Claim Missing Document
Check
Articles

TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG TOGA DENGAN PEMANFAATAN TOGA PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK STUNTING TW, Siti Pandanwangi; Wahyuni, Yenny Sri; Zuniarto, Ahmad Azrul; Akbar, Rai Fadiilah; Suhada, Tatik Sofiyani
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 7 No 2 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/ojs.v7i2.259

Abstract

Pengetahuan tentang tanaman obat keluarga sudah ada sejak jaman dahulu. Diantara manfaat dan kegunaannya baik untuk upaya peningkatan kesehatan, mencegah dari penyakit, penyembuhan penyakit dan pemulihan. Berdasarkan hasil laporan nasional Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, proporsi pemanfaatan TOGA di Indonesia sebesar 24,6%. Pemanfaatan TOGA untuk kesehatan balita dapat diawali dari tanaman yang ada di pekarangan rumah atau di lingkungan tempat tinggal. Dengan pengetahuan yang benar tentang pemanfaatan TOGA bagi kesehatan balita akan mendorong peningkatan pengobatan balita yang sakit maupun mencegah sakit dengan meningkatkan daya tahan tubuh balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang TOGA dengan perilaku pemanfaatan TOGA pada ibu anak stunting. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif metode observasional analitik dengan jenis penelitian cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 50 responden ibu anak stunting. Data dikumpulkan melalui kuesioner penelitian. Hasil uji tingkat pengetahuan tentang TOGA terdapat 44 responden dengan pengetahuan baik (88%). Perilaku pemanfaatan TOGA dengan kategori cukup 26 responden (52%). Hasil analisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman terdapat hubungan tingkat pengetahuan tentang TOGA dengan perilaku pemanfaatan TOGA pada ibu anak stunting dengan nilai p-value sebesar 0,001, korelasi sedang (0,455) dengan arah korelasi positif.
PENGARUH PENGGUNAAN LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN SWAMEDIKASI PENYAKIT INFLUENZA DI MASYARAKAT DESA TERUSAN KECAMATAN SINDANG KABUPATEN INDRAMAYU Zuniarto, Ahmad Azrul; Zakiyah, Fitri; Nurfaizi, Deni
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 6 No 2 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.792 KB) | DOI: 10.58365/ojs.v6i2.204

