p-Index From 2021 - 2026
11.069
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

PENDEKATAN KOMUNIKATIF GURU SOSIOLOGI SEBAGAI STRATEGI PENCEGAHAN KENAKALAN REMAJA DI MAN 2 KOTA SERANG Fikri Rachmadi, Maulana; Afrizal, Stevany; Tesniyadi, Dema
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 1 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i1.2026.293-300

Abstract

Penelitian ini berfokus pada Pendekatan Komunikatif Guru Sebagai Strategi Pencegahan Kenakalan Remaja di MAN 2 Kota Serang. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas pendekatan komunikatif guru serta strategi sekolah untuk pencegahan kenakalan remaja di MAN 2 Kota Serang.Jenis penelitian ini merupakan studi kasus yang bersifat kualitatif. Data-data diperoleh lewat serangkaian kegiatan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data tersebut kemudian diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Adapun teknik analisisnya mengadopsi model Miles Huberman, dimulai dari pengumpulan, pereduksian, dan penyajian data, yang diakhiri dengan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan adalah teori pendekatan komunikatif yang dicetuskan Jurgen Habermas. Informan penelitian ini yaitu Guru yang mengajar di MAN 2 serta siswa yang melakukan kenakalan dan tidak melakukan kenakalan.berdasarkan temuan lapangan yang didapatkan peneliti menunjukkan bahwa pendekatan komunikatif guru jika dilakukan dengan benar memiliki dampak yang cukup besar sebagai strategi pencegahan kenakalan remaja yang bisa terjadi di lingkungan pendidikan. Dengan pendekatan komunikasi guru dapat tau faktor penyebab siswa tersebut melakukan kenakalan remaja, dan dapat memberikan nasihat supaya pelanggar menjadi pribadi lebih baik. Hal tersebut terlihat pada proses pencatatan dan pemberian sanksi sebagai bentuk kepedulian Karna dilakukan dengan pendekatan komunikasi sehingga pernyataan yang ingin disampaikan terlaksana dengan baik. Dengan adanya pendekatan komunikasi guru dapat membantu untuk memahami dan menjelaskan dampak kenakalan remaja. Hal ini menurut Jurgen Habermas disebut pendekatan komunikasi
MODAL SOSIAL ORANG TUA TUNGGAL DALAM PEMENUHAN PENDIDIKAN FORMAL ANAK Agustin, Windi; Widiansyah, Subhan; Afrizal, Stevany
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 1 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i1.2026.364-369

Abstract

Penelitian ini didasarkan oleh adanya fenomena meningkatnya fenomena Orang Tua tunggal akibat dari pernikahan muda. Dengan adanya pernikahan muda dan ketidaksiapan ekonomi, orang tua tunggal memikul tanggung jawab dan beban yang sangat besar dan berperan dalam memikul peran ganda dalam keluarga. Di tengah keterbatasan ekonomi para orang tua tunggal dan stigma dari masyarakat Lingkungan Sambidongko yang tidak menganggap penting pendidikan ini, orang tua tunggal dituntut untuk tetap memenuhi kebutuhan pendidikan formal anak sebagai investasi bagi masa depan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis serta mendeskripsikan modal sosial yang dimiliki oleh orang tua tunggal dalam mendukung pemenuhan pendidikan formal anak di lingkungan Sambidongko Kelurahan Cikerai menggunakan analisis teori modal sosial dari Robert D. Putnam yang menitikberatkan pada tiga unsur utama yakni: Jaringan sosial (Social networks), Norma sosial (Norms)dan kepercayaan (Trust).  Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni kualitatid dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial berfungsi sebagai aset non-material yang menggantikan keterbatasan finansial. Jaringan sosial memberikan dukungan emosional dari keluarga (bonding), informasi dari tetangga (bridging), serta akses bantuan pemerintah melalui RT/RW (linking). Norma sosial berupa gotong royong memperkuat solidaritas masyarakat, sementara kepercayaan (trust) memperlancar komunikasi dengan sekolah dan tokoh masyarakat. Kesimpulannya, modal sosial yang kuat menjadi strategi adaptif yang krusial bagi orang tua tunggal untuk menjamin keberlangsungan pendidikan anak secara stabil dan berkelanjutan.
Implementasi Reward dan Punishment Mata Pelajaran Sosiologi dalam Membentuk Kedisiplinan Peserta Didik di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Serang Putri, Dea Pebriani; Kuntari, Septi; Afrizal, Stevany
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.12239

