Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kepatuhan Konsumsi Obat Antidiabetes Oral pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Kabupaten Jombang Nenny Triastuti; Detty Nur Irawati; Yelvi Levani; Rizky Dwi Lestari
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 2, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.2.1.2020.27-37

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronik yang membutuhkan pengobatan jangka panjang seperti obat antidiabetes oral. Tingkat kepatuhan pasien dalam pengobatan dapat mempengaruhi kondisi penyakit. Tingkat kepatuhan pengobatan yang baik pada pasien DM akan mengurangi terjadinya risiko komplikasi seperti penyakit kardiovaskuler, nefropati, retinopati, neuropati dan ulkus pedis. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui serta menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat kepatuhan konsumsi obat antidiabetes oral pada pasien diabetes melitus tipe 2 di poli penyakit dalam RSUD Kabupaten Jombang.Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Poli Penyakit Dalam RSUD Kabupaten Jombang dari bulan November hingga bulan Desember 2019. Sampel dari penelitian ini adalah pasien DM tipe 2 yang telah mendapatkan terapi obat antidiabetes oral di Poli Penyakit Dalam RSUD Kabupaten Jombang serta memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian berupa kuisioner. Analisis data bivariate menggunakan uji chisquare dengan menggunakan SPSS. Pengaruh dianggap signifikan bila p < 0,05.Hasil: Sebanyak 73 pasien FM berpartisipasi dalam penelitian ini. Sebagian besar pasien DM memiliki tingkat kepatuhan yang rendah (78,1%). Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap ketidakpatuhan pasien pada pengobatan diantaranya adalah tingkat pengetahuan (p=0,000), motivasi pasien (p=0,011) dan sikap pasien (p=0,041). Sedangkan jenis kelamin (p=0,546) dan lama menderita diabetes (p=0,308) tidak berpengaruh terhadap tingkat kepatuhan dalam pengobatan DM.Kesimpulan: Dari penelitian ini didapatkan tingkat kepatuhan pasien DM dalam pengobatan antidiabetes oral masih kurang. Faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kepatuhan pengobatan adalah pengetahuan, motivasi, sikap. Sedangkan faktor yang tidak berpengaruh dengan tingkat kepatuhan pengobatan adalah jenis kelamin dan lama menderita diabetes melitus (DM). Diharapkan dengan upaya meningkatkan pengetahuan, motivasi dan sikap pasien diabetes melitus (DM) maka dapat meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan oral antidiabates jangka panjang.
Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Kepatuhan Berobat Penderita TB Paru di Wilayah Kabupaten Lamongan pada Januari 2016 – Desember 2018 Sholihul Absor; Annisa Nurida; Yelvi Levani; Wichda Shirosa Nerly
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 2, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.2.2.2020.80-87