Abstract

SSwamedikasi atau pengobatan sendiri merupakan bagian dari upaya masyarakat menjaga kesehatannya sendiri dan harus memenuhi kriteria penggunaan obat yang rasional. Kriteria obat rasional antara lain ketepatan pemilihan obat, ketepatan dosis obat, tidak adanya efek samping, tidak adanya kontraindikasi, tidak adanya interaksi obat, dan tidak adanya polifarmasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya Pengaruh Penggunaan Leaflet Terhadap Pengetahuan Swamedikasi Penyakit Influenza di Masyarakat Desa Terusan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan metode deskriptif. Pengambilan sampel secara purposive sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 100 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret - Juni 2021. Analisis data yang digunakan adalah model analisis regresi liniear sederhana dengan SPSS versi 25 dari data pre test dan post test. Berdasarkan hasil uji, tingkat pengetahuan swamedikasi influenza dengan total jawaban pada Pre test yaitu 1583 dengan nilai rata-rata 15,83 sedangkan pada Post test memperoleh nilai 1817 dengan nilai rata-rata 18,17. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan leaflet terhadap tingkat pengetahuan swamedikasi influenza di masyarakat Desa Terusan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu.
UJI AKTIVITAS GRANUL SERBUK IKAN LAUT DENGAN BAHAN TAMBAHAN AMILUM BIJI DURIAN (Durio zibethinus) TERHADAP BAKTERI PATOGEN IKAN Susanti, Nina Pratiwi; Sugiharto, Anto; ., Rodiya; Zuniarto, Ahmad Azrul; apriliasanti, Wahyuni; Sugiharto, Yuyun; ., Sutisno
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 6 No 1 (2022): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.063 KB) | DOI: 10.58365/ojs.v6i1.189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri granul serbuk limbah ikan laut dengan bahan tambahan amilum biji durian (Durio zibethinus) terhadap bakteri patogen ikan. Limbah ikan laut dapat dibuat dalam bentuk granul merupakan tambahan bahan organik baik secara fisik, kimia maupun biologi. Salah satu tanaman yang memiliki manfaat sebagai antibakteri ialah biji durian yang memiliki kandungan pati atau amilum yang cukup tinggi, sehingga berpotensi sebagai alternatif pengganti bahan yang memerlukan sifat-sifat pati yang mengandung senyawa utama yaitu amilosa dan amilopektin, amilosa memiliki sifat mudah menyerap air (Sugiyono, 2011). Selain memiliki kandungan pati, ekstrak biji durian (Durio zibethinus) mengandung senyawa fitokimia seperti alkaloid, flavonoid, saponin, terpenoid, (triterpenoid dan steroid) dan tanin yang memiliki fungsi sebagai anti bakteri (Shinta, 2021). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dilakukan untuk menguji aktivitas antibakteri ialah dengan mengukur zona hambat. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan pengenceran sediaan granul serbuk limbah ikan laut dengan bahan tambahan amilum biji durian (Durio zibethinus) dengan konsentrasi 2%, 4% dan 5%. Hasil penelitian menunjukkan granul serbuk limbah ikan laut dengan bahan tambahan amilum biji durian (Durio zibethinus) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Pseudomonas Aeruginosa dengan adanya zona hambat konsentrasi 2% sebesar 5,3 mm, konsentrasi 4% sebesar 7,1 mm, konsentrasi 5% sebesar 8,8 mm. Konsentrasi Paling efektif untuk menghambat bakteri Pseudomonas Aeruginosa yaitu konsentrasi 5%.
Uji Perbandingan Antiinflamasi Gel Ekstrak Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.) Terhadap Luka Bakar dengan Luka Sayat Pada Tikus Putih (Rattus Novergicus) Yuniuswoyo, Wirsad; Zuniarto, Ahmad Azrul; Yusniawati, Feni
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 3 No 2 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rimpang kencur merupakan simplisia yang mengandung flavonoid yang mana mempunyai efektivitas sebagai antiinflamasi. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membandingkan perbedaan efektivitas gel ekstrak rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) terhadap luka bakar dengan luka sayat pada tikus putih (Rattus Novergicus), serta mengetahui stabilitas gel ekstrak Rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) selama penyimpanan. Ekstrak rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) didapatkan dari metode maserasi dengan pelarut alkohol 70% dan dibuat dalam bentuk sediaan gel dengan variasi konsentrasi ekstrak 10%, 15%, 20%. Gel ekstrak rimpang kencur diujikan ke tikus putih jantan sebanyak 15 ekor dengan masing-masing kelompok 3 ekor dengan luka sayat dan luka bakar. Uji stabilitas menggunakan metode cycling test dengan parameter uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan uji iritasi. Gel dengan konsentrasi 10%, 15% dan 20% telah menunjukan efektivitas terhadap luka bakar (dengan waktu kesembuhan 11 – 13 hari) dan luka sayat (dengan waktu kesembuhan 8 hari) pada tikus putih jantan dan tidak terdapat perbedaan diantara kedua luka. Sediaan gel ekstrak Rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) memenuhi persyaratan mutu uji stabilitas. Gel ekstrak rimpang kencur (Kaempferia galanga L) tidak memiliki perbedaan efektivitas terhadap luka bakar maupun luka sayat dan stabil selama penyimpanan.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SABUN PADAT EKSTRAK DAUN SUKUN (Artocarpus altilis (Parkins.) Fosberg) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli Ayuditiawati, Meita Ita; Zuniarto, Ahmad Azrul; Mundzir, O. Ahmad; Tamala, Nur Feggy Tanti
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 5 No 1 (2021): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.232 KB)