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kurangnya kedisiplinan peserta didik dalam pembelajaran sosiologi menyebabkan rendahnya konsentrasi belajar dan pemahaman materi, yang pada akhirnya menimbulkan kecemasan saat ujian serta menjadi hambatan dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi reward dan punishment dalam pembelajaran Sosiologi berperan dalam membentuk kedisiplinan peserta didik kelas XI IPS di MAN 2 Kota Serang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui tiga tahapan, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reward yang diberikan guru, seperti pujian atau nilai tambahan, mendorong peserta didik untuk mengulangi perilaku positif, meskipun bagi sebagian peserta didik bentuk reward yang monoton dianggap kurang bermakna. Punishment berupa teguran terbukti efektif bagi sebagian peserta didik dalam menimbulkan rasa jera, namun pada kasus lain dianggap sekadar peringatan biasa sehingga tidak menimbulkan perubahan perilaku yang signifikan. Selain itu, intensitas pemberian reward maupun punishment yang terlalu sering membuat sebagian peserta didik merasa jenuh, sehingga kebermaknaannya berkurang. Temuan ini sejalan dengan proposisi sukses, nilai, dan deprivasi-satiasi dari Homans, yang menegaskan bahwa keberulangan perilaku sangat dipengaruhi oleh manfaat, persepsi nilai, dan variasi stimulus yang diterima peserta didik.
Implementasi Reward dan Punishment Mata Pelajaran Sosiologi dalam Membentuk Kedisiplinan Peserta Didik di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Serang Putri, Dea Pebriani; Kuntari, Septi; Afrizal, Stevany
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.12239

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kurangnya kedisiplinan peserta didik dalam pembelajaran sosiologi menyebabkan rendahnya konsentrasi belajar dan pemahaman materi, yang pada akhirnya menimbulkan kecemasan saat ujian serta menjadi hambatan dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi reward dan punishment dalam pembelajaran Sosiologi berperan dalam membentuk kedisiplinan peserta didik kelas XI IPS di MAN 2 Kota Serang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui tiga tahapan, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reward yang diberikan guru, seperti pujian atau nilai tambahan, mendorong peserta didik untuk mengulangi perilaku positif, meskipun bagi sebagian peserta didik bentuk reward yang monoton dianggap kurang bermakna. Punishment berupa teguran terbukti efektif bagi sebagian peserta didik dalam menimbulkan rasa jera, namun pada kasus lain dianggap sekadar peringatan biasa sehingga tidak menimbulkan perubahan perilaku yang signifikan. Selain itu, intensitas pemberian reward maupun punishment yang terlalu sering membuat sebagian peserta didik merasa jenuh, sehingga kebermaknaannya berkurang. Temuan ini sejalan dengan proposisi sukses, nilai, dan deprivasi-satiasi dari Homans, yang menegaskan bahwa keberulangan perilaku sangat dipengaruhi oleh manfaat, persepsi nilai, dan variasi stimulus yang diterima peserta didik.
Pertukaran Sosial Pengguna dan Penyedia Jasa Bank Emok di Masyarakat Perkotaan Septiana, Deta; Haryono, Haryono; Afrizal, Stevany
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36966

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya hubungan pertukaran sosial antara pengguna dan penyedia jasa Bank Emok di Desa Anyar yang awalnya bersifat ekonomi dan kemudian menjadi lebih personal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pertukaran sosial yang terbentuk antara kedua pihak. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan observasi nonpartisipan. Analisis dilakukan menggunakan teori pertukaran sosial George C. Homans, dengan menitikberatkan pada proposisi stimulus, kejenuhan–kerugian, dan rasionalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan yang terjalin bersifat berkelanjutan, mencakup hubungan profesional dan personal. Hubungan tersebut didasarkan pada pertimbangan imbalan dan pengorbanan, seperti kemudahan akses pinjaman, dukungan sosial, perluasan jejaring, dan keuntungan ekonomi. Disimpulkan bahwa interaksi yang terjadi mencerminkan prinsip pertukaran sosial yang rasional dan berorientasi pada keuntungan timbal balik.
Relasi Patron-Klien Dalam Transaksi Utang Piutang Pada Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia Sabrina Mustika Putri; Haryono; Stevany Afrizal
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 32 No. 1 (2026): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v32i1.3129

Abstract

Penelitian ini menganalisis relasi patron-klien antara Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) sebagai patron dan anggota di Kampung Curugsawer, Pandeglang, sebagai klien dalam praktik transaksi utang piutang. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis teori James C. Scott, penelitian menggali bentuk dan pola hubungan tersebut melalui wawancara mendalam. Temuan penelitian menegaskan bahwa model “Bank Emok syariah” Kopsyah BMI mampu memadukan nilai-nilai tolong-menolong dalam Islam dengan pola relasi kelembagaan yang bersifat hierarkis dan asimetris, sehingga membuka akses layanan keuangan yang berorientasi pada empati dan keberpihakan sosial bagi kelompok masyarakat yang selama ini terpinggirkan dari sistem keuangan formal. Akan tetapi, relasi tersebut mengandung konsekuensi ganda, karena di satu sisi memberikan perlindungan dan rasa aman, namun di sisi lain cenderung melanggengkan ketergantungan struktural yang berpotensi membatasi kemandirian dan otonomi ekonomi anggota dalam jangka panjang.
Catcalling sebagai Praktik Kontrol Sosial Maskulin di Ruang Publik Kampus: Studi Fenomenologi pada Mahasiswi FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Damayanti, Talitha; Afrizal, Stevany; Saryono, Saryono
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 6 No. 1 (2026): Transformasi Nilai Kewargaan, Karakter, dan Praktik Sosial dalam Dinamika Pendi
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jcv.v6i1.2806

