cover
Contact Name
Ilham
Contact Email
ilham.ummataram@gmail.com
Phone
+6281997989594
Journal Mail Official
ilham.ummataram@gmail.com
Editorial Address
Jl. K.H Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Community Empowerment
ISSN : 29619459     EISSN : 29637090     DOI : -
Journal of Community Empowerment is multidisciplinary scientific journal in the field of empowerment and community Service, published by the English Department Universitas Muhammadiyah Mataram with a publication period of two times in one year, namely in June and December. This journal covers some general problems from the results of research implemented to the community services including (1) social humanities, science, applied science, economic, health, cultural, ICT Development, and administration services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and appropriate technology, (3) community empowerment, students community services, local food security, marketing, and less developed region. The purpose of this journal publication is to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the field of service to the community. This journal accepts manuscript in Bahasa or English.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 260 Documents
PEMBERDAYAAN BIDAN DALAM PENGGUNAAN PARTOGRAF UNTUK DETEKSI DINI PENCEGAHAN SECTIO CAESAREA DI PMB AYU ASTUTI KECAMATAN TALIWANG, SUMBAWA BARAT Liantanty, Firda; Amini, Aulia; Makmun, Indriyani; Rospia, Evi Diliana; Cahyaningtyas, Dwi Kartika; Pamungkas, Catur Esty
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.35386

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Partograf merupakan alat yang direkomendasikan oleh WHO untuk digunakan secara rutin pada tahap pertama persalinan guna memantau kemajuan persalinan serta mencegah persalinan lama dan komplikasi. Efektivitas partograf telah dibuktikan melalui penelitian yang melibatkan 35.484 wanita. Meskipun sebagian besar bidan telah mengenal partograf, penggunaannya secara konsisten dan real-time masih rendah. Berdasarkan observasi awal dan wawancara di PMB Ayu Astuti menunjukkan bahwa beberapa bidan menganggap partograf hanya sebagai persyaratan administrasi, bukan sebagai alat klinis untuk pengambilan keputusan. Rendahnya pemanfaatan partograf dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan dan keterampilan bidan dalam membaca serta mengisi partograf sesuai standar, serta keterbatasan waktu dan tenaga karena bidan praktik mandiri umumnya bekerja sendiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi bidan melalui pemberdayaan dalam penggunaan partograf sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan tindakan sectio caesarea. Metode yang digunakan meliputi pre-test, pelatihan dan penyegaran materi, serta post-test dengan soal yang sama. Kegiatan dilaksanakan pada 18 September 2025. Hasil menunjukkan adanya peningkatan keterampilan pengisian partograf dengan rata-rata kenaikan sebesar 20,2%. Mitra menyambut positif kegiatan ini karena membantu memperbarui pengetahuan bidan. Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini juga berdampak pada sikap, pelaksanaan, dan pengambilan keputusan bidan.Kata kunci: Pemberdayaan; Partograf; Pencegahan; Deteksi Dini; Sectio Caesare. ABSTRACTThe partograph is a tool recommended by WHO for routine use in the first stage of labor to monitor the progress of labor and prevent prolonged labor and complications. The effectiveness of the partograph has been demonstrated through a study involving 35,484 women. Although most midwives are familiar with the partograph, its consistent and real-time use remains low. Based on initial observations and interviews at PMB Ayu Astuti, it was shown that some midwives considered the partograph only as an administrative requirement, not as a clinical tool for decision making. The low utilization of partographs is influenced by the lack of knowledge and skills of midwives in reading and filling out partographs according to standards, as well as limited time and energy because independent midwives generally work alone. This community service activity aims to improve the competence of midwives through empowerment in the use of partographs as an effort to detect early and prevent caesarean sections. The methods used included a pre-test, training and refresher courses, and a post-test using the same questions. The activity was conducted on September 18, 2025. Results showed an improvement in partograph filling skills, with an average increase of 20.2%. Partners welcomed this activity because it helped update midwives' knowledge. In addition to improving skills, this activity also impacted midwives' attitudes, practice, and decision-making.Keywords: Empowerment; Partograph; Prevention; Early Detection; Sectio Caesarea.
PEMBERDAYAAN KOMUNITAS MELALUI DAKWAH KOMUNIKATIF BERBASIS KEARIFAN LOKAL DAN NILAI KEMUHAMMADIYAHAN Sukarta, Sukarta; ishanan, ishanan
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.35593

