Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

The Development of P5 Interactive Module Based on Sumbawa Local Wisdom in the Implementation of Merdeka Curriculum Suryani, Erma; Nurhairunnisah
Jurnal Profesi Keguruan Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v10i2.13968

Abstract

This study aims to develop an interactive printed module based on Sumbawa local wisdom in order to support the implementation of the Merdeka Curriculum, especially in the Pancasila student profile strengthening project (P5) as an alternative teaching material for social studies teachers in remote areas of Batulante. Sumbawa local wisdom was chosen to provide culturally and contextually relevant content, thereby improving students' understanding of the teaching material. The research method used is research and development (R&D) with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). This study only uses three stages. The first stage is an analysis of the needs for teaching materials in remote areas. The second stage is the design and development of the module involving education experts and practitioners in the field. The implementation of the module was carried out in several schools in Batulante by involving social studies teachers as trial subjects. Data were collected through observation, interviews, and teacher and student satisfaction questionnaires on the module used. The results of the study indicate that this P5 interactive printed module is suitable for use by teachers in the learning process and strengthens their understanding of social studies concepts associated with local wisdom values. The results of the validation of the Material expert with a score of 89.32% in the very valid category. Furthermore, the results of the validation of the Media expert with a score of the Valid Category and the last is the validation result by the Social Studies teacher with an average score of 84.68% in the Very Valid Category. The trial by the teacher obtained an average of 95% with a very good category and the student response obtained an average of 78% with a good category. The results of the study on the description of the descriptions of the Teachers who use this module feel more helped in delivering material in accordance with the Merdeka Curriculum, especially in the context of remote areas. This module is also considered effective in bridging the limitations of technological infrastructure in the Batulante area.
PELATIHAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DENGAN POWERPOINT Ainurrahmi, Ainurrahmi; Nurhairunnisah, Nurhairunnisah; Musahrain, Musahrain; Nurjumiati, Nurjumiati; Ningsyih, Suriya
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan IPTEK menjadi salah satu peluang bagi guru untuk menggunakan media pembelajaran. Bentuk pemanfaatan IPTEK seperti penggunaanan platform atau software dalam megembangkan media pembelajaran yang menarik, salah satunya PowerPoint. Namun guru di sekolah masih memiliki hambatan dikarenakan masih kesulitan dalam memanfaat tekologi terutama dalam mengembangan sebuah media pembelajaran efektif dan inovatif. Tujuan pelatihan ini adalah (1) Guru mengetahui dan memahami fungsi dari fitur yang ada dalam PowerPoint; (2) Guru mampu mengembangkan media pembelajaran interaktif dengan PowerPoint. Subjek penelitian ini yaitu guru-guru di Sekolah Dasar Negeri Kapassari sebanyak 9 orang. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah pendekatan klasikal tatap muka secara langsung menggunakan 3 tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan refleksi. Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama 3 hari. Hasil pelatihan ini menggunakan skala liker 4 diperoleh 80% guru sudah mahir dalam mengoperasikan atau memahami fungsi dari fitur yang ada dalam PowerPoint dan guru dapat mengembangkan media pembelajaran interaktif dengan PowerPoint. Proses pelaksanaan pelatihan berjalan dengan baik, pembuatan media pembelajaran interaktif seperti menambahkan materi dikombinasi dengan hyperlink, video pembelajaran dengan menggunakan dalam PowerPoint berhasil dilakukan. Kegiatan pelatihan ini membantu guru dalam mengembangan materi yang diberikan kepada siswa dapat ditampilkan dalam bentuk yang lebih kreatif dan menarik, sehingga siswa tidak merasa bosan sehingga siswa dapat dengan mudah untuk memahami materi
PENGEMBANGAN VIDIO ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SD PADA MATA PELAJARAN IPAS Nurjumiati, Nurjumiati; Rohimat, Rohimat; Yulianci, Syahriani; Hardianingsih, Sri; Nurhairunnisah, Nurhairunnisah
Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to: (1) Test the feasibility of animated video media in improving student learning outcomes. (2) Test the practicality of animated video media in improving student learning outcomes. (3) Test the effectiveness of animated video media in improving student learning outcomes. This animated video was compiled using the ADDIE model research and development method.. The level of feasibility of the animated video was obtained from the media expert validator and the material expert validator who were analyzed and obtained the standard gain value and criteria for determining effectiveness as an increase in student learning outcomes. The results of this study are as follows: (1) Animated Video Media has been produced that is suitable for use, reviewed from the assessment of suitability by the material validator, namely 90% with the category (very suitable) and the media validator obtained a score of 84.7% (very suitable) to improve the science learning outcomes of grade IV elementary school students; (2) The practicality of animated video media with the category (very practical) with a score of 93.5; (3) the increase in the effectiveness of students' science learning through Animated Video Media is 70 with the moderate category.
Implementation of Deep and Digital Learning Approaches to Teachers of Al-Mutmainna Islamic Boarding School to Enhance Pedagogical Competence for the Implementation of the SDGS of Quality Education Arbi Batulante; Syafruddin; Nurhairunnisah; Paisatur Rahmi
Unram Journal of Community Service Vol. 6 No. 3 (2025): September
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v6i3.1167