Abstract

FFenomena catcalling merupakan bentuk pelecehan verbal di ruang publik yang sering menargetkan perempuan sebagai objek interaksi seksual yang tidak diinginkan. Meskipun kerap dianggap sebagai candaan, praktik ini memiliki implikasi sosial dan psikologis bagi perempuan yang mengalaminya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis catcalling sebagai bentuk kontrol sosial maskulin di ruang publik kampus serta memahami pengalaman mahasiswi yang mengalaminya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi terhadap enam mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang pernah mengalami catcalling di sekitar kampus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa catcalling muncul dalam bentuk siulan, panggilan bernada menggoda, serta komentar terhadap penampilan fisik yang merefleksikan objektifikasi tubuh perempuan dan relasi kuasa gender di ruang publik. Pengalaman tersebut menimbulkan rasa tidak nyaman dan mendorong mahasiswi mengembangkan strategi adaptasi ketika berada di ruang publik. Temuan ini memperluas pemahaman mengenai catcalling sebagai praktik sosial yang mereproduksi dominasi maskulin serta memiliki implikasi bagi pengembangan Pendidikan Sosiologi dan Pendidikan Kewarganegaraan.
Analisis Kesetaraan Gender pada Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Nafisah, Nada; Afrizal, Stevany
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7995

Abstract

Kesetaraan gender merupakan isu penting dalam pendidikan tinggi karena berkaitan dengan keadilan, partisipasi, serta pembentukan kesadaran kritis mahasiswa sebagai agen perubahan sosial. Lingkungan kampus diharapkan menjadi ruang yang inklusif dan bebas dari diskriminasi, sehingga setiap individu memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan potensi akademik maupun sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman, sikap, dan praktik kesetaraan gender pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap mahasiswa yang dipilih secara purposive, dengan mempertimbangkan keterlibatan mereka dalam aktivitas akademik maupun organisasi kemahasiswaan. Teknik analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola pemahaman dan praktik kesetaraan gender di lingkungan kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kognitif, mahasiswa memiliki pemahaman yang cukup baik terkait konsep gender. Mereka mampu membedakan antara seks sebagai aspek biologis dan gender sebagai konstruksi sosial yang dibentuk oleh budaya dan lingkungan. Namun demikian, dalam praktik sehari-hari, khususnya dalam kegiatan organisasi dan interaksi akademik, masih ditemukan adanya bias gender yang bersifat kultural. Bias tersebut tercermin dalam stereotip peran, pembagian tugas berdasarkan jenis kelamin, serta kecenderungan penempatan posisi tertentu yang belum sepenuhnya setara. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pemahaman teoretis dan implementasi nyata kesetaraan gender di lingkungan kampus. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih sistematis melalui pendidikan, kebijakan, dan budaya organisasi untuk mendorong praktik kesetaraan gender yang lebih inklusif dan berkelanjutan di perguruan tinggi.
Ketiadaan Figur Ayah Dalam Pembentukan Kepercayaan Diri Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Untirta Indah Sastia Putri; Stevany Afrizal
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5178

Abstract

ABSTRAK Fenomena ketiadaan figur ayah merupakan masalah sosial yang semakin banyak dialami oleh mahasiswa dan berpotensi mempengaruhi proses pembentukan diri. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran ketiadaan figur ayah dalam proses pembentukan kepercayaan diri mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan dokumentasi mahasiswa yang mengalami ketiadaan figur ayah akibat kematian, perceraian, atau ketidakhadiran emosional. Analisis data dilakukan secara tematik menggunakan teori Interaksionisme Simbolik sebagai kerangka analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiadaan figur ayah ditafsirkan secara beragam oleh mahasiswa, mulai dari pengalaman kehilangan emosional, kekosongan identitas, hingga keinginan untuk lebih mandiri. Ketiadaan figur ayah tidak secara langsung menyebabkan mahasiswa kehilangan kepercayaan diri, tetapi kondisi ini tetap berperan sebagai salah satu faktor pemicu munculnya keraguan diri, serta dimediasi oleh kehadiran figur-figur penting seperti ibu, kakek, saudara perempuan, dan teman sebaya yang memberikan dukungan sosial dan validasi. Selain itu, lingkungan kampus bertindak sebagai arena sosialisasi sekunder yang mendukung rekonstruksi identitas dan memperkuat kepercayaan diri mahasiswa.
Interpretasi Masyarakat Lingkungan Ciwaru Masjid Terhadap Kehidupan Mahasiswa Kos FKIP Untirta Masni, Rani; Subhan Widiansyah; Stevany Afrizal; Rizki Setiawan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5422