Abstract

Sabun merupakan garam dari asam lemak yang digunakan sebagai pembersih dan dapat mengandung senyawa antimikroba. Salah satu tanaman tradisional yang memiliki aktivitas antimikroba adalah daun sukun karena mengandung senyawa flavonoid. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang berjudul “Uji Aktivitas Antibakteri Sabun Padat Ekstrak Daun Sukun (Artocarpus altilis (Parkins.) Fosberg) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sabun padat ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis (Parkins.) Fosberg) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.Ekstrak daun sukun diformulasikan dalam bentuk sabun padat dengan tiga variasi konsentrasi, yaitu 20%, 25%, dan 30%. Uji aktivitas antibakteri sabun padat dilakukan menggunakan metode sumuran lalu dibandingkan terhadap kontrol negatif dan kontrol positif. Hasilnya dianalisis secara statistik dengan uji Kruskall-Wallis dan uji Mann Whitney.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun padat ekstrak daun sukun dengan konsentrasi ekstrak 20%, 25%, dan 30% memiliki aktivitas antibakteri dengan rerata diameter hambat untuk bakteri Staphylococcus aureus sebesar 8,51 mm, 9,74 mm, dan 11,38 mm yang termasuk dalam kategori sedang serta untuk bakteri Escherichia coli sebesar 12,3 mm, 13,79 mm, dan 15,53 mm yang termasuk dalam kategori kuat.
ANALISIS DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PASIEN ISPA PUSKESMAS WARUNGPRING PEMALANG JAWA TENGAH Regar, Dhea Novakinanda; Zuniarto, Ahmad Azrul; Nuari, Ris Ayu; Nahdliyah, Vivi Afiyatun
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 6 No 2 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.182 KB) | DOI: 10.58365/ojs.v6i2.192

Abstract

Drug Related Problems (DRPs) merupakan bagian dari Medication Error (ME) yang dihadapi hampir semua negara di dunia. Salah satu penyakit yang dapat menyebabkan kematian adalah Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui presentase kejadian dari masing-masing DRPs yang meliputi ada indikasi tanpa obat, ada obat tanpa indikasi, ketidaktepataan pemilihan obat, dosis rendah, dosis tinggi, efek samping obat dan tingkat kepatuhan pasien, dalam menggunakan Antibiotik pada pasien ISPA di Puskesmas Warungpring, Pemalang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif melalui pengambilan data rekam medik secara prospektif. Dari 168 kasus pasien ISPA pada Februari tahun 2022 jumlah sampel yang diambil sebanyak 118 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu pasien yang tercatat menderita ISPA yang mendapatkan Antibiotik. Pengambilan data menggunakan teknik random sampling, dilakukan Bulan Maret 2022. Hasil penelitian dari 118 kasus pasien ISPA menunjukkan kejadian DRPs kategori ada indikasi tanpa obat sebanyak 15 kasus (12,71%), tidak ada obat tanpa indikasi, tidak ada ketidaktepataan pemilihan obat, dosis tertalu rendah sebanyak 10 kasus (8,47%), dan dosis terlalu tinggi sebanyak 7 kasus (5,94 %). Sementara itu untuk DRPs kategori efek samping obat paling banyak terjadi mual/muntah dengan presentase 35,59% dan DRPs tingkat kepatuhan pasien tergolong rendah yaitu sebesar 49,20%. Sehingga dapat disimpukan bahwa presentase terbesar DRPs penggunaan antibiotik pada pasien ISPA di Puskesmas Warungpring, Pemalang yaitu terkait efek samping pengobatan dan kepatuhan pasien.
The Relationship Between Nutritional Status And Insulin-Like Growth Factor-1 Levels In Stunted Children In Cirebon Regency Siti Pandanwangi; Akrom; Nurkhasanah; Zuniarto, Ahmad Azrul; Hidayati, Titiek; Tsai, Mei Ling
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 7 No 3 (July 2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woh.v7i2.1299