Abstract

The goal of this PKM activity is to improve teachers' knowledge and skills in implementing deep learning and digital learning approaches. The method used in this activity is outreach, training, and mentoring for teachers at the Almutmainnah Islamic Boarding School in Leseng Village. This activity was carried out with the primary objective of enhancing teachers’ pedagogical competence so that they are able to design and implement learning in accordance with the demands of the 21st century. Through this program, teachers were not only introduced to the concept of deep learning, which emphasizes mastery of critical, creative, collaborative, and communicative skills, but also trained in the utilization of digital learning technologies that support more interactive and adaptive instruction.The implementation of this activity was divided into three main stages: preparation, implementation, and evaluation. The execution of this community service program (PKM) has successfully improved the pedagogical competence of teachers at Pondok Pesantren Al-Mutmainnah through the application of deep learning and digital learning. Based on the evaluation results, it was evident that most teachers experienced an increase in their understanding of designing deep learning-based instruction that fosters students’ critical, analytical, and creative thinking skills. In addition, teachers’ ability to operate digital learning applications (such as Canva, Quizizz, and Google Classroom) improved significantly. Teachers were also able to produce innovative digital learning products and became more confident in integrating technology into the classroom. Another achievement was the establishment of a teacher learning community, which serves as a platform for the sustainability of the program. This indicates that the PKM activity has generated positive and continuous impacts in supporting the achievement of SDG 4 (Quality Education).
Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka melalui Pelatihan Kompetensi Pedagogik Berbasis Digital pada Guru SDN 1 Penyaring Nurhairunnisah, Nurhairunnisah; Nurjumiati, Nurjumiati; Suryani, Erma
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v5i1.1241

Abstract

Kegiatan program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) bertujuan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh mitra yaitu pemahaman guru mengenai kurikulum merdeka baik dari tahap perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasi masih sangat minim atau yang disebut dengan kemampuan pedagogik. Oleh karena itu Tim PKM memberikan penguatan melalui osialisasi, pelatihan dan pendampingan kepada kelompok guru tentang bagaimana implementasi kurikulum merdeka melalui pelatihan kompetensi pedagogik guru berbasis digital. Kegiatan PKM ini dilaksanakan 3 tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Tingkat pemahaman guru diukur dari hasil nilai pretest dan postest engan menggunakan uji N-Gain. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa besar nilai N-Gain yaitu 0,66 yang terletak pada kategori sedang, hal ini menunjukkan bahwa peningkatan pemahaman kelompok guru SDN 1 Penyaring mengenai implementasi kurikulum merdeka dan asesmen pembelajaran meningkat dengan kategori sedang.  Tingkat antusias guru memenuhi indikator antusias yaitu sebesar 89% kategori tinggi yang artinya guru sangat antusias dalam mengikuti, menyimak dan memberikan tanggapan baik berupa pertanyaan atau menjawab perrtanyaa selama proses pelatihan dan pendampingan. Selama pelatihan dan pendampingan kehadiran seluruh guru berjumlah 10 guru mengikuti pelatihan dari pertemuan pertama sampai pertemuan terakhir.
Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran Berdiferensiasi Beserta Kaitannya dengan Gaya Kognitif Siswa Yahya, Fahmi; Erma Suryani; Hermansyah, Hermansyah; Nurhairunnisah, Nurhairunnisah
Galaxy: Jurnal Pendidikan MIPA dan Teknologi Vol. 1 No. 1 (2024): Galaxy: Jurnal Pendidikan MIPA dan Teknologi
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/galaxy.v1i1.142