Abstract

Kehadiran mahasiswa kos di lingkungan sekitar kampus menimbulkan dinamika sosial yang memengaruhi cara pandang masyarakat terhadap kehidupan mahasiswa. Di Lingkungan Ciwaru Masjid RT 02 RW 08, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa hidup berdampingan dengan masyarakat yang masih kuat memegang norma sosial setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interpretasi masyarakat terhadap kehidupan mahasiswa kos FKIP Untirta di lingkungan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap enam informan, yang terdiri dari empat informan utama (tokoh masyarakat, ketua RT, pemilik kos, dan warga setempat) serta dua informan pendukung (mahasiswa kos). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat pada umumnya memiliki pandangan positif terhadap mahasiswa. Mahasiswa dipandang sebagai individu terdidik yang berperilaku sopan serta memberikan kontribusi ekonomi bagi lingkungan sekitar. Namun, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial kemasyarakatan masih dinilai terbatas. Interaksi antara mahasiswa dan masyarakat terjalin melalui penyesuaian perilaku dan penghormatan terhadap norma lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa interpretasi masyarakat terbentuk melalui konstruksi sosial dalam interaksi sehari-hari, sehingga menciptakan hubungan yang relatif harmonis meskipun masih terdapat jarak sosial.  
Co-Authors Adisha Anindiva Faizal Aenunnisa Aenunnisa Agustin, Nurmalasari agustin, windi Agustina, Fera Anggun Biyanti Ani Handayani Anten Fhabella Ardila, Ira Ashilah, Hana Athallaisya Adinda, Inez Azzahra, Tifani Shofa Bahrudin, Febrian Alwan Balqis, Azmelia Putri Cahya, Nilam Cahyo Kartiko Adi Nugroho Choirunnisa Sasa Dahlia Bela Novanza Damayanti, Talitha Destianti, Kavita Diah Utamy Empat Siti Fatimah Fauriza Akbar Fadillah Fauziah, Nine Febrian Alwan Bahrudin Fikri Rachmadi, Maulana Firnanda, Ayu Fitria Wulandari Haerullah, Fiqri Alamsyah Halimatusa Diyah Halyma Wynda Hanifah, Destri Aulia Hapid TA, Ahmad hardiyanti hardiyanti Hari Prasetya, Bayu HARYONO Haryono Haryono Haryono Haryono Hatami, Muhammad Hayat, Nurul Hermalia, Rini Hermsen, Sheila Hidayat, Sholeh Ilham Maulana Indah Sastia Putri Jashinka jedah nurlatifah Kudus, Wahid Abdul KUNTARI, SEPTI Latifa, Jamilatul Lindawati, Yustika Irfani Lisdayanti, Lisdayanti LULUK ASMAWATI Masni, Rani Meilla Dwi Nurmala Meilla Dwi Nurmala Meitami Sofiyanti Mudinillah, Adam Muhammad Agus Hardiansyah Mulyana, Nijar Nazwar Musahwi Musahwi Muttaqin, Tiara Indriyani Nabilah, Rifa Nada, Syahirrah Nafisah, Nada Nasiroh, Nasiroh Nida Musyarofah Nida, Nabila Afro Nine Fauziah Nurmala, Nisa Nursaidah, Siti Nurul Hayat Nurul Hayat Hayat Nuryasin, Muhammad Jamil Polelah Lelah Putri Tunggal Dewi Putri, Dea Pebriani rahmawati rahmawati Ramdhini, Siti Agni Risdiana, Ria Robiatussoleha, Ratu Aulia Rusdana, Rusdana Sabrina Mustika Putri Salsabilla, Sekar Sari, Nawang Saryono Saryono Sastra Juanda sastra juanda Septiana, Deta Serly Putri Hidayat Setiawan, Rizki Setiawan, Rizky Shinta Bella Angelina Siti Rahmah Indriyani Siti Saniah, Siti Subhan Widiansyah Tesniyadi, Dema Tia Astuti Tubagus Umar Wibowo Ukhroniyah, Ukhroniyah Utami, Rezza Widia Viecena, Anwar Fikri Wanda Marsella Wardah Alivia Wikanti Widianingsih, Sekar Rifdah Wika Hardika Legiani Wikanti, Wardah Alivia Yulianto Yulianto Yustika Irfani Lindawati Zeba, Shahnaz Aqeela