Abstract

Insulin-like Growth Factor-1 (IGF-1) is a growth hormone mediator that acts as a growth-promoting factor in the growth process and is also an indicator of the adaptive immune system. Children who experience stunting will experience obstacles to growth and cognitive and motor development, affecting their productivity as adults. This research aims to determine IGF-1 levels and their relationship with stunted children's nutritional status. The research method used was observational, with a cross-sectional research design. The population of stunted children in the Tegalwangi locus area, Cirebon Regency, a sample of children aged 24-60 months who met the inclusion criteria of not being disabled and not being sick, was 50 children. The research began with parents filling in informed consent. Continue to fill in data on date of birth, measure height and weight, take @1ml of the child's blood, and analyze IGF-1 using the ELISA method. The research results were that the average IGF-1 level for men was 16,812 ± 5,164 ng/ml and for women 13,810 ± 5,111 ng/ml. Average IGF-1 levels aged 24-36 months were 14,777 ± 4,742 ng/ml, 36–48 months 17,050 ± 4,280 ng/ml, and 48–60 months 15,214 ± 6,248 ng/ml. Data analysis using the Pearson correlation test obtained a value of p=0.871 based on age, p=0.047 based on gender, p=0.643 based on Height for age, and p=0.245 based on Weight for age (95% CI). The conclusion is that there is a relationship between the age of a stunted child and IGF-1 levels, and there is no relationship with nutritional status. All stunted children have IGF-1 values ​​below the standard value for normal children based on the literature, namely ≥ 28.54 ng/ml.
CORRELATION OF COMMUNITY PHARMACIST KNOWLEDGE, ATTITUDES, AND PRACTICES IN THE DETECTION OF TUBERCULOSIS CASES IN WEST JAVA PROVINCE Mardhiyyah, Cut Ainul; Zuniarto, Ahmad Azrul; Amanatin, Alfitia Dwi; Ryansyah, Hardi; Antonia, Vonny
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 9 No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v9i3.1296

Abstract

Tuberculosis (TB) control is hampered by suboptimal case detection and treatment delays. Pharmacies are reported as a first-aid treatment for patients with TB. Therefore, researchers analyzed knowledge, attitudes, and practices (KAP) regarding TB case detection among community pharmacists, aiming to find innovative strategies to involve community pharmacists in TB case detection. The research aims to determine the level of knowledge, attitudes, and practices, and the relationship between knowledge and attitude, knowledge-practice, and attitude-practice of community pharmacists in detecting tuberculosis cases in West Java Province. This research uses a descriptive observational method with 419 pharmacists who practice pharmacies. The results showed that pharmacists had a sufficient level of knowledge (14.94 ± 1.99), an adequate level of attitude (63.58 ± 9.12), and a sufficient level of practice (20.58 ± 8.55) regarding TB case detection. There is a very low relationship between knowledge and attitude (p-value 0.024<0.05), knowledge and practice ( p-value 0.018>0.05), and attitude and practice ( p-value 0.000< 0.05). This study concluded that community pharmacists in West Java Province have sufficient knowledge, attitudes, and practices in detecting TB cases, but the level of relationship between knowledge attitude and detecting TB cases, and the level of association between knowledge attitude and knowledge practice was very low, while the relationship between attitude practice was low. Keywords: Pharmacist, Knowledge, Practice, Attitude, Tuberculosis
THE COMPLIANCE AND EFFECTIVENESS OF TUBERCULOSIS DRUG USE AT THE TALUN HEALTH CENTER IN CIREBON Regar, Dhea Novakinanda; Zuniarto, Ahmad Azrul; Pandanwangi TW, Siti; Widianingsih, Nining
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 9 No 4 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v9i4.1334

Abstract

Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis (Mtb). This disease affects the lung organs and may also affect organs outside the lungs. This study aimed to determine the level of compliance and effectiveness of TB drugs, the relationship between compliance and effectiveness in using TB drugs, and the relationship between compliance and effectiveness based on socio-demographic data of the community. The research method used was descriptive observational, with retrospective data collection based on TB patient treatment cards. Compliance data were collected by completing the MMAS questionnaire, and effectiveness data were collected by recording sputum examination results using the SITB (Tuberculosis Information System) software. The sample comprised the total population according to these criteria. The technique used for sampling was total sampling, namely the total number of TB patients at Talun Health Center, Cirebon Regency, from November 2023 to April 2024, a total of 40 patients. Data analysis using the Spearman test consisted of compliance analysis, effectiveness analysis, the relationship between compliance and effectiveness, and the relationship between compliance and effectiveness based on socio-demographic data of the population. The results of the study showed that the level of compliance with TB drug use was 7.9 (medium level of compliance), and the effectiveness of TB drug use was 100%. There is a relationship between compliance and the effectiveness of TB drug use, but there is no relationship based on the socio-demographic data of the population.  Keywords: Compliance, Effectiveness, TB Drugs
Formulasi Lotion Sari Buah Mangga (Mangifera Indica L.) Sebagai Pelembab Kulit Karphiawati, Aldilla Shalsa; Zuniarto, Ahmad Azrul; Pandanwangi TW, Siti; Karsidin, Bambang; Nafi'ah, Rahma; Zakiah, Fitri; Dewi, Komala
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52216/jfsi.vol7no1p28-34

