cover
Contact Name
Eko Pramudya Laksana
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
publisher@um.ac.id
Editorial Address
Semarang St. No. 5, Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Proceedings Series of Educational Studies
ISSN : -     EISSN : 29872448     DOI : 10.17977
Core Subject : Education,
The proceedings series Proceedings of Educational Study Seriesaims to publish proceedings from conferences on the theories and methods in fields of education
Articles 696 Documents
Best Practice Penerapan Pengawasan Pendidikan Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak Adinda Putri, Aisya Maharani; Indriani, Cheryl Annisa; Reyalinda, Clarissa Pasya; Pramesti, Fisca Pricillia; Ferdiansyah, Rizky; Riefasepta, Wildanizar; Muzakky, Mohamad Irvan
Proceedings Series of Educational Studies 2025: Seminar Nasional Departemen Administrasi Pendidikan "Transformasi Manajemen Pendidikan: Memban
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan dasar yang sangat penting dalam membentuk generasi yang unggul, cerdas, dan berkarakter. Untuk mencapai tujuan tersebut, pengawasan pendidikan memainkan peran krusial dalam memastikan kualitas pembelajaran. Penelitian ini berfokus pada tiga aspek utama dalam pengawasan: peran pengawas luar yang memberikan masukan strategis, kepemimpinan kepala sekolah dalam supervisi internal, serta dukungan dari berbagai pemangku kepentingan dalam pengelolaan pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan praktik terbaik pengawasan pendidikan di TK Cempaka, Kota Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumen-dokumen sekolah. Informan utama dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru di TK Cempaka Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TK Cempaka berhasil melaksanakan pengawasan yang efektif melalui perencanaan yang terstruktur, supervisi berbasis data, dan evaluasi yang berkelanjutan. Peran pengawas luar dapat dilihat dari berbagai saran strategis yang mereka berikan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Kepala sekolah memainkan peran kunci dalam pengawasan internal dengan pendekatan kolaboratif, memastikan bahwa setiap guru memahami dan melaksanakan tugasnya sesuai dengan standar yang ditetapkan. Selain itu, dukungan dari pemangku kepentingan, termasuk orang tua dan masyarakat, ditunjukkan melalui keterlibatan aktif mereka dalam kegiatan sekolah serta melalui penggunaan media sosial seperti Instagram dan YouTube. Platform-platform ini dimanfaatkan untuk meningkatkan transparansi, membangun interaksi dengan masyarakat, dan menonjolkan pencapaian sekolah. Dengan strategi yang terencana, pengawasan yang komprehensif, serta kolaborasi yang harmonis antara pengawas luar, kepala sekolah, dan pemangku kepentingan, TK Cempaka dapat dijadikan model pengawasan pendidikan yang dapat diaplikasikan untuk meningkatkan mutu pendidikan di institusi lain.
Implementasi Kebijakan Sistem Zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru pada Tingkat SDN 020 Tana Tidung Yunggin, Yumeng; Sumarsono, Raden Bambang
Proceedings Series of Educational Studies 2025: Seminar Nasional Departemen Administrasi Pendidikan "Transformasi Manajemen Pendidikan: Memban
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Tingkat SDN 020 Tana Tidung di provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). System Zonasi di berlakukan kememtrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan tujuan mengurangi Kesenjangan akses Pendidikan,meningkatkan pemerataan kualitas Pendidikan,memperpendek jarak peserta didik menuju sekolah.penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan motede Studi Kasus di SDN 020 Tana Tidung yang telah menerapkan system Zonasi PPDB Tahun ajaran baru 2024/2025.Tehnik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara,Observasi,dan Dokumentas.Hasil penelitian menunjukkan meskipun kebijakan zonasi telah berhasil meningkatkan Aksebilitas Pendidikan bagi siswa di wilayah tertentu,Masih terdapat tantangan dalam hal pemahaman Masyarakat,kesiapan Infrastruktur,adaptasi sekolah terhadap system Zonasi.Beberapa Orang Tua merasa resah dengan ketentuan Zonasi yang terbatas,sementara sekolah perlu menyesuaikan kapasitas dan kualitas pengajaran untuk memenuhi kebutuhan peserta didik.Kesimpulan dari penelitian bahwa Implementasi kebijakan system Zonasi di SDN 020 Tana Tidung telah memberi dampak positif dalam peningkatan pemerataan akses Pendidikan,Namun perlu dilakukan perbaikan dalam Hal sosialisasi,Infrastruktur, dan system pendataan agar Tujuan kebijakan dapat tercapai dengan baik.