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Indonesia menduduki peringkat ke-3 jumlah penderita Tuberkulosis (TB) terbanyak di dunia, serta angka kematian TB setiap tahunnya sekitar 20% dari jumlah penderita TB baru. Pengobatan pada TB paru rentan untuk terjadi putus berobat (drop out) yang bisa disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kepatuhan dalam berobat.  Ketidakpatuhan terhadap pengobatan dapat disebabkan oleh berbagai faktor meliputi faktor predisposisi (Usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan pekerjaan), faktor pendorong (efek dari OAT), dan faktor penguat (dukungan keluarga, petugas kesehatan dan pelayanan kesehatan).Tujuan: Studi ini dilakukan untuk mengetahui adanya hubungan antara tingkat pendidikan dengan kepatuhan berobat penderita TB paru di Wilayah Kabupaten Lamongan.Metode: Studi ini menggunakan desain cross sectional dengan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling pada 55 pasien TB paru drop out serta 55 pasien TB paru sembuh dari tahun 2016-2018  di Wilayah Kabupaten Lamongan. Pengambilan data menggunakan rekam medis dari Dinas Kesehatan.Hasil: Hasil uji statistik menggunakan Koefisien Kontingensi terhadap hubungan tingkat pendidikan dan kepatuhan berobat pada pasien TB menunjukkan nilai yang signifikan p: 0,026 (p<0,05)Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pendidikan dengan kepatuhan berobat penderita TB paru.Kata Kunci : Tuberkulosis paru, Tingkat pendidikan, Kepatuhan berobat Abstract: Background: Indonesia ranks 3rd in the number of tuberculosis (TB) cases in the world, and the annual TB mortality rate is around 20% of the number of new TB cases. Treatment of pulmonary TB is prone to drop out, which can be caused by several factors, one of which is adherence to treatment. Non-adherence to treatment can be caused by various factors, including predisposing factors (age, gender, education level, and occupation), driving factors (effects of OAT), and reinforcing factors (family support, health workers and health services).Aim: This study was conducted to determine the relationship between education level and compliance with pulmonary tuberculosis treatment in Lamongan Regency.Methods: This study used a cross sectional design with a simple random sampling technique of 55 pulmonary TB patients dropping out and 55 pulmonary TB patients recovering from 2016-2018 in Lamongan Regency. Retrieving data using medical records from the Health Office.Results: The results of statistical tests using the Contingency Coefficient on the relationship between education level and treatment compliance in TB patients showed a significant value of p: 0.026 (p <0.05).Conclusion: The results of this study indicate a relationship between the level of education and adherence to treatment of pulmonary TB patients.
Hubungan Faktor Pelayanan Internal Kefarmasian Dengan Tingkat Kepuasan Orangtua Pasien Di Rumah Sakit Aisyiyah Siti Fatimah TJATUR PRIJAMBODO; MUSA GHUFRON; YELVI LEVANI; SISKA MAWADDATUNNADILA
HANG TUAH MEDICAL JOURNAL Vol 18 No 2 (2021): Hang Tuah Medical Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Background: Adequate health and well-being is a human right that has been recognized throughout the world. Indonesia has agreed to this as evidenced by the existence of Law No.36 of 2009. Hospital is one of the public health services that has pharmaceutical installation facilities, outpatient care, and so on. Objective: To determine the characteristics of pediatric specialist clinic patients and to determine the relationship between internal pharmaceutical service factors and the satisfaction level of pediatric specialist clinic patients at Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan Hospital. Methods: This study is a descriptive analytic study with a cross sectional approach. The technique used is total sampling. The sample size was taken from all parents of pediatric specialist clinic patients who took medicine at the Pharmacy Installation at Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan Hospital and met the inclusion criteria. The instrument used was satisfaction questionnaire that was collected from November to December 2019. The data obtained in this study were analyzed using the Chi Square method. Results: Based on the Chi Square test between Human Resources, Medicine, and Process, it shows p> 0.05, so there is no significant correlation between these variables and patient satisfaction. The results of the Chi Square test between the facilities and infrastructure variables showed p <0.05, which means that there is a significant correlation between the variable facilities and infrastructure for the pharmaceutical installation of Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan Hospital and patient satisfaction. Conclusion: Internal service factor of pharmacy that has influence is infrastructure, while other factors in the form of human resources and processes have no relationship
Hubungan Tingkat Depresi Dengan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pada Pasien Lansia Di Layanan Rawat Jalan Puskesmas Turi Lamongan Yustika Izziyatu Anindita; Era Catur Prasetya; Yelvi Levani
Journal of Islamic Medicine Vol 6, No 2 (2022): JOURNAL OF ISLAMIC MEDICINE EDISI SEPTEMBER 2022
Publisher : Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jim.v6i2.17442

Abstract

Background: Depression is a mental health disorder that could affect to geriatric. There are several factors that can affect depression such as age, gender, occupation, caregiver status, and chronic disease. Puskesmas as primary health facilities should be the first line for the community to get comprehensive health services both in terms of physical and mental health. Objective: This study aims to determine the description of depression in elderly patients in outpatient services at the Turi Lamongan Health Center, along with what factors influence it. Methods: This study is a descriptive analytic study with a cross sectional design, with 65 elderly patients in the outpatient health center as the subject. The data was collected by interviewing using the GDS (Geriatric Depression Scale) questionnaire, demographic data and secondary data from the Puskesmas Turi Lamongan medical records on February until March 2022. Data were analyzed using Chi-Square and Fisher's Exact tests using SPSS. Results: Depression level description: 61.5% normal, 36.9% mild, 1.5% moderate, 0% severe. There is a relationship between gender, caregiver status and metabolic disease with depression. There is no relationship between depression with age and gender. Conclusion: There is a relationship between the level of depression with several factors such as gender, caregiver status and metabolic disease in elderly patients in outpatient services at the Turi Lamongan Health CenterKeyword : Depression, Geriatry, Health care facilities, Factors Outpatient Clinic
Hubungan Pola Konsumsi Kopi dengan Kejadian Sindroma Dispepsia pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Yelvi Levani; Sofia Lailia; Detti Nur Irawati; Nafisah Nur&#039;aini
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 4, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.4.2.2022.98-104