Abstract

ABSTRAK                                                                            Majelis taklim memiliki peran strategis dalam pembinaan keagamaan dan sosial masyarakat urban. Namun, hasil observasi menunjukkan bahwa Majelis Taklim YP Al Ikhlas Mataram masih menghadapi permasalahan berupa pola dakwah yang cenderung monologis, rendahnya partisipasi jamaah, serta belum optimalnya integrasi kearifan lokal Sasak dan nilai-nilai Kemuhammadiyahan dalam praktik dakwah. Kondisi ini berdampak pada belum maksimalnya peran majelis taklim sebagai agen pemberdayaan komunitas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas anggota majelis taklim dalam menerapkan dakwah komunikatif yang dialogis, partisipatif, dan kontekstual berbasis kearifan lokal serta nilai Islam berkemajuan Muhammadiyah. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif yang meliputi observasi partisipatif, pelatihan komunikasi dakwah dua arah, diskusi kelompok terfokus, simulasi praktik dakwah (micro teaching), serta pendampingan penyusunan modul dakwah tematik. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test dan refleksi partisipatif. Mitra kegiatan adalah Majelis Taklim YP Al Ikhlas Mataram dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang jamaah aktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menyusun serta menyampaikan pesan dakwah yang komunikatif, dialogis, dan relevan dengan konteks sosial budaya masyarakat Sasak. Integrasi kearifan lokal dan nilai Kemuhammadiyahan terbukti meningkatkan partisipasi jamaah, memperkuat identitas keislaman, serta mendorong terbentuknya kader dakwah perempuan. Luaran kegiatan berupa modul dakwah tematik berbasis lokal yang berpotensi direplikasi pada komunitas urban lainnya. Kata kunci: Pemberdayaan Komunitas, Dakwah Komunikatif, Kearifan Lokal, Nilai Kemuhammadiyahan. ABSTRACTMajelis taklim play a strategic role in fostering religious and social development within urban communities. However, preliminary observations indicate that the Majelis Taklim YP Al Ikhlas Mataram continues to face several challenges, including predominantly monologic dakwah practices, limited congregational participation, and the insufficient integration of Sasak local wisdom and Muhammadiyah values in dakwah activities. These conditions have constrained the optimal role of majelis taklim as agents of community empowerment. This Community Service program aimed to enhance the capacity of majelis taklim members to implement communicative dakwah that is dialogic, participatory, and contextually grounded in local wisdom and the principles of progressive Islam promoted by Muhammadiyah. The program employed a participatory–educative approach encompassing participatory observation, two-way dakwah communication training, focus group discussions, micro-teaching simulations, and mentoring in the development of thematic dakwah modules. Program evaluation was conducted through pre-test and post-test assessments and participatory reflection. The program engaged 30 active members of the Majelis Taklim YP Al Ikhlas Mataram as its target partners. The results demonstrate a significant improvement in participants’ understanding and skills in designing and delivering communicative, dialogic, and culturally relevant dakwah messages. The integration of local wisdom and Muhammadiyah values effectively increased congregational participation, strengthened Islamic identity, and fostered the emergence of female dakwah cadres. The primary output of this program was a locally based thematic dakwah module with strong potential for replication in other urban community settings. Keywords: Community Empowerment, Communicative Dakwah, Local Wisdom, Muhammadiyah Values.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM PEMBELAJARAN DIGITAL MELALUI PELATIHAN BERBASIS TEKNOLOGI Kaibana, Bustami M; Jusriadi, Jusriadi; Lema, Sudarto Lukman; Djasingtang, Alfiati
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36347