Free Education: A Strategic Solution to Reduce School Dropout Rates in Indonesia Shehada, Mohammed
Proceedings Series of Educational Studies 2025: Seminar Nasional Departemen Administrasi Pendidikan-Prodi S3 Manajemen Pendidikan Tahun 2024
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines the role of free education as a strategic solution to reducing school dropout rates in Indonesia. Employing a qualitative research approach, the study analyzes current policies, community-based initiatives, and alternative education models to understand how free education impacts educational continuity among low-income students. Findings indicate that free education policies have significantly alleviated financial barriers, especially through programs like Bantuan Operasional Sekolah (BOS), which reduce operational costs for schools. Additionally, alternative models such as Sanggar Kegiatan Belajar provide flexible learning options that cater to students facing unique social and economic challenges. The study highlights the need for a multi-dimensional approach to make free education more inclusive and sustainable. Recommendations include enhancing financial support to cover indirect costs, expanding alternative education initiatives, and strengthening community engagement to foster a supportive environment. Ultimately, this study underscores the effectiveness of free education policies in reducing dropout rates, while emphasizing the importance of additional supportive measures to address hidden costs and improve educational quality across Indonesia.
Kolaborasi Pendidikan dan Dunia Industri Melalui Program Teaching Factory: Strategi Sekolah dalam Penyelarasan Kompetensi Peserta Didik dengan Kebutuhan IDUKA Dewi, Zaqia Rahma; Ulfatin, Nurul; Timan, Agus
Proceedings Series of Educational Studies 2025: Seminar Nasional Departemen Administrasi Pendidikan-Prodi S3 Manajemen Pendidikan Tahun 2024
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyelarasan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan IDUKA menjadi langkah strategis dalam mengatasi mismatch antara pendidikan dengan IDUKA. Berbagai kebijakan telah diupayakan oleh pemerintah, salah satunya yaitu melalui program Teaching Factory (TeFa). Tujuan penelitian untuk mengetahui pelaksanaan kolaborasi antara dunia pendidikan dengan IDUKA melalui implementasi program Teaching Factory. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjuk penelitian yaitu Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah bidang Humas serta Ketua Program Keahlian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) strategi dalam melaksanakan program TeFa dengan memenuhi prasyarat sesuai dengan panduan pengembangan TeFa, kemudian melaksanakan tahap penetapan produk, penyusunan struktur organisasi, dan menentukan kurikulum yang akan digunakan. Pada tahap monitoring dan evaluasi dilakukan bersama dengan IDUKA serta adanya penyusunan laporan dan upaya perbaikan secara terus-menerus, 2) strategi sekolah dalam berkolaborasi dengan IDUKA yaitu mencari IDUKA yang sesuai dengan program Teaching Factory, setalahnya dengan menyusun MoU, serta 3) stakeholders yang berkontribusi dalam pelaksanaan program Teaching Factory yaitu pemerintah, guru, IDUKA, pelanggan atau masyarakat
Hubungan Kepuasan Siswa Terhadap Pelayanan Akademik Sekolah Menengah Kejuruan Swasta di Kecamatan Pare Kabupaten Kediri Anisah, Siti; Triwiyanto, Teguh; Kusumaningrum, Desi Eri; Sumarsono, Raden Bambang
Proceedings Series of Educational Studies 2025: Seminar Nasional Departemen Administrasi Pendidikan "Transformasi Manajemen Pendidikan: Memban
