengthening of families and local communities. With this holistic approach, PRA Pucang has succeeded in creating a relevant and sustainable model of women's empowerment.Abstrak: Program pendampingan bagi womenpreneur di Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Pucang bertujuan meningkatkan kepercayaan bisnis melalui penguatan modal sosial dan personal branding sebagai bentuk implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s) 5 mengenai kesetaraan gender. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dan Community Organizer (CO), dengan kegiatan berupa pelatihan manajemen usaha, pemasaran digital, serta pendampingan pencatatan keuangan sederhana. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dalam memanfaatkan teknologi digital, membangun jejaring bisnis, serta menciptakan citra usaha yang positif. Meski terdapat tantangan seperti rendahnya literasi digital, program ini berhasil memotivasi peserta untuk lebih profesional dalam mengelola usaha dan beradaptasi dengan dinamika pasar. Dampak program tidak hanya mendukung pertumbuhan usaha individu tetapi juga berkontribusi pada penguatan ekonomi keluarga dan komunitas lokal. Dengan pendekatan holistik ini, PRA Pucang berhasil menciptakan model pemberdayaan perempuan yang relevan dan berkelanjutan.
Workshop Pengembangan Bahan Ajar Terintegrasi Object 3D dan Augmented Reality Bagi Guru SDN 31 Cakranegara Erfan, M.Pd, Muhammad; Dewi, Nurul Kemala; Istiningsih, Siti; Wahyuningsih, Baiq Yuni; Aulia, Aulia; Aulia, Anisa Rizki
Abdimas Mandalika Vol 4, No 3 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v4i3.30143

Abstract

This community service activity aims to introduce one of the LMS platforms that can integrate 3D Objects and Augmented Reality through each teacher's smartphone device. Assemblr Edu, one of the easy-to-use learning platforms, and the existing materials can also be integrated with 3D Objects and Augmented Reality, is not widely known by educators, especially at SDN 31 Cakranegara. The training activity was carried out on Monday, September 2, 2024, which was attended by the principal of SDN 31 Cakranegara and the teachers. The training materials include an introduction to the Assemblr Edu platform, the Assemblr Edu Android Application, registering an account on Assemblr Edu, how to log in to an account on Assemblr Edu, adding and managing students on the Assemblr Edu Platform, and adding various 3D objects and integrating them with Augmented Reality through scannable markers. The training activity was categorized as successful because several teachers have created classes on the Assemblr Edu platform and can integrate 3D Objects and teaching materials integrated with Augmented Reality in classes managed by teachers at SDN 31 Cakranegara.
Pengembangan Potensi Wisata: Penyuluhan Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal dan Hukum Widodo, Yuda; Muntako, Muntako; Hendrawan, Hendrawan; Rahmiati, Rahmiati; Satiadharmanto, Deddi Fasmadhy
Abdimas Mandalika Vol 4, No 3 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v4i3.30200

Abstract

Abstract:  This community service aims to develop tourism potential based on local wisdom that can enhance the economy of the community through counseling in Kadipaten Village, Wonosobo Regency. The method used is the Asset Based Approach (ABA), which emphasizes the utilization of existing local assets, such as traditions, culture, and natural resources, to create sustainable solutions in the tourism sector. The parties involved in this community service include local communities, the Kadipaten Village government, the Wonosobo Regency government, and the private sector, which form a partnership to plan and implement activities. The community is involved in every stage of development, starting from the identification of local assets, planning, to the implementation of local wisdom-based tourism activities. The results of community service show that by involving the community in tourism management, as well as providing education about the importance of protecting and preserving local culture, the local economy has improved through an increase in tourist visits and the empowerment of local economic potential.Abstrak: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan potensi wisata berbasis kearifan lokal yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat melalui penyuluhan di Desa Kadipaten, Kabupaten Wonosobo. Metode yang digunakan adalah Asset Based Approach (ABA), yang menitikberatkan pada pemanfaatan aset lokal yang ada, seperti tradisi, budaya, dan sumber daya alam, untuk menciptakan solusi berkelanjutan dalam sektor pariwisata. Pihak-pihak yang terlibat dalam pengabdian masyarakat ini meliputi masyarakat lokal, pemerintah Desa Kadipaten, pemerintah Kabupaten Wonosobo, dan sektor swasta yang membentuk kemitraan dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan. Masyarakat dilibatkan dalam setiap tahap pengembangan, mulai dari identifikasi aset lokal, perencanaan, hingga pelaksanaan kegiatan wisata berbasis kearifan lokal. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa dengan melibatkan komunitas dalam pengelolaan wisata, serta memberikan penyuluhan tentang pentingnya perlindungan dan pelestarian budaya lokal, ekonomi masyarakat meningkat melalui peningkatan kunjungan wisatawan dan pemberdayaan potensi ekonomi lokal.
Sosialisasi Pencegahan Perundungan (Bullying) dan Media Afirmasinya Soko, Imelda Paulina; Sudarso, Yos; Alexanderina Frans, Yudith; Marlina Malle, Noveni; Beliu, Junus Jeschial
Abdimas Mandalika Vol 4, No 3 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v4i3.30042