Abstract

Latar Belakang: Sindroma dispepsia merupakan kumpulan gejala atau sindrom yang ditandai dengan rasa tidak nyaman, nyeri pada epigastrium, rasa cepat penuh, mual dan muntah. Salah satu faktor pencetus sindroma dispepsia adalah minuman iritan seperti kopi. Pada kopi mengandung zat kafein dan chlorogenic acid yang dapat meningkatkan sekresi asam lambung sehingga memicu hipersensitivitas dan gangguan motilitas gastroduodenal. Mahasiswa Fakultas Kedokteran umumnya mengkonsumsi kopi supaya bisa belajar sampai larut malam. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola konsumsi kopi dengan kejadian Sindroma Dispepsia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan simple random sampling. Sampel mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya Angkatan 2018 – 2021. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner untuk menilai pola konsumsi kopi dan kuesioner PADYQ untuk mengetahui kejadian sindroma dispepsia. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Pearson.Hasil: Dari 118 mahasiswa, hasil analisis hubungan pola konsumsi kopi dan kejadian sindroma dispepsia dengan menggunakan uji Pearson menunjukkan nilai p = 0.00, r:0.323.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola konsumsi kopi dengan kejadian sindroma dyspepsia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Pemberian Terapi Vitamin C pada COVID-19 Mohammad hasan; Yelvi Levani; Afrita Amalia Laitupa; Nenny Triastuti
JURNAL PANDU HUSADA Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v2i2.5754

Abstract

Abstrak: Vitamin C merupakan salah satu nutrisi yang tidak bisa disintesis oleh manusia. Fungsi Vitamin C dalam tubuh sangat banyak, salah satunya sebagai antioksidan dan efek pada sistem imun. Vitamin C terbukti dapat melawan virus karena sebagai imunomodulasi, sehingga dapat meningkatkan produksi interferon dan mengatur sintesis sitokin proinflamasi. Vitamin C berhasil mencegah dan mengurangi pasien ICU pada ISPA. Vitamin C juga mepercepat kesembuhan pada penyakit flu. Pemberian terapi vitamin C diharapkan membantu dalam menurunkan morbiditas dan mortalitas pada COVID-19. Vitamin C pada tubuh pasien COVID-19 juga menurun, sehingga sangat dibutuhkan terapi vitamin C. Vitamin C dapat sebagai imunosupresan yang akan menghambat cytokin storm pada pasien COVID-19. Vitamin C dalam pasien yang terinfeksi virus dapat menghambat ROS. Pemberian vitamin C dengan dosis tinggi dapat membantu penyembuhan dalam dengan sepsis. Dokter di China melaporkan 50 pasien COVID-19 dengan pemberian vitamin C berhasil sembuh. Hal ini dapat membuktikan vitamin C dapat dijadikan terapi pada pasien COVID-19. Tujuan pembuatan literature review ini untuk mengatahui efektivitas vitamin C pada pasien COVID-19.Kata kunci: Vitamin C, Terapi, COVID-19Abstract: Vitamin C is one of the nutrition that cannot be synthesized by human. There are so many function of Vitamin C for our body, one of them is become an antioxidant and affects immune system. Vitamin C has been proofed can against virus as immunomodulation, so that can increase the production of interferon and arrange the synthesis of proinflammatory cytokines. Vitamin C is succeeded in preventing and reducing ISPA patient from ICU. It also fasten the flu disease recovery. The Vitamin C therapy administration is expected can help decreasing morbidity and mortality of COVID-19 patient. The amount of Vitamin C in patient's body is also decreasing. For the reason, the Vitamin C therapy is needed. Vitamin C can also be immunosuppressants than will inhibit cytokin storm of COVID-19's patient. The Vitamin C present's in COVID-19's patient body is to inhibit ROS. The high dose of Vitamin C administration can help the inside recovery by sepsis. Some
Kegiatan Focus Group Discussion Dan Evaluasi Tingkat Pengetahuan Mengenai Penyakit HIV (Human Immunodeficiency Virus) Lintas Negara Yelvi Levani
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v4i2.15926

