Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kurangnya kedisiplinan peserta didik dalam pembelajaran sosiologi menyebabkan rendahnya konsentrasi belajar dan pemahaman materi, yang pada akhirnya menimbulkan kecemasan saat ujian serta menjadi hambatan dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi reward dan punishment dalam pembelajaran Sosiologi berperan dalam membentuk kedisiplinan peserta didik kelas XI IPS di MAN 2 Kota Serang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui tiga tahapan, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reward yang diberikan guru, seperti pujian atau nilai tambahan, mendorong peserta didik untuk mengulangi perilaku positif, meskipun bagi sebagian peserta didik bentuk reward yang monoton dianggap kurang bermakna. Punishment berupa teguran terbukti efektif bagi sebagian peserta didik dalam menimbulkan rasa jera, namun pada kasus lain dianggap sekadar peringatan biasa sehingga tidak menimbulkan perubahan perilaku yang signifikan. Selain itu, intensitas pemberian reward maupun punishment yang terlalu sering membuat sebagian peserta didik merasa jenuh, sehingga kebermaknaannya berkurang. Temuan ini sejalan dengan proposisi sukses, nilai, dan deprivasi-satiasi dari Homans, yang menegaskan bahwa keberulangan perilaku sangat dipengaruhi oleh manfaat, persepsi nilai, dan variasi stimulus yang diterima peserta didik.