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru dalam menyusun materi pembelajaran digital menggunakan aplikasi Canva. Kegiatan ini ditujukan kepada seluruh guru Mis Babul Jihad Moru, yang berjumlah 20 orang. Pendekatan yang diterapkan dalam kegiatan ini meliputi ceramah, praktik, demonstrasi, serta diskusi interaktif. Data dikumpulkan melalui angket yang diisi oleh peserta setelah mengikuti pelatihan Canva. Evaluasi dilakukan dengan menilai penggunaan Canva melalui instrumen kepuasan peserta, yang mencakup aspek materi, narasumber, dan praktik. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kepuasan peserta sangat tinggi, dengan persentase mencapai 90%, termasuk dalam kategori tinggi. Tanggapan dan saran peserta terhadap workshop menunjukkan respon positif dan keinginan agar kegiatan serupa dapat diselenggarakan kembali di masa mendatang. Dengan demikian, pelatihan Canva ini berhasil memberikan manfaat signifikan bagi para guru Mis Babul Jihad Moru dan mendorong pengembangan lebih lanjut dalam pemanfaatan teknologi digital untuk pendidikan.Kata kunci: : Canva, Teknologi; Media Pembelajaran Digital. ABSTRACTThe purpose of this activity was to improve teachers’ abilities and skills in developing digital learning materials using the Canva application. This activity was intended for all teachers of MIS Babul Jihad Moru, totaling 20 participants. The approaches applied in this activity included lectures, hands-on practice, demonstrations, and interactive discussions. Data were collected through questionnaires completed by participants after attending the Canva training. The evaluation was conducted by assessing the use of Canva through a participant satisfaction instrument, which covered aspects of the material, resource persons, and practical activities. The results of the analysis showed that the level of participant satisfaction was very high, reaching a percentage of 90%, which falls into the high category. Participants’ feedback and suggestions regarding the workshop indicated positive responses and a desire for similar activities to be held again in the future. Therefore, this Canva training successfully provided significant benefits for the teachers of MIS Babul Jihad Moru and encouraged further development in the utilization of digital technology for education. Keywords: Canva,Tecnology; Digital Learning Media.
PENGUATAN LITERASI SEKSUALITAS SEHAT DAN KARAKTER REMAJA MELALUI SEMINAR EDUKATIF GERAKAN REMAJA ANTI SEKS PRA-NIKAH (GERA-SP) Mayasari, Dian Eka; Saprun, Saprun; Rahman, Hidayat; Hidayati, Hidayati
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36016

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Fenomena meningkatnya perilaku seks pranikah di kalangan remaja menjadi tantangan serius dalam pembentukan karakter dan kesehatan reproduksi generasi muda, terutama di era digital. Rendahnya literasi seksualitas yang sehat serta terbatasnya pendidikan berbasis nilai religius menyebabkan remaja rentan terhadap perilaku berisiko. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi seksualitas sehat dan kesadaran moral remaja melalui program Seminar Edukatif Gerakan Remaja Anti Seks Pra-Nikah (GERA-SP) di MA NW Senyiur, Kabupaten Lombok Timur. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui seminar interaktif, pemutaran film edukatif, diskusi reflektif, kampanye visual, serta pembentukan Ruang Konseling Remaja (KEREN). Subjek kegiatan berjumlah 65 siswa kelas X dan XI. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi, serta wawancara dengan guru BK dan wali kelas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman siswa sebesar 68,3% pada aspek literasi seksualitas, disertai perubahan sikap yang lebih bijak dalam pergaulan dan meningkatnya kesadaran terhadap nilai-nilai Islami. Program GERA-SP terbukti efektif sebagai strategi preventif dalam penguatan karakter dan kesehatan reproduksi remaja, serta berpotensi direplikasi pada satuan pendidikan dengan karakteristik serupa.Kata kunci: Seks Pranikah, Remaja, Literasi Seksual, Karakter Islami, Pendidikan Kesehatan. ABSTRACTThe increasing prevalence of premarital sexual behavior among adolescents poses a serious challenge to character development and reproductive health, particularly in the digital era. Limited healthy sexual literacy and insufficient value based education make adolescents vulnerable to risky behaviors. This community service activity aimed to enhance healthy sexual literacy and moral awareness among adolescents through the Educational Seminar of the Youth Movement Against Premarital Sex (GERA-SP) conducted at MA NW Senyiur, East Lombok Regency. A participatory–educative approach was employed through interactive seminars, educational film screenings, reflective discussions, visual campaigns, and the establishment of a Youth Counseling Space (KEREN). The participants consisted of 65 students from grades X and XI. Evaluation methods included pre-tests and post-tests, observations, and interviews with school counselors and homeroom teachers. The results showed a significant improvement in students’ understanding of healthy sexuality, with an average increase of 68.3%, accompanied by more responsible attitudes toward social interaction and stronger awareness of Islamic moral values. The GERA-SP program proved to be an effective preventive strategy for strengthening adolescent character and reproductive health education and has the potential to be replicated in schools or madrasahs with similar socio-cultural characteristics. Keywords: Premarital Sex; Adolescents; Sexual Literacy; Islamic Character; Health Education.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK UBK PAULUS DALAM PRODUKSI DAN PEMASARAN CAMILAN SEHAT BERBASIS MINYAK KENARI Djasibani, Hemy Ratmas; Botahala, Loth; Molina, Jon Idrison; Maara, Yansie; Laure, Markus; Dakamoly, Adipapa Qrinius
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36340

