cover
Contact Name
Mala Kurniati
Contact Email
jakk@malahayati.ac.id
Phone
+6285789710500
Journal Mail Official
jakk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No. 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : -     EISSN : 30259592     DOI : https://doi.org/10.33024/jakk.v3i1
Core Subject : Health,
Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan (JAKK) yang ber ISSN 3025-9592 merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Malahayati sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan fungsi tridarma perguruan tinggi yaitu salah satunya adalah pengabdian masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi bertujuan untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, mengembangkan model pemberdayaan masyarakat, meningkatkan kapasitas pengabdian kepada masyarakat, memberikan solusi berdasarkan kajian akademik atas kebutuhan, tantangan, atau persoalan yang dihadapi masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung. Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan (JAKK) diharapkan dapat menjadi media ilmiah publikasi hasil pengabdian dari dosen, mahasiswa, praktisi dan masyarakat umum di bidang kedokteran dan Kesehatan sehingga dapat digunakan sebagai referensi dalam pengembangan kegiatan layanan yang lebih baik lagi bagi masyarakat Indonesia di masa mendatang. Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan (JAKK) terbit 2 kali dalam satu tahun pada setiap bulan Maret dan September tahun berjalan. Penulis dapat mendaftar secara daring pada laman JAKK dan mengirimkan naskah secara daring. Naskah akan dikaji secara daring oleh tim editorial beserta reviewer sebelum dinyatakan terbit.
Articles 50 Documents
PENYULUHAN UPAYA PENCEGAHAN LOW BACK PAIN MELALUI PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PELATIHAN DI RUMAH SAKIT BINTANG AMIN Fitriyani, Fitriyani; Bisma, I Gede; Taufik, Riza; Dhyta, Lintang; Pratiwi, Noviana; Angelica, Irda; Razetha, Rara; Nurindahsari, Yahdhiani; Wijaya, Rizky Anasatya; Kevin, Mochammad; Ramadhani, Aditya; Agustin, Indriyani; Putri, Maharani
Jurnal Abdimas Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 1 (2023): Volume 1 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jakk.v1i1.12303

Abstract

AbstrakIndonesia termasuk salah satu negara di Asia yang menduduki lima besar adunia dengan pertumbuhan penduduk lanut usia (lansia) yang meningkat secara cepat tiap tahunnya. Penduduk lansia merupakan salah satu kelompok penduduk yang potensial menjadi masyarakat rentan, sehingga perlu diciptakan suatu kondisi fisik maunpun nonfisik yang kondusif untuk pembinaan kesejahteraannya. Pada hakikatnya, kaum lansia di berbagai negara termasuk Indonesia tidka hanya diharapkan berumur panjang, namun juga dapat menikmati masa tuanya dengan sehat, bahkan berdayaguna bagi pembangunan. Oleh karen aitu perlu suatu strategi khusus untuk meangani mereka sejak dini. (Bandiyah, 2009). Semakin bertambahnya usia, kekuatan tubuh untukmelakuan aktivitas fisik semakin berkurang. Terjadi penurunan kekuatan tubuh, lansia diharpkan masih bisa aktif dan produktif dengan cara berolahraga, melakukan aktivitas fisik dasar yang ringan dan sesuai dengan kemampuannya, serta bergerak secara teratur atau jontinu untuk menjaga agar tubuh tetap sehat dan untuk mencegah timbulnya penyakit. Lansia yang tidak melakukan aktivitas fisik apapun dapat menimbulkan berbagai penyakit akibat tidaka adanya gerakan dari tubuh (Sri, 2016). Salah satu masalah fisik sehari hari yang sering ditemuka pada lansia adalah nyeri punggung bawah (Bandiyah, 2009). Nyeri punggung bawah atau low back pain merupakan manifestasi keadaan patologik yang dialami oleh jaringan atau alat tubuh yang merupakan bagian pinggang atau ada di dekat pinggang . (Idyan, 2007). Keluhan low back pain berkaitan dengan erat dengan usia. Biasanya nyeri ini mulai dirasakan mereka pada usia dekade ke dua dan insiden tinggi dijumpai paa dekade kelima (Mardjono & Sidharta, 2008). Beberapa kemungkina penyebab dari penuaan ini meliputi ketidakaktifan fisik, perubahan hormonal,dan resposi tulang aktual. Efek penurunan tuang pernah mengalami nyeri pinggang (Sadeli, 2004). Data epidemiologi mengenai low back pain di Indonesia belum ada, namun diperkirakan 40% penduduk pulau jawa timur berusia diatas 65 tahun. Berdasarkan latar belakang diatas,maka dilakukan pengabdian masyarakat penyuluhan tentang lansia sehat dan mandiri serta senam lansia untuk mencegah low back pain. Selain mencegah low back pain, senam lansia juga dapat mencegah hipertensi (Sarkaraning, 2016).Kata kunci: Pencegahan, nyeri punggung bawah, lansia.
Penyuluhan “Waspada Demam Berdarah” Di Rumah Sakit Bintang Amin Marsanda, Widi; Imron, Sanaya Nur Azzura; Hendarsah, Nabila Silviani; Primatama, Ni Putu Vila; Nursiha, Muhamad; Syafitri, Natasya Desty; Laksmidara, Mira; Fadilla, Mirafzur Haris; Prasetya, Toni
Jurnal Abdimas Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 1 (2025): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jakk.v3i1.18491