Abstract

Human immunodeficiency virus (HIV) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang menargetkan sistem kekebalan dan melemahkan pertahanan tubuh manusia. Akibatnya penderita HIV rentan terhadap banyak infeksi dan beberapa jenis kanker yang dapat dilawan dengan lebih mudah oleh orang dengan sistem kekebalan yang sehat. Saat virus menghancurkan dan merusak fungsi sel kekebalan, penderita HIV secara bertahap akan mengalami imunodefisiensi. HIV merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah global. Stigma negatif masih sering melekat pada penderita HIV. Salah satu upaya untuk mengurangi stigma negatif pada penderita HIV adalah dengan memberikan focus group discussion kesehatan. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini, dilakukan kegiatan focus group discussion kesehatan secara daring melalui media MS Teams. Peserta focus group discussion ini terdiri dari 6 orang peserta dari beberapa Negara diantaranya adalah Taiwan, Nigeria, Myanmar dan Indonesia. Selain melakukan focus group discussion, evaluasi tingkat pengetahuan mengenai HIV dari peserta juga dilaksanakan. Evaluasi tersebut dilakukan dengan menggunakan kuesioner HIV-KQ-18 yang berisi 18 pertanyaan mengenai penularan virus HIV. Rata-rata tingkat pengetahuan adalah 80.4% dan SD 4.713. Sehingga peserta yang memiliki tingkat pengetahuan baik sebesar 16.7%, peserta yang memiliki tingkat pengetahuan sedang sebesar 66.4% dan peserta yang memiliki tingkat pengetahuan kurang sebesar 16.7%. Oleh karena itu, masih diperlukan peningkatan tingkat pengetahuan. Dengan tingkat pengetahuan dan pemahaman yang baik, terutama mengenai transmisi HIV, diharapkan stigma negatif terhadap penderita HIV dapat berkurang.Kata Kunci: HIV, focus group discussion, stigma 
The management of post-stroke pain Nina Devi Indrawati; Laily Irfana; Yelvi Levani
Qanun Medika - Jurnal Kedokteran FK UMSurabaya Vol 8 No 01 (2024): Qanun Medika Vol 08 No 01 January 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jqm.v8i01.18969

Abstract

Stroke is a metabolic illness that causes significant impairment in the working-age population. Disability develops due to the consequences of neurological deficiencies and the failure of the medical rehabilitation process. Post-stroke pain is one of the causes of this failure. In a post-stroke patient, pain is an unpleasant physical and emotional experience. In contrast, range of motion barriers might cause the medical rehabilitation procedure to fail. This paper aims to review the various methods of post-stroke pain management that can be used as an alternative therapy that helps post-stroke patients' rehabilitation. The PubMed database was used to search for different kinds of literature. The study includes clinical studies, pilot studies, and randomized control trials published between January 2015 and June 2023. The authors omit several publications to ensure that the final selection of papers includes only the most relevant and reputable sources of information on post-stroke pain, post-stroke pain management, and pain as a measure of outcome. There are 28 publications to be reviewed. The most prevalent cause of post-stroke pain was hemiplegic shoulder pain in numerous studies that have an impact on the post-stroke recovery process. In conclusion, the options for post-stroke therapy range from conservative rehabilitation to interventional therapy. Several innovative experimental rehabilitation treatment approaches have been studied. However, the findings do not outperform conventional rehabilitation treatment.
Prevalence And Pattern Sensitivity Multidrug Antibiotics Resistant Pseudomonas aeruginosa in the High Care Unit at Dr. Soetomo General Academic Hospital Period 2022-2023 Ratna Kusumawati; Eko Budi Koendhori; Ni Made Mertaniasih; Irfan Arif Ikhwani; Dimas Firman Hidayat; Yelvi Levani; Ayu Lidya Paramitha
Qanun Medika - Jurnal Kedokteran FK UMSurabaya Vol 8 No 02 (2024): Qanun Medika Vol 08 No 02 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jqm.v8i02.22152