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMK adalah salah satu lembaga pendidikan yang bertujuan untuk membekali lulusannya agar siap masuk ke dunia kerja. Oleh karena itu, minat di SMK sangat diminati masyarakat. Tingginya minat masyarakat membuat banyak bermunculan SMK baik negeri dan swasta. Untuk bisa menarik minat masyarakat, SMK harus bisa memberikan layanan yang baik khususnya layanan akademik kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepuasan siswa terhadap pelayanan akademik Sekolah Menengah Kejuruan Swasta di Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian korelasional dengan satu variabel bebas yaitu Kualitas Pelayanan Akademik dan variabel terikat yaitu Kepuasan Siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket yang disebarkan kepada siswa dari empat sekolah menengah kejuruan swasta di Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Dari angket yang didistribusikan, terkumpul 371 data. Selanjutnya, data tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan juga uji t untuk mengetahui pengaruh dari variabel bebas yaitu Kualitas Pelayanan terhadap Variabel Terikat yaitu Kepuasan Siswa. Kesimpulan yang bisa ditarik adalah bahwa kualitas layanan akademik berpengaruh positif dan signifikan pada kepuasan siswa. Hasil penelitian ini bisa dijadikan dasar pengambilan keputusan bagi pihak-pihak terkait dan juga penelitian di masa yang akan datang
Dampak Dari Kampus Mengajar Terhadap Kompetensi Lulusan Dan Kesiapan Kerja Bagi Lulusan Universitas Tangi, Hironimus; Sumarsono, Raden Bambang; Tinenti, Yanti Rosinda
Proceedings Series of Educational Studies 2025: Seminar Nasional Departemen Administrasi Pendidikan "Transformasi Manajemen Pendidikan: Memban
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi Kebijakan MBKM terhadap kompetensi lulusan dan kesiapan lulusan untuk bekerja. Metode penelitian ini adalah studi kasus dengan lokasi penelitian di Universitas Katolik Widya Mandira Kupang NTT. Hasil penelitian diarahkan pada tiga aspek yaitu:: 1) Implementasi Kebijakan Kampus Mengajar di Universitas Katolik Widya Mandira. Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini adalah utusan yang lulus dari setiap program studi yang ada. Hampir semua fakultas terlibat yaitu dari FKIP, Hukum, FST, Filsafat, Fisip, FEB dan Teknik. Kebijakan MBKM perlu di evaluasi kembali karena tidak berdampak pada peningkatan kesiapan mahasiswa untuk memasuki dan memperoleh pekerjaan bahkan mengkerdilkan keilmuan yang dimiliki oleh mahasiswa. Hal ini sama saja dengan proses 'mengkarbit' mahasiswa agar cepat lulus dan kurang matang sesuai prosesnya. 2). Faktor Pendorong Subscribe to DeepL Pro to translate larger documents. Visit www.DeepL.com/pro for more information.2Faktor Pendorong dan Penghambat pelaksanaan Kampus Mengajar. Faktor pendorong pelaksanaan Kampus Mengajar yaitu agar cepat selesai S1 dan memperoleh uang tambahan. Faktor penghambat program MBKM antara lain kurangnya informasi yang jelas, tantangan implementasi, peningkatan keterampilan yang dirasakan sedang-sedang saja, dan potensi ketidaksesuaian dengan kebutuhan industri atau masyarakat dan tidak dijadikan proyek uji coba tidak menghasilkan banyak pengangguran. 3). Dampak Implementasi Kebijakan Kampus Mengajar terhadap Kompetensi lulusan dan kesiapan kerja dari lulusan Universitas Katolik Widya Mandira Program kampus mengajar tidak ada pengaruhnya dengan kompetensi lulusan dan daya saing untuk cepat memperoleh pekerjaan. Berdasarkan data yang diperoleh, maka di Nusa Tenggara Timur sangat sulit memperoleh pekerjaan dengan situasi politik dan dunia industri yang kurang memadai. Oleh karena itu Perguruan Tinggi perlu mengembangkan kebijakan internal melalui berbagai upaya agar lulusan memperoleh pekerjaan dan tidak menciptakan banyak pengangguran: Peningkatan