Abstract

ABSTRAK                                                                        Kenari adalah salah satu potensi sumber daya lokal di Kabupaten Alor. Potensi besar ini dapat dimanfaatkan oleh mitra melalui pengolahannya menjadi minyak, yang kemudian dapat digunakan dalam produk bergizi. Industri rumah tangga sebagai penghasil Camilan sehat dan bergizi, menghadapi tantangan produksi terkait pengunaan kemasan yang sebagian besar terdiri dari kantong plastik, di samping upaya pemasaran yang masih terbatas cakupannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi mitra melalui pelatihan produksi Camilan berbasis minyak kenari dan teknik pengemasan produk, serta pelatihan pembuatan dan penggunaan situs web dalam pemasaran produk. Mitra dalam kegiatan ini adalah kelompok ibu-ibu UBK Paulus Desa Lendola, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur berjumlah 15 orang. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan dan demonstrasi/praktik langsung pembuatan produk Camilan berbasis minyak kenari serta pelatihan desain dan teknik pengemasan modern. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pra-tes dan pasca-tes melalui tanya jawab serta pengamatan untuk menilai peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 69% dan peningkatan keterampilan produksi serta pengemasan sebesar 37,7%. Kegiatan ini berhasil menumbuhkan kepercayaan diri dan motivasi ibu-ibu untuk mengembangkan usaha rumah tangga berbasis potensi lokal. Kata kunci: Pemberdayaan; Produksi; Camilan; Pemasaran; Minyak Kenari ABSTRACTWalnuts are a potential local resource in Alor Regency. This significant potential can be utilized by partners by processing them into oil, which can then be used in nutritious products. Home industries, as producers of healthy and nutritious snacks, face production challenges related to the use of packaging, which mostly consists of plastic bags, in addition to limited marketing efforts. This community service activity aims to improve the skills and economic independence of partners through training in walnut oil-based snack production and product packaging techniques, as well as training in creating and using a website for product marketing. The partners in this activity are a group of 15 women from the UBK Paulus Group in Lendola Village, Teluk Mutiara District, Alor Regency, East Nusa Tenggara Province. The implementation method includes counseling and demonstrations/hands-on practice in making walnut oil-based snack products, as well as training in modern packaging design and techniques. Evaluation was carried out using pre- and post-test instruments through questions and answers, and observations to assess improvements in participants' knowledge and skills. The results of the activity showed an average increase in knowledge scores of 69% and an increase in production and packaging skills of 37.7%. This activity succeeded in increasing participants' self-confidence and motivation to develop home businesses based on local potential. Keywords: Empowerment; Production; Snacks; Marketing; Walnut Oil
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SMA DALAM ANALISIS DAN IMPLEMENTASI TKA BAHASA INDONESIA DI KABUPATEN BREBES Budiawan, Raden Yusuf Sidiq; Nugrahani, Dyah; Ulfiyani, Siti; Mualafina, Rawinda Fitrotul
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36238