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, termasuk di Provinsi Lampung, yang mengalami peningkatan kasus dalam beberapa tahun terakhir. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya dan pencegahan DBD. Penyuluhan dilaksanakan di ruang tunggu poliklinik Rumah Sakit Bintang Amin dengan melibatkan pengunjung rumah sakit sebagai peserta. Metode yang digunakan mencakup presentasi materi, diskusi, serta sesi tanya jawab untuk memperkuat pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan strategi pencegahan 3M Plus. Kegiatan ini diharapkan berlanjut untuk mendukung pengendalian angka kejadian DBD di Lampung.
EDUKASI TELINGA TENTANG SERUMEN PROP DAN CARA MEMBERSIHKAN TELINGA DI POLI RS PERTAMINA BINTANG AMIN BANDAR LAMPUNG Bungaalsa, Sirfia Kaulani
Jurnal Abdimas Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 2 (2024): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jakk.v2i2.16597

Abstract

Menjaga kebersihan telinga terletak pada fakta bahwa telinga manusia secara alami memiliki mekanisme pembersihan sendiri. Telinga memproduksi lilin atau serumen untuk melindungi dan menjaga kelembaban serta kebersihan saluran telinga. Penumpukan serumen dalam jumlah yang banyak di liang telinga dapat berdampak pada terjadinya gangguan dengar yang bersifat konduksi sehingga dapat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya. Tujuan dilakukan pengabdian ini yaitu responden dapat lebih mengerti mengenai pentingnya kebersihan telinga dan mengantisipasi secara dini kelainan penyakit telinga bagian luar. Kegiatan pengabdian masyarakat di poli RS Pertamina Bintang Amin dilaksanakan pada 18 Mei 2024. Bentuk kegiatan pelaksanaan program dilaksanakan sebanyak 1 kali pertemuan offline dan diikuti oleh 20 orang. Hasil penyuluhan ini responden memahami tentang fungsi serta manfaat kotoran telinga dan pengetahuan tentang teknik membersihkan telinga yang benar juga pengetahuan tentang dampak kebersihan telinga menunjukkan peningkatan yang sangat baik, sehingga diharapkan dapat mencegah terjadinya tuli sementara akibat serumen yang yang menumpuk dikarenakan kesalahan dalam membersihkan kotoran telinga
Penyuluhan “Kenali Dan Cegah Hipertensi Melalui Kegiatan Sehari-Hari” Di Puskesmas Simpur Kota Bandar Lampung Fitriani, Neno; Hilman, Risfa; Nurrohmah, Syifa; Yustika, Reny; Rahmawati, Rani; Aji, Rangga Wais Tefiantoro; Pinky, Anastasya Agusetyani; Aris, Aris; Firmansyah, Maulid Elang
Jurnal Abdimas Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 2 (2025): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jakk.v3i2.19980

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Pencegahan dan pengelolaan hipertensi dapat dilakukan melalui edukasi dan perubahan gaya hidup, seperti pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, serta manajemen stres. Penyuluhan kesehatan menjadi upaya strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan hipertensi sejak dini. Puskesmas Simpur yang terletak di Kota Bandar Lampung memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, Puskesmas Simpur mengedepankan pendekatan promotif dan preventif dalam program-program kesehatannya, termasuk penyuluhan terkait hipertensi. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai faktor risiko hipertensi dan cara pencegahannya melalui kegiatan sehari-hari. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DENGAN ASUHAN MANDIRI AKUPRESUR UNTUK MENINGKATKAN NAFSU MAKAN PADA BALITA STUNTING Viventius, Yoshua; Mihardja, Hasan; Lazuardi, Didi; Srilestari, Adiningsih; Nareswari, Irma; Djaali, Wahyuningsih; Nugraha, Deity; Setiawan, Natasha; Konda, Yuanti Yunus; Syailindra, Firza; Fitriani, Elies
Jurnal Abdimas Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 1 (2024): Volume 2 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jakk.v2i1.14450