kompetensi mahasiswa sesuai profil program studi dan tujuan institusi serta kompetensi berdaya saing untuk memperoleh pekerjaan tetapai melalui proses pembekalan kepada mahasiswa melalui delapan pilar pembinaan yaitu: 1). Pengembangan Kurikulum yang Relevan, 2). Program Magang dan Praktik Kerja mandiri, 3). Kerjasama dengan Mitra, 4). Pelatihan Soft Skills, 5). Konseling Karir dan Penempatan Kerja, 6). Program Kewirausahaan, 7). Jejaring Alumni dan layanan akademik sesuai kebutuhan pelanggan yaitu mahasiswa dan masyarakat, 8). Penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Konsep OSIS, Ekstrakurikuler, dan Wawasan Wiyata Mandala Sekolah Yulianti, Linda Kartika; Andriyani, Mutiara; Fadhillah, Nur; Prestiadi, Dedi
Proceedings Series of Educational Studies 2025: Seminar Nasional Departemen Administrasi Pendidikan-Prodi S3 Manajemen Pendidikan Tahun 2024
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam manajemen peserta didik, kegiatan di sekolah dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kegiatan kurikuler dan kegiatan nonkurikuler. Kegiatan kurikuler sesuai dengan petunjuk kurikulum dan penafsiran yang diberikan. Kegiatan nonkurikuler adalah kegiatan yang dianggap tidak sesuai atau bertentangan dengan kurikulum. Kegiatan kurikuler dapat dibagi menjadi tiga jenis, kegiatan intrakurikuler, yang terjadwal dalam pelajaran. Kegiatan kokurikuler mendukung kegiatan intrakurikuler tanpa termasuk dalam jadwal pelajaran. Kegiatan ekstrakurikuler mendukung kegiatan intrakurikuler meskipun tidak termasuk dalam jadwal pelajaran. Namun,meskipun tidak memberikan dukungan langsung, efek jangka panjangnya terutama terhadap pengembangan pribadi peserta didik secara menyeluruh sangat penting.
Dampak Kompetensi Guru yang Rendah terhadap Mutu Pendidikan di Indonesia Cahyani, Okik Dwi; Mutmainnah, Mutmainnah; Chidayatiningsih, Rina; Maisyaroh, Maisyaroh; Nurabadi, Ahmad
Proceedings Series of Educational Studies 2025: Seminar Nasional Departemen Administrasi Pendidikan "Transformasi Manajemen Pendidikan: Memban
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan sebuah proses pembelajaran ilmu pengetahuan, keterampilan dan kebiasaan yang diturunkan dari generasi sebelumnya ke generasi berikutnya. Kompetensi guru di Indonesia pada saat ini masih rendah. Dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu seperti akses guru dalam meningkatkan kompetensinya melalui pemenuhan kualifikasi akademik terhambat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan kompetensi guru sehingga dapat mencapai mutu dan kualitas pendidikan di negara Indonesia. Metode penelitian yang digunakan yaitu literature review untuk mengkaji dan mengulas secara mendalam hasil-hasil penelitian terdahulu yang relevan sesuai dengan pokok bahasan. Hasil dari penelitian ini yaitu ada empat pokok bahasan. 1) Indikator rendahnya kompetensi guru yaitu penguasaan materi pembelajaran, metode pembelajaran, serta dilakukan evaluasi dan asesmen. 2) Adapun faktor rendahnya kompetensi guru antara lain kualitas pendidikan guru, kurangnya pelatihan dan pengembangan, kuragnya motivasi dan kesejahteraan guru serta siswa, keterbatasan sarana dan prasarana pendukung terutama pada daerah tertinggal. 3) Dampaknya terhadap mutu pendidikan di Indonesia adalah penurunan kualitas pembelajaran, prestasi akademik, kesenjangan pendidikan, dan motivasi siswa. 4) Strategi Pemerintah untuk meningkatkan kompetensi guru di Indonesia yaitu peningkatan pelatihan dan sertifikasi guru, reformasi sistem rekruitmen guru, peningkatan kolaborasi guru, peningkatan akses teknologi, kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi, serta memberikan insentif dan apresiasi bagi guru yang berprestasi.