Abstract

ABSTRAK                                                                            Implementasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai instrumen asesmen nasional menuntut guru Bahasa Indonesia menguasai analisis soal berbasis literasi membaca dan mampu menyusun instrumen HOTS secara mandiri. Observasi awal menunjukkan kesenjangan pemahaman guru terhadap struktur TKA dan keterbatasan dalam mengembangkan soal prediksi yang kontekstual. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali guru Bahasa Indonesia dengan kemampuan menganalisis dan menyusun soal prediksi TKA yang valid dan kontekstual untuk diimplementasikan di sekolah masing-masing. Pendekatan deskriptif-kualitatif dengan dukungan data kuantitatif diterapkan melalui pelatihan partisipatif dan iterative mentoring, yaitu pendampingan berulang yang melibatkan praktik, umpan balik, dan revisi, kepada 40 guru Bahasa Indonesia SMA di Kabupaten Brebes. Pengumpulan data dilakukan dengan pre-test, post-test, observasi langsung, dan angket evaluasi kepuasan. Pemahaman konseptual TKA meningkat 30% dengan rerata skor post-test 4,8; sebanyak 30 guru berhasil menganalisis minimal 10 butir soal dengan klasifikasi kognitif tepat; tercipta bank soal berisi 30 butir berbasis HOTS yang siap digunakan; dan tingkat kepuasan peserta mencapai 4,9 dari skala 5,0. Kegiatan pelatihan dan pendampingan terbukti efektif dalam mempersiapkan guru menyusun soal prediksi TKA, tetapi diperlukan program lanjutan untuk menjaga konsistensi penerapan di kelas. Kata kunci: Asesmen Literasi Membaca; Pelatihan Guru; Tes Kemampuan Akademik; Soal HOTS. ABSTRACTThe implementation of the Academic Competency Test (TKA) as a national assessment instrument requires Indonesian language teachers to master literacy-based question analysis and develop HOTS instruments independently. Initial observations revealed gaps in teachers' understanding of TKA structure and limitations in developing contextual predictive questions. To equip Indonesian language teachers with the ability to analyze and construct valid and contextual TKA predictive questions for implementation in their respective schools. A descriptive qualitative approach was applied through participatory training and iterative mentoring involving 40 high school teachers in Brebes. Data collection employed pre-tests, post-tests, direct observations, and satisfaction evaluation questionnaires. Conceptual understanding of TKA increased by 30% with mean post-test scores of 4.8; 30 teachers successfully analyzed at least 10 question items with accurate cognitive classification; a question bank containing 30 HOTS-based items ready for use was created; and participant satisfaction reached 4.9 on a 5.0 scale. The training and mentoring activities proved effective in preparing teachers to construct TKA predictive questions, though follow-up programs are needed to maintain consistent classroom implementation. Keywords: Reading Literacy Assessment; Teacher Training; Academic Competency Test; HOTS Questions.
TRANSFORMASI PEMBELAJARAN LITERASI DAN NUMERASI MELALUI AKTIVITAS FISIK EDUKATIF SISWA SEKOLAH DASAR DI DESA NADUNG BANGKA SELATAN Ulfah, Widati Amalin; Putranto, Dedy; Sastrawan, Muhammad; Winda, Winda
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36755

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Rendahnya kemampuan literasi dan numerasi pada siswa sekolah dasar, terutama di wilayah pedesaan dengan keterbatasan fasilitas pembelajaran, menjadi tantangan penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan dasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa melalui pendekatan aktivitas fisik edukatif yang disesuaikan dengan karakteristik belajar kinestetik anak. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dan deskriptif kualitatif, yang meliputi tahapan analisis kebutuhan siswa dan lingkungan belajar, perancangan aktivitas fisik edukatif berbasis literasi dan numerasi, implementasi kegiatan pembelajaran, serta evaluasi hasil kegiatan melalui observasi, dokumentasi, dan penilaian perkembangan kemampuan siswa. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Nadung, Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan, dengan melibatkan 15 siswa kelas rendah sekolah dasar. Aktivitas pembelajaran dirancang dalam bentuk permainan edukatif, antara lain Lompat Huruf, Gerak Angka, dan Estafet Cerita, yang mengintegrasikan unsur gerak, bahasa, dan matematika secara terpadu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterlibatan siswa dalam pembelajaran, kemampuan fonetik, pengenalan huruf, pemahaman angka, serta kemampuan mengidentifikasi pola bilangan. Selain itu, pendekatan aktivitas fisik edukatif terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar, konsentrasi, kerja sama, serta perkembangan sosial-emosional siswa selama proses pembelajaran. Secara keseluruhan, model pembelajaran berbasis aktivitas fisik edukatif ini mudah diterapkan, relevan dengan kebutuhan siswa sekolah dasar di daerah pedesaan, serta memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan literasi dan numerasi. Temuan ini mendukung implementasi kebijakan Merdeka Belajar yang menekankan pembelajaran aktif, menyenangkan, dan berpusat pada peserta didik. Kata kunci: Literasi, Numerasi, Aktivitas Fisik Edukatif, Sekolah Dasar ABSTRACTThe low levels of literacy and numeracy skills among elementary school students, particularly in rural areas with limited learning facilities, present a significant challenge in efforts to improve the quality of basic education. This community service program aims to enhance students’ literacy and numeracy abilities through educational physical activity approaches tailored to the kinesthetic learning characteristics of children. The program was implemented in Nadung Village, Payung District, South Bangka, involving 15 lower-grade students. The implementation stages included needs analysis, the design of educational physical activities, the execution of games such as Letter Jump, Number Move, and Story Relay, as well as the evaluation of students’ skill development. The results indicate a significant improvement in student engagement, phonetic skills, letter recognition, number comprehension, and the ability to identify number patterns. In addition, this approach effectively enhanced students’ motivation, concentration, collaboration, and socio-emotional development throughout the learning process. Overall, the educational physical activity model proved to be easy to implement, relevant to the needs of elementary school students, and contributed positively to improving literacy and numeracy outcomes. These findings also support the implementation of the Merdeka Belajar (Freedom to Learn) policy, which emphasizes active, enjoyable, and student-centered learning. Keywords: Literacy, Numeracy, Educational Physical Activities, Elementary School.
BE GREENDICT: EDUKASI GREEN CONSUMERISM DAN PENGENALAN PRODUK KECANTIKAN RAMAH LINGKUNGAN "REFIT BEAUTY SKIN" Fauzan, Hilman Ahmad; Utomo, Agus Saur
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36128