Abstract

Masalah stunting masih belum bisa dikendalikan di Indonesia, dengan prevalensi mencapai lebih dari 20% yang termasuk kategori tinggi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO). Stunting tidak hanya menyebabkan perlambatan pertambahan berat badan, namun juga gangguan perkembangan kognitif dan mental, gangguan pertahanan tubuh, serta peningkatan risiko terjadinya penyakit degeneratif. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mencegah dan menangani stunting, namun penanganan stunting yang efektif mencakup kolaborasi berbagai pihak, termasuk kader kesehatan dan orang tua balita. Salah satu penanganan stunting yang dapat dilakukan adalah akupresur. Akupresur yang merupakan bagian dari akupunktur, memanfaatkan penekanan pada titik-titik akupunktur. Akupresur merupakan terapi yang sederhana, murah, non invasif, mudah dilakukan, serta dapat dilakukan secara mandiri oleh siapa saja dan kapan saja, termasuk oleh kader kesehatan dan terutama orang tua balita. Namun masih banyak orang tua dan kader kesehatan yang belum mengetahui terapi akupresur, terutama pemanfaatannya pada kondisi stunting. Penyuluhan dengan seminar awam dilakukan untuk membuka wawasan masyarakat luas terhadap pemanfaatan akupresur untuk stunting. Seminar awam diikuti dengan workshop dilakukan secara hibrida luring di Kabupaten Tangerang dan daring melalui platform Zoom. Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta luring dan 941 peserta daring. Pada evaluasi, ditemukan peningkatan skor posttest dibandingkan dengan pretest yang menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai pemberian gizi pada balita, stunting, akupresur, dan manfaat akupresur pada stunting. Terdapat peningkatan pengetahuan kader, dan ibu balita stunting setelah pemberian penyuluhan dan workshop akupresur. Diharapkan kader dan ibu balita stunting dapat mempraktekan akupresur mandiri untuk meningkatkan nafsu makan balita stunting.
PENYULUHAN APENDISITIS PADA RUMAH SAKIT BINTANG AMIN Saputra, Romi; Pradana, Mohamad Amin; Ramadhan, Muhammad Fauzan; Abdul Jabbar, Muhammad Weyzh Ali; Riani, Lisa Desti; Terta, Riesca Lavenia; Faradila, Dita; Febriansyah, Damar; Tangkudung, Febrilina Nadya Resnina
Jurnal Abdimas Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 1 (2023): Volume 1 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jakk.v1i1.12302

Abstract

AbstrakApendisitis adalah peradangan pada apendiks vermiformis. Angka kejadian apendisitis di Indonesia dilaporkan sebesar 5 per 1000 penduduk dengan jumlah kasus mencapai 10 juta setiap tahunnya dan merupakan kejadian tertinggi di ASEAN. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memperkenalkan, mengedukasi dan mensosialisasikan  gejala dan faktor resiko apendisitis. Kegiatan diikuti oleh keluarga pasien di Rumah Sakit Bintang Amin pada Tanggal 31 Maret 2023. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan secara offline (tatap muka). Pendidikan kesehatan (penyuluhan) diberikan kepada peserta mengenai gambaran umum, gejala dan faktor resiko apendisitis. Penyuluhan ini berorintasi terhadap perubahan perilaku yang diharapkan yaitu perilaku sehat, sehingga memiliki kemampuan mengenal masalah kesehatan dirinya, keluarga dan kelompok masyarakat pada umumnya. Kesimpulan kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan tentang deteksi dini faktor resiko penyakit apendisitis. Kata kunci: Apendisitis, Penyuluhan
Pengabdian Masyarakat Penyuluhan Diare Pada Anak Balita Di Desa Pekon Patoman Pinilih, Astri; Sulanto, Aspri; L, R. Edwin Savero; A, Sonia Aryayunengsih; Amalia, Faika; Olitia, Archangela; Dewi, Azzah Kurnia; Rusdiansyah, Ferza; Qarolina, Wina; Lutfia, Qonita
Jurnal Abdimas Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 1 (2025): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jakk.v3i1.17773

Abstract

Diare adalah suatu penyakit yang ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja yang lembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi buang air besar yang lebih dari biasa, yaitu 3 kali atau lebih dalam sehari yang mungkin dapat disertai dengan muntah atau tinja yang berdarah. Tujuan Untuk mengetahui peningkatan pengetahuan tentang diare pada anak di Desa Pekon Patoman, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah dengan memberikan penyuluhan mengenai diare pada masyarakat terutama kepada ibu-ibu yang memiliki anak balita. Kegiatan pengabdian masyarakat penyuluhan diare dari Universitas Malahayati telah berhasil dilaksanakan dan melampaui target indikator keberhasilan peserta sebanyak 40 masyarakat terutama ibu-ibu yang memiliki anak balita.
Penyuluhan Masyarakat : Managemen Hemoroid Di Rumah Sakit Bintang Amin Janah, Siti Hana Muthliatul; Citra, Putri Permata; Lesmana, Danda; Yana, Deni Huda; Refyanus, Alfath
Jurnal Abdimas Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 1 (2025): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jakk.v3i1.17693