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap siswa. Pendekatan ini memperhatikan perbedaan-perbedaan antara siswa dalam kelas, baik dari segi kemampuan, minat, bakat, maupun kebutuhan belajarnya. Pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi dapat didukung oleh pemanfaatan teknologi untuk memberikan berbagai pilihan aktivitas dan materi pembelajaran yang disesuaikan dengan gaya kognitif siswa. Kajian ini dilakukan untuk mendeskripsikan bagaimana pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran berdiferensiasi dalam kaitannya dengan gaya belajar kognitif siswa. Artikel ini juga berusaha memberikan contoh penerapan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran berdiferensiasi. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah dengan studi kepustakaan dengan mengkaji beberapa literature untuk dianalisis dan dibuat kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi alat yang potensial untuk meningkatkan pengajaran di sekolah. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran berdiferensiasi membuat proses pembelajaran dapat lebih maksimal. Teknologi memungkin guru untuk menyesuaikan pembelajaran sesuai dengan gaya kognitif siswa.
Pengembangan Modul Pembelajaran Matematika Materi Bangun Ruang Untuk Menunjang Kemandirian Belajar Siswa Nurhairunnisah, Nurhairunnisah; Lela Permata Sukma; Musahrain, Musahrain; Andi Haris
Galaxy: Jurnal Pendidikan MIPA dan Teknologi Vol. 1 No. 2 (2024): Galaxy: Jurnal Pendidikan MIPA dan Teknologi
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/galaxy.v1i2.347

Abstract

Menciptakan suasana pembelajaran yang mendorong peserta didik lebih aktif dan berdaya guna sehingga bisa mencapai tujuan yang telah ditentukan merupakan tanggung jawab pendidik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memfasilitasi hal tersebut agar suasana pembelajaran menjadi lebih kondusif yaitu yaitu penggunaan modul yang menarik dan applicable yang dapat membuat mereka merasa senang dan nyaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan modul pelajaran yang layak untuk digunakan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (R&D) dengan menggunakan model 4D dengan jumlah subjek uji coba yang digunakan pada kelompok kecil sebanyak 9 orang dan kelompok terbatas sebanyak 25 orang dan 2 orang validator yaitu validasi ahli materi dan ahli media. Hasil validasi ahli materi diperoleh skor rata-rata 3,9 dengan kategori sangat layak, ahli media 3,8 dengan kategori sangat layak dan respon siswa 3,9 dengan kategori sangat layak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran bangun ruang sisi datar matematika dapat digunakan untuk menunjang kemandirian belajar siswa.
Pelatihan Media Pembelajaran Interaktif Dengan Powerpoint Ainurrahmi, Ainurrahmi; Nurhairunnisah, Nurhairunnisah; Musahrain, Musahrain; Hansani, Kamarollah
Publikasi Pendidikan Vol 14, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v14i3.61166