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai konsep green consumerism sekaligus meningkatkan omzet penjualan UMKM Refit Beauty Skin di Purworejo. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk ramah lingkungan serta potensi UMKM kecantikan berbahan alami yang belum dioptimalkan. Metode pelaksanaan dilakukan secara daring melalui platform zoom pada 20 Juli 2025 dengan melibatkan 100 peserta berusia 14–25 tahun. Kegiatan terdiri atas lima tahap, yaitu pemahaman pola konsumsi, pengenalan konsep “green”, pemilihan produk lokal, pengelolaan limbah, dan dukungan terhadap sustainable market. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai green consumerism dan perubahan preferensi terhadap produk ramah lingkungan. Selain itu, terjadi peningkatan penjualan Refit Beauty Skin melalui platform daring pasca kegiatan. Kesimpulannya, program ini efektif dalam mengedukasi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing UMKM berbasis keberlanjutan.Kata kunci: Green Consumerism; UMKM; Produk Kecantikan Alami; Refit Beauty Skin. ABSTRACTThis community service program aims to enhance public understanding of green consumerism while supporting sales growth for the Refit Beauty Skin MSME in Purworejo. The program was motivated by the increasing consumer awareness of environmentally friendly products and the potential of natural-based beauty MSMEs that remains underdeveloped. The activity was conducted online through platform zoom on July 20, 2025, involving 100 participants aged 14–25 years. The implementation consisted of five stages: understanding consumption patterns, introducing the “green” concept, selecting local products, managing waste, and promoting a sustainable market.  The results indicate a significant improvement in participants comprehension of green consumerism and a shift toward environmentally conscious purchasing behavior. Furthermore, Refit Beauty Skin experienced a sales increase on online marketplaces after the event. In conclusion, this program effectively raises public awareness of environmental sustainability while strengthening the competitiveness of local MSMEs. Keywords: Green Consumerism; MSME; Natural Beauty Products; Refit Beauty Skin.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN CURRICULUM VITAE (CV) DALAM BAHASA INGGRIS DAN BAHASA INDONESIA DENGAN MEMANFAATKAN TEKNOLOGI AI Septianingsih, Puteri Anugrah; Ananda, Zhafran Fatih; Aurlani, Febry
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36281