Abstract

The prevalence of Multidrug antibiotic-resistant Pseudomonas aeruginosa (MDRPA) has been increasing during the decade And has become attention in hospital patients. This retrospective descriptive descriptive aimed to determine the prevalence of MDRPA and its sensitivity patterns. Data were taken from results of bacterial culture and antibiotic resistance tests from various clinical specimens from patients at Dr. Soetomo General Academic Hospital throughout 2022-2023. The resistance test was carried out using a Vitek 2 compact instrument. MDRPA is defined as Pseudomonas aeruginosa that is not sensitive to three or more of the following classes of antibiotics: meropenem or imipenem, ciprofloxacin, gentamicin or amikacin, ceftazidime or cefepime, and piperacillin/ tazobactam. The prevalence of MDRPA was 57.0%. MDRPA isolates were also the most common origin from the burn unit and HCU A (high care unit A), mostly from pus specimens and sputum. Pseudomonas aeruginosa sensitivity was best with piperacillin/tazobactam (55.5%), meropenem (54.8%), amikacin (47.5%), gentamicin (46.5%), cefepime (46.3%), ceftazidime (45.0%), ciprofloxacin (44.7%) and aztreonam (43.2%). The sensitivity of MDRPA to antibiotics is much lower than that of Pseudomonas aeruginosa. This study showed high number of MDRPA specifically in Surabaya and the pattern sensitivity of Pseudomonas aeruginosa can become guidelines in choosing antibiotics treatment for patients.
PENGGUNAAN PENANDA BIOLOGIS ANGIOGENIK RASIO s-Flt1 DAN PIGF SEBAGAI PREDIKTOR PREEKLAMSIA Levani, Yelvi
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2019): FEBRUARY
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mhsj.v3i1.920

Abstract

Preeclampsia is a leading cause of maternal death worldwide. Preeclampsia involves multi-organ and characterized by hypertension and proteinuria. One of the hypothesis pathogenesisin preeclampsia is placental insufficiency. Its causing imbalance between angiogenic and antiangiogenic factors in maternal circulation. This imbalance factors are responsible for systemic vasoconstriction. However, until now, there is no predictor for preeclampsiain high risk pregnancy. Therefore, this review briefly describes the recent studies about utility of biologic angiogenesis marker, such as s-Flt1 and PIGF as predictor in preeclampsia
Co-Authors Afrita Amalia Laitupa Aldo Dwi Prastya Aldo Dwi Prastya Aldo Dwi Prastya Annisa Nurida Aryantara, Arif Rachman Astri Dewayani Ayu Lidya Paramita Ayu Lidya Paramitha Batsaikhan Saruuljavkhlan Clevia Revi Maretha Mahendrani Dede Nasrullah Detti Nur Irawati Detty Irawaty Detty Nur Irawati Detty Nur Irawati Dewi Pratiwi Dimas Firman Hidayat Dwi ariningtyas, Ninuk Dza’wan Maula Iwanatud Diana Eko Budi Koendhori, Eko Budi Enik Srihartati Era Catur Prasetya Faidah, Salsabila Gina Noor Djalilah HAKAM, MUHAMAD THORIQ Herlambang, Krisna Pramudita Putra Hidayat, Dimas Firman Ibrahimiyah, Nur Aisah Ikhwani, Irfan Arif Indra Alfaray, Ricky Indrawati, Nina Devi Irfan Arif Ikhwani Kamal Musthofa Kartika Afrida Fauzia Kartika Prahasanti Kusuma Dewi, Anindya Zalfaa Laily Irfana, Laily M. Dikman, Irmawati M. Thoriq Hakam Marlina, Uning Maya Rahmayanti Maya Rahmayanti Mochtar, Nur Mujadidah Mohammad hasan Mohammad Subkhan Muhamad Reza Utama Muhammad Anas Muhammad Anas Musa Ghufron Nafisah Nur&#039;aini Nenny Triastuti Ni Made Mertaniasih Nilam Sari Nilam Sari Nina Devi Indrawati Nova Primadina Nur Aisah Ibrahimiyah Nur Hidayatullah Romadhon Nur Mujaddidah Mochtar Nur Mujadidah Mochtar Nurma Yuliyanasari, Nurma Nurmansyah, Yusuf Paramitha, Ayu Lidya Prastya, Aldo Dwi Pratama A., Ronald Rachma, Ulfie Aulia Rahmat Sayyid Zharfan Ramadhani, Safira Nur Ratna Kusumawati Ratna Kusumawati Rezkitha, Yudith Annisa Rizky Dwi Lestari Satriya Manggala Liastra Sholihul Absor Siska Mawaddatunnadila Soedarsono Soedarsono Sofia Lailia Solikah, Amanat Syakroni, Moch. TARUNA, DODY TJATUR PRIJAMBODO Urrachman, Salsabillah Kemangi Utama, M. Reza Wichda Shirosa Nerly Wikananda, Naza Naratama Yuli Wahyu Rahmawati, Yuli Wahyu Yustika Izziyatu Anindita Yustika Izziyatu Anindita Zulfikri Firmansyah Prayitno Utomo