Abstract

ABSTRAKKemajuan dari IPTEK menjadi salah satu peluang bagi guru untuk salah satu peluang bagi guru untuk menggunakan media pembelajaran. Bentuk pemanfaatan IPTEK seperti penggunaanan platform atau software dalam megembangkan media pembelajaran yang menarik, salah satunya PowerPoint. Namun guru di sekolah masih memiliki hambatan dikarenakan masih kesulitan dalam memanfaat tekologi terutama dalam mengembangan sebuah media pembelajaran efektif dan inovatif. Tujuan pelatihan ini adalah (1) Guru mengetahui dan memahami fungsi dari fitur yang ada dalam PowerPoint; (2) Guru mampu mengembangkan media pembelajaran interaktif dengan PowerPoint. Subjek penelitian ini yaitu guru-guru di Sekolah Dasar Negeri Kapassari sebanyak 9 orang. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah pendekatan klasikal tatap muka secara langsung menggunakan 3 tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan refleksi. Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama 3 hari. Hasil pelatihan ini menggunakan skala liker 4 diperoleh 80% guru sudah mahir dalam mengoperasikan atau memahami fungsi dari fitur yang ada dalam PowerPoint dan guru dapat mengembangkan media pembelajaran interaktif dengan PowerPoint. Proses pelaksanaan pelatihan berjalan dengan baik, pembuatan media pembelajaran interaktif seperti menambahkan materi dikombinasi dengan hyperlink, video pembelajaran dengan menggunakan dalam PowerPoint berhasil dilakukan. Kegiatan pelatihan ini membantu guru dalam mengembangan materi yang diberikan kepada siswa dapat ditampilkan dalam bentuk yang lebih kreatif dan menarik, sehingga siswa tidak merasa bosan sehingga siswa dapat dengan mudah untuk memahami materi.Kata kunci: Pelatihan, Media pembelajaran, Interaktif, PowerPoint ABSTRACTThe progress of science and technology is an opportunity for teachers to use learning media. Forms of utilizing science and technology such as using platforms or software to develop interesting learning media, one of which is PowerPoint. However, teachers in schools still have obstacles due to difficulties in utilizing technology, especially in developing effective and innovative learning media. The objectives of this training are (1) Teachers know and understand the functions of the features in PowerPoint; (2) Teachers are able to develop interactive learning media using PowerPoint. The subjects of this research were 9 teachers at the Kapassari State Elementary School. The method used in this training is a classic face-to-face approach using 3 stages, namely preparation, implementation and reflection. Training activities were carried out for 3 days. The results of this training using a liker scale of 4 showed that 80% of teachers were proficient in operating or understanding the function of the features in PowerPoint and teachers were able to develop interactive learning media with PowerPoint. The process of implementing the training went well, creating interactive learning media such as adding material combined with hyperlinks, learning videos using PowerPoint was successfully carried out. This training activity helps teachers develop the material given to students so that it can be presented in a more creative and interesting form, so that students do not feel bored so that students can easily understand the material.Keywords: Training, Instructional Media, Interactive, PowerPoint
PENDAMPINGAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS TEACHING FACTORY DI SMKN 2 SUMBAWA BESAR Haris, Andi; Nurhairunnisah, Nurhairunnisah; Ainurrahmi, Ainurrahmi
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital guru dalam mengimplementasikan media pembelajaran digital pada pembelajaran berbasis Teaching Factory di SMKN 2 Sumbawa Besar. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada masih terbatasnya pemanfaatan media pembelajaran digital yang terintegrasi dengan proses pembelajaran berbasis produksi dan standar industri, sehingga pembelajaran Teaching Factory belum berjalan secara optimal. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Learning yang dipadukan dengan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan analisis kebutuhan, pelatihan terstruktur penggunaan Quizizz dan Magic School, pendampingan implementasi di kelas dan bengkel Teaching Factory, serta evaluasi dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru dalam merancang dan menggunakan media pembelajaran digital, khususnya dalam penyusunan asesmen interaktif berbasis Quizizz dan pengembangan materi ajar digital menggunakan Magic School. Integrasi kedua media tersebut mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik, mempercepat umpan balik pembelajaran, serta memperkuat keterkaitan antara pemahaman konsep, prosedur kerja, dan standar mutu industri dalam pembelajaran Teaching Factory. Pendampingan juga mendorong perubahan praktik pembelajaran guru dari pendekatan konvensional menuju pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan berbasis kompetensi. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat implementasi Teaching Factory melalui pemanfaatan media pembelajaran digital yang terstruktur dan berkelanjutan, serta menjadi model pendampingan yang dapat direplikasi di SMK lain untuk mendukung transformasi pembelajaran vokasi berbasis digital.
Kemandirian Belajar Calon Guru Fisika Melalui Pembelajaran Berbasis LMS: Schoology Hermansyah, Hermansyah; Yahya, Fahmi; Fitriyanto, Syarif; Musahrain, Musahrain; Nurhairunnisah, Nurhairunnisah
Indonesian Journal of STEM Education Vol. 2 No. 1 (2020): Edisi Januari-Juni 2020
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Face-to-face learning cannot currently be carried out as usual because of the Covid-19 pandemic. The learning process carried out at home is one way to break the chain of the spread of Covid-19. It is very demanding independence of learning from prospective physics teachers. Use of online media based on the Learning Management System (LMS): Schoology is now very necessary to keep the learning process. This study aims to determine the level of learning independence of prospective physics teachers amid the widespread spread of Covid-19 through the application of LMS-based learning: Schoology. This descriptive qualitative research was conducted on prospective physics teachers in the physics education program at Universitas Samawa, Sumbawa Besar. Respondents from this study were 15 people selected by saturated sampling techniques. The instrument in this study used a questionnaire with a Likert scale of 20 statement items as the main data of learning independence of the prospective physics teacher. The results showed that the level of self-directed learning of physics teacher candidates on Universitas Samawa amid the Covid-19 pandemic was in the very high category through the application of LMS: Schoology in learning.