Manajemen Bursa Kerja Khusus (BKK) dalam Upaya Meningkatkan Kompetensi Lulusan Peserta Didik pada Jenjang SMK Izza, Ana Faidatul; Jannah, Asa Maghfirotul; Rahmawati, Diah; Vegananda, Sandrinila; Rohmah, Santi Nur; Azizah, Ulil; Muzakky, Mohammad Irvan
Proceedings Series of Educational Studies 2025: Seminar Nasional Departemen Administrasi Pendidikan "Transformasi Manajemen Pendidikan: Memban
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bursa Kerja Khusus (BKK) merupakan salah satu program yang diimplementasikan oleh beberapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai sarana untuk meningkatkan human capital dengan menyediakan akses ke pelatihan, informasi pasar kerja, dan kesempatan kerja yang sesuai dengan kompetensi lulusan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan manajemen BKK sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi lulusan serta daya serap mereka di dunia kerja. BKK berfungsi menjembatani sekolah dengan pihak DU/DI, serta sebagai wadah transisi lulusan dari pendidikan ke dunia kerja yang sebenarnya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi. Tempat penelitian dilakukan di SMKN 2 Malang. Hasil yang diperoleh adalah SMKN 2 Malang telah melaksanakan proses manajemen BKK dengan baik, dimulai dari proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Manajemen BKK di SMKN 2 Malang telah diterapkan secara optimal melalui program kerja yang terstruktur, seperti sosialisasi dunia kerja, pelatihan kewirausahaan, kerjasama dengan industri, hingga pelaksanaan Mini Job Fair. Evaluasi internal dan eksternal dilakukan untuk memastikan keberlanjutan program. Efektivitas BKK SMKN 2 Malang tercermin dari lulusan yang kompeten, berbagai penghargaan yang diraih, dan perannya sebagai model bagi sekolah lain. Manajemen BKK di SMKN 2 Malang juga dijadikan model manajemen yang inspiratif bagi sekolah lainnya.
Deteksi Self Leadership Berbasis Management Style Diagnostic Test dalam Optimalisasi Decision Making Kepala Sekolah Argadinata, Hasan; Wulandari, Elis Dwi; Putra, Wahyu Pratama; Perkasa, Ahmad Bagus
Proceedings Series of Educational Studies 2025: Seminar Nasional Departemen Administrasi Pendidikan-Prodi S3 Manajemen Pendidikan Tahun 2024
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran penting self-leadership dalam mengoptimalkan proses pengambilan keputusan di kalangan kepala sekolah dengan menggunakan Management Style Diagnostic Test (MSDT). Self-leadership,merupakan kemampuan untuk mengatur diri sendiri melalui strategi kognitif dan perilaku, memungkinkan kepala sekolah untuk secara efektif menghadapi kompleksitas kepemimpinan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana MSDT mengidentifikasi gaya kepemimpinan task-oriented dan people-oriented serta dampaknya terhadap pengambilan keputusan. Dengan menggunakan metodologi kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen yang melibatkan kepala sekolah, guru senior, dan staf administrasi. Temuan menunjukkan bahwa kepala sekolah dengan gaya task-oriented memprioritaskan efisiensi dan hasil, tetapi sering kali mengabaikan dinamika interpersonal, sedangkan kepala sekolah dengan gaya people-oriented lebih menekankan hubungan namun kadang-kadang kesulitan dalam pengambilan keputusan yang tegas. Gaya kepemimpinan yang seimbang muncul sebagai kunci untuk mencapai pengambilan keputusan yang holistik. Tekanan eksternal dan keterbatasan akses terhadap pengembangan profesional berkelanjutan diidentifikasi sebagai tantangan signifikan dalam mengimplementasikan self-leadership secara optimal. MSDT memberikan umpan balik yang berharga tentang kecenderungan manajerial, mendorong kecerdasan emosional, kesadaran diri, dan adaptabilitas dalam praktik kepemimpinan. Temuan ini menegaskan perlunya program pelatihan terstruktur yang mengintegrasikan alat diagnostik seperti MSDT untuk meningkatkan kapasitas kepala sekolah dalam pengambilan keputusan yang berbasis data dan responsif terhadap konteks. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan mengintegrasikan kerangka kerja self-leadership dan gaya manajerial, sekaligus menawarkan pendekatan diagnostik untuk kepemimpinan pendidikan. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan adopsi MSDT yang lebih luas dan pengembangan profesional berkelanjutan untuk mengatasi tantangan sistemik dan meningkatkan hasil pendidikan melalui kepemimpinan yang berdaya