Abstract

ABSTRAK                                                                            Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan memiliki peran strategis dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam menyiapkan generasi muda agar siap menghadapi dunia kerja. Salah satu keterampilan penting yang dibutuhkan adalah kemampuan menyusun Curriculum Vitae (CV) yang profesional sebagai bentuk personal branding. Namun, hasil observasi awal di Karang Taruna Kelurahan Dwi Kora menunjukkan bahwa sebagian besar anggota belum mampu menyusun CV sesuai standar industri. Permasalahan ini dipengaruhi oleh rendahnya literasi digital, keterbatasan kemampuan berbahasa Inggris, serta minimnya pelatihan terkait penyusunan dokumen lamaran kerja. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemuda/i Karang Taruna Kelurahan Dwi Kora, Kota Medan dalam menyusun CV dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dengan memanfaatkan platform kecerdasan buatan (AI) dan aplikasi digital. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sosialisasi dan pelatihan terstruktur yang mencakup pengenalan konsep CV, pengenalan teknologi AI, praktik penggunaan aplikasi berbasis AI, serta penyusunan CV dalam dua bahasa. Mitra sasaran kegiatan ini adalah Karang Taruna Kelurahan Dwi Kora dengan rentang usia 16–35 tahun. Dari total 35 anggota, sebanyak 20 orang terlibat sebagai peserta aktif. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menyusun CV berbasis teknologi AI, meskipun sebagian peserta masih memerlukan pendampingan lanjutan, khususnya dalam penggunaan Bahasa Inggris dan pemanfaatan fitur AI secara optimal. Kata kunci: Pembuatan Curriculum Vitae (CV); Teknologi AI; Karang Taruna; Bahasa Inggris; Bahasa Indonesia. ABSTRACTKarang Taruna, as a youth organization, plays a strategic role in enhancing human resource capacity, particularly in preparing young people to face the world of work. One essential skill required is the ability to prepare a professional Curriculum Vitae (CV) as a form of personal branding. However, preliminary observation at Karang Taruna in Dwi Kora Subdistrict indicates that most members are not yet able to create CVs that meet industry standards. This condition is influenced by low digital literacy, limited English proficiency as well as the lack of training related to job application documents. This Community Service Program (PkM) aims to improve the knowledge and skills of youth members of Karang Taruna in Dwi Kora Subdistrict, Medan City, in preparing CVs in both Indonesian and English by utilizing artificial intelligence (AI) platforms and digital applications. The program was implemented through structured socialization and training activities, including an introduction to CV concepts, AI technology, hands-on practice using AI-based applications, and CV preparation in two languages. The target partner of this program was Karang Taruna Dwi Kora Subdistrict, consisting of members aged 16–35 years. Out of a total of 35 members, 20 participated actively in the program. Evaluation results based on pre-test and post-test scores showed the improvement in participants’ understanding and skills in preparing AI-based CVs. Nevertheless, some participants still require further assistance, particularly in English usage and the optimal use of AI features. Keywords: Creating Curriculum Vitae (CV); AI Technology; Karang Taruna; English; Bahasa
EKONOMI KREATIF UNTUK MENINGKATKAN NILAI EKONOMIS DARI REUSE PLASTIK KEMASAN DAN UPCYCLING LIMBAH KAYU BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA TANEA KABUPATEN KONAWE SELATAN Mirosea, Nitri; Surianti, Surianti; Basru, Andi Muhammad Fuad Ramadhan; Pebrianti, Vina Olivia; Mutmainnah, Mutmainnah
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36576

Abstract

ABSTRAK                                                                            Permasalahan pengelolaan limbah plastik, limbah kayu, dan limbah pertanian di Desa Tanea masih menjadi isu lingkungan dan sosial ekonomi, karena belum dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan baku produk kreatif. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah menjadi produk bernilai ekonomi melalui pendekatan ekonomi kreatif. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi, workshop, dan praktikum pembuatan pot plastik daur ulang, bunga hias dari kulit jagung, dan tanaman hias dekoratif dari limbah kayu. Mitra kegiatan adalah masyarakat Desa Tanea yang terdiri dari 15 peserta, meliputi ibu rumah tangga, pemuda, dan pelaku UMKM. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 30–45% dan peningkatan keterampilan teknis peserta hingga 85% berdasarkan keberhasilan menghasilkan minimal satu produk kreatif. Produk yang dihasilkan memiliki potensi nilai ekonomis dengan estimasi harga jual Rp10.000–Rp40.000 per unit. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan ekonomi kreatif berbasis limbah dapat meningkatkan keterampilan, dan peluang usaha masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat.ABSTRACTThe issue of managing plastic waste, wood waste, and agricultural waste in Tanea Village remains a significant environmental and socio-economic challenge, as these materials have not been optimally utilized as raw materials for creative products. This community service program aims to improve the community’s knowledge and skills in transforming waste into economically valuable products through a creative economy approach. The activities were carried out through socialization, workshops, and hands-on practice in producing recycled plastic pots, decorative corn-husk flowers, and ornamental plants made from wood waste. The program involved 15 participants from Tanea Village, consisting of housewives, youths, and local micro-business actors. The results show an increase in participants’ knowledge by an average of 30–45% and an improvement in technical skills up to 85%, indicated by their ability to produce at least one creative product. The products generated have economic potential with estimated market prices ranging from IDR10.000 to IDR40.000 per unit. These findings demonstrate that waste-based creative economy training can enhance community skills, expand entrepreneurial opportunities, and increase environmental awareness among the residents.