Abstract

Abstract:  Bullying is physically, verbally, or socially repulsive behavior in the real or virtual world that makes someone feel uncomfortable, hurt, and depressed whether carried out by individuals or groups. This behavior exists in every human being with different levels, including very massive practiced by students since elementary education. Observations made at SD Inpres Oesapa Kecil I, Kupang City, showed that bullying activities still occur frequently. This is because, a) there has been no socialization related to bullying carried out by schools so that school members do not know what bullying is, its types, and its effects; b) there is no bullying prevention program carried out by schools so that it has an impact on the potential for bullying activities in schools; c) there is no affirmative media for bullying socialization in schools. This socialization activity was held at the SD Inpres Oesapa Kecil 1 on May 13, 2024. The participants in this activity were 30 teachers of SD Inpres Oesapa Kecil 1 Kupang City. The results and benefits obtained from this socialization activity are: 1) an understanding of bullying, its types, prevention, and handling of bullying victims, 2) strengthening the role of schools to prevent bullying through affirmative media and sustainable programs, 3) school commitment related to bullying preventionAbstrak: Perundungan atau bullying merujuk pada tindakan yang menyakitkan, baik berupa kata-kata, kekerasan fisik maupun isolasi sosial, di dunia nyata atau dunia maya, yang menyebabkan korban merasa tidak nyaman, terluka, dan tertekan, baik yang dilakukan oleh individu maupun kelompok. Perilaku ini ada dalam setiap manusia dengan kadar yang berbeda termasuk sangat masif dipraktekan oleh siswa-siswi sejak di bangku pendidikan dasar. Hasil observasi yang dilakukan di SD Inpres Oesapa kecil I Kota Kupang menunjukkan, bahwa aktivitas perundungan masih sering terjadi. Hal tersebut disebabkan, a) belum ada sosialisasi dan edukasi terkait perundungan sehingga warga sekolah belum mengetahui apa itu perundungan, jenis, dan dampaknya; b) belum ada program pencegahan perundungan oleh pihak sekolah sehingga berdampak pada potensi aktivitas perundungan di sekolah; c) belum ada media afirmasi sosialisasi perundungan di sekolah. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di aula SD Inpres Oesapa Kecil 1 pada tanggal 13 Mei 2024. Peserta dalam kegiatan ini adalah guru-guru SD Inpres Oesapa Kecil 1 Kota Kupang yang berjumlah 30 orang. Hasil dan manfaat yang diperoleh dari kegiatan sosialisasi ini adalah adalah: 1) pihak sekolah mengetahui perundungan, jenisnya, pencegahan, serta penanganan korban perundungan, 2) memperkuat peran sekolah untuk melakukan pencegahan perundungan melalui media afirmasi serta program yang berkelanjutan, 3) pihak sekolahmampu berkomitmen terkait pencegahan perundungan.
Pelatihan dan Pendampingan Penggunaan Teknologi Tepat Guna Untuk Meningkatkan Produksi Minyak Kemiri Abdianto Nggego, Dedy; Marsujitullah, Marsujitullah; Ama Longgy, Dodhy Hyronimus
Abdimas Mandalika Vol 4, No 3 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v4i3.30160

Abstract

Abstract:  Local economic empowerment promotes community self-sufficiency and regional growth. The development of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) through the Less Contact Economy concept is expected to enhance community welfare by optimizing technology for more efficient and competitive production and marketing processes. This program aims to improve the welfare of the Kanum Tribe in Yanggandur Village by strengthening the agricultural-based MSME sector. The Community-Based Participatory Research (CBPR) approach is implemented through five key stages: socialization, training, technology implementation, mentoring and evaluation, and program sustainability enhancement. The training focuses on production, management, and marketing, covering the use of a seed oil press machine, digital financial record-keeping through the “Buku Kas” application, and digital marketing strategies. The results indicate that utilizing the oil press machine increased candlenut oil productivity threefold and reduced the extraction process duration from seven days to two days. This program emphasizes technical assistance, continuous evaluation, and strategic partnerships with stakeholders to expand market reach and strengthen product distribution.Abstrak: Pemberdayaan ekonomi lokal mendorong kemandirian masyarakat dan pertumbuhan daerah. Pengembangan UMKM melalui konsep Less Contact Economy diharapkan meningkatkan kesejahteraan dengan mengoptimalkan teknologi untuk produksi dan pemasaran yang lebih efisien dan kompetitif. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Suku Kanum di Kampung Yanggandur melalui penguatan sektor UMKM berbasis pertanian. Pendekatan Community Based Participatory Research (CBPR) diterapkan dengan lima tahapan utama, yaitu sosialisasi, pelatihan, implementasi teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta penguatan keberlanjutan program. Pelatihan difokuskan pada aspek produksi, manajemen, dan pemasaran, mencakup penggunaan mesin press minyak biji-bijian, penerapan pencatatan keuangan digital melalui aplikasi “Buku Kas”, serta strategi pemasaran berbasis digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan mesin press minyak mampu meningkatkan produktivitas minyak kemiri hingga tiga kali lipat, serta mempercepat proses ekstraksi dari 7 hari menjadi 2 hari. Program ini menitikberatkan pada pendampingan teknis, evaluasi berkelanjutan, serta kemitraan strategis dengan pemangku kepentingan guna memperluas jangkauan pemasaran dan memperkuat distribusi produk.     

Page 6 of 10 | Total Record : 99