Abstract

Hemoroid adalah varikositis akibat dilatasi (pelebaran) pleksus vena hemoroidialis interna yang fisiologis, sehingga tidak begitu berbahaya. Meskipun hemoroid tidak berbahaya, akan tetapi bila pelebaran pembuluh darah vena bertambah luas, maka kita tetap perlu mencegahnya. Pencegahan dengan cara memperbanyak makan makanan yang berserat tinggi, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran segar. Selain itu juga minum air putih yang banyak (1 jam 1 gelas air putih). Dengan minum air putih yang banyak dan makan makanan yang berserat dapat mempermudah defekasi. Apabila buang air besar lancar, maka hemoroid kemungkinan besar tidak akan terjadi. Selain mengonsumsi makanan yang berserat dan banyak minum air putih, hemoroid dapat dicegah dengan cara olah raga teratur, perbanyak jalan kaki, kurangi berdiri terlalu lama dan duduk terlalu lama, serta istirahat yang cukup (Suprijono, 2009).
Penyuluhan Penyakit Tidak Menular, Hipertensi, Pada Remaja Di Universitas Ibn Khaldun Kota Bogor, Jawa Barat Husna, Ismalia; Sari, Venty Muliana; Hayati, Taureni; Azzahra, Zahwa Arsy; Pulungan, Elitha Sundari; Corlesa, Grace Joselini; Sissy, Sissy; Fatta, Akmal Nur Mohammad Falaudin; Kelana, Anestya Dikra; Azzura, Anggie Hernita; Natalia, Astrid Josephine; Aura, Lyanda; Antoni, Reyhan Heldi; Multazam, Gaza
Jurnal Abdimas Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 2 (2025): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jakk.v3i2.21377

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu Penyakit Tidak Menular atau PTM yang menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dan juga obesitas. Faktor risiko untuk perkembangan hipertensi primer diantaranya adalah riwayat keluarga, meningkatnya usia dan indeks massa tubuh, berat badan lahir rendah, serta peningkatan konsumsi natrium. Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema “Penyakit Tidak Menular pada Usia Remaja di Universitas Ibn Khaldun” dilaksanakan pada 28 Oktober 2024. Adapun peserta yang ditargetkan pada kegiatan ini meliputi mahasiswa dan mahasiswi ya ng berusia 17-25 tahun di Universitas Ibn Khaldun. Kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan tentang hipertensi yang dilakukan secara langsung dengan tahapan paparan materi oleh tim yang terdiri dari mahasiswa Prodi Sarjana Kedokteran FK Militer Unhan beserta dosen sekaligus dokter, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, dan diakhiri dengan kesimpulan. Peserta berjumlah ±800 peserta. Pada pelaksanaan terlihat peserta berperan aktif dan diharapkan para peserta dapat mengetahui langkah preventif dan dapat meningkatkan kesadaran terhadap penyakit hipertensi meskipun penyakit tersebut tidak menular.
PENYULUHAN PENCEGAHAN TERJANGKIT PENYAKIT TELINGA DAN CARA PERAWATAN PENDENGARAN DI RUMAH SAKIT BINTANG AMIN Wijaya, Bara Ade; Baguna, Khakan; Malicha, Lutfi; Susanto, Alvin Adrian; Sena, Ketut Yoeby; Andini, Senklin; Rachman, Jihan Maitsa; Wulandari, Ribka
Jurnal Abdimas Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 2 (2024): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jakk.v2i2.15107

Abstract

Telinga adalah salah satu dari panca indra. Banyak orang yang tidak tahu cara menjaga kesehatan telinga dengan benar. Padahal, kesehatan dan kebersihan telinga tidak dijaga dengan baik, dapat terjadi gangguan pada pendengaran dan keseimbangan. Penyuluhan dilakukan kepada masyarakat yang dapat di jangkau yaitu pasien, maupun keluarga pasien di lingkungan Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin. Dilakukan dengan cara pendekatan persuasif di dalam poli dan lorong ruang tunggu difasilitasi oleh dokter. Hasil di dapatkan, yaitu sejumlah masyarakat yang mendengar dan terjaring dalam proses penyuluhan ini. Penyuluhan berjalan dengan baik dan kondusif harapan kami proses ini dapat berdampak untuk masyarakat luas.