Abstract

Making mango juice lotion (Mangifera indica L.) using various concentration variations is expected to produce mango juice lotion (Mangifera indica L.) which meets the requirements for a good lotion and tests skin moisture against the mango juice lotion formula (Mangifera indica L.). This study aims to determine the best concentration of mango (Mangifera indica L.). In this study, mango juice was obtained by extortion, made in the form of lotion and tested for skin moisture using a Skin Analyzer. Data analysis in the form of SPPS (Statistical Product and Service Solution) tables. The results showed that the addition of the concentration of mango juice (Mangifera indica L.) had an effect on the resulting skin moisture. The selected formula of Mango juice lotion (Mangifera indica L.), namely formula 1 with a concentration of 5%, has a skin moisture value of 70,55%, and Mango fruit juice lotion (Mangifera indica L.).
Co-Authors , stf1 ., Rodiya ., Sutisno Afief, Arief R. Ais Hamidah Aisy, Asri Rihadatul Akbar, Rai Fadiilah Akrom, Akrom Amanatin, Alfitia Dwi Andriswana, Dwi Meiria Anjastika, Luky Septiansyah Anna Pradiningsih Annisa, Fatin Maura Antonia, Vonny apriliasanti, Wahyuni Auliya, Muhammad Febri Ayuditiawati, Meita Ita Cantika, Dwi Putri Dewi, Komala Dyah Aryani Perwitasari Fatmawati, Eva Fauzia, Rizki Rahmah Haerunnisa, Tita Hakkin, Atini Sabila HARYATI, ETI Hasimun, Patonah Husni Mubarok Joharudin, Ade Karlina, Elis Karphiawati, Aldilla Shalsa Karsidin, Bambang Mahfudh , Nurkhasanah Mardhiyyah, Cut Ainul Maulida, Nur Afifah Mega Suryani, Mega Meiria A, Dwi Mundzir, Ahmad Mundzir, O Ahmad Mundzir, O. Ahmad Nafi'ah, Rahma Nafilah, Nella Nahdliyah, Vivi Afiyatun Ndang Ikbal Maulana Nopita, Juwita noviani, Adis Novianti, Sari Nuari, Ris Ayu Nur Imam Komara Nurfaizi, Deni Nurhasanah, Sarah Nurkhasanah Nurkhasanah Nurkhasanah Pandanwangi , Siti Putera, Rizky Medino Regar, Dhea Novakinanda Rustanti, Mega Ryansyah, Hardi Sabarudin, Cecep Saefullah, Indah Silviyanti Setriyadi, Dedy Siti Pandanwangi TW Siti Pandawangi TW Sodik, Jajang Japar Subagja . Subagja, Subagja Sugiarto, Anto Sugiharto, Anto Sugiharto, Yuyun Suhada, Tatik Sofiyani Suharmono, Soni Sumari Sumari Sundari, Retno T Supriatna, Cece Susanti, Nina Pratiwi Tamala, Nur Feggy Tanti Tanujaya, Jojon Titiek Suhardi Haripurnomo Kushadiwijaya Hidayati Tsai, Mei Ling TW, Siti Pandanwangi Wahyuni, Yenny Sri Widianingsih, Nining Yani, Dosi Ahmad Yuniuswoyo, Wirsad Yusniawati, Feni Zakiah, Fitri Zakiyah, Fitri Zanki, Alfriani Melia